Anda di halaman 1dari 26

Khuthbah ‘Idul Fithri 1430

1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

1

KHUTHBAH
‘IDUL FITHRI 1430 H
MASJID NABAWI – MADINAH

1 SYAWWAL 1430 H –
20 SEPTEMBER 2009 M

Oleh

Asy-Syaikh
Shalih
Al-Badir
hafizhahullah

Khuthbah ‘Idul Fithri 1430


1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

2

KHUTHBAH PERTAMA

‫ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ‬
.‫ ﻭﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﷲ ﺑﻜﺮﺓ ﻭﺃﺻﻴﻼ‬،‫ ﻭﺍﳊﻤﺪ ﷲ ﻛﺜﲑﺍ‬،‫ﺃﻛﱪ ﻛﺒﲑﺍ‬

Allah Maha Besar, Maha Agung dari (adanya) sekutu dan anak (bagi-Nya).
Maha Mulia dari kebutuhan kepada seorang pun, Maha Suci dari tandingan,
dan Dia Esa. “Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Ash-
Shamad (Dzat yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu). Dia tiada
beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang
setara dengan Dia." (Al-Ikhlash : 1-4). Makhluk belum bisa menunaikan
hak-Nya (dengan sempurna). Dzat yang memberikan karunia-Nya terhadap
segenap mahkluk-Nya, melimpahkan (karunia-Nya) kepada kita dan
mendermakannya, memberikan nikmat kepada kita dan terus
menambahnya, dan mengkhususkan (pemberian) kita berupa waktu-waktu
kegembiraan dan hari-hari raya. Allahu Akbar, Allahu Akbar. Dia telah
memberikan kepada kita awal kegembiraan. Allahu Akbar, Allahu Akbar.
Dia telah memberikan kepada kita karunia.

.‫ ﻭﺳﺒﺤﺎﻥ ﺍﷲ ﺑﻜﺮﺓ ﻭﺃﺻﻴﻼ‬،‫ ﻭﺍﳊﻤﺪ ﷲ ﻛﺜﲑﺍ‬،‫ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﻛﺒﲑﺍ‬

Segala puji hanya khusus bagi Allah Pencipta segala yang ada. Yang
melimpahkan kebaikan dan kemurahan kepada segenap makhluk-Nya yang
jelek maupun yang baik. Aku memuji-Nya atas apa yang Dia curahkan
berupa limpahan berbagai kenikmatan, dan menghilangkan berbagai
kesukaran yang jelek, mengucurkan berbagai pemberian yang indah, serta
memberikan kepada kita berbagai kebaikan.

Aku bersaksi bahwa tidak ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah satu-satu-
Nya tidak ada sekutu bagi-Nya, persaksian seoranga yang beriman dan
berserah diri kepada-Nya, seorang yang menyerahkan dan memasrahkan
segala urusannya kepada-Nya, tunduk dan patuh terhadap segala perintah-
Nya, rendah dan hina di hadapan kemuliaan-Nya yang tinggi.
Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

3

Dan aku bersaksi bahwa baginda dan nabi kita Muhammad adalah hamba
dan rasul-Nya, tuan makhluk-makhluk pilihan-Nya, penutup para nabi-Nya,
Muhammad baginda Ma’d bin ‘Adnan. Shalawat Allah atasnya, keluarga,
dan para shahabatnya, beserta siapapun yang mengikuti beliau dengan
baik.

Amma Ba’d :

Wahai Kaum Muslimin,

Hari Raya ini telah terbit fajarnya dan telah nyata, telah tampak jelas
shubuhnya, telah terbit kegembiraan dan kesenangannya, terasa getaran
kemuliaannya.
Selamat untuk anda pada hari yang penuh kegembiraan ini,
Selamat untuk anda pada hari yang penuh kegembiraan ini,
Selamat untuk kalian pada hari yang penuh kemuliaan ini, selamat atas
kalian dengan ‘Idul Fithri yang berbahagia ini.
Semoga Allah menjadikannya teriringi dengan penerimaan, tercapainya
harapan dan keinginan.

Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk orang yang diberi rizki ilmu,
diberi taufiq untuk beramal, sampai kepada puncak tujuan dan cita-cita,
dan termasuk orang-orang yang Allah mudahkan dalam kehidupan dunia
ini, dan Allah ampuni di akhirat, dalam kebaikan agama dan urusan.
‫ ﻭﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﻭﷲ ﺍﳊﻤﺪ‬،‫ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﷲ‬

Wahai kaum muslimin,

Sesungguhnya benteng paling kokoh adalah berpegang teguh kepada Al-


Qur`an dan As-Sunnah di atas manhaj Salaful Ummah. Dari shahabat Abu
Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

4

Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa


sallam bersabda :
‫ﺇﱐ ﺗﺮﻙ ﻓﻴﻜﻢ ﺷﻴﺌﲔ ﻟﻦ ﺗﻀﻠﻮﺍ ﺑﻌﺪﳘﺎ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﷲ ﻭﺳﻨﱵ‬
Sungguh telah aku tinggalkan di tengah-tengah kalian dua hal, yang kalian
tidak akan sesat setelahnya : Kitabullah dan Sunnahku. Diriwayatkan oleh
Al-Hakim.

Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu berkata :


‫ﻀ ﹶﻞّ ﻣﺎ ﺃﺧﺬﺕ ﺑﺎﻷﺛﺮ‬
ِ ‫ﻟﻦ ﺗ‬
Kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang kepada atsar.

……

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :


 y x w v u t s r q p o n m{
 b  a  `  _  ~  }  |  {   z
١٦ - ١٥ :‫ ﺍﳌﺎﺋﺪﺓ‬z g f e d c
Sesungguhnya telah datang kepada kalian cahaya dari Allah (yakni Nabi
Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam), dan kitab (Al-Qur`an) yang
menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang
mengikuti keridhaan-Nya ke jalan-jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu
pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya
yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan
yang lurus. (Al-Ma`idah : 15-16).

Maka ikutilah dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah. Pahamilah Al-Qur`an


dan As-Sunnah tersebut sebagaimana dipahami oleh para tokoh besar
pembawa petunjuk dan pelita dalam kegelapan, yaitu para ‘ulama pada
abad-abad yang utama, para pendahulu yang telah disepakati akan
keilmuan dan kemumpuniannya, yang tidak pernah berpaling dari dalil-
dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah, tidak pernah menentang dan tidak pernah
Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

5

membantahnya, tidak mengedepankan ra`yu (pendapat/ide/logika)


siapapun di atas Al-Qur`an dan As-Sunnah.

Al-Imam Abu Hanifah rahimahullah :


‫ ﻓﺎﺗﺮﻛﻮﺍ‬- ‫ ﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ‬- ‫ﺇﺫﺍ ﻗﻠﺖ ﻗﻮ ﹰﻻ ﳜﺎﻟﻒ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﷲ ﻭﺧﱪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﷲ‬
‫ﻗﻮﱄ‬
“Jika aku mengucapkan suatu pendapat yang bertentangan dengan
Kitabullah (Al-Qur`an) dan berita (hadits) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam, maka tinggalkanlah pendapatku.”

