Anda di halaman 1dari 7

A.

PENGERTIAN PEMANASAN GLOBAL Global warming atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan nama pemanasan global merupakan proses naiknya suhu rata-rata atmosfer, laut serta daratan bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan bumi telah meningkat 0.74 0.18C (1.33 0.32F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca.Meningkatnya suhu tersebut menyebabkan bumi yang kita diami ini terasa lebih panas dan saat siang hari kita merasakan pana yang berlebihan. Kenaikan suhu bumi ini dimungkinkan diakibatkan oleh meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca akibat dari ulah dan aktivitas manusia itu sendiri. Dengan adanya global warming banyak sekali kerusakan yang dapat ditimbulkan, bukan hanya satu namun bisa mencapai seluruh struktur yang berada di bumi itu sendiri. Global warming bukanlah persoalan bagi pemerintah melainkan persoalan bagi seluruh umat penduduk bumi, bayangkan jika seandainya kutub utara dan selatan mencair apakah kita hanya akan menggantungkan nasib kita ke pemerintah saja? Global warming menjadi tanggung jawab kita masing-masing, semua masyarakat harus berperan aktif untuk mencegah atau melambatnya proses global warming. Menaiknya suhu secara global (global warming) juga diperkirakan akan menimbulkan perubahan yang lain seperti halnya menyebabkan cuaca yang ekstrem dan menaikkan tinggi permukaan air laut. Selain itu perngaruh yang lain juga bisa di lihat dengan punahnya berbagai macam hewan, berpengaruhnya terhadap hasil pertanian dn hilangnya gletser. Ada banyak tindakan yang dilakukan oleh manusia tanpa menyadari bawhwa yang dilakukan tersebut ebenarnya membahayakan bumi, kebanyakan dari manusia hanya memikirkan keuntungan yang sesaat namun tidak memikirkan kerugian yang dapat ditimbulkan dalam jangka waktu yang panjang. Global warming itu berbahaya? Ya tentu saja global warming itu sangatlah berbahaya. Dengan meningkatnya suhu rata-rata bumi akan bisa menyebabkan perubahan suhu yang sangat ekstrem masih ditambah lagi dengan kemungkinan es di kutub utara dan selatan akan mencair. Jika seandainya es kutub utara dan selatan mencair bisa di tebak negara manakah yang akan pertama kali tenggelam? Indonesia negara kepulauan seperti ini sangat rentan untuk mudah tenggelam. Terlebih Indonesia memiliki banyak sekali pulau-pulau kecil yang sangat mungkin untuk tenggelam. Tidak hanya itu perubahan cuaca yang ekstrem kadang juga menimbulkan berbagai macam penyakit baru yang sebelumnya belum pernah ada di muka bumi. Pada saat ini bumi menghadapi pemanasan yang cepat. Menurut para ahli meteorologi, selama seratus tahun terakhir, rata-rata temperatur ini telah meningkat

