Anda di halaman 1dari 6

Artikel

SEKILAS MENGUAK BAHAYA ROKOK


Disusun untuk memenuhi tugas Biologi

Nama No. / Kelas

: Fandy Rachmad Dewantoro : 22/XI IPA 1

SMAN 1 YOGYAKARTA 2014

Sekilas Menguak Bahaya Rokok

Rokok merupakan salah satu benda yang sangat sulit dihindarkan bagi para pecandunya. Kebiasaan merokok sendiri tidak hanya berkembang di era globalisasi ini. Namun, merokok sudah dilakukan sejak abad pertengahan lampau, meskipun masih cukup tradisional. Rokok pertama kali digunakan oleh orang-orang dari suku-suku di Amerika, seperti Indian, Maya, dan Aztec. Rokok pada awalnya berupa tembakau yang dibakar dan dihisap melalui sebuah pipa. Kegiatan ini awalnya dilakukan pada saat berkumpulnya beberapa suku untuk mempererat hubungan antarsuku yang berbeda. Namun, selain sebagai penguat hubungan antar suku, banyak juga yang menggunakan tembakau sebagai media pengobatan. Dan suku Indian menggunakannya sebagai media ritual terhadap dewa-dewa mereka. Kemudian, pada abad ke-16, saat Christoper Columbus dan rombongannya datang ke Benua Amerika, sebagian dari mereka mencoba untuk menghisap tembakau. Dan akhirnya tertarik untuk membawa budaya menghisap tembakau ini ke benua asal mereka, yaitu Benua Eropa. Setelah budaya ini dibawa ke Eropa, ada seorang diplomat Prancis yang tertarik untuk mempopulerkannya ke seluruh Eropa. Dia lah Jean Nicot, yang kemudian namanya digunakan sebagai istilah Nikotin. Kebiasaan merokok pun muncul di kalangan bangsawan Eropa. Namun tidak seperti suku Indian, yang menggunakannya untuk upacara ritual, para bangsawan Eropa menggunakannya untuk kesenangan belaka. Kepopulerannya yang semakin meningkat di Eropa membuat John Rolfetertarik untuk membudidayakan tembakau dengan lebih serius. John Rolfe adalah orang pertama yang berhasil menanam tembakau dalam skala besar, yang kemudian diikuti oleh perdagangan dan pengiriman tembakau dari AS ke Eropa. Secara ilmiah, buku petunjuk bertanam tembakau pertama kali diterbitkan di Inggris pada tahun 1855. Setelah itu, pada abad ke-17, Para pedagang dari Spanyol masuk ke Turki, yang merupakan negara Islam. Dan akhirnya kemudian kebiasaan merokok masuk ke negara-negara Islam. Awal masuknya rokok ke Indonesia yaitu pada akhir abad ke-19 yang awalnya dari Kota Kudus yang di beri nama dengan Rokok Kretek. Riwayat kretek bermula dari penemuan Haji Djamari. Awalnya penduduk sekitar Kudus mengalami sakit di bagian dada, lalu Haji Djamari mengoleskan minyak cengkeh ke bagian yang sakit tersebut, dan sakitnya pun reda karena kasiat minyak cengkehnya itu. Lalu Haji Djamari membuat eksperimen dengan cara merajang cengkeh dengan tembakau yang lalu di linting menjadi rokok. Pada zaman tersebut rokok mulai populer dan melinting rokok menjadi kebiasaan para kaum pria. Akan tetapi, rokok juga banyak mengandung bahan kimia yang berbahaya, setiap satu batang rokok yang dibakar lalu dihisap ke tubuh ada 4000 zat kimia berbahaya. Berikut sedikit ulasannya. Nikotin, kandungan yang menyebabkan perokok merasa rileks. Salah satu zat yang ada dalam rokok yang mana dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan di dalam paru-paru, nikotin juga sangat berbahaya jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama, karena nikotin di dalam tubuh manusia bisa mengendap dan lama-lama akan merusak paru-paru. Untuk tingkat kefatalannya bisa menyebabkan kanker. Dan dalam jenis ini penyakit banyak diakibatkan oleh adanya nikotin dalam tubuh adalah penyakit kanker, pernapasan dan masih banyak lainnya. Kandungan nikotin yang kian

