Anda di halaman 1dari 17

z MAKALAH KEBIDANAN

BAYI BERAT LAHIR RENDAH DAN KEHAMILAN PADA REMAJA

Disusun Oleh : D III Kebidanan Semester IV B

PRODI D-3 KEBIDANAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN YAYASAN `RS. ISLAM SURABAYA JL. SMEA No. 57 Telp. (031)8291920,8284508 Fax. 8298582 SURABAYA.

TAHUN AKADEMIK 2012-2013

NAMA KELOMPOK

1. Aldilla Nurul A. 2. Amalia Ferani 3. Anis Masumah 4. Ardhinta Widya A. 5. Ayu Bawenty Y.W. 6. Ayuningtyas Dona P. 7. Desti Fitri A. 8. Dewanti Arimbi 9. Diah Novita W. 10. Dian Puspita I.Y. 11. Eka Purnama 12. Emy Eliawati 13. Eva Roesdiana D. 14. Fanny Nur K. 15. Febrina Kartika F. 16. Firda Hikmah F. 17. Fitriatul Laili 18. Gestiananda Saichi 19. Ika Kusdiyanti 20. Ina Nararia 21. Kartika Winda A. 22. Kharisma Novita S. 23. Linawati 24. Linda Eka R

250011050 250011051 250011052 250011053 250011054 250011055 250011056 250011057 250011058 250011059 250011060 250011061 250011062 250011063 250011064 250011065 250011066 250011067 250011068 250011069 250011070 250011071 250011072 250011073

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr Wb. Alhamdulilah puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpah rahmat, taufik serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kebidanan Bayi Berat Lahir Rendah dan Kehamilan pada Remaja Untuk memenuhi tugas Askeb V. Ucapan terima kasih penyusun sampaikan kepada dosen sosial budaya ibu Istiqomah atas bimbingannya. Namun demikian tidak tertutup kemungkinan masih adanya beberapa kekurangan. Oleh karena itu, segala saran dan masukan dari semua pihak selalu diharapkan untuk perbaikan dan penyempurnaan makalah ini. Apabila ada jarum yang patah, jangan dimasukkan ke dalam peti. Apabila ada kata-kata yang salah, jangan masukkan didalam hati. Kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi demi terwujudnya makalah ini, kami ucapkan banyak terima kasih. Wassalamualaikum Wr Wb.

Surabaya,

April 2013

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang BBLR masih merupakan masalah serius yang dihadapi oleh dunia, di Indonesia kejadian BBLR bervariasi, secara nasional menurut analisa SDKI 2002-2003 kejadian BBLR sebesar 6%. Kejadian BBLR berdasarkan provinsi bervariasi dengan rentang 2%-15,1% dimana yang terendah di provinsi Sumtera Utara dan tertinggi di provinsi Sulawesi Selatan. Sekarang ini, masalah kehamilan remaja cenderung masih kurang untuk negara-negara berkembang dibandingkan dengan negara-negara maju. Program pendidikan seks di sekolah memainkan peran besar di kalangan remaja. Tanpa adanya pengetahuan yang cukup bagi remaja, maka remaja dapat terjun ke hal-hal yang tidak semestinya seperti seks bebas yang dapat mengakibatkan kehamilan remaja. Para psikolog menyatakan bahwa masa remaja adalah masa stres emosional yang dapat mengakibatkan perubahan psikologis dan fisiologis yang cepat. Sejumlah bayi di panti asuhan diyakini hasil dari kehamilan remaja. Menurut psikolog terkemuka, seorang remaja laki-laki berpikir tentang seks 125 kali sehari. Selama bertahun-tahun, aktivitas seksual di kalangan remaja semakin meningkat. Seorang remaja tidak pernah merasa siap untuk hamil. Selain itu bayi mereka lebih rentan terhadap komplikasi. Penyakit menular seksual hidup berdampingan dengan kehamilan remaja, hal tersebut juga dapat membahayakan bayi. Meskipun aktivitas seksual aktif, kebanyakan remaja masih belum memiliki pengetahuan yang tepat tentang seksualitas. Masyarakat menghadapi kenyataan bahwa kehamilan pada remaja makin meningkat dan menjadi masalah. Ada dua faktor yang mendasari prilaku seks pada remaja yaitu : 1. Harapan untuk kawin dalam usia yang relatif muda (20 tahun) 2. Makin derasnya arus informasi yang dapat menimbulkan rangsangan seksual.

