Anda di halaman 1dari 16

Tumbuh Kembang bayi

Ahmed Haykal Hilman 10.2008.160 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jl. Arjuna Utara No.6 Jakarta 11510 Email : airmatrix2003@yahoo.com

PENDAHULUAN

Proses tumbuh kembang merupakan proses yang berkesinambungan mulai dari konsepsi sampai dewasa, yang mengikuti pola tertentu yang khusus pada setiap anak. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian. Pertumbuhan terjadi secara simultan dengan perkembangan.

Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya, misalnya perkembangan system neuromuskuler, kemampuan bicara, emosi dan sosialisasi. Kesemua fungsi tersebut berperan penting dalam kehidupan manusia yang utuh.

ISI
Anamnesis
Anamnesis adalah pengambilan data yang dilakukan oleh seorang dokter dengan cara melakukan serangkaian wawancara dengan pasien atau keluarga pasien atau dalam keadaan tertentu dengan penolong pasien. Berbeda dengan wawancara biasa, anamnesis dilakukan dengan cara yang khas, berdasarkan pengetahuan tentang penyakit dan dasardasar pengetahuan yang ada di balik terjadinya suatu penyakit serta bertolak dari masalah yang dikeluhkan oleh pasien. Dalam kasus ini digunakan teknik alloanamnesis yaitu mendapatkan informasi tentang pasien dari orang lain karena pasien tidak dapat menjelaskan keluhannya. Hal-hal yang perlu ditanyakan dalam anamnesis yaitu : Riwayat kehamilan ibu yaitu kesehatan ibu saat hamil, pernah sakit atau tidak, komplikasi, ANC atau tetanus toxoid. Apakah bayi pertama dan berapa anaknya. Riwayat kelahiran, yaitu : o Tanggal & tempat lahir, o Dibantu oleh siapa, o Cara kelahiran, o Masa kehamilan, bayi cukup bulan dengan usia gestasi 37-42 minggu. o Berat badan lahir, BBL normal 2500-4000 gram, 5 bulan (2x BBL), 12 bulan (3x BBL), 24 bulan (4x BBL). o Panjang badan lahir, panjang badan lahir normal 44-53 cm o Lingkar kepala lahir, lahir (31-36 cm), 1 tahun (47 cm), 2 tahun (50 cm). Riwayat tumbuh kembang, yaitu patokan perkembangan pada bidang motor kasar, motor halus, dan sosial-personal.

Riwayat imunisasi, yaitu imunisasi apa saja yang sudah diberikan kepada bayi dan waktu/tanggal pelaksanaan imunisasinya. Riwayat makanan, yaitu apakah pemberian ASI lancar, apakah menggunakan susu formula, apakah sudah mulai diberikan makanan tambahan. Riwayat penyakit sekarang dan dahulu yang pernah diderita, yaitu penyakit apa saja yang sedang atau pernah diderita oleh bayi. Riwayat keluarga, yaitu apakah keluarga memiliki penyakit keturunan Data perumahan, yaitu apakah daerah rumahnya bersih, apakah rumahnya tipe RSS (Rumah Sangat Sederhana).

Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik anak dibagi menjadi 3 macam yaitu: a. Keadaan Umum Keadaan sakit : berat, sedang atau ringan Kesadaran : kompos mentis (sadar penuh, respon sangat baik), apatik (sadar tapi tak acuh, masih ada respon), somnolen (mengantuk, responsif akan stimulus kuat tapi tidur lagi), sopor (sedikit responsif terhadap stimulus kuat, refleks pupil +), koma (tidak responsif terhadap stimulus, refleks pupil -), delirium (kesadaran menurun, halusinasi). b. Tanda-tanda Vital

Pada pemeriksaan Tanda Vital kita melakukan pengukuran Suhu tubuh

Umumnya suhu tubuh diukur secara rektal. Pengukuran suhu tubuh secara oral hanya dilakukan pada anak yang berumur lebih dari 6 tahun dan telah mengerti maksud pemeriksaan. Suhu normal 36-37 C. Hipertermia (>41 C), hipotermia (<35 C).

