Anda di halaman 1dari 24

BAGIAN I MODAL AWAL ENTREPRENEUR ITU CUMA BERANI DAN MIMPI

1. BERANI MIMPI Jadi entrepreneur itu memang harus berani mimpi. Sebab, kita harus yakin bahwa mimpi atau visi itu sama dengan cetak biru (blue print) dari realita. Artinya sesuatu yang akan menjadi kenyataan. Kalau entrepreneur berani memiliki visi, ia pasti mampu menciptakan kekuatan positif di dalam pikirannya. Hasilnya adalah kemampuan kerja dan kualitas hidup yang meningkat. Sebagai pemimpin, entrepreneur harus punya ilmu obor. Artinya harus dapat menerangi sekeliilingnya. Entrepreneur dengan visi besar adalah obor bagi bawahannya. Entrepreneur dengan visi besar akan dapat menciptakan lingkungan kerja yang dinamis dan penuh motivasi. Dalam konteks inilah, kita sebagai entreprneur harus memiliki keberanian bermimpi. Kita harus punya keyakinan, bahwa rezeki itu akhirnya mengikuti mimpi kita. Dan sebetulnya rezeki itu bisa direncanakan menurut mimpi kita. Rezeki itu berbanding lurus dengan mimpi kita. 2. BERANI MENCOBA Orang bukannya gagal, tetapi berhenti mencoba. Karena

sesungguhnya untuk dapat meraih kesuksesan dalam karier atau bisnis, setiap orang harus punya keberanian mencoba. Dalam bisnis, kita perlu juga mengedepankan sikap positif bahwa bisnis kita akan berhasil. Sebab dengan memiliki bayangan kesuksesan di masa depan, tentu akan dapat memotivasi kita untuk bekerja lebih giat. Meskipun ketika mencobanya, keyakinan kita hampir padam karena pasti akan diterpa angin. Dan ternyata, terpaan angin tersebut justru dapat membakar semangat kewirausahaan ( the spirit of entrepreneurship ) kita. Nalar bisnis ( sense of business ) kita semakin optimal dan pada akhirnya, sebagai entrepreneur kita semakin yakin akan kesuksesan yang akan kita raih. 1

3. BERANI MERANTAU Banyak entrepreneur yang sukses karena ia merantau, karena dengan merantau berani meinggalkan lingkungan keluarga. Hal itu berarti kita siap untuk menjadi manusia baru dengan lingkungan baru. Dengan merantau kita mengetahui apa yang menjadi kelemahan kita. Sedikit demi sedikit kelemahan tersebut kita perbaiki di tanah perantauan sehingga membuat kita punya jiwa kemandirian dan juga lebih percaya diri dalam setiap langkah dalam bisnis maupun karier. Jadi singkatnya, merantau itu akan membuat kita berjiwa tahan banting. Selain itu, keberanian merantau akan membuat kita dapat menyelesaikan persoalan sendiri. Bahkan, kita akan merasa tabu terhadap bantuan orang lain. Kita ada rasa untuk tidak mau punya hutang budi pada orang lain. Dan alangkah baiknya jika sikap mandiri semacam itu bisa kita bentuk sejak kita masih sekolah. 4. BERANI GAGAL Hanya orang yang berani gagal total, akan meraih keberhasilan total. Kita harus berani menghadapi kegagalan dan ambil saja hikmahnya. Mungkin saja kegagalan itu datang untuk memuliakan hati kita,

membersihkan pikiran kita dari keangkuhan dan kepicikan, memperluas wawasan kita, serta untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Tuhan. Untuk mengajarkan kita menjadi gagah tatkala lemah, menjadi berani ketika kita takut. Ada beberapa sebab dari kegagalan itu sendiri, antara lain : 1. Kita sering menilai kemampuan diri kita tidak terlalu rendah. 2. Setiap bertindak kita sering terpengaruh oleh mitos yang muncul di masyarakat sekitar kita. 3. Biasanya terlalu melankolis dan suka memvonis diri terlebih dahulu, bahwa kita ini dilahirkan dengan nasib buruk. 4. Kita cendrung masih memiliki sikap tidak mau tahu dari mana kita harus memulai kembali suatu usaha. Dengan mengetahui sebab kegagalan itu, tentunya akan membuat kita yakin untuk bisa mengatasinya. Bila kita mengalami sembilan dari sepuluh kali lebih giat. 2

Maka sebaiknya kita bekerja sepuluh kali lebih giat, sehinngga akan menjadikan kita tetap sebagai sosok entrepreneur yang optimis akan masa depan. Dan, janganlah kita mengukur seorang entrepreneur dengan menghitung berapa kali ia jatuh. Tapi ukurlah berapa kali bangkit kembali. 5. BERANI SUKSES Sukses berarti banyak hal mengagumkan yang positif. Sukses berarti self respect : kesejah teraan pribadi, rumah bagus, keamanan keuangan dan kesempatan maju yang maksimal, berguna bagi masyarakat, memperoleh kehormatan, kepemimpinan, dan disegani. Untuk sebuah kesuksesan, dibutuhkan keberanian secara terus-menerus mempelajari kemunduran bisnis menuju kesuksesan. Sangat wajar kalau kita belajar dari kesuksesan yang dicapai pesaing kita. Namun yang penting, bagaimana harus menghindari kesalahan-kesalahan pesaing kita. Dan harus siap menghadapi perubahan dalam kehidupan bisnis. Upaya-upaya menciptakan dan

menggabungkan ide-ide terbaik yang bersifat competitive advantage, baik itu dari kita maupun dari pesaing kita. Sebagai entrepreneur juga harus berani menyatakan kesuksesannya agar membangkitkan kepercayaan diri dan lebih bersemangat untuk meraih kesuksesan serta percaya pada Tuhan sebagai kekuatan yang besar. 6. MIMPI JADI ENTREPRENEUR Menurut Robert Kiyosaki, penulis best seller Rich Dad Poor Dad, agar kita bisa menjadi pengusaha, maka kita harus punya mimpi. Kita harus punya tekat besar, kemauan untuk belajar, dan punya kemampuan menggunakan dengan benar aset kita yang merupakan pemberian Tuhan. 7. MIMPI JADI INVESTOR Menjadi investor berarti uang bekerja untuk kita. Maka, kalau kita mau kaya mestinya tidak cukup kita menjadi karyawan atau sekedar punya bisnis kecilkecilan, sebaiknya kita harus berani menjadi pengusaha atau investor, sekalipun menuju arah ke sana bukan hal yang mudah. Tapi yakinlah, dengan kita memiliki jiwa entrepreneur, mimpi jadi investor akan menjadi kenyataan. 3

BAGIAN 2 INI CARANYA JADI ENTREPRENEUR!

