Anda di halaman 1dari 10

Mekanisme Pembelaan Ego Ego (pribadi) merupakan inti manusia, maka ancaman terhadap ego merupakan ancaman terhadap

tulang punggung eksistensi manusia. Karena itu perlahan-lahan manusia telah belajar memahami berbagai mekanisme pembelaan ego bila ia mengalami sesuatu keadaan yang mengancam keutuhan integritas pribadi. Berikut ini mekanisme pertahanan ego: 1. Fantasi keinginan yang tidak terkabulkan dipuaskan dalam imajenasi. Misalnya seseorang tidak dapat diterimah dalam sebuah kesebelasan sepakbola karena badanya terlalu kecil, lalu ia melamun mencetak gol beberapa buah. antasi mungkin produkri! bisa juga non produkti!. antasi produkti! dapat dipakai secara konstruksi untuk mempertahankan moti"asi dan untuk menyelesaikan masalah segera, seperti dalam imajenasi yang kreati!. antasi nonproduksi hanya merupakan khayalan pemuasan untuk menggantikan kekurangan prestasi atau pemuasan kebutuhan, tetapi tidak merangsang dan menaikkan prestasi. 2. Penyangkalan tidak berani melihat dan mengakui kenyataan yang menakutkan. Misalnya menutup mata, karena tidak berani melihat sesuatu yang ngeri, tidak mau memikirkan kematian, tidak mau meneriamh ananknya keterbelakangan, dan sebagainya. #engan cara ini dapat melindungi diri terhadap banyak stres, akan tetapi mungkin kita terhambat dalam melihat banyak hal yang perlu untuk penyesuain yang e!ekti!. 3. Rasionalisasi berusaha untuk membuktikan bah$a perbuatannya rasional (tetapi sebenarnya tidak baik), supaya dibenarkan dan diterimah. Misalnya tidak dapat bermain bulu tangkis hari ini kerena %badan kurang enak&, %besok ada ulangan& (padahal takut kalah), bukan korupsi, hanya menerimah uang jasa, dan %toh tidak diminta& atau %bagaimana hidup dengan gaji sekarang& dan sebainya. 'osionalisme mempunyao dua sisi pembelaan, yaitu: Membantu kita membenarkan yang kita lakukan dan yang kita percaya. Menolong kita melalukan kekece$aan yang berhubungan dengan cita-cita yang tidak tercapai. (anda-tanda rasionalisasi adalah: Mencari-cari alasan untuk membenarakan perbuatan atau kepercayaannya (idak sanggup menghadapi hal-hal yang tetap atau yang bertentangan Menjadi bingung marah bila alasannya diragukan. ). Identifikasi menambah rasa harga diri dengan menyamakan dirinya dengan orang atau hal yang dikagumi. Misalnya seorang anak kecil membaca koran, menghisap rokok seperti ayahnya, bersolek seperti ibunya, dan sebagainya. *ada umumnya mengidenti!ikasikan dirinya dengan orang yang mirip sekali dengannya atau yang mempunayai kualitas yang sangat diinginkan. +. Introyeksi boleh dikatakan merupakan identi!ikasi yang primiti!. ,ndi"idu menerima dan memasukkan kedalam pendiriannya perbagai aspek keadaan yang mengancamnya. -al ini sudah dimulai sejak kecil, se$aktu anak itu belajar mematuhi dan menerima sebagai miliknya beberapa nilai serta peraturan masyarakat. #engan demikian ini dapat menga$asi perilakunya sehingga tidak melakukan pelanggrana dan dapat hukuman sebagai akibatnya. .. Represi secara tidak sadar menekan pikiran yang berbahaya, menakutkan atau menyedihkan, agar keluar dari alam sadar dan amsuk kedalam alam tak sadar. /eorang pemuda melihat kematian temannya $aktu kecelakaan dan kemudian %lupa& tentang kejadian itu (lupa seperti dinamakan amnesia psikogenik, ada juga amnesi organik seperti

sesudah gegar otak). #engan hipnosis suntikan pentothal atau asosiasi bebas maka pengalaman yang direpresi itu dapat dikeluarkan dari alam tak sadar ke alam sadar. 'epresi itu sering tidak total dan tidak jarang keluar lagi ke dalm impian, angan-angan, lelucon, dan pada keseleo lidah. 'asa salah dan rasa cemas yang samar-samar menjadi petunjuk adanya represi yang tidak total. 'epresi memegang peranan yang penting juga dalam membantu indi"idu menga$asi semua keinginan yang berbahaya, dan dalam mengurangi gangguan yang timbul sebagai akibat pengalaman yang menyakitkan. /ebaliknyasupresi berbeda denga represi, supresi indi"idu secara sadar menolak pokirannya keluar dari alam sadar dan memikirkan hal yang lain. 0adi, supresi itu tidak begitu berbahaya terhadap kesehatan ji$a, karena terjadi dengan sengaja indi"idu itu mengetahui apa yang dilakukan. 1. Regresi kembali ke tara! perkembangan yang sudah dilalui, biasanya ke tara! yang kurang matang dan dengan kurang aspirasi. Misalnya seorang anak yang sudah tidak ngompol mulai berbuat demikian atau mulai mengisap jari atau berbicara seperti bayi, setelah ia mendapat adik. ,a merasa perhatian terhadapnya berkurang. 