dari 15oC menjadi 15.6oC. Hasil pengukuran yang lebih akurat oleh stasiun meteorologi dan juga data pengukuran satelit sejak tahun 1957, menunjukkan bahwa sepuluh tahun terhangat terjadi setelah tahun 1980, tiga tahun terpanas terjadi setelah tahun 1990. Secara kuantitatif nilai perubahan temperatur rata-rata bumi ini kecil tetapi dampaknya sangat luar biasa terhadap lingkungan. Penyebab utama pemanasan global adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya seperti Metana, Chlor, Belerang dan lain sebagainya. Pelepasan gas-gas tersebut telah menyebabkan munculnya fenomena yang disebut dengan Efek Rumah Kaca (green house effect). Efek rumah kaca terjadi karena gas-gas yang dilepaskan dari hasil pembakaran bahan bakar fosil bersifat seperti rumah kaca. Rumah kaca bersifat meloloskan radiasi gelombang pendek dari radiasi matahari, tetapi akan menahan pantulan radiasi matahari tersebut yang setelah mencapai permukaan bumi, berubah menjadi radiasi gelombang panjang. Selama matahari bersinar, akan terjadi akumulasi radiasi sehingga temperatur di dalam rumah kaca akan semakin panas. Secara umum, negara negara industri seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Rusia, Jepang dan Kanada merupakan negara-negara penghasil gas rumah kaca terbesar, sehingga disinyalir sebagai negara-negara yang paling bertanggung jawab terhadap pemanasan Global. Untuk menetralisir citra negatif yang melekat pada negara-negara industri tersebut, mereka terkadang menuduh negara-negara berkembang seperti Indonesia dan Brasil yang memiliki hutan yang luas, ikut bertanggung jawab pula terhadap pemanasan global karena praktek penebangan hutan. Padahal kebutuhan kayu di negara-negara industri tersebut sebagian besar dipenuhi dari penebangan hutanhutan di negara berkembang. Dampak pemanasan global yang terjadi di setiap negara berbeda karena faktanya iklim di setiap negara berbeda yaitu terdiri dari tropik dan subtropik. Di negara subtropik yang memiliki 4 musim, dampak pemanasan global terutama terjadi pada perubahan suhu yang makin ekstrim saat musim panas (suhu lebih panas) dan saat musim dingin (suhu lebih dingin). Sedangkan dampak yang terjadi di daerah tropik terutama berpengaruh terhadap pergeseran musim (awal dan akhir musim hujan atau kemarau) serta meningkatnya kasus wabah penyakit. Selain itu dampak yang dirasakan oleh negara kepulauan adalah ancaman berkurangnya panjang garis pantai akibat meningkatnya tinggi muka laut karena mencairnya lapisan es di kutub. Dampak yang terjadi akibat pemanasan global sangat beragam yaitu dampak terhadap cuaca, tinggi muka air laut, pertanian, hewan dan tumbuhan serta kesehatan manusia.

Akibat pemanasan global temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung meningkat. Curah hujan meningkat, air akan lebih cepat menguap dari tanah, akibatnya beberapa daerah akan menjadi lebih kering dari sebelumnya. Topan badai lebih sering terjadi. Pemanasan global akan mencairkan banyak es di kutub. Akibatnya tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10-25 cm selama abad 20. Diprediksi pada abad 21, akan terjadi peningkatan tinggi muka air antara 9 88 cm. Padahal menurut perhitungan para ahli IPPC (lembaga internasional yang menangani perubahan iklim), kenaikan 100 cm muka air laut akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17.5 persen daerah Bangladesh. Dan ribuan pulau kecil di Indonesia akan tenggelam. Wabah penyakit yang biasanya ditemukan di daerah tropik, seperti malaria dan DBD diperikirakan akan meningkat sebesar 60 %. Fakta yang tercatat menunjukkan bahwa akibat gelombang panas yang terjadi pada bulan Juni 2003 telah menewaskan 25.000 penduduk Eropa. Sedangkan menurut laporan BBC, musim dingin yang ekstrim yang terjadi pada bulan Desember 2003 telah menyebabkan kematian 2500 penduduk Inggris. Bahkan menurut laporan WHO pada bulan Desember 2003, pemanasan global telah membunuh 150 ribu orang tiap tahun. Menurut perkiraan WHO, dalam 30 tahun mendatang, angka kematian yang disebabkan oleh pemanasan global akan mencapai angka 300 ribu per tahun

B.PENYEBAB PEMANASAN GLOBAL . 1.Efek Rumah kaca Sumber energi utama dibumi adalah matahari.Dimana wujud energi matahari tersebut dapat berupa gelombang pendek dan cahaya tampak .Waktu energi tersebut mengenai bumi , terjadi perubahan energi dari energi cahaya menjadi energi panas yang dimanfaatkan untuk menghangatkan bumi.Sebagian panas tersebut di pantulkan kembali ke atmosfer. Gas karbon dioksida ( CO2) memiliki peranan penting dalam proses tersebut .Panas yang dihasilkan oleh proses perubahan energi tersebut , terperangkap di atmosfer bumi , karena terdapat lapisan CO2 . Sehingga menyebabkan proses penjagaan suhu bumi menjadi tetap stabil. Sebenarnaya efek rumah kaca ini mempunyai peranan penting bagi kelangsungan mahluk hidup. Dengan temperatur rata rata Dengan temperatur rata-rata sebesar 15 C (59 F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 C (59 F) dengan efek rumah kaca (tanpanya suhubumi hanya -18 C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan Bumi). Namun jikakadar CO2 terus naik , akibatnya pemanasan global

