Anda di halaman 1dari 16

INTERNAL CONTROL DALAM PERBANKAN

Pengertian Internal Control


Internal control meliputi susunan organisasi dan semua cara-cara dan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan untuk menjaga dan mengamankan harta miliknya, memeriksa kecermatan dan kebenaran data administrasi, memajukan efisiensi kerja dan mendorong dipatuhinya kebijaksanaan yang telah ditetapkan oleh Top

Internal Control meliputi 2 unsur :


Accounting Control Administrative Control

Sistem Internal Control meliputi hal-hal berikut : 1. Struktur organisasi yang menunjukkan adanya pemisahan fungsional secara tepat 2. Terdapat sistem pemberian wewenang serta prosedur pencatatan yang layak agar tercapai accounting control yang cukup atas aktiva, utang-utang, pendapatan dan biaya 3. Adanya kebiasaan praktek-praktek yang sehat yang harus diikuti dalam melaksanakan tugas dan fungsi setiap bagian organisasi 4. Adanya pegawai-pegawai yang kualitasnya seimbang dengan tanggung jawabnya.

Prinsip-Prinsip Internal Control


Perlunya

pegawai yang kapabel dan dapat dipercaya untuk melaksanakan tanggung jawab yang sesuai dengan kecakapannya, pengalaman dan kejujurannya Perlunya pemisahan wewenang dari berbagai fungsi operasional, fungsi peyimpanan, dan fungsi administrasi Perlunya pengawasan yang continue oleh atasan yang bertanggungjawab atas hasil pekerjaan pegawai tersebut Perlunya penetapan tanggungjawab secara perorangan yang jelas, hal ini akan memberikan pengaruh psikologis yang positif bahwa tugas-tugas itu akan lebih diperhatikan sehingga para pegawai akan bekerja dengan lebih seksama Perlu adanya mekanisme pemeriksaan otomatis berdasarkan prosedur-prosedur yang rutin Perlu adanya pencatatan yang seksama dan segera atas semua transaksi-transaksi eksternal maupun transaksi intrnal yang mempunyai akibat ekonomis/finansil Perlu adanya peralatan-peralatan yang berguna untuk penjagaan secara fisik misalnya ruang khasanah mesin-mesin cash register dan

Dalam dunia perbankan tujuan utama pelaksanaan Internal Control adalah untuk memastikan apakah : 1. Pengamanan dana masyarakat di bank yang bersangkutan seperti giro, deposito, tabungan dan dana pihak ketiga lainnya telah dijamin 2. Pencapaian tujuan dan sasaran kegiatan operasional yang telah ditetapkan 3. Telah tercapai pemanfaatan sumber dana dan daya secara ekonomis dan efisien 4. Telah diperoleh kebenaran dan keutuhan informasi keuangan dan operasional termasuk kewajiban bank dan rekening administratif yang akurat, handal, lengkap, tepat waktu yang berguna bagi kepentingan bank yang bersangkutan, masyarakat, maupun pihak ketiga lainnya 5. Telah terdapat kepatuhan terhadap kebijakan, rencana, prosedur, hukum peraturan dan perundang-undangan yang berlaku 6. Telah terdapatnya pengamanan harta kekayaan bank

APLIKASI INTERNAL CONTROL DALAM PERBANKAN


1. Division Of Duties

2. Dual Control
3. Joint Custody / Dual Custody 4. Mandatory Vacation 5. Number Controls 6. Outside Activities Of Bank Personel

7. Rotation Of Duty Assignment


8. Independence Balancing

1 . Division Of Duties
Division of duties dalam kegiatan perbankan ini dapat berupa pemisahan fungsi-fungsi administratif, operasional dan fungsi penyimpanan. Disamping itu pembagian wewenang juga dibedakan dari tingkatan jabatan yang ada. Division of duties ini merupakan salah satu elemen dari internal control yang harus dievaluasi oleh Bank Auditor, apabila ditemukan pembagian tugas yang tidak memadai maka bank auditor harus mencatatnya dan menyusun saran-saran /kritikkritik yang konstruktif dan menyampaikan saran atau langkah-langkah yang harus ditempuh oleh managemen bank untuk mendapatkan pembagian

