Anda di halaman 1dari 17

Memahami Aliran Murjiah (Ajaran Pokok, Sekte dan Ajaran-ajarannya)

Diajukan sebagai syarat mengikuti Ujian Komprehensif Program Pascasarjana STAIN Samarinda 2 !" Oleh : Muhammad Latif Fauzi

PROGRAM PASCASARJA A S!"O#A$ %& GG& AGAMA &S#AM !G!R& (S%A& ) SAMAR& 'A ()*+

PRO#OG

Terhaturkan selakasa puji bagi Allah, atas segala curahan nikmat yang melimpah ruah. Sehingga dapat terselesaikannya makalah Studi Pemikiran slam ini. Tak lupa ta!dzim dan ucapan terima kasih kepada "r. skandar, M.Ag sebagai d#sen mata kuliah Studi Pemikiran slam atas kepercayaan beliau pada pemakalah untuk sedikit memaparkan pembahasan mengenai Aliran Murji!ah $Ajaran p#k#k, Sekte dan Ajaran%ajarannya. Makalah ini disusun selain sebagai &jalan' dalam menempuh pr#gram pascasarjana PA di STA ( Samarinda, diharapkan dapat menjadi pembelajaran baik dari segi kajian keilmuan maupun dari segi penulisan. Pemakalah mengakui masih banyak kekurangan dalam penuangan materi, sistematika penulisan dan berbagai hal yang ada dalam makalah ini, untuk itu diharapkan kritik dan saran guna lebih membuka cakra)ala keilmuan pemakalah dan menjadi acuan makalah%makalah selanjutnya.

Samarinda, * +uni ,-.,

Muhammad Latif Fauzi

,A, &

P! 'A$-#-A

A. #atar ,elakan/ Ma0alah

Perbedaan pendapat antar satu #rang dengan #rang lain bukan merupakan hal yang asing bagi umat manusia. /arena, perbedaan merupakan bakat alami yang telah diberikan #leh Allah kepada manusia. Sehingga, dengan adanya bakat alami tersebut sangat )ajar jika muncul ketidakserasian antara satu #rang dengan #rang lain. 0ahkan, meskipun hidup dalam k#ndisi s#sial yang sama, )atak serta p#la pikir setiap manusia belum tentu serasi. /enyataan seperti inilah yang kemudian menjadi sebuah alasan bagi terpecahnya umat beragama kedalam beberapa kel#mp#k. Terjadinya perg#lakan%perg#lakan p#litik dikalangan umat slam, pada masa pemerintahan /halifah 1sman dan Ali juga berimbas pada ajaran dan pemikiran pada masa itu. Perjuangan p#litik untuk merebut kekuasaan selalu dibingkai dengan ajaran agama, sebagai tameng. 0aik bagi kel#mp#k yang menang demi untuk mempertahankan kekuasaannya, maupun kel#mp#k yang kalah untuk menyerang la)an%la)an p#litiknya. "ari sini dapat dikatakan mazhab%mazhab fikih dan aliran%lairan te#l#gi dalam slam lahir, dari k#nflik p#litik yang terjadi di kalangan umat slam sendiri ., untuk kepentingan dan mendukung p#litik masing%masing kel#mp#k, ulama dari kedua kel#mp#k pun mempr#duksi hadits%hadits palsu dan menyampaikan fat)a%fat)a keberpihakan. /emudian, Adanya keterpihakan kel#mp#k pada pertentangan tentang Ali bin Abi Thalib, memunculkan kel#mp#k lainnya yang menentang dan ber#p#sisi terhadapnya. Adapula #rang%#rang yang netral, baik karena mereka mengganggap perang saudara ini sebagai suatu fitnah
. A. 2anafi, Pengantar Teo#ogi Is#am$ 3et.4, PT. Pustaka Al 2usna 0aru, +akarta, ,--5, 2al$.5
1