Masalah klasik yang sering kali menjadi ganjalan dalam memulai usaha yakni, kaya ide tapi miskin keberanian. Keberanian adalah hal yang tidak mudah dimiliki oleh orang untuk memulai membuat tindakannya nyata untuk mewujudkan ide bisnis yang cerdas itu, menjadi sebuah peluang dan kegiatan yang menantang : memulai usaha, tak jarang ketika bisnis tak juga dimulai, keburu diserobot orang lain dan sukses besar. Dan sebenarnya untuk menjadi pengusaha sukses itu keterampilan bukanlah segala-galanya, tetapi keberanian memulai usaha itulah yang harus kita miliki terlebih dahulu. Untuk menjadi entrepreneur, siapapun bisa, karena untuk menjadi

pengusaha itu juga tidak mengenal usia tua, muda, kaya, miskin, jenius atau tidak, mahasiswa atau bukan, sudah sarjana atau belum, dan gelar formal seseorang bukanlah jaminan atau faktor penentu satu-satunya untuk berhasil menjadi pengusaha. Selain itu untuk menjadi pengusaha juga tidak mengenal etnis, artinya siapapun bisa menjadi pengusaha yang sukses. Dan keberhasilan seorang pengusaha sukses atau tidak itu tergantung pada kemampuan kita untuk merekayasa diri melalui pengalaman hidup di luar keluarga. Apalagi, kalau kita juga mampu melaksanakan empat tugas pokok seorang wirausahawan yaitu : tugas kreatif, tugas manajerial, tugas interpersonal, dan tugas kepemimpinan. Supaya tidak menggerutu dan sewot, maka ditawarkan bagaimana usaha dengan metode : Pertama BODOL yaitu : Berani, Optimis, Duit, Orang Lain. Maksudnya dalam bisnis kita harus punya keberanian, optimis, dan kalau tidak ada duit bisa pinjam duit orang lain asalkan yakin usaha kita jelas dan punya prospek bagus pasti ada saja orang yang meminjamkan duit atau modal kepada kita, karena walaupun kita punya duit jangan dipakai duit kita sendiri untuk bisnis. Kedua BOTOL yaitu : Berani, Optimis, Tenaga, Orang Lain. Artinya selain kita tetap memiliki

keberanian dan optimis kita pun bisa memakai tenaga orang lain atau kita bisa mencari orang yang ahli di bidangnya, sehingga bisnis kita bisa berjalan dengan lancar. Ketiga BOBOL yaitu : Berani, Optimis, Bisnis, Orang Lain. Maksudnya kita harus berani dan optimis dalam melakukan bisnis dengan meniru gaya bisnis orang lain. Dengan kata lain utang untuk seorang usahawan itu mulia asalkan seorang entrepreneur yang cerdas pasti bisa memanfaatkan utang itu sebaik mungkin. Alasannya adalah dia seorang pekerja keras, tekun, tak mudah puas, berani bersaing, gerak langkahnya cendrung mengejar prestasi terbaik, dan berani mengambil resiko termasuk berutang tadi, karena bagi entrepreneur tak berutang itu mustahil dan hidupnya akan merasa hampa. Serta bagian ini juga akan mengubah pola pikir kita tentang utang untuk mengembangkan usaha, karena utang bukan lah suatu yang tabu atau bahkan haram dalam mengembangkan usaha, justru dengan utang atau modal orang lain membuat kita semakin terpacu untuk lebih cepat memperbesar bisnis kita. Dan semakin besar akan ada banyak tenaga kerja yang bisa kita rekrut, dari doa dan rasa terimakasih mereka, yang membuat bisnis kita semakin berkembang dan bahkan akan lebih menggunakan uang orang lain. Ada pun gaya berwirausaha itu bermacam-macam diantaranya adalah gaya berwirausaha menggunakan manajemen atau yang kita sebut sebagai gaya berwirausaha manajerial, tetapi ada juga yang menjalankan bisnisnya dengan menggunakan gaya kejuraganan. Semua itu tergantung pada diri kita yang akan menggunakan. Gaya kejuraganan ini menempatkan 4 fungsi manajemen yakni : produksi, pemasaran, sumber daya manusia dan keuangan, terpusat pada pengusahanya. Sedangakan manajerial artinya ke-4 fungsi manjemen menggurita, walaupun kita

didelegasikan pada manajer di perusahaan. Gaya manajeral ini kalau di amati memang cendrung membuat kita lebih berani mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab pada manajer atau karyawan. Serta lebih mendorong mereka untuk meningkatkan berprestasi.