Al-Imam Malik rahimahullah juga berkata :


،‫ﺇﳕﺎ ﺃﻧﺎ ﺑﺸﺮ ﺃﺧﻄﻲﺀ ﻭﺃﺻﻴﺐ ﻓﺎﻧﻈﺮﻭﺍ ﰲ ﺭﺃﻳﻲ ﻓﻜﻞ ﻣﺎ ﻭﺍﻓﻖ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ ﻓﺨﺬﻭﻩ‬
‫ﻭﻛﻞ ﻣﺎ ﱂ ﻳﻮﺍﻓﻖ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ ﻓﺎﺗﺮﻛﻮﻩ‬
“Aku ini hanyalah manusia biasa, aku bisa salah bisa pula benar. Maka
periksalah pendapatku, maka setiap yang mencocoki/sesuai dengan Al-
Qur`an dan As-Sunnah maka ambillah. Namun setiap yang tidak mencocoki
Al-Qur`an dan As-Sunnah maka tinggalkanlah.”

Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah :


‫ ﻓﻘﻮﻟﻮﺍ ﺑﺴﻨﺔ‬- ‫ ﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ‬- ‫ﺇﺫﺍ ﻭﺟﺪﰎ ﰲ ﻛﺘﺎﰊ ﺧﻼﻑ ﺳﻨﺔ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﷲ‬
‫ ﻭﺩﻋﻮﺍ ﻣﺎ ﻗﻠﺖ‬- ‫ ﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ‬- ‫ﺭﺳﻮﻝ ﺍﷲ‬
“Jika kalian mendapati dalam kitabku berbeda/menyelisihi sunnah
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka berpeganglah dengan sunnah
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan tinggalkan pendapatku.”

Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata :


‫ﺇﳕﺎ ﺍﳊﺠﺔ ﰲ ﺍﻵﺛﺎﺭ‬
“Hujjah itu hanya ada pada atsar (sunnah).”

Beliau rahimahullah juga berkata :


Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

6

‫ ﻓﻬﻮ ﻋﻠﻰ ﺷﻔﺎ ﻫﻠﻜﺔ‬- ‫ ﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ‬- ‫ﻣﻦ ﺭﺩ ﺣﺪﻳﺚ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﷲ‬
“Barangsiapa yang menolak hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,
maka dia berada di tepi jurang kebinasaan.”

Apabila hujjah telah tegak, dalil telah jelas berbeda dengan ucapan seorang
muqallid, maka tidak boleh meninggalkan nash (dalil) yang shahih karena
pendapat seseorang.

Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah berkata : Aku mendengar Al-Humaidi


berkata : “Ketika kami bersama Al-Imam Asy-Syafi’i, tiba-tiba datang
kepada beliau seseorang bertanya kepada beliau tentang suatu masalah.
Maka Asy-Syafi’i menjawab : ‘Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah
memutuskan demikian-demikian.’ Maka orang tersebut berkata kepada
Asy-Syafi’i : ‘Apa pendapat engkau sendiri?’ Maka Asy-Syafi’i menjawab :
‘Subhanallah! Apakah kamu melihatku sedang berada dalam gereja, atau
kau lihat aku berada di bi’ah (tempat ibadah Yahudi), dan apakah kau
lihat di pingganggu ada sabuk?! Aku telah katakan kepadamu, bahwa
dalam masalah tersebut Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah
memutuskan demikian, namun kamu malah berkata, apa pendapatmu
sendiri?!!’

Maka agungkanlah dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah, muliakan dan


utamakan. Berpegangteguhlah kalian dengannya, tunduklah kepadanya,
dan janganlah kalian menentangnya.

‫ ﻭﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﻭﷲ ﺍﳊﻤﺪ‬،‫ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﷲ‬..‫ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ‬

Wahai kaum muslimin

Termasuk prinsip Islam yang telah pasti, dan termasuk kaidah Islam yang
telah paten adalah memerangi berbagai bid’ah dalam agama, menolak,
dan waspada darinya. Sebaik-baik urusan agama adalah ketika dia berada
di atas sunnah, dan sejelek-jelek urusan adalah hal-hal yang diada-adakan
Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

7

dan bid’ah. Dari ‘Aisyah radhiyallahu 'anha berkata, Rasulullah shallallahu


'alaihi wa sallam bersabda :
‫ﻣﻦ ﺃﺣﺪﺙ ﰲ ﺃﻣﺮﻧﺎ ﻫﺬﺍ ﻣﺎ ﻟﻴﺲ ﻣﻨﻪ ﻓﻬﻮ ﺭﺩ‬
“Barangsiapa yang membuat-buat hal baru dalam agama kami ini, yang
bukan bagian darinya, maka ia tertolak.” Muttafaqun ‘alaihi

Dari shahabat ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah


shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
،‫ﻀّﻮﺍ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺑﺎﻟﻨﻮﺍﺟﺬ‬
 ‫ﻋ‬ ‫ﺎ ﻭ‬ ‫ﲤﺴﻜﻮﺍ‬..‫ ﻭﺳﻨﺔ ﺍﳋﻠﻔﺎﺀ ﺍﳌﻬﺪﻳﲔ ﺍﻟﺮﺍﺷﺪﻳﻦ‬،‫ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺑﺴﻨﱵ‬
‫ ﻭﻛﻞ ﺑﺪﻋﺔ ﺿﻼﻟﺔ‬،‫ﺕ ﺍﻷﻣﻮﺭ؛ ﻓﺈﻥ ﻛﻞ ﳏﺪﺛﺔ ﺑﺪﻋﺔ‬
ِ ‫ﻳّﺎﻛﻢ ﻭﳏﺪﺛﺎ‬‫ﻭﺇ‬
“Wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah
para khlafa`ur rasyidin. Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham
kalian. Dan hati-hatilah kalian dari hal-hal baru/dibuat-buat (dalam
agama). Karena setiap perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan
setiap bid’ah adalah kesesatan.” HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi.

Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu berkata :


‫ ﻭﺍﻟﺒﺪﻉ‬،‫ ﻭﺍﻟﺘﻌﻤﻖ‬،‫ﺇﻳﺎﻛﻢ ﻭﺍﻟﺘﻨﻄﻊ‬
“Hati-hatilah kalian dari sikap berlebihan, estrim, dan berbagai bid’ah.”

Beliau juga berkata :


‫ﻢ‬‫ﺍﺗﺒﻌﻮﺍ ﻭﻻ ﺗﺒﺘﺪﻋﻮﺍ ﻓﻘﺪ ﹸﻛﻔِﻴﺘ‬
“Ber’ittiba’lah (mengikuti sunnah), dan janganlah membuat bid’ah, maka
itu telah mencukupi kalian.”

Al-Imam Malik rahimahullah berkata :


“Barangsiapa membuat hal baru dalam agama di tengah-tengah umat ini,
yang tidak ada pendahulunya, maka sungguh dia telah menuduh
Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam mengkhianati risalah!! Karena
Allah telah berfirman : “Hari ini telah Ku-sempurnakan bagi kalian agama
kalian, dan telah Aku lengkapkan nikmat-Ku atas kalian, serta Aku ridha
Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

8

Islam sebagai agama kalian.” (Al-Ma`idah : 3). Maka apa yang pada hari itu
bukan agama, maka pada hari ini pun bukan agama.”

Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata : “Barangsiapa yang cenderung


mendengarkan (perkataan) pengusung bid’ah, maka ia telah keluar dari
perlindungan Allah dan dia diserahkan kepada dirinya sendiri.”

Maka hati-hati dan waspadalah wahai para hamba Allah! Setiap ibadah
yang tidak ada dalilnya dari Al-Qur`an dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu
'alaihi wa sallam maka itu merupakan jalan yang bid’ah dan tambahan
yang dibuat-buat, meskipun dianggap baik oleh orang. Maka waspadalah
dari terjebrab dalam kekotorannya, atau berlepotan dengan
kesesatannya.

