Anda di halaman 1dari 78

M E M B A N G U N

K O M U N I K A S I

W I R E L E S S

D A T A

L A N

D E N G A N

D I

R S U D

R .

K O T A

S Y A M S U D I N ,

S H

S U K A B U M I

TUGAS AKHIR

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat mengikuti Ujian Nasional pada Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan

Disusun Oleh :

FIRMANSYAH NIS. 1.04.05.046

dan Jaringan Disusun Oleh : FIRMANSYAH NIS. 1.04.05.046 PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK TEKNOLOGI

PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

SMK TEKNOLOGI PLUS PADJADJARAN SUKABUMI

2

0

0

7

FIRMANSYAH NIS. 1.04.05.046 PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK TEKNOLOGI PLUS PADJADJARAN SUKABUMI 2 0

LEMBAR PENGESAHAN PROJECT WORK/PROYEK TUGAS AKHIR

Satuan

:

Sekolah Menengah Kejuruan

Pendidikan Program Keahlian

:

Teknik Komputer dan Jaringan

Paket Keahlian

:

Jaringan

Kode

:

F-09.02

Alokasi Waktu

:

300 jam

Kode : F-09.02 Alokasi Waktu : 300 jam Nomor Peserta : 1.04.05.046 Nama Peserta :
Kode : F-09.02 Alokasi Waktu : 300 jam Nomor Peserta : 1.04.05.046 Nama Peserta :

Nomor Peserta

:

1.04.05.046

Nama Peserta

:

FIRMANSYAH

JUDUL PROYEK :

MEMBANGUN KOMUNIKASI DATA DENGAN WIRELESS LAN DI RSUD R. SYAMSUDIN, SH KOTA SUKABUMI

Menyetujui :

DU/DI/Pemberi Order,

Muhamad Taufiq, ST, CCNA, CCAI

Mengetahui:

Ketua Program Keahlian,

Rizki Firmansyah, ST

Sukabumi,

Maret 2007

Peserta Uji ,

Firmansyah NIS. 1.04.05.046

Guru Pembimbing,

Alip Syahrudin, ST

Mengetahui :

Kepala Sekolah SMK Teknologi Plus Padjadjaran ,

Drs. Ade Ahmad Hidayat, M.Pd NIP. 132189296

Syahrudin, ST Mengetahui : Kepala Sekolah SMK Teknologi Plus Padjadjaran , Drs. Ade Ahmad Hidayat, M.Pd

KATA PENGANTAR

Bismilahirohmanirohim …. Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, serta hidayahnya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan project work yang berjudul “ Membangun Komunikasi Data Dengan Wireless Lan Di RS UD R.Syamsudin, SH “. Project work ini penulis tulis dalam rangka memenuhi salah satu persyaratan kelulusan program pendidikan di SMK Teknologi Plus Padjadjaran Sukabumi.

Dalam project work ini, penulis menuliskan apa saja yang dilaksanakan dalam pembangunan project work ini. Dan disini penulis membangunan suatu Jaringan, khususnya dibidang Jaringan Tanpa Kabel ( Wireless ) baik secara hardware maupun software.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan project work ini masih banyak kesalahan, karena mungkin penulis juga manusia yang tidak luput dari kesalahan dan mungkin penulis juga bukanlah sesuatu yang sempurna, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.

Didalam penyusunan project work ini penulis memperoleh banyak bantuan, dorongan, dan dukungan dari berbagai pihak baik secara langsung ataupun tidak langsung. Oleh karena itu penulis tidak lupa menyampaikan suatu penghargaan dan terima kasih yang sebesar -besarnya kepada :

1. Bapak H. Aep Saeful Rachman, MM. CQM selaku Ketua Yayasan Pendidikan SMK Teknolo gi Plus Padjadjaran Sukabumi.

2. Bapak Drs. Ade Ahmad Hidayat, M.Pd, selaku Kepala Sekolah SMK Teknologi Plus Padjadjaran Sukabumi.

Kepala Sekolah SMK Teknologi Plus Padjadjaran Sukabumi. 3. Bapak Suratmo A.Sd, selaku Wakil Kepala Sekolah dan

4.

Bapak Yanyan Rusyandi, SE., M.Kes, selaku Kepala Sub Bidang SIMRS di RSUD R.Syamsudin, SH Kota Sukabumi.

5. Bapak Wibawa Nalibrata, ST, selaku Administrator 1 di RSUD R.Syamsudin, SH Kota Sukabumi.

6. Bapak Rizki Firmansyah, ST, selaku Kepala Jurusan Teknik Informatika.

7. Bapak Alip Syahrudin, ST, selaku Guru Produktif Jurusan Teknik Informatika.

8. Bapak Hendry Cahya, CCNA, selaku Guru Produktif Jurusan Teknik Informatika.

9. Bapak Satia Ginanjar, CCNA, dan seluruh guru dari Bandung Selaku Guru Produktif Jurusan Teknik Informatika.

10. Bapak Edi Ruslandi, selaku Tool Man Jurusan Teknik Informatika.

11. Seluruh Bapak Ibu guru di SMK Teknologi Plus Padjadjaran Sukabumi.

12. Rekan-rekan seperjuangan yang sudah banyak membantu yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Sekali lagi penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar -besarnya kepada semua pihak yang terkait dalam pembuatan project work ini. Dan semoga project work ini dapat bermanfaat bagi penulis dan bagi pembaca umumnya dan dapat pula dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.

Sukabumi,

Januari 2007

Penulis

penulis dan bagi pembaca umumnya dan dapat pula dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Sukabumi, Januari 2007 Penulis

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR

i

DAFTAR

ISI

iii

DAFTAR TABEL

v

DAFTAR GAMBAR

vii

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

I-1

1.2 Identifikasi Masalah

I-2

1.3 Maksud dan Tujuan

I-2

1.4 Batasan Masalah

I-3

1.5 Metode dan Teknik Pengumpulan Data

I-3

1.6 Sistematika Penulisan

I-4

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Jaringan Komputer

II-1

2.2 Jenis Jaringan Komputer

II-1

2.3 Topologi Jaringan Komputer

II-2

2.4 Type Jaringan Komputer

II-5

2.5 Peralatan Jaringan Komputer

 

2.5.1 NIC (Network Interface Card)

II-6

2.5.2 Kabel Jaringan

II-7

2.5.3 Concentrator

II-10

2.5.4 IP Address

II-12

2.6 Jaringan Komputer Tanpa Kabel ( Wireless)

 

2.6.1 Pengertian Jaringan Tanpa Kabel

II-15

2.6.2 Mode Jaringan Wireless ( Operation Mode)

II-16

Tanpa Kabel II-15 2.6.2 Mode Jaringan Wireless ( Operation Mode ) II-16 2.6.3 Hardware Wireless II-18

BAB III

PROSES PRODUKSI/JASA

3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan

III-1

3.2 Alat dan Bahan

III-2

3.3 Gambar Kerja

III-4

3.4 Proses Pengerjaan

 

3.4.1 Instalasi Hardware Wireless

III-5

3.4.2 Instalasi Software Wireless

III-6

3.4.3 Konfigurasi wireless

III-8

3.4.4 Instalasi Sistem Operasi Linux Redhat 9.0

III-20

3.4.5 Instalasi Kabel jaringan

III-30

3.4.6 Konfigurasi IP Address

III-31

3.4.7 Pemasangan Hardware Di Area Kerja

III-32

3.5 Perhitungan Laba/Rugi

III-34

3.6 Hasil Yang Dicapai

III-34

BAB IV

TEMUAN

4.1 Keterlaksanaan

 
 

4.1.1 Faktor Pendukung

IV-1

4.1.2 Faktor Penghambat

IV-1

4.2 Manfaat yang Dirasakan

IV-2

4.3 Pengembangan/Tindak Lanjut

IV-2

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

V-1

5.2 Saran

V-1

DAFTAR PUSTAKA

4.3 Pengembangan/Tindak Lanjut IV-2 BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan V-1 5.2 Saran V-1 DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR TABEL

2.5.2.2.a Susunan Warna Kabel Stright

II-9

2.5.2.2.b Susunan Warna Kabel Cross

II-9

2.5.4.1

Format IP Address

II-12

2.5.4.2

a. IP Address kelas A

II-13

2.5.4.2

b. IP Address kelas B

II-13

2.5.4.2

c. IP Address kelas C

II-14

3.2

Alat Yang Telah Terkoneksi

III-2

3.2

Alat dan Bahan

III-3

2.5.4.2 c. IP Address kelas C II-14 3.2 Alat Yang Telah Terkoneksi III-2 3.2 Alat dan

DAFTAR GAMBAR

2.3.1

Topologi Bus

 

II-3

2.3.2

Topologi Ring

II-4

2.3.3

Topologi Star

II-4

2.3.4

Topologi Extended Star

II-5

2.3.5

Topologi Mesh

 

II-5

2.5.1

NIC ( Network Interface Card )

II-7

2.5.2.1

Coaxial Cable

 

II-8

2.5.2.1

Utp Cable

II-9

2.5.2.3

Fiber Optic Cable

II-10

2.5.3.1

Hub

II-10

2.5.3.2

Switch

II-11

2.5.3.4

Router

II-11

2.6.1.1

Mode

Jaringan

Ad-Hoc

II-16

2.6.1.2

Mode Jaringan Infrastruktur

II-17

2.6.1.5

a. Point to point

 

II-18

2.6.1.5

b. Point multi point

II-18

2.6.1.6

Wireless Repeater

II-18

2.6.2.1

a. AirPoint-Proo Outdor

II-19

2.6.2.1

b.

Air Nic

II-20

2.6.2.2

a. Omni

 

II-20

2.6.2.2

b.

Sectoral

II-20

2.6.2.2

c. Directional

 

II-21

2.6.2.3

a. Aresster

II-21

2.6.2.3

b.

GPS

II-22

2.6.2.3

c. Pig Tail

 

II-22

2.6.2.3.d. Jumper WBC 400

II-22

2.6.2.3

e. PoE

 

II-22

3.3 Gambar Kerja

III-4

3.4.1

a. Persiapan Hardware

III-5

3.4.1

b.

Konektor

PoE

 

III-6

3.3 Gambar Kerja III-4 3.4.1 a. Persiapan Hardware III-5 3.4.1 b. Konektor PoE   III-6

3.4.3.1

a. Login Menu

III-8

3.4.3.1

b.

Client Info

Menu

III-9

3.4.3.1

c.Client Auth dan MAC Address Menu

III-9

3.4.3.1

d.

Advanced Menu

 

III-9

3.4.3.2

a. Tampilan Awal Instalasi

III-10

3.4.3.2

b.

Monitor Chang Menue

 

III-10

3.4.3.2

c. Site Surve Menuy

III-11

3.4.3.2

d.

Encryption Menu

III-11

3.4.3.2

e. Advance Menu

III-11

3.4.3.2

f. Statistic Menu

III-12

3.4.3.3

a. Tampilan Open Wireless Setup

III-13

3.4.3.3

b. Administrator Setting

 

III-13

3.4.3.3

c. Administrator Setting Success

III-13

3.4.3.3

d. Lan Setting

 

III-14

3.4.3.3

e. Lan Setting Success

 

III-14

3.4.3.3

f. Dhcp Setting

III-15

3.4.3.3

g. Wireless General Setting

III-15

3.4.3.3

h. Wireless General Success

III-16

3.4.3.3

i. Wireless Advanced Setting

III-16

3.4.3.3

j. Wireless Advanced Success

III-17

3.4.3.3

k. Wireless WEP Setting

 

III-17

3.4.3.3

l. Wireless WEP Success

III-17

3.4.3.3

m. System Operation Setting

III-18

3.4.3.3

n. System Operation Success

III-18

3.4.3.4

a. Network Icon

 

III-19

3.4.3.4

b.

Contect Menu

III-19

3.4.3.4

c. Wireless Network Conectio n Properties

III-19

3.4.3.4

d.