Peluang bisnis bagi entrepreneur wanita itu sebenarnya lebih besar dari pada laki-laki. Kelebihan entrepreneur wanita itu lebih unggul dalam negosiasai, dikarenakan keluwesan atau fleksibelitasnya. Selain itu juga entrepreneur wanita juga lebih kooperatif, informal, dan lebih mudah membangun kesepakatan dengan pihak lain serta intuisi bisnisnya cendrung lebih peka. Sebaliknya entrepeneur lakilaki cendrung lebih kompetitif, lebih terkesan formal, dan lebih suka berfikir sistematik. Entrepreneur wanita umumnya dikenal terlalu hati-hati dalam berbisnis, dan bahkan terlalu takut untuk mengambil resiko, sehingga jika kelemahan itu tidak berhasil dikelola dengan baik maka akan mengakibatkan jumlah entrepreneur wanita yang terjun kedunia bisnis relatif kecil. Ada 4 karakter seseorang bisa menjadi seorang entrepeneur yang sukses, yaitu : Pertama, adanya keinginan, karena dengan keinginan dapat membuat sesuatu yang besar dari yang kecil. Kedua, adanya intuisi, karena kesempatan untuk jadi entrepreneur yang sukses adalah mereka yang telah belajar mengembangkan intuisinya, sebab kesempatan untuk jadi entrepeneur merupakan sama untuk semua orang. Ketiga, dia punya kemampuan untuk terus hidup walaupun punya utang. Karena bagaimanapun juga seorang entrepreneur yang sukses itu harus belajar beradaptasi dengan utang. Keempat, selalu optimis dimana segala sesuatu itu harus di pertimbangkan sesuai dengan intuisinya dan ditutupi dengan optimisme. Karena entrepreneur itu adalah pencipta sekaligus pelaku bisnis. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa seorang entrepreneur itu harus memiliki: keberanian yang utama atau percaya diri, baru di barengi dengan keterampilan, kaya ide- ide atau kreatif yang inofatif yang bersifat memotifasi dan membangun, selalu menciptakan peluang bisnis baru, harus memiliki optimisme yang tinggi, berani berutang karena dalam berwiraswasta utang adalah sebuah perbuatan mulia, oleh sebab itulah bisnis bukan melulu karena uang yang terhambat. Serta disini juga kita diajarkan agar jangan jadi pengusaha klien maksudnya adalah untuk menjadi wirausahawan yang sukses itu kita harus menjadi pengusaha yang kompetitif dan otonom dimana tidak tergantung pada pemerintah, tapi lebih tergantung pada mekanisme pasar karena seorang entrepreneur itu seorang pencipta sekaligus pelaku bisnis. 6

BAGIAN 3 KECERDASAN EMOSIONAL PENTING BAGI ENTREPRENEUR

Kesuksesan kecerdasaan emosi

bisnis

memang

sangat

berkaitan

langsung itu

dengan perlu

entrepreneurnya.

Kecerdasaan

emosional

dikedepankan bahkan mutlak kita miliki. Orang yang pertama mengenalkan kecerdasaan emosional adalah Daniel Goleman dalam bukunya emotional intelligence atau EQ ia mengungkapkan 5 wilayah kecerdasaan emosi yaitu: mengenali emosi diri, mengelolah emosi, memotivasi diri sendiri, mengenal emosi orang lain dan membina hubungan. Ada perbedaan antara kecerdasan emosional dan kecerdasan intelektual. Goleman mengungkapkan bahwa kecerdasan

intelektual itu sesungguhnya keturunan seseorang yang tidak dapat diubah, karena pembawaan sejak lahir, sedangkan kecerdasaan emosional tidak demikian dan Goleman akhirnya menyimpulkan kecerdasaan emosional adalah jembatan antara apa yang kita ketahui dan apa yang kita lakukan . Entrepreneur yang miliki kecerdasaaan emosional optimal akan lebih mencapai puncak keberhasilannya dan akan tetap mengganggap bahwa krisis adalah sebuah peluang. Sebaliknya seseorang secara intelektual cerdas kerapkali justru bukanlah

entrepreneur yang berhasil. Entreprenur yang memiliki emosional yang optimal ia akan lebih cekatan dalam bertindak dan lebih punya inisiatif dan mampu menghadapi berbagai konflik. Emosi bisnis entrepreneur sangat penting perannya. Emosi memicu kreativitas inovasi kita pendapat Josh Hammond mengungkapkan bahwa emosi adalah sesuatu yang punya makna penting bagi perusahaan. Emosi adalah pengorganisasian yang hebat dalam bidang pikiran dan perbuatan. Meskipun demikian, emosi tidak dapat dalam penalaran dan rasionalitas. Dan pendapat serupa diungkapkan oleh Robert K. Cooper yang mengatakan bahwa pada umumnya emosi lebih jujur dari pada pikiran atau nalar menurutnya emosi memiliki kedalaman dan kekuatan sehingga berbahasa latin misalnya emosi dikatakan motus anima 7

yang artinya jiwa menggerakan kita. Kita lebih menangkap pengertiaan emosi konvensional sehingga emosi dianggap lambang kelemahaan bahkan tidak boleh ada dalam bisnis dan harus dihindari tidak hanya itu emosi dikatakan menganggu penilaian yang baik mengalihkan perhatian kita, tanda kerentanan menghalangi mekanisme control dan memperlemah sikap-sikap yang sudah baku menghambat aliran data objektif merumitkan perencanaan,manajemen dan mengurangi otoritas. Sebenarnya telah banyak studi yang mengungkapkan emosi penting sebagai energy pengaktif untuk nilai etika misalnya kepercayaan, integritas, empati, keuletan dan kredibilitas serta modal sosial. Didalam menggeluti dunia usaha sebaiknya menyelaraskan antara otak berfikir dengan otak emosional keselarasan kedua otak itu sangat dibutuhkan terutama mengambil keputusan penting dalam bisnis kita jangan sampai kehilangan keselarasan kedua otak itu seperti yang ditegaskan oleh dr. Damasio seorang ahli neurologi bahwa perasaan atau emosi biasanya sangat dibutuhkan untuk keputusan rasional. Otak emosional kita akan menunjukkan arah yang terdapat maka ada langkah tindakan yang tepat jika mulai sekarang kita bisa mengatur emosi kita sendiri dan pakar manajemen Dr. Patricia Patton untuk mengatur emosi kita bisa melakukan dengan cara belajar yaitu: Pertama belajar mengindentifikasi apa yang bisa memicu kita berikan. Kedua belajar dari kesalahaan, belajar membedakan dalam segala hal disekitar kita yang memberikan pengaruh dan tidak memberikan pengaruh pada diri kita. Ketiga belajar selalu bertanggung jawab terhadap tindakan kita. Keempat belajar mencari kebenaraan, belajar memanfaatkan waktu secara maksimal untuk menyelesaikan masalah dan kelima belajar menggunakan kekuatan sekaligus kerendahaan hati. Mencerdaskan otak kanan otomatis otak kiri semakin cerdas. Otak kanan yang munculnya gagas-gagasan baru, gairah dan emosi sedangkan otak kiri hal hal yang logis linier dan rasional, oleh karena itu sebagai entrepreneur berusaha mencerdaskan otak kanan selain bermanfaat mempertajam intuisi kita, juga akan meningkatkan daya kreatifitas kita. Kita lebih percaya diri dan optimis dapat memenangkan persaingan bisnis.