B. Rumusan Masalah 1. Apa yang dimaksud dengan bblr? 2. Apa saja klasifikasi dari BBLR? 3. Apa penyebab dari BBLR? 4. Bagaimana penanganan pada BBLR? 5. Apa yang dimaksud dengan kehamilan pada remaja? 6. Apa penyebab terjadinya kehamilan pada remaja? 7. Apa dampak dari kehamilan pada remaja? 8. Bagaimana penanganan pada kehamilan pada remaja?

C. Tujuan 1. Untuk mengetahui pengertian bblr 2. Untuk mengetahui klasifikasi bblr 3. Untuk mengetahui penyebab terjadinya bblr 4. Untuk mengetahui penanganan bblr 5. Untuk mengetahui pengertian kehamilan pada remaja 6. Untuk mengetahui penyebab kehamilan pada remaja 7. Untuk mengetahui dampak kehamilan pada remaja 8. Untuk mengetahui penanganan kehamilan pada remaja

BAB II TINJAUAN TEORI

A. Bayi Berat Lahir Rendah 1. Pengertian Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa gestasi. Berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam 1 (satu) jam setelah lahir. 2. Klasifikasi Menurut Davanzo (1999) terdapat 3 bentuk BBLR,yaitu: a. Bayi prematur: pertumbuhan bayi dalam rahim normal, perasalinan terjadi sebelum masa gestasi berusia 37 minggu b. Bayi kecil untuk masa kehamilan (KMK): pertumbuhan dalam rahim terhambat yag disebabkan faktor dari bayi sendiri, plasenta ataupun faktor ibu c. Bayi prematur dan KMK: bayi prematur yang mempunyai berat badan rendah untuk masa kehamilan. Bayi berat lahir rendah ( BBLR) berdasarkan batasan berat badan dapat dibagi 3, yaitu: a. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir antara 1500 gram sampai dengan 2500 gram b. Bayi Berat Lahir Saangat Rendah (BBLSR) adalah bayi dengan berat lahir anatara 1000 gram sampai kurang dari 1500 gram c. Bayi Berat Lahir Amat Sangat Rendah (BBLASR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 1000 gram Bayi berat lahir rendah (BBLR) dapat digolongkan menjadi : a. Premature murni Bayi lahir pada kehamilan kurang dari 37 minggu dengan berat badan yang sesuai b. Small for date (SFD) atau kecil untuk masa kehamilan (KMK) Bayi yang berat badannya kurang dari seharusnya umur kehamilan c. Retardasi pertumbuhan janin intrauterine

Bayi yang lahir dengan berat badan rendah dan tidak sesuai umur kehamilan

d. Dismaturitas Suatu sindrom klinik dimana terjadi ketidak seimbangan antara pertumbuhan janin dengan lanjutan kehamilannya. Atau bayi baru lahir dengan berat badan yang tidak sesuai dengan tuannya kehamilan. e. Large for date Bayi yang dilahirkan lebih besar dari seharusnya tuannya kehamilan Menurut Ilyas, dkk (1994) dan Wiknjosastro (2005) bayi dengan BBLR dibagi menjadi 2 golongan, yaitu: a. Prematuritas murni Prematuritas murni adalah bayi lahir dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan mempunyai berat badan sesuai dengan berat badan untuk masa kehamilan atau masa kehamilan. b. Dismaturitas Dismaturitas adalah bayi dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya untuk masa kehamilan karena bayi mengalami gangguan pertumbuhan dalam kandungan dan merupakan bayi yang kecil untuk masa kehamilannya. 3. Penyebab Penyebab terbanyak terjadinya BBLR adalah kelahiran prematur. Faktor ibu yang lain adalah umur, paritas, dan lain-lain. Faktor plasenta seperti penyakit vaskuler, kehamilan kembar/ganda, serta faktor janin juga merupakan penyebab terjadinya BBLR. 1. Faktor ibu a. Penyakit Seperti malaria, anaemia, sipilis, infeksi TORCH, dan lain-lain b. Komplikasi pada kehamilan. bisa disebut neonatus kurang bulan sesuai

Komplikasi yang tejadi pada kehamilan ibu seperti perdarahan antepartum, pre-eklamsia berat, eklamsia, dan kelahiran preterm. c. Usia Ibu dan paritas Angka kejadian BBLR tertinggi ditemukan pada bayi yang dilahirkan oleh ibu-ibu dengan usia lebih mudah atau sangat tua d. Faktor kebiasaan ibu Faktor kebiasaan ibu juga berpengaruh seperti ibu perokok, ibu pecandu alkohol dan ibu pengguna narkotika.