6bencana7 lalu mereka berdiam diri, atau mereka bimbang untuk menetapkan ha8 dan kebenaran pada kel#mp#k yang ini atau itu. Aliran Murji!ah adalah aliran slam yang muncul dari g#l#ngan yang tak sepaham dengan /h#)arij. ni tercermin dari ajarannya yang bert#lak belakang dengan /h#)arij. Murji!ah, baik sebagai kel#mp#k p#litik maupun te#l#gis, diperkirakan lahir bersamaan dengan kemunculaan Syi!ah dan /ha)arij,. Pada mulanya kaum Murji!ah ditimbulkan #leh pers#alan p#litik, tegasnya pers#alan khalifah yang memba)a perpecahan dikalangan umat slam setelah 1sman bin Affan mati terbunuh. "ari permasalahan p#litik seperti diatas, perdebatan mulai merambah kearah permasalahan te#l#gi, yakni tentang siapa yang telah keluar dari jalur islam dan siapa yang tetap berada pada jalur islam. Perbedaan pendapat ini mengantarkan pada munculnya beberapa kel#mp#k te#l#gi dalam umat islam, yang salah satunya dikenal dengan sebutan kel#mp#k Murji!ah 9leh karena itu, disini pemakalah akan membahas tentang Murji!ah dan perkembangan pemikirannya dalam me)arnai pemahaman ketuhanan dalam Agama slam.

0. Rumu0an Ma0alah

0erdasarkan paparan diatas, maka pemakalah akan merumuskan pembahasan kali ini pada p#in%p#in berikut $ .. 0agimana asal%usul lahirnya Murji!ah: ,. 0agaimana pemikiran ajaran Murji!ah: 5. Apa saja Sekte%sekte Murji!ah:
. Abdul ;#zak dan ;#sihan An)ar, I#mu Ka#am% 3et.*, 3< Pustaka Setia, 0andung, ,-.-, 2al$*=
2

,A, && Pem1aha0an A. A0al-u0ul mun2ulnya Murjiah

"alam literatur%literatur Te#l#gi banyak kita jumpai pembahasan tentang Murji!ah. /ata Murji!ah berasal dari kata >?@A 5 atau >B B?@C yang memiliki arti pengharapan. Memiliki arti pengharapan yakni memberi harapan pada pelaku d#sa besar agar mendapat ampunan Allah. 0erarti pula mengemudikan$ dalam artian mengemudikan amal dari iman. "iartikan pula penangguhan atau penundaan%& Sebagaimana firman%(ya $ ... q9$s% m_r& n%s{r&urD7 'Pemuka(pemuka itu menja)ab* +,eri tangguh#ah dia dan saudaranya-./ . "ari beberapa asal%usul 6kalimat >BB?@A atau >BB?@C7 diatas Murji!ah memberi pengertian mengangguhkan hukuman perbuatan sese#rang sampai di hadapan Tuhan dikemudian hari atau memberi pengharapan bagi #rang yang melakukan d#sa besar dengan tidak dihukumi kafir, masih ada harapan ampunan baginya.=
. As%Syahrastani, Al%Milal )a an%(ihal, +uz .. 2al. .=. . /halid 0in Ali 0in Muhammad Al%anbari, The 0urji1ah 2f The 3ra, Transleted by $ Abu hayyaan Salal ibn Ahmad, Salafimanhaj, ,--=, 2al.F * . Al%a!raf .... 6 . Abdul ;#zak dan ;#sihan An)ar, I#mu Ka#am$ cit
E 5