Otak kanan sangat penting karena sarat dengan hal-hal yang sifatnya eksperimental divergen bukan penilaian, metaforikal, subjektif nonverbal, intutif, diffuse holistic dan reseptif jika kita mampu memberdayakan otak kanan, maka ada kencenderungan akan mampu menyelesaikan setiap masalah dalam bisnis sedangkan apabila otak kiri yang lebih diandalkan maka ia akan cenderung struktur hieraki dan kondisi manajemen berstruktur. Jika proses kita masih dominan ke otak kiri yang bersifat cendrung logis dan rasional tentu kita akan mengendorkan berpuluh-puluh pilihan sebaliknya jika proses berpikir kita dominan ke otak kanan yang cenderung acak tidak teratur dan intuitif saya yakin kita dengan antusias yang kuat memilih satu pilihan dan berhasil. Prof. Dr. dr. Hari K. Lasmonao mengungkapkan kita bisa sukses bisnis maupun karier tak cukup mengandalkan IQ, EQ tapi juga AQ (adversity quotient). Untuk memahami AQ kita menggambarkannya dengan pendaki gunung ada 3 katagori yaitu Climber, Camper, dan Quitter. Kita harus menjadi pengusaha yang climber mereka mempunyai perasaan yang kuat mencapai tujuan dan semangat untuk melakukannya ada gabungan aspek adversity dan kecerdasan spritual yaitu ngudung. Ngudung akan membuat kita tidak mudah menyerah karena kita telah percaya atas diri kita sendiri dan tidak mudah menyerah. Karena kita telah percaya atas diri sendiri dan tidak terlalu ambil pusing pendapat orang lain pada bisnis yang kita pilih dan jalani. Untuk mewujudkan keberaniaan ngudung kita sebaiknya melakukan pendekatan spiritual. Bisnis yang kita jalankan sebenarnya juga bukan sekadar untuk kepentingan diri sendiri tapi juga mempunyai makna social karena pekerjaan bisnis kita begitu banyak mensejahterakan orang lain. Seorang peneliti dari Princeton Research mengatakan bahwa

kemampuaan kreatif itu terdistribusi hampir secara universal kepada umat manusia dimuka bumi ini. Kreatifitas bak sebuah sumber mata air yang tentu jangan sampai kita biarkan sumber mata air itu mengering. Kita tetap harus belajar dan menggali terus kreatifitas tersebut. Keberhasilan entrepreneur itu diibaratkan seperti kesabaran dan ketenangan, enterepreneur tidak boleh gampang putus asa bisa harus yakin dengan kreatifitasnya.

Sebagai pemimpin perusahaan dalam menghadapi masalah tidak boleh panic, berfikir optimis, semakin optimis untuk mencari pemecahan dan semakin menumpuknya sifat ketabahan, dan kita siap menghadapi segala kemungkinannya dengan kata lain entrepreneur memang dituntut tangguh yang didukung oleh spirit wawasan, pengetahuaan dan keterampilan manajerial yang handal serta mampu menyesuaikan dengan perubahaan untuk selalu mencari peluang. Keberaniaan seorang entrepreneur untuk berwirausaha sama dengan keberanian menghadapi resiko. Semua membutuhkan kemauan keras selalu berfikiran sukses.

10

BAGIAN 4 GAYA MEMIMPIN SEORANG ENTREPRENEUR

Kata kunci yang terpenting yang harus dikembangkan adalah bagaimana menjadi pemimpim yang bisa bersinergi, bisa bekerja sama dengan pihak lain. Pihak lain itu bisa mitra bisnis-bisnis maupun bawahan. Jika sebagai usaha dan pemimpin kita bisa menjadi sinergi dan bekerja sama, maka bisnis kita akan lebih maju dan berkembang. Mereka yang suka tantangan dan selalu berpikir kreatif dan mau bekerja sama serta berpikir keras menciptakan pengembangan ide-ide bisnis baru. William E.Heinecke mengatakan seorang entrepreneur yang bersedia bekerja dengan memanfaatkan otak orang lain, sesungguhnya adalah entrepreneur sejati. Kita akan mudah menangkap peluang bisnis dengan bantuan otak orang lain. Memanfaatkan otak orang lain, itu bukan merupakan kelemahan kita sebagai entrepreneur. Tapi sebaliknya, hal itu justru menunjukkan, bahwa kita benar-benar telah memiliki intelektualitas, kecerdasan emosional, kecintaan pada diri sendiri, maupun perusahaan. John C.Maxwell mengatakan seorang pemimpin lebih punya itikad baik, lebih bijak, baik dalam sikap dan tingkah lakunya. Dia lebih bisa melatih atau mendidik pengikutnya. Dia juga bisa sebagai teladan bagi pengikutnya. Sedangkan seorang boss lebih banyak maunya sendiri, egoismenya tinggi, dan sikap atau tingkah lakunya lebih terkesan menggiring pekerjanya dan kerap menimbulkan rasa takut pada anak buahnya. Sebaiknya tidak menafikan atau menghilangkan nuansa-nuansa atau jiwa kepemimpinan. Agar segala keputusan yang diambil tidak keringa, lebih tenang dalam menjalankan bisnis, mampu mengantisipasi hal-hal yang tak pasti, enerjik, antusias, memiliki integritas, tegas tapi adil, visi bisnisnya lebih jelas, dan mampu memproyeksikan bisnis ke masa depan.

