Anda di halaman 1dari 30

FERMENTASI METABOLIT SEKUNDER Deskripsi singkat Mikrobia mampu mensintesa senyawa metabolit sekunder pada fase pertumbuhan stationer.

Senyawametabolit sekunder digunakan sebagai nutrien darurat untuk mempertahankan hidupnya. Metabolit sekunder itu tergolong dalam antibiotik biopestisida, mikotoksin dan pigmen, alkaloid serta ensim. Antibiotik yang dihasilkan oleh fungi meliputi griscofulvin, penisilin, cephalosporin, dan asam fusidat dan lain sebagainya. Bakteri juga mampu menghasilkan cyclokeximide, amphoserin, pimaricin, streptomisin, tetrasiklin, khloramfenicol, movabiosin, erithromisin, polimisin dan nisin, Aktinomisetes juga hampir setiap tahunnya menghasilkan !"#!! antibiotik contoh Streptomycesgriseus menghasilkan $! macam antibiotik yang berbeda. Biopestisida merupakan senyawa yang dihasilkan oleh mikrobia berdaya insektisida sebagai contoh Bacillus thuringiensis bersifat patogen terhadap larva lepidoptera, Bacillus popilliae patogen terhadap larva lebah. Alkaloid merupakan senyawa yang diproduksi oleh mikrobia dan senyawa ini dapat berperanan sebagai herbisida contohnya %loviceps purpurea dan % pospali untuk membunuh rumput &ospalum. Tujuan Instruksional khusus Mahasiswa mampu menjelaskan tentang fermentasi antibiotik, seperti penisilin dan biopestisida.

!enisilin &ada abad #' telah diketemukan mikrobia penghambat pertumbuhan mikrobia lain, karena menghasilkan senyawa toksin. &enemuan tersebut disebut pinisilin yang berperanan sebagai antibiotik. Banyak antibiotik yang dapat digunakan dalam bidang pengobatan yaitu ( ) Senyawa antifungal dan antibacterial yang dihasilkan oleh mikrobia *enis mikrobia yang dihambat +ungi Senyawa sntibiotik dari ,riseofulvin %ycloheximide Amphosetrim &imarcin Bakteria &enisilin %ephalosporin Asam fusidat Streptomisin -etrasiklin .hloramfenicol /ovobiosin 0rythromisin &olimysin /isin

Alexander +lemming secara kebetulan menentukan Penicellium notatum tumbuh pada kultur Staphylococcus yang menyebabkan terbentuk

2one jernih disekitar Penicellium, karena kedua mikrobia tersebut saling bersifat antagonisme. .emudian setelah senyawa diisolasi ternyata antibiotik penisilin.+lorey tahun #'$! menemukan &. chrysogenium penghasil penisilin bersifat lebih efektif daya hambatnya dan tidak toksis terhadap jaringan manusia. 3ndustri pinisilin terus mengembangkannya dengan cara ( meneliti strain baru dari alam, melakukan seleksi, meningkatkan sifat kultur melalui mutasi, optimalisasi media dan kondisi produksi. Skema pengembangan strain sebagai berikut ( 3solasi dari melon 3solat P. chrysogenum Mutasi Mutan &roduksi &enisilin &engujian dengan Staphylococcus aureus 4 # unit5ml 6 3solasi penisilin &urifikasi .ristalisasi 4# unit 7 !, '88 gr 5 sodium ben2yl penisilin &roduksi &enisilin melalui dua cara #. kultur tenggelam

1. kultur permukaan :alam produksi penisilin perlu Penicellium ditumbuhkan untuk

membentuk spora, spora tersebut sebagai inokulum. +aktor"faktor yang perlu diperhatikan selama fermentasi penisilin adalah ( #. Bahan dasar terdiri dari ( a. b. Sumber karbon 4; <6, laktosa, pati jagung dan dextrin jagung. Sumber nitrogen ( sodium nitrat, ammonium sulfat, ammonium asetat, ammonium laktat, corn steep li=uor. c. d. Sumber mineral ( magnesium sulfat 4MgS>$ ?@1>6 &rekursor ( asam phenylacetat.