Wireless

Network

Properties

III-20

3.4.4 a. Opsi Linguage Selection

III-21

3.4.4 b. Keyboard Configuration

III-21

3.4.4 c. Mouse Configuration

III-22

3.4.4 d. Upgrade Examine

III-22

b. Keyboard Configuration III-21 3.4.4 c. Mouse Configuration III-22 3.4.4 d. Upgrade Examine III-22

3.4.4

e. Installation Type

III-22

3.4.4

f. Disk Partition Setup

III-23

3.4.4

g. Disk Setup

III-23

3.4.4

h. Add New Partition

III-24

3.4.4

i. Boot Loader Configuration

III-24

3.4.4

j. Network Configuration

III-25

3.4.4

k. Firewall Configuration

III-25

3.4.4

l. Additional Language Support

III-26

3.4.4

m. Time Zone Selection

III-26

3.4.4

n. Set Root Password

III-26

3.4.4

o. Authentication Configuration

III-27

3.4.4

p. Personal Desktop Default

III-27

3.4.4

q. Package Group Selection

III-28

3.4.4

r. Instalation Package

III-28

3.4.4

s. Boot Diskete Creation

III-29

3.4.4

t. Graphical Interface (x) Configuration

III-29

3.4.4

f. Disk Partition Setup

III-23

3.4.7.1 Gambar Pemasangan Pada Area kerja

III-32

III-29 3.4.4 f. Disk Partition Setup III-23 3.4.7.1 Gambar Pemasangan Pada Area kerja III-32

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Di setiap tahunnya perkembangan ilmu pengetahuan terutama dibidang teknologi dan informasi semakin berkembang pesat yang menuntut untuk serba cepat, tepat dan akurat. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi membuat bumi ini seakan-akan dekat kita. Contohnya bila kita berkomunikasi melalui pesawat telepon ataupun yang lainnya disuatu tempat yang jauh, maka itu membuat kita seakan dekat dengan orang yang kita hubungi. Selain untuk berkomunikasi melalui pesawat telepon, dengan teknologi informasi kita juga bisa berbagi data dan informasi kapan dan dimanapun kita berada. Diantara perkembangan informasi dan komunikasi itu, ada dua macam beberapa macam media yang digunakan antaralain udara, line kabel, sinyal ( gelombang ), sinar / cahaya dan lain sebagainya. Selain itu juga perkembangan alat -alat elektronik ( hardware ) maupun software semakin berkembang. Seperti komputer halnya yang bekerja mulai dari stand alone ( berdiri sendiri ), hingga bisa terhubung jaringan. Dan yang akan dibahas oleh penulis kali in yaitu tentang komputer yang akan dihubungkan dengan jaringan tanpa kabel ( wireless ). Jaringan komputer adalah hubungan antara dua buah komputer atau lebih yang adapt berkomunikasi satu sama lain sehingga dapat saling berbagi data atau sumber dan adapt memindahkannya dengan mudah. Pemanfaatan jaringan sudah banyak digunakan oleh instansi -instansi seperti perkantoran, instansi pemerintah, rumah sakit, sekolah, bahkan rental komputer sekali pun sudah menggunakan teknologi jaringan. Dan banyak pula yang lainnya yang dapat kita gunakan untuk memperoleh informasi. Selain itu untuk dapat berhubungan, komputer menggunakan suatu IP yang fungsinya untuk pengalamatan data agar data dapat sampai kepada alamat yang dikirim. Dalam IP address terdapat 5 kelas yaitu kelas A, B, C, D,

data agar data dapat sampai kepada alamat yang dikirim. Dalam IP address terdapat 5 kelas yaitu

dan E. Dengan adanya perbedaan dan pembagian Ip address tiap kelas maka data akan dapat sampai dengan amannya. Penulis akan mencoba membangun sebuah jaringan tanpa kabel ( wireless) agar komputer dapat berhubungan satu sama lain.

1.2 Identifikasi Masalah Hampir seluruh aspek kehidupan manusia dimasyarakat tidak dapat lepas begitu saja dapat lepas dari teknologi, khususnya teknologi komputer dan jaringan. Dapat dilihat bawha dalam kehidupan sehari -hari informasi sangat kita butuhkan baik berupa data ataupun yang lainnya. Jarak seakan membuat kita menjadi sebuah hambatan dalam mengerjakan sesuatu yang bersifat pribadi ataupun pekerjaan. Data adalah suatu informasi yang sangat penting bagi semua orang terutama data sebuah perusa haan yang bergerak dibidang bisnis dan management. Bila sesorang membutuhkan suatu data perusahaan untuk segera mungkin kita berikan, tetapi karena jarak yang akan dituju sangat jauh dan memerlukan waktu yang tidak sedikit, otomatis tenaga kita akan terku ras hanya dengan menyampaikan sebuah data saja.Untuk itu, dari masalah itu dapat kita simpulkan bahwa waktu adalah uang yang tidak akan bisa kembali lagi.

1.3 Maksud dan Tujuan Maksud dan tujuan dari pembuatan project work yang dilaksanakan adalah:

Untuk memenuhi salah satu persyaratan kelulusan Program Pendidikan di SMK Teknologi Plus Padjadjran Kota Sukabumi. Dan selain itu untuk

menguji penulis dalam bidang yang sesuia dengan jurusan yang penulis ambil.

1. Penulis dapat meningkatkan serta memperluas wawasan da n keterampilan dalam bidang Teknologi Komputer Jarinagn

2. Penulis dapat menyalurkan ilmu langsung untuk dipraktekan di lapangan.

3. Penulis dapat memperoleh banyak ilmu dan menemukan pengalaman yang belum pernah dialami yang akan menjadi bekal bagi penulis dima sa yang akan datang.

ilmu dan menemukan pengalaman yang belum pernah dialami yang akan menjadi bekal bagi penulis dima sa

4.

Penulis mampu mengintrosfeksi diri dalam hal belajar dan praktek dilapangan untuk kemajuan penulis dalam bekerja.

1.4 Batasan Masalah Dalam penulisan project work ini, penulis banyak mengalami kesulitan dan hambatan, untuk itu penulis me mbatasi permasalahan mengenai jaringan komputer tanpa kabel ( wireless ) dengan pengenalan hardware jaringan kabel dan wireless serta pengintalan jaringan dengan kabel dan wireless.

1.5 Metode dan Teknik Pengumpulan Data Dalam metode penulisan project work i ni, penulis menggunakan beberapa metode untuk mengumpulkan data, diantaranya :

1. Observasi langsung :

Disini penulis melakukan pengamatan dengan cara langsung terjun

dilapangan, ruangan, untuk mendapatkan informasi dan pengalaman untuk bahan pembelajaran dan penyusunan project work ini.

2. Studi lapangan :

Pembelajaran dilapangan lebih banyak penulis gunakan, karena disetiap titik atau pun ruangan menjadi sesuatu yang baru karena setiap ruang

mempunyai perbedaan dalam segi hardware komputer, jaringan dan si nyal serta kecepatan transfer datanya.

3. Studi pustaka :

Dalam teknik ini, penulis mencari referensi atau pun modul yang berkaitan

dengan project yang akan ditulis. Penulis mencari referensi di perpustakaan, dibuku-kubu komputer dan yang lainnya.

4. Interview ( wawancara ) :

Penulis melakukan wawancara kepada narasumber tentang apa yang penulis temukan dilapangan yang tidak penulis ketahui dan itu penulis jadikan sebagai bahan pembelajaran dan bahan penyusunan project work ini.

yang tidak penulis ketahui dan itu penulis jadikan sebagai bahan pembelajaran dan bahan penyusunan project work

1.6 Sistematika Penulisan Dalam penulisan project work ini penulis menggunakan sistematika penyajian sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN Dalam Bab ini penulis akan memaparkan tentang latar belakang, identifikasi masalah, maksud dan tujuan, batasan masalah, metode dan teknik pengumpulan data, serta sistematika penulisan yang penulis gunakan dan buat.

BAB II

LANDASAN TEORI Disini penulis menguraikan tentang materi yang berhubungan dengan project work yang dibuat yaitu tentang komunikasi data dengan wireless lan seperti :

Pengertian jaringan komputer, jenis-jenis jaringan komputer, topologi, type, peralatan jaringan komputer baik kabel maupun wireless dsb.

BAB III

PROSES PENGERJAAN

Pada

Bab

ini

penulis

menguraikan

beberapa

proses

kerja/produksi yang akan dilaksanakan, dengan tahapan s ebagai berikut :

1. Penentuan waktu dan tempat pelaksanaan

2. Persiapan alat dan bahan, serta perancangan gambar

3. Proses pengerjaan project, yaitu sebagai berikut :

1. Instalasi Hardware wireless

2. Konfigurasi wireless

3. Instalasi Sistem Operasi Lin ux Redhat 9.0

4. Instalasi kabel jaringan

5. Instalasi IP Address

4. Menentukan dan menyimpulkan hasil yang dicapai.

Lin ux Redhat 9.0 4. Instalasi kabel jaringan 5. Instalasi IP Address 4. Menentukan dan menyimpulkan

BAB IV

TEMUAN Pada bab ini akan ditemukan tenteng keterlaksanaan kegiatan, faktor pendukung, faktor penghambat, manfaat dari kegiatan , serta pengembangan tindak lanjut untuk kedepan.

BAB V

PENUTUP Bab ini berisi tentang kesimpulan dari kegiatan ini, serta saran - saran yang penulis berikan untuk kemajuan kita bersama agar lebih baik lagi.

kesimpulan dari kegiatan ini, serta saran - saran yang penulis berikan untuk kemajuan kita bersama agar

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Jaringan Komputer Jaringan komputer adalah hubungan / interaksi antara dua komputer atau lebih dan dapat berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya yang memungkinkan komputer dapat bertukar informasi, data, dan sumber lainnya sehingga memudahkan kita didalam pemindahan data secara cepat, efektif dan efisien.

2.2 Jenis Jaringan Komputer

2.2.1 PAN ( Personal Area Network )

Adalah jaringan yang terdapat pada komputer itu sendiri. Bisa dikatakan

PAN adalah hubungan antara p eriperal-periperal yang terdapat pada komputer seperti hubungan antara memori dengan prosesor dan lainnya.

2.2.2 LAN ( Local Area Network )

LAN (Local Area Network), ialah hubungan/interaksi komputer yang mencakup satu wilayah baik didalam ruangan ataupun dilua r ruangan

tergantung bagaimana cara kita menanggapinya, misalnya di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa ratus meter. Jaringan lokal juga seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer -komputer pribadi (laptop) dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik - pabrik untuk memakai bersama sumberdaya ( resouce, misalnya printer), berbagi data dan saling bertukar informasi.

2.2.3 MAN ( Metropolitan Area Network )

Metropolitan Area Network (MAN), adalah jaringan LAN yang berukura n lebih besar dan biasanya jaringan ini menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN mencakup jaringan Lan yang diperbesar dengan jangkauan lebih dari 2 atau lebih dari itu. Sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN dapat menunjang source berupa data dan suara, bahkan dapat berhubung dengan jaringan TV.

pribadi (swasta) atau umum. MAN dapat menunjang source berupa data dan suara, bahkan dapat berhubung dengan

2.2.4

WAN ( Wide Area Network )

Wide Area Network (WAN), jaringan yang mencakup daerah geografis yang lebih luas dan dapat mencapai jaringan antar benua atau antar negar a. WAN terdiri dari atas kumpulan mesin -mesin yang ditujukan untuk

menjalankan semua program dan aplikasi pada jaringan tersebut.untuk dapat dipakai.

2.2.5 Inter Net ( International Network )

Bermain Internet, browsing, chating dengan orang di luar negara, menca ri

berita luar negara, itu adalah suatu manfaat yang dapat dirasakan dari jaringan internet. Orang yang terhubung ke jaringan ini akan bisa mencari informasi yang mengglobal dimana pun, jadi internet adalah jaringan yang mengglobal dan sangat luas.

2.2.6 Intra Net ( Intra Network )

Jaringan Intranet merupakan jaringan gabungan dari jenis jaringan LAN,

MAN dan WAN dengan media penghubungnya melalui jalur INTERNET sehingga jangkauannya lebih luas. Jaringan ini biasanya dibentuk oleh organisasi-organisasi khusus untuk membantu pemerintah dalam segi pengamanan Negara dan lainnya. Contohnya : CIA, FBI, MIB dan PBB.

2.2.7 Jaringan Tanpa Kabel ( Wireless )

Jaringan tanpa kabel ( wireless ) merupakan suatu jaringan komukasi yang menjadi solusi bagijaringan yang tidak bisa men ggunakan kabel karena keterbatasan kabel atau jauhnya tempat. Dimasa kini jaringan tanpa kabel ( wireless ) sudah banyak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit yang mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.

2.3 Topologi Jaringan Komputer Topologi adalah gambaran / desain fisik suatu jaringan untuk dapat membuat suatu jaringan sebelum kita terjun kelapangan untuk membangun

jaringan tersebut. Gambar / topologi jaringan terdiri atas

topologi star, bus,

token-ring, mesh, extended star, dan peer-to-peer network. Pada setiap

jaringan terdiri atas topologi star, bus, token-ring, mesh, extended star, dan peer-to-peer network . Pada setiap

topologi

kekurangannya yang dimiliki.

ini

mempunyai

ciri

masing -masing,

dengan

kelebihan

dan

2.3.1 Topologi Bus

Topologi bus adalah sebuah gambaran jaringan yang setiap nodenya

terpusat pada sebuah kabel utama dengan setup ujung kabel ditutup oleh konektor T. Topologi ini memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Merupakan satu kabel yang kedua ujung nya ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node

2. Umum digunakan karena seder hana dalam instalasi

3. Signal melewati kabel dalam dua arah dan mungkin terjadi collision / tabrakan data

4. Problem terbesar pada saat kabel putus. Jika salah satu segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti.

segmen kabel putus, maka seluruh jaringan akan terhenti. Gambar 2.3.1 Topologi Bus 2.3.2 Topologi Ring Adalah

Gambar 2.3.1 Topologi Bus

2.3.2 Topologi Ring

Adalah gambar fisik jaringan yang setiap komputer dihubungkan

dengan setiap komputer terhubung dengan kabel sehingga membentuk cincin (lingkaran). Pada setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimk an kesetiap simpul sebelum kekomputer. Topologi ini mempuyai karakteristik sebagai berikut:

1. Lingkaran tertutup yang berisi node-node

2. Sederhana dalam layout

3. Signal mengalir dalam satu arah, sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision (dua paket data bercampur), sehingga

Signal mengalir dalam satu arah, sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision (dua paket data bercampur), sehingga

memungkinkan pergerakan data yang cepat dan collision detection yang lebih sederhana

4. Problemnya sama dengan topologi bus

5. Biasanya opologi ring tidak dibuat secara fisik melainkan direalisasikan dengan sebuah consentrator dan kelihatan seperti topologi star

sebuah consentrator dan kelihatan seperti topologi star Gambar 2.3.2 Topologi Ring 2.3.3 Topologi star Terhubung

Gambar 2.3.2 Topologi Ring

2.3.3 Topologi star

Terhubung pada sebuah pusat kontrol penyaluran data ( hub / switch )

sebelum data itu sampai kepada komputer yang dituju. Dan pada setiap komputer berkedudukna sama serta pengaksesan data dan pengamanan terdapat pada sebuah komputer server. Topologi ini mempunyai karakteristik sebagai berikut:

1. Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi.

