Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang Tanah mempunyai partikel penyusunnya berupa pasir, debu, dan liat. Di dalam tanah terdapat mineral, unsur hara, air, udara, dan banyak mikroorganisme yang hidup didalam tanah. Tanah mempunyai tingkatan kedalaman yang disebut dengan horizon. Tiap tingkatan tersebut berbeda-beda yang terkandung didalamnya. Banyak keanekaragaman mikroorganisme dan hewan tanah baik yang bersifat merugikan maupun yang menguntungkan ( Subagyo1970). Tanah merupakan penyusun sebagian besar bumi ini disamping air. Sebagai tempat hidup seluruh organisme di bumi ini, tanah memiliki beberapa fungsi yaitu tanah sebagai dasar rumah kita, pembutan kerajinan dari tanah, sebagai sumber kehidupan dan media tumbuh bagi tanaman. Pernan tanah sebagai media tumbuhnya tanaman, tanah harus dapat menyediakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh. Salah satu faktor yang harus ada adalah bahan organik tanah (Subagyo 1970 ). Jenis tanah yang ada di suatu tempat ditentukan oleh batuan induk, iklim, topografi, bahan organik dan umur. Jenis-jenis tanah yang terdapat diindonesia adalah sebagai berikut : 1. Tanah Humus adalah tanah yang sangat subur terbentuk dari pelapukan daun dan batang pohon di hutan hujan tropis yang lebat. 2. Tanah Pasir adalah tanah yang bersifat kurang baik bagi pertanian yang terbentuk dari batuan sedimen yang memiliki butir kasar dan berkerikil. 3. Tanah Aluvial / Tanah Endapan adalah tanah yang dibentuk dari lumpur sungai yang mengendap di dataran rendah yang memiliki sifat tanah yang subur dan cocok untuk lahan pertanian.

4. Tanah Podzolik adalah tanah subur yang umumnya berada di pegunungan rendah/dingin. 5. Tanah Vulkanik / Tanah Gunung Berapi adalah tanah yang terbentuk dari lapukan materi letusan gunung berapi yang subur mengandung zat hara yang tinggi. Jenis tanah vulkanik dapat dijumpai di sekitar lereng gunung berapi. 6. Tanah Laterit adalah tanah tidak subur yang tadinya subur dan kaya akan unsure hara, namun unsure hara tersebut hilang karena larut dibawa oleh air hujan yang tinggi. Contoh : Kalimantan Barat dan Lampung. 7. Tanah Mediteran / Tanah Kapur adalah tanah yang sifatnya tidak subur yang terbentuk dari pelapukan batuan yang kapur. Contoh : Nusa Tenggara, Maluku, Jawa Tenggah dan Jawa Timur. 8. Tanah Gambut / Tanah Organosol adalah jenis tanah yang kurang subur untuk bercocok tanam yang merupakan hasil bentukan pelapukan tumbuhan rawa. Contoh : Rawa Kalimantan, Papua, dan Sumatra. Lahan berbeda dengan tanah. Lahan merupakan suatu kawasan yang mempunyai sifat-sifat yang sama seperti jenis tanah, topografi, dan drainase serta dapat digunakan untuk tujuan tertentu. Contoh: lahan sawah, tegalan, pekarangan, dan lahan pasang surut. Tanah-tanah dengan kandungan bahan organik atau dengan kadar liat tinggi mempunyai KTK lebih tinggi dari pada tanah-tanah dengan kandungan bahan organic rendah atau tanah-tanah berpasir. Jenis-jenis mineral liat juga menentukan besarnya KTK tanah. Alfisol terbentuk dari bahan induk yang mengandung karbonat dan tidak lebih dari pleistosin. Di daerah dingin hamper semuanya berasal dari bahan induk berkapur yang sangat muda. Di daerah basah biasanya bahan induk lebih tua dibandingkan di daerah dingin (Munir, 1984). Tanah-tanah dengan kandungan bahan organik atau dengan kadar liat tinggi mempunyai KTK lebih tinggi dari pada tanah-tanah dengan kandungan dengan curah hujan yang tinggi dan bersuhu

bahan organik rendah atau tanah-tanah berpasir. Jenis-jenis mineral liat juga menentuka besarnya KTK tanah (Hakim,dkk,1986). Koloid tanah yang memiliki muatan negatif besar akan dapat menjerap sejumlah besar kation. Jumlah kation yang dapat dijerap koloid dalam bentuk dapat tukar pada pH tertentu disebut kapasitas rukar kation (KTK). Kapasitas tukar kation merupakan jumlah muatan negatif persatuan berat koloid yang dinetralisasi oleh kation yang yang mudah diganti. Kapasitas tukar kation didefinisikan sebagi nilai yang diperoleh pada pH 7, yang dinyatakan dalam milligram setara per 100 gram koloid.

Tujuan Untuk mengetahui nilai KTK pada keempat jenis tanah (Andosol, Latosol, Mediteran dan Podzolik).