2. Faktor Janin Prematur, kromosom. 3. Faktor Lingkungan Yang dapat berpengaruh antara lain; tempat tinggal di daratan tinggi, radiasi, sosio-ekonomi dan paparan zat-zat racun 4. Penanganan a. Mempertahankan suhu dengan ketat BBLR mudah mengalami hipotermia, oleh sebab itu suhu tubuhnya harus dipertahankan dengan ketat. Bayi dimasukkan dalam inkubator dengan suhu yang diatur. Berat badan lahir di bawah 2 kg : 35 0C Berat badan lahir 2 kg 2,5 kg : 34 0C Suhu inkubator diturunkan 1 0C tiap minggu, setiap bayi dapat ditempatkan pada suhu lingkungan sekitar 24 27 0C. hidramion, kehamilan kembar/ganda (gemeli), kelainan

b. Mempertahankan suhu tubuh optimal Untuk mempertahankan suhu lingkungan tubuh optimal 37 0C (36,5 37,5 0C) BBLR / BKB membutuhkan suhu lingkungan yang termonetral serta kelembaban udara 60%. Mengenai suhu lingkungan termonetral sesuai berat lahir dan masa gestasi serta usia pasca natal. Oleh karena itu BBLR / BKB seharusnya dirawat dalam incubator atau dengan cara teknologi tepat guna dengan

perawatan ketat / metode kanguru, bayi akan mendapatkan sumber panas melaui kontak langsung secara terus menerus dari ibu secara alami. (Sukardi Abdurrohman, 2002: 115)

c. Memenuhi kebutuhan O2 Untuk mempertahankan hidup BBLR/BKB membutuhkan tekanan arterial O2 berkisar : PaO2 50-80 TOrr. Di sini memerlukan monitoring analisa gas darah (AGD) atau PO2 transkutan maupun dengan pulsa oksimetri (SiO2). BBLR / BKB dengan asfiksia ringan / sedang gangguan nafas ringan, dapat diberi O2 konsentrasi lebih tinggi (> 40%) melalui : O2 inkubator O2 head box O2 sungkup / maks

(Sukardi Abdurrohman, 2002:116) Jika bayi sianosis (biru) atau sukar bernafas (frekuensi < 30 atau > 60 /menit) tarikan dinding dada ke dalam atau merintih) Isap mulut dan hidung untuk memastikan jalan nafas bersih. Beri oksigen 0,5 1 L/menit lewat kateter hidung atau nasal prong. Rujuk ke kamar bayi atau ke tempat pelayanan yang dituju.

Jaga bayi tetap hangat, bungkus bayi dengan kain lunak, kering, selimut dan pakai topi untuk mencegah kehilangan panas.

d. Mencegah infeksi dengan ketat BBLR sangat rendah akan infeksi, perhatikan prinsip-prinsip pencegahan infeksi termasuk mencuci tangan sebelum memegang bayi. Cara membersihkan tangan sebelum tindakan sabun. Mulailah dari ujung jari sampai berbusa, lalu bilas dengan menggunakan gerakan memutar. Bilas di antara jari-jari, gerakkan dari Lepaskan semua perhiasan. Posisikan tangan di atas siku, basahi tangan seluruhnya dan gunakan

ujung jari menuju siku pada satu tangan dan kemudian ulangi untuk tangan berikutnya. Basuh setiap lengan secara terpisah, ujung jari lebih dahulu, jaga tangan dalam posisi lebih tinggi dari siku. Cuci selama 3-5 menit. Gunakan handuk yang bebeda untuk mengeringkan setiap tangan, keringkan mulai dari ujung jari sampai siku kemudian buang handuknya. Pastikan tangan yang telah dibersihkan tidak bersentuhan dengan barang-barang yang tidak didisinfeksi tingkat tinggi atau disterilkan. Jika tangan menyentuh permukaan yang terkontaminasi, ulangi membersihkan tangan dengan cara di atas.

