Anda di halaman 1dari 8

August 31, 2013

CATATAN PKN KELAS 9

BAB I UPAYA BELA NEGARA SUMBER BAHAN : SLAMET SANTOSA


A. NEGARA 1. Pengertian Istilah negara berasal dari kata state (bahasa Inggris), staat dari bahasa Belanda, atau lo stato dari bahasa Itali, dan polis (bahasa Yunani). Istilah negara yang muncul mulai dari negara Eropa tersebut meskipun berbeda-beda, namun secara garis besar pengertian negara adalah wadah organisasi dari sekelompok orang dalam suatu wilayah yang diatur oleh pemerintah secara sah. Pengertian negara menurut Van Apeldoorn a. Penguasa, orang atau orang-orang yang memiliki dan melakukan kekuasaan tertinggi atas persekutuan rakyat dalam suatu wilayah. b. Persekutuan rakyat, suatu bangsa dalam daerah tertentu dibawah kekuasaan tertinggi yang patuh terhadap hukum yang sama. c. Wilayah, daerah sebagai tempat dimana suatu bangsa berdiam atau berdomisili didalamnya. d. Kas negara, segala kekayaan yang ada di dalamnya, yang dipegang oleh penguasa yang dikelola untuk kepentingan umum. Arti negara dalam kaitannya dengan kekuasaan : 1) Negara dalam arti formal adalah organisasi kekuasaan yang berdaulat dan dengan tata pemerintahannya melaksanakan tata tertib atas kelompok manusia di wilayah negara itu. 2) Negara dalam arti materiil sebagai masyarakat yang merupakan persekuatuan hidup atau perkumpulan sosial. Kekuasaan atau kedaulatan suatu negara dapat dibedakan menjadi : kedaulatan ke dalam (intern) merupakan tata laksana dengan kekuasaan tertinggi suatu Negara untuk mengatur segala kepentingan rakyat melalui berbagai lembaga negara dan perangkat lainnya tanpa campur tangan negara lain. kedaulatan ke luar (ekstern) merupakan kekuasaan tertinggi suatu negara yang tidak ada keterikatan, ketergantungan, dan tunduk pada kekuasaan lain, kecuali terhadap ketentuan-ketentuan yang telah disepakati di antara kekuasaan-kekuasaan. ~1~

Jadi, kedaulatan ke luar adalah kekuasaan tertinggi untuk mengadakan hubungan atau kerja sama dengan negara-negara lain untuk kepentingan bangsa dan negara. Secara sederhana pengertian negara dapat dikategorikan dalam empat sudut pandang : 1) Negara adalah organisasi terbesar yang mampu mengakomodasi (menampung) kepentingan seluruh masyarakat. 2) negara adalah organisasi formal yang berwenang melaksanakan pembangunan nasional. 3) negara adalah organisasi kuat yang mampu melindungi semua masyarakat. 4) Negara adalah lembaga netral yang tidak memihak kepada siapa pun dan golongan mana pun dalam masyarakat. 2. Fungsi dan Tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia Tujuan negara Indonesia menurut Pembukaan UUD 1945 alinea keempat : 1) melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, 2) memajukan kesejahteraan umum, 3) mencerdaskan kehidupan bangsa, dan 4) ikut serta melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Fungsi Negara : 1) Fungsi pertahanan, yaitu mempunyai kemampuan menanggulangi timbulnya serangan dan ancaman baik dari dalam maupun dari luar dengan cara membentuk alat negara yang tangguh demi tetap tegaknya negara. 2) Fungsi keamanan dan ketertiban, yaitu menciptakan suasana yang aman dan tenteram demi keserasian dan keharmonisan hidup bernegara bagi warga negaranya. 3) Fungsi kesejahteraan dan kemakmuran, yaitu dengan menyelenggarakan pembangunan demi terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur, sejahtera di segala bidang. 4) Fungsi keadilan, yaitu dengan membentuk badan-badan peradilan dan penegak hukum yang dapat menjamin dan melindungi kepentingan masyarakat.
Sifat-sifat khusus negara 1) Sifat memaksa, yaitu negara memiliki kekuasaan terhadap unsur yang ada didalamnya untuk mematuhi dan mentaati peraturan perundangan demi keutuhan dan menegakkan kedaulatan negara. 2) Sifat monopoli, yaitu hanya negaralah yang berkuasa menetapkan arah dan tujuan negara untuk dicapai oleh semua masyarakat yang beragam.