2tau seorang de$asa yang menginginkan sesuatu, maka harus segera ada kalu tidak mak ia akan marah-marah seperti anak kecil. #alam regresi tanpa sadar indi"idu mencoba lagi perilaku atau cara yang dipakainya dahulu. (etapi dalam regresi indi"idu juga muncul dari kenyataan ke suatu keadaan yang dengan tuntutan yang kurang, dengan cita-cita yang lebih rendah dan dengan kepuasan yang mudah dicapai. 3. Proyeksi menyalahkan orang lain mengenai kesulitan sendiri atau melemparkan kepada orang lain keinginan sendiri yang tidak baik. /eorang suami ber4ina karena %$anita itu yang menggodanya& seorang murid yang tidak lulus, karena %guru yang sentimen kepadanya& dan sebagainya. *royeksi kelihatan paling nyata dalam kecenderungan kita untuk menyalahkan orang lain atau menyalahkan sesuatu diluar kita mengenai kesalahan dan kekurangan kita sendiri. *royeksi membantu dalam menghindari dari celaan atau hukuman dan melindungi dari menurunnya harga diri. 5. Penyusunan reaksi supsya tidak menuruti keinginan yang jelek, maka untuk menghalanginya diambil sikap dan perilaku yang seblaiknya, tetapi secara berlebihan. Biasanya ini terlihat dari sikap yang sangat tidak toleran dan sam sekali tidak pro!esional. Misalnya ada orang yang !anatik dalam mengutuk perjudian dan dalam menindas kejahatan lain, hanya agar dapat menahan kecanderungan diri sendiri kearah itu. /eorang istri benci pada mertuanya, lalu bersikap hormat berlebihan terhadap mertuanya untuk menghilangkan rasa salahnya. 67. Sublimasi na!su yang tidak terpenuhi (terutama se8ual) disalurkan kepada kegiatan yang lain yang dapat diterimah oleh masyarakat. /eorang yang tidak ka$in tidak dapat mengatasi dorongan se8ual dengan cara yang lain, mungkin dapat ras kepuasan dalam bidang pera$atan pendidikan, olahraga atau kesenian. 'upanya sublimasi ini merupakan penggunaan energi umum untuk akti!ias yang baik, sehingga secara tidak langsung ketegangan karena !rustasi se8ual atau doronagan lain dapat dikurangi. 66. Kompensasi menutup kelemaham dengan menonjolkan sikap yang baik atau karena !rustasi dalam suatu bidang lalu dicari kepuasan secara berlebihan dalam bidang lain (kompensasi berlebih). Kompensasi dilakukan terhadap perasaan kurang mampu (in!erior). Karena kompensasi memperlihatkan penyesuaian berorientasi pada tugas, maka ini adalah baik. /ayangnya sering kompensasi itu tidak langsung, misalnya tidak pandai sekolah, tidak dapat diterimah dalam suatu pekerjaan, lantas menjadi pengebut

yang ulung, sanggota geng yang berani atau menjadi anak jagoan yang ditakuti oleh para temannya. #alam masyarakat dengan persaingan makin lama makin keras, kompensasi itu dapat saja sebagai cara penyesuaian yang berguna dalam pencapian yang lebih baik. 69. Sala pinda (displacement) emosi dalam arti simbolik atau !antasi terhadap seseorang atau suatu benda, dicurahkan kepada seseorang atau suatu benda yang biasanya kurang berbahaya daripada yang semula. /eorang anak yang dimarahi ibunya kemudian memukul adiknya atau menendang kucingnya. /eorang istri yang berselisih dengan suaminya lalu membanting pintu rumah dan memecahkan piring. /eorang anak yang pernah terkunci dalam kamar gelap kemudian menjadi takut terhadap sebuah kamar yang tertutup, keinginan akan bunuh diri direpresi dan kemudian takut terhadap semua benda tajam. Kedua contoh yang akhir merupakan !obi yang timbul karena salah pindah. -al ini sebagai contoh bah$a mekanisme pembelaan dapat menimbulkan gangguan ji$a. 6:. Pelepasan !undoing" atau penebusan meniadakan atau membatalkan suatu pikiran, kecenderungan atau tindakan yang tidak disetujui. Meminta maa! menyesali, memberi silihan atau melakukan penitensi dan menjalani hukuman merupakan bentuk pelepasan atau penebusan. Misalnya seorang suami yang tidak setia memberi bermacam-macam hadiah kepada istrinya. Kita semua dididik agar meminta maa! kalau bersalah dan mengganti kerugian dalam bermacam bentuk. Karena itu merupakan hal yang pokok dalam mempertahankan hubungan antar manusia dan harga diri kita, maka pelepasan itu menjadi mekanisme pembelaan ego yang sangat berharga. 