Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH KEBIDANAN MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN DALAM KEBIDANAN

Disusun oleh : Kelompok 2

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya Jl. SMEA No. 57 Surabaya Tahun 2012 / 2013

NAMA KELOMPOK :

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12.

Eva Rosdiana Fanni Nur K. Febrina Kartika F. Firda Hikmah F. Fitriatul Laili Gestiananda Saichi Ika Kusdiyanti Ina Nararia Kartika Winda A. Kharisma Novita S. Linawati Linda Eka R.

( 250011062 ) ( 250011063 ) ( 250011064 ) ( 250011065 ) ( 250011066 ) ( 250011067 ) ( 250011068 ) ( 250011069 ) ( 250011070 ) ( 250011071 ) ( 250011072 ) ( 250011073 )

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Bidan sebagai seorang pemberi layanan kesehatan (health provider) harus dapat melaksanakan pelayanan kebidanan dengan melaksanakan manajemen yang baik. Dalam hal ini bidan berperan sebagai seorang manajer, yaitu mengelola atau memanage segala sesuatu tentang kliennya sehingga tercapai tujuan yang di harapkan. Dalam mempelajari manajemen kebidanan di perlukan pemahaman mengenai dasar dasar manajemen sehingga konsep dasar manajemen merupakan bagian penting sebelum kita mempelajari lebih lanjut tentang manajemen kebidanan. Akar atau dasar manajemen kebidanan, adalah ilmu manajemen secara umum. Dengan mempelajari teori manajemen, maka diharapkan bidan dapat menjadi manajer ketika mendapat kedudukan sebagai seorang pimpinan, dan sebaliknya dapat melakukan pekerjaan yang baik pula ketika bawahan dalam suatu system organisasi kebidanan. Demikian pula dalam hal memberikan pelayanan kesehatan pada kliennya, seorang bidan haruslah menjadi manager yang baik dalam rangka pemecahan ,masalah dari klien tersebut. Untuk itu kita perlu mengenal terlebih dahulu pemahaman mengenai ilmu manajemen secara umum, teori teori manajemen, fungsi fungsi manajemen, dan bahkan manajemen skill.

Manajemen kebidanan adalah suatu metode proses berfikir logis sistematis. Oleh karena itu manajemen kebidanan merupakan alur pikir bagi seorang bidan dalam memberikan arah/kerangka dalam menangani kasus yang menjadi tanggung jawabnya. Manajemen kebidanan mempunyai peran penting dalam menunjang kerja seorang bidan agar bidan dapat melakukan pelayanan dengan baik kepada kliennya. Oleh karena itu, kami menyusun makalah ini dengan judul MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN DALAM KEBIDANAN selain sebagai tugas kelompok juga dapat dijadikan referensi bagi pembaca. B. 1. 2. 3. 4. C. Rumusan Masalah Pengertian Manajemen Pelayanan Kesehatan ? Fungsi Manajemen Pelayanan Kesehatan ? Unsur Unsur Manajemen Pelayanan Kesehatan ? Tingkatan Manajemen Pelayanan Kesehatan ?

Tujuan 1. Untuk mengetahui bagaimana cara melakukan manajemen pelayanan kesehatan dalam kebidanan 2. Untuk mengetahui konsep manajemen kebidanan yang berkualitas

D.

Manfaat 1. Untuk Depkes Dapat dijadikan sebagai acuan dalam mengawasi para bidan Indonesia apakah bidan Indonesia sudah melakukan manajemen kebidanan sesuai dengan standar. 2. Untuk Institusi Dapat dijadikan sebagai acuan dalam memberikan wawasan/pengetahuan kepada mahasiswa, apakah mahasiswa sudah memahami manajemen kebidanan. 3. Untuk Mahasiswa Dapat dijadikan sebagai referensi dalam menggali/mencari informasi untuk memperluas wawasan/pengetahuan tentang manajemen kebidanan.

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Pengertian manajemen banyak disampaikan oleh para ahli, namun dalam materi ini hanya akan disampaikan beberapa pendapat ahli manajemen : 1. H. Koontz & O,Donnel dalam bukunya Principles of Management mengemukan sebagai berikut : manajemen berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain (Management involves getting things done thought and with people). 2. Mary Parker Folllett mendefinisikan manajemen sebagai seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. 3. George R. Terry dalam bukunya Principles of Management menyampaikan pendapatnya : manajemen adalah suatu proses yang membeda-bedakan atas ; perencanaan, pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya (Management is a distinct process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling, utilizing in each both science and art, and followed in order to accomplish predetermined objectives) 4. James A.F. Stoner dalam bukunya Management (1982) mengemukakan manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan Dari batasan-batasan tersebut di atas dapat diambil suatu kesimpulan umum bahwa Manajemen adalah suatu kegiatan untuk mengatur orang lain guna mencapai suatu tujuan atau menyelesaikan pekerjaan. Apabila batasan ini diterapkan dalam bidang kesehatan masyarakat dapat dikatakan sebagai berikut :