August 31, 2013


3)

CATATAN PKN KELAS 9


bekerja perwalian suatu negara tertentu juga merupakan wilayah ekstrateritorial negara yang bersangkutan. Disebut wilayah ekstrateritorial artinya meskipun tempat itu berada di luar wilayah negara yang besangkutan atau di wilayah negara lain tetapi dianggap wilayah negara yang diwakili. RAKYAT Penduduk ialah orang-orang yang bertempat tinggal dan menetap di wilayah suatu negara. orang-orang yang berada dalam suatu wilayah negara untuk sementara waktu disebut sebagai bukan penduduk, misalnya wisatawan asing yang sedang berlibur di suatu negara lain atau para jemaah haji yang sedang melaksanakan rukun Islam ke-5 di Makkah. Orang-orang yang berdasarkan hukum merupakan anggota dari suatu negara disebut warga negara. Sementara orang-orang yang tidak termasuk warga negara disebut orang asing. Pasal 26 UUD 1945 menyatakan tentang ketetapan warga negara, yaitu : o warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara, o Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia,

Sifat menyeluruh, yaitu bahwa negara menetapkan hak dan kewajiban bagi warga negaranya untuk dilindungi dan berkewajiban menjunjung tinggi pemerintahannya.

3.

Unsur-Unsur Negara Menurut Konvensi Montevideo tahun 1933, suatu negara harus memenuhi unsur-unsur konstitutif dan unsur deklaratif. Unsur konstitutif terdiri atas : 1) wilayah, 2) rakyat, dan 3) pemerintahan yang berdaulat. Unsure deklaratif ialah pengakuan dari negara lain. WILAYAH NEGARA Dalam pasal 25A UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang. Batas-batas wilayah yang ditempati rakyat Indonesia adalah : Batas wilayah daratan. Negara satu dengan yang lain sering terjadi konflik dan perang karena masalah batas wilayah negara. Untuk menetapkan wilayah batas daratan, pada umumnya ditentukan berdasarkan perjanjian antar negara tetangga. Batas wilayah dapat berupa batas alam seperti sungai, danau, gunung dan/atau batas buatan berupa patok atau pagar. Memasuki wilayah negara bangsa lain tanpa izin Negara yang bersangkutan merupakan pelanggaran wilayah. Untuk menghindari terjadinya pelanggaran, suatu negara memiliki suatu lembaga keimigrasian. Wilayah lautan. Laut yang merupakan wilayah suatu negara disebut teritorial negara itu. Laut di luar teritorial disebut laut terbuka atau bebas. Tidak semua negara mempunyai wilayah laut seperti Swiss dan Mongolia. Pada umumnya batas wilayah laut teritorial 3 mil laut yang diukur dari garis pantai wilayah daratan suatu negara pada saat pantai surut. Untuk negara Indonesia, batas wilayah laut teritorial mulai 21 Maret 1980 dengan batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) adalah selebar 200 mil dihitung dari garis dasar laut wilayah Indonesia. Wilayah yang berupa udara. Wilayah udara suatu negara ada di atas wilayah daratan dan lautan negara yang bersangkutan. Kekuasaan atas wilayah udara suatu negara diatur dalam perjanjian Paris tahun 1919. Daerah ekstrateritorial. Berdasarkan hukum internasional, kapal-kapal laut yang berlayar di laut terbuka berbendera suatu negara tertentu (floating island) merupakan wilayah ekstrateritorial negara yang bersangkutan. Selain itu tempat ~2~

Peraturan perundang-undangan yang mengatur kewarganegaraan sampai saat ini ialah Undang-Undang Nomor 62 tahun 1958 j.o. UU No. 4 tahun 1969 jo UU No. 3 tahun 1976. UU Perjanjian tentang Dwikewarganegaraan antara Republik Indonesia dan Republik Rakyat Cina. Sebelum Undang-Undang Nomor 62 tahun 1958 serta Perjanjian Dwikewarganegaraan antara Republik Indonesia dan Republik Rakyat Cina itu ada, kita telah memiliki beberapa peraturan tentang kewarganegaraan : Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 tahun 1946. Persetujuan perihal pembagian warga negara antara Republik Indonesia dan Belanda dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) tanggal 27 Desember 1949. PEMERINTAHAN YANG BERDAULAT Kedaulatan artinya kekuasaan yang tertinggi. Pelakasana kedaulatan di Indonesia adalah pemerintah.