6). Penyekatan emosional !emotional insulation" indi"idu mengurang tingkat keterlibatan emosional dalam berbagai bentuk. Kerena itu merupakan hal pokok dalam mempertahankan hubungan antar manusia dan harga diri, maka pelepasan menjadi pembelaan ego yang sangat berharga. #alam keadaan !rustasi yang lama lagi hebat, dalam tahanan atau pengangguran, kemiskinan dan penyakit kronis, maka orang mungkin akan putus asa, lalu menyerahkan diri kepada keadaan, serta menjadi acuh tidak acuh (apatis). *enyekatan emosi dapat merupakan pembelaan penting terhadap kekece$aan dan rasa sakit, tapi yang sebenarnya tidak perlu. #isamping itu, ada pula yang sudah mengalami sesuatu yang menyakitkan membatasi gerak-geriknya. Misalnya,seorang pemuda setelah putus cinta dengan pacarnya lalu melakukan penyekatan diri, sehingga ia merasa tidak mungkin lagi untuk berhubungan emosional yang erat. *enyekatan emosional memberi perlindungan, tetapi dengan menjauhkan dan melepaskan diri dari kegiatan atau keadaan yang dapat menimbulkan lagi ras sakit seperti dialami dahulu, namun mengurangi partisipasi yang sehat dan bersemagat dalam hidupnya. 6+. Isolasi !intelektualisasi# disosiasi" merupakan suatu bentuk penyekatan emosional. Beban emosi dalam suatu keadaan yang menyakitkan diputuskan atau diubah (didistorsi). 'asa sedih karena kematian seorang kekasih dikurangi dengan mengatakan, misalnya %sudah nasibnya& atau %sekarang dia sudah tidak menderita lagi&. Kita dapat mengurangi rasa salah karena perbuatan yang tidak layak dengan menunjukkan relati"itas sebuah pemikiran baik atau buruk, benar atau salah dalam kebudayaan. 6.. Simpatisme berusaha mendapatkan simpati dengan jalan mencari berbagai kesukaran, misalnya penyakit atau kesusahan. Bila ada orang yang menyatakan simpati kepadanya, maka harga dirinya diperkuat biarpun ada kegagalan. 61. Pemeranan !a$ting out" mengurangi kecemasan yang dibangkitkan berbagai keadaan terlarang dengan membiarkan ekspresinya dan melakukannya. #alam keadaan biasa hal ini tidak dilakuakan, kecuali bila indi"idu itu lemah dalam penga$asan

kesusilaannya. 2kan tetapi kadang-kadang manusia mengalami keadaan yang penuh ketegangan dan kecemasan yang begitu tinggi, sehingga setiap tindakannya dirasakan sebagai meringankan, agar hal itu segera selesai.

Mekanisme Pembelaan Ego Ego !pribadi" merupakan inti manusia# maka an$aman ter adap ego merupakan an$aman ter adap tulang punggung eksistensi manusia. Karena itu perla an%la an manusia tela bela&ar mema ami berbagai mekanisme pembelaan ego bila ia mengalami sesuatu keadaan yang mengan$am keutu an integritas pribadi. 'erikut ini mekanisme perta anan ego( 1. Fantasi keinginan yang tidak terkabulkan dipuaskan dalam ima&enasi. Misalnya seseorang tidak dapat diterima dalam sebua kesebelasan sepakbola karena badanya terlalu ke$il# lalu ia melamun men$etak gol beberapa bua . Fantasi mungkin produkrif bisa &uga non produktif. Fantasi produktif dapat dipakai se$ara konstruksi untuk memperta ankan moti)asi dan untuk menyelesaikan masala segera# seperti dalam ima&enasi yang kreatif. Fantasi nonproduksi anya merupakan k ayalan pemuasan untuk menggantikan kekurangan prestasi atau pemuasan kebutu an# tetapi tidak merangsang dan menaikkan prestasi. 2. Penyangkalan tidak berani meli at dan mengakui kenyataan yang menakutkan. Misalnya menutup mata# karena tidak berani meli at sesuatu yang ngeri# tidak mau memikirkan kematian# tidak mau meneriam ananknya keterbelakangan# dan sebagainya. *engan $ara ini dapat melindungi diri ter adap banyak stres# akan tetapi mungkin kita ter ambat dalam meli at banyak al yang perlu untuk penyesuain yang efektif. 3. Rasionalisasi berusa a untuk membuktikan ba +a perbuatannya rasional !tetapi sebenarnya tidak baik"# supaya dibenarkan dan diterima . Misalnya tidak dapat bermain bulu tangkis ari ini kerena ,badan kurang enak-# ,besok ada ulangan- !pada al takut kala "# bukan korupsi# anya menerima uang &asa# dan ,to tidak diminta- atau ,bagaimana idup dengan ga&i sekarang- dan sebainya. Rosionalisme mempunyao dua sisi pembelaan# yaitu( Membantu kita membenarkan yang kita lakukan dan yang kita per$aya. Menolong kita melalukan keke$e+aan yang ber ubungan dengan $ita% $ita yang tidak ter$apai. .anda%tanda rasionalisasi adala ( Men$ari%$ari alasan untuk membenarakan perbuatan atau keper$ayaannya .idak sanggup meng adapi al% al yang tetap atau yang bertentangan Men&adi bingung mara bila alasannya diragukan. /. Identifikasi menamba rasa arga diri dengan menyamakan dirinya dengan orang atau al yang dikagumi. Misalnya seorang anak ke$il memba$a koran# meng isap rokok seperti aya nya# bersolek seperti ibunya# dan sebagainya. Pada umumnya mengidentifikasikan dirinya dengan orang yang mirip sekali dengannya atau yang mempunayai kualitas yang sangat diinginkan.