‫ ﻭﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﻭﷲ ﺍﳊﻤﺪ‬،‫ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﷲ‬..‫ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ‬

Wahai kaum muslimin,

Agungkanlah Allah dengan sebenar-benar pengagungan, Muliakanlah Allah


dengan sebenar-benar pemuliaan. Beribadahlah kepada Allah dengan
sebenar-benar peribadahan, tauhidkanlah Allah dengan sebenar-benar
tauhid. Jangan kalian palingkan hak khusus-Nya kepada selain-Nya. Jangan
kalian samakan sesuatu selain Allah dengan-Nya.

Barangsiapa siapa yang bersumpah di antara kalian, maka janganlah ia


bersumpah kecuali dengan nama Allah Ta’ala, atas Nama-Nama-Nya atau
Sifat-Sifat-Nya. Dari shahabat ‘Umar radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
‫ﻣﻦ ﺣﻠﻒ ﺑﻐﲑ ﺍﷲ ﻓﻘﺪ ﻛﻔﺮ ﺃﻭ ﺃﺷﺮﻙ‬
“Barangsiapa bersumpah dengan selain Allah, maka dia telah kufur atau
berbuat syirik.” Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi.

Barangsiapa yang tertimpa penyakit atau kesusahan, atau tertimpa


bencana dan musibah, maka segeralah ia meminta pertolongan kepada
Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

9

Maula-nya (yakni Allah 'Azza wa Jalla) dengan ia berdo’a kepada-Nya agar


Dia menghilangkan musibah yang ia derita, menghilangkan kegentingan
yang menghimpitnya, mengobati penyakitnya, serta mengangkat bencana
darinya.

Hendaknya ia terus berpegang pada dzikir-dzikir nabawi dan ruqyah-ruqyah


syar’iyyah. Jauhilah apa yang diperbuat sebagian orang awam, yaitu
menggantungkan tamimah dan jimat-jimat, mengenakan gelang dan
benang, mengalungkan wad’ah (rumah siput/kerang untuk jimat),
menggantungkan jimat, tulang, kulit, menyimpang gigi srigala, dan kulit-
kulit hewan, kemudiannya mengalungkannya di leher, hewan peliharaan,
atau menggantungkannya di pintu, dalam keadaan menyakini itu bisa
menghilangkan kejelekan, mengangkat bencana, mencegah bahaya ‘ain dan
kedengkian, .. padahal itu semua adalah kesyirikan kepada Allah Ta’ala .
Karena khurafat-khurafat tersebut dan jimat-jimat yang digantung tersebut
tidak bisa melindungi dari kejelekan, menjaga dari penyakit dan musibah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfiirman :

١٧ :‫ ﺍﻷﻧﻌﺎﻡ‬z ÊÉ  È Ç Æ Å  Ä Ã Â Á{


Dan jika Allah menimpakan kemudharatan kepadamu, maka tidak ada
yang bisa menghilangkannya melainkan Dia sendiri. (Al-An’am : 17)

Dari shahabat ‘Uqbah bin Nafi’ radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah


shallallahu 'alaihi wa sallam telah datang kepada beliau serombongan
orang. Maka beliau membaiat sembilan orang darinya, dan menolak yang
satu. Maka mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, engkau membai’at
sembilang orang, namun meninggalkan yang satu ini?” maka beliau
menjawab, “Sesungguhnya padanya ada tamimah.” Ia pun kemudian
memasukkan tangannya dan memutuskan tamimah tersebut. Maka
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun membai’atnya. Lalu beliau
bersabda, “Barangsiapa yang menggantungkan tamimah maka dia telah
berbuat syirik.” Diriwayatkan oleh Ahmad.
Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

10

Dari ‘Isa bin ‘Abdirrahman, ‘Aku masuk ke rumah ‘Abdullah bin ‘Atin untuk
menjenguknya, ketika itu yang sedang sakit panas. Maka aku katakan,
“Tidakkah engkau menggantung sesuatu (yakni untuk kesembuhanmu)?”
Maka dia menjawab, “Kematian lebih dekat dari itu. Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam telah bersabda : “Barangsiapa menggantungkan sesuatu, maka
dia akan diserahkan pada dirinya sendiri.” Diriwayatkan oleh Ahmad dan
At-Tirmidzi.

Wahai kaum Muslimin,

Jauhilah pergi mendatangi para tukang sihir, dukun, tukang sulap, para
peramal, ahli nujum, tukang tenung, ahli baca garis-garis telapak tangan,
dan lainnya yang mengaku-ngaku tahu ilmu ghaib dan menyingkap hal-hal
tersembunyi. Karena sesungguhnya mereka adalah para penipu dan
pemalsu. Maka jauhi, jangan sampai kalian mendatangi mereka, atau
bertanya kepada mereka, atau bahkan membenarkan mereka.
Sesungguhnya mereka tengah berbuat syirik kepada Allah, meminta
bantuan kepada jin, memohon kepada mereka, mempersembahkan
sembelihan untuk mereka, dan memperintahkan manusia untuk
mempersembahkan sembelihan untuk mereka, dan sebagainya dari
berbagai macam cara-cara kotor mereka dan tipu daya busuk mereka.

Dari shahabat Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah


shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
‫ﻕ ﺑﺎﻟﺴﺤﺮ‬
 ‫ ﻭﻣﺼﺪ‬،‫ﻊ ﺭﺣﻢ‬ ‫ ﻭﻗﺎﻃ‬،‫ﻦ ﲬﺮ‬ ‫ ﻣﺪﻣ‬..‫ﺛﻼﺛﺔ ﻻ ﻳﺪﺧﻠﻮﻥ ﺍﳉﻨﺔ‬
“Tiga golongan yang tidak masuk jannah : peminum khamr, orang yang
memutuskan silaturrahmi, dan orang yang membenarkan sihir.”
Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim.

Dari Shafiyyah, dari sebagian istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam :

‫ﻣﻦ ﺃﺗﻰ ﻋﺮﺍﻓﹰﺎ ﻭﺳﺄﻟﻪ ﻋﻦ ﺷﻲﺀ ﱂ ﺗﻘﺒﻞ ﻟﻪ ﺻﻼﺓ ﺃﺭﺑﻌﲔ ﻟﻴﻠﺔ‬


Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

11

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal dan bertanya kepadanya


tentang sesuatu, maka 9dak diterima shalatnya selama 40 malam.”
Diriwayatkan oleh Muslim.

Dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah


shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

‫ ﺻﻠﻰ ﺍﷲ‬- ‫ ﻓﻘﺪ ﻛﻔﺮ ﲟﺎ ﺃﹸﻧﺰﻝ ﻋﻠﻰ ﳏﻤﺪ‬،‫ﻣﻦ ﺃﺗﻰ ﻛﺎﻫﻨﹰﺎ ﺃﻭ ﻋﺮﺍﻓﹰﺎ ﻓﺼﺪﻗﻪ ﲟﺎ ﻳﻘﻮﻝ‬
‫ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ‬
“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukan ramal dan membenarkan
ucapannya, maka dia telah kafir terhadap agama yang diturunkan kepada
Muhammad – shallallahu 'alaihi wa sallam – diriwayatkan oleh Ahmad,
Abu Dawud, dan At-Tirmidzi.