e. Cara perawatan tali pusat 1. Jangan membungkus pusar ataupun mengoleskan bahan atau ramuan apapun ke puting tali pusat dan nasehati keluarga untuk tidak memberikan apapun pada pusar bayi. 2. Mengusapkan alkohol atau pourdon iodine masih diperkenalkan sepanjang tidak menyebabkan tali pusat basah / lembab. 3. Beri nasihat pada ibu dan keluarganya sebelum penolong

meninggalkan bayi: Lipat popok di bawah putung tali pusat. Jika putung tali pusat kotor, cuci secara berhati-hati dengan air matang (DTT) dan sabun, keringkan secara bersama dengan kain bersih. Jelaskan pada ibu bahwa ia harus mencari bantuan perawatan jika pusar menjadi merah atau mengeluarkan nanah atau darah. Jika pusar menjadi merah atau mengeluarkan nanah atau darah segera rujuk bayi ke fasilitas yang mampu untu memberikan asuhan bagi bayi baru lahir secara lengkap.

f. Pengawasan nutrisi / ASI

Umumnya bayi prematur belum sempurna refleks menghisap dan bentuk kapasitas lambung masih kecil dan daya enzim pencernaan terutama lipase masih kurang, maka makanan diberikan dengan pipet sedikit lebih sering.

g. Penimbangan berat Perubahan berat badan mencerminkan kondisi gizi, nutrisi bayi dan erat kaitannya dengan daya tahan tubuh oleh sebab itu penambahan berat badan harus dilakukan dengan ketat. Kebutuhan cairan untuk BBLR 120-150 ml/kg/hr atau 100-120 kal/kg, pemberian dilakukan sesuai dengan bertahap sesuai kemampuan segera mungkin mencukupi kebutuhan cairan atau nutrisi.

B. Kehamilan pada Remaja 1. Pengertian Kehamilan remaja adalah kehamilan yang terjadi pada wanita usia antara 14 19 tahun baik melalui proses pra nikah atau nikah. 2. Penyebab a. Kurangnya peran orang tua dalam keluarga Perhatian dan peran orang tua amat berpengaruh besar terhadap perkembangan mental dan kejiwaan sianak. Anak yang tidak merasakan ketentraman didalam keluarganya akan cenderung mencari ketentraman diluar dengan berbagai cara, ada kalanya mereka melakukan hal-hal yang banyak diantaranya yang cenderung melakukan halhal negative sebagai bentuk kesalahan mereka terhadap orang tuanya b. Kurangnya pendidikan seks dari orang tua dan keluarga terhadap remaja Berdasarkan penelitian yang didapat sejak september 2007 yang dilakukan di 4 kota di Indonesia. Dengan mengambil 450 responden dan dengan kisaran usia 15-24 tahun, kategori masyarakat umum dan dengan kelas sosial menegah keatas dan kebawah. Dodapatkan informassi bahwa sekitar 65% informasi tentang seks didapat dari kawan, 35% dari film porno dan hanya 5% yang mendapatkan informasi tentang seks dari orang tua. Para remaja juga mengaku tahu resiko terkena PMS (29%) tapi hamya 24%

