Anda di halaman 1dari 118

MODEL PENGEMBANGAN KTSP SMA

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAH DIREKTORAT PEMBINAAN SMA 2013

KATA PENGANTAR

Dengan digulirkannya Kurikulum 2013, Direktorat Pembinaan SMA akan melaksanakan program pendampingan ke 1.270 SMA pelaksana Kurikulum 2013 yang tersebar di 295 Kab./Kota di 33 Provinsi sebagai implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 sebagai Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang dimulai tahun 2013. Sekolah Menengah Atas yang melaksanakan Kurikulum 2013 dan Kurikulum 2006harus menyusun KTSP yang mencakup kedua kurikulum tersebut. Oleh sebab itu, diperlukan suatu acuan atau contoh yang dapat membimbing sekolah dalam menyusun KTSP yang sesuai dengan tuntutan dua kurikulum yang akan diberlakukan di sekolahnya. Untuk memudahkan semua pihak terkait dalam pelaksanaan kurikulum 2006 sekaligus dengan kurikulum 2013 tersebut, Direktorat Pembinaan SMA mempersiapkan berbagai bahan pendukung berupa naskah rujukan yang berupa model, salah satunya adalah Model Pengembangan KTSP yang diharapkan dapat membantu SMA dalam menyusun KTSP sesuai dengan karakteristik dan kondisi sekolah masing-masing, tetapi dengan menggunakan prinsip dan karakteristik kurikulum 2006 dan kurikulum 2013. Selanjutnya model ini juga dikembangkan dengan mengacu kepada Model Pengembangan KTSP yang diterbitkan oleh BSNP dan naskah-naskah lain yang telah diterbitkan oleh Direktorat PSMA sebelumnya. Model ini terbuka untuk dikembangkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dan Sekolah sesuai dengan kebutuhan. Kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam keseluruhan proses

pengembangan dan pembahasan Model Pengembangan KTSP ini, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Harapan kami seluruh dokumen yang telah kami persiapkan bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukan. Jakarta, ........... 2013 Direktur Pembinaan SMA, Haris Iskandar, Ph.D

DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................................................................... i DAFTAR ISI ........................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1 A. Latar Belakang .......................................................................................................... 1 B. Tujuan ........................................................................................................................ 2 C. Ruang Lingkup ........................................................................................................... 2 D. Landasan Hukum....................................................................................................... 3 BAB II PENGERTIAN KTSP, KONSEP DAN ACUAN PENGEMBANGAN KTSP................ 4 A. Pengertian KTSP ....................................................................................................... 4 B. Konsep Pengembangan KTSP .................................................................................. 5 C. Acuan Operasional Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ........ 10 BAB III LANGKAH KERJA PENGEMBANGAN DAN SISTEMATIKA KTSP ..................... 12 A. Langkah Kerja Pengembangan KTSP .................................................................. 12 B. Sistematika Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan .......................................... 30 BAB IV PELAKSANAAN DAN SUPERVISI ........................................................ 40 A. Pengorganisasian .................................................................................................... 40 B. Pelaksanaan ............................................................................................................. 40 C. Koordinasi dan Supervisi ....................................................................................... 41 BAB V PENUTUP ................................................................................. 42 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 43 LAMPIRAN: .......................................................................................... 44

ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kurikulum 2013 digulirkan sebagai langkah pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang telah dirilispada tahun 2004 dan KTSP 2006 yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara terpadu, dan mulai tahun pelajaran 2013 2014 dimplementasikan dikelas X jenjang SMA. Elemen perubahan kurikulum fokus pada empat standar yaitu, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses,dan Standar Penilaian. Dengan demikian perubahan akan terjadi pada penyesuaian beban belajar, penguatan proses, pendalaman dan perluasan materi, penataan pola pikir dan tata kelola. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentangPerubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasionalmasih tetap mengamanatkan setiap satuan pendidikan padajenjang pendidikan dasar dan menengah untuk menyusun kurikulumnya dengan mengacukepada Standar Pendidkan yang baru, antara lain; 1) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan, 2) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi, 3) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses, 3) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian, 4) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum, dan5) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81 A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusunoleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan, yang berfungsi sebagaipedoman kompetensi penyelenggaraan mencakup kegiatan tiga pembelajaran sikap, untuk mencapai dan yang domain pengetahuan,

keterampilanyang harus terintegrasi, serta dapat menggambarkan kesesuaian dankekhasan kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Dengan pemberlakuan Kurikulum 2013 di kelas X jenjang SMA pada tahun Pelajaran 2013-2014 di 1.270 SMA, maka untuk tahun pelajaran 2013-2014 dan tahun 1

pelajaran 2014-2015 SMA-SMA tersebut akan berlaku kurikulum sekolah yang harus mencakup dua macam kurikulum, yaitu Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013. Oleh sebab itu diperlukan suatu acuan atau panduan dalam menyusun kurikulum yang akan dilaksanakan agar terjadi proses pendidikan yang efektif dan efisien. Untuk keperluan tersebut, Direktorat Pembinaan SMA menyusun ModelPengembangan KTSP SMA ini sebagai salah satu upaya untuk membantu sekolah mengembangkan KTSP agar dapat diimplementasikan secara optimal. Model Pengembangan KTSP ini juga dapat digunakan sebagai acuan penyusunan KTSP oleh SMA yang melaksanakan dua kurikulum, yaitu Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013, diluar 1.270 SMA yang ditentukan sebagaimana dijelaskan di atas.

B. Tujuan Model PengembanganKTSP ini disusun dengan tujuan untuk dijadikan acuan bagi SMA dalam: 1. 2. 3. Mengembangkan KTSP yang mencakup dua Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013 dengan sistematika dan kandungan isi yang benar. Menyusun Program Peminatan dan Lintas Minat untuk kelas X. Menyusun kalender pendidikan.

C. Ruang Lingkup Ruang lingkup Model Pengembangan KTSP ini terdiri atas: Bab I: Pendahuluan yang terdiri atas Latar Belakang, Tujuan, Ruang Lingkup, dan Landasan Hukum. Bab II: Pengertian, Konsep dan Acuan Pengembangan KTSP Bab III: Langkah Kerja Pengembangan dan Sistematika KTSP Bab IV: Pelaksanaan dan Evaluasi Bab V: Penutup Lampiran: Contoh KTSP, Contoh Kalender Pendidikan, dan Contoh Jadwal Pelajaran

D. Landasan Hukum 1. 2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem PendidikanNasional. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Wewenang antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. 3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2013 tentang Perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2007tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2007tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2007tentang Standar Pengelolaan oleh Pemerintah Daerah. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2008tentang Pembinaan Kesiswaan. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi. 10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses. 11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian. 12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMA/MA. 13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 81 A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum

BAB II PENGERTIAN KTSP, KONSEP DAN ACUAN PENGEMBANGAN KTSP

A. Pengertian KTSP Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengacu kepada peraturan yang belaku, baik peraturan satuan pendidikan itu sendiri, maupun peraturan yang berlaku umum antara lain Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) atau Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud). Untuk SMA yang melaksanakan Kurikulum 2006 dan kurikulum 2013, makapengembangan KTSP SMA tersebut harusmencakup dua kurikulum, yaitu 1) Kurikulum 2006 yang merupakan revisi dan pengembangan dari KTSP tahun sebelumnya, dan 2) Kurikulum 2013 yang dirancang dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. KTSP ini juga disusun sebagai bahan acuan dalam pelaksanaan proses pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Berdasarkan tuntutan Kurikulum 2013 KTSP disusun sebagai acuan dalam pencapaian kompetensi yang mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)pada jenjang SMA disusun oleh satuan pendidikan Standar dengan mengacu kepada 2013 Standar sesuai Kompetensi dengan Lulusan (SKL) atau untukKurikulum 2006, dan mengacu kepada SKL, Standar Isi, Standar Proses, dan Penilaianuntuk Kurikulum Permendiknas Permendikbud yang berlaku, serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP. Selain dari itu, penyusunan KTSP juga harus mengikuti ketentuan lain yang menyangkut kurikulum dalam Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 dan Peraturan

