Anda di halaman 1dari 46

Chapter 7 Regional Ground-Water Flow

Muhamad Fauzan Septiana 122.12.016

1. Introduction 2. Steady Regional Ground Water Flow in Unconfined Aquifers 3. Transient Flow in Regional Ground-Water Systems 4. Noncyclical Ground Water 5. Springs 6. Geology of Regional Flow Systems 7. Interactions of Ground Water and Lakes or Wetlands and Streams

1. Introduction (Pengenalan)
Cekungan air tanah didefinisikan sebagai volume air yang berada di bawah permukaan dimana water table berada di lokasi yang mempunyai debit air tanah. Dalam bab ini , pembaca harus membayangkan dimensi ketiga secara tersirat . Kita akan mulai dengan memeriksa aliran isotropik , media homogen dan kemudian mencakup dampak nonhomogen dan anisotropi . Pada bab ini juga kita akan menggunakan persamaan Laplace tentang berbagai pola aliran regional.

2. Steady Regional Ground Water Flow in Unconfined Aquifers

2.1 recharge and discharge areas


Di daerah recharge, sering ada zona unsaturrated agak mendalam antara permukaan air dan permukaan tanah. Sebaliknya, water table ditemukan baik di dekat atau di permukaan tanah di daerah discharge. Garis aliran pada jaring aliran cenderung menyimpang air dari daerah resapan dan berkumpul menuju daerah pembuangan. Konvergensi ini tidak akan terjadi jika zona discharge besar, seperti garis pantai.

2.2 GROUND WATER FLOW PATTERNS IN HOMOGENEOUS AQUIFER

Model deskripsi dari arus aliran air tanah dalam akuifer tak terkekang pertama kali di publikasikan oleh M. K. Hubbert dalam buku berjudul The Theory of Ground-Water Motion (Hubbert 1940). Hubbert menjelaskan bahwa angka dari sebuah persilangan antara akuifer homogen dengan skema air naik dalam bukit berada diantara dua lembah. Garis equipotential menunjukan garis yang hancur (lembek), sedangkan garis arus menunjukan yang padat.

Gambar 7.1 memperlihatkan recharge area dan discharge area

Rumus Laplace

Gambar 7.2 menunjukkan beberapa piezometer dengan garis equipotensial dan head yang berbeda

Gambar 7.3 adalah gambaran grafik untuk kasus dimana disana ada lereng linear ke water table

Gambar 7.4 menunjukkan sebuah aliran dari pengeringan cekungan air tanah dengan rangkain dari sistem aliran lokal.

saat di cekungan lain dengan sebuah kedalaman serupa/rasio panjang tapi dengan terungkap lebih relief water table, hanya sistem lokal yang menjadi dalam. Ini diilustrasikan pada Gambar 7.5A, di Gambar 7.5B, dimana relief bergelombang lebih dari water table memiliki hasil di formasi yang ekslusif dari sistem aliran lokal.

Gambar 7.6 mengilustrasikan lapangan potensial dan garis edar aliran di sebuah titik stagnasi. Titik stagnasi bisa ada di material-material yang seutuhnya isotropik dan homogen

2.3 Effect of Buried Lenses (pengaruh dari lensa yang tersembunyi)

Toth (1962) juga menunjukkan kenapa piezometer kadang-kadang hasil di level air rupanya ganjil dengan untuk diharapkan bagian aliran pola. Kumpulan piezometer pada kedalaman yang bermacam-macam mungkin menunjukan nilai elevasi air menuju water table untuk sebuah tempat yang dangkal, sebuah elevasi air yang rendah untuk sebuah piezometer dari kedalaman menengah, dan kemudian nilai elevasi air menuju elevasi water table untuk bagian yang dalam.

2.4 Nonhomogenous and Anisotropic Aquifers ( Akuifer nonhomogen dan Anisotropik)


Solusi analaitik untuk persamaan Laplace terbatas di homogen, akuifer isotropik dengan penjelasan boundary dan kondisi pembatas. Kebanyakan akuifer alami adalah anisotropik dan homogen. Model Toth dengan lereng linear ke water table, bagian discharge tercerai setengah ke cekungan air tanah.