dari responden remaja ini yang melakukan preventif umtuk mencegah penyakit AIDS yang menghinggapi mereka. Dalam penelitian ini didapatkan juga 44% dari responden mengaku sudah pernah punya pengalaman seks diusia 16-18 tahun, 16% mengaku pengalaman seks sudah mereka dapatkan antara usia 13-15 tahun. Selain itu rumah menjadi tempat vaforite(40%) untuk melakukan hubungan seks, sisanya 26% di kost, 26% di hotel. Dari hasil penelitian diatas tampak bahwa perlunya pendidikan seks yang diberikan orang tuia terhadap sianak sehingga anak tidak cenderung mencari informasi dari tempat yang salah dan perlunya pengawasan ketat dari orang tua terhadap anak. Komunikasi yang lebih terbuka antara anak dan orang tua dapat berperan penting bagi pemantauna perilaku anak di masyarakat larena dengan komunikasi orangtua dapat memasukkan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. c. Perkembangan IPTEK yang tidak didasari denganperkembangan mental yang kuat Semakin majunya IPTEK membuat para remaja semakin mudah untuk mendapatrkan informasi-informasi mengenai seks dan apabila hal ini tidak didasari dengan perkembangan mental yang kuat maka dapat membuat para remaja terjerumus kearah pergaulan yang salah dan sehingga terciptalah perbuatan-perbuatan yang tidak sesyuai dengan norma dan agama yang berlaku. Zastrow ( 1987 ) Mengungkapkan beberapa penyebab kehamilan yang dialami oleh para remaja : a. Penyebab utama terjadinya kehamilan adalah misinformasi atau kurangnya informasi yang relevan. b. Mengabaikan bahwa tingkah laku seksual akan menyebabkan kehamilan dan berasumsi bahwa pasangannyalah yang menggunakan kontrasepsi walaupun kenyataan tidak demikian. Banyak remaja yang enggan menggunakan alat kontrasepsi dengan alasan bahwa mereka tidak mungkin hamil atau kemungkinan hamil sangat kecil (Papalia &

Old, 1995). Selain itu banyak yang berfikir bahwa menggunakan kontrasepsi adalah tindakan yang tidak bermoral, seolah-olah mereka merencanakan akan melakukan hubungan seksual. Alasan lain tidak digunakanya kontrasepsi adalah kekhawatiran bahwa kenikmatan dan spontanitas dalam hubungan seks akan berkurang atau timbul masalah yang berhubungan dengan kesehatan. c. Bagi beberapa gadis, mereka tidak memperdulikan apakah mereka akan hamil atau tidak. Bagi mereka kehamilan membuktikan feminitas, mkengutkan status kedewasaan dan merupakan alat untuk mendapat perhatiaan orang tua dan teman. Bahkan ada yang menggunakan kehamilan sebagai cara untuk mengatasi masalah, untuk menghukum, atau justru merupakan reward bagi orang lain. d. Menyalahartikan atau kebingungan dalam mengartikan konsep cinta, keintiman dan tingkah laku seksual. Remaja awal cenderung berfikir bahwa seks adalah cara untuk mendapatkan pasangan, sedangkan remaja akhir cenderung melakukan tingkah laku seksual jika telah ada ikatan dan saling pengertian dengan pasangan. Seks sering dijadikan saran untuk berkomunikasi dengan pasangan. 3. Dampak a) Pengguguran Kandungan Faktor yang mendukung terjadinya pengguran kandungan adalah sebagai berikut: Keadaan Ekonomi Keluarga. Keadaan ini mendorong suatu keluarga untuk lebih memilih

menggugurkan kandungannya karena faktor ekonomi yang membuat mereka merasa tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bayi yang kelak akan dilahitkan. Keadaan Emosional. Setiap remaja yang mengalami kehamilan di luar nikah akan terganggu keadaan emosionalnya, apalagi bagi mereka yang tidak bisa menerima kehamilan tersebut karena malu terhadap lingkungan sehingga mendorong mereka untuk menggugurkan.