PemerintahNomor 32 Tahun 2013 sebagai pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Model Pengembangan KTSP ini terdiri atas dua bagian, yaitu ; 1. Pembahasanumum yang memuat ketentuan umum tentang pengembangan KTSP yang dapat diterapkan pada satuan pendidikan, untuk Kurikulum 2013 dengan mengacu pada SKL, Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian sesuai dengan karakteristik Kurikulum 2013 dan Kurikulum 2006 yang mengacu kepada SKL dan SI. Model pengembangan KTSPuntuk Kurikulum 2013 disusun antara lain agar dapat memberi motivasi kepada guruuntuk melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, sehingga peserta didik mendapat kesempatan untuk mengembangkan potensi: a. b. c. Sikap; menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan Pengetahuan; mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi Keterampilan; mencipta. 2. Lampiran contoh model KTSP SMA Negeri 1 Cimalaka Tahun Pelajaran 2013-2014 sebagai salah satu contoh hasil akhir pengembangan KTSP yang memuat dua Kurikulum (Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013). mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji,

B. Konsep Pengembangan KTSP Konsep pengembangan KTSP SMA yang melaksanakan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013 mengacu kepada prinsip pengembangan Kurikulum 2006 dan karakteristikKurikulum 2013 yang satu sama lain saling menunjang, sehingga dapat membantu implementasinya di sekolah, sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi.Dengan demikian maka KTSP yang memuat dua kurikulum tersebut harus mencakup prinsip dan karakteristik pengembangan KTSP, disesuaikan dengan hasil analisis konteks dan analisis kondisi riil dan karakteristik sekolah, visi, misi, dan tujuan sekolah, dan mengacu kepada visi dan misi dinas pendidikan setempat atau daerahnya. 5

Berdasarkan Permendikbud No. 81 A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum, KTSP disusun dengan memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan KTSP sebagai berikut: 1. Peningkatan iman, takwa, dan akhlak mulia. Iman, takwa dan akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. KTSP disusun agar semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman, takwa dan akhlak mulia. 2. Pembetukan Kompetensi Masa Depan. Kemampuan peserta didik yang diperlukan yaitu antara lain kemampuan berkomunikasi, berpikir kritis dan kreatif dengan mempertimbangkan moral Pancasila agar menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab, toleran dalam keragaman, mampu hidup dalam masyarakat global, memiliki minat luas dalam kehidupan dan memiliki kesiapan dalam bekerja, kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya dan peduli terhadap lingkungan. Kurikulum harus mampu menjawab tantangan ini sehingga perlu mengembangkan kemampuan-kemampuan ini dalam proses pembelajaran. 3. Peningkatan Potensi, Kecerdasan, dan Minat sesuai dengan Tingkat Perkembangan dan Kemampuan Peserta Didik. Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif, kognitif, psikomotor) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual emosional, sosial, spritual, dan kinestetik peserta didik. 4. Keragaman Potensi dan Karakteristik Daerah dan Lingkungan. Daerah memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangan, dan karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum perlu memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah. 5. Tuntutan Pembangunan Daerah dan Nasional. Dalam era otonomi dan desentralisasi, kurikulum adalah salah satu media pengikat dan pengembang keutuhan bangsa yang dapat mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, kurikulum perlu memperhatikan keseimbangan antara kepentingan daerah dan nasional. 6

6.

Tuntutan Dunia Kerja. Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh sebab itu, kurikulum perlu memuat kecakapan hidup. Oleh sebab itu kurikulum perlu memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja. Hal ini sangat penting terutama bagi satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.

7.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni. Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana IPTEKS sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan adaptasi dan penyesuaian perkembangan IPTEKS sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

8.

Agama. Kurikulum dikembangkan untuk mendukung peningkatan iman, taqwa, serta akhlak mulia dan tetap memelihara toleransi dan kerukunan umat beragama. Oleh karena itu, muatan kurikulum semua mata pelajaran ikut mendukung peningkatan iman, takwa dan akhlak mulia.

9.

Dinamika Perkembangan Global. Kurikulum menciptkan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa, yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Pergaulan antarbangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan suku dan bangsa lain.

10. Persatuan Nasional dan Nilai-Nilai Kebangsaan. Kurikulum diarahkanuntuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, kurikulum harus menumbuhkembangkan wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI. 11. Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Setempat.

Kurikulum dikembangkan dengan memerhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat ditumbuhkan terlebih dahulu sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain. 12. Kesetaraan Jender. Kurikulum diarahkan kepada pengembangan sikap dan perilaku yang berkeadilan dengan memperhatikan kesetaraan jender. 13. Karakteristik Satuan Pendidikan. Kurikulum dikembangkan sesuai dengan kondisi dan ciri khas satuan pendidikan.

Berdasarkan prinsip-prinsip pengembangan tersebut di atas, maka KTSP dikelola dengan mekanisme sebagai berikut: 1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan berpusat pada kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YangMaha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiridan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung didik pencapaian disesuaikan tujuan dengan tersebut potensi, pengembangan perkembangan, kompetensi peserta

kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik. 2. Beragam dan terpadu. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. 3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk

mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. 4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi, keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. 5. Menyeluruh dan berkesinambungan. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan. 6. Belajar sepanjang hayat. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik agar mampu dan mau belajar yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya 7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Karakteristik Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut: 1. Mengembangkan keseimbangan antarapengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik; 2. Sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar; 9

3. Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi di sekolah dan masyarakat; 4. Memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan; 5. Kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar matapelajaran; 6. Kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti; 7. Kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antar matapelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal). Memperhatikan prinsip Kurikulum 2006 dan karateristik Kurikulum 2013 tersebut, KTSP yang mencakup dua kurikulum harus disusun dengan memperhatikan prinsip dan karateristik untuk masing-masing tingkatan kelas. Untuk Kurikulum 2013, selain memperhatikan prinsip pengembangan kurikulum tesebut diatas, juga harus memperhatikan karakteristik khusus Kurikulum 2013. Dengan demikian segala rencana dan kegiatan yang berkaitan dengan proses pembelajarannya harus mengacu kepada ketentuan Kurikulum 2013.

C. Acuan Operasional Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 1. Panduan Penyusunan KTSP yang dikembangkan oleh BSNP Tahun 2006. 2. Permendikbud Nomor 54 Tahun 2013 Pasal 1 ayat (1): Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan. 3. Permendikbud Nomor 54 Tahun 2013 Bagian C Tujuan: Standar Kompetensi Lulusan digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan. 4. Permendikbud Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Bab II. 10

5. Permendikbud Nomor 69 Tahun 2013 Pasal 1 ayat (1): Kerangka dasar kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah dan Aliyah yuridis merupakan yang landasan filosofis, acuan sosiologis, psikopedagogis, berfungsi sebagai

pengembangan struktur kurikulum pada tingkat nasional dan pengembangan muatan lokal pada tingkat daerah serta pedoman pengembangan kurikulum pada Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah. 6. Permendikbud Nomor 69 Tahun 2013 Latar Belakang: Pengertian Kurikulum. 7. Permendikbud Nomor 69 Tahun 2013 Bab I Bagian C: Tujuan Kurikulum 2013: Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. 8. Permendikbud Nomor 81 A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum pasal 2 ayat 1; Implementasi kurikulum pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK menggunakan pedoman implementasi kurikulum yang mencakup: a. Pedoman Penyusunan dan pengelolaan kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan; b. Pedoman Pengembangan Muatan Lokal; c. Pedoman Kegiatan Ekstrakurikuler; d. Pedoman Umum Pembelajaran; dan e. Pedoman Evaluasi Kurikulum.

11

BAB III LANGKAH KERJA PENGEMBANGAN DAN SISTEMATIKA KTSP

A. Langkah Kerja Pengembangan KTSP Langkah-langkah pengembangan KTSP adalah sebagai berikut; 1. Sekolah a. Kepala SMA membentuk atau melakukan revitalisasi fungsi Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Sekolah dan memberi pengarahan teknis untuk melakukan pengembangan KTSP. Arahan sekurang-kurangnyaberisi: 1) Analisis keberhasilan dan kendala atau revisi KTSP tahun sebelumnya. ContohHasil Analisis dan Revisi KTSP No. 1. Komponen Landasan KTSP 2012-2013 Ada 14landasan hukum (hal. 2) KTSP 2013-2014 - Dilengkapi denganlandasan untuk kurikulum 2013. - Hal.2 melengkapi poin 2, 3 dan paragraf setelahnya dengan ketentuan kurikulum 2013 2. Pengembangan Kurikulum Pengembangan kurikulum sesuai dengan Analisis Konteks tahun 2012 (hal. 4) 3. Struktur Kurikulum Alokasi waktu (hal. 16) Penambahan alokasi waktu: 1. Kelas X: - menggunakan struktur kurikulum 2013 dengan penambahan mata 12 - Disesuaikan Analisis kondisi riil sekolah dan Karakteristik Kurikulum 2013 (hal. 4)

No.