2 Pelepasan Gas Metan / CH4 Hasil penelitian yang dilakukan baru baru ini di daerah Siberia , Arktik menunjukan berjuta juta ton gas rumah kaca metan dilepaskan . Daratan beku itu mulai mencair dan karbon yang terkurung di dalamnya mulai bocor keluar dalam bentuk karbon dioksida dan metana, gas rumah kaca yang mudah terbakar dan 72 kali lebih kuat daripada CO2.Adapun konsentrasi gas metan di beberapa tempat mencapai hingga 100 kali diatas normal.Pelepasan gas metan setelahnya mencapai 0.5 megaton per tahun. Kemungkinan kenaikan gas metan di planet di pengaruhi oleh oleh dua factor yakni pelepasan gas metan dari dasar laut dan terlepasnya gas metan dari tanah beku yang mencair .

3 Variasi Matahari Variasi matahri adalah pengaruh penyinaran matahari pada suatu tempat berbeda dengan tempat yang lain.Ada beberapa penelitian menunjukkan bahwa kontribusi matahri dalam pemanasan global mungkin telah diabaikan.Dua ilmuwan dari Duke University mengemukakan bahwa matahari telah berkontribusi sekitar 45-50% terhadap rata rata suhu bumi dalam rentang periode tahun 1900 2000 , dan 25 35% rentang tahun 1980 2000.

4 Penebangan Hutan Dengan adanya pembabatan hutan di dunia yang tiap tahun mencapai 30 juta hektar , jelas turut meperparah keadaan .Hutan yang selama ini menjadi pelindung bagi berbagai jenis satwa dari ancaman pemanasan global seharusnya dapat membantu

C. DAMPAK PEMANASAN GLOBAL 1. Iklim Mulai Tidak Stabil Para ilmuwan memperkirakan bahwa selama pemanasan global , daerah utara dari belahan bumi , akan memansa lebih cepat dari adari daerah daerah lain di bumi . Akibatnya , gunung gunung es akan mencair dan dan daratan akan mengecil., yakni disebabkan oleh karena permukaan air laut .Dari es yang terapung di perairan utara tersebut akan semakin sedikit, serta akn lebih cepat mencair. Pada daerah yang lebih hangat , udara akan menjadi lebih lembab , karena penguapan air laut lebih banyak . Tapi , para ilmuwan belum yakin , apakah penguapan tersebut dapat meningkatkan atau menurunkan pemanasan lebih lanjut. Hal ini di sebabkan karena uap air mmpunyai efek mengisolasi panas pada

atmosfer , yang akan menambah panas bumi . Tetapi , uap air yang lebih banyak juga akan membentuk awan yang lebih banyak sehingga akan memantulkan cahaya matahri kembali ke angkasa luar.

2. Peningkatan Permukaan Air Laut Ketika atmosfir menghangat , lapisan permukaan lautan juga akan menghangat , sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pemanasan juga kan mencairkan banyak es di kutub , terutama di sekitar Greenland , yang lebih memperbanyak volume air di laut. Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 25 cm ( 4 10 inchi ) . selama abad ke 20, dan para ilmuwan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9 88 cm ( 4 35 inchi ) .pada abad ke 21. Perubahan tinggi muka laut akan mempengaruhi kehidupan di daerah pantai .Kenaikan 100 cm ( 40 inchi ) akan menenggelamkan 6% daerah Belanda , 17.5% daerah dan banyak pulau pulau. Erosi dari tebing , pantai , dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai , banjir akibat air pasang akan meningkat di daratan . Negara negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi daerah pantainya , sedangkan negara negara miskin mungkin hanya dapat melakukan evakuasi dari daerah pantai.

3. Suhu Global Cenderung Meningkat Kenaikan suhu yang semakin meningkat menyebabkan kumpulan salju akan mencair. Akibatnya, musim tanam tiap daerah cenderung lebih lama atau bahkan semakin lebih semakin gersang. Di sisi lain , tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan serangga dan penyakit yang lebih hebat.