Manajemen kesehatan adalah suatu kegiatan atau suatu seni untuk mengatur para petugas kesehatan dan nonpetugas kesehatan guna meningkatkan kesehatan masyarakat melalui program kesehatan. Dengan kata lain manajemen kesehatan masyarakat adalah penerapan manajemen umum dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat sehingga yang menjadi objek dan sasaran manajemen adalah sistem pelayanan kesehatan masyarakat. (Notoatmodjo, 2003) Berdasarkan beberapa pengertian manajemen di atas, dapat dikatakan bahwa manajemen memiliki beberapa ciri antara lain : Manajemen diarahkan untuk mencapai tujuan Manajemen sebagai proses; perencanaan, pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan, pengarahan dan pengawasan -

Tersedia sumber daya; manusia, material dan sumber lain Mendayagunakan atau menggerakkan sumber daya tersebut secara efisien dan efektif Terdapat orang yang menggerakkan sumber daya tersebut (manajer) Penerapan manajemen berdasarkan ilmu dan juga seni atau keahlian yang harus dimiliki oleh manajer .

2.2 Fungsi Manajemen Seperti telah diuraikan di atas, bahwa manajemen sebagai suatu proses dapat dilihat dari fungsi-fungsi manajemen yang dilakukan oleh seorang manajer. Banyak ahli manajemen yang menyampaikan tentang fungsi manajemen ini, namun pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip, bahkan pendapat satu dengan lainnya saling melengkapi. Para ahli manajemen, antara lain ; George Terry, L. Gullick, H. Fayol dan Koonzt ODonnel mengemukakan tentang fungsi manajemen sebagai berikut :

PERBANDINGAN FUNGSI MANAJEMEN George Terry Planning Organizing Actuating L. Gullick Planning Organizing Staffing, Directing, Coordinating Reporting Budgeting H. Fayol Planning Organizing Commanding, Coordinating Koonzt ODonnel Planning Organizing Staffing, Directing Controlling

Controlling

Controlling

Dari keempat ahli manajemen tersebut, ternyata banyak kesamaan, dan secara garis besar dapat dikelompokan menjadi : Planning (perencanaan) adalah sebuah proses yang dimulai dengan merumuskan tujuan organisasi sampai dengan menetapkan alternative kegiatan untuk pencapaiannya. Organizing (pengorganisasian) adalah rangkaian kegiatan menajemen untuk

menghimpun semua sumber daya (potensi)

yang dimiliki oleh organisasi dan

memanfaatkannya secara efisien untuk mencapai tujuan organisasi. Actuating (directing, commanding, motivating, staffing, coordinating) atau fungsi penggerakan pelaksanaan adalah proses bimbingan kepada staff agar mereka mampu bekerja secara optimal menjalankan tugas-tugas pokoknya sesuai dengan ketrampilan yang telah dimiliki, dan dukungan sumber daya yang tersedia. Controlling (monitoring) atau pengawasan dan pengendalian (wasdal) adalah proses untuk mengamati secara terus menerus pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana kerja yang sudah disusun dan mengadakan koreksi jika terjadi penyimpangan .

2.3. Unsur Unsur Manajemen Unsur-unsur manajemen di antaranya adalah manusia, uang, material, mesin, dan metode. a. Manusia (Man) Dalam pendekatan ekonomi, sumber daya manusia adalah salah satu faktor produksi selain tanah, modal, dan keterampilan. Pandangan yang menyamakan manusia dengan faktorfaktor produksi lainnya dianggap tidak tepat baik dilihat dari konsepsi, filsafat, maupun moral. Manusia merupakan unsur manajemen yang penting dalam mencapai tujuan perusahaan.

b.

Uang (Money) Uang selalu dibutuhkan dalam perusahaan, mulai dari pendirian perusahaan hingga

pengurusan perizinan pembangunan gedung kantor, pabrik, peralatan modal, pembayaran tenaga kerja, pembelian bahan mentah, dan transportasi. Para pemilik modal menyisihkan sebagian dari kekayaannya untuk digunakan sebagai modal dalam kegiatan produksi. Dengan demikian, uang merupakan salah satu unsur penting dalam melakukan produksi.

c.

Bahan Baku (Material) Perusahaan umumnya tidak menghasilkan sendiri bahan mentah yang dibutuhkan tersebut,

melainkan membeli dari pihak lain. Untuk itu, manajer perusahaan berusaha untuk mem peroleh bahan mentah denganharga yang paling murah, dengan meng gunakan cara pengangkutan yang murah dan aman. Di samping itu, bahan mentah tersebut akan diproses sedemikian rupa sehingga dapat dicapai hasil secara efisien.

c.

