Anda di halaman 1dari 8

BAB I KOMPONEN STRUKTUR JALAN REL DAN PEMBEBANAN NYA

1.1

STRUKTUR JALAN REL Struktur jalan rel adalah struktur elastis, dengan pola distribusi beban yang cukup rumit, sebagai gambaran adalah tegangan kontak antara rel dan roda adalah sekitar 6000 kg/cm2, dan harus ditranfer ke tanah dasar yang berkekuatan hanya sekitar 2 kg/cm2. Secara grafis struktur jalan rel dapat digambarkan sebagai berikut:

Sumber: Track eotechnology and Substructure !anagement


Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB IR. ALIZAR, M.T REL

Secara garis besar struktur jalan rel yang baik, harus dapat menjamin keamanan, kenyamanan, umur teknis dan geometri "lebar sepur, ketidakrataan#, dan dapat dipelihara dengan biaya yang optimal, sehingga harus memenuhi kriteri sebagai berikut: $ %ekakuan (stiffness), untuk menjaga deformasi &ertikal, dimana deformasi &ertika' ini merupakan indikator utama dari umur, kekuatan dan k(alitas jalan rel. )eformasi &ertikal yang berlebihan akan akan menyebabkan geometri jalan rel tidak baik dan keausan yang besar diantara komponen*komponen struktur jalan rel. $ +lastisitas (Resilience), diperlukan untuk kenyamanan perjalanan kereta api, menjaga patahnya as, roda, meredam kejut, impact, getaran &ertikal. ,ika jalan rel terlalu kaku misalnya dengan pemakaian bantalan beton, maka untuk menjamin elastisitas diperlukan alas karet (rubber pads) yang dipasang diba(ah kaki rel. $ %etahanan terhadap deformasi tetap, )eformasi &ertikal yang berlebihan akan cenderung menjadi deformasi tetap, sehingga geometri jalan rel "ketidak rataan &ertikal dan hori-ontal, puntir# menjadi tidak baik, yang pada akhirnya kenyamanan dan keamanan menjadi terganggu. $ Stabilitas, ,alan rel yang stabil adalah mampu tetap pada posisi semula "&ertikal dan hori-ontal# setelah pembebanan terjadi. .ntuk ini dibutuhkan balas dengan mutu dan kepadatan yang baik, bantalan dengan penambat yang selalu terikat, dan drainase yang baik. Adjustability, ,alan rel harus bisa diatur/dipelihara untuk dikembalikan ke posisi geometri yang benar, jika terjadi perubahan geometri karena beban yang berjalan. Struktur jalan rel, secara garis besar dapat dibagi dua yaitu: a. Struktur bangunan atas dengan komponen*komponen, rel (rail), penambat (fastening) dan bantalan (sleeper, tie) b. Struktur bangunan ba(ah, dengan komponen*komponen, balas (ballast), subbalas (subballast), tanah dasar (improve. subgrade) dan tanah asli (natural
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB IR. ALIZAR, M.T REL

ground). /ada kondisi tertentu balas dapat dibagi 2 lapisan yaitu balas atas (top ballast) dan ballast ba(ah (bottom ballast). 1.2 1.2.1 BEBAN- BEBAN YANG BEKERJA PADA STRUKTUR JALAN REL Gaya Vertika aya ini adalah beban yang paling dominan dalam struktur jalan rel, gaya ini menyebabkan defleksi &ertikal, dan defleksi &ertikal ini adalah indikator terbaik dan k(alitas, kekuatan dan umur jalan rel. Secara garis besar besarnya beban &ertikal dapat dijelaskan sebagai berikut: $ * aya 0okomotif (Locomotive), ,enis lokomotif dapat dilihat dari cara penomorannya, 0okomotif 11 artinya beban ditumpu oleh 2 bogie, yang masing* asing bogie terdiri 2 gandar dan satu gandar terdiri dari dua roda Sehingga: ,ika berat lokomotif " 2lok# 3 46 ton, maka5 aya kepada aya gandar aya roda statis "/statis 3 bogie "/bogie 3 /b# 3 2lok/2 3 46/2 ton 3 26 ton5 "/gandar 3 /g# 3 /b/2 3 26/2 ton 3 '7 ton gandar (axle load) * 0okomotif ,enis 99, lokomotif ditumpu 2 bogie, masing*masing bogie terdiri : gandar, dan masing*masing gandar terdiri 2 roda Sehingga: ,ika berat lokomotif " 2iok # 3 67 ton, maka5 kepada bogie "/bogie 3 /b# 3 2lok/2 3 67/2 ton 3 72 ton gandar "/gandar 3 /g# 3 /b/2 3 72/: ton 3 '7 ton aya aya