0. Introyeksi bole dikatakan merupakan identifikasi yang primitif. Indi)idu menerima dan memasukkan kedalam pendiriannya perbagai aspek keadaan yang mengan$amnya. 1al ini suda dimulai se&ak ke$il# se+aktu anak itu bela&ar mematu i dan menerima sebagai miliknya beberapa nilai serta peraturan masyarakat. *engan demikian ini dapat menga+asi perilakunya se ingga tidak melakukan pelanggrana dan dapat ukuman sebagai akibatnya. 2. Represi se$ara tidak sadar menekan pikiran yang berba aya# menakutkan atau menyedi kan# agar keluar dari alam sadar dan amsuk kedalam alam tak sadar. Seorang pemuda meli at kematian temannya +aktu ke$elakaan dan kemudian ,lupa- tentang ke&adian itu !lupa seperti dinamakan amnesia psikogenik# ada &uga amnesi organik seperti sesuda gegar otak". *engan ipnosis suntikan pentot al atau asosiasi bebas maka pengalaman yang direpresi itu dapat dikeluarkan dari alam tak sadar ke alam sadar. Represi itu sering tidak total dan tidak &arang keluar lagi ke dalm impian# angan%angan# lelu$on# dan pada keseleo lida . Rasa sala dan rasa $emas yang samar%samar men&adi petun&uk adanya represi yang tidak total. Represi memegang peranan yang penting &uga dalam membantu indi)idu menga+asi semua keinginan yang berba aya# dan dalam mengurangi gangguan yang timbul sebagai akibat pengalaman yang menyakitkan. Sebaliknya supresi berbeda denga represi# supresi indi)idu se$ara sadar menolak pokirannya keluar dari alam sadar dan memikirkan al yang lain. 3adi# supresi itu tidak begitu berba aya ter adap kese atan &i+a# karena ter&adi dengan senga&a indi)idu itu mengeta ui apa yang dilakukan. 4. Regresi kembali ke taraf perkembangan yang suda dilalui# biasanya ke taraf yang kurang matang dan dengan kurang aspirasi. Misalnya seorang anak yang suda tidak ngompol mulai berbuat demikian atau mulai mengisap &ari atau berbi$ara seperti bayi# setela ia mendapat adik. Ia merasa per atian ter adapnya berkurang. 5tau seorang de+asa yang menginginkan sesuatu# maka arus segera ada kalu tidak mak ia akan mara %mara seperti anak ke$il. *alam regresi tanpa sadar indi)idu men$oba lagi perilaku atau $ara yang dipakainya da ulu. .etapi dalam regresi indi)idu &uga mun$ul dari kenyataan ke suatu keadaan yang dengan tuntutan yang kurang# dengan $ita%$ita yang lebi renda dan dengan kepuasan yang muda di$apai. 6. Proyeksi menyala kan orang lain mengenai kesulitan sendiri atau melemparkan kepada orang lain keinginan sendiri yang tidak baik. Seorang suami ber7ina karena ,+anita itu yang menggodanya- seorang murid yang tidak lulus# karena ,guru yang sentimen kepadanya- dan sebagainya. Proyeksi keli atan paling nyata dalam ke$enderungan kita untuk menyala kan orang lain atau menyala kan sesuatu diluar kita mengenai kesala an dan kekurangan kita sendiri. Proyeksi membantu dalam meng indari dari $elaan atau ukuman dan melindungi dari menurunnya arga diri. 8. Penyusunan reaksi supsya tidak menuruti keinginan yang &elek# maka untuk meng alanginya diambil sikap dan perilaku yang seblaiknya# tetapi se$ara berlebi an. 'iasanya ini terli at dari sikap yang sangat tidak toleran dan sam sekali tidak profesional. Misalnya ada orang yang fanatik dalam mengutuk per&udian dan dalam menindas ke&a atan lain# anya agar dapat mena an ke$anderungan diri