1. .ondisi fermentasi Suhu 1$! %, p@ ( "?, , aerasi $!! cu5menit, antifolam tributyl citrat, 9 < octadecanol. B. Biopestisida .ebanyakan antibiotik dengan konsentrasi antara 4 "1!! ppm6

berdaya insektisidal. .emudian novobioci dan cycloheximide 4actidione6 mempunyai spektrum lebih luas terhadap insekta lain, tetapi apakah bersifat menghancurkan atau kontak saja. :i *epang telah banyak dilakukan seleksi dan akhirnya menemukan metabolit sekunder baru mempunyai daya insektisida. 3nsektisida tersebut dihasilkan oleh Streptomyces 3nsektisida yang dihasilkan mikrobia

*enis mikrobia Streptomyces factum Streptomyces mabaraence Metarrhizium anisapliae Aspergillus ochraccus Aspergillus versicolor

&roduk &actomycin &iericidins A dan B :extrixin A dan B Aspachchracin Aersimide

-oksisitas terhadap manusia -inggi -inggi -inggi Bendah "

:ari fungi tingkat tinggi di jepang digunakan untuk pengendalian lalat, yaitu asam tricolomat yang dihasilkan oleh Tricholoma muscarium dan asam ibotenat dari Amania muscaria Bakteri yang berperanan sebagai pengendali hama adalah ( #. Bacillus thuringiensis ( sporanya bersifat patogen terhadap larva Cipidoptera 1. Bacillus popilliae ( sporanya bersifat patogen terhadap lebah 4Popillia japanica6. /ematoda berperanan sebagai vektor serangga patogen, kadang digunakan untuk pengendalian hama , contohnya simbiose antara Achromobacter nematophilus dan Neoplectana carpocapsae &estisica dari fungi +ungi menginfeksi integumen hospes. Spesien fungi yang paling baik yaitu Beauveria bassiana mematikan penyakit pada ulat sutera 4Bombyx mori6. *amur Metarrhi2ium anisolphae.

!okok Bahasan I" BIOKON#ERSI STEROID A Deskripsi singkat Sterol dan steroid telah lama menjadi perhatian oleh ahli biokimia. &ada tahun #'1! ahli estrogenik dan androgenik untuk memenuhi kebutuhan steroid diperoleh dengan ekstraksi bahan alami misalnya korteks adrenal hewan. Senyawa steroid tersebut berupa cortico steroid. .emudian coktison berhasil disintesa secara kimiawi yang berguna untuk obat rematoid arthritis dan rematik akut. Selanjutnya pada tahun #' 1 Bhi2opus nigricans berperanan dalam mengubah progresteron menjadi DD " hidroksiproges rion yang bersifat baik dan diproduksi secara komersil. &ada tahun #'?! reaksi ## origenan oleh fungi #;x hidroksilasi oleh Streptomyces dehidrogenasi oleh Arthrobacter Simplex mycobacteria phlei, nocardia dan kebanyakan fungi dilakukan di dalam industri. /amun demikian banyak kendala yang timbul dalam produksi steroid melalui proses fermentasi, misalnya biaya operasional lebih mahal

dibandingkan melalui reaksi kimiawi. Sehingga dalam prakteknya di pabrik, biotransformasi5biokonversi steroid digunakan untuk menggantikan sebagian reaksi secara kimiawi.

Struktur steroid kebanyakan mempunyai gugus methil pada atom karbon nomer #9 dan #! 4%"#! dan %"#'6. Steroid dapat dianalisa secara paper chromatography 4&%6 , khromatography lapis tipis 4-C%6 dan vapor"phase chromatography 4A&%6. 0kstraksi produk steroid menggunakan methylene chloride dan bermacam"macam solven non polar yaitu ethyl ecetat, amyl acetat, ethelene chlorida, chloroform hasil ekstraksi steroid lalu dianalisa menggunakan cara hromatography. &enemuan penting dibidang mikrobiologi industri adalah mikrobia yang mampu melakukan aktivitas biokimia. %ontoh spora Penicellium ro ueforii mampu merubah asam kapilat 4asam oktanoat 6 menjadi 1 heptanone. #. :efinisi dan peranan steroid Steroid adalah senyawa mempunyai kerangka perhydro #,1"cyclo"pentano" phenanthene. .night memperoleh ##"E"hydroxyl derivat progesteron menggunakan Aspergillus chraceus. (

&embntukan ##"E"hydroxyl dari progesteron steroid yang dibentuk oleh mikrobia yaitu ergosterol, diosgenin pada tumbuhan, kholesterol terdapat pada hewan, kortisosteroid, hormon sex. Steroid penting sebagai agensia therapeutik, dihasilkan selama regulasi metabolisme