Di antara bid’ah yang terbesar, kesalahan yang sangat jelek, dan syirik yang
sangat jelas, adalah bergantungnya sebagian kaum muslimin terhadap
kuburan-kuburan dan orang-orang mati untuk meminta pertolongan
kepada mereka, berdo’a dan menyeru mereka, memohon kepada mereka
untuk menghilangkan kegentingan dan menghentikan berbagai bencana.
Di negeri-negeri Islam banyak kuburan-kuburan yang dikunjungi, disembah,
dan disajikan sembelihan untuknya, disujudkan dan dihinakan wajah dan
pipi di sisinya, diminta darinya pertolongan dan bantuan, perbuatan-
perbuatan yang bertentangan dengan agama Nabi dan Junjungan kita
Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam

Faya Subhanallah!!

Bagaimana kuburan-kuburan tersebut dijadikan sekutu-sekutu bagi Allah


dalam peribadahan, padahal mereka tidak memiliki manfaat atau pun
madharrat, tidak pula bisa memberikan kebaikan ataupun menolak
kejelekan!?!
Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

12

Allah 'Azza wa Jalla berfirman :


 } | { z y x w v ut s r q p{
 l k j  ih g f   e  d c  b a `  _ ~
١٤ - ١٣ :‫ ﻓﺎﻃﺮ‬z s r  q p o nm
yang (berbuat) demikian itulah Allah Rabb kalian, kepunyaan-Nyalah
kerajaan. Adapun orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah,
mereka tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kalian
menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruan kalian; dan kalau pun
mereka mendengar, maka mereka tidak dapat mengabulkan permintaan
kalian, dan pada hari kiamat kelak mereka akan mengingkari kemusyirikan
kalian. Tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagaimana
yang diberikan oleh yang Maha Mengetahui (yakni Allah Subhanahu wa
Ta'ala). Fathir : 13-14.

z µ ´ ³ ²  ±  ° ¯  ® ¬ « ª © ¨ § {
٥٦ :‫ﺍﻹﺳﺮﺍﺀ‬
Katakanlah: "Panggillah mereka yang kalian anggap (tuhan) selain Allah,
maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan
bahaya darimu dan tidak pula memindahkannya." Al-Isra` : 56

Sungguh, betapa butuhnya kita terhadap penjelasan tentang aqidah yang


shahih (benar/lurus), penjabaran, penetapan, pengokokohan rambu-
rambunya, penjelasan argumentasi dan bukti-buktinya.

‫ ﻭﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﻭﷲ ﺍﳊﻤﺪ‬،‫ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﷲ‬..‫ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ‬

Wahai kaum Muslimin,

Dengan pemerintahan dan kekuasaan terjagalah negara dan kepemilikan,


syariat pun terlindungi, jalan-jalan menjadi teratur, stabilitas keamanan
terjamin, dan meratalah kebaikan dan keadilan, tersingkirlah kezhaliman,
Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

13

hilanglah kekacauan, kondisi menjadi tenang, umat manusia hidup dengan


tentang dan tentram.

Ketaatan kepada pemimpim kaum muslimin adalah faridhah (kewajiban).


Ketaatan terhadapnya pada selain kemaksiatan termasuk ketaatan kepada
Allah 'Azza wa Jalla. Tidak boleh memberontak kepada pemerintahan
muslim, tidak boleh pula memerangi dan mengangkat senjata terhadap
mereka, tidak boleh pula menampakkan kekejian kepada mereka, ataupun
memprovokasi agar timbul fitnah dan kejelekan melawan pemerintah, serta
tidak boleh juga menyebarkan berita-berita bohong dan jelek tentang
mereka.

Barangsiapa melakukan hal-hal terlarang di atas, maka dia tidak berada di


atas sunnah dan tidak di atas jalan para ‘ulama salaf. Dari shahabat
‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu 'anhuma berkata, aku mendengar
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

‫ ﻭﻣﻦ ﻣﺎﺕ ﻭﻟﻴﺲ ﰲ ﻋﻨﻘﻪ ﺑﻴﻌﺔ‬،‫ﻣﻦ ﺧﻠﻊ ﻳﺪ ﻣﻦ ﻃﺎﻋﺔ ﻟﻘﻲ ﺍﷲ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ ﻻ ﺣﺠﺔ ﻟﻪ‬
‫ﻣﺎﺕ ﻣﻴﺘﺔ ﺟﺎﻫﻠﻴﺔ‬
“barangsiapa melepaskan tangannya dari ketaatan (terhadap pemerintah
muslim) maka dia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak
memiliki argumentasi apa-apa. Barangsiapa mati dalam keadaan di
lehernya tidak ada bai’at (terhadap penguasa muslim) maka dia mata
dalam keadaan matinya jahiliyyah.” Diriwayatkan oleh Muslim.

Sungguh telah menyelisihi manhaj salafi yang sangat prinsipil ini


sekelompok orang yang menyimpang dan nyleneh serta keturunan yang
sesat. Mereka menghunuskan pedang-pedang fitnah, menunjukkan
perdebatan dan perlawanan, dengan aqidah susupan dan akal yang kotor.
Maka mereka pun mengkafirkan, mengacaukan, menteror, membunuh,
melakukan peledakan/pengeboman, berkhianat, … mereka menceburkan
dirinya dalam bom bunuh diri dengan klaim/keyakinan sebagai istisyhad
(upaya mencari syahid), dan mereka menjatuhkan dirinya dalam kenistaan
pemberontakan dengan klaim/keyakinan sebagai jihad. Mereka
Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

14

menghadapi hujjah (dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah) dengan lujjah


(berbagai omong kosong), kaidah-kaidah dengan kekeliruan-kekeliruan
berpikir, perkara yang jelas dengan kerancuan/syubhat yang sama sekali
tidak bisa diterima, tidaklah menambah mereka kecuali keraguan,
kebingungan, dan kekacauan. Mereka telah menyelisihi jalan yang
ditempuh oleh para salaf yang diikuti pula oleh orang-orang baik dari
kalangan generasi kemudian. Mereka menyempal dari agama yang
dinukilkan dari generasi ke generasi.

Di antara kejahatan dan kekejian mereka yang paling akhir adalah


perbuatan yang sangat keji dan hina, yaitu upaya pembunuhan terhadap Al-
Amir Muhammad bin Nayef bin ‘Abdul ‘Aziz Alu Su’ud. Setelah orang paling
celaka di antara mereka menampakkan rujuk dan bertaubat, namun
dengan dusta dan khianat. Namun Allah menyelamatkan (sang amir), dan
dibunuhlah sang pengkhianat tersebut dengan senjatanya sendiri, dan
terbakar oleh apinya sendiri. Maka orang-orang yang dibelakangnya pun
menjadi merugi dan celaka.

Dengan daya upaya dan kekuatan dari Allah, kemudian dengan keteguhan
para tokohnya, kejujuran pemerintahnya, dan nasehat para ‘ulamanya,
Kerajaan Saudi ‘Arabia akan menjadi mulia dengan kemuliaan Islam, akan
menjadi kuat, terjaga, dan terlindung dengan perlindungan agama. Sebagai
khadim (pelayan) Al-Haraimain Asy-Syarifain (dua tanah haram yang mulia :
Makkah – Madinah), penanggung jawab dua masjid yang agung. Negeri
Islam, keselamatan, kebaikan, penunaian janji, pemurah, adil, kasih sayang,
yang terus tumbuh berkembang. Meskipun sebagian orang benci dan tidak
suka.