sendiri keara itu. Seorang istri ben$i pada mertuanya# lalu bersikap ormat berlebi an ter adap mertuanya untuk meng ilangkan rasa sala nya. 19. Sublimasi nafsu yang tidak terpenu i !terutama se:ual" disalurkan kepada kegiatan yang lain yang dapat diterima ole masyarakat. Seorang yang tidak ka+in tidak dapat mengatasi dorongan se:ual dengan $ara yang lain# mungkin dapat ras kepuasan dalam bidang pera+atan pendidikan# ola raga atau kesenian. Rupanya sublimasi ini merupakan penggunaan energi umum untuk aktifias yang baik# se ingga se$ara tidak langsung ketegangan karena frustasi se:ual atau doronagan lain dapat dikurangi. 11. Kompensasi menutup kelema am dengan menon&olkan sikap yang baik atau karena frustasi dalam suatu bidang lalu di$ari kepuasan se$ara berlebi an dalam bidang lain !kompensasi berlebi ". Kompensasi dilakukan ter adap perasaan kurang mampu !inferior". Karena kompensasi memperli atkan penyesuaian berorientasi pada tugas# maka ini adala baik. Sayangnya sering kompensasi itu tidak langsung# misalnya tidak pandai sekola # tidak dapat diterima dalam suatu peker&aan# lantas men&adi pengebut yang ulung# sanggota geng yang berani atau men&adi anak &agoan yang ditakuti ole para temannya. *alam masyarakat dengan persaingan makin lama makin keras# kompensasi itu dapat sa&a sebagai $ara penyesuaian yang berguna dalam pen$apian yang lebi baik. 12. Sala pinda !displa$ement" emosi dalam arti simbolik atau fantasi ter adap seseorang atau suatu benda# di$ura kan kepada seseorang atau suatu benda yang biasanya kurang berba aya daripada yang semula. Seorang anak yang dimara i ibunya kemudian memukul adiknya atau menendang ku$ingnya. Seorang istri yang berselisi dengan suaminya lalu membanting pintu ruma dan meme$a kan piring. Seorang anak yang perna terkun$i dalam kamar gelap kemudian men&adi takut ter adap sebua kamar yang tertutup# keinginan akan bunu diri direpresi dan kemudian takut ter adap semua benda ta&am. Kedua $onto yang ak ir merupakan fobi yang timbul karena sala pinda . 1al ini sebagai $onto ba +a mekanisme pembelaan dapat menimbulkan gangguan &i+a. 13. Pelepasan !undoing" atau penebusan meniadakan atau membatalkan suatu pikiran# ke$enderungan atau tindakan yang tidak disetu&ui. Meminta maaf menyesali# memberi sili an atau melakukan penitensi dan men&alani ukuman merupakan bentuk pelepasan atau penebusan. Misalnya seorang suami yang tidak setia memberi berma$am%ma$am adia kepada istrinya. Kita semua dididik agar meminta maaf kalau bersala dan mengganti kerugian dalam berma$am bentuk. Karena itu merupakan al yang pokok dalam memperta ankan ubungan antar manusia dan arga diri kita# maka pelepasan itu men&adi mekanisme pembelaan ego yang sangat ber arga. 1/. Penyekatan emosional !emotional insulation" indi)idu mengurang tingkat keterlibatan emosional dalam berbagai bentuk. Kerena itu merupakan al pokok dalam memperta ankan ubungan antar manusia dan arga diri# maka pelepasan men&adi pembelaan ego yang sangat ber arga. *alam keadaan frustasi yang lama lagi ebat# dalam ta anan atau pengangguran# kemiskinan dan penyakit kronis# maka orang mungkin akan putus asa# lalu menyera kan diri kepada keadaan# serta men&adi a$u tidak a$u !apatis". Penyekatan emosi dapat merupakan pembelaan penting ter adap keke$e+aan dan rasa sakit# tapi yang sebenarnya tidak perlu.