Steroid corteson berguna untuk penyakit rheumatoid arthritis dan rheumatic akut. &rogestin dan estrogen untuk agensia mengurangi kesuburan 4antifertility6. Steroid juga berperanan sebagai agensia therapeutic bagi manusia dan hewan misalnya estrogen, progestin dan androgen 1. Struktur steroid .ebanyakan steroid mempunyai gugus methyl pada rantai karbon nomer #9 dan #! 4%"#8 dan % #'6. Bentuk dasar steroid 4trans, anti, trans, anti , trans6 tergantung pada ikatan cincin karbon nomor $ dari rantaian karbon dalam %hair Shape. %ontoh bentuk dasar steroid adalah sebagai berikut &ada garis tebal yang diberi nomor #8 dan #' dapat berikatan dengan gugus metyl #? B konfigurasi

Adapun nama beberapa steroid baik nama perdagangan dan nama kimia dapat ditunjukkan dalam tabel dibawah ini

/ama perdagangan Androstenedione

/ama kimia Androst"yene"9,#? dione

-estosterone &rogesteron &redmisone A"# 0 &redmisolone

#?B"@ydroryandrost"$"en"9 ane &rcgn"$"enc"9,1 adio nc #? F"1#"dihydroxy"pre=ua"#,$" diene"9, ##,1! trione

## B,

0kstraksi steroid dari miselium jamur benang atau semua steroid menggunakan aseton. Sesudah steroid diekstraksi, akan mendapatkan hasil berwarna kecoklatan, lalu didecolorasi dengan karbon dan kristalisasi dari solven aseton G metanol atau methelene chloride. Banyak solven yang dapat digunakan untuk ekstraksi steroid yaitu ethyl asetat, amyl asetat, ethy"lene chlorida, chloroform. 9. Metoda analisis steroid Steroid hasil fermentasi lebih cocok dianalisis secara khromatografi kertas 4&aper chromatography6, sedang -@3/ layer 4chromatography6 sering digunakan untuk penelitian, tetapi untuk kebanyakan penelitian yang spesifik analisis steroid memakai cara Aapor. &hase chromatography 4A&%6 karena sangat sensitiv untuk identifikasi steroid menggunakan resonansi nuclear magnetic, dan spektrofotometri masa. Setelah steroid dianalisis secara khromatografi maka noda dideteksi menggunakan sinar ultraviolet dengan panjang gelombang 1$9 nm dan 1;8 nm $.-ipe biokonversi steroid

'

Biokonversi steroid yang digunakan dalam industri ada dua macam ( a. hidroksilasi ada $ macam ( ##"E"hydroksilasi, 1#"hydroksilasi b. :ehidrogenasi ##"H"hydroksilasi, #;"E"hydroksilasi,

##"E"hydroksilasi ##"E"hydroksi progesteron diperoleh dari progesteron yang dihasilkan oleh Aspergillus ochroceus, ##"E"hydroksi

progesteron merupakan hasil antara pembuatan cortison. ##"H"hydroksilasi Steroid hidrokartison 4cortisol6 langsung oleh !urvularia lunata atau ensim hewan mammalia #;"E"hydroksilasi @idroksilasi ini dilakukan oleh Streptomyces. Beaksi ini menjadi penting karena mampu membentuk #; hidroksi 'E" fluoroprednison inflammantory. 1#"hydroksilasi Beaksi ini sangat mudah terutama dilakukan oleh Aspergillus niger dan "pphiobolus herpotricus untuk transformasi yang sangat cocok untuk obat anti

progesteron menjadi deoxycortison

#!

:ehidrogenasi Arthrobacter simplex dapat melakukan sintesa prednisolon dari cortison. . Metoda Biokonversi steroid Spora dari fungi atau aktinomesetes sangat esensial untuk biokonversi. Spora diproduksi pada permukaan media atau sekam yang direndam air. Aktivitas air dan kelembaban relatif sangat menentukan sporulasi ( &engaruh aktivitas air 4aw6 pada produksi spora fungi 4produksi sebesar #!## konidia5erlenmeyer Ml air5 erlenmeyer $! ;! 8! #!! #1! #$! #;! Aspergillus A. nige ochroceus r /BBC $! A-%%'#$1 J# K 9,1 9,8 9,! K " " 1,# 1,! K " " " Mucor gricocyanus A-%%#1!? A " " " " ;,9 $, " &enicellium chrysogemus I3S 9"$#$ K #,8 1,! #,! K " "

Media ( 1!! gr gandum, sterilisasi # jam suhu #1# ! %, inkubasi 18! % selama ? hari untuk A ochroceus, untuk fungi suhu inkubasi 1 % selama #$ hari. .elembaban relatif ! G ; <.
!

