Anda di halaman 1dari 18

Kerajinan tangan dari kayu

Membuat kerajinan tangan cantik dan unik dari kayu

Membuat kerajinan tangan cantik dan unik dari kayu Kerajinan tangan ini akan membuat sebuah miniatur dari kayu dan bahan pendukung lainnya. Miniatur adalah tiruan suatu objek yang dibuat dalam bentuk yang lebih kecil. Kerajinan Miniatur Kapal merupakan kerajinan tangan yang telah berkembang di kota-kota Indonesia dengan berbagai macam pilihan bahan dan design yang sangat menarik dan patut untuk diperhatikan. Bahan untuk membuat kerajinan miniatur kapal ini sangat mudah untuk didapatkan di sekitar kita. Bisa dari kayukayu bekas di sekitar kita dengan tambahan komponen bekas lainnya. Namun lebih baik pakai barang yang berkualitas, supaya hasilnya pun juga memuaskan.

Membuat kerajinan tangan cantik dan unik dari kayu Membuat kerajinan tangan cantik dan unik dari kayu BAHAN:

Benang nilon Melamin Lem Varnis Dan material pendukung lainnya

CARA MEMBUAT: Pembuatan miniatur kapal ini memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Untuk Membuatnya memerlukan ketelatenan dan kecermatan untuk mencapai nilai artistik dan kualitas produk yang tinggi. Urut-urutan pengerjaan kapal miniatur ini biasanya, diawalinya pada bagian dasar kapal terlebih dahulu, kemudian lambung kapal, dan dilanjutkan ke perakitan bagian tiang serta layar miniatur kapal. Tak heran jika waktu pengerjaannya memakan waktu yang lumayan lama.

Membuat kerajinan tangan cantik dan unik dari kayu Sedangkan untuk membuat miniatur kapal dalam botol diperlukan waktu yang lebih singkat. Caranya, bagian-bagian miniatur kapal dirangkai dulu, baru dimasukkan satu persatu ke dalam botol dengan menggunakan sumpit. Prosesnya relatif lebih mudah, karena bagianbagian kapalnya sederhana dan tidak terlalu detil. Kerajinan tangan miniatur kapal dari kayu layar dan kapal dalam botol ini sangat cocok untuk digunakan sebagai souvenir Unik, barang koleksi, hiasan, pajangan, Kado Ulang tahun, cinderamata, dan lain-lain sesuai dengan selera orang yang memilikinya. Seiring berkembangnya kemajuan dalam pembuatan miniatur, maka tidak hanya kerajinan miniatur kapal saja yang berkembang, kerajinan miniatur -miniatur berikut ini juga ikut berkembang, seperti: miniatur kereta, miniatur pesawat, miniatur kereta api, miniatur bis, miniatur alat berat, miniatur vespa, miniatur mobil, miniatur rumah, bus miniatur, mobil miniatur dan lain-lainnya. Artikel yang terkait Membuat kerajinan tangan cantik dan unik dari kayu, bahan membuat, cara membuat kerajinan, hasil kerajinan kayu, kerajinan tangan, contoh dan gambar miniatur

Kerajinan Anyaman Pandan

Kerajinan Annyaman Pandan adalah kerajinan merangkai dan melipat daun. Untuk kerajinan anyaman pandan ini dipakai bahan daunan sejenis pohon palem atau kelapa dan lontar dan jenis daun rumput seperti pandan dan mendong. Meskipun sifat daun tersebut relatif lebih lemah, namun untuk menjadi bahan anyaman yang siap dipakai, terlebih dahulu harus mengalami pengolahan. Cara pengolahannya ialah dengan jalan melepaskan lidi dan urat-urat daun dan selanjutnya menghaluskan. Bahan yang terolah menjadi lentur dan luwes dan siap untuk dilipat dan dirangkai menjadi tikar, karpet, alas makan, tas dan topi yang dalam penyelesaiannya dapat dibentuk dan dijahit. Lontar atau daun pandan setelah diolah dipotong-potong menjadi bagian-bagian sama kemudian dimasak dalam air, dilicinkan dan dijemur. Apabila dikehendaki anyaman dengan pola warna, maka sebagian dari bahan dicelup ke dalam cairan pewarna.

