Anda di halaman 1dari 3

TRAUMA KIMIA PADA MATA Trauma kimia pada mata, baik trauma asam maupun basa, termasuk kategori

gawat sangat dalam kedaruratan ilmu penyakit mata. Artinya, trauma asam dan basa ini memerlukan tindakan dalam beberapa menit. A. Trauma alkali/basa Bahan alkali yang sering menyebabkan trauma mata: Amonia NaOH Ca(OH)2

Bahan bersifat alkali mengakibatkan sel-sel rusak/pecah. Pada pH yang tinggi, suatu bahan mengakibatkan penyabunan disertai dengan disosiasi asam lemak membran sel sehingga penetrasi lebih lanjut menjadi semakin mudah. Selain itu, terjadi prosesproses berikut: Mukopolisakarida jaringan hilang dan keratosit menggumpal. Stroma kornea mati Membran sel basal epitel kornea rusak sehingga mempermudah sel epitel di atasnya lepas Terjadi pelepasan kolagenasepada hari 14-21 yang merusak kolagen kornea sehingga terjadi tukak kornea Perforasi kornea Bila bahan alkali sudah masuk ke dalam bilik mata depan: gangguan fungsi badan siliar Klasifikasi Klasifikasi hughes o Ringan o Sedang Prognosis baik Erosi epitel kornea Kekeruhan kornea ringan Tidak ada iskemia dan nekrosis kornea atau konjungtiva

o Berat

Prognosis baik Ada kekeruhan kornea: sukar melihat iris dan pupio

Klasifikasi thoft o Derajat 1 hiperemi konjungtiva disertai dengan keratitis purulenta o Derajat 2 hiperemi konjungtiva disertai hilangnya epitel kornea o Derajat 3 hiperemi disertai dengan nekrosis konjungtiva dan lepasnya epitel kornea o Derajat 4 konjungtiva perilimbal nekrosis sebanyak 50% Derajat 1 dan 2: akan sembuh dengan jaringan parut tanpa neovaskularisasi ke dalam kornea Derajat 3 dan 4: akan sembuh berbulan-bulan hingga bertahun-tahun

Penatalaksanaan: a. Segera lalkukan irigasi dengan air selama 30 menit sebanyak 200 mL, lebih lama lebih baik b. Untuk mengetahui apakah netralisasi basa telah berhasil, periksa dengan kertas lakmus. pH normal air mata: 7,3 c. Bila trauma oleh Ca(OH)2 dapat diberi EDTA karena dapat bereaksi dengan Ca(OH)2 yang melekat pada jaringan d. Diberi : i. antibiotika dan debridemen untuk mencegah infeksi oportunis ii. i sikloplegik karena iritis dan sinekia posterior iii. Beta blocker dan diamox untuk mengatasi glaukoma iv. Steroid diberikan hati-hati karena menghambat penyembuhan. Diberikan untuk menekan radang akibat denaturasi kimia dan kerusakan jaringan kornea dan konjungtiva. Pemberian: deksametason 0,1% tiap 2 jam pada 7 hari pertama pascatrauma v. Kolagenase inhibitor seperti sistein vi. Vitamin C e. Selanjutnya diberikan: i. Bebat mata

ii. Lensa kontak lembek iii. Air mata buatan f. Keratoplasti bila kekeruhan kornea sangat mengganggu penglihatan Prognosis: tergantung pada anastesia kornea yang terjadi dan bahan alkali penyebab trauma B. Trauma asam Pada minggu pertama, terjadi koagulasi protein epitel kornea yang terbatas pada konjungtiva dan kornea, dapat menyebabkan kornea terkelupas. Koagulasi protein juga dapat mengenai jaringan yang lebih dalam dan menyebabkan katarak dan iritis. Trauma asam lemah lebih cepat sembuh dengan regenerasi epitel dalam beberapa hari kemudian sembuh. Trauma asam kuat menyebabkan peningkatan TIK infiltrasi sel radang ke dalam stroma pada 24 jam, selanjutnya TIK menjadi normal atau merendah. Trauma tidak sangat berat mulai sembuh pada minggu kedua dan sembuh setelah 3 minggu.

Penatalaksanaan: a. Irigasi segera dengan garam fisiologik atau air b. Kontrol pH air mata untuk melihat apa sudah normal c. Pertimbangan pengobatan sama dengan pengobatan pada trauma alkali