##

Setelah memperoleh spora banyak lalu diunduh, atau disimpan dalam refrigerator pada suhu "1!! %. Spora lalu digunakan dengan dimasukkan ke dalam larutan buffer phosphat, asetat atau sitrat. .emudian sitrat ditambahkan, lalu dilarutkan kedalam !,!# < -ween 8!, pada akhirnya terjadi biokonversi. Biokonversi kadang"kadang terjadi bila tersedia gula dengan konsentrasi !,1 G !,$ < glukosa dengan spora A. ochraceus atau Mucor griseocyanus !RODUKSI !ROTEIN SEL TUN$$AL :eskripsi singkat :i negara yang sedang berkembang anak"anak kekurangan protein. Lntuk mengatasi hal ini &rotein advisary ,roup bersama"sama I@> 4Iorld @ealth >rgani2ation6 perlu memenuhi kekurangan makanan pada umumnya, khususnya protein. Maka mikrobia digunakan untuk produksi makanan bagi manusia telah dilakukan seperti roti, keju, yogurt, kecap dan lain sebagainya Sumberprotein yang berasal dari mikrobia uniseluler dan multiseluler telah diproduksi sejak perang dunia pertama. .ualitas suatu protein ditentukan oleh kandungan asam amino. .andungan asam amino protein sel tunggal perlu diketahui mengingat sangat berhubungan dengan fungsi protein sel tunggal sebagai makanan tambahan dan sumber protein utama. /utrien &rotein Sel -unggal 4&S-6 harus memenuhi kebutuhan gi2i baik untuk manusia dan hewan. .andungan asam nukleat &rotein Sel -unggal tidak boleh lebih dari 8, < karena bila manusia kelebihan asam nukleat akan

#1

mengakibatkan timbulnya gangguan pencernaan, ginjal, gangguan kulit dengan terakumulasinya senyawa karsinogenik. Asam nukleat pada protein sel tunggal dapat diturunkan dengan cara diekstraksi menggunakan #!< sodium clorida, dengan p@ ', dan panas untuk menurunkan sampai konsentrasi 1 <. .ualitas protein dapat dibedakan berdasarkan uji layak yaitu &0B 4&rotein 0fficiency Batio 4&0B6 dan BA 4Biological Aalue6 serta protein digestivility6 -ujuan 3nstruksional khusus Mahasiswa mampu menjelaskan tentang macam substrat, jenis mikrobia untuk &S-, faktor"faktor yang mempengaruhi produksi &S-, toksisistas, nilai nutrisi dan penurunan asam nukleat &S-. A Mikro%ia se%agai &akanan #. &emanfaatan mikrobia untuk produksi makanan bagi manusia telah lama dilakukan. %ontoh ( Boti, keju, yogurt, kecap, minuman beralkohol. 1. Mikrobia lebih menguntungkan bila dikembangkan sebagai sumber protein atau sebagai protein sel tunggal karena ( a. .ecepatan pertumbuhan lebih cepat dibandingkan hewan dan tumbuhan b. &emeliharaannya tidak tergantung musim, lahan, pengairan dan sebagainya. .elemahan protein sel tunggal adalah kandungan asam nukleat tinggi, padahal manusia bila mengkonsumsi protein sel tunggal

#9

berlebihan, maka asam nukleat akan terakumulasi sehingga menimbulkan gangguan pencernaan, ginjal, kulit.