2. Mudah dikembangkan, karen a setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node

3. Keunggulan : jika satu kabel node terputus yang lainnya tidak terganggu

4. Dapat digunakan kabel yang “ lower grade” karena hanya menghandel satu traffic node, biasanya digunakan kabel UTP

“ lower grade ” karena hanya menghandel satu traffic node , biasanya digunakan kabel UTP Gambar

Gambar 2.3.3 Topologi Star

“ lower grade ” karena hanya menghandel satu traffic node , biasanya digunakan kabel UTP Gambar

2.3.4

Topologi Extended Star

Topologi extended star adalah perkembangan dari topologi diatas (star), pada setiap node dipecah lagi menjadi beberapa node sesuai dengan kebutuhan.

lagi menjadi beberapa node sesuai dengan kebutuhan. Gambar 2.3.4 Topologi Extended Star 2.3.5 Topologi Mesh

Gambar 2.3.4 Topologi Extended Star

2.3.5 Topologi Mesh

Topologi mesh adalah gambaran fisik jaringan yang setiap nodenya terpasang ke seluruh komputer yang terhubung ke jaringan sehingga setiap komputer dapat mentransfer data tanpa melewati komputer yang lain. Topologi ini secara teori memungkinkan akan tetapi tidak praktis dan biayanya cukup tinggi untuk di -implementasikan. Mesh topologi memiliki tingkat redundancy yang tinggi. Sehingga jika terdapat satu link yang rusak maka suatu station dapat mencari link yang lainnya.

rusak maka suatu station dapat mencari link yang lainnya. Gambar 2.3.5 Topologi Mesh 2.4 Type Jaringan

Gambar 2.3.5 Topologi Mesh

2.4 Type Jaringan Komputer

2.4.1 Pear To Pear

Peer-to-peer jaringan adalah hubungan antara duabuah komputer atau lebih, dengan spesifikasi setiap komputer sama. Dan setiap perlindungan untuk komputer terdapat pada komputer masing -masing.

dengan spesifikasi setiap komputer sama. Dan setiap perlindungan untuk komputer terdapat pada komputer masing -masing.

2.4.2

File Server

Adalah tipe jaringan yang dimana ada sebuah server yang digunakan

khushus sebagai tenpat penyimpanan file -file.

2.4.3 Client Server

Client Server adalah tipe jaringan yang setiap komputer berhubungan satu sama lain dan ada kedudukan satu komputer lebih tinggi dan dijadikan sebuah Server untuk perlindungan jaringan serta sebagai pelayanan dari client yang lain. Seperti hardware maupun software yang diperlukan oleh clientnya, sedangkan client hanya dapat menggunakan layanan yang disediakan oleh servernya.

2.4.4 Workstation

Workstation dimana seluruh konfigurasi dan seluruh sistem komputer dikuasai oleh server dan diatur seluruhnya oleh seorang Administrator ( pengguna ), disini client hanyalah memakai layanan yang telah disediakan, misalnya alat pengambilan uang ( ATM ).

2.5 Peralatan Jaringan Komputer

Dalam pembangunan suatu jaringan baik kabel maupun non kabel ( wireless )diperlukan banyak bahan dan peralatan yang harusdigunakan dalam

pembangunan jaringan tersebut diantaranya :

2.5.1 NIC ( Network Interface Card )

NIC adalah komponen palinhg penting dalam sebuah jaringan, NIC ini nantinya akan dipasang pada setiap komputer yang akan kita hubungkan

ke jaringan. Tipe NIC dapat kita lihat pada tipe slot yang terdapat di dalam motherboard, yaitu slot yang berwarna putih / slot PCI, dan slot yang berwarna hitam / slot ISA Jenis-jenis NIC terdiri dari :

1. Ethernet, kecepatan yang mendukung untuk NIC jenis ini adalah 10 Mbps.

2. Fast Ethernet, kecepatan yang mendukung untuk NIC jenis ini mencapai 100 Mbps.

NIC jenis ini adalah 10 Mbps . 2. Fast Ethernet , kecepatan yang mendukung untuk NIC
jumper shared memory base address jumper I/O address jumper out dma channel jumper IRQ level
jumper
shared memory
base address
jumper
I/O address
jumper
out
dma channel
jumper
IRQ level
Kabel Jaringan

3. Combo, kecepatannya mendukung dari kecepatan Ethernet dan Fast Ethernet, kecepatannya dapat mendeteksi sendiri.

4. PCMCIA, untuk jenis NIC ini biasanya dipasang pada laptop atau note book.

UTP out

Thick ethernet

BNC out

Gambar 2.5.1 NIC ( Network Interface Card )

2.5.2

2.5.2.1 Coaxial Cable

Kabel ini harganya lebih m ahal dari utp/stp. Kecepatan yang mendukungkabel ini lebih tinggi dabandingkan dengan kabel utp/stp, dan memiliki radius jangkauan mencapai 500 2500 Meter dengan bantuan repeater. Bentuk fisik dari kabel ini sama dengan kabel antena telivisi, serta konektor yang digunakan untuk kabel ini adalah konektor BNC, dan sebagai penutup kabelnya menggunakan Terminasi. Kabel ini

biasanya digunakan untuk topologi bus atau ring. Kabel Coaxial terbagia atas 2 macam yaitu ;

1. Thick coaxial dikenal dengan nama 10Base5, b iasanya digunakan untuk kabel backbone pada instalasi jaringan ethernet antar gedung. Kabel ini sulit ditangani secera fisik karena tidak flexibel dan berat, namun dapat menjangkau jarak 500 m bahkan 2500 m dengan repeater.

2. Thin coaxial lebih dikenal dengan nama RG-58, cheapernet, 10Base2, dan thinnet, biasanya digunakan untuk jaringan antar workstation. Dapat digunakan untuk implementasi topologi bus dan ring karena mudah ditangani secara fisik

jaringan antar workstation . Dapat digunakan untuk implementasi topologi bus dan ring karena mudah ditangani secara

Gambar 3.5.2.1 Coaxial Cable 2.5.2.2 Twisted Pair Cable Kabel twisted pair dapat dibagi menjadi dua

Gambar 3.5.2.1 Coaxial Cable

2.5.2.2 Twisted Pair Cable

Kabel

twisted

pair

dapat

dibagi

menjadi

dua

macam

yaitu

shielded yang memiliki selubung pembungkus dan unshielded yang

tidak mempunyai selubung pembungkus. karakteristik sebagai berikut:

Kabel

ini

mempunyai

1. Merupakan sepasang kabel yang di -twist satu sama lain dengan tujuan untuk mengurangi interferensi listrik.

2. Dapat terdiri dari dua, empat, atau lebih pasangan kabel

3. Ada dua jenis kabel twisted pair yaitu UTP ( unshielded twisted pair) dan STP (shielded twisted pair)

4. Dapat melewatkan signal sampai 10-100 mbps

5. Hanya dapat menangani satu channel data ( baseband)

6. Koneksi pada twisted pair biasanya menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45

7. STP lebih tahan interferensi daripada UTP dan dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi sampai 100 mbps, namun lebih sulit ditangani secara fisik

Dalam jenis kabel menurut fungsinya ada 2 jenis kabel yaitu :

1. Kabel Stright fungsinya untuk menghubungkan antara pc dengan hub/ switch atau hub/ switch dengan hub/switch.

2. Kabel Cross fungsinya untuk menghubungkan antara pc dengan pc.

dengan hub/ switch atau hub/ switch dengan hub/switch. 2. Kabel Cross fungsinya untuk menghubungkan antara pc
Gambar 2.5.2.2 Utp Cable Adapun susunan kabelnya sbg berikut ini : PO PO O O

Gambar 2.5.2.2 Utp Cable

Adapun susunan kabelnya sbg berikut ini :

PO

PO PO

PO

O

O O

O

PH

PH PH

PH

B

B B

B

P

B

P B P B

P

B

H

H H

H

PC

PC PC

PC

C

C C

C

 

Tabel 2.5.2.2.a Susunan Warna Kabel Stright

 

PO

PO PH

PH

O

O H

H

PH

PH PO

PO

B

B B

B

P

B

P B P B

P

B

H

H O

O

PC

PC PC

PC

C

C C

C

Tabel 2.5.2.2.b Susunan Warna Kabel Cross

PH PO B B P B P B H O PC PC C C Tabel 2.5.2.2.b

2.5.2.3

Fiber Optic Cable

Biasanya kabel jenis ini digunakan untuk perusahaan -perusahaan besar yang menggunakan jaringan yang cukup luas, harganya sangat mahal, dalam pemasangan jenis kabel ini lebih sulit dibandingkan dengan jenis-jenis kabel yang lain.kecepatan yang mendukung 100 Mbps dan bebas dari nois (gangguan), dan jarang terjadi penyadapan kabel.

dari nois (gangguan), dan jarang terjadi penyadapan kabel. 2.5.3 Gambar 2.5.2.3 Fiber Optic Cable Concentrator 2.5.3.1

2.5.3

Gambar 2.5.2.3 Fiber Optic Cable

Concentrator 2.5.3.1 Hub Suatu perangkat keras jaringan yang berfungsi sebagai t erminal dalam jaringan yang mempunyai banyak port yang dapat menghubungkan beberapa node kedalam sebuah jaringan bertopologi star. Hub ini ada yang mempunyai 8 port, 16 port, dan lainnya.

kedalam sebuah jaringan bertopologi star. Hub ini ada yang mempunyai 8 port , 16 port ,

Gambar 2.5.3.1 Hub

kedalam sebuah jaringan bertopologi star. Hub ini ada yang mempunyai 8 port , 16 port ,

2.5.3.2

Switch

Sejenis penghubung jaringan /hub tetapi memiliki kecepatan transfer jauh lebih cepat karena pada setiap segmen memiliki bandwitch 10 Mbps penuh. Dan berfungsi sama sebagai terminal dua arah.

10 Mbps penuh. Dan berfungsi sama sebagai terminal dua arah. Gambar 2.5.3.2 Switch 2.5.3.3 Repeater Komponen

Gambar 2.5.3.2 Switch

2.5.3.3 Repeater

Komponen ini biasanya digunakan untuk memp erkuat sinyal data dalam jaringan, agar lalulintas data lebih cepat apabila jarak client ke

server jauh.

2.5.3.4 Bridge

Berfungsi untuk sebagai pembelaok sinyal data, biasanya pada jaringan yang memakai bridge ini jarak antara jaringan yang satu dengan

jaringan yang lain berjauhan.

2.5.3.4 Router

Router berfungsi untuk menggabungkan segmentasi IP yang berbeda, sehingga dua buah Lan bersegmentasi berbeda dapat saling berhubungan satu sama lainnya. Dengan router kita dapat mengatur lalulintas / jalur suatu data, sehingga sistem perlindungannya lebih tinggi.

kita dapat mengatur lalulintas / jalur suatu data, sehingga sistem perlindungannya lebih tinggi. Gambar 2.5.3.4 Router

Gambar 2.5.3.4 Router

kita dapat mengatur lalulintas / jalur suatu data, sehingga sistem perlindungannya lebih tinggi. Gambar 2.5.3.4 Router

2.5.3.5

Komputer Server

Komputer yang digunakan sebagai server dalan jaringan dengan spesifikasinya harus lebih baik dari pada komputer biasa yang digunakan untuk clientnya. Server ini juga berfungsi sebagai pelayan dari komputer

client lainnya.

2.5.3.6 Komputer Client

Komputer untuk client dapat beragam yang nantinya akan digunakan oleh user / pengguna.

2.5.4 IP Address

IP Address digunakan sebagai alamat dalam hubungan antar host di internet/jaringan sehingga merupakan sebuah sistem komunikasi yang universal karena merupakan metode pengalamatan yang telah diterima di seluruh dunia. Dengan menentukan IP Address berarti kita telah memberikan identitas yang univers al bagi setiap interadce komputer. Jika suatu komputer memiliki lebih dari satu interface (misalkan menggunakan dua ethernet) maka kita harus memberi dua IP Address untuk komputer tersebut masing-masing untuk setiap interfacenya. 2.5.4.1 Format IP Address IP Address terdiri dari bilangan biner 32 bit yang dipisahkan oleh tanda titik setiap 8 bitnya. Tiap 8 bit ini disebut sebagai oktet. Bentuk IP Address dapat dituliskan sebagai berikut :

xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx Jadi IP Address ini mempunyai ran ge dari 00000000.00000000.00000000.00000000 sampai 11111111.11111111.11111111.11111111. Notasi IP Address dengan bilangan biner seperti ini susah untuk digunakan, sehingga sering ditulis dalam 4 bilangan desimal yang masing -masing dipisahkan oleh 4 buah titik yang lebih dikenal dengan “notasi desimal bertitik”. Setiap bilangan desimal merupakan nilai dari satu oktet IP Address. Contoh hubungan suatu IP Address dalam format biner dan desimal :

desimal merupakan nilai dari satu oktet IP Address . Contoh hubungan suatu IP Address dalam format
Desimal 167 205 206 100 Biner 10100111 11001101 11001110 01100100 Tabel 2.5.4.1 Format IP Address
Desimal
167
205
206
100
Biner
10100111 11001101 11001110 01100100
Tabel 2.5.4.1 Format IP Address

2.5.4.2 Pembagian Kelas IP Address

Jumlah IP Address yang tersedia secara teoritis adalah 255x255x255x255 atau sekitar 4 milyar lebih yang harus dibagikan ke seluruh pengguna jaringan internet di seluruh dunia. Pembagian kelas - kelas ini ditujukan untuk mempermudah alokasi IP Address, baik untuk host/jaringan tertentu atau untuk keperluan tertentu. IP Address dapat dipisahkan menjadi 2 bagian, yakni bagian network (Tabel 2.5.4.2 a. IP Address kelas A ) dan bagian host (host id). Tabel 2.5.4.2 a. IP Address kelas A berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain, sedangkan host id berperan untuk identifikasi host dalam suatu network. Jadi, seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang sama memiliki Tabel 2.5.4.2 a. IP Address kelas A yang sama. Sebagian dari bit-bit bagian awal dari IP Address merupakan network bit/network number, sedangkan sisanya untuk host. Garis pemisah antara bagian network dan host tidak tetap, bergantung kepada kelas network. IP Address dibagi ke dalam lima kelas, yaitu kelas A, kelas B, kelas C , kelas D dan kelas E. Perbedaan tiap kelas adalah pada ukuran dan jumlahnya.