Tekanan darah

Sebaiknya diukur jika anak sedang tenang dan tidak menangis. Tekanan darah usia 6-12 bulan, untuk tekanan sistolik 90 mmHg, sedangkan tekanan diastolik 60 mmHg. Pernapasan

Tipe pernapasan yang normal adalah pernapasan abdminal/diafragmatikal dan semakin besar maka akan menjadi torakal. Laju napas 30-60x/ menit (1 bulan-1 tahun). c. Antropometri

Pengukuran antropometrik terdiri atas: Berat badan Berat badan merupakan pilihan utama karena berbagai pertimbangan: Parameter yang baik dan mudah Memberi gambaran status gizi sekarang dan pertumbuhan Merupakan ukuran antropometri yang sudah dipakai secara umum

Cara penimbangan berat badan untuk usia kurang dari 2 tahun adalah: Timbang bayi dengan menggunakan timbangan khusus bayi atau anak Timbanglah bayi atau anak tanpa baju atau dengan popoknya saja. Berat badan dicatat dengan ketelitian 0,1 kg dan penimbangan dilakukan sebanyak 2 kali. Panjang badan Mengukur tinggi badan dilakukan pada anak yang berusia lebih dari 2 tahun atau anak tersebut dapat berdiri dengan sempurna. Pengukuran panjang badan dilakukan pada bayi atau anak di bawah umur 2 tahun. Lingkar kepala Lingkar kepala harus diperiksa selama 2 tahun pertama kehidupan anak. Yang diukur adalah lingkaran kepala terbesar. Caranya dengan meletakan pita yang melingkari kepala melalui

glabela pada dahi, bagian atas alis mata, dan bagian belakang kepala bayi yang paling menonjol yang disebut protuberantia ocipitalis. Lingkar lengan Laju tumbuh lambat dari 11 cm pada saat lahir menjadi 16 cm pada umur 1 tahun. Selanjutnya tidak banyak berubah selama 1-3 tahun. d. Pemeriksaan Denver

Uji skrining yang paling sering digunakan adalah development denver screening test (DDST). DDST memberikan penilaian empat domain perkembangan pribadi-sosial, penyesuaian motorik halus, bahasa dan motorik kasar sejak lahir sampai umur 6 tahun. DDST mengemukakan empat parameter perkembangan yang dipakai dalam menilai perkembangan anak balita yaitu: Personal social Aspek ini berhubungan dengan kemandirian, bersosialisasi, dan

berinterraksi dengan lingkungannya. Fine motor adaptive Aspek ini berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan otot-otot kecil saja tetapi memerlukan koordinasi yang cermat. Misalnya kemampuan untuk menggambar, memegang suatu benda, dan lain-lain. Language Kemampuan untuk memberikan respon pada suara, mengikuti perintah, dan berbicara spontan Gross motor

Aspek ini berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh.

Tabel 2.1.1. DDST II


Personal sosial 0 bulan 1 bulan Menatap muka Membalas senyum (80%) Memandang muka (90%) 2 bulan Tersenyum spontan (85%) Membalas senyum (80%) Memandang muka (90%) Memandang tangan sendiri (75%) Tersenyum spontan (>90%) Mengikuti dan melewati garis tengah (75%) Mengikuti sampai garis tengah (85%) Fine motor adaptive Language Suara vokal Bereaksi pada suara Suara vokal (>90%) Bereaksi pada bel (>90%) Bersuara "Ooo atau Aaa" (80%) Kepala terangkat 450 (80%) Grass motor Mengangkat kepala Gerakan merata Mengangkat kepala (>90%)

3 bulan

Kedua tangan bersentuhan atau bersatu (80%) Mengikuti melewati garis tengah (>90%)

Memekik (80%) Tertawa (90%) Bersuara "Ooo atau Aaa" (>90%) Memekik (85%)

Duduk: kepala mantap (75%) Kepala terangkat 90o (80%)

4 bulan

Memangang tangan sendiri (90%)

Mengikuti 1800 (80%)

Kedua tangan bersentuhan atau bersatu (90%) Menggenggam sedikitsedikit (>90%) Meraih benda (<75%)

Tertawa (90%)

Dada terangkat lengan menumpu (75%) Menumpu berat badan kaki (80%)

5 bulan

Mencoba mengambil mainan (<75%) Memandang tangan sendiri (>90%) Makan sendiri (75%) Mencoba mengambil mainan (>90%)

Menoleh ke bunyi menderik (80%) Berbalik (85%)

Memandang manik-manik (85%) Mengikuti 180o (>90%) Mencari benang wol (<75%) Meraih benda (>95%) Menirukan bunyi/bicara (75%) Suku kata tunggal (>75%) Menoleh ke bunyi suara (80%)

