Anda di halaman 1dari 2

Godaan merokok sudah hadir sejak seseorang masih muda.

Perokok merasa sulit mengurangi apalagi menghentikan merokok, sekalipun sudah banyak himbauan untuk tidak merokok. Anak-anak yang merokok mengaku terpengaruh oleh teman-teman mereka yang sudah merokok lebih dulu, mereka merasa mendapat penghargaan sosial ketika merokok. Anak-anak dari orang tua perokok lebih besar kemungkinannya untuk menghisap rokok ketimbang anakanak dari orang tua non-perokok. Media massa mengaburkan pesan bahaya merokok dengan menampilkan iklan yang menunjukkan kalau merokok itu keren, bagian dari gaya. Cara-cara yang dapat dilakukan sebagai usaha untuk menentang atau menghindari rokok : Penyuluhan Dalam penyuluhan maupun iklan hendaknya dinyatakan tentang bahaya merokok, keuntungan dari orang yang tidak merokok atau berhenti merokok seperti dapat hidup lebih lama, dapat menghindari racun yang terkandung dalam rokok, dapat melindungi diri, keluarga dan orang lain dari bahaya merokok, menjadi teladan yang baik kepada anak-anak, memiliki tubuh yang sehat dan dapat menggunakan uang untuk hal yang lebih bermanfaat daripada membeli rokok. Tekad dan disiplin Seseorang haruslah mempunyai tekad yang kuat dan mendisiplinkan diri untuk berhenti merokok seperti menetapkan resolusi untuk berhenti merokok, yakinkan diri, buat nota peringatan, lakukan pada hari ini dan seterusnya, sentiasa berpikiran positif, mendapat dukungan dari orang sekitar seperti rekan sebaya, orang tua atau keluarga, lawan keinginan atau perasaan untuk merokok dan gunakan terapi yang sesuai. Pelajar dikenakan denda Bagi pelajar di sekolah hendaknya dikenakan denda atau sanksi yang setimpal kepada mereka yang didapati merokok, mereka akan diadukan kepada pihak polisi dan pihak polisi akan mendenda mereka. Pihak polisi bekerjasama dengan pihak sekolah untuk menangani masalah disiplin pelajar. Orang tua juga akan dipanggil untuk diberitahu tentang perilaku anak mereka yang merokok. Undang-undang yang tegas Contohnya di Brunei Darussalam, kerajaan telah menetapkan undang-undang yaitu tidak

membenarkan siapa saja untuk merokok di kawasan-kawasan tertentu seperti di rumah sakit, sekolah dan tempat-tempat umum. Denda akan dikenakan kepada siapa saja yang melanggar undang-undang tersebut. Penjual rokok di kedai juga tidak diperbolehkan menjual rokok kepada remaja yang berumur di bawah 18 tahun. Penjual diharapkan dapat bekerja sama dalam memberantas kebiasaan merokok ini, dengan tidak menjual kepada pembeli di bawah umur dan jangan hanya memikirkan keuntungan saja. Kampanye anti merokok Berbagai kampanye dijalankan untuk mengatasi masalah merokok oleh pemerintah. Misalnya, pemerintah telah mengadakan kampanye anti merokok melalui berbagai cara seperti iklan-iklan yang ditayangkan di dalam televisi, radio, poster-poster maupun penyuluhan yang sering diadakan di sekolah.