*isamping itu# ada pula yang suda mengalami sesuatu yang menyakitkan membatasi gerak%geriknya. Misalnya#seorang pemuda setela putus $inta dengan pa$arnya lalu melakukan penyekatan diri# se ingga ia merasa tidak mungkin lagi untuk ber ubungan emosional yang erat. Penyekatan emosional memberi perlindungan# tetapi dengan men&au kan dan melepaskan diri dari kegiatan atau keadaan yang dapat menimbulkan lagi ras sakit seperti dialami da ulu# namun mengurangi partisipasi yang se at dan bersemagat dalam idupnya. 10. Isolasi !intelektualisasi# disosiasi" merupakan suatu bentuk penyekatan emosional. 'eban emosi dalam suatu keadaan yang menyakitkan diputuskan atau diuba !didistorsi". Rasa sedi karena kematian seorang kekasi dikurangi dengan mengatakan# misalnya ,suda nasibnya- atau ,sekarang dia suda tidak menderita lagi-. Kita dapat mengurangi rasa sala karena perbuatan yang tidak layak dengan menun&ukkan relati)itas sebua pemikiran baik atau buruk# benar atau sala dalam kebudayaan. 12. Simpatisme berusa a mendapatkan simpati dengan &alan men$ari berbagai kesukaran# misalnya penyakit atau kesusa an. 'ila ada orang yang menyatakan simpati kepadanya# maka arga dirinya diperkuat biarpun ada kegagalan. 14. Pemeranan !a$ting out" mengurangi ke$emasan yang dibangkitkan berbagai keadaan terlarang dengan membiarkan ekspresinya dan melakukannya. *alam keadaan biasa al ini tidak dilakuakan# ke$uali bila indi)idu itu lema dalam penga+asan kesusilaannya. 5kan tetapi kadang%kadang manusia mengalami keadaan yang penu ketegangan dan ke$emasan yang begitu tinggi# se ingga setiap tindakannya dirasakan sebagai meringankan# agar al itu segera selesai.

Mekanisme Pembelaan Ego Ego !pribadi" merupakan inti manusia# maka an$aman ter adap ego merupakan an$aman ter adap tulang punggung eksistensi manusia.. Karena itu perla an%la an manusia tela bela&ar mema ami berbagai mekanisme pembelaan ego bila ia mengalami sesuatu keadaan yang mengan$am keutu an integritas pribadi. 'erikut ini mekanisme perta anan ego( 1. Fantasi keinginan yang tidak terkabulkan dipuaskan dalam ima&enasi. Misalnya seseorang tidak dapat diterima dalam sebua kesebelasan sepakbola karena badanya terlalu ke$il# lalu ia melamun men$etak gol beberapa bua . Fantasi mungkin produkrif bisa &uga non produktif. Fantasi produktif dapat dipakai se$ara konstruksi untuk memperta ankan moti)asi dan untuk menyelesaikan masala segera# seperti dalam ima&enasi yang kreatif. Fantasi nonproduksi anya merupakan k ayalan pemuasan untuk menggantikan kekurangan prestasi atau pemuasan kebutu an# tetapi tidak merangsang dan menaikkan prestasi. 2. Penyangkalan tidak berani meli at dan mengakui kenyataan yang menakutkan. Misalnya menutup mata# karena tidak berani meli at sesuatu yang ngeri# tidak mau memikirkan kematian# tidak mau meneriam ananknya keterbelakangan# dan sebagainya. *engan $ara ini dapat melindungi diri ter adap banyak stres# akan

tetapi mungkin kita ter ambat dalam meli at banyak al yang perlu untuk penyesuain yang efektif. 3. Rasionalisasi berusa a untuk membuktikan ba +a perbuatannya rasional !tetapi sebenarnya tidak baik"# supaya dibenarkan dan diterima . Misalnya tidak dapat bermain bulu tangkis ari ini kerena ,badan kurang enak-# ,besok ada ulangan- !pada al takut kala "# bukan korupsi# anya menerima uang &asa# dan ,to tidak diminta- atau ,bagaimana idup dengan ga&i sekarang- dan sebainya. Rosionalisme mempunyao dua sisi pembelaan# yaitu( Membantu kita membenarkan yang kita lakukan dan yang kita per$aya. Menolong kita melalukan keke$e+aan yang ber ubungan dengan $ita% $ita yang tidak ter$apai. .anda%tanda rasionalisasi adala ( Men$ari%$ari alasan untuk membenarakan perbuatan atau keper$ayaannya .idak sanggup meng adapi al% al yang tetap atau yang bertentangan Men&adi bingung mara bila alasannya diragukan. /. Identifikasi menamba rasa arga diri dengan menyamakan dirinya dengan orang atau al yang dikagumi. Misalnya seorang anak ke$il memba$a koran# meng isap rokok seperti aya nya# bersolek seperti ibunya# dan sebagainya. Pada umumnya mengidentifikasikan dirinya dengan orang yang mirip sekali dengannya atau yang mempunayai kualitas yang sangat diinginkan. 