6 bulan

Duduk tanpa ditumpu (<75%) Ditarik untuk duduk : Kepala tidak tertinggal (>85%) Berbalik (>90%) Duduk tanpa ditumpu (>90%)

7 bulan

Tangan melambai dag dag (<75%)

Mengambil 2 kubus (<75%)

Da da mama non spesifik (<75%)

Makan sendiri (>90%)

Memindahkan kubus (75%) Mengambil manik-manik dengan gerakan menggaruk (80%) Mencari benang wol (85%)

Menirukan bunyi/bicara (80%) Suku kata tunggal (80%) Menoleh ke bunyi suara (>90%) Mengoce (<75%) Da da mama non spesifik (80%) Menirukan bunyi/bicara (85% Suku kata tunggal (>90%) Mengoce (80%) Da da mama non spesifik (85%) Menirukan bunyi/bicara (90%) Da da mama spesifik (<75%) Mengoce (80%)

8 bulan

Tangan melambai dag dag (<75%) Tepuk tangan / pok ame ame / ciluk ba (<75%)

Mengambil 2 kubus (80%) Memindahkan kubus (>90%)

Berdiri, berpegangan (80%)

9 bulan

Tangan melambai dag dag (<75%) Tepuk tangan / pok ame ame / ciluk ba (<75%)

Membenturkan 2 kubus (<75%) Menggenggam pinset (<75%) Mengambil 2 kubus (85%)

Duduk sendiri (<75%) Bangkit untuk berdiri (<75%) Bangkit untuk berdiri (<75%) Berdiri 2 detik (<75%) Duduk sendiri (85%)

10 bulan

Bermain bola dengan pemeriksa (<75%) Dag dag dengan tangan (80%) Menyatakan keinginan (<75%) Tepuk tangan / pok ame ame / ciluk ba (<75%)

Membenturkan 2 kubus (<75%) Menggenggam pinset (85%)

Mengambil 2 kubus (>90%)

11 bulan

Bermain bola dengan pemeriksa (<75%) Dag dag dengan tangan (80%) Menyatakan keinginan (75%) Tepuk tangan / pok ame ame / ciluk ba (85%)

Membenturkan 2 kubus (85%) Menggenggam pinset (>90%)

Mengkombinasi suku kata-suku kata (85%) Menirukan bunyi/bicara (>90%) Da da mama non spesifik (>90%) Da da mama spesifik (<75%) Mengoce (85%) Mengkombinasi suku kata-suku kata (>90%)

Bangkit untuk berdiri (90%) Berdiri, berpegangan (>90%)

Berdiri 2 detik (75%)

Duduk sendiri (>90%) Bangkit untuk berdiri (>90%)

2 tahun

Mengenakan baju (<75%)

Menara 6 kubus (75%)

Menunjuk 4 gambar (<75%)

Melempar bola tangan ke atas (<75%)

Menyuapi boneka (90%) Membuka pakaian (90%)

Menara 4 kubus (>90%)

Berbicara sebagian dimengerti (<75%) Bagian badan 6 (80%) Menyebut 1 gambar (75%) Mengkombinasi kata (85%) Menunjuk 2 gambar (>90%)

Menendang bola ke depan (>90%)

3 tahun

Mengenakan T shirt (75%) Menyebut nama teman (85%) Mencuci dan mengeringkan tangan (85%) Berpakaian tanpa bantuan (80%) Mengenakan T shirt (>90%)

Menara 8 kubus (80%) Meniru garis vertikal (85%) Menara 4 kubus (>90%)

Mengetahui dua nama sifat (75%) Mengetahui dua kegiatan (85%) Menyebut 4 gambar (>90%) Mengetahui tiga kata sifat (80%) Mengetahui empat kata depan (80%) Berbicara seluruhnya dimengerti (85%) Mengetahui empat kegiatan (85%) Kegunaan 3 benda (85%) Menghitung 1 kubus (>90%) Lawan kata 2 (25%) Menghitung 5 kubus (25%) Mengetahui 3 kata sifat (85%) Mengartikan 5 kata (85%) Menyebutkan 4 warna (>90%)

Berdiri pada satu kaki 1 detik (80%) Lompatan lebar (75%) Melempar bola tangan ke atas (>90%) Berdiri pada satu kaki 3 detik (80%) Melompat dengan satu kaki (85%) Berdiri di atas satu kaki 2 detik (90%)

4 tahun

Mencontohkan + (<75%) Memilih garis yang lebih panjang (75%) Mencontohkan O (85%)