‫ ﻭﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﻭﷲ ﺍﳊﻤﺪ‬،‫ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﷲ‬..‫ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ‬

Wahai Kaum Muslimin,

Amar Ma’ruf Nahi Munkar merupakan salah satu prinsip agung dari prinsip-
prinsip syari’at, merupakan salah satu rukun dari rukun-rukunnya yang
Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

15

kokoh. Mengangkat tinggi-tinggi benderanya (amar ma’ruf nahi munkar),


menegakkan bangunannya, dan memuliakan para pelaksananya merupakan
kewajiban yang agung dan faridhah yang pasti.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :


 ~ } | {  z y x w v    u t {
٤١ :‫ ﺍﳊﺞ‬z f e d c ba ` _
“(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka
bumi niscaya mereka menegakkan shalat, menunaikan zakat, dan
melakukan amar ma’ruf nahi munkar; dan kepada Allah-lah kembali segala
urusan.” (Al-Hajj : 41)

Sesungguhnya tampak dan tersebarnya kemaksiatan dan kemungkaran


merupakan penyakit berbahaya dan wabah yang mematikan, sekaligus
merupakan sebab terjadinya bencana dan adzab.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :


‫ﺇﻥ ﺍﷲ ﻻ ﻳﻌﺬﺏ ﺍﻟﻌﺎﻣﺔ ﺑﻌﻤﻞ ﺍﳋﺎﺻﺔ ﺣﱴ ﻳﺮﻭﺍ ﺍﳌﻨﻜﺮ ﺑﲔ ﻇﻬﺮﺍﻧﻴﻬﻢ ﻭﻫﻢ ﻗﺎﺩﺭﻭﻥ ﻋﻠﻰ‬
‫ ﻓﺈﺫﺍ ﻓﻌﻠﻮﺍ ﺫﻟﻚ ﻋﺬﺏ ﺍﷲ ﺍﳋﺎﺻﺔ ﻭﺍﻟﻌﺎﻣﺔ‬،‫ﺃﻥ ﻳﻨﻜﺮﻭﻩ ﻓﻼ ﻳﻨﻜﺮﻭﻩ‬
Sesungguhnya Allah tidak akan mengadzab semua orang disebabkan
perbuatan orang-orang tertentu. Hingga ketika mereka melihat
kemungkaran ada di tengah-tengah mereka, dan mereka mampu untuk
mengingkarinya namun mereka tidak mengingkarinya. Jika mereka
melakukan hal itu, maka Allah akan mengadzab semua baik orang khusus
maupun orang umum. Diriwayatkan oleh Ahmad. 1

Rasulullah ‘alahi afdhalush shalah wa azka at-taslim juga bersabda :

1
Namun hadits ini dha’if . lihat Adh-Dha’ifah no. 3110.
Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

16

‫ ﻳﺮﻯ ﺃﻣﺮﹰﺍ‬:‫ ﻛﻴﻒ ﳛﻘﺮ ﺃﺣﺪﻧﺎ ﻧﻔﺴﻪ؟ ﻗﺎﻝ‬..‫ ﻳﺎﺭﺳﻮﻝ ﺍﷲ‬:‫ ﻗﺎﻟﻮﺍ‬،‫ﻻ ﳛﻘﺮ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻧﻔﺴﻪ‬
‫ ﻣﺎ ﻣﻨﻌﻚ‬:‫ ﻟﻪ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻘﻴﺎﻣﺔ‬- ‫ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ‬- ‫ ﻓﻴﻘﻮﻝ ﺍﷲ‬،‫ﷲ ﻓﻴﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻘﺎﻝ ﰒ ﻻ ﻳﻘﻮﻝ ﻓﻴﻪ‬
‫ﻓﺈﻳﺎﻱ ﻛﻨﺖ ﺃﺣﻖ ﺃﻥ ﲣﺸﻰ‬: ‫ ﻓﻴﻘﻮﻝ ﺍﷲ‬،‫ ﺧﺸﻴﺔ ﺍﻟﻨﺎﺱ‬:‫ﺃﻥ ﺗﻘﻮﻝ ﰲﹼ ﻛﺬﺍ ﻭﻛﺬﺍ؟ ﻓﻴﻘﻮﻝ‬
Janganlah salah seorang di antara kalian merendahkan dirinya sendiri. Para
shahabat bertanya “Wahai Rasulullah, bagaimana salah seorang dari kami
merendahkan dirinya sendiri.” Beliau menjawab : “Dia melihat suatu
perkara yang padanya ada kewajiban atas dirinya untuk berbicara karena
Allah, namun dia tidak berkata apa-apa padanya. Maka Allah ‘'Azza wa
Jalla akan bertanya kepadanya para Hari Kiamat kelak, ‘Apa yang
menghalangimu untuk berkata karena Aku demikian dan demikian?’ maka
dia menjawab, ‘karena takut pada manusia.’ Maka Allah menjawab,
‘Kepada-Kulah mestinya kamu lebih pantas untuk takut!’. Diriwayatkan
oleh Ibnu Majah. 2

Khalifah ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz menulis surat kepada sebagian pegawainya :
“Amma Ba’d :
Tidaklah muncul kemungkaran di tengah-tengah suatu kaum, kemudian
orang-orang shalih di antara mereka tidak mencegahnya, kecuali Allah
timpakan pada mereka adzab dari sisi-Nya atau melalui tangan orang yang
Allah kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Manusia akan senantiasa
terjaga dari bencana dan adzab selama ahlul batil terkekang dan perbuatan
haram tersembunyi.”

Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata :


Dikatakan : Se?ap negeri yang padanya terdapat 4 hal, maka penduduknya
akan aman dari bencana (yaitu) : Pemimpin yang adil tidak berbuat zhalim,
‘Ulama yang berjalan di atas jalan hidayah, para masyaikh yang melakukan
amar ma’ruf nahi munkar dan menggerakkan untuk menuntut ilmu dan
belajar al-Qur`an, dan wanita-wanita mereka tidak berhias dengan cara
berhias jahiliyyah dulu.”

2
hadits ini pun dha’if . lihat Dha’if Sunan Ibni Majah no. 3998. Namun banyak hadits-hadits lainnya yang
membenarkan makna dua hadits ini.. (pentj)
Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

17

Maka tidaklah selamat dari bencana kecuali orang-orang yang selamat dan
orang-orang yang melakukan perbaikan, dan merugilah para pendusta,
orang-orang yang berbasa-basi, orang-orang diam membisu (dari beramar
ma’ruf nahi munkar) yang berjumlah sangat banyak.

‫ ﻭﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﻭﷲ ﺍﳊﻤﺪ‬،‫ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﷲ‬..‫ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ‬

Wahai kaum muslimin,


Hindarilah berbagai akibat yang mengantarkan kepada kecelakaan abadi,
terpanggangnya wajah dan hangusnya kulit. Ketahuilah, bahwa dunia ini
adalah bisa ular, penduduk dunia berada antara orang yang diberitakan
telah mati, atau dia yang membawa berita kematian. Dunia merupakan
kegelapan yang akan sirna dengan datangnya shubuh, jual-beli yang
berakibat untuk atau rugi. Tidaklah dunia itu kecuali terus berjalan di tanah
yang tandus, dan bermalam pada malam yang segera berlalu. …
Jangan tertipu dengan kekuatan dan usia muda. Tidaklah kesehatan kecuali
itu merupakan kendaraan menuju sakit, tidak usia mudia kecuali itu
merupakan kendaraan menuju tua renta. Tidaklah setelah istirahat kecuali
kembali berangkat menuju tempat tinggal yang mulia atau tempat tinggal
yang jelek.