0. Introyeksi bole dikatakan merupakan identifikasi yang primitif. Indi)idu menerima dan memasukkan kedalam pendiriannya perbagai aspek keadaan yang mengan$amnya. 1al ini suda dimulai se&ak ke$il# se+aktu anak itu bela&ar mematu i dan menerima sebagai miliknya beberapa nilai serta peraturan masyarakat. *engan demikian ini dapat menga+asi perilakunya se ingga tidak melakukan pelanggrana dan dapat ukuman sebagai akibatnya. 2. Represi se$ara tidak sadar menekan pikiran yang berba aya# menakutkan atau menyedi kan# agar keluar dari alam sadar dan amsuk kedalam alam tak sadar. Seorang pemuda meli at kematian temannya +aktu ke$elakaan dan kemudian ,lupa- tentang ke&adian itu !lupa seperti dinamakan amnesia psikogenik# ada &uga amnesi organik seperti sesuda gegar otak". *engan ipnosis suntikan pentot al atau asosiasi bebas maka pengalaman yang direpresi itu dapat dikeluarkan dari alam tak sadar ke alam sadar. Represi itu sering tidak total dan tidak &arang keluar lagi ke dalm impian# angan%angan# lelu$on# dan pada keseleo lida . Rasa sala dan rasa $emas yang samar%samar men&adi petun&uk adanya represi yang tidak total. Represi memegang peranan yang penting &uga dalam membantu indi)idu menga+asi semua keinginan yang berba aya# dan dalam mengurangi gangguan yang timbul sebagai akibat pengalaman yang menyakitkan. Sebaliknya supresi berbeda denga represi# supresi indi)idu se$ara sadar menolak pokirannya keluar dari alam sadar dan memikirkan al yang lain. 3adi# supresi itu tidak begitu berba aya ter adap kese atan &i+a# karena ter&adi dengan senga&a indi)idu itu mengeta ui apa yang dilakukan. 4. Regresi kembali ke taraf perkembangan yang suda dilalui# biasanya ke taraf yang kurang matang dan dengan kurang aspirasi. Misalnya seorang anak yang suda tidak ngompol mulai berbuat demikian atau mulai mengisap &ari atau

berbi$ara seperti bayi# setela ia mendapat adik. Ia merasa per atian ter adapnya berkurang. 5tau seorang de+asa yang menginginkan sesuatu# maka arus segera ada kalu tidak mak ia akan mara %mara seperti anak ke$il. *alam regresi tanpa sadar indi)idu men$oba lagi perilaku atau $ara yang dipakainya da ulu. .etapi dalam regresi indi)idu &uga mun$ul dari kenyataan ke suatu keadaan yang dengan tuntutan yang kurang# dengan $ita%$ita yang lebi renda dan dengan kepuasan yang muda di$apai. 6. Proyeksi menyala kan orang lain mengenai kesulitan sendiri atau melemparkan kepada orang lain keinginan sendiri yang tidak baik. Seorang suami ber7ina karena ,+anita itu yang menggodanya- seorang murid yang tidak lulus# karena ,guru yang sentimen kepadanya- dan sebagainya. Proyeksi keli atan paling nyata dalam ke$enderungan kita untuk menyala kan orang lain atau menyala kan sesuatu diluar kita mengenai kesala an dan kekurangan kita sendiri. Proyeksi membantu dalam meng indari dari $elaan atau ukuman dan melindungi dari menurunnya arga diri. 8. Penyusunan reaksi supsya tidak menuruti keinginan yang &elek# maka untuk meng alanginya diambil sikap dan perilaku yang seblaiknya# tetapi se$ara berlebi an. 'iasanya ini terli at dari sikap yang sangat tidak toleran dan sam sekali tidak profesional. Misalnya ada orang yang fanatik dalam mengutuk per&udian dan dalam menindas ke&a atan lain# anya agar dapat mena an ke$anderungan diri sendiri keara itu. Seorang istri ben$i pada mertuanya# lalu bersikap ormat berlebi an ter adap mertuanya untuk meng ilangkan rasa sala nya. 19. Sublimasi nafsu yang tidak terpenu i !terutama se:ual" disalurkan kepada kegiatan yang lain yang dapat diterima ole masyarakat. Seorang yang tidak ka+in tidak dapat mengatasi dorongan se:ual dengan $ara yang lain# mungkin dapat ras kepuasan dalam bidang pera+atan pendidikan# ola raga atau kesenian. Rupanya sublimasi ini merupakan penggunaan energi umum untuk aktifias yang baik# se ingga se$ara tidak langsung ketegangan karena frustasi se:ual atau doronagan lain dapat dikurangi. 