5 tahun

Mengambil makanan (85%) Menggosok gigi tanpa bantuan (90%) Bermain ular tangga (>90%)

Menggambar orang 6 bagian (>25%) Mencontohkan (<25%) Memilih garis yang lebih panjang (85%) Mencontohkan + (>90%)

Berjalan tumit ke jari kaki (<25%) Berdiri pada satu kaki 5 detik (80%) Berdiri pada satu kaki 4 detik (90%)

Alat yang digunakan dalam test ini adalah: Alat peraga Benang wol merah, kismis atau manik-manik, kubus warna merah, kuning, hijau, biru, permainan anak, botol kecil, bola tenis, bel kecil, kertas, dan pensil. Lembar formulir DDST Buku petunjuk sebagai referensi yang menjelaskan cara-cara melakukan tes dan cara penilaiannya

Prosedur DDST terdiri dari 2 tahap yaitu : Tahap pertama Secara periodik dilakukan pada semua anak yang berusia antara 3 bulan sampai 5 tahun yaitu: 3-6 bulan 9-12 bulan 18-24 bulan 3 tahun 4 tahun 5 tahun Tahap kedua Tahap ini dilakukan pada mereka yang dicurigai adanya hambatan perkembangan pada tahap pertama. Setelah itu dilanjutkan dengan evaluasi diagnostik yang lengkap. Interpretasi test denver adalah : Normal Tidak ada kelambatan dan maksimum dari satu kewaspadaan

Suspect Satu atau lebih kelambatan dan/ atau dua atau lebih banyak kewaspadaan

Untestable Penolakan pada satu atau lebih pokok dengan lengkap ke kiri garis usia atau pada lebih dari satu pokok titik potong berdasarkan garis usia pada area 75% sampai 90%

10

Beberapa macam keterlambatan pada perkembangan anak yaitu :

Delay (keterlambatan) Keterlambatan bermakna di bawah rata-rata dalam suatu sektor

perkembangan (DQ<75 U). Keterlambatan ini dapat terjadi dalam satu atau lebih sektor perkembangan. Delay dibagi menjadi 2 macam yaitu:

Moderate delay Delay yang usia perkembangan 2/3 dari usia kronologisnya. Severe delay Delay yang usia perkembangan dari usia kronologisnya.

Global Delayed Development (GDD) Adanya keterlambatan yang bermakna dalam dua atau lebih sektor-sektor perkembangan.

Dissociation (disosiasi) Perbedaan bermakna dari derajat maturasi perkembangan di antara 2 atau lebih sektor perkembangan

Deviancy (deviansi) Delay yang terjadi dalam satu sektor perkembangan dimana gugus tugas dalam sektor tersebut diselesaikan tidak sesuai dengan urutan yang seharusnya.

Penatalaksanaan
a. Farmakoterapi Vitamin dan mineral

Vitamin terbagi dalam dua bagian besar yaitu vitamin yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam air adalah vitamin B dan C. Vitamin B mencakup B1,B2, dan B12. Vitamin B1 diperlukan tubuh untuk metabolism karbohidrat. Kekurangan vitamin ini akan mengakibatkan tubuh mudah lelah, kurang nafsu makan. Vitamin B2 penting dalam

11

metabolisme tubuh. Kekurangan vitamin B2 akan mengakibatkan tubuh terasa lelah. Kekurangan vitamin B12 dan asam folat dapat menyebabkan anemia. Selanjutnya vitamin C penting bagi tubuh untuk menigkatkan daya tahan tubuh dan meningkatkan absorbsi zat besi dalam usus. AKG untuk vitamin C pada usia 0-6 bulan adalah 40mg/hari dan untuk usia 6-12 bulan 50mg/hari.

Vitamin yang larut dalam lemak adalah vitamin A,D,E, dan K. Vitamin A mempunyai peranan peranan penting dalam penglihatan.Vitamin D penting untuk penyerapan dan metabolisme kalium dan fosfor, pembentukan tulang dan gigi. Vitamin E sebagai antioksidan. AKG untuk vitamin E untuk usia 0-6 bulan 4 mg/hari dan usia 6-12 bulan 5 mg/hari. Sedangkan vtamin K penting untuk proses pembekuan darah. AKG untuk vitamin K untuk usia 0-6 bulan 2,0 mg dan usia 6-12 bulan 2,5 mg dan mineral yang di butuhkan untuk tubuh adalah mineral makro yaitu: Ca AKG untuk usia 0-6 bulan 400mg/hari, Mg AKG untuk usia 0-6 bulan 40mg/hari dan usia 6-12 bulan 5 mg/hari, Na, dan K. Dan mineral mikro yaitu: Fe.