Contohnya IP kelas A dipakai oleh sedikit jaringan namun jumlah host yang dapat ditampung oleh tiap jaringan sangat besar. Kelas D dan E tidak digunakan secara umum, kelas D digu nakan bagi jaringan multicast dan kelas E untuk keprluan eksperimental. Perangkat lunak Internet Protocol menentukan pembagian jenis kelas ini dengan menguji beberapa bit pertama dari IP Address. Penentuan kelas ini dilakukan dengan cara berikut :

1. Bit pertama IP Address kelas A adalah 0, dengan panjang Tabel 2.5.4.2 a. IP Address kelas A 8 bit dan panjang host id 24 bit. Jadi byte pertama IP Address kelas A mempunyai range dari 0 -127. Jadi pada kelas A terdapat 127 network dengan tiap network dapat menampu ng

Address kelas A mempunyai range dari 0 -127. Jadi pada kelas A terdapat 127 network dengan

sekitar 16 juta host (255x255x255). IP Address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar, IP kelas ini dapat dilukiskan pada gambar berikut ini:

0-1270-2550-2550-2 0nnnnnnnhhhhhhhhhhhhhhhhh
0-1270-2550-2550-2
0nnnnnnnhhhhhhhhhhhhhhhhh

Bit-bit Network Bit-bit Host

0nnnnnnnhhhhhhhhhhhhhhhhh Bit-bit Network Bit-bit Host Tabel 2.5.4.2 a. IP Address kelas A 2. Dua bit IP
0nnnnnnnhhhhhhhhhhhhhhhhh Bit-bit Network Bit-bit Host Tabel 2.5.4.2 a. IP Address kelas A 2. Dua bit IP
0nnnnnnnhhhhhhhhhhhhhhhhh Bit-bit Network Bit-bit Host Tabel 2.5.4.2 a. IP Address kelas A 2. Dua bit IP

Tabel 2.5.4.2 a. IP Address kelas A

2. Dua bit IP Address kelas B selalu diset 10 sehingga byte pertamanya

selalu bernilai antara 128-191. Network ID adalah 16 bit pertama dan

16 bit sisanya adalah host id sehingga kalau ada komputer mempunyai

IP Address 167.205.26.161, network ID = 167.205 dan host id = 26.161. Pada. IP Address kelas B ini mempunyai range IP dari

128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx, yakni berjumlah 65.255 network dengan jumlah host tiap network 255 x 255 host atau sekitar

65 ribu host.

128-1910-2550-2550-2 10nnnnnnnnnnnnnnhhhhhhhhhh
128-1910-2550-2550-2
10nnnnnnnnnnnnnnhhhhhhhhhh

Bit-bit Network Bit-bit Ho

10nnnnnnnnnnnnnnhhhhhhhhhh Bit-bit Network Bit-bit Ho Tabel 2.5.4.2 b. IP Address kelas B 3. IP Address kelas
10nnnnnnnnnnnnnnhhhhhhhhhh Bit-bit Network Bit-bit Ho Tabel 2.5.4.2 b. IP Address kelas B 3. IP Address kelas
10nnnnnnnnnnnnnnhhhhhhhhhh Bit-bit Network Bit-bit Ho Tabel 2.5.4.2 b. IP Address kelas B 3. IP Address kelas

Tabel 2.5.4.2 b. IP Address kelas B

3. IP Address kelas C mulanya digunakan untuk jaringan berukuran kecil seperti LAN. Tiga bit pertama IP Address kelas C selalu diset 111. Network ID terdiri dari 24 bit dan host id 8 bit sisanya sehingga dapat terbentuk sekitar 2 juta net work dengan masing-masing network memiliki 256 host.

192-2230-2550-2550-2 110nnnnnnnnnnnnnnnnnnnhhh
192-2230-2550-2550-2
110nnnnnnnnnnnnnnnnnnnhhh

Bit-bit Network Bit-bit

256 host. 192-2230-2550-2550-2 110nnnnnnnnnnnnnnnnnnnhhh Bit-bit Network Bit-bit Tabel 2.5.4.2 c. IP Address kelas C
256 host. 192-2230-2550-2550-2 110nnnnnnnnnnnnnnnnnnnhhh Bit-bit Network Bit-bit Tabel 2.5.4.2 c. IP Address kelas C
256 host. 192-2230-2550-2550-2 110nnnnnnnnnnnnnnnnnnnhhh Bit-bit Network Bit-bit Tabel 2.5.4.2 c. IP Address kelas C

Tabel 2.5.4.2 c. IP Address kelas C

256 host. 192-2230-2550-2550-2 110nnnnnnnnnnnnnnnnnnnhhh Bit-bit Network Bit-bit Tabel 2.5.4.2 c. IP Address kelas C

4. IP Address kelas D digunakan untuk keperluan multicasting. 4 bit pertama IP Address kelas D selalu diset 1110 sehingga byte pertamanya berkisar antara 224-247, sedangkan bit-bit berikutnya diatur sesuai keperluan multicast group yang menggunakan IP Address ini. Dalam multicasting tidak dikenal istilah network ID dan host id.

5. IP Address kelas E tidak diperuntukkan untuk keperluan umum. 4 bit pertama IP Address kelas ini diset 1111 sehingga byte pertamanya berkisar antara 248-255.

Sebagai tambahan dikenal juga istilah Network Prefix, yang digunakan untuk IP Address yang menunjuk bagian jaringan.Penulisan network prefix adalah dengan tanda slash “/” yang diikuti angka yang menunjukkan panjang network prefix ini dalam bit. Misal untuk menunjuk satu network kelas B 167.205.xxx.xxx digunakan penulisan 167.205/16. Angka 16 ini merupakan panjang bit untuk network prefix kelas B.

2.6 Jaringan Komputer Tanpa Kabel (Wireless)

2.6.1 Pengertian Jaringan Tanpa Kabel

Wireless adalah suatu komunikasi data antara dua tempat atau lebih dimana gelombang elektromagnetik (tidak pakai kabel) membawa signal sebagian atau seluruh bagian dari jalur komunikasi. Model pera latan wireless yaitu,Wireless LAN memberikan fleksibilitas dan reliabilitas untuk para pengguna komputer dalam bisnis maupun non bisnis. Wireless yang disebut juga dengan jaringan nirkabel adalah sebuah jaringan yang dimana transmisi data ( pengirim/pen erima ). Berkembangnya ntenn jaringan wireless disebabkan oleh kebutuhan akan biaya pengeluaran yang rendah menyangkut infrastruktur jaringan dan untuk mendukung sebuah aplikasi jaringan berkerak lebih akurat dan efisien dalam :

1. Kemudahan bergerak memun gkinkan pengguna untuk berpindah -pindah secara fisik ketika menggunakan aplikasi seperti : handheld PC (seperti PDA / personal digital assistance dan semacamnya) 2. Atau data collector (seperti calculator yang biasa dibawa untuk pengecekan dan pengisian data)

dan semacamnya) 2. Atau data collector (seperti calculator yang biasa dibawa untuk pengecekan dan pengisian data)

3. Ada begitu banyak pekerja yang membutuhkan pekerja untuk nte bergerak dengan bebas secara fisik , seperti petugas PAM, PLN, Polisi, UGD. Namun walau demikian teknologi non wireless juga masih diperlukan untuk penambatan antara workstation dengan server utama. Dalam pembangunan Jaringan wireless ini ada beberapa kelebihan dan kekurangannya diantaranya :

Kelebihan Wireless

1. Komunikasi yang lebih mudah

2. Jarak yang di tempuh lebih jauh

3. Hemat biaya dan efisien

4. Teknologi lebih modern Kelemahan Wireless

1. Pemasangan wireless membutuhkan penanganan khusus

2. Banyak rintangan untuk installasinya

3. Membutuhkan banyak perangkat jaringan

2.6.2 Mode Jaringan Wireless (Operational Mode)

Mode

Jaringan

Wireless

(Oerational

Mode)

adalah

jenis-jenis

pengoperasian pada masing-masing perangkat wireless

2.6.2.1

Ad-Hoc

pada masing-masing perangkat wireless 2.6.2.1 Ad-Hoc Gambar 2.6.1.1 Mode Jaringan Ad-Hoc Ad-Hoc adalah mode

Gambar 2.6.1.1 Mode Jaringan Ad-Hoc

Ad-Hoc adalah mode jaringan wireless yang hanya peer to peer saja yaitu hanya terhubung dengan tiga atau dua computer saja, yaitu hubungan komputer dengan komputer dalam jumlah kecil. 2.6.2.2 Infrastruktur Infrastruktur adalah mode jaringan yang difungsikan agar dapat menghubungkan lebih dari tiga komputer dengan jaringan lan yang sudah ada dengan jaringan melalui wireless yang berpusat pada satu Radio yang dijadikan sebagai Acces Point.

lan yang sudah ada dengan jaringan melalui wireless yang berpusat pada satu Radio yang dijadikan sebagai
Gambar 2.6.1.2 Mode Jaringan Infrastruktur 2.6.2.3 Acces Point Acces Point adalah mode jaringan wireless yang

Gambar 2.6.1.2 Mode Jaringan Infrastruktur

2.6.2.3 Acces Point

Acces Point adalah mode jaringan wireless yang dapat difungsikan sebagai media pengubung bagi client bridge, pada jaringan kabel, Acces

Point diibaratkan sebagai hub yaitu sebagai pusat transfo rtasi data dalam jaringan wireless.

2.6.2.4 Client Bridge

Client Bridge adalah mode operasiyang hanya sebagai Client saja

dan hanya dapat mengakses pada Acces Point saja dan hanya dapat menangkap sinyal radio tetapi tidak nte memancarkan sinyal.

2.6.2.5 Wireless Bridge

Wireless Bridge berfungsi unutk dua alternative mode yaitu :

3.6.1.5.a Point to Point Sebagai jalur penghubung antara dua buah jaringan LAN dan hanya dua radio saja yang digunakan. Seperti pada gambar berikut ini :

radio saja yang digunakan. Seperti pada gambar berikut ini : Gambar 2.6.1.5 a. Point to point

Gambar 2.6.1.5 a. Point to point

2.6.1.5.b Point Multi Point

radio saja yang digunakan. Seperti pada gambar berikut ini : Gambar 2.6.1.5 a. Point to point

Sebagai jalur penghubung antara beberapa jaringan LAN yang berhubungan anatara beberapa Acces Point. Seperti pada gambar :

anatara beberapa Acces Point. Seperti pada gambar : Gambar 2.6.1.5 b. Point multi point 2.6.2.6 Wireless

Gambar 2.6.1.5 b. Point multi point

2.6.2.6 Wireless Repeater

Sebagai penguat sinyal jika jarak antara Acces Point dengan Client terlalu jauh dan sinyal tidak terjangkau oleh keduanya sehingga diperlukan satu perangkat radio yang difungsikan sebagai penguat sinyal atau repeater.

radio yang difungsikan sebagai penguat sinyal atau repeater. Gambar 2.6.1.6 Wireless Repeater 2.6.3 Hardware Wireless

Gambar 2.6.1.6 Wireless Repeater

2.6.3 Hardware Wireless

2.6.3.1 Perangkat Radio

a. AirPoint-PROOutdoor AirPoint-PRO Outdoor adalah sebuah radio yang berfungsi sebagai Acces Point, Client Bridge, Wireless Bridge, Wireless Reapeter. Untuk

mengkonfigurasi dengan menggunkan software khusus yang disediakan oleh smartBridges.