Pasangan yang tidak bertanggung jawab. Dengan usia yang belum cukup (belum matang) terlebih lagi bagi pihak pria yang harus bertanggung jawab sepenuhnya atas perbuatan yang dilakukannya, membuat pihak pria berpikir dua kali untuk bertanggung jawab. Dan apabila pihak pria tidak bertanggung jawab maka ini terjadi beban bagi wanita sehingga memaksa wanita tersebut untuk menggurkan kandunganya. b) Resiko Persalinan yang akan Terjadi. Beragam resiko yang terjadi pada kehamilan di usia dini diantaranya preeklampsia, anemia, bayi prematur, bayi berat lahir rendah (BBLR), kematian bayi dan PMS meningkat pada remaja yang hamil sebelum usia 16 tahun. Selain itu remaja yang hamil amat berisiko untuk menderita disproporsi sefalo pelvic atau kesempitan panggul. c) Perceraian Pasangan Muda Pernikahan remaja di usia muda dengan status emosi yang masih belum stabil kebanyakan berujung kepada perceraian. Disamping itu faktor ekonomi dari pasangan yang berubah drastis dimana sebelumnya kedua pasangan suami isteri dibiayai oleh orang tua. Kini berubah menjadi memenuhi kebutuhan diri sendiri dengan segudang masalah yang mereka hadapi dapat menyebabkan para pasangan berpikiran singkat untuk segera menyelesaikan hubungan yang telah terjadi dengan perceraian. d) Hubungan seks usia muda beresiko kanker. Hubungan seks pada usia dibawah 17 tahun merangsang tumbuhnya sel kanker pada alat kandungan perempuan, karena rentan pada usia 12 17 tahun perubahan sel dalam mulut rahim sedang aktif sekali. Saat sel sedang membelah secara aktif (metamorfosis ) idealnya tidak terjadi kontak atau rangsangan apapun di luar, termasuk masuknya benda asing dalam tubuh perempuan. Karena adanya benda asing, termasuk alat kelamin pria dan sperma akan mengakibatkan perkembangan Sel kearah abnormal, sel abnormal dalam mulut rahim itu dapat mengakibatkan kangker mulut rahim. Kangker mulut rahim menyerang alat

kelamin perempuan, berawal dari mulut rahim dan berisiko menyebar ke vagina hingga keluar permukaan. 4. Penanganan Konseling prakonsepsi sangat dianjurkan bagi remaja menikah dan perawatan perinatal yang adekuat dapat membantu mendeteksi dan mengurangi risiko kehamilan pada remaja. Dengan cara pantau keseimbangan kebutuhan nutrisi selama hamil, gali masalah dan keluhan dengan seksama untuk skrining dini risiko kehamilan dan persalinan dan waspadai gejalagejala

kegawatdaruratan/ komplikasi yang memerluka tindakan segera. Dalam menghadapi proses persalinan perlu dukungan penuh dari keluarga dan rencana persalinan yang adekuat, dimana dan siapa yang akan menolong pada saat persalinan. Upayakan pelayanan komprehensif sedekatnya pada remaja kehamilan risiko tinggi. Konseling yang memadai dapat meningkatkan kewaspadaan ibu hamil dan keluarga. Pendekatan psikologis dan rasional dengan bersahabat pada remaja perlu dilakukan dengan tidak menghakimi, memberikan dukungan psikologis, interaksi sosial yang terjaga sehingga remaja merasa terbuka terhadap masalahmasalah sosial, psikologis dan kesehatan yang dialaminya. Mendampingi ibu hamil pada usia remaja sangat dianjurkan sebagai tindakan promotif dan preventif dalam mendeteksi komplikasi yang mungkin terjadi. Persiapkan metode rujukan yang tepat dan terencana bila saat persalinan tiba maupun terjadi kegawatdaruratan obstetri yang memerlukan pertolongan ahli pada fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai.

BAB III KESIMPULAN

1.

Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa gestasi. Berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam 1 (satu) jam setelah lahir.

2.

Bayi berat lahir rendah ( BBLR) berdasarkan batasan berat badan dapat dibagi 3, yaitu: a. Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir antara 1500 gram sampai dengan 2500 gram b. Bayi Berat Lahir Saangat Rendah (BBLSR) adalah bayi dengan berat lahir anatara 1000 gram sampai kurang dari 1500 gram c. Bayi Berat Lahir Amat Sangat Rendah (BBLASR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 1000 gram Kehamilan remaja adalah kehamilan yang terjadi pada wanita usia antara 14 19 tahun baik melalui proses pra nikah atau nikah.

3.

4.

Penyebab kehamilan pada remaja: a. Kurangnya peran orang tua dalam keluarga b. Kurangnya pendidikan seks dari orang tua dan keluarga terhadap remaja c. Perkembangan IPTEK yang tidak didasari denganperkembangan mental yang kuat

DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, Ida Bagus Gde. 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta : EGC http://celebrat2002.blogspot.com/2009/03/kehamilan-remaja.html
http://kuliahbidan.wordpress.com/2008/07/16/bayi-berat-lahir-rendah-bblr/ http://carasiip.blogspot.com/2012/01/penanganan-bblr-bayi-berat-lahir-rendah.html