11

Tak selamanya bersinergi itu negatif. Tapi bisa sebaliknya, bersinergi membuat bisnis kita maju dan kita mampu memanfaatkan peluang bisnis. Konsep bisnis kita menjadi brilian, selama sinergi yang saya maksud itu positif. Lebih mengedepankan aspek humanis dan harmonis dalam komunikasi antara level struktural atau yang lebih dikenal dengan hubungan egaliter. Hubungan egaliter itu akan membuat kita semakin paham pada suatu bentuk komunikasi yang transparan dan jujur. Begitu halnya dalam hubungan intrapersonal. Di mana, hubungan antara pimpinan dengan staf tadi ada lagi jarak yang tajam. Namun, sikap saling menghormati tetap terjaga. Menurut pakar leadership, Jhon C.Maxwell, yaitu seorang bawahan itu sukanya selalu menunggu momentum, barulah dia mau bergerak. Sikapnya lebih mengendalikan tindakan, dan berhenti ketika masalah timbul. Sementara, kalau kita sebagai pemimpin, maka kita akan lebih cenderung menciptakan momentum. Sedang, tindakannya lebih mengendalikan sikapnya, dan seorang pemimpin justru akan meneruskan usahanya ketika masalah timbul. Bisnis itu memang ada tiga komponen, yakni meliputi : investor (orang yang mencari risiko), entrepreneur (orang yang mengambil risiko), dan manajer (orang yang menghindar dari risiko). Manajer yang berjiwa entrepreneur juga merupakan sosok yang berambisi tinggi di dalam mengembangkan bisnisnya, enerjik, percaya diri, kreatif dan inovatif, senang dan pandai bergaul, berpandangan ke depan, bersifat fleksibel, berani terhadap risiko, senang mandiri dan bebas, banyak inisiatif dan bertanggung jawab, optimistik, memandang kegagalan sebagai pengalaman yang berharga (positif), selalu berorientasi pada keuntungan, dan gemar berkompetisi.

12

BAGIAN 5 JALUR CEPAT MENJADI ENTERPRENEUR SUKSES

Seorang pengusaha akan semakin diakui kepiawaiannya bila sudah membuka usaha dan berjalan mulus. Dan adapun dalam bisnis hendaknya selalu mengembangkan konsep melayani lebih banyak orang karena dengan semakin banyak orang yang di layani maka akan semakin banyak rezeki yang bisa kita petik. Dan apabila semakin banyak rezeki maka perbanyak pula lah beramal. 1. Banyak melayani banyak rezeki Salah satu tugas seorang entrepreneur adalah tugas seorang pemimpin. Yaitu pemimpin yang mampu memberikan pelayanan pada orang yang dipimpinnya atau bawahannya. Oleh karena itu pelayanan sangat

diutamakan. Melayani bawahan berarti memberikan perhatian pada bawahan kita, melayani manajer berarti memberikan penghargaan pada mereka dan melayani konsumen berarti merupakan pelayanan utama kita sebagai entrepreneur. Oleh karena itu dengan semakin banyak kita melayani orang maka rezeki yang datang pun semakin banyak pula. 2. Banyak sumber penghasilan Bisnis merupakan coba-coba maka apabila kita sudah memiliki sitem bisnis yang baik dan sudah berkembang maka kesempatan kita untuk mengembangkan bisnis sangatlah luas termasuk membuka bisnis baru. Karena pada prinsipnya membangun bisnis yang ke dua dan seterusnya lebih mudah karena kita sudah mempunyai system yang baik. Dengan adanya bisnis-bisnis baru maka membuka peluang kita untuk mendapatkan penghasilan-penghasilan baru. Sebagai seorang entrepreneur sebaiknya kita tidak memiliki satu sumber penghasilan saja tapi menciptakan banyak sumber penghasilan.

13

Maka dengan banyak usaha yang berkembang sehingga kita mempunyai peluang untuk memiliki kebebasan financial dan juga akan berdampak social dalam arti kita memciptakan lapangan kerja dan membagibagi keuntungan serta kita memiliki kepedulian social. 3. Berani menyumbang berani investasi Keberanian kita memberikan sumbangan kepada orang lain dan pihak lain dengan tulus dan ikhlas itu merupakan ciri entrepreneur sejati dan mempunyai jiwa wirausaha. Sesungguhnya dalam pemberian sumbangan merupakan langkah positif dan langkah maju berarti kita tidak takut lagi berinvestasi. Karena berani menyumbang dan berani berinvestasi kita sudah biasa terlatih dengan ketidaktakutan memberi sumbangan dan berani untuk menghadapi resiko dan ketidakpastian. Sesungguhnya keberanian kita memberikan sumbangan mudah-mudahan akan membantu melancarkan bisnis yang sedang kita jalani. 4. Mengambil keputusan Sebagai entrepreneur kita harus berani membuktikan dan sanggup mengambil keputusan yang tepat. Harus mengambil keputusan bahwa kita berani untuk mencoba bisnis. Dalam mengambil sebuah keputusan pertimbangan intuisi rupanya lebih peka dari pada pertimbangan rasional. Sebab intuisi akan ikut membuka pikiran dan memberikan nilai tambah bagi emosi kita dan intuisi memberdayakan kita agar semakin produktif dan aktif dalam setiap situasi. Intuisi menjadi sangat penting bukan hanya untuk kepentingan sekarang tetapi juga untuk kepentingan yang akan datang. Keputusan yang kita ambil merupakan campuran dari berbagai gagasan ingatan perasaan dan fakta yang kadang-kadang saling bertentangan sehingga pertimbangan intuitif sangat di perlukan untuk mendukung pengambilan keputusan. Ada banyak cara untuk mengembangkan intuisi yaitu dengan terjun ke dalam pengalaman, kerahkan kemampuan sedikit lebih banyak, tetap terbuka terhadap segala kemungkinan, atasi rasa takut, kenali cara untuk mengatasi apapun yang menghalangi serta harus adanya perluasan rasa percaya diri.