Kerajinan Ayaman Bambu

Anyaman adalah serat yang dirangkaikan hingga membentuk benda yang kaku, biasanya untuk membuatkeranjang atau perabot. Anyaman seringkali dibuat dari bahan yang berasal dari tumbuhan, namun seratplastik juga dapat digunakan. Bahan yang digunakan bisa bagian apapun dari tanaman, misalnya inti batang tebu atau rotan atau keseluruhan ketebalan tanaman, seperti misalnya dedalu. Bahan lainnya yang terkenal digunakan sebagai anyaman adalah gelagah dan bambu. Biasanya rangkanya dibuat dari bahan yang lebih kaku, setelah

itu bahan yang lebih lentur digunakan untuk mengisi rangka. Anyaman bersifat ringan tapi kuat, menjadikannya cocok sebagai perabot yang sering dipindah-pindah. Anyaman sering digunakan untuk perabot di beranda dan teras.

Kerajinan tangan Topi

Siapkan daun lontar satu pucuk, celup pewarna satu bungkus dan alat seperti pisau tau silet yang tajam, pejangka atau alat pengiris. 1) Buanglah tulang dan bagian dalam daun lontar dengan menggunakan silet atau pisau pengiris, 2) 3) 4) Irislah daun lontar dengan alat pengiris atau pejangka agar bentuk dan besar irisannya sama, Berilah pewarna atau celup pada daun lontar yang telah diiris Rebus daun lontar pada air mendidih yang telah di beri celup/ pewarna, kemudian irisan lontar tersebut didingingkan sampai kering, 5) 6) Anyamlah lontar tersebut gengam mengikuti pola dua dua satu seperti anyaman bedek, Setelah selesai dianyam berikan pinggir dengan menggunakan tulang lontar kemudian anyamlah agar kelihatan rapi. 7) Potonglah bagian bagian dari lontar yang kelihatan panjang untuk merapikan anyaman

Kerajinan Tangan Boneka


Cara Membuat Boneka Teddy Bear dari kaos kaki anda bisa membuat sendiri boneka Teddy Bear yang lucu dan imut ini dengan cara yang sederhana dan cukup mudah untuk dijadikan sebagai mainan atau gantungan anda bisa membuat nya sendiri dirumah dengan sedikit keterampilan menjahit anda sudah bisa membuat boneka berikut adalah cara membuat boneka Teddy Bear yang saya buat secara bertahap untuk mempermudah cara pembuatanya

anda bisa berkreasi sendiri dengan memadukan warna dari kaos kaki untuk menciptakan bentuk boneka yang baru lucu dan imut pastinya ukuran bisa disesuaikan dengan bentuk kaos kaki yang anda buat selamat mencoba.

Langkah Pertama Siapkan terlebih dahulu bahan bahan untuk pembuatan boneka :

Bahan yang digunakan : 1. Kaos kaki dengan warna yang cerah anda bisa menyesuaikan warna yang diinginkan untuk dijadikan boneka 2. Kapas untuk isi boneka atau bisa menggunakan dakron yang biasa digunakan untuk isi boneka atau bantal 3. Jarum dan benang untuk menjahit boneka 4. Selembar kain putih untuk mulut boneka 1.5.Kancing dan mute mute untuk digunakan sebagai mata dan mulut boneka Alat yang digunakan : 1. Gunting, untuk memotong pola boneka 2. Pulpen dan pensil, untuk membuat pola boneka 3. Pinset, untuk merapihkan isi boneka Langkah Kedua buat pola pada kaos kaki untuk mempermudah pemotong

Langkah Ketiga Potonglah pola boneka sesuai garis agar terlihat rapi dan susunlah potongan kaos kaki menjadi boneka

Langkah keempat jahit semua pinggiran potongan boneka serapih mungkin kemudian isi setiap potongan menggunakan kapas atau menggunakan dakron untuk isi boneka

Langkah kelima satukan jahitan untuk setiap bagian boneka secara rapih hingga terbentuk boneka Teddy Bear yang lucu

Berikut adalah cara membuat boneka teddy bear anda bisa membuat yaang lebih bagus lagi dengan mengkombinasikan warna dan motif dari kaos kaki semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Kerajinan Tangan dari Tembikar