/s# 3 /g/2 3 '7/2 ton 3 8 ton aya gandar, lebih dikenal dengan beban

aya roda statis

"/statis 3 /s# 3 /g/2 3 '7/2 ton 3 8 ton )i ;ndonesia, jenis lokomotif 99 ada 2 jenis beratnya5 99*202, dengan berat '06 ton, atau beban gandar '6 ton 99*20' dan 99*20:, dengan berat 67 ton atau beban gandar '7 ton $ aya %ereta (Cai !oac"), %ereta dipakai untuk angkutan penumpang, sehingga karakteristiknya adalah kenyamanan "perlu ruang yang cukup# dan kecepatan yang tinggi "faktor gaya dinamis#, 1erat %ereta jika dimuati
Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB IR. ALIZAR, M.T REL

adalah sekitar 70 ton, dan ditumpu dengan 2 bogie "/b 3 20 ton#, dengan masing*masing bogie terdiri 2 gandar "/g 3 '0 ton#, sehingga /s 3 # ton. $ aya erbong "2agon#, erbong dipakai untuk angkutan barang, dimana yang diperlukan terutama dari segi beratnya sehingga muatannya dapat besar "massal dan berat#. /rinsip beban sama, dan satu gerbong dapat terdiri dari 2 gandar "tanpa bogie# dan 7 gandar "dengan 2 bogie# $ <aktor )inamis, <aktor dinamis diakibatkan oleh getaran*getaran dari kendaraan rel, akibat angin, dan kondisi geornetri "ketidak rataan# jalan. .ntuk mentransformasikan gaya statis kepada gaya dinamis, diformulasikan faktor dinamis sebagai berikut: ;p 3 ' = 0,0' ">/',60? *4# )imana: > 3 kecepatan kereta api " km/jam# Sebagai 9ontoh: 0ok 99*20'.., dengan > 3 '00 km/jam dan /s 3 8 ton, maka: ;p 3 '=0,0' "0,62@ '00*4# 3 ',48 /d 3 /s @ ;p 38 @ ',48 ton 3 '0,?? ton ambaran beban &ertikal yang diakibatkan oleh kendaraan rel, dapat dilihat pada gambar ',2 berikut:

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

IR. ALIZAR, M.T REL

Ga!"ar 1.2 L#k#!#ti$ %a& Ger"#&'

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

IR. ALIZAR, M.T REL

1.2.2

Gaya Tra&()er(a *Latera + aya ini disebabkan adanya gaya sentrifugal, ASnake motionB, dan ketidak rataan geometri jalan rel, bekerja pada titik yang sama dengan gaya &ertikal di rel. aya ini menyebabkan tercabutnya AterponB dan geseran pelat tandas (base plate) pada bantalan kayu, sehingga dapat merubah geometri jalan rel, dan pada kondisi tertentu dapat mengakibatkan loncatnya roda keluar rel "anjlogan, derailment). 1esarnya gaya lateral, dibatasi agar rel roda tidak keluar rel, besarnya adalah: /lateral / /&ertikal C ',2 /ada kondisi dimana rel dan roda sama*sama aus, maka pembatasan lebih kecil, yaitu: /lateral / /&ertikal C 0,84 Secara skematis gaya lateral dapat digambarkan sebagai berikut:

Ga!"ar 1.,- Gaya Latera

Pusat Pengembangan Bahan Ajar - UMB

IR. ALIZAR, M.T REL

1.2.,

Gaya L#&'it.%i&a aya ini diakibatkan terutama oteh perubahan suhu pada rel "Athermal streesB#, dan untuk konstruksi kereta api modern, dimana dipakai rel panjang "long (elded nails#, gaya ini sangat memegang peranan penting. Tambahan pada gaya longitudinal ini adalah gaya adhesi "akibat gesekan roda dan rel# dan gaya rem "akibat pengereman kendaraan rel#. /enjelasan lebih rinci, dapat dilihat pada pembahasan rel panjang menerus.

1., PER/ITUNGAN KOMPONEN-KOMPONEN JALAN REL 1.,.1 Di(tri".(i 'aya 0a%a (tr.kt.r 1a a& re Secara garis besar distribusi gaya &ertikal dapat dijelaskan sebagai berikut: $ $ 1eban dan roda "dinamis# diterima oleh rel, disini tegangan kontak yang terjadi sangat besar, sehingga menentukan dalam pemilihan mutu baja rel. 1eban rel didistribusikan dari dasar rel ke bantalan dengan perantaraan pelat andas "baseptate, bantalan kayu#, ataupun alas karet "rubber pad, bantalan beton# $ 1eban bantalan didistribusikan dari dasar bantalan ke balas, yang seterusnya didistribusikan ke tubuh jalan rel.

Secara skematis distribusi gaya &ertikal dapat dilihat pada ambar*'.7.

Anda mungkin juga menyukai