Substrat dan mikrobia untuk &SSubstrat untuk produksi &S- dapat menggunakan limbah industri, limbah pertanian baik bentuk padat dan cair. Cimbah cair meliputi melase, cairan whey susu, sulfite li=uor. Cimbah pertanian berbentuk padat misalnya limbah pabrik tahu, limbah pertanian yang mengandung selubiosa, gula. %>1 dapat digunakan sebagai sumber karbon bagi algae dan hidrogen bakteri. Bakteri dan fungi tertentu 4#raphium$ Tricho%erma6 dapat menggunakan methan dan methanol. &ati dari hasil sisa pembuatan kertas dapat ditumbuhi &n%omycopsis fibuliger dan !an%i%a utilis dapat menghasilkan amilase. @drokarbon digunakan sebagai substrat produksi &S- oleh kebanyakan khamir dan fungi 4-abel6 $enera kha&ir 'ang &a&pu &enggunakan hi(rokar%on ali)atik untuk pertu&%uhan n*alkana +para)in, %andida, Mycotorula, -orulopsis, %ryptococcus, &ichia, -richosporon, 0ndomycopsis, Bhodotorula, Saccharomyces, @asenula -*alkena +ole)in, %andida, :ebaryomyces, @asenula, Bhodotorula

#$

$enera )ungi )ela&entos 'ang &a&pu &enggunakan hi(rokar%on ali)atik untuk pertu&%uhan Abisida Acremonium Aspergillus Botrytis %ephalosporium %haetomium %hloridium %ladosporium %olletotricum %unninghamella :ematium 0picoccum +usarium n*alkana +para)in, ,liocladum ,raphium @ellicostylum @elminthosporium Monilia Mucor >idiodendron &aecilomyces &enicellium Bhi2opus Scolecobasium Spicaria Syncephalastrum -richoderma Spicaria @elminthosporium +usarium %unninghamella %ephalosporium -*alkena +ole)in, Aspergillus

.ondisi .ultur ,aram ammonium atau nitrat biasanya digunakan untuk mempelajari kebutuhan sumber nitrogen oleh mikrobia. .emudian p@ medium untuk pertumbuhan khamir perlu diatur asam 4$, " , 6, untuk bakteri membutuhkan p@ netral 4;,!"', 6, sedang untuk bakteri hijau biru, Spirulina maxima memerlukan p@ basa 4'"##6. -emperatur optimum untuk pertumbuhan mikrobia bervariasi, ada yang tumbuh baik pada suhu antara 18" $!! %. &roduksi khamir pada media minyak gas dipreparasi dalam kondisi tidak steril, demikian juga algae yang ditumbuhkan di dalam danau terbuka, selalu terjadi kontaminasi bakteri dan proto2oa. Apabila produksi protein sel tunggal menggunakan substrat hidrokarbon akan timbul banyak masalah karena kemungkinan bersifat karsinogenik. &roblemnya antara lain solubilitas hidrokarbon rendah. Sollu%ilitas n alkana (ala& air pa(a te&peratur /01. Alkana @eksana Konsentrai larutan ti(ak jenuh +&olar, #,# x #!"$

#;

>ktana :ekana :odekana -etradekana

,8 x #!"; 9,9 x #!"? #,? x #! x G8 ',8 x #!"#!

+aktor yang perlu diperhatikan didalam penggunaan fermentor yaitu ( a. Media b. .elarutan hidrokarbon c. &erumbuhan sel d. ,as untuk aerasi

Apabila hidrokarbon tidak mengandung o1 padahal sangat diperlukan untuk aerasi yaitu untuk bakteri sebesar 1 < sedang khamir 9! <.

&enggunaan >1 untuk fermentasi hidrokarbon sebesar 1, G 9, < kali, tetapi bila hidrokarbon dalam bentuk metan sampai $ G kali, bila

dibandingkan dengan substrat glukosa. 0volusi panas biasanya diperlukan lebih banyak 4-abel6 !engaruh su%strat (an pro(uk sel terha(ap ke%utuhan oksigen (an pe&%e%asan panas Mikro%ia .hamir .hamir Bakteri Su%strat .@ n"alkana n"alkana !o(uk Sel +gr2l, !, #,! #,! Ke%utuhan !e&%e%asan panas oksigen K3al2-11 Kj2-11 $r2-11 gr gr sel gr sel sel ;? 9! # '# #'? #?1 ?'' ?8! 99$ 91;;

#?