Adapun Murji!ah mengatakan, iman adalah pengakuan tanpa dibarengi dengan perbuatan. 0arang siapa mengucapkan $ Aku bersaksi, tiada yang berhak diibadahi melainkan Allah dan aku bersaksi, Muhammad adalah hamba dan utusan%(ya, maka ia Mukmin yang sempurna imannya. mannya seperti imannya +ibril dan malaikat. Meski ia melakukan pembunuhan terhadap ini dan itu, ia tetap Mukmin, meskipun ia tidak mandi junub dan meninggalkan shalat. Mereka berpendapat b#leh memerangi ahli kiblat.G /ehadiran aliran Murji!ah merupakan salah satu kaitan peristi)a p#litik yang bergej#lak pasca )afatnya 1tsman bin Affan, berlanjut pada masa Ali bin Abi Thalib. Peristi)a p#litik pada )aktu itu menjadikan situasi menjadi kritis, disatu pihak #rang tidak lagi dapat berfikir rasi#nal, namun em#si#nal turut menentukan sikap dan pendirian. Ambisi merengkuh kekuasaan begitu besar kala itu. 0enih a)al kemunculan kel#mp#k Murji!ah sebenarnya mulai muncul sejak akhir kekh#lifahan 1stman ibn Affan ra. su%isu pr#H#katif yang beredar di sekitar masyarakat mulai dari pengel#laan sistem pemerintahan yang dilakukan #leh 1stman sampai isu praktik nep#tisme dimanfaatkan #leh sekel#mp#k #rang yang tidak senang dengan islam. Mereka mempr#H#kasi masyarakat seperti daerah kufah, bashrah dan mesir untuk mencari dukungan guna melengserkan 1stman. Sebagian masyarakat pun terpr#H#kasi #leh isu tersebut, sehingga situasi keamanan menjadi semakin ga)at. Stabiltas keamanan yang kian tak terkendali ini dimanfaatkan #leh para pembesar pember#ntakan untuk bertemu langsung dengan sang kh#lifah. Pada tahun 5* 2 seger#mb#lan #rang yang berasal dari mesir, kufah dan bashrah berangkat menuju mekah dangan alasan menunaikan haji, sedangkan tujuan sebenarnya adalah mengepung pusat pemerintahan
. 1mmu Tamim zzah binti ;asyad, 0enyingkap A#iran dan Paham Sesat , Pustaka mam Ahmad, +akarta, ,-.-, 2al .,G.
G

dan memaksa kh#lifah untuk melepaskan jabatannya. Akan tetapi tuntutan tersebut tidak dipunuhi #leh kh#lifah, sehingga pada hari keempat sejak pengepungan terjadilah sebuah peristi)a yang menyebabkan kh#lifah 1stman terbunuh. "i tengah situasi yang kacau akibat kematian sang kh#lifah ini, terdapat sekel#mp#k shabat yang memilih diam dari pada ikut terlibat dalam fitnah yang sangat meresahkan umat. Sebagian sahabat seperti yang tidak ikut andil dalam pertikaian tersebut dan sikap diam itu terus berlangsung sampai terjadinya pertikaian antara Ali dan MuIa)iyah. Mereka tidak mau berpendapat siapa yang benar dan siapa yang salah. Mereka menangguhkan dan menyerahkan hukum yang terkait dengan pertikaian itu pada Allah semata. Sikap inilah yang menyebabkan mereka disebut dengan kaum Murji!ah. Semakin memanasnya temperatur suhu p#litik yang terjadi pada )aktu itu, khususnya ketika MuIa)iyah berhasil merebut kursi kekh#lifahan, menjadi penyulut utama bagi munculnya perbedaan pandangan dalam hal te#l#gi. Tiap%tiap kel#mp#k menganggap bah)a kel#mp#knyalah yang paling benar dan tetap berada pada jalur islam. Mereka menganggap kel#mp#k lain telah melakukan d#sa besar, dan yang paling parah adalah mereka menganggap bah)a kel#mp#k lain di luar kel#mp#k mereka sebagai #rang kafir. /el#mp#k /h#)arij beranggapan bah)a t#k#h kunci terjadinya peristi)a arbitrase serta para pendukungnya telah melakukan d#sa besar dan dianggap kafir. 9leh karena itu t#k#h%t#k#h tersebut halal untuk dibunuh. "i lain pihak, kel#mp#k SyiIah yang sangat mendukung IAli dan ahlu al% baitnya, meskipun sama%sama men#lak MuIa)iyah, mereka juga melakukan pembelaan atas tuduhan kafir yang diberikan #leh /h#)arij kepada IAli. Serta Murji!ah yang menangguhkan dan menyerahkan hukum yang terkait dengan pertikaian itu pada Allah.