August 31, 2013

CATATAN PKN KELAS 9


kesatuan bangsa Indonesia, keutuhan wilayah nusantara, dan yuridiksi (hukum) nasional serta nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. 2. Alasan Pembelaan Negara a. Alasan yang berdasarkan tujuan negara Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana tercermin dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV pada intinya bertujuan mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan warganya. Oleh karena itu, warga Negara sudah selayaknya membela negaranya. b. Alasan yang berdasarkan pada pemikiran yang rasional Salah satu fungsi yang sangat vital adalah pertahanan negara. Artinya, pertahanan negara merupakan faktor yang sangat penting bagi terlaksananya fungsi-fungsi yang lain. Pertahanan negara bahkan sangat penting dalam menjamin kelangsungan hidup negara. Itulah sebabnya secara rasional warga negara harus membela negaranya. c. Alasan yang berdasarkan pada faktor sosial Bangsa Indonesia yang memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945 telah bertekad bulat untuk membela,mempertahankan, dan menegakkan kedaulatan negara berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Hal ini berarti bahwa membela negara merupakan amanat para pendiri Negara Indonesia yang harus dipenuhi. d. Alasan yang berdasarkan pertimbangan moral Kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Kutipan alinea ke-1 pembukaan UUD tersebut dapat disimpulkan bahwa mempertahankan dan membela negara berarti juga mempertahankan hak asasi serta membela kebenaran dan keadilan. e. Alasan yang berdasarkan pada ketentuan hukum Menurut pasal 27 ayat (3) UUD 1945, keikutsertaan dalam usaha pembelaan negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara. Oleh karena itu, ikut serta membela negara baik melaksanakan hak maupun kewajiban merupakan perbuatan yang sesuai dengan hukum. f. Alasan lain yang dapat menjadi motivasi atau pendorong setiap warga negara Indonesia untuk ikut serta dalam pembelaan negara, antara lain: 1) pengalaman sejarah perjuangan RI, 2) kedudukan wilayah geografis nusantara yang strategis, 3) keadaan jumlah penduduk yang besar, 4) kekayaan sumber daya alam yang melimpah, 5) perkembangan dan kemajuan ipteks di bidang persenjataan, dan 6) kemungkinan timbulnya bencana perang.

Pemerintah dalam arti luas ialah Lembaga-lembaga yang melaksanakan kekuasaan legislatif,eksekutif, dan yudikatif. Bahkan ada yang tidak termasuk ketiga kekuasaan tersebut. Pemerintah dalam arti sempit, yang dimaksud dengan pemerintah adalah pemegang dan pelaksana kekuasaan eksekutif. Jadi, pemerintah dalam arti sempit di Indonesia adalah Presiden yang dibantu wakil presiden dan para menteri. Pengakuan Negara Lain Pengakuan dari negara-negara lain bukanlah merupakan unsur mutlak, artinya tidak merupakan unsur pembentuk negara, tetapi sifatnya hanya menerangkan saja tentang adanya negara. Dengan kata lain, pengakuan dari negara lain hanya bersifat deklaratif saja. Pengakuan negara lain terdiri atas dua macam, : Pengakuan de facto adalah pengakuan menurut fakta atau kenyataan bahwa suatu bangsa telah memproklamasikan sebagai negara yang merdeka, misalnya negara Republik Indonesia ada sejak proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Sementara itu, pengakuan de jure adalah pengakuan menurut hukum internasional, bahwa negara lain telah mengakui kemerdekan dan kedaulatan suatu negara yang bersagkutan. Contohnya, Mesir mengakui kemerdekaan dan kedaulatan negara RI. o Adanya pengakuan dari negara-negara lain merupakan tanda bahwa negara baru itu telah diterima sebagai anggota baru dalam pergaulan antarnegara. Walaupun tanpa pengakuan negara lain, suatu negara tetap berdiri asalkan memenuhi ketiga unsur pokok, yaitu: 1) rakyat yang mendiami wilayah negara, 2) wilayah negara dengan batas-batas tertentu, dan 3) pemerintah yang berdaulat.

