Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Indonesia sebagai salah satu negara beriklim tropis mempunyai keanekaragaman

hayati yang tinggi, tidak hanya didaratan tetapi juga juga diperairan. Ikan dan udang merupakan potensi yang tersimpan didalam perairan yang dapat dibudidayakan untuk kesejahteraan manusia. Ikan dan udang adalah salah satu budidaya laut yang paling penting di negara asia tenggara dan china karena karakteristik biologinya yang sangat baik seperti pertumbuhannya cepat, mudah dikembangbiakkan, rasanya enak dan nilai ekonominya tinggi. Sektor perikanan memegang peranan penting dalam penyediaan protein hewani bagi rakyat indonesia. Untuk memenuhi permintaan produk perikanan yang semakin meningkat, intensifikasi budidaya tidak dapat dihindarkan. Namun, intensifikasi usaha budidaya dapat menimbulkan berbagai dampak negatif antara lain penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen seperti bakteri patogen dari genus Vibrio. Probiotik dalam budidaya perikanan berperan antara lain untuk mengatur kondisi mikrobiologi dalam air atau sedimen dan dapat memperbaiki kualitasa air media pemeliharaan ikan sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan pertumbuhan ikan. Dewasa ini probiotik sudah banyak diaplikasikan dalam kegiatan pembenihan maupun pembesaran ikan dalam media untuk memperbaiki kualitas air sehingga dapat memberian kondisi lingkungan media yang optimal bagi pertumbuhan. Penggunaan probiotik dapat dikatagorikan sebagai agensia pengendalian biologis ( biological control ) karena perannya dalam membatasi dan membunuh hama dan penyakit. Dalam akuakultur, probiotik sebagai pengendalian biologis melalui makanan, juga berperan dalam peningkatan kualitas air media pemeliharaan ikan.

Hingga kini, metode yang paling sering dilakukan dalam penanggulangan penyakit patogenik pada ikan dan udang adalah dengan penggunaan antibiotik sebagai kemoterapi. Metode ini sangat beresiko karena dapat menimbulkan resistensi terhadap bakteri patogen serta dapat mencemari lingkungan. Salah satu alternatif dalam pengendalian penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen yang aman dan ramah lingkungan adalah dengan pemberian probiotik sebagai peningkat kadar antibodi dan peningkatan enzim pencernaan. Bakteri probiotik mampu melakukan pelekatan dimukosa usus dan memberikan perlindungan optimal sehingga menghalangi pelekatan bakteri patogen. Bakteri probiotik yang digunakan sebaiknya dari strain yang berasal dari inangnya, bersifat nonpatogen dan memberikan efek yang menguntungkan bagi inang (memperbaiki nutrisi dan meningkatkan respon imun), dan probiotik mesti hidup dan tahan pada kondisi penyimpanan dan dapat diproses pada skala industri seperti dengan cara liopilizasi (Vine et al., 2004; Balcazar et al., 2006). Bakteri probiotik yang diisolasi dari lingkungan alami diharapkan memiliki keunggulan-keunggulan tertentu dibandingkan dengan balteri probiotik yang diisolasi dari sumber lain. Hal ini dikarenakan bakteri yang diisolasi dari lingkungan alamiah ikan dan udang laut diharapkan lebih murni dan dapat bertahan dalam penanggulangan bakteri patogen. Penelitian terdahulu yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa banyak bakteri yang diantaranya berperan sebagai probiotik. Pada ikan kerapu macan ( Ephinephelus fuscogatus ) bakteri yang berperan sebagai probiotik adalah Carnobacterium sp., Staphylococcus sp., Baccilus sp., Eubacterium sp., Pseudomonas sp., Lactobacillus sp., Micrococcus sp., dan Bifidobacterium sp. Pada udang probiotik adalah Alteromonas sp. Probiotik telah banyak diteliti dari organisme perairan untuk digunakan dalam akuakultur adalah dari kelompok bakteri asam laktat. Lactobacillus sp., misalnya, dijumpai Litopennaus vannamei bakteri yang berperan sebagai

pada saluran pencernaan berbagai vertebrata, termasuk ikan laut. Peranan Lactobacillus dalam akuakultur terutama adalah dalam menekan pertumbuhan bakteri patogen. Ekstrak bebas sel dari empat strain bakteri asam laktat (L. acidophilus, Streptococcus cremoris, L. bulgaricus-56 dan L. bulgaricus-57) menekan pertumbuhan V. alginolyticus secara in vitro dan secara in vivo pada udang Penaeus indicus (Ajitha et al., 2004). L. plantarum 44a yang mempunyai mekanisme penghambatan berdasarkan produksi asam, dan L.brevis 18f sebagai produser H2O2, diisolasi dari intestin ikan air tawar (Bream, Abramis barma dan African catfish, Clarias gariepinis), menghambat Aeromonas hydrophila secara kuat pada pH 6 (Bucio et al., 2004). Berdasarkan uraian tersebut maka perlu dilakukan identifikasi lanjutan terhadap kandidat bakteri probiotik yang telah ditemukan dari sampel ikan botana kasur ( Acanthurus linneatus ) dan udang windu (Penaeus monodon) yand diperoleh dari perairan laut Taman Nasional Alas Purwo ( TNAP ) sampai ke tingkat spesies berdasarkan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan, sehingga dapat memberikan informasi yang lebih jelas serta dapat digunakan sebagai data pendukung dalam pengelolaan dan pemanfaatan Probiotik dalam sektor perikanan. Selain itu dapat pula mengungkapkan sejumlah informasi ilmiah agar dapat dilakukan pengembangan lebih lanjut mengenai tingkat efektivitasnya dalam melawan aktifitas bakteri patogen.