Komponen

KTSP 2012-2013

KTSP 2013-2014 pelajaran Bahasa Sunda di Mata Pelajaran Wajib B. - Mata Pelajaran Prakarya diisi dengan keterampilan - Peminatan kelas X dilaksankan dengan penjaringan minat dan lintas minat melalui format isian orang tua dan peserta didik yang didistribusikan ke SMP/MTs sejak bulan Mei 2013 - Berdasarkan hasil angket tidak ada Peminatan Bahasa dan Budaya, tetapi ada lintas Minat ke Peminatan Bahasa (Bahasa Inggris) - Kelas XI Program IPA: masing-masing 1 jam pelajaran untuk mata pelajaran Fisika, Kimia dan Biologi

4.

Ketuntasan Belajar

KKM semua tingkat - KKM untuk setiap mata dalam skal 100 (hal. 25) pelajaran mencakup untuk semua aspek. - KKM untuk kelas X adalah 75 % (3) (hal. 35) 13

No. 5.

Komponen Kenaikan Kelas dan Kelulusan

KTSP 2012-2013 Syarat kenaikan kelas, kelulusan dan penjurusan., (hal. 29)

KTSP 2013-2014 - Melengkapi syarat kenaikan kelas, kelulusan ujian sekolah, dan peminatan. - Kenaikan kelas bagi kelas X disesuaikan dengan Standar Penilaian. (hal. 41)

6.

Silabus RPP

dan

Semua silabus dan RPP menggunaklan Kurikulum (hal. 29) 2006

Khusus untuk kelas X, RPP disusun berdasarkan pembelajaran dengan pendekatan saintifik dengan materi yang faktual, konseptual, dan prosedural dengan mencakup domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan, serta menerapkan penilaian autentik (hal. 41)

7.

Kalender Pendidikan

Waktu belajar (hal. 39)

Untuk kelas XII pada semester 1 (satu) terjadi penambahan 4 jam pelajaran (Pend. Agama, PKn, Seni Budaya dan Bahasa Asing/ Keterampilan) sedangkan untuk semester 2 (dua) mata pelajaran yang diujinasionalkan terjadi penambahan 1 (satu) jam

14

No.

Komponen

KTSP 2012-2013

KTSP 2013-2014 pelajaran. Dengan adanya lintas minat, maka waktu belajar untuk kelas X menjadi lebih banyak (hal. 50)

8.

Lampiran

Ada program pengembangan diri untuk layanan konseling serta Silabus dan RPP mengintegrasikan Pendikar

RPP kelas X dengan menerapkan pendekatan pembelajaran saintifik dan penilaian autentik

2) Dasar

pelaksanaan

pengembangan

KTSP,

antara

lain

implementasi

Kurikulum 2013, Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang perubahan atas PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang meliputi perubahan SKL, SI, Standar Proses, Standar Penilaian, dan Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum. 3) Analisis konteks, yaitu analisis pemenuhan terhadap Standar Pendidikan Nasional yang telah dicapai sekolah, antara lain Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, serta Standar Sarana dan Prasarana. Hasil analisis tersebut merupakan gambaran kondisi riil sekolah, terutama tentang ketersediaan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan,serta sarana-prasarana sekolah sebagai acuan dalam menyusun program peminatan, lintas minat, dan pendalaman minat untuk SMA pelaksana Kurikulum 2013, serta penjurusan untuk SMA yang masih melaksanakanKurikulum 2006. Berikut adalah contoh hasil analisis konteks terhadap Standar Sarana dan Prasarana dan analisis terhadap Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 15

No.

Kondisi Ideal

Kondisi Riil

Kesenjangan

Tindak Lanjut

(kolom ini diisi sesuai (kolom ini diisi dengan Permendiknas Permendikbud berlaku) Standar Prasarana 1. Bangunan: a. Ruang Belajar (ruang a. ruang Kelas); sama jumlah belajar jumlah dengan rombongan belajar ada 30 ruang dan jumlah rombel kelas XI dan XII ada 18 rombel ruang kelas minimal a. masih sisa ruang sebanyak sehingga memung kinkan untuk menerim a minimal kelas X b. Perpustakaan c. dst 2. 3. Lahan a. dst dst Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 1 Kualifikasi a. Pendidikan Semua Pendidik 52 orangguru Studi lanjutan bagi 16 . . . . . . Rencana penerimaan siswa kelas X sebanyak 10 dengan peminatan dan minat disesuaikan dengan hasil angket dan lintas Sarana dan tuntutan sesuai dengan atau kondisi yang sekolah) riil

12 ruang, rombel

9 rombel wawancara

No.

Kondisi Ideal

Kondisi Riil minimal S1

Kesenjangan S1, S2

Tindak Lanjut yang

4orang guru dan

1 belum S1 Analisis

orang S3 b. Jumlah Guru Rasio Guru dan Siswa 20 c. Beban Kerja Guru Minimal Jam Muka 24 Tatap Rata-rata Rasio 1 : 14 maksimal 1 : dan siswa guru struktur kurikulum 2006 2013 dan dalam

penyusunan program lintas X jumlah jam peminatan tatap muka dan per adalah Jam pelajaran 20 kelas (pelaksana Kurikulum 2013) orang minat untuk

c. dst 2 Dst.

4) Tujuan yang ingin dicapai dalam pengembangan KTSP, untuk SMA pelaksana Kurikulum2013 difokuskan pada perubahan Kurikulum 2006 menjadi Kurikulum 2013 berkaitan dengan SKL, SI, Standar Proses, dan Standar Penilaian yang mencakup tiga domain sikap, pengetahuan dan keterampilan. 5) Manfaat pengembangan KTSP sebagai acuan dalam implementasi kurikulum. 6) Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengembangan KTSP terkait dengan pengembangan potensi peserta didik yang mencakup tiga domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

17

7) Unsur-unsur yang terlibat dan uraian tugasnya dalam pelaksanaan pengembanganKTSP. b. Tim Pengembang Kurikulum(TPK) menyusun rencana dan jadwal pengembangan KTSP. Sebelum menyusun rencana dan jadwal kegiatan tersebut, TPK melakukan kegiatan, antara lain: 1) Penyamaan persepsi terhadap Kurikulum 2013 berikut peraturanperaturan yang berlaku, antara lain PP No. 32 Tahun 2013, Permendikbud No. 54 Tahun 2013 tentang SKL, Permendikbud No. 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi, Permendikbud No. 65 tentang Standar Proses, Permendikbud No. 66 tentang Standar Penilaian, dan Permendikbud No. 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum. 2) Pengumpulan data dan informasi yang berkaitan dengan keberhasilan dan kendala Kurikulum pelaksanaan 2006, KTSP tahun sebelumnya kendala yang dalam menggunakan pelaksanaan serta kemungkinan

Kurikulum 2013. 3) Analisis kondisi riil sekolah terutama yang berkaitan dengan tenaga pendidik dan sarana dan prasarana yang akan dijadikan dasar dalam menyusun program peminatan dan lintas minat untuk Kurikulum 2013.

18

Contoh perhitungan kebutuhan pendidik berdasarkan jumlah rombongan belajar dan struktur kurikulum yang diberlakukan yaitu Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013. X XI & XII Kebutuhan Kebutuhan Guru Jumlah Guru (@24) 66 56 114 99 131 56 3,30 2,33 4,75 4,13 5,46 2,33 (@20) 3,30 2,80 5,70 4,95 6,55 2,80 Kebutuhan Real Guru (@24) 3 2 5 4 5 2 Kebutuhan Guru Real Guru (@20) 3 3 6 5 6 3 yg ada 3 4 4 4 7 3 Ket. (@24) Cukup Lebih Ket. (@20) Cukup Lebih 0 2 -1 0 2 1

No.

Mata Pelajaran

(2013) (2006) 30 20 40 23 61 20 36 36 74 76 70 36

1 2 3 4 5 6

Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Seni Budaya Pendidikan Jasmani,

Kurang Kurang Cukup Kurang Lebih Lebih Lebih Cukup

Olahraga dan Kesehatan

30

36

66

2,75

3,30

Kurang Kurang

-1

Sejarah Prakarya dan

29

34

63

2,63

3,15

Kurang Kurang

-1

Kewirausahaan (Termasuk Muatan

20

20

0,83

1,00

19

No.