Wireless Reapeter. Untuk mengkonfigurasi dengan menggunkan software khusus yang disediakan oleh smartBridges .
Gambar 2.6.3.1 a. AirPoint-Proo Outdor b. Senao Acces Point / Bridge Senao adalah sebuah radio

Gambar 2.6.3.1 a. AirPoint-Proo Outdor

b. Senao Acces Point / Bridge Senao adalah sebuah radio yang berfungsi sebagai Acces Point atau

sebagai Client Bridge yang disetting tanpa menggunakan software lagi. Untuk mensetting Senao bias dilihat pada User Manu al yang telah disediakan. Dan bisaanya Senao mempunyai Ip Default 192.168.1.1.

c. Wireless Nic

Wireless Nic adalah kartu yang bias digunakan sebagai Wireless Bridge pada sebuah jaringan. Wireless Nic ini diinstall pada komputer dan menggunakan driver. Untuk settingnya dilakukan seperti set IP Address pada Nic biasa

d. Air Nic

AirNIC adalah jenis radio yang berfungsi hanya sebagai client bridge saja unutk mengkonfigurasinya menggunkan software khusus yang disediakan oleh Smart Bridges, kabel yang dipakai untuk menghubungkan radio dengan PC yaitu dengan menggunakan USB Port

kabel yang dipakai untuk menghubungkan radio dengan PC yaitu dengan menggunakan USB Port Gambar 2.6.3.1 b.

Gambar 2.6.3.1 b. Air Nic

kabel yang dipakai untuk menghubungkan radio dengan PC yaitu dengan menggunakan USB Port Gambar 2.6.3.1 b.

2.6.3.2

Perangkat Antena

a. Omni

Omni adalah salah satu jenis antena yang bisa digunakan pada

pancar

sehiungga jika digambarkan akan membentuksebuah lingkaran.

instalasi jaringan

wireless,

Omni

memiliki

daya

360 0

instalasi jaringan wireless , Omni memiliki daya 360 0 Gambar 2.6.3.2 a. Omni b. Sectoral Sectoral

Gambar 2.6.3.2 a. Omni

b. Sectoral Sectoral adalah antenna yang memiliki sudut pancar tertentu

sehingga

setengak lingkaran

jika

digambarkan

unutk

sudut

180 0

akan

membentuk

lingkaran jika digambarkan unutk sudut 180 0 akan membentuk Gambar 2.6.3. b. Sectoral c. Directional Directional

Gambar 2.6.3. b. Sectoral

c. Directional Directional adalah jenis antenna yang memiliki sudut pancar yang lebih kecil kurang lebih dari 45 0 kebawah sehingga pada saat pemasangan harus benar-benar lurus antara Acces Point dengan Client

kurang lebih dari 45 0 kebawah sehingga pada saat pemasangan harus benar-benar lurus antara Acces Point
Gambar 2.6.3.2 c. Directional 2.6.3.3 Perangkat tambahan a. Aresster Aresster adalah perangkat jaringan wireless ,

Gambar 2.6.3.2 c. Directional

2.6.3.3 Perangkat tambahan

a. Aresster Aresster adalah perangkat jaringan wireless, fungsi alat ini untuk Grounding dan anti petir pada radio alat ini dipasang antara sambungan konektor dari radio ke ntenna

ini dipasang antara sambungan konektor dari radio ke ntenna Gambar 2.6.3.3 a. Aresster b. GPS GPS

Gambar 2.6.3.3 a. Aresster

b. GPS

GPS (General Potitioning System) merupakan alat bantu pada saat kita pada saat kita akan memasang jaringan wireless dengan jarak yang lumayan jauh, beberapa fungsi alat ini yaitu untuk mengetahui lokasi suatu tempat,mengetahui jarak suatu tempat Dan untuk mengukur ketinggian suatu daerah.

lokasi suatu tempat,mengetahui jarak suatu tempat Dan untuk mengukur ketinggian suatu daerah. Gambar 2.6.3.3 b.GPS

Gambar 2.6.3.3 b.GPS

lokasi suatu tempat,mengetahui jarak suatu tempat Dan untuk mengukur ketinggian suatu daerah. Gambar 2.6.3.3 b.GPS

c Pig Tail. Pig Tail adalah perangkat yang menghubungkan antara Radio dengan antenna.

perangkat yang menghubungkan antara Radio dengan antenna. Gambar 2.6.3.3 c. Pig Tail d. Jumper WBC 400

Gambar 2.6.3.3 c. Pig Tail

d. Jumper WBC 400

dengan antenna. Gambar 2.6.3.3 c. Pig Tail d. Jumper WBC 400 Gambar 2.6.3.3.d. Jumper WBC 400

Gambar 2.6.3.3.d. Jumper WBC 400

Alat ini digunakan untuk menghubungkan antara radio dengan antene. Jumper ini terbuat dari kabel coaxial typeWBC 400.

e. Power Over Ethernet (PoE)

kabel coaxial typeWBC 400 . e. Power Over Ethernet (PoE) Gambar 2.6.3.3 e. Power Over Ethernet

Gambar 2.6.3.3 e. Power Over Ethernet (PoE)

Power Over Ethernet digunakan untuk memberikan tegangan arus listrik kepada radio. Power ini memiliki 3 buah port. Pada port yang bulat untuk power adapter. Pada port Rj45 untuk ke komputer. Sedangkan port pada power shoot untuk ke radio, Menggunakan

kabel

UTP

dan

Rj

45.

Pada port Rj45 untuk ke komputer. Sedangkan port pada power shoot untuk ke radio, Menggunakan kabel

BAB III PROSES PRODUKSI/JASA

3.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Desember dan bertempat di RSUD R,Syamsudin.S.H yaitu bertempet di Jl Rumah Sakit No.1 Kota Sukabumi. Prosedur kegiatn tersebut dimulai dari persiapan dan perencanaan kebutuhan instalasi jaring an tanpa kabel (wireless), serta pembuatan laporan prakerin, mengumpulkan materi, mendesain dan membuat konsep dasar jaringan wireless. Disini penulis hanya mengerjakan laporan prakerin disatu titik yaitu di Gedung Diagnostik Center, yang dimana data base server telah terkoneksi dan telah dipasang oleh administrator Rumah sakit itu sendiri. Selain itu, juga menginstall software dan hardware jaringan wireless, serta merancng Ip address yang kan digunakan. Proses pengerjan laporan prakerin tersebut akan dipresentasikan didepan penguji dri dunia industri.

3.2 Alat dan Bahan Dalam pembangunan komunikasi data dengan wireless lan ini, untuk server dan radio pusat telah terkoneksi dan diinstall oleh administrator rumah sakit ke jaringan lainnya. Adapun ala t-alat yang telah terkoneksi antara lain :

HARDWARE

 

NO

Nama Alat

Spesifikasi

1

Komputer Server ( database server )

1. Sistem Operasi Linux 9.0

2. Processor Xeon

 

3. 1024MB DDR

4. Hardisk 80GB

5. CDRoom LG 52X

6. Mouse & Keyboard PS 2

2. Processor Xeon   3. 1024MB DDR 4. Hardisk 80GB 5. CDRoom LG 52X 6. Mouse
   

Lan Card

2

Antena

Panel

3

Coaksial Cabel

Jumper WBC 400

4

Wireless Access Point & POE

( AirPoint-PRO Outdoor )

Tabel 3.2 Alat Yang Telah Terkoneksi

Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan dalam laporan prakerin ini adalah sebagai berikut :

HARDWARE

 

NO

Nama Alat

Spesifikasi

 

Jumlah

1

Komputer (Client)

7. Intel Pentium IV 3.2 GHz

2 Unit

8. Motherboard ASUS

9. 256MB DDR

10. Monitor 14”

11. Hardisk 20GB

12. Mouse & Keyboard PS 2

13. VGA Card 64MB

14. Lan Card

2

Wireless Access Point / Bridge

Senao Acces Point / Bridge

1 Unit

3

Crimping tool

Palu, Tang, Obeng (-) & (+) dll

1 Set

4

Tool Set

-

1 Set

5

Kabel UTP

Belden

50

M

6

Konektor RJ45

-

10

Buah

7

Switch

D-LINK

1 Unit

8

Paku Klem

-

1 Bungkus

SOFTWARE

 

NO

Nama Software

Spesifikasi

Jumlah

1

Cd Sistem Operasi

Linux Redhat 9.0

3

Keping

Tabel 3.2 Alat dan Bahan

Software Spesifikasi Jumlah 1 Cd Sistem Operasi Linux Redhat 9.0 3 Keping Tabel 3.2 Alat dan

3.3

Gambar Kerja

3.3 Gambar Kerja Gambar 3.3 Gambar Kerja
3.3 Gambar Kerja Gambar 3.3 Gambar Kerja

Gambar 3.3 Gambar Kerja

3.3 Gambar Kerja Gambar 3.3 Gambar Kerja

Pada gambar kerja diatas, area kerja yang menjadi Laporan prakerin adalah menghubungkan antara komputer client di Gedung Diagnostik Center dengan Server pusat.

3.4 Proses Pengerjaan Pada instalasi wireless diperlukan penanganan khusus dan persipan alat yang lebih banyak dibandingkan dengan instalasi jaringan komputer dengan menggunakan kabel saja, adapun proses kerja dalam pembangunan komunikasi data dengan wireless lan sebagai berikut :

3.4.1 Instalasi Hardware Wireless Instalasi Hardware wireless merupakan langkah awal yang harus

dilakukan didalam memasang jaringan wireless salah satu contoh yaitu instalasi hardware wireless smartBridges dan sebagai Acces Point menggunakan AirPoint-PROOutdoor sedangkan untuk client memakai air NIC,seperti yang terlihat pada gambar.

1. Instalasi Acces Point

1. Persiapkan alat dan bahan

1. Instalasi Acces Point 1. Persiapkan alat dan bahan Gambar 3.4.1 a. Persiapan Hardware 2. Pasang
1. Instalasi Acces Point 1. Persiapkan alat dan bahan Gambar 3.4.1 a. Persiapan Hardware 2. Pasang

Gambar 3.4.1 a. Persiapan Hardware

2. Pasang jumper,antena dan kabel UTP/STP pada port yang tersedia

3. Pasang airPoint-PROOutdoor pada sebuah mounting ditempat yang telah ditentukan,diusahakan mudah dijangkau oleh client biasanya disimpan diatas tower

sebuah mounting ditempat yang telah ditentukan,diusahakan mudah dijangkau oleh client biasanya disimpan diatas tower

4.

Pasang kabel UTP/STP dari airPoint-PROOutdoor ke POE dengan konektor RJ45

5. masukan konektor RJ45 yang terdapat pada POE ke Ethernet PC, lalu pasang adaptor dan nyalakan

POE ke Ethernet PC, lalu pasang adaptor dan nyalakan Gambar 3.4.1 b. Konektor PoE 6. Setelah

Gambar 3.4.1 b. Konektor PoE

6. Setelah semuanya terpasang dengan baik maka lakukan proses instalasi software

2. Instalasi Client/Bridge

1. Pasangkan airNIC dengan kabel konektor kePC

2. Pasang melalui konektor USB

3. lakukan proses Instalasi software

3.4.2 Instalasi Software Wireless

1. Instalasi Acces Point (airPoint-PROOutdoor) 1) Masukan CD installer airPint PROOutdoor

2) Setelah keluar wizard welcome to smartBridges setup,

lalu pada menu

Select

the

desired

product

pil ih

airPoint-

3)

PROOutdoor Klik setup file

4)

tunggu hingga proses installai selesai 100%

5)

setelah itu lakukan proses konfigurasi

2. Instalasi Client/Bridge (airNIC)

1)

2) Setelah keluar wizard simple Connect for airNIC,klik

Masukan CD installer airNIC

3)

install Tunggu proses Evaluating System Information…

4)

Tunggu tunggu proses instalasi hingga 100%

airNIC 3) install Tunggu proses Evaluating System Information… 4) Tunggu tunggu proses instalasi hingga 100%

5) Setelah proses selesai akan keluar pemberitahuan Please connect airNIC Wireless USB Client to PC now,hubungkan airNIC USB client dengan computer jika belum terhubung 6) Setelah informasi Installation was completed successfully,instalasi selesai klik close.