1.2

Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, identifikasi permasalahan yang dapat diambil

adalah sebagai berikut : 1. Apakah isolat yang telah teridentifikasi merupakan kandidat bakteri probiotik alami dari ikan botana kasur (Acanthurus linneatus) dan udang windu (Penaeus monodon).

2. Apa saja spesies bakteri probiotik yang terdapat dari sampel ikan botana kasur (Acanthurus linneatus) dan udang windu (Penaeus monodon).

1.3

Maksud dan Tujuan Adapun maksud dari penelitian ini adalah untuk melanjutkan penelitian sebelumnya

guna mengidentifikasi

spesies bakteri apa saja yang yang berpotensi sebagai kandidat

bakteri probiotik potensial yang telah diisolasi dari ikan botana kasur (Acanthurus linneatus) dan udang windu (Penaeus monodon). Sedangkan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman jenis bakteri probiotik potensial serta mendapatkan isolat bakteri probiotik yang diisolasi dari ikan botana kasur ( Acanthurus linneatus ) dan udang windu (Penaeus monodon).

1.4

Kegunaan Penelitian Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah memberikan informasi mengenai jenis

bakteri Probiootik yang terdapat pada sampel ikan botana kasur ( Acanthurus linneatus ) dan udang windu (Penaeus monodon) di yang telah teridentifikasikan sehingga dapat digunakan oleh pembudidaya untuk meningkatkan kualitas hidup dan pertumbuhan ikan dan udang laut dengan penambahan bakteri probiotik yang diisolasi dari saluran pencernaan ikan dan udang. Penambahan Bakteri Probiotik didalam Pakan diharapkan mampu meningkatkat kecernaan, efesiensi pakan, mencegah pertumbuhan bakteri patogen penyebab penyakit dan meningkatkan pertumbuhan ikan dan udang.

1.5

Kerangka Penelitian Problema efisiensi pakan pada dunia perikanan sudah sejak lama dan sampai sekarang

masih dirasakan. Makanan terbuang dan tidak sempat dikomsumsi ikan memang tidak akan pernah terelakkan, karena memang kondisi alam berupa air dan juga tingkah laku ikan itu sendiri. Akan tetapi makanan atau nilai nutrisi yang terbuang padahal sudah dimakan oleh ikan, tentu teramat disayangkan. Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang sangat penting untuk kesehatan dan memiliki hubungan yang simbiotik dengan manusia. Bakteri probiotik dalam usus akan membantu memecah makanan, menghasilkan vitamin dan mencegah pertumbuhan bakteri patogen penyebab penyakit. Prinsip dasar kerja probiotik adalah pemanfaatan kemampuan mikroorganisme dalam memecah atau menguraikan rantai panjang karbohidrat, protein dan lemak yang menyusun pakan yang diberikan. Kemampuan ini diperoleh karena adanya enzim-enzim khusus yang dimiliki oleh mikroba untuk memecah ikatan tersebut. Enzim tersebut biasanya tidak dimiliki oleh ikan dan makhluk air lainnya. Kalaupun ada kuantitas dan kualitasnya dalam jumlah terbatas. Pemecahan molekul-molekul kompleks ini menjadi molekul sederhana jelas akan mempermudah pencernaan lanjutan dan penyerapan oleh saluran pencernaan ikan. Di sisi lain, mikroorganisme pelaku pemecah ini mendapat keuntungan berupa energi yang diperoleh dari hasil perombakan molekul kompleks tersebut. Probiotik merupakan makanan tambahan berupa sel-sel mikroba hidup, yang memiliki pengaruh menguntungkan bagi hewan inang yang mengkonsumsinya melalui penyeimbangan flora mikroba intestinalnya. Probiotik merupakan segala bentuk preparasi sel mikroba atau komponen sel mikroba yang memiliki pengaruh menguntungkan bagi kesehatan dan kehidupan inang.

1.6

Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang

dilakukan dilaboratorium. Kandidat bakteri probiotik yang telah di dapatkan isolatnya, diidentifikasi lebih lanjut dengan metode uji biokimiawi untuk melihat sifat biokimiawinya untuk selanjutnya bakteri dapat diidentifikasi sampai tingkat spesies dengan menggunakan buku pedoman Bergeys Manual of Determinative Bacteriology.

1.7

Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan Biologi, Fakultas

Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Padjadjaran, Jatinangor pada Bulan Agustus 2013 sampai dengan selesai.