Mesin (Machine) Mesin mulai memegang peranan penting dalam proses produksi setelah terjadinya revolusi

industri dengan ditemukannya mesin uap sehingga banyak pekerjaan manusia yang digantikan oleh mesin. Perkembangan teknologi yang begitu pesat, menyebabkan penggunaan mesin semakin menonjol. Hal ini karena banyaknya mesin-mesin baru yang ditemukan oleh para ahli sehingga memungkinkan peningkatan dalam produksi.

e.

Metode (Method) Metode kerja sangat dibutuhkan agar mekanisme kerja berjalan efektif dan efisien.

Metode kerja yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, baik yang menyangkut proses produksi maupun administrasi tidak terjadi begitu saja melainkan memerlukan waktu yang lama. Bahkan sering terjadi, untuk memperoleh metode kerja yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, pimpinan perusahaan meminta bantuan ahli. Hal ini dilakukan karena penciptaan metode kerja, mekanisme kerja, serta prosedur kerja sangat besar manfaatnya. Kelima unsur manajemen tersebut lebih dikenal dengan sebutan 5 M, yaitu man, money, material, machine, dan method. Setiap unsur tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Manajemen tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya kelima unsur tersebut.

2.4

Tingkatan Manajemen Manajemen Dan Manajer

Tingkatan Manajemen (Manajemen Level) :

Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi tingkatan manajer menjadi 3 tingkatan yaitu :

a.

Manajer Tingkat Puncak (Top Manager) terdiri dari kelompok yang relative kecil,

manager puncak bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisasi. Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi.

b.

Manajer Tingkat Menengah (Middle Manager) adalah manajemen menengah dapat

meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan para manajer.

c.

Manajer tingkat Garis Pertama/ Supervisi (First line) adalah tingkatan manajemen paling

rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional. Dan mereka tidak membawahi manajer yang lain.

d.

Manajemen Non Supervisi sebagai proses transaksi dan inquiry response.

Gambar : 1.2

Piramida jumlah karyawan pada organisasi dengan struktur tradisional, berdasarkan tingkatannya. Pada organisasi berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokan menjadi manajer puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer line pertama (biasanya digambarkan dengan bentuk piramida, di mana jumlah karyawan lebih besar di bagian bawah daripada di puncak), seperti contoh gambar piramida di atas.

a.

Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive officer.

Bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan

jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer). b. Manajemen tingkat menengah (middle management), mencakup semua manajemen yang

berada di antara manajer line pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi. c. Manejemen line pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah manajemen

operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman). d. Manajemen non manajerial atau disebut sebagai non supervisi yaitu dimana tingkatan

paling bawah, di bawah tingkatan first-line, dimana bertugas atau pekerja yang paling aktif dalam sebuah organisasi, seperti dalam proses transaksi dan inquiry response Meskipun demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan menggunakan bentuk piramida tradisional ini. Misalnya pada organisasi yang lebih fleksibel dan sederhana, dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim karyawan yang selalu berubah, berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya sesuai dengan permintaan pekerjaan

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Pada dasarnya untuk melakukan manajemen kebidanan memang harus melewati beberapa tahap. Pada prinsipnya masing-masing pendapat sama, hanya berbeda dalam cara pendokumentasiannya Secara umum konsep manajemen kebidanan berkualitas meliputi : 1. 2. 3. Manajemen dilakukan melalui pendekatan dengan mengidentifikasi kebutuhan konsumen. Meliputi seluruh kegiatan. Meliputi seluruh aspek pelayanan dan dedikasi aktif seluruh staf untuk mengidentifikasi seluruh konsumen. 4. 5. 6. 7. Memberikan pelayanan secara berkesinambungan. Memonitor kepuasan konsumen. Memahami kebutuhan dan memantau perubahan yang terjadi melalui pemantauan ulang. Meningkatkan sumber daya untuk mengembangkan kualitas tindakan dab pelayanan khusus secara tetap melalui prosedur dan system informasi yang fleksibel. B. Saran Dalam penyusunan makalah ini, masih terdapat banyak kesalahan-kesalahan. Oleh karena itu, kami senantiasa menerima saran dan kritik yang sifatnya membangun.

DAFTAR PUSTAKA
Simatupang Juliana, Erna . 2008. Manajemen Pelayanan Kebidanan . Jakarta : EGC Zulvadi , Dudi . 2000 . Etika & Manajemen Kebidanan . Yogyakarta : Cahaya Ilmu Satrianegara, Faiz M . 2009 .Buku Ajar Organisasi dan Manajemen Pelayanan Kesehatan serta Kebidanan . Jakarta : Salemba Medika

Asrinah,dkk. 2010. Konsep kebidanan. Graha Ilmu : Yogyakarta. Hal. 109 Estiwidani, dkk. 2009. Konsep Kebidanan. Fitramaya : Yogyakarta. Hal. 117 Tadjuddin norma. Konsep Kebidanan. Poltekkes Kemenkes Makassar : Makassar. Hal 70