3. Instalasi Client/Bridge (airNIC) di WINXP

1)

Masukan CD installer airNIC

2) Setelah keluar wizard simple Connect for airNIC,klik install

3)

4) Setelah itu keluar informasi Your PC is qualified to be

used with airNIC,tunggu hingga proses instalasi 100% 5) Setelah keluar Instalation of airMonitor is completed Connect the airNIC to computsetelah keluar Instalation of airMonitor is completed Connec t the airNIC to computer and follow instructions for driver installation,klik close

6)

disudut kanan bawah keluar informasi found new hardware,tunggu sampai keluar Welcome to the Found New Hardware wizard,pili h install the software automatically [Recommended],klik next 7) Jika keluar dialog box hardware installation klik continue Anyway 8) Setelah itu tunggu hingga Completing the Fuond New Hardware Wizard,klik finish

Hubungkan airNIC dengan computer melalui USB,maka

Tunggu proses Evaluating System Informat ion…

3.4.3 Konfigurasi Wireless

1. Konfigurasi Acces Point (airPoint-PROOutdoor)

1)

Setelah Hardware terpasang dengan baik lakukan proses konfigurasi dengan mengganti terlebih dahulu Ip address

1) Setelah Hardware terpasang dengan baik lakukan proses konfigurasi dengan mengganti terlebih dahulu Ip address

Ethernet computer menjadi class C missal 192.168.1.5 agar sama dengan Ip default radio untuk Ip default airPoint- PROOutdoor =192.168.1.1 2) Untuk memudahkan login masuk ke Dos terlebih dahulu unutk mengcek apakah terhubung tatu tidak dengan melakukan ping ke Ip default,jika reply maka lanjutkan langkah selanjutnya 3) Klik start-program-smartbridges-airPoint-PTOOutdoor Simple Monitor 4) Setelah keluar tampilan untuk login,klik search untuk mencari IP secara otomatis jika berhasil klik IP tersebut lalu masukan password yaitu public

berhasil klik IP tersebut lalu masukan password yaitu public Gambar 3.4.3.1 a. Login Menu 5) Setelah

Gambar 3.4.3.1 a. Login Menu

5) Setelah login maka cek operational mode klik Acces Point- Set Operational Mode 6) Masuk menu Basic Setting unutk menentukan Nama,SSID,Channel dan Ip address 7) Setelah menentukan nama,SSID,channel dan IP Adress unutk menetahui apakah ada client yang masuk atau tidak masuk menu cient Info

menentukan nama,SSID,channel dan IP Adress unutk menetahui apakah ada client yang masuk atau tidak masuk menu
Gambar 3.4.3.1 b. Client Info Menu 8) Jika ingin menentukan client mana saja yang boleh

Gambar 3.4.3.1 b. Client Info Menu

8) Jika ingin menentukan client mana saja yang boleh mengakses masuk menu Client Auth,pilih internal MAC Authorization,klik no lalu masukan MAC Address client,add,save table,save file

lalu masukan MAC Address client ,add,save table,save file Gambar 3.4.3.1 c.Client Auth dan MAC Address Menu
lalu masukan MAC Address client ,add,save table,save file Gambar 3.4.3.1 c.Client Auth dan MAC Address Menu

Gambar 3.4.3.1 c.Client Auth dan MAC Address Menu

9)

Untuk merubah Domain dan default channel maka masuk menu Advanced

dan MAC Address Menu 9) Untuk merubah Domain dan default channel maka masuk menu Advanced Gambar

Gambar 3.4.3.1 d. Advanced Menu

dan MAC Address Menu 9) Untuk merubah Domain dan default channel maka masuk menu Advanced Gambar

2. Konfigurasi Client/Bridge 1) Setelah Hardware terpasang dengan baik lakukan proses konfigurasi dengan mengganti terlebih dahulu Ip address Ethernet computer sesuai dengan class IP yang dimiliki oleh Acces Point yang akan kita akses dimenu start -setting- control panel-(network negberhood/network and dial up/network connection)-( klik kanan Local Area Connection)-klik TCP IP yang bertanda airNIC -isi Ip address subnetmask dan gateway,lalu OK-OK 2) Setelah Ip address diisi maka lakukan konfigurasi melalui start-program-smartBridges-airNIC

konfigurasi melalui start-program-smartBridges-airNIC Gambar 3.4.3 2 a. Tampilan Awal Instalasi 3) Jika kita akan

Gambar 3.4.3

2

a. Tampilan Awal Instalasi

3) Jika kita akan mengakses Acces Point yang aktif masuk ke menu Monitor-Change masukan SSID,samakan Channel dengan Acces Point dan rubah operation mode menjadi infrastruktur,setelah itu klik Submit.Untuk mengakses Acces Point yang kita tuju,jika berhasil pada status menunjukan Associated : Nama SSID dan pada Signal Stregth,Link Quality terdapat keterangan berapa persen sinyal yang diterima dari Acces Point.

Quality terdapat keterangan berapa persen sinyal yang diterima dari Acces Point . Gambar 3.4.3.2 b. Monitor

Gambar 3.4.3.2 b. Monitor Chang Menue

Quality terdapat keterangan berapa persen sinyal yang diterima dari Acces Point . Gambar 3.4.3.2 b. Monitor

4) Jika kita ingin melihat Acces Point yang lain, masuk menu Site Survey unutk mencari Acces Point yang aktif lainnya,jika sinyal tertangkap (ke scan) akan keluar keterangan SSID, Signal, Channel, Encryption,Type (operation mode) dsb.jika ingin mengakses Acces Point yang lain klik SSID lalu klik connect

Acces Point yang lain klik SSID lalu klik connect Gambar 3.4.3.2 c. Site Surve Menuy 5)

Gambar 3.4.3.2 c. Site Surve Menuy

5) Jika Encryption Acces Point yang kita akses aktif maka untuk mengaktifkannya masuk menu Encryption lalu pilih berapa BIT Encryption,WEP key to,WEP dan Authentication Type sesuai dengan Acces Point yang kita akses.

Type sesuai dengan Acces Point yang kita akses. Gambar 3.4.3.2 d. Encryption Menu 6) Untuk mengatur

Gambar 3.4.3.2 d. Encryption Menu

6)

Untuk mengatur Preamble Type,Fra gmentation Threshold dan RTS/CTS Threshold masuk menu Advanced

mengatur Preamble Type,Fra gmentation Threshold dan RTS/CTS Threshold masuk menu Advanced Gambar 3.4.3.2 e Advance Menu.

Gambar 3.4.3.2 e Advance Menu.

mengatur Preamble Type,Fra gmentation Threshold dan RTS/CTS Threshold masuk menu Advanced Gambar 3.4.3.2 e Advance Menu.

7) Jika kita ingin melihat proses pengiriman data (TX) atau penerimaan data (RX) yang telah kita lakukan masuk menu Statistics

data (RX) yang telah kita lakukan masuk menu Statistics Gambar 3.4.3.2 f. Statistic Menu 8) Jika

Gambar 3.4.3.2 f. Statistic Menu

8) Jika kita ingin melihat apakah koneksi jaringan wireless kita selalu terhubung dengan Acces Point atau tidak maka bias dilihat dari Icon disudut kanan bawah layer, jika Icon tersebut berwarna hijau berarti jaringan terhubung (koneksi berjalan) tetapi jika Icon berwarna merah berarti jaringan tidak terhubung (koneksi tidak berjalan).

berarti jaringan tidak terhubung (koneksi tidak berjalan). 3. Konfigurasi Acces Point/Bridge (Senao) di Windows Xp 1)

3. Konfigurasi Acces Point/Bridge (Senao) di Windows Xp

1)

Setelah Hardware terpasang dengan baik lakukan proses konfigurasi dengan mengganti terlebih dahulu Ip address Ethernet Komputer sesuai dengan class IP yang dimiliki

oleh Acces Point yang akan kita akses dimenu start -setting- My Network Places- klik kanan Local Area Connection - klik TCP IP yang bertanda Nic - Isi Ip address 192.168.1.24 Subnetmask 255.255.255.0. Lalu c lik Ok.

2)

Masuk Internet Browser. Exploler.

Click Start -Program-Internet

3) Masukan Ip Default Acces Point yang akan kita setting pada browser 192.168.1.1- click Ok.

4)

Setelah masuk maka akan muncul :

Ip Default Acces Point yang akan kita setting pada browser 192.168.1.1- click Ok. 4) Setelah masuk
Gambar 3.4.3.3 a. Tampilan Open Wireless Setup 5) Setelah itu, masuk menu-System-Administrator Setting. Masukan User

Gambar 3.4.3.3 a. Tampilan Open Wireless Setup

5)

Setelah itu, masuk menu-System-Administrator Setting. Masukan User Name : Syamsudin Password : ********

Setting. Masukan User Name : Syamsudin Password : ******** Gambar 3.4.3.3 b. Administrator Setting 6) Setelah

Gambar 3.4.3.3 b. Administrator Setting

6)

Setelah itu klik Save, muncul:

Gambar 3.4.3.3 b. Administrator Setting 6) Setelah itu klik Save, muncul: Gambar 3.4.3.3 c. Administrator Setting

Gambar 3.4.3.3 c. Administrator Setting Success

Gambar 3.4.3.3 b. Administrator Setting 6) Setelah itu klik Save, muncul: Gambar 3.4.3.3 c. Administrator Setting

7)

Selanjutnya masuk menu LAN -LAN Setting, Isi :

Bridge Name : 802.11 g Bridge Default IP Address : 192.168.1.2 Default Subnetmask : 255.255.255.0 Default Gateway : 192.168.1.5

Subnetmask : 255.255.255.0 Default Gateway : 192.168.1.5 Gambar 3.4.3.3 d. LAN Setting 8) Kemudian click Save,

Gambar 3.4.3.3 d. LAN Setting

8)

Kemudian click Save, muncul :

3.4.3.3 d. LAN Setting 8) Kemudian click Save, muncul : 9) Gambar 4.3.3.3 e. LAN Setting

9)

Gambar 4.3.3.3 e. LAN Setting Success

Kemudian Klik DHCP Setting, klik enable jika DHCP diaktifkan, klik disable jika tidak Seperti pada gambar :

Success Kemudian Klik DHCP Setting, klik enable jika DHCP diaktifkan, klik disable jika tidak Seperti pada
Gambar 3.4.3.3 f. DHCP Setting 10) Sekarang masuk menu-Wireless-General. Isi Wireless Network Type : Point

Gambar 3.4.3.3 f. DHCP Setting

10) Sekarang masuk menu-Wireless-General. Isi Wireless Network Type : Point to Multi -Point Wireless Network Name (SSID): IT -Center Besired BSSID : 00301A0C5370 Channel : 2.4 GHz channel 1 Transmission Rate (Mbits/s) : Best (automatic) Wireless Mode : 802.11b Only Seperti pada gambar :

(Mbits/s) : Best (automatic) Wireless Mode : 802.11b Only Seperti pada gambar : Gambar 3.4.3.3 g.

Gambar 3.4.3.3 g. Wireless General Setting

(Mbits/s) : Best (automatic) Wireless Mode : 802.11b Only Seperti pada gambar : Gambar 3.4.3.3 g.

11) Kemudian klik Save,

11) Kemudian klik Save, Gambar 3.4.3.3 h. Wireless Genera l Success 12) Setelah itu, masuk menu

Gambar 3.4.3.3 h. Wireless Genera l Success

12) Setelah itu, masuk menu Advance, kemudian :

Cloning Mode : klik WLAN Card Fragmentation Threshold : 2346 RTS Treshold : 2432 Maximum Burst Time : 0

Card Fragmentation Threshold : 2346 RTS Treshold : 2432 Maximum Burst Time : 0 Gambar 3.4.3.3

Gambar 3.4.3.3 i. Wireless Advanced Setting

Card Fragmentation Threshold : 2346 RTS Treshold : 2432 Maximum Burst Time : 0 Gambar 3.4.3.3

13) Klik Save :

13) Klik Save : Gambar 3.4.3.3 j. Wireless Advanc ed Success 14) Setelah itu, masuk menu

Gambar 3.4.3.3 j. Wireless Advanc ed Success

14) Setelah itu, masuk menu Wireless -WEP, Isi WEP key dengan sandi yang ditentukan administrator.

Isi WEP key dengan sandi yang ditentukan administrator. Gambar 3.4.3.3 l. Wireless WEP Setting 15) Setelah

Gambar 3.4.3.3 l. Wireless WEP Setting

15) Setelah itu klik Save :

3.4.3.3 l. Wireless WEP Setting 15) Setelah itu klik Save : Gambar 3.4.3.3 l. Wireless WEP

Gambar 3.4.3.3 l. Wireless WEP Success

16) Setelah itu masuk menu System -Operation, karena kita akan menset wireless untuk client bridge, klik Bridge seperti pada gambar.

itu masuk menu System -Operation, karena kita akan menset wireless untuk client bridge, klik Bridge seperti
Gambar 3.4.3.3 m. System Operation Setting 17) Setelah itu klik Save : Gambar 3.4.3.3 n.

Gambar 3.4.3.3 m. System Operation Setting

17) Setelah itu klik Save :

m. System Operation Setting 17) Setelah itu klik Save : Gambar 3.4.3.3 n. System Operation Success

Gambar 3.4.3.3 n. System Operation Success

18) Setelah itu selesailah konfigurasi Wireless Senao.

4. Konfigurasi Client/Bridge di Windows xp 1) Setelah Hardware terpasang dengan baik lakukan proses konfigurasi dengan mengganti terlebih dahulu Ip address Ethernet Komputer sesuai dengan class IP yang dimiliki oleh Acces Point yang akan kita akses dimenu start -setting- My Network Places- klik kanan Local Area Connection -klik TCP IP yang bertanda airNIC -isi Ip address subnetmask dan gateway,lalu OK-OK

klik kanan Local Area Connection -klik TCP IP yang bertanda airNIC -isi Ip address subnetmask dan

2) Setelah Ip address di isi maka lakukan konfigurasi dengan langkah Click Start->Control Panel- Double Click Performance and maintainence option- Double Click Services- Select Wireless Zero Configuration service and start it,atau klik kanan di icon yang bergambar komputer di Icon disudut kanan bawah layar -pilih View Available Wireless Network

kanan bawah layar -pilih View Available Wireless Network Gambar 3.4.3.4 a. Network Ic on 3) Dimenu

Gambar 3.4.3.4 a. Network Ic on

3)

Dimenu Connect to wireless Network klik airPoint lalu klik Advanced

Dimenu Connect to wireless Network klik air Point lalu klik Advanced Gambar 3.4.3.4 b.Contect Menu 4)

Gambar 3.4.3.4 b.Contect Menu

4)

Maka muncul

Gambar 3.4.3.4 b.Contect Menu 4) Maka muncul Gambar 3.4.3.4 c.Wireless Network Conection Properties 5)

Gambar 3.4.3.4 c.Wireless Network Conection Properties

5)

Dimenu Wireless Network Propertis masukan SSID Acces Point yang kita tuju,jika Encryption Acces Point yang kita akses aktif maka aktifkan aktifkan melalui klik dan beri

Point yang kita tuju,jika Encryption Acces Point yang kita akses aktif maka aktifkan aktifkan melalui klik

tanda ceklis pada (Data encryption [WEP enabled])masukan Network key,Key format,Key length dan key index (advanced), setelahitu klik OK

length dan key index (advanced), setelahitu klik OK Gambar 3.4.3.4 d. Wireless Network Properties 6) Untuk

Gambar 3.4.3.4 d. Wireless Network Properties

6) Untuk melihat terhubung (konek)atau tidaknya jaringan wireless yang kita konfigurasi lihat keterangan di Icon disudut kanan bawah layer,jika gambar dua computer tidak ada tanda X merah maka jaringan computer terhubung dengan Acces Point,tapi jika ada tanda X berarti tidak terhubung.