Susunan kimia sel yang dipanen dipengaruhi oleh sifat medium dan kondisi kultur lainnya, misalnya perbandingan protein dan lemak dipengaruhi oleh perbandingan antar karbon dan nitrogen 4% ( /6 dalam suatu medium. Apabila kandungan nitrogen mendium rendah maka pertumbuhan tebatas, tetapi lemak terakumulasi di dalam sel. Sebagai contoh kandungan lemak pada media yang mengandung nitrogen terbatas Bhodoturula mempunyai ;! < lemak, Mocordia ?! <, %hlorella 8! <. D Nilai nutrisi protein sel tungal .omposisi mikrobia yang berguna sebagai sumber makanan terdiri dari #! G # < purin atau base pirimidin 4-abel6 Ko&posisi sel &ikro%ia +4, %erat kering /itrogen Cemak Abu Asam nukleat Fungsi )ila&entous G8 1G8 ' G #$ " Algae ?, G #! ?,! G 1! 8,! G #! 9,! G 8 Kha&ir ?, G 8, 1,! G ;,! ,! G ', ;,! G #1 Bakteri ##, G 1, #, G 9 9,! G ? 8,! G #;

.andungan asam amino mikrobia sebesar ?! G 8! < dari seluruh / sel mikrobia. Mikrobia dapat bersintesa asam amino essensial yang sangat berguna untuk pertumbuhan dan sumber nutrisi bagi manusia.

#8

Asam amino essensial dari bermacam"macam mikroorganisme bila dibandingkan dengan gandum dan albumen telur dapat diamati pada tabel di bawah ini .

Kan(ungan asa& a&ino essensial (ari jagung5 al%u&in telur (an &akanan (ari &ikro%ia +gr2-6 gr N, Asa& a&ino Cisin -hreonin Sitein Methionin -ryptophan 3soleucine
7agung

Al%u&in telur

1,8 1,' 1, #, #,# 9,9

;, ,# 1,$ 9,1 #,; ;,?

$,; $,; !,$ #,$ #,$ ;,!

Makanan (ari &ikro%ia / 8 9 0 ?,? ?,8 ,9 8,; $,8 " #,? #,! #,; ,$ !,' #,; #,9 ,9 $, !,9 #,8 " 9,' $, " 1,? #,# $,;

6 9,' " " #,! #,1 9,1

.eterangan ( #. Spirulina maximum 1. Saccharomyces cereviceae 9. !an%i%a lipolytica $. Pseu%omonas methanol . Alcaligenes europhus ;. Penicellium notatum

#'

Kan(ungan :ita&in 'ang %erasal (ari &ikro%ia +&g2-11 %erat kering, Vitamin -hiamin Biboflavin /iacin &iridoksin As.&antotenat # .holin As. +olat 3nositol Biotin Aitamin B#1 As. & amino Ben2oat .onsumsi asam nukleat sebesar 1 gram5hari merupakan batas aman, mengingat bagi orang yang diberi asam nukleat dengan dosin aman setelah Morchell a hortensis !, $ #,9# #1,$! 1,;1 1,;! $,;# #,!' #,?8 !,!# ! " Candida utilis !, 9 $, ! $#,?9 9,9$ 9,?1 " 1,# " !,19 ! #,? S.cerevisiae ,! G 9; 9,; G $,1 91,! G #!! 1, G #!! #!,! " #, G 8 " !, G #,8 ! !,' G #! Methylomona s methanica #,8# $,81 # ,'! #$,9! 1,$1 ';8,!! " " " !,'; "

1!

dilakukan uji klinis dan dibandingkan dengan penderita kencing batu, kandungan asam urat lebih besar dari pasien.

;u%ungan konsu&si asa& nukleat (engan asa& urat (ala& seru& (an air ken3ing As Nukleat ! 1 $ 8 ! 1,' ,8 8,? Seru& +&g2-11 &l, $,' ;,! ?,? ',$ $, ?,' 8,8 ',$ Kan(ungan asa& urat air ken3ing +&g2hari, 9? ;;? '99 #.9'9 #! #.#'! #.8 ! #.8?#

%atatan( .andungan normal asam urat dalam serum darah( 1"; mg5#!! ml air kencing ( 9!!"?!! 5mgr hari .ebanyakan hewan mempunyai ensim urikase yang mampu memecah asam urat menjadi alantoin yang mempunyai kelarutan lebih besar, sehingga mudah diekskresikan bersama urine. @ewan penghasil