Mata Pelajaran

XI & XII

(2013) (2006)

Kebutuhan Kebutuhan Guru Jumlah Guru (@24) (@20)

Kebutuhan Real Guru (@24)

Kebutuhan Guru Real Guru (@20) yg ada

Ket. (@24)

Ket. (@20)

Lokal) 10 11 12 13 14 15 16 Geografi Ekonomi Sosiologi Fisika Kimia Biologi Teknologi Informasi dan Komunikasi 15 15 15 27 27 27 28 35 28 45 45 45 36 43 50 43 72 72 72 36 1,79 2,08 1,79 3,00 3,00 3,00 1,50 2,15 2,50 2,15 3,60 3,60 3,60 1,80 2 2 2 2 2 2 1 Diampu oleh 17 Antropologi 3 4 7 0,29 0,35 guru sosiologi 0 0 2 3 2 3 3 3 2 3 5 2 4 4 5 1 Lebih Lebih Cukup Lebih Lebih Lebih Lebih Lebih Cukup Lebih Lebih Lebih 1 3 0 2 2 3 0

Cukup Kurang

Diampu oleh 18 Sastra Indonesia 8 8 0,33 0,40 guru bahasa indonesia 20 0 0

No.

Mata Pelajaran

XI & XII

(2013) (2006)

Kebutuhan Kebutuhan Guru Jumlah Guru (@24) (@20)

Kebutuhan Real Guru (@24)

Kebutuhan Guru Real Guru (@20) yg ada

Ket. (@24)

Ket. (@20)

19 20

Bahasa Jerman Bahasa Jepang

6 6

22 22

28 28

1,17 1,17

1,40 1,40

1 1 Diampu oleh

1 1

1 1

Cukup Cukup

Cukup Cukup

0 0

21

Budaya Sunda

0,17

0,20

guru bahasa sunda

22 23

Bahasa Sunda PLH

36 18

36

1,50 0,00

1,80 0,00

1 0

Cukup

Cukup

0 0 13

43

54

56

21

4) Penyusunan, review, dan revisi draf silabus mata pelajaran dan muatan lokal Kurikulum 2006, serta pengembangan RPP yang mencakup kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, serta pencapaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan untuk Kurikulum 2013. (lihat model Pengembangan RPP,Model Pengembangan Penilaian, dan Analisis Hasil Belajar Peserta Didik). 5) Perencanaan pilihan pada mata pelajaran Wajib B, penambahan jam dan mata pelajaran, sesuai hasil analisis kondisi riil sekolah atau berdasarkan keputusan kepala daerah kab./kota atau provinsi masing-masing. Contoh penambahan Bahasa Daerah, baik yang terintegrasi pada mata pelajaran Seni dan Budaya atau berdiri sendiri. 6) Penyusunan program peminatan dan lintas minat untuk kelas Xpada pelaksana Kurikulum 2013 berdasarkan hasil analisis tenaga pendidik, kondisi sarana-prasarana, dan hasil angket peserta didik kelas X tentang minat dan lintas minat (lihat model Peminatan, Lintas Minat, dan Pendalaman Minat). c. Kepala sekolah, komite sekolah, dan TPK sekolah membahas rencana dan jadwalkegiatan, untuk selanjutnya TPK melakukan revisi dan finalisasi. d. Kepala sekolah menandatangani rencana dan jadwal kegiatan. e. Tim Pengembang Kurikulum menyusun draf KTSP dengan mengacu kepada hasil analisis dan revisi KTSP tahun sebelumnya, serta mengembangkannya sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013. f. MGMP sekolah menyusun silabus dan guru mengembangkan RPP untuk kelas XI dan kelas XII (Lihat Juknis Pengembangan Silabus) dengan menggunakan hasil evaluasi KTSP tahun sebelumnya sebagai salah satu acuan. g. Guru menyusun RPP untuk kelas X dengan mengembangkan kegiatan pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan mencakup tiga domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan. h. Kepala SMA, komite sekolah, TPK dan MGMP sekolah, serta pengawas pembina mereview draf KTSP. Selanjutnya berdasarkan hasil review, TPK dan MGMP sekolah melakukan revisi dan finalisasi dokumen KTSP. i. Kepala SMA dan ketua Komite Sekolah menandatangani KTSP, kemudianmengirimkannya ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. 22

j. Kepala SMA menetapkan pemberlakuan KTSP dan mensosialisasikan kepada semua warga sekolah dan stakeholders setelah ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi. k. Tim Pengembang Kurikulum menggandakan dokumen KTSP.

2. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Kabupaten/Kota melakukan supervisi berupa verifikasi dan validasiterhadap dokumen KTSP yang diajukan olehsekolah dengan menggunakan instrumen sebagai berikut:

INSTRUMEN VERIFIKASI/VALIDASI DOKUMEN KTSP a. Cara Pengisian Instrumen: Beri tanda checklist (V) pada; 1) 0 apabila tidak ada 2) 1 apabila Kurang atau tidak lengkap 3) 2 apabila Cukup /Cukup Lengkap 4) 3 apabila Baik / Lengkap 5) 4 apabila Sangat Baik/Sangat Lengkap

b. Penilaian 1) Untuk yang melaksanakan SKS maka:

2) Untuk yang tidak melaksanakan SKS maka:

23

INSTRUMEN VERIFIKASI/VALIDASI DOKUMEN KTSP

Nama Sekolah Nama Kepala Sekolah Alamat Sekolah Kabupaten/Kota

: : : :

............... ............... ............... ...............

DOKUMEN I NO KOMPONEN DAN INDIKATOR PENILAIAN 0 1 2 3 4

COVER/HALAMAN JUDUL 1 2 3 4 Logo sekolah dan atau daerah Judul: Kurikulum SMA ............ Tahun pelajaran Alamat sekolah

LEMBAR PENGESAHAN 1 2 3 4 Rumusan kalimat pengesahan Tanda tangan kepala sekolah dan stempel/cap sekolah Tanda tangan ketua komite sekolah dan stempel/cap Komite Sekolah Tempat untuk tanda tangan kepala/ pejabat dinas pendidikan provinsi Kesesuaian halaman PENDAHULUAN A 1 2 RASIONAL LATAR BELAKANG MEMUAT: Kondisi ideal Kondisi nyata Potensi dan Karakteristik Satuan Pendidikan MENCANTUMKAN DASAR HUKUM YANG 24

DAFTAR ISI

NO

KOMPONEN DAN INDIKATOR RELEVAN Undang-undang No 20 thn 2003 PP No 19 Tahun 2005 PP No. 32 Tahun 2013 Permendiknas No 22, 23, dan 24 thn 2006 Permendiknas No 6 Tahun 2007 Permendiknas No 19 Tahun 2007 Permendiknas No 20 Tahun 2007 Permendiknas No 41 Tahun 2007 Permendikbud No. 54 Tahun 2013 Permendikbud No. 64 Tahun 2013 Permendikbud No. 65 Tahun 2013 Permendikbud No. 66 Tahun 2013 Permendikbud No. 69 Tahun 2013 Permendikbud No. 81A Tahun 2013 Peraturan Daerah yang relevan

PENILAIAN 0 1 2 3 4

B 1

VISI SATUAN PENDIDIKAN Ringkas dan mudah dipahami Mengacu pada tujuan pendidikan menengah yaitu untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Mengacu tuntutan SKL Satuan Pendidikan, sebagaimana tercantum pada Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 Mengacu tuntutan SKL dan KI yang mencakup tiga domain Sikap, Pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan Permendikbud No. 54 Tahun 2013. Berorientasi pada potensi, minat, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik Berorientasi pada kepentingan daerah, nasional dan global. Berorientasi pada perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, serta memperhatikan lingkungan sosial dalam rangka menumbuhkan peduli lingkungan. 25

3 4 5 6 7

NO 8 9 C

KOMPONEN DAN INDIKATOR Memberi inspirasi dan tantangan dalam meningkatkan prestasi secara berkelanjutan untuk mencapai keunggulan Mendorong semangat dan komitmen seluruh warga satuan pendidikan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan MISI SATUAN PENDIDIKAN Menjabarkan pencapaian visi dalam bentuk pernyataan yang terukur dan dapat dicapai sesuai dengan skala prioritas, mencakup: seluruh indikator visi