Tembikar adalah alat keramik yang dibuat oleh pengrajin. Tembikar dibuat dengan membentuk tanah liat menjadi suatu obyek. Alat tembikar yang paling dasar adalah tangan. Gerabah adalah perkakas yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk kemudian dibakar untuk kemudian dijadikan alat-alat yang berguna membantu kehidupan manusia. Asal mula Gerabah diperkirakan telah ada sejak masa pra sejarah, tepatnya setelah manusia hidup menetap dan mulai bercocok tanam. Situs-situs arkeologi di indonesia, telah ditemukan banyak tembikar yang berfungsi sebagai perkakas rumah tangga atau keperluan religius seperti upacara dan penguburan. tembikar yang paling sederhana dibentuk dengan hanya menggunkan tangan, yang berciri adonan kasar dan bagian pecahannya dipenuhi oleh jejakjejak tangan (sidik jari), selain itu bentuknya kadang tidak simetris. selain dibuat dengan teknik tangan, tembikar yang lebih modern dibuat dengan menggunakan tatap-batu dan roda putar. Contoh Macam-macam kerajinan yang dapat di buat dari tanah liat

Piring Kendi Tempayan Anglo Kuali Celengan Pot Gerabah hiasan

Cara pembuatan kerajinan tangan dari bahan alam tanah liat

Pengambilan tanah liat.

Tanah liat diambil dengan cara menggali secara langsung ke dalam tanah yang mengandung banyak tanah liat yang baik. Tanah liat yang baik berwarna merah coklat atau putih kecoklatan. Tanah liat yang telah digali kemudian dikumpulkan pada suatu tempat untuk proses selanjutnya.

Persiapan tanah liat.

Tanah liat yang telah terkumpul disiram air hingga basah merata kemudian didiamkan selama satu hingga dua hari. Setelah itu, kemudian tanah liat digiling agar lebih rekat dan liat. Ada dua cara penggilingan yaitu secara manual dan mekanis. Penggilingan manual dilakukan dnegan cara menginjak-injak tanah liat hingga menjadi ulet dan halus. Sedangkan secar mekanis dengan menggunakan mesin giling. Hasil terbaik akan dihasilkan dengan menggunakan proses giling manual.

Proses pembentukan.

Setalah melewati proses penggilingan, maka tanah liat siap dibentuk sesuai dengan keinginan. Aneka bentuk dan disain depat dihasilkan dari tanah liat. Seberapa banyak tanah liat dan berapa lama waktu yang diperlukan tergantung pada seberapa besar gerabah yang akan dihasilkan, bentuk dan disainnya. Perajin gerabah akan menggunakan kedua tangan untuk membentuk tanah liat dan kedua kaki untuk memutar alat pemutar (perbot). Kesamaan gerak dan konsentrasi sangat diperlukan untuk dapat melakukannya. Alat-alat yang digunakan yaitu alat pemutar (perbot), alat pemukul, batu bulat, kain kecil. Air juga sangat diperlukan untuk membentuk gerabah dengan baik.

Penjemuran.

Setelah bentuk akhir telah terbentuk, maka diteruskan dengan penjemuran. Sebelum dijemur di bawah terik matahari, gerabah yang sudah agak mengeras dihaluskan dengan air dan kain kecil lalu dibatik dengan batu api. Setalah itu baru dijemur hingga benar-benar kering. Lamanya waktu penjemuran disesuaikan dengan cuaca dan panas matahari.

Pembakaran.

Setalah gerabah menjadi keras dan benar-benar kering, kemudian banyak gerabah dikumpulkan dalam suatu tempat atau tungku pembakaran. Gerabah-gerabah tersebut kemudian dibakar selama beberapa jam hingga benar-benar keras. Proses ini dilakukan agar gerabah benar-benar keras dan tidak mudah pecah. Bahan bakar yang digunakan untuk proses pembakaran adalah jerami kering, daun kelapa kering ataupun kayu bakar.

Penyempurnaan.

Dalam proses penyempurnaan, gerabah jadi dapat dicat dengan cat khusus atau diglasir sehingga terlihat indah dan menarik sehingga bernilai jual tinggi.

Kerajinan Tangan dari Janur


Kerajinan Tangan dari Janur -Janur atau daun kelapa biasanya dijadikan hiasan di daerah Jawa, biasanya saat sedang ada acara sunatan, pernikahan, dll. Butuh keuletan dalam membuat dekorasi dari janur ini, alat yang dibutuhkan untuk membuat dekorasi ini adalah pisau, steples dan isinya, jarum pentul, benang kasur, paku, gedebog pisang, bokor, dan tentu saja janur. Umumnya ada 3 macam bentuk kreasi dari janur, yaitu: 1. Kembar mayang

Biasa dipakai saat acara pernikahan, kembar mayang dibuat 2 buah. Melambangkan bahwa sepasang penganting itu harus sama perasaan, hati, dan kehendaknya. Bagian-bagian kembar mayang adalah tatakan, awak, dan mahkota.