Maka bersegeralah menuju pintu taubat dan inabah, dan putuslah tali-tali
kebiasaan suka menangguhkan/menunda. Hapuslah berbagai
kemaksiatan yang telah lalu dengan menyusulkan banyak perbuatan baik.

Jagalah shalat wajib lima waktu ketika dikumandangkan adzan, jangan


tertinggal dari shalat berjama’ah kecuali karena udzur (alasan syar’i).
karena di antara kerugian dan kecelakaan adalah seorang mendengar adzan
namun dia tetap berada di rumahnya tidak mau memenuhi panggilan
tersebut.

Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu berkata :


‫ﻦ؛‬ ‫ﺎ ﻓﻠﻴﺤﺎﻓﻆ ﻋﻠﻰ ﻫﺆﻻﺀ ﺍﻟﺼﻠﻮﺍﺕ ﺣﻴﺚ ﻳﻨﺎﺩﻯ‬‫ﺍ ﻣﺴﻠﻤ‬‫ﻣﻦ ﺳﺮﻩ ﺃﻥ ﻳﻠﻘﻰ ﺍﷲ ﻏﺪ‬
،‫ﻦ ﻣﻦ ﺳﻨﻦ ﺍﳍﺪﻯ‬‫ ﻭﺇ‬..‫ ﺳﻨﻦ ﺍﳍﺪﻯ‬- ‫ ﺻﻠﻰ ﺍﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ‬- ‫ﻓﺈﻥ ﺍﷲ ﺷﺮﻉ ﻟﻨﺒﻴﻜﻢ‬
Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

18

‫ ﻭﻟﻮ‬،‫ﻭﻟﻮ ﺃﻧﻜﻢ ﺻﻠﻴﺘﻢ ﰲ ﺑﻴﻮﺗﻜﻢ ﻛﻤﺎ ﻳﺼﻠﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﳌﺘﺨﻠﻒ ﰲ ﺑﻴﺘﻪ ﻟﺘﺮﻛﺘﻢ ﺳﻨﺔ ﻧﺒﻴﻜﻢ‬
‫ ﻭﻟﻘﺪ‬،‫ ﻭﻟﻘﺪ ﺭﺃﻳﺘﻨﺎ ﻭﻣﺎ ﻳﺘﺨﻠﻒ ﻋﻨﻬﺎ ﺇﻻ ﻣﻨﺎﻓﻖ ﻣﻌﻠﻮﻡ ﺍﻟﻨﻔﺎﻕ‬،‫ﺗﺮﻛﺘﻢ ﺳﻨﺔ ﻧﺒﻴﻜﻢ ﻟﻀﻠﻠﺘﻢ‬
‫ﻘﺎﻡ ﰲ ﺍﻟﺼﻒ‬‫ﻬﺎﺩﻯ ﺑﲔ ﺍﻟﺮﺟﻠﲔ ﺣﱴ ﻳ‬‫ﻛﺎﻥ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻳﺆﺗﻰ ﺑﻪ ﻳ‬
“Barangsiapa yang senang untuk berjumpa dengan Allah kelak dalam
keadaan sebagai muslim, maka jagalah shalat 5 waktu tersebut ke?ka
dikumandangkan adzan. Karena sesungguhnya Allah telah mensyari’atkan
untuk Nabi kalian shallallahu 'alaihi wa sallam sunnah-sunnah petunjuk, dan
sesungguhnya shalat 5 waktu tersebut termasuk sunnah-sunnah petunjuk.
Kalau seandainya kalian shalat di rumah-rumah kalian, sebagaimana
shalatnya orang-orang yang tertinggal tersebut di rumahnya, maka berarti
kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian, dan kalau kalian sudah
meninggalkan sunnah Nabi kalian, maka pasti kalian akan sesat. Sungguh
kami melihat bahwa tidaklah tertinggal dari berjama’ah shalat kecuali
seorang munafiq yang telah diketahui kemunafikannya. Sungguh dulu
seseorang di datangkan dengan dibopong oleh dua orang hingga dia
diberdirikan di tengah-tengah shaf.” Diriwayatkan oleh Muslim.

Tunaikanlah zakat harta kalian, tebarkanlah pemberian, dan perbanyaklah


kebaikan dan kedermawanan. Bantulah orang-orang yang lemah, tolonglah
orang-orang yang terdesak, kasihilah janda, orang miskin, anak yatim, dan
orang fakir. … bersegeralah menunaikan haji semaksimal kemampuan
kalian. Sambunglah tali silaturrahmi dengan orang yang memutuskannya,
berilah orang yang tidak mau memberi kepada kalian, ma’afkanlah orang-
orang yang menzhalimi kalian. Bukanlah orang yang menyambung
silaturrahmi itu jika ia lakukan dengan orang yang menyambungnya saja,
namun orang yang menyambung silaturrahmi itu adalah ketika ada yang
memutuskan tali silaturrahmi maka ia upayakan untuk menyambungnya
kembali. Janganlah sebagian kalian memakan harta sebagian yang lain di
antara kalian dengan cara yang bathil, dan janganlah merugikan manusia
terhadap hak-hak mereka. Jangan pula kalian halangi para pegawai, para
pembantu, dan para sopir dari hak-hak dan gaji-gaii mereka, jangan kalian
zhalimi mereka dan jangan kalian bebani mereka dengan pekerjaan yang di
luar kemampuan mereka, sebaliknya bantulah mereka dan ajari mereka
sesuatu yang mereka butuhkan yaitu permasalahan aqidah dan agama.
Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

19

Janganlah kalian bermualah dengan sistem riba yang merugikan, tambahan


yang zhalim, pelipatgandaan yang keji. Hati-hati dari melanggar hak-hak,
mempermainkan harga-harga barang, tipu daya dalam jual beli,
mengurangi timbangan dan takaran.

Hati-hati dari harta anak-anak yatim, harta waqaf dan wasiat, jangalah
memakannya dengan zhalim dan permusuhan.

Berbuat baiklah kepada istri-istri dan anak-anak perempuan kalian.


Terhadap anak-anak kalian wujudkanlah tarbiyah, pengarahan, dan
pendidikah, serta berilah nafaqah syari yang wajib. Berinteraksilah dengan
mereka dengan penuh kelembutan, kehalusan, kecintaan, kasih sayang, dan
rahmah.

Bersihkan rumah-rumah kalian dari hal-hal yang haram, bersihkan dari


alat-alat musik, rokok, khamr (minuman keras), narkoba, majalah-majalah
yang haram, dan barang-barang jelek lainnya.

Jagalah lisan-lisan kalian dari ghibah, namimah (adu domba), mencela,


memaki, melaknat, mencerca, tuduhan dusta, ucapan yang haram, dan
kebohongan.

Jagalah kemaluan kalian dari zina, homoseks, dan segala perbuatan keji dan
dosa.

Sucikan hati kalian dari dendam, dengki, hasad, kebencian dan


permusuhan. Hati-hati dari majelis-majelis kefasikan dan kefajiran. Hindari
perdebatan dan percekcokan. Terimalah alasan, perkecil kesalahan. Jangan
saling memutuskan hubungan, saling membelakangi, jangan saling
bermusuhan, jangan saling hasad, namun jadilah kalian hamba-hamba Allah
yang bersaudara. Dan ketahuilah bahwa tidak halal bagi seorang muslim
untuk memboikot/tidak menyapa saudaranya lebih dari tiga hari.
Barangsiapa yang memboikot/tidak menyapa saudara lebih dari tiga hari
kemudian dia mati, maka dia masuk neraka.
Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

20

Wahai kaum Muslimin,


Ini adalah hari saling ramah, saling berjabat tangan, saling memaafkan,
saling kasih sayang. Maka saling berjabat tanganlah kalian maka hilangla
dendam, saling ramahlah kalian maka hilanglah percekcokan.