b. Non Farmakoterapi Imunisasi dasar

Imunisasi dasar terdiri atas: a. BCG Dosis 0.05 ml untuk bayi kurang dari 1 tahun dan 0,1 ml untuk anak lebih dari 1 tahun. Vaksinasi BCG diberikan secara intrakutan di daerah lengan kanan atas pada insersio Musculus deltoideus sesuai anjuran WHO. b. Hepatitis B Vaksin Hepatitis B harus segera diberikan setelah lahir, mengingat vaksinasi Hepatitis B merupakan upaya pencegahan yang sangat efektif untuk memutuskan rantai penularan melalui transmisi maternal dari ibu ke anaknya. c. DPT DPT adalah produk polivalen yang mengandung toksoid Korinebakteri difteri, Bordetela pertusis, dan Clostridium tetani yang dimatikan. Dosis DTwP atau DTaP adalah 0,5 ml, diberikan secara intramuskular. 12

d.

Polio

Terdapat 2 kemasan vaksin polio yang berisi virus polio-1, 2, dan 3 yaitu: Oral Polio Vaccine (OPV) OPV merupakan vaksin yang berasal dari virus polio yang dilemahkan. OPV diberikan dengan cara ditetes atau peroral. Sabin Inactivated Polio Vaccine (S-IPV) Efek samping dari S-IPV yang dilaporkan hanya berupa reaksi lokal. Oleh karena itu, banyak yang menganjurkan untuk memberikan vaksinasi IPVOPV secara berurutan. Dosis imunisasi polio yaitu : e. OPV diberikan 2 tetes peroral IPV dalam kemasan 0,5 ml, intramuskular.

Campak Vaksin campak rutin diberikan dalam satu dosis 0,5 ml secara sub-kutan dalam pada umur 9 bulan. Imunisasi campak dosis kedua diberikan pada program school based catch-up campaign yaitu secara rutin pada anak sekolah SD kelas 1 dalam program BIAS.

Jadwal Pemberian Imunisasi

13

Edukasi Edukatif terhadap orang tua bayi yang bersangkutan. Informasi tersebut dapat berupa info gizi, peran imunisasi, dan pentingnya kasih sayang orang tua terhadap tumbuh kembang bayi.

14

PENUTUP

Pertumbuhan dan perkembangan dialami oleh setiap orang dalam suatu siklus kehidupan. Pertumbuhan dan perkembangan itu dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu faktor genetik, nutrisi, dan stimulasi. Faktor-faktor tersebut juga tidak terlepas dari faktor sosial ekonomi keluarga bayi itu berasal. Status gizi yang rendah dapat menghambat perkembangan otak bayi yang tidak terlepas dari masalah kontak sosial, motor halusadaptif, kemampuan bahasa, dan motor kasar. Oleh karena itu, perlu adanya pemberian informasi yang bersifat edukatif terhadap orang tua dari bayi yang bersangkutan.

15

DAFTAR PUSTAKA

1. Stephen SA. Ilmu kesehatan anak Nelson. Dalam: Samik W, penyunting. Pertumbuhan dan perkembangan. Edisi ke-15. Jakarta: EGC; 2000. 2. Rudolph AM, Hoffman JI, Rudolph CD. Pediatri vol I. Edisi ke-20. Jakarta: EGC; 2006. 3. Hassan R, Alatas H, editor. Ilmu kesehatan anak. Edisi ke-4. Jakarta: Infomedika; 2007. h. 1051-165. 4. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Tumbuh kembang anak. Edisi I. Moersintowarti Narendra, editor. Jakarta: Sagung seto; 2002.hl 3-37. 5. Abdoerrachman MH, Affandi M.B, Alatas H, etc. Ilmu kesehatan anak 3. Jakarta: FK Universitas Indonesia; 2009. h.1149 6. Nugroho HS. Petunjuk praktis denver developmental test. Jakarta: EGC; 2009. 7. Arif M. Kapita selekta kedokteran. Ed. 3. Jakarta: Media Aesculapius; 2000. 8. Matondang CS, Wahidayat I, Sastroasmoro S. Diagnosis fisis pada anak. Edisi 2. Jakarta: CV Sagung Seto; 2003.

16