Anda di halaman 1dari 2

Siapa Saja Yang Perlu Menjalankan Kateterisasi Jantung Pada pasien yang telah di duga positif mengidap penyakit

Jantung Koroner, perlu di lakukan tindakan Kateterisasi jantung agar dapat secara tepat diketahui lokasi dan beratnya (persentase) suatu penyempitan pembuluh darah Jantung Koroner. Teknik ini sudah berkembang sejak tahun 1977 dan telah menjadi suatu prosedur standar dalam upaya tindak lanjut Penyakit Jantung Koroner. Apakah Manfaat Tindakan Kateterisasi ? Berdasarkan hasil Kateterisasi jantung, Tim Dokter Ahli Penyakit Jantung kami dapat menentukan dengan seksama tindakan selanjutnya yaitu upaya pelebaran pembuluh darah Jantung Koroner dengan tindakan Balonisasi(PTCA), Pemasangan ring (Stent),Pemasangan Alat Pacu Jantung atau Operasi By-pass Koroner (CABG). 1. Operasi Jantung PADA Anak: Tindakan koreksi Jantung Anak PADA umumnya dilakukan PADA penyakit Jantung bawaaan Dan penyakit Jantung rematik Artikel Baru berbagai kelainan katup Jantung. >> Ligasi patent ductus arteriosus (PDA): PDA HANYA dioperasi Bila regular tidak dapat di lakukan tindakan intervensi / non-Bedah >> Koreksi penyakit Jantung bawaan (PJB) meliputi: 1. PADA defek Sekat Serambi Jantung (ASD): Dapat pula dilakukan untuk Net Artikel Baru Tanpa pemasangan Alat (Amplatzer) PADA kasus-kasus Yang Sesuai. 2. Defek PADA Sekat bilik Jantung (ventrikel Septal Defect) 3. Tetralogi Fallot (ToF) 4. Pemasangan pembuluh Darah Atas Transaksi (BT Shunt) 5. Koreksi / penggantian katub Jantung 6. Koreksi PJB Yang Kompleks Fontan prosedur pengajian, switch arteri, prosedur Kawashima, DVR (Double Valve Replacement), Rastelli prosedur tetap 2. Operasi Jantung PADA DEWASA: Operasi Bypass Jantung >> (Coronary Arteri Bypass Grafting / CABG) >> Koreksi katub Jantung (Valve Repair / Penggantian) >> Asendens Penggantian pembuluh Darah aorta (Bentall Operation), dll

Penyakit yang diderita oleh adik saudara, Tetralogy of Fallot (TOF) merupakan kelainan jantung bawaan yang kompleks, di mana terdapat : 1. Kebocoran antara bilik jantung kanan dan kiri.

2. Penyempitan pembuluh darah dari jantung yang menuju ke paru-paru 3. Aorta (pembuluh darah terbesar) yang seharusnya keluar dari bilik kiri, pada pasien TOF keluar dari bilik kanan 4. Pembesaran bilik jantung kanan Penanganannya memang harus berupa tindakan operasi. Silakan berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis anak ahli jantung ataupun langsung dengan dokter bedah jantung di RS Harapan Kita untuk penjelasan lengkap mengenai rencana operasi selanjutnya dan tentunya biaya dsb.