Bersatulah jangan saling berpecah, saling mendekatlah jangan saling


menjauh. Berbuat ihsanlah kalian, sesungguhnya Allah mencintai orang-
orang yang berbuat ihsan.

‫ ﻭﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﻭﷲ ﺍﳊﻤﺪ‬،‫ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﷲ‬..‫ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ‬

Aku sampaikan apa yang kalian dengar. Aku mohonkan ampun kepada
Allah untukku, untuk kalian, dan untuk segenap kaum muslimin dari setiap
dosa. Mintalah ampun kepada-Nya, sesungguhnya Dia Maha Pengampun
dan Maha Penyayang.
Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

21

KHUTHBAH KEDUA

‫ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﻻ ﺇﻟﻪ‬.‫ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ‬.‫ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ‬.‫ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ‬.‫ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ‬.‫ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ‬.‫ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ‬.‫ﺍﷲ ﺃﻛﱪ‬


..‫ ﻭ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﻭﷲ ﺍﳊﻤﺪ‬،‫ﺇﻻ ﺍﷲ‬

Segala puji hanya khusus bagi Allah atas segala limpahan nikmat-Nya. Aku
memuji-Nya dengan pujian paling puncak, paling sempurna, paling lengkap,
dan paling menyeluruh. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang hak kecuali
Allah satu-satu-Nya tidak ada sekutu bagi-Nya, sebagai keyakinan terhadap
Rububiyyah dan Uluhiyyah-Nya, dan ketundukan terhadap kemuliaan,
keagungan, dan ketinggian-Nya. Dan aku bersaksi bahwa nabi dan baginda
kita Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, pilihan di antara makhluk-
makhluk-Nya, terbaik di antara manusia. Shalawat atasnya dan atas
keluarga dan para shahabatnya, shalawat yang berlipat dan terus menerus
hingga hari kita berjumpa dengan-Nya.

Amma Ba’d :
Wahai kaum muslimin, bertaqwalah kepada Allah 'Azza wa Jalla Yang tidak
tersembunyi dari-Nya sesuatupun dari berbagai macam maksud dan niat,
tidak tertutup dari-Nya sesuatupun dari berbagai macam rahasia hati.
Segala yang tertutup, bagi-Nya terbuka, segala yang tersembunyi, bagi-Nya
tampak jelas. Dia bersama kalian di manapun kalian berada, dan Allah
Maha Tahu terhadap segala yang kalian amalkan.

Wahai Kaum Muslimin,


Di zaman yang penuh dengan kekacauan ini, banyak pihak yang
memberikan tawaran kepada wanita muslimah. Berapa banyak orang
mengajak menampakkan nasehat padahal mengandung tipuan yang
tersembunyi, menampakkan kasih sayang padahal mengandung kerusakan
dan kejelekan niat.
١٠٧ :‫ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ‬z [ Z Y X W VU T S R Q{
mereka bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." dan Allah
menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam
sumpahnya). (At-Taubah : 107)
Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

22

Wahai Para Wanita Muslimah


Waspadalah, jangan sampai kalian menjadi pembangkit semangat atau
pengobar fitnah mata-mata jalang, pandangan-pandangan khianat dan tak
punya malu, jiwa-jiwa yang rendah dan hina, dan perbuatan-perbuatan
yang keji dan jelek. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
‫ﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ‬ ‫ﻁ ﻛﺄﺫﻧﺎﺏ ﺍﻟﺒﻘﺮ ﻳﻀﺮﺑﻮﻥ‬
‫ﻡ ﻣﻌﻬﻢ ﺳﻴﺎ ﹲ‬ ‫ ﻗﻮ‬:‫ﺻﻨﻔﺎﻥ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﱂ ﺃﺭﳘﺎ‬
‫ ﻻ ﻳﺪﺧﻠﻦ‬..‫ﺕ ﳑﻴﻼﺕ ﺭﺅﻭﺳﻬﻦ ﻛﺄﺳﻨﻤﺔ ﺍﻟﺒﺨﺖ ﺍﳌﺎﺋﻠﺔ‬
 ‫ﺕ ﻣﺎﺋﻼ‬
 ‫ﺕ ﻋﺎﺭﻳﺎ‬
 ‫ﻭﻧﺴﺎ ٌﺀ ﻛﺎﺳﻴﺎ‬
‫ ﻭﺇﻥ ﺭﳛﻬﺎ ﻟﻴﻮﺟﺪ ﻣﻦ ﻣﺴﲑﺓ ﻛﺬﺍ ﻭﻛﺬﺍ‬..‫ﺍﳉﻨﺔ ﻭﻻ ﳚﺪﻥ ﺭﳛﻬﺎ‬
Dua kelompok dari penduduk neraka yang aku belum melihatnya : suatu
kaum pada mereka cemeti-cemeti seperti ekor-ekor sapi, mereka gunakan
memukul manusia. Dan kaum wanita yang berpakaian tapi telanjang,
berlenggak-lenggok, kepala-kepala mereka seperti punuk onta, mereka
tidak masuk jannah tidak pula mendapatkan aroma wanginya. Padahal
sungguh aroma wangi jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.
Diriwayatkan oleh Muslim dan Ath-Thabarani, dan dalam riwayatnya
terdapat tambahan :
‫ﻦ ﻣﻠﻌﻮﻧﺎﺕ‬‫ﺍﻟﻌﻨﻮﻫﻦ ﻓﺈ‬
Laknatlah mereka, karena sesungguhnya mereka itu terlaknat.

Itulah akibat wanita yang berhias, bersolek, keluar, dan membuka auratnya.
Takutlah kepada Allah wahai hamba-hamba Allah. Malulah kalian, jangan
berhias, tutuplah aurat kalian, jangan diumbar, takutlah adzab Allah,
kemarahan, kemurkaan, siksa, hukuman-Nya.

Wahai para ayah dan para wali,


Jagalah wanita-wanita kalian, jagalah kehormatan kalian. Hindari sikap
meremehkan dan tidak mau peduli. Jauhilah sikap ceroboh dan bermudah-
mudahan, yang sangat dikhawatirkan akibat dan kesudahannya, dan pasti
akibatnya adalah kerusakan dan kesudahannya adalah kehancuran.
Jadilah kalian sebagai penangkal kejelekan dan pelindung rumah. Jadilah
kalian seperti penjaga yang senantiasa siaga tidak pernah lengah, pengawas
yang jeli tidak pernah luput. Masing-masing kalian adalah
Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

23

pemimpin/penanggung jawab dan akan dimintai pertanggungjawaban


tentang orang yang dipimpinnya. Allah akan meminta pertanggungjawaban
kepada setiap pemimpin/penanggung jawab tentang yang ia pimpin,
apakah ia menjaganya ataukah menyia-nyiakannya, termasuk Allah juga
akan minta pertanggungjawaban dari suami tentang keluarganya.

‫ ﻭﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﻭﷲ ﺍﳊﻤﺪ‬،‫ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﷲ‬..‫ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ‬

Wahai kaum Muslimin,

Bergembiralah dengan hari raya kalian, janganlah kalian mengotori


keindahan, kemuliaan, kemurniaan, dan gemerlapnya dengan kemaksiatan,
dosa, perbuatan sia-sia, dan hal-hal yang haram. Istiqamahlah di atas
ketaatan dan ihsan setelah Ramadhan. Betapa indahnya ihsan, karena pasti
akan diikuti oleh ihsan pula. Dan betapa buruknya kemaksiatan setelah
ihsan.