menumpuk dalam tubuh Anda akan menyebabkan kematian secara lebih cepat dalam sel jaringan tubuh anda. Tar, yang terdiri dari lebih dari 4000 bahan kimia yang mana 60 bahan kimia diantaranya bersifat karsinogenik. Sebuah zat yang dihasilkan dalam pembakaran tembakau (rokok biasa) dan bahan tanaman lain (rokok herbal) ketika seseorang merokok. Ia merupakan campuran dari beberapa zat yang bersama-sama membentuk suatu massa yang dapat melekat di paru-paru. Rokok memiliki kadar tar yang berbeda-beda. Kandungan rokok dengan kadar tar yang tinggi memiliki lebih dari 22 mg tar di masing-masing rokok, sedangkan kandungan rokok dengan kadar yang rendah memiliki kurang dari 7 mg saja. Tar dalam rokok akan meninggalkan noda pada gigi perokok dan mengubahnya menjadi kuning dan kecoklatan. Selain merubah warna gigi, zat racun ini juga dapat mengakibatkan berbagai masalah gigi dan mulut lainnya, seperti periodontitis, penyakit gusi, serta mengakibatkan kanker mulut. Sianida, senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano. Efek dari sianida ini sangat cepat dan dapat mengakibatkan kematian dalam jangka waktu beberapa menit. Gejala yang ditimbulkan oleh zat kimia sianida ini bermacam-macam. Mulai dari rasa nyeri pada kepala, mual muntah, sesak nafas, dada berdebar, selalu berkeringat sampai korban tidak sadar dan apabila tidak segera ditangani dengan baik akan mengakibatkan kematian. Benzena, juga dikenal sebagai bensol, senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan tidak berwarna. Benzena adalah toksin yang menyerang hati, ginjal, paru-paru, jantung dan otak dan dapat menyebabkan kerusakan kromosonal. Saat ini sedang diadakan penelitian tentang pengaruh benzena terhadap tingkat kesuburan pria dan wanita. Efek singkat menghirup high level benzene dapat mengakibatkan kematian, sedangkan menghirup low level benzene dapat menyebabkan kantuk, pusing, mempercepat denyut jantung, sakit kepala, tremors, kebingungan, dan ketidaksadaran.Long term efeknya bisa menyebabkan kerusakan pada sumsum tulang dan dapat menyebabkan penurunan sel darah merah, yang mengarah ke anemia. Ia juga dapat menyebabkan perdarahan yang berlebihan dan menurunkan system kekebalan, meningkatkan kesempatan infeksi, menyebabkan leukemia dan lainnya yang terkait dengan kanker darah dan pra-kanker dari darah. Cadmium, sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif. Salah satu jenis logam berat yang berbahaya karena elemen ini beresiko tinggi terhadap pembuluh darah. Apabila cadmium masuk ke dalam tubuh maka sebagian besar akan terkumpul di dalam ginjal, hati dan sebagian yang dikeluarkan lewat saluran pencernaan. Cadmium dapat mempengaruhi otot polos pembuluh darah secara langsung maupun tidak langsung lewat ginjal, sebagai akibatnya terjadi kenaikan tekanan darah. Metanol (alkohol kayu), alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol. Bahaya metanol bagi kesehatan yakni sangat mudah diserap oleh tubuh melalui rute pemberian (oral, inhalasi, topical). Di dalam hati, metanol akan dioksidasi menjadi formaldehid (formalin) dengan bantuan enzim alkohol dehydrogenase dan kemudian dimetabolisir lebih lanjut menjadi asam format oleh enzim formaldehid dehidrogenase