1#

ensim urikase selain anjing, burung dan mammalia yang tidak termasuk primata. -etapi babi tidak mampu mengakomodasi basa purin yaitu guanin sehingga babi mudah terkena penyakit ginjal. &emecahan purin menjadi urea dan produk akhir sebagai ammonia. &emecahan basa purin ( K @1> #. Adenin adenase K @1> 1. ,uanin guanase K M >1 K @1> 9. Allantoin urikase K M >1 !enurunan ka(ar asa& nukleat (ala& protein sel tunggal .andungan asam nukleat dalam protein sel tunggal yang terlalu tinggi akan menimbulkan hambatan nutrisi secara langsung pada, manusia usaha untuk mengurangi kadar asam nukleat menggunakan beberapa cara antara lain ( heat shock incubation lalu berkembang menjadi heat shock Bovin &ancreatic ribonuclease, pengendapan menggunakan asam, dan hidrolisa pakai asam dan basa. %ara penurunan kandungan asam nukleat asam urat xanthin K /@9 hypoxanthin K /@9

11

Asam nukleat sangat mudah larut dalam larutan basa encer lebih mudah larut dalam air panas tapi sukar larut dalam air dingin, dan tidak larut dalam alkohol. &emecahan asam nukleat dilakukan dengan secara kimiawi maupun secara ensimatis, cara pengendapan menggunakan 2at kimia atau dengan sentrifugasi.

&0/A/,A/A/ C3MBA@ 3/:LS-B3 Deskripsi singkat Setiap proses industri yang menghasilkan produk dan limbah baik dalam bentuk padat dan cair. Cimbah pabrik dapat berupa senyawa organik dan anor" ganik. Cimbah ini bila tanpa diolah terlebih dulu, lalu begitu saja dibuang ke lingkungan akan mengakibatkan terjadi pencemaran. Biasanya industri fermen" tasi tidak mengandung material toksik, tetapi limbah tersebut banyak mengan" dung senyawa organik yang mudah didegradasi oleh mikrobia. Sehingga kan"

19

dungan oksigen terlarut dalam limbah akan menghambat pertumbuhan organis" me didalam lingkungan . Maka limbah industri sebelum dibuang ke lingkungan perlu diolah terlebih dahulu baik secara fisik, kimia dan secara hayati mengguna kan mikrobia. &enangan limbah secara fisik yaitu dengan menyisihkan limbah padat secara fisik dari bagian cairan. .alau secara kimiawi partikel diendapkan atau dikonjugasi 5flokulasi menggunakan ferrous atau ferisulfat, almunium sulfat atau calcium hidroksida sebagai koagulan. &enanganan limbah secara hayati, dapat menggunakan cara aerob dan anaerob oleh kumpulan mikrobia yang disebut lumpur aktif atau activity sludge. &arameter kimiawi fisik yang digunakan sebagai indikator N kualitas air meliputi ( kekeruhan, bahan padat terlarut, B>:, %>:, suhu, p@, warna aroma, detergen senyawa radioaktif dan lain sebagainya. &arameter mikrobiologis meliputi kandungan 0 coli, streptocou"cus dari mikrobia patogen Tujuan instruksional khusus Mahasiswa mampu menjelaskan sifat fisik dan kimia limbah, cara penanganan limbah secara aerob dan anaerob oleh lumpur aktif #. &endahuluan BA@A/ M0/-A@ C3MBA@ &B>:L. BA@A/ >B,A/3. " Masa sel dan padatan tersuspensi " Air( air cucian, pendingin, air limbah

1$

BA@A/ A/>B,A/3.

:3BLA/, :3-AM&L/,

&>CLS3 C3/,.. :3&0BCL.A/

M0:3A L-. &B>S0S CA3/

&A.A/ -0B/A.

0++CL0/ B0BS3@

:i dalam industri fermentasi, melalui suatu proses bahan mentah dikonversikan menjadi berbagai macam produk dan sejumlah limbah yang bermacam"macam tergantung proses yang digunakan. 1. +aktor"faktor yang perlu diamati selama survey buangan pabrik a. .ecepatan alir limbah setiap hari b. .ekeruhan, warna c. &adatan tersuspensi d. >ksigen terlarut, B>: dan %>: e. p@ dan suhu

f. .andungan toksik logam, %C", sulfida, sianida, fenol dan deterjen g. Bau dan rasa h. Badioaktivitas