B.

UPAYA PEMBELAAN TERHADAP NEGARA 1. Pengertian Pembelaan Negara Pembelaan negara atau bela negara adalah tekad, sikap, dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu, dan berlanjut yang dilandasi oleh kecintaan pada tanah air serta kesadaran hidup berbangsa dan bernegara. wujud upaya pembelaan negara adalah kesiapan dan kerelaan setiap warga negara untuk berkorban demi mempertahankan kemerdekaan, kedaulatan negara, persatuan dan ~3~

August 31, 2013

CATATAN PKN KELAS 9

3.

Dasar Hukum Pembelaan Negara 1) UUD 1945 pasal 27 ayat (1), Segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintah dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahannya itu dengan tidak ada kecualinya. 2) UUD 1945 pasal 27 ayat (3) yang berbunyi, Setiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. 3) UUD 1945 pasal 30 ayat (1) yang berbunyi, Tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Pasal 30 ayat (2) menyatakan bahwa usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian RI sebagai kekuatan utama dan rakyat sebagai kekuatan pendukung. 4) UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara Pasal 1 ayat (1) dalam undang-undang tersebut menyatakan bahwa yang dimaksud pertahanan negara adalah segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan keselamatan segenap bangsa dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Sementara dalam pasal 9 ayat (1) dinyatakan bahwa, Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara.

SUMBER BAHAN : SUGIHARSO


PENGERTIAN NEGARA Istilah negara berasal dari (bahasa Jerman dan Belanda) staat, bahasa Inggris state, dan Prancis etat, serta menurut bahasa Latin statum. Menurut Marcus Tullis Ciciro, statum diartikan sebagai kedudukan yang berkaitan dengan kedudukan persekutuan orang. Menurut Prof. Mr. L.J. Van Apeldoorn, dalam bukunya yang berjudul Inleiding tot de Studie van Het Nederlandsche Recht negara diartikan penguasa, yaitu untuk menyatakan bahwa orang atau orang-orang yang melakukan kekuasaan tertinggi atas persekutuan rakyat yang bertempat tinggal dalam suatu daerah. Berdasarkan peristilahan tersebut maka negara dapat diartikan sebagai organisasi tertinggi di antara satu kelompok masyarakat yang mempunyai cita-cita untuk bersatu, hidup di dalam daerah tertentu dan mempunyai pemerintah yang berdaulat. PENGERTIAN NEGARA MENURUT PENDAPAT PARA PAKAR 1. George Jellinek Negara adalah organisasi kekuasaan dari sekelompok manusia yang telah berkediaman di wilayah tertentu. 2. George Wilhelm Friedrich Hegel Negara merupakan organisasi kesusilaan yang muncul sebagai sintesis dari kemerdekaan individual dan kemerdekaan universal. 3. Mr. Kranenburg Negara adalah suatu organisasi yang timbul karena kehendak dari suatu golongan atau bangsanya sendiri. 4. Roger H. Saltau Negara adalah alat (agency) atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan bersama atas nama masyarakat. 5. Meriam Budiardjo Negara adalah suatu daerah teritorial yang rakyatnya diperintah oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dari warganya ketaatan pada perundangan melalui penguasaan kontrol dari kekuasaan yang sah. 6. Prof. Dr. Djokosoetono Negara adalah suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada di bawah suatu pemerintahan yang sama. 7. Prof. Dr. Soenarko Negara organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu, dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai souverign (kedaulatan).

C. PENTINGNYA MEMBELA NEGARA Prinsip-prinsip pembelaan negara, antara lain sebagai berikut. 1. Membela negara adalah suatu hak dan kewajiban setiap warga negara 2. Demi terwujudnya tujuan nasional, setiap warga negara harus memiliki prinsip bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini. 3. Mencintai kemerdekaan dan perdamaian dengan menentang segala bentuk penjajahan. 4. Memerangi bentuk kebodohan, kemiskinan, dan ketertinggalan alasan mengapa kita penting membela negara : 1. Kemerdekaan dan kedaulatan negara dapat dipertahankan. 2. Keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat dipertahankan. 3. Segenap bangsa dapat terselamatkan dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. 4. Kesejahteraan dan keadilan masyarakat Indonesia dapat terwujud. 5. Negara dan bangsa Indonesia dihormati oleh masyarakat internasional. 6. Negara dan bangsa Indonesia dapat berperan serta dalam mewujudkan perdamaian dunia.