Pada Gambar 7.8 A menunjukkan distribusi potensial dan garis aliran untuk cekungan air tanah dengan konsentrasi discharge untuk anisotropik dan akuifer homogen Pada Gambar 7.8 B menunjukkan distribusi potensial di akuifer yang mana konduktivitas horizontal 10 kali lebih besar vertikal. Di akuifer anisotropik, garis aliran tidak menyilang

Gambar 7.9 A menunjukkan distribusi potensial di sebuah akuifer yang dilapisi ketika unit yang dibawah memiliki konduktivitas 10 kali dari bagian atas. Gambar 7.9 B mengilustrasikan jika dilapisi lapisan konduktifitas tinggi sebuah unit dari konduktivitas bawah yang substansi, lapangan potensial similai ke akuifer isotropik.

Gambar 7.10 A menunjukkan akuifer confined mungkin cenderung miring atau datar. Jika hasil akuifer keluar dekat dengan topografi tinggi, subtansi recharge mengambil tempat di area singkapan. Gambar 7.10 B akuifer confined di Gambar ini tidak memiliki area singkapan. Akuifer diisi oleh aliran yang menurun melalui batasan lapisan.

3. Transient Flow in Regional Groun-Water Systems (Aliran Transien di Regional Air Tanah)
Sistem ini sudah berada di keadaan kesetimbangan yang dinamis. Jika sebuah lapangan yang tidak stabil di cekungan air tanah, dengan penarikan dari kenaikan air discharge dari sistem, menganggu kesetimbangan. Di dalam sebuah kasus dari akuifer unconfined, water table di sekitar lapangan akan menuju kebawah. Perbedaan anatara discharge dan recharge adalah dari drainase gravitasi di penyimpanan air tanah di akuifer. Kerucut dari bagian yang dangkal disekitar lapangan akan dengan lambat memperluas sampai cukup untuk mempengaruhi sistem aliran untuk membuat kesetimbangan yang baru. Ini akan terjadi ketika area kerucut dari bagian yang dangkal sudah cukup besar untuk cukup menangkap akuifer recharge yang menyuplai discharge. Ini akan mengurangi discharge secara natural dimanapun, dan sebuah kondisi baru dari kesetimbangan dinamis akan terjangkau.

Jika akuifer yang bocor, kita akan mempompa untuk mengurangi head didekat sumur-sumur. Sebagai hasil, permukaan potensiometri akan turun. Di akuifer confined, kerucut yang dangkal akan bertumbuh sampai menjangkau bagian recharge akuifer, atau bagian discharge, atau keduanya. Hasilnya akan berubah di lapangan potensial akan menstimulasi kenaikan recharge, atau penurunan discharge secara alami, atau keduanya. Jika ini cukup untuk menyeimbangkan antara discharge dan recharge, akuifer akan menjadi setimbang dinamis lagi. Jika tidak, level air akan terus turun.

4. Noncyclical Ground Water (Air Tanah yang berhubungan dengan masa putaran)
Air tanah tidak meliputi siklus hidrologi saja. Kemudian peristiwa geologi mungkin membakar sedimen atau batu lalu dimasuki oleh pori-pori air. Air terbakar dengan batuan disebut fossil water air fossil (White 1957a). Ketertarikan air bahwa tidak terbakar dengan batuan tetapi telah terjadi kontak dengan atsmosfer untuk suatu bagian dari periode geologi yang cukup besar yang di namakan connate water/air seasal (White 1957a). Magmatic magma berasosiasi dengan magma. Itu mungkin bagian dari juvenile water, yang sebelumnya tidak pernah bersikulasi di siklus hidrologi(White 1957b); bagaimanapun, kebanyakan magmatic water berasal dari daur ulang seasal dari fossil water. Magmatic water bisa masuk kembali ke siklus hidrologi ketika erupsi vulkanik dari mata air yang panas.

5 Springs (Mata Air)


Mata air memiliki lubang di pola penyelesaian di berbagai tanah, yang mana mereka menyuplai air di daerah itu. Mata air mungkin memiliki sebuah debit yang konstan atau mungkin tidak memiliki debit yang tetap. Topografi yang rendah memiliki mekanisme untuk pembentukan mata air.