2. Mayang sari

Mayang sari umumnya ditempatkan di samping kanan dan kiri kursi pelaminan. Ciri khasnya adalah tinggi sekitar 180 cm, berjumlah dua, bisa kembar ataupun tidak, dan biasanya di bagian atas diberi hiasan buah atau bunga. Bagian-bagian dari mayang sari adalah mahkota, bagian atas, bagian bawah, dan tatakan.

3. Penjor Penjor biasa dipasang di depan rumah atau gang masuk menuju tempat resepsi, penjor menandakan bahwa sedang ada acara persepsi di lokasi itu. Cara membuat penjor hampir sama dengan kembar mayang dan mayang sari, hanya saja penjor dibuat pada sebilah bambu. Dekorasi janur ini memang unik, tidak ada di negara lain. Meski sepele namun harus tetap dilestarikan, kalau tidak bisa-bisa diklaim oleh negara lain, oleh karena itu marilah melestarikan budaya kita mulai dari kecil.

Kerajinan Tangan Patung yang terbuat dari Batu

Proses dan cara membuat batu cetak resin harus dilakukan dengan tangan

Banyak cara membuat patung (juga relief) batu cetak yang bisa dilakukan, setiap pembuat patung memiliki cara masing-masing. Bahan 'batu' yang digunakan juga berbeda-beda. Yang akan saya sampaikan disini adalah cara membuat batu cetak dengan bahan resin atau sering disebut batu fiber. Prinsip dan tujuan pembuatan patung batu cetak adalah membuat "patung batu" menggunakan teknik cetak supaya waktu penyelesaian bisa lebih cepat dengan bentuk yang tidak berubah alias bentuknya sama. Sehingga teknik ini cocok untuk membuat reproduksi patung batu dalam jumlah banyak. Dengan kata lain, untuk melayani pesanan pembuatan patung batu dengan kuantitas atau jumlah besar. Teknik membuat patung batu inilah yang banyak diaplikasi oleh pengrajin patung batu di Borobudur, Muntilan, Prambanan, juga di Bantul Jogja untuk membuat patung Buddha, relief Candi Borobudur dan Prambanan, replika stupa, replika candi dan patung dewa Hindu Buddha.

Bahan yang digunakan:


Serbuk atau Mill Batu. Mill batu adalah batu yang sudah digiling menjadi serbuk batu. Jadi bahan utamanya tetap batu (bukan semen atau pasir). Resin. Bahan resin berfungsi untuk mengikat serbuk batu sehingga bisa disatukan menjadi bentuk tertentu. Talk bubuk (talc powder). Talk digunakan sebagai bahan finishing. Cairan Katalis untuk membuat semua komponen bahan menjadi 'bekerja'. Dalam hal ini patung yang dicetak menjadi kering. Cobalt sebagai akselerator mempercepat pengeringan. MAA untuk melapisi permukaan cetakan. Fiberglass Mat untuk tulangan/perkuatan.

Alat yang digunakan:


Cetakan. Bisa terbuat dari silikon, resin fiber, sealant, atau cetakan yang lain. Sarungtangan Masker Kayu dan alas untuk mencampur adonan. Kuas Sikat pisau dan sejenisnya.

Proses dan Cara membuat: Proses mencetak: 1. Siapkan cetakan. Dalam penjelasan cara membuat batu cetak ini kita akan menggunakan cetakan silikon. Cetakan silikon kita pilih karena memiliki banyak keunggulan. 2. Bersihkan permukaan cetakan dengan kuas atau sikat lembut secara perlahan supaya tidak sampai cacat. Dengan menggunakan kuas, olesi permukaan cetakan dengan MAA supaya nantinya cetakan tidak lengket atau mudah dilepas. 3. Buat adonan / campuran bahan untuk isian patung (cor) dengan komposisi, 1 bagian resin dan 5 bagian mill. Untuk membuat patung batu hitam (batu candi) gunakan mill batu hitam dan untuk patung batu putih gunakan mill batu putih. 4. Untuk memulai, tambahkan cairan katalis secukupnya lalu aduk adonan mill dan resin sampai benar-benar tercampur. 5. Prinsip pemakaian katalis adalah semakin banyak katalis, semakin cepat kering adonannya. Perlu latihan berulang-ulang supaya menemukan takaran dan tekanan saat mencampur dengan pas. Resin memiliki sifat plastik, sehingga terlalu banyak resin, permukaan patung yang dihasilkan akan terlihat mengkilat, sebaliknya terlalu sedikit resin dan terlalu lemah mengaduk, membuat patung mudah patah (bhs.jawa- mripil). 6. Isikan adonan resin dan mill kedalam cetakan. Masukkan dengan tangan dengan hatihati dan teliti supaya semua bagian cetakan terisi. 7. Gunakan bahan penguat atau tulangan untuk bentuk-bentuk rawan atau yang berukuran besar supaya nantinya patung tidak mudah patah. Bisa gunakan fiberglass mat, besi, atau bahan yang lain. 8. Untuk mempercepat pengeringan, bisa digunakan cairan cobalt (dicampurkan saat membuat adonan).