PENILAIAN 0 1 2 3 4

TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN Menjabarkan pencapaian misi dalam bentuk pernyataan yang terukur dan dapat dicapai sesuai dengan skala prioritas, mencakup seluruh indikator misi STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Daftar mata pelajaran Wajib A, Wajib B, Peminatan dan Lintas Minat untuk SMA yang melaksanakan Kurikulum 2013. Daftar mata pelajaran dan muatan lokal sesuai dengan standar isi (Permendiknas No. 22 Tahun 2006) untuk kelas XI dan kelas XII Pengaturan alokasi waktu per mata pelajaran disesuaikan struktur kurikulum, minat dan kebutuhan peserta didik dan sekolah dengan jumlah waktu minimal 42 jam pelajaran per minggu untuk Kurikulum 2013. Pengaturan alokasi waktu per mata pelajaran disesuaikan dengan standar isi, kebutuhan peserta didik dan sekolah dengan total waktu 38 - 39 Jam per minggu untuk Kurikulum 2006. Pengaturan alokasi waktu per mata pelajaran disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan sekolah dengan memanfaatkan tambahan 4 Jam per minggu untuk Kurikulum 2006. PROGRAM MUATAN LOKAL, mencantumkan: Jenis dan strategi pelaksanaan muatan lokal yang dilaksanakan sesuai dengan kebijakan daerah. Jenis dan strategi pelaksanaan muatan lokal yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan karakteristik sekolah. Daftar SK dan KD Muatan lokal yang dikembangkan oleh sekolah. KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI, mencantumkan: 26

II 1 2

1 2 3

NO

KOMPONEN DAN INDIKATOR Uraian tentang jenis dan strategi pelaksanaan program layanan konseling dan atau layanan akademik/belajar, sosial dan pengembangan karier peserta didik. Uraian tentang jenis dan strategi pelaksanaan program pengembangan bakat, minat dan prestasi peserta didik. Kegiatan Pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib diberlakukan untuk Kurikulum 2013. PENGATURAN BEBAN BELAJAR, mencantumkan: Uraian tentang rasionalisasi pemanfaatan tambahan 4 (empat) jam pelajaran per minggu untuk Kurikulum 2006. Uraian tentang pengaturan alokasi waktu pembelajaran per jam tatap muka, jumlah jam pelajaran per minggu, jumlah minggu efektif per tahun pelajaran, jumlah jam pelajaran per tahun. Uraian tentang pemanfaatan 60% dari jumlah waktu kegiatan tatap muka pada mata pelajaran tertentu, untuk penugasan terstruktur (PT) dan kegiatan mandiri tidak terstruktur (KMTT). Uraian tentang pelaksanaan program percepatan bagi siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa (bila ada). Uraian tentang pelaksanaan lintas minat. KETUNTASAN BELAJAR,mencantumkan: Daftar kriteria ketuntasan minimal (KKM) untuk semua mata pelajaran pada setiap tingkatan kelas. Uraian tentang mekanisme dan prosedur penentuan KKM. Uraian tentang upaya sekolah dalam meningkatkan KKM untuk mencapai KKM ideal (100%). KENAIKAN KELAS mencantumkan: Kriteria kenaikan kelas sesuai dengan kebutuhan sekolah dengan mempertimbangkan ketentuan pada SK Dirjen Mandikdasmen No. 12/C/Kep/TU/2008 untuk Kurikulum 2006. Uraian tentang pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa (ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas), sesuai denganketentuan yang diatur dalam Standar Penilaian Pendidikan.

PENILAIAN 0 1 2 3 4

2 3

4 5

1 2 3

27

NO 3 4

KOMPONEN DAN INDIKATOR Uraian tentang mekanisme dan prosedur pelaporan hasil belajar peserta didik. Uraian tentang pelaksanaan program remedial dan pengayaan. KELULUSAN, mencantumkan: Kriteria kelulusan berdasar pada ketentuan PP nomor 19 tahun 2005 pasal 72 ayat 1 dan PP nomor 32 tahun 2013 pasal 72 ayat 2. Uraian tentang pelaksanaan ujian nasional dan ujian sekolah. Target kelulusan yang akan dicapai oleh sekolah. Uraian tentang program-program sekolah dalam meningkatkan kualitas lulusan. Uraian tentang program pasca ujian nasional sebagai antisipasi bagi peserta didikyang belum lulus ujian. PEMINATAN DAN LINTAS MINAT, mencantumkan Penentuan jumlah rombongan peminatan dan lintas minat mengacu hasil analisis kondisi riil sekolah, terutama PTK dan sarana-prasarana yang tersedia, dengan mempertimbangkan potensi dan minat peserta didik. Kriteria peminatan dan lintas minat sesuai dengan potensi dan minat peserta didik yang mendaftar dengan memperhatikan juga nilai raport, SKHUN, atau rekomendasi sekolah asal. Uraian tentang program penelusuran potensi, minat dan prestasi peserta didik. Uraian tentang mekanisme dan proses pelaksanaan peminatan dan lintas minat. PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP dan PENDIDIKAN BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL dan GLOBAL, mencantumkan: Uraian tentang penerapan pendidikan kecakapan hidup. Uraian tentang penyelenggaraan pendidikan berbasis keunggulan lokal. Uraian tentang upaya sekolah menuju pendidikan berwawasan global. KALENDER PENDIDIKAN, Mencantumkan: Pengaturan tentang permulaan tahun pelajaran. Jumlah minggu efektif belajar satu tahun pelajaran Jadwal waktu libur (jeda tengah semester, antar semester, libur akhir tahun pelajaran, libur

PENILAIAN 0 1 2 3 4

1 2 3 4 5

2 3 4

1 2 3 III 1 2 3

28

NO

KOMPONEN DAN INDIKATOR keagamaan, hari libur nasional dan hari libur khusus). LAMPIRAN

PENILAIAN 0 1 2 3 4

Contoh RPP mata pelajaran kelas X. Silabus semua mata pelajaran kelas XI program yang dilaksanakan. Silabus semua mata pelajaran kelas XII program yang dilaksanakan. Silabus muatan lokal kelas X. Silabus muatan lokal kelas XI program yang dilaksanakan. Silabus muatan lokal kelas XII program yang dilaksanakan. Laporan hasil analisis Konteks atau analisis kondisi riil sekolah. Contoh hasil penentuan KKM (satu mata pelajaran).

2 3

Jumlah

NILAI = % CATATAN/KOMENTAR UMUM __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ __________________________________________________________________________ Petugas Validasi/Verifikasi

________________________ NIP 29

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dianggap sudah layak jika mencapai nilai minimal 75%. Jika belum layak dikembalikan ke sekolah untuk diperbaiki, dan jika telahlayak diterbitkan rekomendasi Kepada Dinas Pendidikan untukditeruskan ke DinasPendidikan Provinsi.

3. Dinas Pendidikan Provinsi Tim Pengembang Kurikulum provinsi melakukan validasi dokumen KTSP dengan menggunakan instrumen yang sama, untuk selanjutnya ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi atau pejabat yang ditunjuk.

B. Sistematika Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Sistematika KTSP dapat digambarkan seperti tampak pada tabel 1berikut: Sistematika KTSP Cover Penjelasan Berisi judul, logo sekolah dan atau logo pemda, tahunpelajaran, dan alamat sekolah. LEMBAR PENGESAHAN Ditandatangani oleh Kepala Sekolah, Ketua Komite Sekolah, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi atau pejabat yang ditunjuk (lihat contoh KTSP). KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang a. Model Pengembangan KTSP revisi Prima Resort.docxBerisi dasar pemikiran pengembangan KTSP serta pemberlakuan Kurikulum 2013. b. Untuk sekolah yang melaksanakan Sistem Kredit Semester (SKS) uraikan pula tentang dasar pemikiran pengembangan/pelaksanaan SKS tersebut. B. Landasan Berisi landasan hukum pengembangan KTSP termasuk PP No. 32 Tahun 2013 sebagai pengganti atas PP No. 19 30 Cukup jelas Cukup jelas

Sistematika KTSP

Penjelasan Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan berikut Permendikbud yang mengiringinya (Permendikbud No. 54, 64, 65, 66, 69, dan 81A tahun 2013)

C. Tujuan

Berisi Tujuan Pengembangan KTSP termasuk pencapaian kompetensi yang mencakup tiga domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai SKL pada Kurikulum 2013.