Acces Point ,tapi jika ada tanda X berarti tidak terhubung. 3.4.4 Instalasi Sistem Operasi Linux Redhat

3.4.4 Instalasi Sistem Operasi Linux Redhat 9.0 Untuk Komputer Clientnya, digunakan system operasi Linux Redhat 9.0 Adapun penginstalannya sebagai berikut :

1. Rubah Boot pada bios untuk booting ke Cdrom

2. Masukkan Disk 1 dari 3 CD Instal RedHat. Kemudian pilih OK lalu Enter . Beberapa saat akan muncul opsi pemilihan bahasa selama proses instalasi seperti gambar berikut :

pilih OK lalu Enter . Beberapa saat akan muncul opsi pemilihan bahasa selama proses instalasi seperti
Gamber 3.4.4 a.Opsi Linguage Selection 3. Pilihlah bahasa yang anda inginkan lalu pilih Next. Kemudian

Gamber 3.4.4 a.Opsi Linguage Selection

3. Pilihlah bahasa yang anda inginkan lalu pilih Next. Kemudian anda akan disuruh memilih layout keyboard. Seperti berikut, pilih next .

memilih layout keyboard. Seperti berikut, pilih next . Gamber 3.4.4 b.Keyboard Configuration 4. Selanjutnya Sistem

Gamber 3.4.4 b.Keyboard Configuration

4. Selanjutnya Sistem Instaler akan meminta kita untuk memilih jenis Mouse yang sedang anda gunakan itu,tad i diawal udah dijelaskan , nah cek sekarang lalu pilih, apakah model mouse anda ps/2 kah atau serial dan jangan lupa melihat jumlah tombol di mouse anda.

cek sekarang lalu pilih, apakah model mouse anda ps/2 kah atau serial dan jangan lupa melihat
Gamber 3.4.4 c.Mouse Configuration 5. Lalu muncullah gambar seperti ini : Gamber 3.4.4 d.Upgrade Exam

Gamber 3.4.4 c.Mouse Configuration

5. Lalu muncullah gambar seperti ini :

c.Mouse Configuration 5. Lalu muncullah gambar seperti ini : Gamber 3.4.4 d.Upgrade Exam ine 6. Disini

Gamber 3.4.4 d.Upgrade Exam ine

6. Disini kita diminta memilih : Upgrade atau Instal. Pilih Perform a New Red Hat Linux Instalasion untuk instal. Next, instaler akan membawa ke gambar berikut :

Red Hat Linux Instalasion untuk instal. Next, instaler akan membawa ke gambar berikut : Gamber 3.4.4

Gamber 3.4.4 e. Installation Type

Red Hat Linux Instalasion untuk instal. Next, instaler akan membawa ke gambar berikut : Gamber 3.4.4

7. Pilih

menu Costum

melanjutkan instalasi

untuk

instalasinya,

lalu installer aka n

instalasi untuk instalasinya, lalu installer aka n Gamber 3.4.4 f. Disk Partition Setup 8. Pada gambar

Gamber 3.4.4 f. Disk Partition Setup

8. Pada gambar diatas pilih Manually Partitioning With Disk Druid, tampilan akan muncul sebagai berikut :

With Disk Druid, tampilan akan muncul sebagai berikut : Gamber 3.4.4 g. Disk Setup 9. Karna

Gamber 3.4.4 g. Disk Setup

9. Karna kita telah partisi kosong untuk linux maka, tugas kit a hanya membuat partisi baru. Keterangan tombol pada gambar diatas adalah sebagai berikut :New: Untuk Menambah partisi baru, ini wajib hukumnya kita isi. Klik tombol ini untuk menambah partisi baru. Kemudian akan tampil layar sebagai berikut :

ini wajib hukumnya kita isi. Klik tombol ini untuk menambah partisi baru. Kemudian akan tampil layar
Gamber 3.4.4 h. Add NewPartition 10. Pada Menu ini klik New umtuk membuat partisi, 1.

Gamber 3.4.4 h. Add NewPartition

10. Pada Menu ini klik New umtuk membuat partisi,

1. New-Pilih / [root direktori] masukan 3000 pada Size (MB)

2. New-Pilih /bin masukan 3000 pada Size (MB)

3. New-Pilih /var masukan 2000 pada Size (MB)

4. New-Pilih /mnt masukan 2000 pada Size (MB)

5. New-Pilih Swap New-Pilih masukan 512 pada Size (MB)

6. New-Pilih /usr masukan sisanya pada Size (MB)

11. Lalu pilih OK kemudian pilih Next. Anda di bawa ke tampilan sebagai berikut :

pilih Next . Anda di bawa ke tampilan sebagai berikut : Gamber 3.4.4 i. Boot Loader

Gamber 3.4.4 i. Boot Loader Configuration

12. Disini anda akan menginstal Boot Loader. Boot loader adalah program yang pertama kali dijalankan ketika komputer di hidupkan (lihat keterangan sebelumnya). Biarkan nilai default

program yang pertama kali dijalankan ketika komputer di hidupkan (lihat keterangan sebelumnya). Biarkan nilai default

jika anda bingung, tidak terlalu bermasalah. Lalu pilih Next, sehingga muncul tampilan sebag ai berikut :

pilih Next , sehingga muncul tampilan sebag ai berikut : Gamber 3.4.4 j Network Configuration 13.

Gamber 3.4.4 j Network Configuration

13. Pilih Next, kemudian muncul kotak konfigurasi firewall. Biarkan kosong jika anda tidak menghubungkan komputer dengan jaringan.

jika anda tidak menghubungkan komputer dengan jaringan. Gamber 3.4.4 k Firewall Configuration 14. Pilih Next ,

Gamber 3.4.4 k Firewall Configuration

14. Pilih Next , muncul tampilan berikut

yang meminta anda

mengisikan jenis bahasa yang akan digunakan oleh RedHat nantinya.

Pilih Next , muncul tampilan berikut yang meminta anda mengisikan jenis bahasa yang akan digunakan oleh
Gamber 3.4.4 l Additional Language Support 15. Pilih Next untuk melanjutkan. Sehingga tampil setting waktu.

Gamber 3.4.4 l Additional Language Support

15. Pilih Next untuk melanjutkan. Sehingga tampil setting waktu.

Next untuk melanjutkan. Sehingga tampil setting waktu. Gamber 3.4.4 m. Time Zone Sellection 16. Lalu lanjutkan

Gamber 3.4.4 m. Time Zone Sellection

16. Lalu lanjutkan dengan memil ih Next. Muncul layar berikut

yang

password *********

mengharuskan

anda

mengisi

passowrd

root.

Ketik

********* mengharuskan anda mengisi passowrd root. Ketik Gamber 3.4.4 n. Set Root Password 17. Kemudian akan

Gamber 3.4.4 n. Set Root Password

17. Kemudian akan muncul tampilan berikutnya :

anda mengisi passowrd root. Ketik Gamber 3.4.4 n. Set Root Password 17. Kemudian akan muncul tampilan
Gamber 3.4.4 o. Authentication Configuration 18. Pilih Next jika tidak ingin menghubungkan komputer dengan jaringan.

Gamber 3.4.4 o. Authentication Configuration

18. Pilih Next jika tidak ingin menghubungkan komputer dengan jaringan. Berikutnya anda akan memili paketpaket apa yang akan di instal sebagai berikut jika sebelumnya anda memilih tipe instalasi Personal Desktop :

sebelumnya anda memilih tipe instalasi Personal Desktop : Gamber 3.4.4 p. Personal Desktop Default 19. Ada

Gamber 3.4.4 p. Personal Desktop Default

19. Ada dua optional disini, Accept the current package list dan Customize the set of packages to beinstalled . Accept the current package list artinya anda menerima paket -paket default sesuai dengan tipe instalasi yang anda pilih. Jika anda ingin memilih sendiri paket-paket yang akan di instal maka pilih Customize the set of packages to be installed. Pilih Next untuk melanjutkan, jikaanda memilih Customize the set of packages to be installed muncul tampilan sebagai berikut :

untuk melanjutkan, jikaanda memilih Customize the set of packages to be installed muncul tampilan sebagai berikut
Gamber 3.4.4 q. Package Group Selection 20. Silahkan memilih paket-paket apa yang hendak anda instal.

Gamber 3.4.4 q. Package Group Selection

20. Silahkan memilih paket-paket apa yang hendak anda instal. Untuk memilih komponen-komponen dari paket, klik chek box yang ada disamping kiri nama paket, lalu klik Details untuk memilih dan menghilangkan (select dan unselect) komponen - komponen dari paket yang tersebut. Setelah prose s pemilihan paket selesai maka dilayar komputer kesayangan anda akan pemberitahuan bahwa installer akan mulai menginstal paketpaket yang anda pilih. Setelah beberapa saat, paket -paket yang anda pilih akan mulai di instal oleh installer RedHat 9.0

anda pilih akan mulai di instal oleh installer RedHat 9.0 Gamber 3.4.4 r. Installing Package 21.

Gamber 3.4.4 r. Installing Package

21. Ini memakan waktu agak lama, tergantung berapa banyak paket yang anda pilih. Jika anda pilih semua paket, bisa 1 -2 jam. Setelah beberapa lama proses instalasi berjalan, anda diminta memasukan CD instalasi RedHat 9.0 yang kedua dan yang ketiga. Jadi sering-seringlah memperhatikan CD-ROOM anda :) Setelah itu, muncul tampilan berikutnya yang meminta anda

yang ketiga. Jadi sering-seringlah memperhatikan CD-ROOM anda :) Setelah itu, muncul tampilan berikutnya yang meminta anda

membuat Disket Boot. Terserah anda mau membuat disket boot atau tidak, no problem lo!! Tetapi alangkah baiknya anda membuat disket boot. Jika suatu saat komputer anda tidak bisa booting maka disket boot lah solusinya. Berikutnya installer akan meminta anda memilih konfigurasi Video Card. Umumnya, installer mengenali jenis video card yang ada. Dan juga anda diminta memilih jumlah RAM video card tersebut. Seperti terlihat pada gambar berikut :

video card tersebut. Seperti terlihat pada gambar berikut : Gamber 3.4.4 s. Boot Diskette Creation 22.

Gamber 3.4.4 s. Boot Diskette Creation

22. Berikutnya installer akan meminta anda memilih konfigurasi Video Card. Umumnya, installer mengenali jenis video card yang ada. Dan juga anda diminta memi lih jumlah RAM video card tersebut. Seperti terlihat pada gambar berikut :

video card tersebut. Seperti terlihat pada gambar berikut : Gamber 3.4.4 t. Graphical Interface (x) Configuration

Gamber 3.4.4 t. Graphical Interface (x) Configuration

23. Jika video card yang anda miliki tidak terdapat di daftar tersebut, maka pilih Unlisted Card. Dan Jangan pilih Skip x configuration, karna jika anda memilih ini, anda tidak akan

maka pilih Unlisted Card . Dan Jangan pilih Skip x configuration , karna jika anda memilih

bisa menikmati indahnya desktop di Linux RedHat, cuma tampilan teks doang. Lalu pilih Next yang akan membawa anda ke konfigurasi monitor dan resolusi monitor. Setelah anda memasukan dengan benar, maka se lesai sudah instalasi Linux RedHat 9.0

3.4.5 Instalasi Kabel Jaringan Untuk menghubungkan antara

Wireless dengan Switch dan

kekomputer dibutuhkan kabel jaringan, dan yang akan digunakan adalah kabel UTP. Untuk koneksi dari Wireless ke Switch digunakan kabel Cross, sedangkan untuk koneksi dari komputer ke switch menggunakan kabel Stright. Alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain sebagai berikut :

1. Kabel UTP

2. Crimping tool

3. RJ45

4. Lan Tester

Adapun pembuatan kabel tersebut sebagai berikut :

1. Kupas kulit kabel dengan pengupas kabel yaitu dengan crimping tool

2. Luruskan setiap helai kabel

3. Susun urutan warna kabel seperti pada table Tabel 2.5.2.2.a

Susunan Warna Kabel Stright,Tabel 2.5.2.2.b Susunan Warna Kabel

sesuai dengan kabel yang akan dibuat

4. Seteleh disusun, ratakan ujung kabel dengan cara dipotong

5. Ambil konektor RJ45 lalu masukan kabel yang telah diratakan

6. Tekan kabel sampai semua ujung kuningan kabel terlihat didepan konektor RJ45

7. Setelah itu Krimping kabel dengan crimping tool sampai kuningan RJ45 menekan kabel

kabel terlihat didepan konektor RJ45 7. Setelah itu Krimping kabel dengan crimping tool sampai kuningan RJ45

8. Tes kabel dengan lan tester, jika nyala lampu sesuai dengan susunan kabel maka kabel tersebut berhasil dan bisa digunakan.