14

BAGIAN 6 HATI NURANI DAN INTUISI SANG ENTREPRENEUR

1. JAMMING Jamming atau improvisasi bukanlah seni yang hanya dimiliki musisi jazz. Tapi jamming juga harus dimiliki oleh entrepreneur yang memiliki intuisi yang tajam. Kalaupun misalnya manajer atau karyawan kita juga melakukan jamming dengan melontarkan ide-ide kreatif yang dapat dilaksanakan. Ideide kreatif yang berbeda-beda dalam perusahaan kita seperti bunga yang berwarna-warni yang semerbak harum baunya. Namun, tentu saja semua ide-ide bisnis kreatif itu harus tetap terkoordinasi dengan baik. 2. PARADIGMA BISNIS DI ERA MILENIUM Kalau dulu kepemimpinan banyak dilakukan dari atas, kini dilakukan oleh semua orang, maka tak mengherankan bila dalam menjalankan bisnis di era milenium ketiga ini, memang dituntut untuk lebih luwes, tidak kaku. Sebab, perjalanan bisnis lebih dikendalikan oleh visi dan nilai-nilai dibandingkan sebelumnya yang semata-mata hanya dikendalikan peraturan dan hierarki. Pergeseran paradigma bisnis di era milenium ini, juga akan mengajak kita harus lebih berfokus pada lingkungan yang kompetitif dari pada berfokus pada organisasi internal. Dengan kepekaan kita terhadap kondisi tersebut, maka kita akan lebih siap menghadapi kondisi yang berubah-ubah, lebih terbuka menerima ide-ide baru, bahkan kita akan lebih piawai dalam mengambil kesempatan bisnis, lebih berani mengambil risiko, dan tentu saja akan lebih siap meraih keberhasilan.

15

3. HOBI BISNIS DAN PEKERJAAN GOLF Ketika kita harus memukul bola, bola bisa jauh atau dekat, lurus atau kiri-kanan, bisa masuk ke lubang, tapi bisa juga tidak masuk lobang, bisa sukses, bisa gagal. Begitu juga dalam menekuni bisnis bisa sukses dan bisa gagal. Manajemen golf sangat baik untuk dipelajari, bagaimana kita menggunakan berbagai alat pemukul bola atau stik. Alat tersebut kita ketahui mempunyai fungsi yan berbeda yang membuat jarak pukulnya juga berbeda. Termasuk kejelian kita mau menggunakan stik nomor berapa untuk memukul bola golf itu. Dengan menerapkan manajemen golf kita pandai dalam memilih staf atau karyawan dan juga akan semakin banyak relasi atau lebih mudah berhubungan dengan orang lain, dan membuat kita lebih cepat akrab dengan yang lain. Dengan demikian kita lebih mudah melakukan lobi-lobi bisnis. 4. MANAJEMEN RESTORAN PADANG Model manajemen ini menerapkan transparansi dalam keuangan dan pembagian keuntungannya lewat system bagi hasil. Hubungan antara pemilik modal dengan manajemen lebih sebagai mitra. Manajemen restoran padang juga mendidik karyawan lebih kompak bekerja, sebab tanpa ada

kekompakan di antara mereka maka hasil yang diraih berkurang, bahkan bukan tak mungkin hal itu menimbulkan dampak pada pelayanan maupun rasa. Karyawan restoran padang dengan manajemen seperti itu, tidak membuat setiap karyawan menanyakan kapan SK Pengangkatan kerja itu dibagikan dan kapan gaji dinaikkan.

5. DENGAN OTAK KANAN MENGUBAH MUSIBAH JADI BAROKAH Biasanya ujian itu adalah harga tebusan untuk meraih sukses yang lebih besar. Kalau belum-belum sudah kena musibah saya yakin Tuhan justru menjanjikan barokah rejeki besar menanti di depan kalau kita berhasil melaluinya. Kalau memang sudah mau, ya harus dilakukan dengan keteguhan hati. Otak kanan kembali membuktikan bisa mengubah bencana atau ancaman, justru menjadi peluang yang gemilang.

16

BAGIAN 7 APA YANG BISA KITA PELAJARI DARI MEREKA ?

1. MANAJEMEN SARI BUNDO Rumah Makan Padang Sari Bundo terletak di jalan Juanda, Jakarta termasuk rumah makan yang ngetop dan menjadi favorit banyak kalangan dari mahasiswa sampai pejabat. Di Sari Bundo ini terlihat loyalitas yang menerapkan manajemen bagi hasil dan terlihat terbuka atau transparan, di mana factor kekeluargaan sangat kuat, kebersamaan antar sesama profesi, hubungan baik pimpinan dan karyawan dapat menjadikan rumah makan ini tetap bertahan sampai saat ini. Dalam segi operasional, setiap karyawan mengetahui pemasukan dan pengeluaran setiap harinya, sehingga tercipta rasa saling memiliki dan akhirnya para karyawan optimal dalam bekerja, jika laba perusahaan menurun para karyawan semakin tertantang untuk berkerja lebih keras dengan harapan mendapat untung yang lebih banyak lagi. Untuk soal upah mereka menerapkan berat sama di pikul ringan sama di jinjing, mereka pun memperbolehkan untuk saudara-saudara pemilik Sari Bundo untuk membuka cabang dengan syarat sebelumnya mereka harus meminta izin. Ada 4 hal yang mereka pertahankan dalam mempertahankan rumah makan ini yaitu, rasa masakan, rasa layanan, lokasi yang strategis, dan nama Sari Bundo yang terkenal. 2. CLUB THE FISH MARKET Ada sebuah restoran yang unik yang menjual berbagai macam ikan laut dan ikan tawar, restoran ini bernama Restoran Club The Fish Market yang terletak bersebelahan dengan Club Store, di dekat Caf. Bagi tamu yang ingin menikmati sajian ini dipersilakan untuk memilih sendiri jenis ikan yang ingin dinikmati lalu ikan itu di ambil dan dibebeti ( di bersihkan ), dicuci dan di masukan plastik kemudian di timbang berat ikan tersebut dan kita langsung bayar. Di restoran ini juga disediakan tempat duduk untuk bersantai, lalu kita akan di tawarkan ikan yang kita pilih tadi akan di masak 17