Depression spring terbentuk ketika water table menuju permukaan (Bryan 1919). Perubahan di topografi membentuk gelombang yang mirip dalam konfigurasi water table. Sistem aliran lokal lalu terbentuk, dengan formasi mata air di dalam zona discharge (Gambar 7.11 A) Gambar 7.11 B menunjukkan kontak litologi hampir bertanda oleh garis dari mata air, yang mana pusatnya berada di water table atau dalam bertengger di water table. Gambar 7.11 C menunjukkan mata air yang terhalangi oleh sesar yang menyebabkan debit air di setiap area berbeda Gambar 7. 11 D menunjukkan bahwa mata air berada di lobang besar di tanah yang berhubungan dengan lubanglubang yang ada di permukaan. Gambar 7.11 E dan Gambar 7.11 F menunjukkan mata air yang dibawah ada berbagai lipatan. Air bergerak menuju batuan terutama ke retakan dan mata air bisa berasal dari rekahan di permukaan pada elevasi yang rendah.

6. Geology of Regional Flow Systems (

7. Interactions of Ground Water and Lakes or Wetlands and Streams (Interaksi dari Air Tanah dan Danau atau Tanah Subur dan Sungai )
Satu hal yang penting dari hidrologi tentang danau atau tanah subur adalah interaksinya dengan air tanah. Interaksi ini memainkan perputaran penting di neraca air untuk danau dan tanah subur (Winter 1977; Siegel 1988a, 1988b). Danau mungkin diklasifikasikan secara hidrogeology pada basis dominasi dari neraca hidrologi tahunan oleh air permukaan atau air tanah. Dominasi air permukaan di danau bertipikal sungai yang memiliki inflow dan outflow, sedangkan rembesan air danau mendominasi semuanya (Born, Smith&Stephenson, 1979).

Gambar 7.31 menunjukkan beberapa kememungkinkan keterhubungan antara air tanah, air permukaan, dan danau atau tanahsubur. Semua danau atau tanah subur menerima presipitasi langsung dan kehilangan air dikarenakan evaporasi.

Gambar 7.32 A menunjukkan air rembesan danau. Disini ada dominasi dari air tanah, yang diberi oleh air tanah inflow di satu sisi dan dialirkan oleh air tanah outflow disisi yang lain. Danau di gambar 7.32 B menunjukkan hanya air tanah yang mendominasi, diberi oleh air tanah dan dan dialirkan oleh aliran sungai. Danau di gambar 7.32 C menunjukkan diberi oleh aliran sungan dan inflow air tanah atau keduanya. Danau di gambar 7.32 D di dominasi oleh air permukaan, diberi oleh sungai dan hanya dialiri oleh sungai. Air tanah inflow dan outflow sangat minimal. Danau di gambar 7.32 E merefresentasikan pembentukan sebuah kolam air dibelakang bendungan. Stasiun danau yang ditujukkan di gambar 7.32 F. Itu dialiri oleh sungai dan inflow air tanah disemua sisi. Air diberhentikan hanya oleh evaporasi, yang mana didominasi keseimbangan air.

Gambar 7.33 menunjukkan water table dan dua danau. Area ditengah danau adalah area recharge, dengan elevasi tertinggi danau menerima air dari sistem aliran lokal; danau terendah diberi oleh lokal dan sistem aliran regional. Di mata air yang muda, water table itu tinggi, dan kebanyakan danau seperti itu di gambar 7.33 A. Bagaimanapun, sebagai water table menebang selama musim kering, air tanah dibagi beberapa danau. Danau itu menjadi danau aliran, dengan air tanah mengalir di satu sisi dan di luar sisi lain. Danau tertinggi di gambar 7.33 B mengilustrasikan kondisi ini. Kondisi aliran tertutup untuk tiap danau yang berkomplikasi oleh semacam pohon di sekitar danau. Pohon itu phreatophytes tumbuhan yang menggunakan air dalam jumlah yang banyak. Selama musim bertumbuh, water table mungkin layu ke level di bawah danau di pinggir phreatophytes (Gambar 7.33 C)

Gambar 7.34 menunjukkan garis silang dari rembesan danau, denga water table yang lebih tinggi dibanding permukaan danau. Distribusi potensial didasarkan pada 2 dimensi keadaan model numerikal yang tetap (Winter 1976). Disana ada zona stagnasi danau, diindikasikan ada yang lokal dan ada aliran air tanah regional.

Gambar 7.36 menunjukkan pola aliran yang rumit sekali dapat membentuk sistem kelipatan danau. Dengan beberapa danau memiliki inflow sampai ke bawah dan beberapa outseepage.

Gambar 7.37 tentang sistem satu danau dalam gambar ini ditujukkan di pandangan atas dan garis silang.

Anda mungkin juga menyukai