~4~

August 31, 2013

CATATAN PKN KELAS 9


Berdasarkan hubungan dengan pemerintah negara, rakyat dapat dibedakan menjadi, o warga negara dan bukan warga negara. Warga negara adalah mereka yang berdasarkan hukum tertentu merupakan anggota dari suatu negara. o Yang bukan warga negara adalah mereka yang berada pada suatu negara tetapi secara hukum tidak menjadi anggota Negara yang bersangkutan, tetapi tunduk pada pemerintahan tempat mereka berada. Bangsa merupakan rakyat yang telah mempunyai kesatuan tekad untuk membangun masa depan bersama. Secara sosiologis bangsa merupakan kelompok paguyuban yang secara kodrati untuk hidup bersama dan senasib dan sepenanggungan di dalam suatu negara. CARA MENETAPKAN KEWARGANEGARAAN DALAM SUATU NEGARA MENGGUNAKAN TIGA ASAS: o asas ius sanguinis adalah suatu cara penetapan kewarganegaran seseorang berdasarkan garis keturunan dari orang tua. Dengan demikian, apabila anak yang lahir dari ayah dan ibu yang berkewarganegaraan Indonesia, meskipun anak tersebut lahir dimana pun orang tuanya berada tetap berkewarganegaraan Indonesia. o Asas Ius Soli adalah suatu cara penetapan kewarganegaraan seseorang berdasarkan tempat kelahirannya. Contoh penetapan kewarganegaraan berdasarkan asas ius soli adalah jika anak lahir dari orang tua yang berkewarganegaraan Cina, dan anak lahir di Indonesia, maka anak tersebut berkewarganegaraan Indonesia sebagai tempat kelahirannya. o Asas Naturalisasi adalah suatu cara penetapan kewarganegaraan seseorang berdasarkan proses hokum kewarganegaraan yang berlaku dalam satu negara yang menyebabkan seseorang mendapatkan kewarganegaraan. Bagi seseorang yang akan memperoleh kewarganegaraannya harus memenuhi persyaratan yang telah diatur dalam undang-undang yang berlaku dalam suatu negara yang didiami. WILAYAH o Wilayah merupakan tempat berlindung bagi rakyat sekaligus sebagai tempat pemerintah untuk mengorganisir dan menyelenggarakan pemerintahan. PEMERINTAH YANG BERDAULAT Pemerintah yang berdaulat adalah suatu pemerintah yang mempunyai kedaulatan, baik kedaulatan ke dalam maupun ke luar, untuk menjalankan tugas dan wewenang. o Kedaulatan ke dalam berarti bahwa kekuasaan Negara tersebut dapat mengatur kehidupan negaranya yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. o Kedaulatan ke luar berarti bahwa kekuasaan Negara tersebut dapat mempertahankan negaranya sebagai Negara merdeka dan berdaulat. Negara pun dapat menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara lainnya. Negara lain harus pula menghormati kekuasaan negara yang bersangkutan, dengan tidak mencampuri urusan dalam negerinya.