4. Gangguan Lingkungan Pembangunan yang dilakukan manusia menyebabkan hewan hewan spesies tertentu menjadi sulit untuk bermigrasi . Jika terjadi pemanasan global , habita asal spesies tertentu menjadi lebih hangat. Jika hal ini terjadi, maka spesies yang tidak tahan dengan perubahan suhu ini bias mengalami kepunahan. Beberapa tipe spesies yang tidakmampu berpindah secara cepat menuju kutub mungkin juga akan musnah.

5. Dampak Sosial Politik a. Perubahan Cuaca dan Lautan Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit penyakit yang berhubungan dengan panas dan kematian yang di akibatkan oleh temperature yang panas, sehingga menyebabkan gagal panen yang berakibat munculnya kelapran dan malnutrisi . Perubahan cuaca yang ekstrim dan peningkatan permukaan air laut akibat mencairnya es kutub utara dapat menyebabkan penyakit penyakit yang berhubungan dengan bencana alam ( banjir , badai , dan kebakaran ) dan kematian akibat trauma .Timbulnya bencana alam biasanya di sertai dengan perpindahan penduduk ke tempat tempat pengungsian yang seringkali menimbulkan masalah baru seperti penyakit diare , ispa , dan kekurangan gizi.

b. Pergeseran Ekosistem Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air maupun penyebaran melalui vektor ( mahluk perantara penyebar penyakit ) seperti meningkatnya kejadian demam berdarah karena munculnya ruang baru ( ekosistem baru )untuk nyamuk ini berkembang biak. Dengan adanya perubahan iklim ini maka ada beberapa spesies vektor penyakit yang sama dengan Aedes Agipty . Virus , bakteri ,plasmodium menjadi lebih kebal terhadap obat tertentu yang seharusnya dapat membasmi organisme tersebut . Selain itu , bias di prediksikan bahwa ada beberapa spesies yang secara alamiah akan terseleksi ataupun punah di karenakan perubahan ekosistem yang ekstrim ini . Hal ini juga secara tidak langsung berdampak pada peningkatan kasus tertentu , seperti ISPA ( Infeksi Saluran Pernapasan Akut ) demam berdarah denagn musim hujan yang tidak menentu , kemarau panjang yang berakibat kebakaran hutan .

c. Perubahan Kualitas Lingkungan . Perubahan kualitas lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada penyebaran penyakit melalui air dan penyebaran penyakit melalui vektor .Hal tersebut di perparah dengan keadaan tingkat pencemaran udara akibat hasil emisi gas gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi pada penyebaran penyakit menular.

d. Gelombang Panas Gelombang panas yang ekstrim diperkirakan bias terjadi karena pemanasan global. Dari suatu model komputer , dapat diprediksi akan adanya peningkatan gelombang panas hebat di berbagai belahan dunia seiring dengan naiknya suhu permukaan bumi. Pada model tersebut , lebih lanjut menunjukkan bahwa jumlah dan intensitas gelombang panas akan lebih besar seperti yang pernah melanda negara Perancis pada tahun 2003 yang merenggut korban jiwa 1500 orang .

e. Gempa Bumi dan Letusan Gunung Berapi Dari hasil penelitian di tahun 2001 , ditemukan fakta bahwa konsekuensi pemanasan global jauh lebih serius daripada yang sebelumnya di bayangkan .Pemanasan global menambah panas inti bumi yang berakibat gunung gunung berapi menjadi lebih kuat sehingga menyebabkan letusan gunung berapi menjadi lebih kuat . Aktivitas gempa bumi di seluruh dunia sekarang lima kali lebihg banyak daripada 20 tahun yang lalu .Penelitian membuktikan sifat merusak gempa bumi menungkat dengan pesat dan tyren ini terus berlanjut , kecuali masalah pemanasan global diatasi secara menyeluruh .Dari uraian diatas , dapat kita ketahui bahwa akibat pemanasan global akan lebih parah jika hal tersebut tidak segera di atasi dengan baik.