Permasalahan p#litik yang diba)a%ba)a kepada permasalahan te#l#gi tersebut, tak pelak menyeret kel#mp#k netral yang tidak memihak kel#mp#k manapun ikut serta dalam membahas masalah te#l#gi. Mereka berpendapat bah)a permasalahan kafir atau tidaknya sese#rang diserahkan kepada Allah SJT. Mereka juga berpendapat bah)a d#sa besar tidak menyebabkan sese#rang dihukumi kafir. Menurut mereka d#sa tidak membahayakan manusia asal iman masih melekat sebagaiamana taat tidak memberi arti apa%apa kalau masih dalam keadaan kafir. Menurut Abu Kahr#I, pendapat mereka merupakan pendapat +umhur ulamaI, bahkan menurut Abdul 2alim Mahmud, sikap tersebut merupakan sikap yang diambil #leh #rang%#rang yang bijaksana. (amun dalam sejarah perjalanannya, generasi aliran Murji!ah setelah para sahabat para pengikutnya mengalami perubahan te#l#gi yang sangat jauh berbeda dengan paham para pendahulunya. Mereka tidak hanya berpendapat bah)a urusan d#sa besar diserahkan pada Allah SJT, namun mereka juga menyatakan bah)a Lma!siat tidak akan membahayakan asalkan masih ada iman di dalam hatiL. Pendapat inilah yang kemudian difahami dengan keliru #leh sebagian #rang, dengan asumsi bah)a #rang yang melakukan d#sa besar tidak akan diadzab asalkan masih ada iman di dalam hati. 0ahkan fatalnya kel#mp#k ini menyatakan bah)a iman adalah Iti8ad di hati saja. Meskipun sese#rang menyatakan kafir dengan lisannya atau tampak menyembah berhala maka ia tetap dianggap sebagai #rang muImin asalkan iman masih tertancap dalam hatinya. Paham seperti inilah yang dianggap menyimpang terlalu jauh dari slam, sehingga )ajar sekali kalau generasi Murji!ah setelah para sahabat serta para ulama yang mengikutinya dianggap sebagai kel#mp#k sesat. (amun dalam perjalanan sejarahnya, kel#mp#k ini pun tak dapat lepas dari perdebatan ntern. Sehingga kel#mp#k ini pun pada akhirnya terpecah kedalam beberapa aliran 6sekte7.

,. Ajaran dan 3emikiran Murjiah

Ajaran p#k#k Murji!ah didasarkan pada sumber dari gagasan atau d#krtin irja atau arja!a yang diaplikasikan dalam banyak pers#alan,baik p#litik maupun te#l#gi4. "ibidang p#litik, d#ktrin irja! diimplementasikan dengan sikap p#litik netral atau n#nbl#k, yang hampir selalu diekspresikan dengan sikap diam. 9leh karena itu kel#mp#k Murji!ah di kenal pula dengan The Mueitists 6kaum bungkam7. Sikap ini akhirnya berimplikasi jauh sehingga membuat Murji!ah selalu diam dalam pers#alan p#litik. Sedangkan dalam Te#l#gi disini pemakah melampirkan beberapan pendapat mengenai ajaran te#l#gis aliran Murji!ah

J. M#ntg#mery Jatt merinci ajaran 6d#ktrin7 te#l#gis Murji!ah sebagai berikutF $ .. Penangguhan keputusan Ali dan Mu!a)iyah hingga Allah memutuskannya di akhirat. ,. Penangguhan Ali untuk menduduki rangking keempat dalam peringkatAl%/halifahAr%;asyidin. 5. Pemberian harapan 6giHing h#pe7 terhadap #rang muslim yang berd#sa besar untuk memper#leh ampunan dan rahmat dari Allah. E. "#ktrin%d#ktrin Murji!ah menyerupai pengajaran

6mazhab7 para skeptis dan empiris dari kalangan 2elenis.


8 F

. Abdul ;#zak dan ;#sihan An)ar, I#mu Ka#am$2al. *4 . Ibid

mam Ahmad bin 2ambal merincikan d#ktrin Murji!ah sebagai berikut.- $ .. 0arangsiapa menganggap bah)a iman adalah perkataan semata tanpa perbuatan, maka ia adalah 0urji16pengikut Murji!ah7. ,. 0arangsiapa menganggap bah)a iman adalah perkataan dan amalan adalah syari!at, maka ia Murji!. 5. 0arangsiapa menganggap bah)a iman tidak bertambah dan tidak berkuarang, maka ia berpendapat dengan pendapat Murji!ah. E. 0arangsiapa mengingkari Istisna1!! dalam iman, maka ia Murji!.