UNSUR-UNSUR NEGARA Meriam Budiardjo (1986 : 41), menyatakan bahwa unsur-unsur pembentukan negara ada empat macam, yaitu: 1. wilayah, 2. penduduk, 3. pemerintah, dan 4. kedaulatan. Menurut A.G. Pringgodigdo, negara adalah sebuah organisasi kekuasaan atau organisasi kewibawaan yang harus memenuhi persyaratan unsur-unsur tertentu, yaitu 1) adanya pemerintahan yang berdaulat, 2) wilayah yang pasti, dan 3) rakyat yang hidup teratur sehingga merupakan sebuah nation (bangsa). Menurut para ahli kenegaraan, Oppenheimer dan Lauterpacht, syarat berdirinya negara meliputi empat hal yaitu: 1. Adanya rakyat yang bersatu, 2. Adanya daerah atau wilayah, 3. Pemerintah yang berdaulat, dan 4. Pengakuan dari negara lain. Berdasarkan Konvensi Montevideo (1933), unsur-unsur negara, meliputi 1. unsur konstituttif yang termasuk unsur konstitutif antara lain; rakyat (penghuni), wilayah yang permanen, penguasa yang berdaulat. 2. unsur deklaratif. yang termasuk dalam unsur deklaratif adalah kesanggupan menjalin hubungan dengan negara lain, dan pengakuan dari negara lain Konvensi Montevideo : RAKYAT : o Rakyat adalah semua orang yang terdiam dalam suatu negara atau menjadi penghuni negara yang tunduk pada kekuasaan negara itu. Rakyat dalam suatu negara dapat dibedakan menjadi penduduk dan bukan penduduk, warga Negara dan bukan warga negara. o Penduduk adalah mereka yang bertempat tinggal atau berdomisili di dalam suatu wilayah negara secara tetap. o Bukan penduduk adalah mereka yang berada di dalam suatu wilayah negara hanya untuk sementara waktu. Misalnya, para turis mancanegara atau tamu-tamu instansi di dalam suatu negara. Yang dapat membedakan antara penduduk dan bukan penduduk adalah berdasarkan hak dan kewajibannya.Umpamanya, hanya yang berstatus penduduk saja yang dapat memiliki KTP di suatu negara. ~5~

August 31, 2013

CATATAN PKN KELAS 9


lain. Pengakuan dari negara lain apabila suatu negara telah memproklamasikan kemerdekaan bangsa atau kelompok. Pengakuan dari negara lain merupakan unsur yang penting bagi berdirinya suatu negara. Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, sebelumnya merupakan Negara yang terjajah. Dengan proklamasi kemerdekaan berarti mengakhiri pemerintah Hindia Belanda. Oleh karena itu, negara-negara lain mau tidak mau harus mengakui baik secara de facto ataupun secara de jure. Pemerintah baru Indonesia berhak menyusun kekuasaan untuk menentukan nasib sendiri. TUJUAN NEGARA PENDAPAT PARA AHLI 1. Plato Tujuan negara adalah untuk memajukan kesusilaan manusia baik sebagai perseorangan (individu) maupun sebagai makhluk sosial. 2. Roger H. Soltau Tujuan negara adalah memungkinkan rakyatnya berkembang serta menyelenggarakan daya ciptanya sebebas mungkin. 3. Thomas Aquinas dan St. Agustinus Tujuan negara adalah untuk menciptakan penghidupan dan kehidupan aman dan tentram dengan taat kepada dan di bawah pimpinan Tuhan. 4. Charles E. Merriam Tujuan negara adalah sebagai berikut: a. Keamanan ekstern (external security), artinya Negara bertugas melindungi warga negaranya terhadap ancaman dari luar, b. Pemeliharaan ketertiban intern (maintenance of internal order), artinya dalam masyarakat yang tertib terdapat pembagian kerja dan tanggung jawab masyarakat yang tertib terdapat pembagian kerja dan tanggung jawab pelaksanaan peraturan-peraturan segenap fungsionaris negara, terdapat pula badan-badan, prosedur dan usaha-usaha yang dimengerti oleh segenap warga negara dan yang dianggap dilaksanakan untuk memajukan kebahagiaan bersama. c. Keadilan (justice), terwujudnya suatu sistem di mana terdapat saling pengertian dan prosedur-prosedur yang diberikan kepada setiap orang apa yang telah disetujui dan telah dianggap patut. d. Kesejahteraan (welfare), kesejahteraan meliputi keamanan, ketertiban, keadilan dan kebebasan. e. Kebebasan (freedom), adalah kesempatan mengembangkan dengan bebas hasrat-hasrat individu akan ekspresi kepribadiannya yang harus disesuaikan gagasan kemakmuran umum

PENGAKUAN DARI NEGARA LAIN Pengakuan dari negara lain merupakan unsur deklaratif. Unsur pengakuan dari negara lain meliputi pengakuan secara : 1. DE JURE Pengakuan secara de jure adalah pengakuan terhadap syahnya suatu negara menurut hukum internasional. Dengan adanya pengakuan secara de jure, suatu negara yang baru berdiri mendapat hak-hak dan kewajiban sebagai bagian dari masyarakat internasional. 2. DE FACTO. Pengakuan secara de facto adalah pengakuan berdasarkan kenyataan (fakta). Pengakuan de facto bersifat sementara. Pengakuan secara de facto untuk berdirinya negara Republik Indonesia adalah tanggal 17 Agustus 1945.