9. Diamkan, tunggu sampai kering dan keluarkan hasil cetakan patung dari cetakan. Proses Revisi dan Finishing: Ketidakrapian saat menyiapkan cetakan dan mengisikan adonan kedalam cetakan biasanya akan membuat patung hasil cetakan tidak rapi. Garis cetakan terekam terlihat jelas, banyak lubang dan banyak sisa kotoran adonan yang mengering dan menempel pada patung. Untuk itu diperlukan proses revisi untuk merapikan. Gunakan kuas, sikat, pisau atau apa saja yang bisa digunakan. Patung yang baru keluar dari cetakan memiliki warna hitam kelam (warna batu basah). Untuk membuat patung nampak seperti patung batu alam yang asli, taburkan bubuk talk ke seluruh permukaan patung. Patung batu cetak telah selesai dibuat. Untuk kelengkapannya, biasanya ditambahkan alas karet (rubber pad) pada bagian alas. Catatan Penting:

Gunakan masker dan sarung tangan karena bahan adonan resin dan mill batu mengeluarkan bau menyengat dan apabila terlalu lama bersentuhan dengan kulit mengakibatkan iritasi. Fiberglass mat kalau bersentuhan langsung dengan kulit akan menyebabkan rasa gatal.

Berikut foto ilustrasi proses dan cara membuat patung batu cetak resin fiber. Anda bisa memberikan komentar, like atau sebarkan kalau anda anggap bermanfaat bagi orang lain.

Patung buddha batu cetak resin belum difinishing. warnanya sangat hitam

Relief batu "Eva" dibuat dari batu cetak resin untuk tempat lilin ditempel di dinding

Kerajinan Vas dari Tembaga

Vas Bunga model kodok. Material dari tembaga dengan motif pita emas pada leher vas. Ukuran dapat menyesuaikan dengan permintaan pesanan. Teknik pengerjaan dengan ditempa. Tersedia aneka model dan ukuran vas tembaga. Kerajinan logam tembaga kuningan alumunium.

Kerajinan Tangan dari Batang Pisang

Pohon pisang tidak hanya dapat dimanfaatkan buah atau daunnya. Bapak Tukimin, yang tinggal di Dusun Tanggulangin, Tanjungharjo, Nanggulan, Kulon Progo dapat berkreasi dengan gedebok pisang sehingga menjadi kerajinan tangan yang digandrungi masyarakat internasional. Pemilik CV Indo Seagrass itu sibuk menangani pesanan kerajinan anyaman serat pandan dan agel (gebang) yang sedang booming pascakrisis ekonomi. Kemudian beliau beralih ke bahan gedebok pisang agar beda dari perajin lain. Selain itu, serat batang pisang juga memiliki tekstur yang berbeda dibanding serat alam lain. Serat gedebok lebih kuat, tetapi tetap halus dan empuk. Semakin muda usia batang pisang yang digunakan, semakin halus tekstur anyaman.