BAB II. TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN A. Tujuan Menengah Pendidikan a. Dapat disalin dari Panduan penyusunan KTSP dari BSNP BAB II A. b. Sesuai dengan SKL untuk SMA yang mencakup tiga domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan. B. Visi a. Dirumuskan berdasarkan masukan dari warga sekolah dan pihak yang berkepentingan, selaras dengan visi institusi di atasnya dan visi pendidikan nasional, dan diputuskan dalam rapat dewan pendidik. b. Cita-cita yang menggambarkan dan memberi inspirasi, motivasi, dan kekuatan untuk kepentingan masa mendatang. c. Mengacu pada SKL Satuan Pendidikan (SMA) dan Kompetensi Inti SMA yang mencakup kompetensi Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan. (Lihat Juknis analisis Standar Pengelolaan dan Permendikbud No. 54 Tahun 2013 tentang SKL) C. Misi Sekolah a. Dirumuskan berdasarkan masukan dari warga sekolah dan pihak yang berkepentingan, dan diputuskan dalam rapat dewan pendidik b. Memberi arah dalam mewujudkan visi sekolah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional 31

Sistematika KTSP waktu tertentu

Penjelasan c. Merupakan tujuan yang akan dicapai dalam kurun d. Menjadi dasar program pokok sekolah e. Menekankan pada kualitas layanan peserta didik dan mutu lulusan yang diharapkan oleh sekolah mencakup tiga domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Lihat Juknis analisis Standar Pengelolaan dan Permendikbud No. 54 Tahun 2013 tentang SKL)

D. Tujuan SMA ......

a. Menggambarkan tingkat kualitas yang perlu dicapai dalam jangka waktu tertentu yang mencakup domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan. b. Mengacu pada visi, misi, dan tujuan pendidikannasional,visi dan misi daerah setempat, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat c. Mengacu pada standar kompetensi lulusan yang sudah ditetapkan oleh sekolah dan Pemerintah d. Mengakomodasi masukan dari berbagai pihak yang berkepentingan termasuk komite sekolah dan diputuskan dalam rapat dewan pendidik yang dipimpin oleh kepala sekolah. (Lihat Juknis analisis Standar Pengelolaan dan Permendikbud No. 54 Tahun 2013 tentang SKL)

BAB III. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A. Kerangka Dasar Landasan Filosofis, Landasan Teoritis, dan Landasan Yuridis. Dapat disalin dari; a. Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. b. Permendikbud Nomor 69 Tahun 2013 halaman 5-6, ditambah dengan landasan lain yang menjadi landasan kerangka dasar yang sesuai dengan karakteristik daerah atau sekolah, misalnya untuk penambahan 32

Sistematika KTSP c. Permendikbud no.

Penjelasan muatan lokal di mata pelajaran wajib B. 81 A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum.

B. Struktur Kurikulum

a. Pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, termasuk muatan lokal, penambahan mata pelajaran, peminatan, lintas minat dan pendalaman minat untuk pelaksana Kurilulum 2013, serta kegiatan pengembangan diri. b. Disusun berdasarkan kebutuhan dan minat peserta didik dan sekolah terkait dengan upaya pencapaian SKL yang mencakup domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan struktur kurikulum yang meliputi mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan (peminatan dan lintas minat dan pendalaman) untuk Kurikulum 2013, serta sesuai dengan penjurusan IPA, IPS, atau Bahasa untuk Kurikulum 2006. c. Mengatur alokasi waktu pembelajaran tatap muka seluruh mata pelajaran (38 -39 jam perminggu)untuk Kurikulum 2006, dan minimal 42 jam pelajaran perminggu untuk Kurikulum 2013. d. Memanfaatkan 4 jam tambahan untuk mata pelajaran tertentu (dengan mempertimbangkan hasil analisis SI, dan pemetaan SK- KD) untuk sesuai dengan hasil analisis Kurikulum 2006, serta kondisi nyata atau jam pelajaran tambahan yang ditetapkan sekolah menambah mata pelajaran baru untuk Kurikulum 2013. e. Mencantumkan jenis mata pelajaran muatan lokal yang dilaksanakan. Untuk Kurikulum 2013, Daerah/Sekolah dapat menambahkan mata pelajaran lain yang dicantumkan di mata pelajaran wajib B, baik

terintegrasi pada mata pelajaran yang tersedia atau 33

Sistematika KTSP berdiri sendiri.

Penjelasan

f. Bagi sekolah yang melaksanakan SKS uraikan tentang struktur dan jam pelajaran, serta jumlah sks maksimal dan minimal yang harus ditempuh oleh peserta didik (lihat contoh di lampiran). C. Muatan KTSP 1. Mata Pelajaran a. KTSP yang mencakup Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013 memuat sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh peserta didik dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas X sampai dengan kelas XII dengan mengacu kepada ketentuan kurikulum masing-masing. b. Pengorganisasian kelas pada SMA dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu: 1) kelas yang melaksanakan Kurikulum 2013 dengan program peminatan, minat lintas sesuai minatdan/atau dengan struktur pendalaman

kurikulum yang ada di Permendikbud No. 69 Tahun 2013, serta penambahan mata pelajaran muatan daerah (lihat Panduan Peminatan, Lintas Minat, dan Pendalaman Minat). 2) kelas yang melaksanakan Kurikulum 2006 dengan program penjurusan terdiri atas tiga program yaitu program IPA, IPS, dan Bahasa. b. Jumlah mata pelajaran: 1) untuk yang melaksanakan Kurikulum 2013 a) jumlah mata pelajaran di kelas X minimal 15 mata pelajaran yang terdiri atas 6 mata pelajaran wajib A, minimal 3 mata pelajaran wajib B, 4 mata pelajaran peminatan, dan 2 mata pelajaran lintas minat. 34

Sistematika KTSP

Penjelasan b) jumlah mata pelajaran di kelas XI dan kelas XII untuk semua peminatan Matematika dan Ilmu Alam (MIA), peminatan Ilmu-Ilmu Sosial (IIS), dan peminatan Bahasa dan Budaya (BaBu) minimal 14 mata pelajaran yang terdiri atas 6 mata pelajaran wajib A, minimal 3 mata pelajaran wajib B, 4 mata pelajaran peminatan, dan satu mata pelajaran lintas minat. 2) untuk yang melaksanakan Kurikulum 2006 jumlah mata pelajaran untuk kelas XI dan kelas XII minimal 13 mata pelajaran sesuai dengan penjurusan IPA, IPS, dan Bahasa.

2. Muatan Lokal

Berisi jenis, strategi pemilihan, dan pelaksanaan muatan lokal yang diselenggarakan oleh sekolah, dengan memperhatikan rambu -rambu/panduan pengembangan muatan lokal, baik untuk Kurikulum 2006 maupun untuk Kurikulum 2013. (Lihat juknis pengembangan muatan lokal dan

Permendikbud No. 69 Tahun 2013). 3. Kegiatan Pengembangan Diri a. Berisi jenis, strategi pemilihan, dan pelaksanaan kegiatan pengembangan diri yang diselenggarakan oleh sekolah, dengan memperhatikan ramburambu/panduan kegiatan pengembangan diri. (Lihat juknis pengembangan diri). b. Khusus untuk pelaksana diri dapat Kurikulum terintegrasi 2013 dalam

pengembangan

pembelajaran (domain Sikap dan Keterampilan), serta dikembangkan dalam kegiatan ekstrakurikuler dengan wajib mengikuti kegiatan pramuka. 35

Sistematika KTSP dan Pola Belajar

Penjelasan

4. Pengaturan Beban Berisi pengaturan beban belajar a. untuk pelaksana Kurikulum 2006 meliputi antara lain: 1) alokasi waktu setiap jam pembelajaran, 2) pemanfaatan alokasi dan waktu kegiatan untuk mandiri penugasanterstruktur tatap muka)

tidak terstruktur(0% 60% dari waktu kegiatan dengan mempertimbangkan (Lihat muka, mandiri juknis penugasan tidak potensi dan kebutuhan peserta didik dalam mencapai pembelajaran terstruktur, terstruktur) 3) alokasi waktu untuk praktik kompetensi tatap dan kegiatan

b. Untukpelaksana Kurikulum 2013 ; 1) pengaturan pola belajar juga harus memperhatikan 14 prinsip pembelajaran sesuai Lampiran Permendikbud No. 65 Tahun 2013 halaman 1 2yang mencakup domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan . 2) Proses pembelajaran tentang materi yang memuat fakta, konsep, dan prosedur dengan menggunakan pendekatan saintifik (Scientific Approach) dan penilaian autentik (authentic assessment). c. Bagi sekolah yang menyelenggarakan SKS beban dan pola belajarnya mengacu kepada peraturan yang berlaku (lihat Lampiran 4 Permendikbud nomor 81 A Tahun 2013 dan Pedoman Pelaksanaan SKS).