HAK DAN KEWAJINAN SUATU NEGARA : Hak yang diperoleh adalah suatu negara dapat diperlakukan sebagai negara yang berdaulat penuh oleh Negara lain. Adapun yang menjadi kewajibannya adalah bertindak sebagai negara dan berusaha menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan internasional. Negara Kesatuan Republik Indonesia secara de jure oleh dunia internasional sejak tanggal 18 Agustus 1945. TERBENTUKNYA NEGARA a. Terjadinya Negara Secara Primer Terjadinya suatu negara diawali dengan adanya kesadaran manusia, bahwa sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya manusia membentuk kelompok-kelompok yang dinamakan keluarga. Dari keluarga, kemudian terus berkembang menjadi kelompok-kelompok masyarakat hukum yang dinamakan suku. ala suku berperan sebagai primus inter pares, artinya orang yang pertama di antara yang sederajat. Kemudian satu suku, terus berkembang menjadi dua suku, tiga suku dan seterusnya menjadi semakin komplek dan besar. Terbentuknya kelompok besar ini didasari adanya persamaan nasib, persamaan budaya dan lain-lain. Kelompok ini kemudian dipimpin oleh seorang di antara mereka yang dianggap terkemuka yang disebut raja. Kemudian muncul suatu gagasan dari tiap-tiap kelompok mempunyai keinginan untuk memiliki atas kekayaan, seperti tanah, harta benda lainnya. Dengan adanya keinginan-keinginan tersebut kemudian mendorong tumbuhnya kesadaran untuk membentuk negara. Dengan terpilihnya seorang pemimpin, maka rakyat menyerahkan kekuasaan tertingginya kepada penguasa. b. Terjadinya Negara Secara Sekunder Terjadinya negara secara sekunder adalah terjadinya suatu negara dipandang dari lingkungan negara lain. Negara yang baru dapat dinyatakan sebagai negara apabila telah memperoleh pengakuan dari ~6~

August 31, 2013

CATATAN PKN KELAS 9


12. Aristoteles : Negara adalah persekutuan manusia dari keluarga dan desa untuk mencapai kehidupan sebaik-baiknya.

SUMBER : ARTIKEL DI INTERNET


PENGERTIAN NEGARA MEMNURUT BEBERAPA AHLI :
1. Prof. Soenarko : Negara adalah organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu, dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai souverien (kedaulatan). 2. O. Notohamidjojo : Negara adalah organisasi masyarakat yang bertujuan mengatur dan memelihara masyarakat tertentu dengan kekuasaannya. 3. Prof. R. Djoko Soetono, SH : Negara adalah organisasi manusia atau kumpulan manusia yang berada dibawah pemerintahan yang sama. 4. G. Pringgodigdo, SH : Negara adalah organisasi kekuasaan atau organisasi kewibawaan yang memenuhi persyaratan tertentu yaitu harus ada : Pemerintah yang berdaulat, wilayah tertentu dan rakyat yang hidup teratur sehingga merupakan suatu nation (bangsa). 5. Harold J. Laski : Negara adalah persekutuan manusia yang mengikuti jika perlu dengan tindakan paksaan suatu cara hidup tertentu. 6. Dr. WLG. Lemaire : Negara adalah sebagai suatu masyarakat manusia yang teritorial yang diorganisir. 7. Max Weber : Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekerasan fisik secara sah dalam suatu masyarakat. 8. Roger H. Soltou : Negara adalah alat (agency) atau wewenang (authority) yang mengatur atau mengendalikan persoalan persoalan bersama atas nama masyarakat. 9. G. Jellinek : Negara adalah organisasi dari sekelompok manusia yang telah berkediaman di wilayah tertentu atau dengan kata lain negara merupakan ikatan orangorang yang bertempat tinggal di wilayah tertentu yang dilengkapi dengan kekuasaan untuk memerintah. 10. Krenenburg : Negara adalah organisai kekuasaan yang diciptakan sekelompok manusia yang disebut bangsa. 11. Plato : Negara adalah persekutuan manusia yang muncul karena adanya keinginan manusia dalam memenuhi kebutuhan yang beraneka ragam. ~7~