Selain keenam zat kimia berbahaya tersebut, terdapat beberapa zat lain yang juga sangat beberapa bila masuk ke dalam tubuh kita. Asetilena, merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana. Amonia, dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu. Formaldehida, cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat. Hidrogen sianida, racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida. Arsenik, bahan yang terdapat dalam racun tikus. Dan yang terakhir adalah karbon monoksida, bahan kimia beracun yang ditemukan dalam asap buangan mobil. Akibat negatif dari rokok sesungguhnya sudah mulai terasa pada waktu orang baru mulai menghisap rokok. Dalam asap rokok yang membara karena diisap, tembakau terbakar kurang sempurna sehingga menghasilkan karbon monoksida, yang disamping asapnya sendiri, tar dan nikotin dihirup masuk ke dalam jalan napas. Ibu-ibu hamil yang suka merokok dapat kemungkinan keguguran kandungannya. Penelitian di Santiago, Chili, juga menunjukkan bahwa asap rokok yang terhirup oleh ibu menyusui dapat menghambat produksi ASI. Dalam waktu tiga bulan, terlihat berat badan bayi dari ibu yang perokok atau menghirup asap rokok, juga tidak menunjukkan pertumbuhan yang optimal. CO, tar, dan nikotin tersebut berpengaruh terhadap syaraf yang menyebabkan gelisah, tangan gemetar (tremor), dan cita rasa/selera makan berkurang. Tar dan asap rokok merangsang jalan napas. Jika tar tersebut tertimbun di saluran itu dapat menyebabkan batuk-batuk atau sesak napas. Dan apabila tar menempel di jalan napas dapat menyebabkan kanker jalan napas, lidah atau bibir. Nikotin merangsang bangkitnya adrenalin hormon dari anak ginjal yang menyebabkan jantung berdebar-debar, meningkatkan tekanan darah serta kadar kolesterol dalam darah, dan erat dengan terjadinya serangan jantung. Gas CO sendiri juga berpengaruh negatif terhadap jalan napas dari pembuluh darah. Karbon monoksida lebih mudah terikat pada hemoglobin daripada oksigen. Oleh sebab itu, darah orang yang kemasukan CO banyak, akan berkurang daya angkutnya bagi oksigen dan orang dapat meninggal dunia karena keracunan karbon monoksida. Pada seorang perokok tidak akan sampai terjadi keracunan CO, namun pengaruh CO yang dihirup oleh perokok dengan sedikit demi sedikit, dengan lambat namun pasti akan berpengaruh negatif pada jalan napas. Saat ini, ada dua jenis perokok yaitu perokok aktif dan perokok pasif. Perokok aktif mempunyai pengertian orang yang melakukan langsung aktivitas merokok dalam arti mengisap batang rokok yang telah dibakar. Sedangkan perokok pasif adalah seseorang yang tidak melakukan aktivitas merokok secara langsung, akan tetapi ia ikut menghirup asap yang dikeluarkan oleh perokok aktif. Asap rokok yang terpaksa diisap perokok pasif, ternyata mempunyai kandungan bahan kimia yang lebih tinggi dibandingkan dengan asap rokok yang diisap oleh si perokok. Hal ini karena ketika rokok sedang diisap, tembakau terbakar pada temperatur lebih rendah. Kondisi ini membuat pembakaran menjadi kurang lengkap dan mengeluarkan banyak bahan kimia. Asap rokok itu sendiri mengandung sekitar