36

Sistematika KTSP 5. Ketuntasan Belajar

Penjelasan a. Berisi tentang KKM per mata pelajaran yang ditetapkan oleh sekolah dengan memperhatikan ramburambu/panduan penetapan KKM b. pendekatan penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan kriteria (PAK). c. PAK merupakan penilaian pencapaian kompetensi yang didasarkan pada KKM. d. Untuk Kurikulum 2006 penentuan KKM harus mempertimbangkan kompleksitas materi, daya dukung, dan intake siswa(lihat Juknis Penetapan KKM). e. Untuk pelaksana Kurikulum 2013KKM merupakan kriteria ketuntasan belajar minimal yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan karakteristik Kompetensi Dasar yang akan dicapai, daya dukung, dan karakteristik peserta didik. (lihat Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 tentang Penilaian, Model Analisis Hasil Belajar, dan Model Pengembangan Penilaian).

6. Kriteria Kelulusan dan Kenaikan Kelas

Berisi tentang kriteria kenaikan kelas dan kelulusan, serta strategi penanganan peserta didik yang tidak naik atau tidak lulus yang diberlakukan oleh sekolah, dengan memperhatikan: a. ketentuan kenaikan kelas dari Direktorat Pembinaan SMA dan standar kelulusan dari pemerintah (Lihat juknis Penyusunan Laporan Hasil Belajar Peserta Didik) untuk pelaksana Kurikulum 2006. b. ketentuan kenaikan kelas dan kelulusan melalui uji pencapain kompetensi mengacu kepada Permendikbud No. 66 Tahun 2013 untuk pelaksana Kurikulum 2013 (lihat juga Model Pengembangan Penilaian).

37

Sistematika KTSP 7. Kriteria penjurusan dan peminatan, lintas minat, dan

Penjelasan a. Berisi tentang kriteria penjurusan yang diberlakukan oleh sekolah yang melaksanakan kurikulum 2006, dengan mengacu kepada panduan penjurusan yang disusun oleh Direktorat Pembinaan SMA. 1) Berisi tentang kriteria peminatan dan lintas minat, serta tata cara pemilihan mata pelajaran lintas minat sesuai hasil analisis kondisi riil sekolah (lihat Panduan 2) Berisi Peminatan, tata cara Lintas Minat, dan dan Pendalaman Minat) untuk kelas X. pemilihan strategi pelaksanaan pendalaman minat sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013.

pendalaman minat b. Untuk pelaksana Kurikulum 2013

8. Pendidikan Kecakapan Hidup

Berisi mata

tentang pelajaran

pendidikan pada

kecakapan sikap,

hidup

yang

dilaksanakan di sekolah. Dapat berupa implementasi dari domain pengetahuan, keterampilan.

9. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global

Berisi tentang jenis, strategi pemilihan dan pelaksanaan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global disekolah, serta dapat mengembangkan potensi peserta didik yang mencakup domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan melalui pendekatan pembelajaran saintifik.

BAB IV. KALENDERPENDIDIKAN

Berisi tentang kalender pendidikan dan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan, yang dan disusun berdasarkan oleh Dinas kalender pendidikan ditetapkan

Pendidikan setempat, disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah, serta kebutuhan peserta didik dan masyarakat, denganmemperhatikan aturan kalender

38

Sistematika KTSP

Penjelasan pendidikan sebagaimana tercantum dalam Standar Isi. (Contoh kalender pendidikan terlampir).

Lampiran

a. Berupa silabus semua mata pelajaran dan silabus muatan lokal semua tingkatan kelas dan semua jurusan dengan memperhatikan rambu-rambu/panduan pengembangan silabus (Lihat juknis pengembangan silabus) untuk pelaksana Kurikulum 2006. b. Hasil anlisis keterkaitan kompetensi dengan materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan penilaian, serta contoh RPP untuk pelaksana Kurikulum 2013(lihat Model Pengembangan RPP, Model Penilaian, dan Analisis Hasil Belajar Peserta Didik).

39

BAB IV PELAKSANAAN DAN SUPERVISI

A. Pengorganisasian Pengembangan KTSP dilaksanakan oleh TPK, Kepala Sekolah, Komite Sekolah, dan Guru, serta pengawas pembina dengan pendampingan atau bimbingan dan kerjasama Dinas Pendidikan Kab./Kota, Dinas Pendidikan Provinsi, LPMP atau Dinas/Instansi lain yang terkait. Kerjasama dengan dinas/instansi terkait dapat dilakukan untuk menambah atau memperkaya muatan KTSP sesuai dengan karakteristik sekolah. KTSP yang telah disusun dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh setiap pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah yang bersangkutan, dengan terlebih dahulu disosialisasikan kepada seluruh warga sekolah setelah divalidasi oleh Dinas Pendidikan Kab./Kota dan Dinas Pendidikan Provinsi. Kegiatan di Sekolah secara teknis dikoordinasikan oleh TPK Sekolah bekerjasama dengan Komite Sekolah dan Pengawas Pembina sekolah, serta Dinas Pendidikan Kab./Kota. B. Pelaksanaan Penyusunan KTSP dilaksanakan paling lambat satu bulan sebelum tahun pelajaran baru, dimulai dengan mengevaluasi KTSP tahun sebelumnya seperti yang dijelaskan di BAB III. Alur kegiatan tersebut secara umum dapat digambarkan sebagai berikut: Penyusunan Draf KTSP Revisi Finalisasi KTSP

Evaluasi dan Analisis KTSP tahun lalu


Analisis Permendikbud No.v 54, 64,66,69, dan 71 dan 81A
Analisis Konteks dan Analisis Kondisi Riil Sekolah

Pengesahan oleh Kepala Sekolah dan Komite

Validasi oleh Pengawas Pembina sekaligus Pengesahan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab./Kota Validasi oleh TPK Provinsi sekaligus pengesahan oleh Kepala Dinas Provinsi 40

Evaluasi

Implementasi KTSP

C. Koordinasi dan Supervisi Kegiatan koordinasi merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kab./Kota dan Provinsi berupa bimbingan dalam penyusunan KTSP dengan kegiatan antara lain; 1) Penentuan jenis dan strategi pelaksanaan muatan lokal; 2) Penentuan jadwal penyusunan dan pendampingan; 3) Perumusan kalender pendidikan. Kegiatan supervisi berupa verifikasi dan validasi KTSP oleh TPK Dinas Pendidikan Kab./Kota dan validasi oleh Dinas Pendidikan Provinsi dengan menggunakan instrumen seperti yang dijelaskan di BAB III. Selain itu, sekolah melakukan evaluasi KTSP secara berkesinambungan dan berkala yang dilakukan oleh sekolah (guru, Kepala Sekolah, dan Komite Sekolah) minimal satu semester dua kali untuk Dokumen 1, dan oleh guru matapelajaran yang melakukan evaluasi dan revisi RPP sesuai kebutuhan.

41

BAB V PENUTUP

Pada tahun pelajaran 2013-2014 sejumlah 1.270SMA ditunjuk sebagai pelaksana Kurikulum 2013 khusus untuk kelas X, sehingga semua SMA ini berkewajiban untuk mengimplementasikan semua peraturan yang berkaitan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 sebagai Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasinya. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) disusun sebagai bahan acuan dalam pelaksanaan proses pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional yang pada tahun Pelajaran 2013-2014 bagi 1.270 SMA harus mencakup dua kurikulum, yaitu kurikulum 2006 dan 2013. Selain itu, pengembangan KTSP juga harus mempertimbangkan prinsip pengembangan dan karakteristik kurikulum yang berlaku, sehingga menunjang kepada pelaksanaan proses pendidikan yang maksimal. Proses pendidikan tersebut harus dapat mengembangkan potensi peserta didik sehingga mencapai perkembangan yang seimbang antara kebutuhan fisik, psikis, dan spritual yang mencakup domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Model Pengembangan KTSP ini disusun sebagai salah satu bahan untuk membantu pelaksana atau TPK sekolah dalam menyusun KTSP sesuai dengan kondisi dan karakteristik sekolahnya masing-masing. Untuk selanjutnya, kritikan dan saran demi peningkatan dan perbaikan sangat diharapkan.