3.4.6 Konfigurasi Ip address Dalam pembangunan komunikasi data dengan wireless lan ini, menggunakan Ip address kelas C yaitu :

1. Acces Point

Ip address

192.168.1.1

 

Subnetmask

255.255.255.0

2. Client bridge

 

Ip address

192.168.1.2

 

Subnetmask

255.255.255.0

Untuk pengisian

Ip

address

pada

Wireless

dilakukan

sekaligus pada waktu penginstalan wireless tersebut

1. Komputer Server Ip address

192.168.1.5

Subnetmask

255.255.255.0

2. Komputer client 1 Ip address

192.168.1.24

Subnetmask

255.255.255.0

Gateway

192.168.1.5

3. Komputer client 2 Ip address

192.168.1.25

Subnetmask

255.255.255.0

Gateway

192.168.1.5

3.4.6.1 Konfigurasi Ip address di Linux

Konfigurasi

ini

dilakukan

pada

pc

client

yang

menggunakan system operasi linux.

3.4.6.1 Konfigurasi Ip address di Linux Konfigurasi ini dilakukan pada pc client yang menggunakan system operasi

Untuk

mengkonfigurasi

langkahnya sebagai berikut :

Ip

address

di

Linux

1. Root>vi /etc/sysconfig/network -script/ifcfg-eth0

2. Tekan insert, Masukan

Device=Eth0

IPAddr=192.168.1.24

Netmask=255.255.255.0

Gw=192.168.1.5

BootProto=yes Untuk menyimpan konfigurasi tekan esc : x enter Root>

Untuk menecek jaringan terkoneksi atau tidak ketik

Root>ping 192.168.1.5

------ ip komputer lain

3.4.7 Proses Pemasangan Hardware di Area Kerja

komputer lain 3.4.7 Proses Pemasangan Hardware di Area Kerja 3.4.7.1 Gambaran Pemasangan Hardware pada area kerja
komputer lain 3.4.7 Proses Pemasangan Hardware di Area Kerja 3.4.7.1 Gambaran Pemasangan Hardware pada area kerja
komputer lain 3.4.7 Proses Pemasangan Hardware di Area Kerja 3.4.7.1 Gambaran Pemasangan Hardware pada area kerja
komputer lain 3.4.7 Proses Pemasangan Hardware di Area Kerja 3.4.7.1 Gambaran Pemasangan Hardware pada area kerja
komputer lain 3.4.7 Proses Pemasangan Hardware di Area Kerja 3.4.7.1 Gambaran Pemasangan Hardware pada area kerja
komputer lain 3.4.7 Proses Pemasangan Hardware di Area Kerja 3.4.7.1 Gambaran Pemasangan Hardware pada area kerja
komputer lain 3.4.7 Proses Pemasangan Hardware di Area Kerja 3.4.7.1 Gambaran Pemasangan Hardware pada area kerja
komputer lain 3.4.7 Proses Pemasangan Hardware di Area Kerja 3.4.7.1 Gambaran Pemasangan Hardware pada area kerja
komputer lain 3.4.7 Proses Pemasangan Hardware di Area Kerja 3.4.7.1 Gambaran Pemasangan Hardware pada area kerja
komputer lain 3.4.7 Proses Pemasangan Hardware di Area Kerja 3.4.7.1 Gambaran Pemasangan Hardware pada area kerja
komputer lain 3.4.7 Proses Pemasangan Hardware di Area Kerja 3.4.7.1 Gambaran Pemasangan Hardware pada area kerja
komputer lain 3.4.7 Proses Pemasangan Hardware di Area Kerja 3.4.7.1 Gambaran Pemasangan Hardware pada area kerja

3.4.7.1 Gambaran Pemasangan Hardware pada area kerja

Gambar 3.4.7.1 Gambar Pemasangan Pada Area kerja

3.4.7.2

Pemasangan

3.4.7.1 Gambar Pemasangan Pada Area kerja 3.4.7.2 Pemasangan 1. Client bridge dipasangkan di atap penjuru gedung

2.

Sambungkan client bridge dengan kabel jaringan yang telah dibuat dan tarik sampai ketempat pc client berada.

3. Sambungkan PoE ke aliran listrik dan ke Bridge.

4. Atur tata letak hub yang akan digunakan, kondisikan dekat dengan pc client.

5. Pasang kabel jaringan dari pc client ke hub.

3.4.7.3 Pengecekan Jaringan

1. Nyalakan komputer client.

2. Masuk ke Terminal (linux).

3. Untuk mengecek konek atau tidak ke server, ketik ping 192.168.1.5 ( nomor ip server/tujuan )

4. Jika Replay, maka jaringan telah te rkoneksi dengan baik.

server , ketik ping 192.168.1.5 ( nomor ip server /tujuan ) 4. Jika Replay, maka jaringan

3.5

Perhitungan Laba/Rugi

No

Nama Bahan

Spesifikasi

Jumlah

Harga Satuan

Jumlah

1

Kabel UTP

Belden

50

meter

Rp. 5.000,-

Rp. 250.000,-

2

RJ45

AMP

10

buah

RP. 2.000,-

Rp.

20.000,-

3

CD Linux

Back up

3

keping

Rp. 15.000,-

Rp.

45.000,-

Redhat 9.0

 
 

4 Analisis

-

1

Rp. 300.000,-

Rp. 300.000,-

 

5 Instalasi SO

Linux Redhat

2

Rp. 100.000,-

Rp. 200.000,-

9.0

 

6 Instalasi

- 3

titik

Rp. 60.000,-

Rp. 180.000,-

Jaringan

 

7 Konfigurasi

- 1

 

Rp.300.000,-

Rp. 300.000,-

 

8 Keuntungan

 

-

Rp. 500.000,-

usaha

 

Sub Total

 

Rp.1.795.000,-

9

PPn 15%

Rp.

269.250,-

Jumlah Total

 

Rp.2.064.250,-

Perkiraan harga jual adalah

 

= Rp. 2.064.250,-

 

( Terbilang Dua Juta Enam Puluh Empa Ribu Dua Ratus Lima Puluh Rupiah )

3.6 Hasil yang Dicapai Hasil yang dicapai dari kegiatan yang telah dilaksanakan ini adalah sebagai berikut :

1. Terciptanya Komunikasi data antar Komputer berbasis Linux

2. Terciptanya kemajuan teknologi jaringan yang lebih praktis dan tanpa hambatan.

3. Sistem transfer data dari suatu komputer dengan komputer lain dapat dilakukan tanpa ada hambatan.

4. Pemanfaatan waktu yang relatif lebih efektif dan efisien.

dengan komputer lain dapat dilakukan tanpa ada hambatan. 4. Pemanfaatan waktu yang relatif lebih efektif dan

4.1

BAB IV

TEMUAN

Keterlaksanaan Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memenuhi persyaratan

mengikuti Ujian Nasional di Sekolah SMK Teknologi Plus Padjadjaran Kota Sukabumi. Dan semoga ini dapat bermanfaat untuk kedepannya. Kegiatan ini dilaksanakan di :

Tempat Pelaksanaan

:

RSUD R.Syamsudin,SH

Alamat

:

Jl. Rumah Sakit No.1 Kota Sukabumi

Waktu Pelaksanaan

:

17 20 Desember 2006

4.1.1 Faktor Pendukung Dalam mengerjakan project ini, ada beberapa faktor yang mendukung penulis sehingga bisa menyelesaikan tugas ini antara lain :

1. Adanya kerjasama yang baik antara perusahaan de ngan sekolah.

2. Adanya fasilitas yang cukup memadai.

3. Adanya kontraksi antara siswa dan pembimbing dalam melaksanakan tugas.

4.1.2 Faktor Penghambat

Adapun faktor penghambat antara lain :

1. Banyaknya pasien yang dirawat yang dapat mengganggu dalam berkerja.

2. Keterbatasannya fasilitas lain yang mengakibatkan terhambatnya pengerjaan tugas.

3. Keterbatasan waktu yang akan membuat ketidak selesaian

dalam mengerjakan project.

terhambatnya pengerjaan tugas. 3. Keterbatasan waktu yang akan membuat ketidak selesaian dalam mengerjakan project.

4.2 Manfaat Yang Dirasakan Selain itu adapun manfaat dari komputer dan komunikasi data dengan menggunakan wireless lan adalah :

3. Mengefisienkan waktu, energi, dan biaya dalam melakukan pekerjaan.

4. Mempermudah komunikasi dengan sesama komputer.

5. Bisa berbagi data, sumber dan informasi dengan user dimana saja.

6. Dalam pentransferan data tidak mudah terhamba t.

7. Mempermudah dalam segala hal.

4.3 Pengembangan/Tindak lanjut Hal ini bisa ditindak lanjuti untuk kedepannya seperti :

1. Membangun PC Router untuk melindungi akses data pada setiap komputer agar lebih terlindungi dan tak mudah dijebol.

2. Memperluas jaringan diberbagai instansi baik negri maupun swasta.

3. Memberikan setiap PC wireless tersendiri agar mudah dalam pembagian data.

4. Menjadikan komunikasi sebagai sumber utama masyarakat.

setiap PC wireless tersendiri agar mudah dalam pembagian data. 4. Menjadikan komunikasi sebagai sumber utama masyarakat.

BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

pemaparan diatas, dapat kita simpulkan bahwa teknologi

komputer merupakan teknologi yang semakin pesat dan berkembang, baik dari segi hardware maupun software. Apalagi teknologi komunikasi yang

semakin

mulai dari komunikasi dengan

menggunakan kabel, ataupun teknologi yang tanpa kabel (wireless).

Dari

lama

semakin

canggih,

Kesimpulan lainnya adalah sebagai berikut :

1. Komputer merupakan suatu media pengolahan data yang canggih.

2. Wirelless adalah salah satu teknologi yang berkomunikasi menggunakan gelombang melaliu media udara.

3. Komunikasi data dengan wireless lebih baik dan jarang terkena hambatan.

4. Komunikasi merupakan suatu kebutuhan hidup manusia.

5. Secanggih apapun komputer tidak akan melebihi yang namanya otak manusia.

6. Dengan teknologi komunikasi informasi akan lebih mudah didapat.

5.2 Saran Dalam perkembangan teknologi yang semakit pesat, dan komunikasi sangat dibutuhkan. Maka dalam hal ini penulis memberikan saran kepada perusahaan atau instansi agar hendaknya memberikan pelayanan yang baik kepada komsumen dengan segala hal yang dibutuhkan oleh komsumen, terutama pelayanan dibidang informasi dan pelayanan rumah sakit atau industri. Selain itu penulis tidak lupa memberikan saran agar setiap konsumen dan karyawan untuk lebih diperhatikan dan juga pengembangan teknologi yang lebih canggih dan luas lagi agar konsumen dapat mendapatkan

untuk lebih diperhatikan dan juga pengembangan teknologi yang lebih canggih dan luas lagi agar konsumen dapat

informasi lebih jauh lagi tentang instansi tersebut. Serta instansi yang bersangkutan agar lebih baik dan lebih maju lagi. Serta teknologi yang telah ada bias lebih diperluas dan dirawat serta dilindungi agar sistem teknologi tidak dirusak oleh orang -orang tertentu yang mempunyai tujuan menjatuhkan instansi yang bersangkutan.

sistem teknologi tidak dirusak oleh orang -orang tertentu yang mempunyai tujuan menjatuhkan instansi yang bersangkutan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Yuhefizar, 2003. Tutorial Komputer dan Jaringan, Kuliah Umum Ilmu Komputer, Jakarta.

2. Zulkhaery, 2003. Tutorial Panduan Installasi Linux RedHat 9, Kuliah Ilmu Komputer, Jakarta.

3. Www.ilmu komputer.com

Membangun Jaringan Komputer

Membangun Jaringan Dengan Wireless

Membangun Jaringan Denga n Sistem Opersai Linux

4. Cisco Networking Academy, IT Essential II : Network Operating Systems

5. Ardiyansah, Dian. 2004. Tutorial Teknologi Jaringan Komputer, Kuliah Umum Ilmu Komputer, Jakarta.

Operating Systems 5. Ardiyansah, Dian. 2004. Tutorial Teknologi Jaringan Komputer, Kuliah Umum Ilmu Komputer, Jakarta.

BIOGRAFI PENULIS

1. Nama Siswa

2. Nomor Induk Siswa

3. Tempat/ Tgl Lahir

: Firmansyah

: 1.04.05.046

: Sukabumi, 18 Februari 1988

4. Jenis Kelamin

:

Laki-laki

5. Golongan Darah

:

B

6. Alamat Siswa

7. Sekolah

: Jalan. Pajajaran II Km.09 Kp. Karanggantung

:

Rt. 29/06 Nomor. 247 Desa Gunungguruh

Kecamatan Gunungguruh Kabupaten

Sukabumi

SMK Teknologi Plus Padjadjaran Kota

Sukabumi

8. Alama Sekolah

: Jalan. Cemerlang No.18 Km. 04 Kelurahan.

Sukakarya Kecamatan. Warudoyong Kota

Sukabumi

9.

10. Nama Orang tua/ wali,

:

No. Telp

(0266) 236507

Ayah

: Achmad Kusyaeri

Ibu

:

Neni

11. Pekerjaan,

 

Ayah

: Buruh

Ibu

: Ibu Rumah Tangga

12. No. Telp

Ayah : Buruh Ibu : Ibu Rumah Tangga 12. No. Telp : 0857 2312 2459 Sukabumi,

: 0857 2312 2459

Sukabumi, Maret 2007 Tanda Tangan Siswa,

Firmansyah NIS : 1.04.05.046

: Ibu Rumah Tangga 12. No. Telp : 0857 2312 2459 Sukabumi, Maret 2007 Tanda Tangan