2arun (asuti#n dalam bukunya &Teo#ogi Is#am. menyebutkan ada ajaran p#k#k dalam d#ktrin te#l#gi Murji!ah yakni .,$ .. Menunda hukuman atas Ali bin Abi Thalib, Mu!a)iyah, Amr bn Ash, dan Abu Musa Al%Asy! ary yang terlibat tahkim dan menyerahkannya kepada Allah di hari kiamat kelak. ,. Menyerahkan keputusan kepada Allah atas #rang muslim yang berd#sa besar. 5. Menyerahkan meletakkan iman dari pada amal. E. Memberikan pengaharapan kepada muslim yang berd#sa besar untuk memper#leh ampunan dan rahmat dari Allah.

.-

. 1mmu Tamim zzah binti ;asyad, Menyingkap Aliran dan Paham Sesat, 2al.

.5Istisna1 dalam iman adala sese#rang mengatakan $ Saya Mukmin, nsya Allah. 2arun (asuti#n, Teo#ogi Is#am * A#iran(a#iran$ Sejarah$ Ana#isa Perbandingan , +akarta, 1 Press 2al. ,,%,5
12 11

Sedangkan Abu A!la Al%Maturidi menyebutkan , d#ktrin p#k#k perihal ajaran Murji!ah, yaitu .5$ .. man adalah percaya kepada Allah dan ;asul saja. Adapun amal tidak merupakan suatu keharusan bagi adanya iman. 0erdasarkan hal ini, sese#rang tetap dianggap mukmin )alaupun meninggalkan perbuatan yang difardukan dan melakukan d#sa besar. ,. "asar keselamatan adalah iman semata. Selama masih ada iman di hati, setiap maksiat tidak dapat mendatangkan madarat atau gagasan atas sese#rang. 1ntuk mendapatkan pengampunan, manusia cukup hanya dengan menjauhkan diri dari syirik dan mati dalam keadaan akidah tauhid.

C. Sekte-0ekte Murjiah

Ada

banyak

sekali

pendapat

mengenai

pengklasifikasian

6pengel#mp#kan7 sekte%sekte Murji!ah, bahkan dikalangan pendukung Murji!ah sendiri. Nang menjadi dasar dari perbedaan tersebut adalah tidak &seragam' nya para pengamat terhadap klaim t#k#h yang ada. Ada beberapa t#k#h aliran pemikiran tertentu yang diklaim #leh satu pengamat sebagai pengikut Murji!ah, namun tidak diklaim #leh pengamat yang lain. Secara garis besar, 2arun (asuti#n mengklasifikasikan Murji!ah menjadi , g#l#ngan, M#derat dan Okstrim.E.
.5

P#l#ngan M#derat berpendirian bah)a pend#sa besar tetap mukmin, tidak kafir dan tidak abadi di dalam neraka. Mereka

14

. Abdul ;#zak dan ;#sihan An)ar, I#mu Ka#am,2al. *F . 2arun (asuti#n, Teo#ogi Is#am% 2al.,E

disiksa sesuai besar d#sanya, dan bila diampuni Allah mereka tidak akan masuk neraka sama sekali P#l#ngan Okstrim berpendapat sekalipun sese#rang menyatakan dirinya musyrik, maka ia tidak dihukumi kafir.*. Adapun yang termasuk g#l#ngan Okstrim adalah Al%+ahmiyah, Ash% Shalihiyah, Al%Nuusiah, Al%1buaidiyah dan Al%2asaniyah. A#( 4ahmiyah, /el#mp#k +ahm bin shaf)an dan para pengikutnya, berpandangan bah)a #rang yang percaya kepada Tuhan kemudian menyatakan kekufurannya secara lisan, tidaklah menjadi kafir karena iman dan kufur itu bertempat didalam hati bukan pada bagian lain dalam tubuh manusia. Ash(Sha#ihiyah, 0agi kel#mp#k pengikut Abu Al% 2asan Al%Salihi iman adalah megetahui Tuhan, sedangkan /ufur adalah tidak tahu pada Tuhan. "alam pengertian bah)a mereka s#lat tidaklah ibadah kepada Allah, karena yang disebut ibadah adalah iman kepadanya, dalam arti mengetahui Tuhan .0egitu pula zakat, puasa dan haji bukanlah kepatuhan. Kaum 5unusiyah yaitu pengikut% pengikut Nunus ibnu !Aun an (umairi berpendapat bah)a 'iman' itu adalah mengenai Allah, dan menundukkan diri pada%(ya dan mencintai%(ya sepenuh hati. Apabila sifat%sifat tersebut sudah terkumpul pada diri sese#rang, maka dia adalah mukmin. Adapun sifat%sifat lainnya, seperti 'taat' misalnya, bukanlah termasuk iman, dan #rang yang meninggalkan
.*