Proses Pembuatan 1. Batang pisang dibuat menjadi bilah-bilah, kemudian bilah-bilah batang pisang tersebut dikeringkan dengan cara dijemur selama 10 hari. Dalam proses pengeringan, Tukimin tidak menggunakan oven karena akan merapuhkan serat, yang membuat mudah patah saat dipilin. Yang bagus digunakan untuk bahan kerajinan hanya lapisan pertama pelepah pisang hingga lapisan kelima. 2. Hasil pengeringan batang pisang kemudian dipilin hingga beberapa meter panjangnya. 3. Hasil pilinan serat gedebok pisang kemudian dianyam atau dijalin sedemikian rupa sehingga menghasilkan produk kerajinan, seperti tas, keranjang, dan furnitur rumah tangga. 4. Agar kuat, anyaman serat dilem dan diikat dengan benang kasur. Kemudian dilakukan finishing produk yang sesuai dengan permintaan pasar. Tampilan serat gedebok pisang umumnya kusam, untuk mencerahkannya digunakan cat pernis berbahan dasar air. Saat ini, Tukimin dengan CV. Indo Seagrassnya memiliki kurang lebih 250 jenis produk kerajinan dari pelepah pisang. Aneka tas, karpet, box, keranjang, dan furniture rumah tangga menjadi produk andalan yang kapasitas produksinya 1 kontainer per bulannya. Harga yang ditawarkan per produknya juga beraneka ragam, mulai dari ribuan hingga jutaan sesuai dengan jenis dan ukurannya. Pasar mancanegara ternyata juga menyambut baik produk kerajinan gedebog pisangnnya. Bahkan Tukimin mengakui jika produknya lebih laris di pasar mancagera dibandingkan pasar lokal. Negara-negara di Eropa, Hongkong, Jepang menjadi langganan tetap produk pelepah pisang tersebut.

Kerajinan Tangan dari Kulit


1. Pembelian Kulit Kulit yang digunakan untuk membuat kerajinan ini adalah kulit mentah dan kulit split. Kulit mentah adalah kulit yang langsung digunakan untuk proses pembuatan kerajinan kulit tanpa proses kimiawi. Sedangkan kulit split adalah kulit yang sudah melalui proses kimiawi di pabrik ataupun tempat lainnya. 2. Pengolahan Kulit

Kulit direndam dengan menggunakan air selama satu hari hingga lunak. Kemudian direntangkan dengan menggunakan tali dan pigura kayu yang kuat. Selanjutnya, kulit tersebut dijemur dibawah terik matahari sampai benar benar kering. Kulit yang sudah kering segera ditipiskan dengan cara dikerok. Bagian yang dikerok adalah bagian rambut, dan sisa sisa daging yang masih melekat di bagian dalam.

Kulit dikerok dengan menggunakan pisau, atah pethel sedikit dmi sedikit secara hati hati. Kulit bagian dalam dikerok terlebih dahulu dan lebih banyak dikurangi agar diperoleh kulit yang berkualitas. Setelah itu, baru dilanjutkanpengerokan kulit bagian luar, yang hanya sedikit karena bila dilakukan pengurangan terlalu banyak maka kulit yang dihasilkan akan menjadi mudah patah bila dilipat. Bila perlu, pada bagian ini hanya dihilangkan rambut rambutnya saja dan dibersihkan dengan air. Terdapat beberapa metode yang digunakan untuk mempermudah pengerokan, seperti merendam kulit dengan air mendidih, dan dengan menggunakan air kapur sebelum direntangkan. Torehan pisau pada proses pengerokan hanya dilakukan satu arah dari atas kebawah. Setelah kulit ditipiskan, sisa sisa kerokan dibersihkan dengan air dan bagian yang dikerok dihaluskan dengan amplas. Selanjutnya, dijemur pada terik matahari hingga kering secara merata. Setelah kering, kulit dilapisi dengan warna dasar untuk menutupi pori pori kulit agar permukaannya rata. Setelah itu, mulailah membentuk sketsa gambar kerajinan dipermukaan kulit, lalu ditatah sehingga diperoleh bentuk dasar. 3. Pembuatan Barang Kerajinan

Tahap selanjutnya adalah memperhalus tatahan dasar dan membuat kombinasi yang indah dalam penerawangan cahaya. Lalu mulaolah memadukan bahan pendukung lainnya untuk memperindah dan memperkuat barang kerajinan kulit tersebut. Biasanya cara emadukannya dengan cara melakukan pengeleman atan penjahitan sehingga benar benar menjadi barang yang kuat dan tahan lama, tak lupa dilakukan pewarnaan menggunakan pewarna sintatis, yaitu sandy colour, dan menggunakan perekat seperti lem rakol / lem fox. Setelah barang selasai dibuat, sisa sisa potongan kulit yang tidak terpakai dapat pula dijadikan sebagai bahan rambak/ kerupuk kulit, dan pupuk organik. Berikut adalah beberapa produk kerajinan kulit Bapak PRAPTO SUDARMO :

KERAJINAN KULIT

TUGAS PRAKARYA

DISUSUN OLEH Andi Adinda Wahyuni Putri Putri Nurasra Siti Hawaniah Suci Ramadhani Musmuhadirah