TUJUAN NEGARA MENURUT BEBERAPA AHLI :


1. Harold J. Laski, tujuan negara adalah menciptakan keadaan di mana rakyatnya dapat mencapai keinginan-keinginannya secara maksimal. 2. Nicollo Machiavelli, tujuan negara adalah untuk menghimpun dan memperbesar kekuasaan negara agar tercipta kemakmuran, kehormatan, dan kesejahteraan rakyat. 3. Immanuel Kant, tujuan negara adalah mernbentuk dan memelihara hak dan kemerdekaan warga negara. 4. Plato (Solly Lubis : 2007) Menurut Plato, tujuan negara adalah untuk memajukan kesusilaan manusia, baik sebagai makhluk individu maupun sosial. 5. Aristoteles (Solly Lubis : 2007) Aristoteles mengemukakan bahwa tujuan dari negara adalah kesempurnaan warganya yang berdasarkan atas ke- adilan. Keadilan memerintah harus menjelma di dalam negara, dan hukum berfungsi memberi kepada setiap manusia apa sebenarnya yang berhak ia terima. 6. Socrates (Solly Lubis : 2007) Menurut Socrates negara bukanlah semata-mata merupakan suatu keharusan yang brsifat objektif, yang asal mulanya berpangkal pada pekerti manusia. Tugas negara adalah untuk menciptakan hukum, yang harus dilakukan oleh para pemimpin, atau para penguasa yang dipilah secara saksama oleh rakyat. Negara bukanlah suatu organisasi yang dibuat untu manusia demi kepentingan drinya pribadi, melainkan negara itu suatu susunan yang objektif bersandarkan kepada sifat hakikat manusia karena itu bertugas untuk melaksanakan dan menerapkan hukum-hukum yang objektif, termuat keadilan bagi umum, dan tidak hanya melayani kebutuhan para penguasa negara yang saling berganti ganti orangnya. 7. John Locke (Deddy Ismatullah : 2007) 8. Tujuan negara menurut John Locke adalah untuk memelihara dan menjamin terlaksananya hak-hak azasi manusia.yang tertuang dalam perjanjian masyarakat. 9. Niccollo Machiavelli (Deddy Ismatullah : 2007) Tujuan negara menurut Niccollo Machiavelli adalah untuk mengusahakan terselenggaranya ketertiban, keamanan dan ketentraman. Jadi dengan demikian kalau dahulu tujuan negara itu selalu bersifat kultural, sedangkan menurut Niccollo Machiavelli tujuan negara adalah semata-mata adalah kekuasaan. 10. Thomas Aquinas (Deddy Ismatullah : 2007) Menurut Thomas Aquinas, untuk mengetahui tujuan negara maka terlebih dahulu mengetahui tujuan manusia, yaitu kemuliaan yang abadi. Oleh karena itu negara mempunyai tujuan yang luas, yaitu memberikan dan menyelenggarakan kebahagiaan manusia untuk

August 31, 2013

CATATAN PKN KELAS 9

memberikan kemungkinan, agar dapat mencapai hidup tersusila dan kemuliaan yang abadi, yang harus di sesuaikan dengan syarat-syarat keagamaan. 11. Benedictus Spinoza Tujuan negara menurut Spinoza adalah menyelenggarakan perdamaiaan, ketenteraman dan menghilangkan ketakutan. Untuk mencapai tujuan ini, warga negara harus menaati segala peraturan dan undang-undang negara, ia tidak boleh membantah, meskipun peraturan atau undang-undang negara itu sifatnya tidak adil dan merugikan.

SUMBER BAHAN : SUBAKDI

SUMBER BAHAN : PARSONO

SUMBER BAHAN : DEWI AVIANY

SUMBER BAHAN : SUGENG PRIYANTO ( PAKET YNG DIPAKAI )

SUMBER BAHAN : MS FARIDY

~8~