2. Dual Control
Dual control dapat diartikan sebagai kegiatan pengecekan kembali atas suatu pekerjaan yang telah dilakukan oleh petugas sebelumnya untuk menetapkan hal-hal sbb: Apakah petugas yang pertama tersebut telah bertindak sesuai dengan batas-batas wewenangnya untuk menangani transaksi yang telah dilakukanya Apakah transaksi-transaksi yang terjadi tersebut telah dicatat, dibukukan, diadministrasikan dengan prosedur yang benar Apakah transaksi-transaksi yang terjadi tersebut diselesaikannya dengan prosedur yang benar

3. Join Custody / Dual Custody


Dalam kegiatannya bank banyak mengelola berbagai barang berharga yang sangat likuid, mulai dari uang tunai, bank note, bilyet, sertifikat barang jaminan, formulir surat berharga yang belum terpakai seperti formulir deposito, formulir traveller check dll. Disamping itu bank juga menerima titipan penyimpanan barang-barang berharga dari para nasabahnya dalam deposit safety box.

4. Mandatory Vacation
Sebagian orang beranggapan bahwa cuti merupakan hak setiap karyawan, sebagian yang lain beranggapan bahwa karyawan yang paling loyal adalah yang tidak pernah cuti. Anggapan tersebut semuanya tidak benar, karena cuti disamping sebagai hak juga merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh semua

5. Number Control
Sebagaimana diketahui bahwa sifat pekerjaan perbankan sebagian besar merupakan pekerjaan administratif/clerical works yang terus menerus dari hari ke hari, sudah tentu berbagai jenis atau ribuan jenis formulir akan digunakan untuk melaksanakan berbagai transaksinya. Agar arus pekerjaan danpemakaian dari formulir-formulir itu mudah dicek maka sebaiknya formulir-formulir tersebut

6. Outside Activities Of Bank Personnel


Kegiatan pegawai bank diluar pekerjaannya perlu pula diatur sedemikian rupa, sehingga memberikan dampak positif bagi yang bersangkutan. Semua kegiatan pegawai bank diluar jam dinas sebaiknya sepengetahuan dari atasannya, sebab banyak kegiatan diluar jam kerja yang akan memberikan dampak negatif terhadap bank yang bersangkutan. Hal ini dapat dipahami sebab bank sebagai pedagang uang atau memberikan jasa dibidang keuangan akan mendorong seorang pegawai untuk melakukan manipulasi, apabila yang bersangkutan mendapat

7. Rotation Of Duty Assignment


Sebagaimana halnya dalam pelaksanaan cuti, maka mutasi pegawai atau pejabat bank juga mempunyai pengaruh yang positif. Tujuannya untuk menghilangkan rasa jenuh karyawan dalam bekerja yang bersifat rutin dalam jangka waktu yang relatif lama.

Tujuan lain dari mutasi jabatan adalah : Untuk menghindari seorang pejabat bank menguasai pekerjaan secara terus-menerus, yang memungkinkan ia untuk menyembunyikan suatu manipulasi. Dengan menduduki suatu jabatan yang terlalu lama maka seseorang dapat membentuk suatu skandal /kolusi baik yang disengaja maupun tidak. Menghindari adanya kemungkinan timbulnya self dealing dengan para

8. Independence Balancing
Harus diakui bahwa saldo yang seimbang dalam laporan keuangan belum tentu benar, tetapi proses akuntansi yang benar sudah pasti akan menghasilkan saldo yang seimbang. Oleh sebab itu kemudian perlu dilakukan rechecking, tracing, footing/crossfooting ataupun teknik pemeriksaan lainnya untuk mengetahui kebenaran saldo yang dilaporkan dalam laporan keuangan.