apa dan tentu saja terserah apa yang kita inginkan. Sambil menunggu, kita di dapat memesan minuman atau makanan lain dan tak lama pesanan ikan kita datang dan kita bisa langsung menikmati. Setekah kita selesai makan kita harus membayar lagi minuman dan makanan lain yang kita pesan tadi serta cookin fee-nya. Banyak tamu yang tertarik datang pada restoran ini karena restoran ini tidak hanya menjual makanan, tapi juga menjual atmosfer. Manajemen restoran ini mampu berkomunikasi dengan baik terhadap tamu yang datang sehingga menjadikan restoran ini memilki citra tersendiri. 3. NO TIPPING, NO BAKPIA Memberikan tip di hotel bukan hal yang biasa menolak tip baru tidak biasa. Di Hotel Marcopolo, di jalan Cik Ditiro, Jakarta Pusat semua bell boy maupun karyawan lainnya menolak di berikan tip. Manajemen hotel ini melarang para karyawan mereka untuk menerima tip dalam bentuk apapun dari para tamu. Hotel ini mencantumkan motto Hotel bagus yang mampu memberikan pelayanan terbaik bagi setiap tamunya yang datang yang sangat cocok buat keluarga. Manajemen hotel ini memberikan citra tersendiri pada hotelnya dan secara tidak langsung membentuk citra charisma tersendiri yang dapat mempengaruhi lingkungan serta orang-orang yang terlibat didalamnya, sikap tegas dan disiplin ditegakkan dihotel ini. Bagi karyawan terbukti menerima tip akan dikeluarkan. Salah satu kunci sukses meraup banyak tamu adalah karena kejeliannya menaruh kepentingan tamu diatas kepentingan manajemen Marcopolo, artinya tamu tidak akan termotivasi untuk menginap jika kepentingan mereka ditempatkan di tempat kedua. Mereka lebih

mengutamakan pelayanan tamu, sehingga tamu merasa seperti tinggal dirumah sendiri.

18

4. BISNIS MBAH MO Di sebuah Dusun Code yang terletak 15 kilometer arah selatan kota Yogya berdiri outlet bakmi godhog Mbah Mo, dimana para pengunjung banayak silih berganti datang utuk menikmati bakmi godhog. Bisnis Mbah Mo ini dirintis sejak tahun 1986, untuk terjun ke bisnis barunya ini Mbah Mo harus melakukan magang atau mentoring, guna menimba pengalaman membuat bakmi, yang menjadi mentornya tak lain kakak iparnya sendiri yang juga berjualan bakmi dan tinggal di Yogya. Ternyata tradisi mentoring merupakan cara ampuh untuk alih pengetahuan, alih keterampilan, sekaligus transfer budaya, dan etos kerja entrepreneur. 5. TAK SUKA BISNIS BESAR Soto Kadipiro yang terletak di Jalan Wates Yogyakarta ini didirikan pertama klai oleh Pak karto Wijiyo ( alm ) pada tahun 1921 dan pada tahun 1975 di kelola oleh putra sulungnya Pak Widadi hingga sekarang, secara terbuka memaparkan tulisan tidak membuka cabang di Jakarta dan kota lainya . Menurutnya, sengaja tak membuka cabang meski banyak yangt menawari untuk kerja sama, itu karena ingin hidup tentram dengan bisnisnya. Memegang teguh nasihat orang tuanya yaitu, untuk selalu hidup sederhana, ulet, sabar, jujur dan bisnis, nerima dengan apa yanga diperoleh. Tak sedikit pengusaha ingin bisnisnya tidak terlalu besar, seperti Pak Widadi. Artinya dia sama sekall tak suka kalau bisnisnya jadi besar karena dia merasa bisa menikmati asyiknya berbisnis dan merasa tentram. Ternyata mereka yang tidak suka bisnis terlalu besar karena mereka masih ada perasaan takut kehilangan kekeluargaan, mereka lebih senang dengan posisinya sekarang, dan mereka lebih senang pada upaya pemberdayaan sumber daya manusianya. Tipe pengusaha ini biasanya mempunyai visi sederhana dan misi lebih pada aspek kekeluargaan, sebab baginya aspek kesejahteraan yang diinginkannya.