Barangsiapa siapa berpuasa Ramadhan sebulan penuh kemudian


mengiku?nya dengan puasa 6 hari dari bulan Syawwal, maka menjadi
seperti puasa setahun. Barangsiapa yang belum mengeluarkan zakat fitrah
maka segera mengeluarkannya. Barangsiapa yang datang (ke shalat ‘id) dari
satu jalan, maka hendaknya pulang melalui jalan yang lain jika
memungkinkan, dalam rangka meneladani Nabi kita Muhammad
shallallahu 'alaihi wa sallam.

‫ ﻭﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﻭﷲ ﺍﳊﻤﺪ‬،‫ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﷲ‬..‫ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ‬

Kabar gembira bagi barangsiapa yang telah menegakkan qiyamullail


(Tarawih) dan melaksanakan puasa, kabar gembira bagi barangsiapa yang
telah bershadaqah dan bersungguh-sungguh dalam beribadah. Hari ini
adalah hari kegembiraan dan kebahagiaan. Telah hilang kecapaian, telah
sirna kepayahan, dan telah terwujud pahala Insya Allah Ta’ala.
Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

24

Semoga Allah menerima puasa kalian dan ibadah malam kalian. Semoga
Allah mengembalikan hari-hari penuh barakah tersebut pada tahun-tahun
dan masa yang panjang, dalam keadaan kita sehat dan afiat, dalam keadaan
hidup bahagia.

Ya Allah, kami keluar menuju tempat penuh barakah ini kami mengharap
rahmat dan pahala-Mu. Ya Allah, terima amal usaha kami dan bersihkanlah,
angkat dan tinggikan derajat kami. Ya Allah, berilah dari harapan
puncaknya, dan dari kebaikan yang terjauhnya. Ya Allah, terimalah puasa
kami, shalat malam kami, dan do’a kami Ya arharamar rahimin.

Ya Allah, muliakanlah Islam dan muslimin, Ya Allah, muliakanlah Islam dan


muslimin.
Dan hinakanlah kesyirikan dan orang-orang musyrik, dan hancurkanlah
musuh-musuh agama, dengan rahmat-Mu Ya Qawiy, Ya ‘Aziz, Ya Rabbal
‘Alamin.

Ya Allah kekalkanlah untuk “negeri dua tanah haram yang mulia” (yakni
Kerajaan Saudi ‘Arabia) ini keamanan, kelapangan, kemuliaan, dan
kekokohannya. Berilah taufiq para pimpinannya pada sesuatu yang
padanya terdapat kemuliaan Islam dan Muslimin. Ya Allah, barangsiapa
yang menginginkan kejelekan untuk negeri kami atau negeri muslimin,
maka sibukanlah ia dengan dirinya sendiri, jadikanlah makarnya kembali ke
lehernya sendiri, dan rencananya menjadi kehancurannya. Ya Allah,
bongkarlah kedoknya, singkaplah selubungnya, dan bongkarlah rahasianya,
dan jagalah kami dari kejelekanya serta jadikanlah ini sebagai pelajaran. Ya
Allah, bunuhlah mereka dengan senjata-senjata mereka sendiri dan
bakarlah mereka dengan api mereka sendiri Ya Qawiy, Ya ‘Aziz, Ya Rabbal
‘Alamin.

Ya Allah, berilah taufiq pemimpin dan pemerintah kami Khadimul


Haramain Asy-Syarifain Raja ‘Abdullah bin ‘Abdil ‘Aziz kepada apa yang
Engkau cintai dan Engkau ridhai. Bimbinglah ia ke arah kebaikan dan taqwa.
Perbaikilah orang-orang kepercayaannya, berilah ia kesehatan dan afiah,
jagalah ia dari berbagai kejelekan Ya Rabbal ‘Alamin. Ya Allah, berilah taufiq
padanya, dan kepada wakilnya serta wakilnya yang kedua, juga saudara-
Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

25

saudara dan anak-anaknya, kepada setiap kebaikan, dan hilangkanlah dari


mereka segala kejelekan. Berilah mereka kesehatan dan afiah, dan jagalah
mereka Ya Rabbal ‘Alamin.

Ya Allah, tolonglah agama-Mu dengan mereka, tinggikan kalimat-Mu


dengan mereka, jadikanlah kami termasuk pembawa hidayah yang
mendapat petunjuk, dengan rahmat-Mu Ya arhamar rahimin.

Ya Allah berilah taufiq segenap pemerintah muslimin untuk berhukum


dengan syari’at-Mu dan mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad shallallahu
'alaihi wa sallam.

Ya Allah, menangkanlan saudara-saudara kami di Palestina atas Yahudi


pencuri, zionisme pengkhianat. Ya Allah, hancurkanlah Yahudi pencuri,
zionisme pengkhianat, sesungguhnya mereka tidak akan bisa lepas dari-Mu.
Ya Allah, goncangkanlah bumi yang di bawah telapak kaki mereka,
masukkanlah rasa gentar pada hati-hati mereka. Jadikanlah mereka
sebagai pelajaran bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran.

Ya Allah, sucikanla Masjidil Aqsha dari kotoran Yahudi.

Ya Allah, jauhkanlah negeri-negeri kaum muslimin dari jeleknya


peperangan, pertempuran, fitnah, pertengkaran, benturan, dan
perselisihan. Ya Allah, hancurkanlah orang yang menanam dan
mengobarkannya, Ya Rabbal ‘Alamin.

Ya Allah, kembalikanlah kepada negeri-negeri muslimin keamanan,


kestabilan, dan ketentraman, dan jadikanlah kekuasaan mereka ada pada
orang yang takut kepada-Mu dan bertaqwa kepada-Mu Ya Rabbal ‘Alamin,

Ya Allah, hilangkanlah kegundahan orang yang gundah, lepaskanlah


kesempitan orang yang mengalami kesempitan. Tunaikanlah hutang dari
orang yang banyak berhutang, dan sembuhkan orang-orang sakit kami dan
orang-orang sakit muslimin, bebaskanlah tawanan kami dan tawanan
muslimin. Kasihilah orang-orang mati kami dan orang-orang mati muslimin.
Khuthbah ‘Idul Fithri 1430
1430 H
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Masjid Nabawi - Madinah


    1430  

26

Ya Allah ampunilah ayah-ayah kami, ibu-ibu kami, isteri-isteri kami, anak-


anak kami, saudara-saudara kami, karib kerabat kami, para ‘ulama kami,
dan para pemerintah kami, Ya arhamar rahimin.

‫ ﻭﺍﳊﻤﺪ ﷲ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﳌﲔ‬،‫ﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﳌﺮﺳﻠﲔ‬ ‫ﺳﺒﺤﺎﻥ ﺭﺑﻚ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺰﺓ ﻋﻤﺎ ﻳﺼﻔﻮﻥ ﻭﺳﻼ‬
‫ ﻭﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﻭﷲ ﺍﳊﻤﺪ‬،‫ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ ﺍﷲ‬..‫ﺍﷲ ﺃﻛﱪ ﺍﷲ ﺃﻛﱪ‬

Diterjemahkan oleh Ahmad Abu ‘Amr

9 Syawwal 1430 H – 28 September 2009 M

Sumber http://sahab.net/forums/showthread.php?t=371854