4000-an bahan kimia beracun, 60 di antaranya jelas-jelas bersifat karsinogen. Tak heran jika pengaruh asap rokok pada perokok pasif itu tiga kali lebih buruk daripada debu batu bara. Berbagai penelitian membuktikan asap rokok yang ditebarkan orang lain, imbasnya bisa menyebabkan berbagai penyakit, bukan saja pada orang dewasa, tapi terutama pada bayi dan anak-anak. Mulai dari aneka gangguan pernapasan pada bayi, infeksi paru dan telinga, gangguan pertumbuhan, sampai kolik (gangguan pada saluran pencernaan bayi). Oleh karena itu, rokok bukan hanya berbahaya untuk ibu hamil melainkan bayi yang dikandungnya juga. Berikut saran-saran untuk perokok aktif dan perokok pasif. Untuk perokok aktif usahakan menghentikan kebiasaan merokok. Jika ingin merokok usahakan tidak merokok di tempat umum. Jika ingin merokok di tempat umum, usahakan jauh dari kerumunan masyarakat, yaitu tempat yang lebih sepi, atau cari smoking area. Jangan merokok di POM Bensin, karena akan menimbulkan akibat yang sangat fatal. Serta konsumsi buah dan sayur untuk mengurangi racun yang masuk akibat asap rokok. Sedangkan untuk perokok pasif, silahkan menegur perokok aktif yang merokok di tempat umum, tetapi tegurlah secara baik-baik. Bila perlu, pakailah masker atau penutup hidung jika ada orang merokok di dekat Anda. Serta konsumsi buah dan sayur untuk mengurangi racun yang masuk akibat asap rokok. Para perokok aktif maupun pasif dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dan minuman penetralisir asap rokok. Berikut beberapa makanan dan minuman yang disarankan dikonsumsi. Makanan yang kaya akan Omega 3 dapat memperbaiki fungsi paru-paru. Makanan yang kaya omega 3 diantaranya adalah seafood. Seafood yang kaya Omega 3 di antaranya : ikan salem (salmon), ikan teri, tuna sirip biru, tuna sirip kuning, ikan sarden, ikan forel (trout), kepiting, ikan kerapu (cod), kerang, lobsters, ikan nila, dan udang. Mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak kedelai dapat memperbaiki fungsi paru-paru dan mengurangi serangan penyakit sesak nafas kronis. Flavonoid yang terdapat dalam makanan kedelai bertindak sebagai anti-peradangan pada paru-paru serta dapat melindungi paru-paru dari tembakau yang menyebabkan kanker bagi para perokok. Brokoli, apel, serta sayur dan buah lainnya yang kaya antioksidan bisa membantu memperbaiki dan melindungi paru-paru Anda. Satu studi telah menunjukkan bahwa paru-paru orang yang mengkonsumsi lebih dari 5 apel dalam seminggu berfungsi lebih baik dari paru-paru mereka yang sama sekali tidak mengkonsumsi apel. Air jeruk nipis mampu menurunkan kadar nikotin hingga 70,65. Namun air jeruk nipis disini hanya alat bantu untuk dapat berhenti merokok. Air putih akan membantu untuk mengeluarkan racun dan nikotin yang telah terakumulasi dalam tubuh Anda setelah bertahun-tahun merokok. Nah maka dari itu, mari kita memperingatkan orang-orang di sekitar kita agar berhenti merokok. Merokok memiliki banyak bahaya bagi kesehatan. Selain itu, merokok juga menghabiskan uang dengan percuma.

DAFTAR PUSTAKA
http://m.ayahbunda.co.id/webForm/content/mobArticleDetailEC.aspx?mc=00 1&smc=001&ar=724 diakses pada pukul 20.50 WIB, 15 Februari 2014 http://satrio302.blogdetik.com/ diakses pada pukul 21.02 WIB, 15 Februari 2014 http://tugaskampus2013.blogspot.com/2013/02/rokok.html diakses pada pukul 20.30 WIB, 15 Februari 2014 http://www.musicforlifemagz.com/rokok-dan-musik/ diakses pada pukul 20.43 WIB, 15 Februari 2014 http://melon-maternity.com/wp-content/uploads/2013/02/Cigarette.jpg diakses pada pukul 21.10 WIB, 15 Februari 2014