.adar oksigen terlarut 0sensial untuk pertumbuhan beberapa jasad renik .onsentrasi oksigen terlarut( $ mg5dm"9 atau '! < konsentrasi jenuh pada suhu dan salinitasn ambien. terlarut Metoda pengukuran yang sering digunakan untuk oksigen terlarut ( .eperluan oksigen biokimia 4B>:6( ukuran kuantitas oksigen yang diperlukan untuk oksidasi bahan organik di dalam air, oleh mikrobia . yang terkandung di dalamnya pada inteval waktu :ipengaruhi oleh partikel"partikel bahan organik

dan suhu tertentu. ) .adar oksigen effluen ditentukan dengan memasukkan limbah atau larutan limbah ke dalam botol berwarna gelap,

1;

sebelum dan setelah diinkubasi pada suhu 1!! % selama hari. ) &enurunan oksigen dapat dihitung dengan satuan >1 yang dikonsumsi per dm9 sampel. ) &engukuran ini digunakan hanya untuk menentukan bahan yang dapat didegradasi. ) &ada umumnya B>: diukur setelah hari inkubasi.

b. .eperluan oksigen kimia 4%>:6 ) Lji dilakukan dengan memperlakukan sampel dengan sejumlah larutan &otasium dikromat asam yang mendidih selama 1, sampai $ jam, kemudian sisa dikromat dititrasi dengan ferro sulfat atau fero"ammonium sulfat. ) Bahan organik teroksidasi sebanding dengan potasium dikromat yang digunakan. ) Metode ini digunakan untuk mengukur semua kandungan bahan organik yang mudah dan sukar terdegradasi, baik yang rekalsiran maupun yang bersifat toksik. ) &erbandingan B>: ( %>: yang ideal untuk buangan antara !,1"!, ) ( #

Beberapa buangan industri yang komposisinya bervariasi mempunyai rasio B>: ( %>: bervariasi pula,

1?

Strategi untuk pengolahan limbah industri ) &erlu survey ke pabrik"pabrik khususnya untuk pelaksanaan program penanganan limbah yang ekonomis. ) Mengindentifikasi sumber"sumber air yang tak terkontaminasi dan yang terkontaminasi yang kemungkinan digunakan kembali. ) Cimbah yang pekat agar disendirikan untuk diolah untuk menghasilkan bahan yang lebih berguna. &enanganan limbah pekat lebih ekonomis bila dibandingkan dengan effluent yang lebih encer. ) 0ffluent yang lebih encer memerlukan pompa dan penampung untuk mengendapkan bahan yang terkandung di dalamnya.

digunakan ) )

Lji laboratoris untuk menentukan sistem yang akan

Beberpa persyaratan( parameter"parameter yang telah disebut Mencari teknik untuk ( Menurunkan kadar garam Mengkoagulasi partikel tesuspensi dan koloid dan memecah emulsi

Beberpa strategi untuk menanggulangi limbah atau menangani limbah adalah ( 49B6 Beduced, Be"used dan Be"cycled. ) Beduced ( mengurangi seminim mungkin tebentuknya limbah dengan memperbaiki proses pengolahan.

18

Be"used ( memanfaatkan limbah untuk bahan bakar selama prosesing. &ada umumnya dikaitkan dengan sumber air untuk pemanfaatannya.

Be"cycling ( mengolah kembali sebagai bahan dasar prosessing. .hususnya untuk limbah"limbah industri yang masih mengandung sejumlah bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan, pakan ternak, pembenah tanah dan bahan bakar.

:aya buangan industri " B>: ( $!.!!! G ?!.!!! mg5l "# untuk limbah yang mengandung miselium jamur " B>: buangan industri alkohol ( #!.!!! G 1 .!!! mg5l"#

&enanganan dan pembuangan limbah #. 0ffluen dibuang ke sungai atau laut tanpa perlakuan terlebih dahulu 1. 0ffluen dibuang ke tanah, lagoon, dimasukkan ke sumur. 9. Sebagian effluen dibuang langsung tanpa perlakuan dan sebagian diperlakukan terlebih dahulu sebelum dibuang $. Semua effluen dikirim ke penampungan limbah untuk diperlakukan . Semua effluen ditangani terlebih dahulu di industri itu sendiri.

meliputi 9 proses "

&roses penanganan limbah. +ermentasi limbah

&erlakuan secara fisik

1'

" "

&erlakuan secara kimia &erlakuan secara biologi

9!