19

6. BERKEMBANG DENGAN FRANCHISE Membuka cabang Primagama dengan system franchise di 3 kota yang sebelumnya cabang yang ada selama ini dikelola sendiri. Franchise adalah pemberian hak pada seseorang dalam penggunaan merek, untuk menjalankan usaha dalam kurun waktu tertentu. System ini lebih menguntungkan untuk mengembangkan usaha dibandingkan cara lain. Ketika kita menggunakan system franchise ini. Maka orang lain akan membayar merek dan royalty tiap bulannya. Bisnis franchise ini cukup menjanjikan, sebelum memuat system ini kita harus lebih jeli dan hati-hati dalam menentukan pewaralabnya. Untuk membantu mengembangkan system ini, perlu semacam lembaga yang mengembangkan atau menyiapkan system franchise mulai dari persiapan awal sampai jadi, tak hanya menguntungkan pemilik merek tapi bagi yang menggunakan merek akan memetik untung cukup besar. 7. BELAJAR DARI BANK MEGA Acungkan jempol untuk bank Mega yang saat ini masih tetap eksis, ini terlihat dari perjalanan bisnisnya yang berhasil meraih prestasi demi prestasi, baik dalam skala nasional, regional, maupun internasional. Dengan keberhasilannya ini, maka nasabah akan memperoleh standar pelayanan yang sama ( cepat, lancer, dan tanpa masalah ) pada semua outlet Bank Mega di seluruh cabangnya. Strategi pengembang pelayanan yang dijalankannya harus memenuhi standar-standar yang diakui secara umum, dan diterima masyarakat karena bagaimanapun setiap gerak kinerjanya pasti akan terus diamati dan dievaluasi publik. Bank Mega begitu piawai dalam menggali sumur, yakni menggalinya di saat musim kearau tiba, atau di saat krisis ekonomi terjadi. Sehingga, begitu musim penghujan tiba, air sumur yang mengalir pun semakin deras. Itu terbukti dengan pertumbuhan Bank Mega sebagai retail banking tergolong pesat. Tidak ada salahnya untuk meraih sukses bisnis, bias saja belajar dari apa-apa yang terbaik dari Bank Mega. Misalnya, jika kita ingin menggali sumur, ada baiknya, dilakukan di musim kemarau bukan sebaliknya

20

dilakukan di musim penghujan. Begitu pula halnya, sekalipun terjadi krisis ekonomi, jangan jadikan hal itu sebagai alas an bagi kita untuk tidak memulai bisnis, dan jangan pula membuat kita berhenti mengembangkan usaha. 8. TUKANG JAHIT ALA TENSIA Gaya Tensia, dimana lewat perusahaan Tensia ide produk bisnis yang cemerlang, jangan berhenti tak bisa produksi karena belum punya pabriknya, kita bisa minta si Tensia membuatkan atas nama perusahaan kita. Akhirnya, ibarat tukang jahit, Tensia bisa membuat beragam kaos atau kemeja dengan banyak desain dari berbagai merek. Ini sekaligus menginspirasikan, kalau kita bisa membuat bisnis dengan gaya modal berani optimis pabrik orang lain. 9. NYONTEK BISNIS, SAH-SAH SAJA Ini beda dengan system pendidikan di sekolah, yang namanya nyontek dilarang keras, tapi justru orang nyontek itu kreatif. Nyontek dalam bisnis itu sah-sah saja, kita tak usah khawatir dengan resiko bisnis, hadapilah dengan sabar dan penuh percaya diri. Kita harus yakin pada usaha kita.

21

BAGIAN 8 ENTREPRENEUR ADALAH SOKO GURU PEREKONOMIAN

1. MEGA ENTREPRENEUR Pengusaha tidak hanya sekadar antusias dalam memajukan bisnisnya, tapi juga mempunyai tanggung jawab sosial yang tinggi dan sosok pengusaha seperti inilah yang disebut sebagai Mega Entrepreneur karena pengusaha tersebut memiliki tugas mulia. Setidaknya pengusaha menyadari bahwa sesungguhnya harus ikut memikirkan atau mendorong munculnya pengusaha baru karena hal ini sama pentingnya dengan upaya memajukan bisnis sendiri. 2. MENCIPTAKAN PENGUSAHA BARU Kita jangan punya perasaan khawatir dengan bermunculannya pengusaha baru. Karena nantinya, mereka akan menciptakan lapangan

kerja baru. Kalau kemudian negara kita lebih banyak pengusaha daripada pekerjanya, maka kita bisa mengimpor tenaga kerja dari luar negeri. Bukan sebaliknya, kita harus mengekspor tenaga kerja kita ke luar negeri seperti sekarang ini. 3. YUK! MENJUAL PERUSAHAAN! MERAIH MIMPI BERSAMA, BERKALI-KALI Janganlah berpuas diri kalau seorang pengusaha sudah bisa merintis usaha dan bisa sukses diterima pasar. Akan lebih bagus kalau kita juga membagi mimpi kita pada banyak orang dengan menjual perusahaan kita kepada banyak orang. Pada prinsipnya, semua jenis usaha bisa kita jual secara franchise. Yang pasti buatlah bisnis yang unik, belum banyak dibuat dan merupakan terobosan baru dalam jenis usaha. Dengan menjual perusahaan kita saja lebih cepat kaya raya tapi, akan banyak orang yang mampu meraih mimpi mereka. 22

KESIMPULAN

Untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses itu bukanlah hal yang sulit dan bukanlah hal yang mustahil. Untuk menjadi pengusaha yang sukses itu hanya memerlukan satu modal utama yaitu BERANI MULAI!. Dimana setelah kita memahami buku ini kita mendapatkan suatu pola pikir baru (new mind set) tentang bagaimana mestinya memulai usaha, bukan dimulai dengan uang, bakat, keturunan, keahlian, apalagi pengalaman. Dan hal yang paling penting menjadi pengusaha selain dari modal keberanian harus ada kecerdasan emosional. Karena dengan adanya kecerdasan emosional ini kita mampu bersikap sebagai pengusaha sejati, tidak mudah panik, selalu termotivasi dan optimis. Selain itu juga tidak jadi masalah bagi kita untuk menjadi seorang pengusaha harus mencontek atau mempelajari cara menjadi sukses dari pengusaha sukses lainnya. Dan lebih berdampak positif lagi bahwa apabila kita menjadi pengusaha yang sukses berarti kita mempunyai orang-orang yang bekerja untuk kita. Dalam hal tersebut kita membagi hasil dengan orang-orang yang bekerja untuk kita dan itu artinya kita membuka lapangan kerja baru untuk mereka.

23

DAFTAR PUSTAKA

E.Chandra, Purdi. 2007. Cara Gila jadi Pengusaha (Virus Entrepreneur jadi Pengusaha Sukses!). PT. Elex Media Komputindo Gramedia : Jakarta.

24