11. Kompensasi menutup kelema am dengan menon&olkan sikap yang baik atau karena frustasi dalam suatu bidang lalu di$ari kepuasan se$ara berlebi an dalam bidang lain !kompensasi berlebi ". Kompensasi dilakukan ter adap perasaan kurang mampu !inferior". Karena kompensasi memperli atkan penyesuaian berorientasi pada tugas# maka ini adala baik. Sayangnya sering kompensasi itu tidak langsung# misalnya tidak pandai sekola # tidak dapat diterima dalam suatu peker&aan# lantas men&adi pengebut yang ulung# sanggota geng yang berani atau men&adi anak &agoan yang ditakuti ole para temannya. *alam masyarakat dengan persaingan makin lama makin keras# kompensasi itu dapat sa&a sebagai $ara penyesuaian yang berguna dalam pen$apian yang lebi baik. 12. Sala pinda !displa$ement" emosi dalam arti simbolik atau fantasi ter adap seseorang atau suatu benda# di$ura kan kepada seseorang atau suatu benda yang biasanya kurang berba aya daripada yang semula. Seorang anak yang dimara i ibunya kemudian memukul adiknya atau menendang ku$ingnya. Seorang istri yang berselisi dengan suaminya lalu membanting pintu ruma dan meme$a kan piring. Seorang anak yang perna terkun$i dalam kamar gelap kemudian men&adi takut ter adap sebua kamar yang tertutup# keinginan akan bunu diri direpresi dan

kemudian takut ter adap semua benda ta&am. Kedua $onto yang ak ir merupakan fobi yang timbul karena sala pinda . 1al ini sebagai $onto ba +a mekanisme pembelaan dapat menimbulkan gangguan &i+a. 13. Pelepasan !undoing" atau penebusan meniadakan atau membatalkan suatu pikiran# ke$enderungan atau tindakan yang tidak disetu&ui. Meminta maaf menyesali# memberi sili an atau melakukan penitensi dan men&alani ukuman merupakan bentuk pelepasan atau penebusan. Misalnya seorang suami yang tidak setia memberi berma$am%ma$am adia kepada istrinya. Kita semua dididik agar meminta maaf kalau bersala dan mengganti kerugian dalam berma$am bentuk. Karena itu merupakan al yang pokok dalam memperta ankan ubungan antar manusia dan arga diri kita# maka pelepasan itu men&adi mekanisme pembelaan ego yang sangat ber arga. 1/. Penyekatan emosional !emotional insulation" indi)idu mengurang tingkat keterlibatan emosional dalam berbagai bentuk. Kerena itu merupakan al pokok dalam memperta ankan ubungan antar manusia dan arga diri# maka pelepasan men&adi pembelaan ego yang sangat ber arga. *alam keadaan frustasi yang lama lagi ebat# dalam ta anan atau pengangguran# kemiskinan dan penyakit kronis# maka orang mungkin akan putus asa# lalu menyera kan diri kepada keadaan# serta men&adi a$u tidak a$u !apatis". Penyekatan emosi dapat merupakan pembelaan penting ter adap keke$e+aan dan rasa sakit# tapi yang sebenarnya tidak perlu. *isamping itu# ada pula yang suda mengalami sesuatu yang menyakitkan membatasi gerak%geriknya. Misalnya#seorang pemuda setela putus $inta dengan pa$arnya lalu melakukan penyekatan diri# se ingga ia merasa tidak mungkin lagi untuk ber ubungan emosional yang erat. Penyekatan emosional memberi perlindungan# tetapi dengan men&au kan dan melepaskan diri dari kegiatan atau keadaan yang dapat menimbulkan lagi ras sakit seperti dialami da ulu# namun mengurangi partisipasi yang se at dan bersemagat dalam idupnya. 10. Isolasi !intelektualisasi# disosiasi" merupakan suatu bentuk penyekatan emosional. 'eban emosi dalam suatu keadaan yang menyakitkan diputuskan atau diuba !didistorsi". Rasa sedi karena kematian seorang kekasi dikurangi dengan mengatakan# misalnya ,suda nasibnya- atau ,sekarang dia suda tidak menderita lagi-. Kita dapat mengurangi rasa sala karena perbuatan yang tidak layak dengan menun&ukkan relati)itas sebua pemikiran baik atau buruk# benar atau sala dalam kebudayaan. 12. Simpatisme berusa a mendapatkan simpati dengan &alan men$ari berbagai kesukaran# misalnya penyakit atau kesusa an. 'ila ada orang yang menyatakan simpati kepadanya# maka arga dirinya diperkuat biarpun ada kegagalan. 14. Pemeranan !a$ting out" mengurangi ke$emasan yang dibangkitkan berbagai keadaan terlarang dengan membiarkan ekspresinya dan melakukannya. *alam keadaan biasa al ini tidak dilakuakan# ke$uali bila indi)idu itu lema dalam penga+asan kesusilaannya. 5kan tetapi kadang%kadang manusia mengalami keadaan yang penu ketegangan dan ke$emasan yang begitu tinggi# se ingga setiap tindakannya dirasakan sebagai meringankan# agar al itu segera selesai.