ibadah

melainkan

sekedar

mengamabrkan

Nusran Asmuni, Pengantar I#mu Tauhid, 3<. Ped#man lmu +aya, +akarta .F44,

2al.=.

bukanlah iman, dan #rang yang meninggalkan ketaatan tidak akan disiksa karenanya, asalkan saja imannya itu benar%benar murni dan keyakinannya itu betul% betul benar.

6asaniah$ menyebutkan bah)a jika se#rang mengatakan, 'Saya tahu Tuhan me#arang makan babi$ tetapi saya tidak tahu apakan babi yang diharamkan itu ada#ah kambing ini.%!7

Ash%Syahrastani mengklasifikasikan sekte%sekte Murji!ah sebagai berikut $ Murji!ah /ha)arij Murji!ah Madariyah Murji!ah +abariyah Murji!ah Murni Murji!ah Sunni.G

Sedangkan /halid 0in Ali 0in Muhammad Al%anbari, mengkalasifikasikan sekte%sekte murji!ah sebagai berikut .4 $
16 17

+ahmiyah, Pengikut +ahm bin Shuf)an /aramiyah, Pengikut Muhammad bin /aram As%Sijistany Nunusiyah, Pengikut Nunus As%Samary Marisiyah, Pengikut 0asr%Al%Murisy

. Abdul ;#zak dan ;#sihan An)ar, I#mu Ka#am,2al =. . As%Syahrastani, Al%Milal..2al..=, 18 . /halid 0in Ali 0in Muhammad Al%anbari, The Murji!ahQ. 2lm .-

Tumaniyah, Shabibiyah, Pengikut Muhammad bin Syabib Philaniyah, Pengikut Mar)an Al%Phailan bin Mar)an Ad%"imsa8y Shamariyah, Pengikut Abu Samr dan Nunus Salihiyah, Pengikut Abu Musa As%Shalihi Tha)baniyah (ajjariyah, Al%2usain bin Muhammad An%(ajr Phassaniyah

,A, &&& "!S&MP-#A

.. Murji!ah berasal dari kata kalimat >?@A atau >?@C 6mengangguhkan7. Lahir saat masa ke khalifahan 1tsman bin affan dan Ali bin Abi Thalib. "an semakin memperlihatkan keberadaannya pasca peristi)a tahkim. ,. Ajaran p#k#k Murji!ah didasarkan pada sumber dari gagasan atau d#krtin irja atau arja!a yang diaplikasikan dalam banyak pers#alan,baik p#litik maupun te#l#gi. 5. Ada beberapa Hersi sekte%sekte Murji!ah, ini terjadi karena adanya beda pendapat antara pengamat te#l#gi.

'a4tar Pu0taka

A. 2anafi, Pengantar Teo#ogi slam, PT. Pustaka Al 2usna 0aru, +akarta Abdul ;#zak dan ;#sihan An)ar, I#mu Ka#am, 3< Pustaka Setia, 0andung As%Syahrastani$ A#(0i#a# )a an(Niha#

2arun (asuti#n, Teo#ogi Is#am * A#iran(a#iran$ Sejarah$ Ana#isa Perbandingan, +akarta, 1 Press /halid 0in Ali 0in Muhammad Al%anbari, The 0urji1ah 2f The 3ra, Transleted by $ Abu hayyaan Salal ibn Ahmad, Salafimanhaj 1mmu Tamim zzah binti ;asyad, 0enyingkap A#iran dan Paham Sesat, Pustaka mam Ahmad, +akarta Nusran Asmuni, Pengantar I#mu Tauhid, 3<. Ped#man lmu +aya, +akarta Al%Mustafa.c#m Ja8feya.c#m