42

DAFTAR PUSTAKA

Badan Standar Nasional Pendidikan (2010). Penduan Penyusunan KTSP. Jakarta Depdiknas (2005). Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional. Jakarta Depdiknas (2003). Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003. Jakarta. Depdiknas. (2002). Pedoman Penyususunan Standar Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta. Kemdikbud (2013). Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 sebagai Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta Kemdikbud (2013). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Jakarta Kemdikbud (2013). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi. Jakarta Kemdikbud (2013). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses. Jakarta Kemdikbud (2013). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian. Jakarta Kemdikbud (2013). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMA/MA. Jakarta Kemdikbud (2013). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81a Thun 2013 tentang Implementasi Kurikulum. Jakarta Direktorat Pembinaan SMA (2010). Petunjuk Teknis Penyusunan KTSP. Jakarta Terry, George R. (1872). Principles Of Management. Sixth Edition. Richard D Irwin Inc. Illinois. Tim Redaksi Pustaka Yustisia. (2009). Undang-Undang BHP (Badan Hukum Pendidikan No 9 Tahun 2009. Yogyakarta: Pustaka Yustisia Tim Redaksi Fokusmedia. (2003). Undang-Undang RI No 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS. Jakarta: Fokusmedia William G. Cunningham (1982). Systemic Planning for Educatinal Change. California. Mayfield Publishing Company.

43

LAMPIRAN: 1. Contoh Kalender Akademik 2. Contoh KTSP: Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka 3. Contoh Struktur Kurikulum: Struktur Kurikulum SMAN 1 Cimalaka

44

1. Kalender Pendidikan

45

46

2. Contoh KTSP: Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka

KURIKULUM SMA NEGERI 1 CIMALAKA


TAHUN PELAJARAN 2013-2014

Jl. Tanjungkerta No. 120, Cimalaka, Sumedang Telepon (0261) 202745, Fax: (0261) 204937 e-mail: smansatucimalaka@yahoo.co.id

47

LEMBAR PENGESAHAN

Setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Sekolah dan diketahui Dinas Pendidikan Provinsi, dengan ini Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka Tahun Pelajaran 2013-2014 ditetapkan/disahkan untuk diberlakukan.

Cimalaka, Juli 2013 Ketua Komite Sekolah,

Kepala SMA Negeri 1 Cimalaka,

Drs. K.S. SUPRIADI, M.Sc. NIP 195805051991012003

DR. ENUNG S. SURYANA, M.Ed.

Mengetahui : Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Kepala Bidang Dikmenti,

Drs. H. Dedi Sutardi, M.Pd. NIP. 19650819 199103 1 004

48

KATA PENGANTAR

Seiring dengan komitmen pemerintah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, khususnya pendidikan menengah umum, dengan ini kami SMANegeri 1 Cimalaka Kabupaten Sumedang menyusun Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka Tahun Pelajaran 2013-2014 yang merupakan revisi dan pengembangan dari kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka tahun tahun pelajaran 2013-2014. Sebagai salah satu pelaksana Kurikulum 2013 dari 1.273 SMA di seluruh Indonesia, maka Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka Tahun Pelajaran 2013-2014 mencakup dua kurikulum yaitu Kurikulum 2006 sebagai lanjutan untuk kelas XI dan XII serta Kurikulum 2013 khusus untuk kelas X. Kurikulum ini, dimaksudkan sebagai pedoman sekaligus acuan bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di SMANegeri 1 Cimalaka, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan hasil analisis konteks dan anlisis kondisi riil terhadap tenaga pendidik dan keadaan sarana-prasarana yang ada. Kami menyadari bahwa dalam pengembangan kurikulum ini, masih jauh dari kesempurnaan, namun demikian kami berusaha untuk menyampaikan kurikulum ini secara realistis dan empiris, untuk dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Cimalaka, Juli 2013 Kepala Sekolah,

DR. ENUNG S. SURYANA, M.Ed. NIP. 195805051991012003

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

iv

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR .................................................................................. iv DAFTAR ISI ........................................................................................... v BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1 A. Latar Belakang ....................................................................... 1 B. Landasan .............................................................................. 2 C. Tujuan Pengembangan .............................................................. 4 BAB II TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN ......................................................... 7 A. Tujuan Pendidikan Menengah ...................................................... 7 B. Visi ..................................................................................... 7 C. Misi..................................................................................... 7 D. Tujuan SMA Negeri 1 Cimalaka .................................................... 8 BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM ................................................ 9 A. Kerangka Dasar....................................................................... 9 B. Struktur Kurikulum ................................................................. 19 C. Muatan Kurikulum .................................................................. 27 BAB IV KALENDER PENDIDIKAN ................................................................ 49 A. Permulaan Tahun Pelajaran ....................................................... 49 B. Waktu Belajar ....................................................................... 49 C. Libur Sekolah ........................................................................ 50 D. Rencana Kegiatan................................................................... 51 E. BAB V Pengembangan Silabus dan RPP .................................................. 53

P E N U T U P ............................................................................. 56

LAMPIRAN

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

RANGKUMAN HASIL REVISI DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM SMA NEGERI 1 CIMALAKA

A. KEGIATAN REVISI DAN PELAKSANAAN ANALISIS Pengembangan kurikulum tahun pelajran 2013-2014 merupakan hasil revisi dan pengembangan dari kurikulum tahun pelajaran 2012-2013 dan penambahan kurikulum 2013, khususnya untuk kelas X: 1. Revisi dilaksanakan dengan cara: a. Pelaksanaan IHT dari tanggal 16 sampai dengan 18 Juli 2013 tentang pemanfaatan hasil analisis kondisi riil dan implementasi Kurikulum 2013 khusus untuk kelas X; b. Penugasan dan diskusi baik melalui MGMP sekolah maupun kelompok mata pelajaran dan perorangan mulai tanggal 19 sampai dengan 21 Juli 2013; c. Rapat pleno dan pembahasan serta pelaksanaa revisi secara keseluruhan pada tanggal 1Agustus 2013 2. Perbaikan/Revisi/Penambahan pada keseluruhan batang tubuh dokumen 1 dan dokumen 2 sesuai dengan pemanfaatan hasil analisis kondisi riil dan Kurikulum 2013.

B. HASIL REVISI DAN PENGEMBANGAN No. Komponen Landasan Kurikulum 20122013 Ada 14 landasan hukum (hal. 2) Kurikulum 2013-2014

1.

2.

Pengembangan Kurikulum

Dilengkapi dengan landasan untuk kurikulum 2013. Hal.2 melengkapi poin 2, 3 dan paragraf setelahnya dengan ketentuan kurikulum 2013 Pengembangan Disesuaikan Analisis kondisi kurikulum sesuai riil sekolah dan dengan Analisis Karakteristik Kurikulum Konteks tahun 2012 2013 (hal. 4) (hal. 4) Alokasi waktu (hal. 16) vi Penambahan alokasi waktu: Kelas X:

3.

Struktur Kurikulum

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

vii No. Komponen Kurikulum 20122013 Kurikulum 2013-2014 -

4.

5.

menggunakan struktur kurikulum 2013 dengan penambahan mata pelajaran Bahasa Sunda di Mata Pelajaran Wajib B. - Mata Pelajaran Prakarya diisi dengan keterampilan - Peminatan kelas X dilaksankan dengan penjaringan minat dan lintas minat melalui format isian orang tua dan peserta didik yang didistribusikan ke SMP/MTs sejak bulan Mei 2013 - Berdasarkan hasil angket tidak ada Peminatan Bahasa dan Budaya, tetapi ada lintas Minat ke Peminatan Bahasa (Bahasa Inggris) - Kelas XI Program IPA: masing-masing 1 jam pelajaran untuk mata pelajaran Fisika, Kimia dan Biologi; - Kelas XI Program IPS: masing-masing 1 jam pelajaran untuk mata pelajaran Geografi, Sosiologi dan Ekonomi. - Kelas XII Semester 2 penambahan 1 jam pelajaran untuk masingmasing mata pelajaran yang diujinasionalkan. (hal. 23) Ketuntasan KKM semua tingkat KKM untuk setiap mata Belajar dalam skal 100 pelajaran mencakup untuk (hal. 25) semua aspek. KKM untuk kelas X adalah 75% (3) (hal. 35) Kenaikan Kelas Sarat kenaikan Melengkapi sarat kenaikan dan Kelulusan kelas, kelulusan kelas dan kelulusan ujian

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

viii No. Komponen Kurikulum 2012Kurikulum 2013-2014 2013 dan penjurusan, sekolah dan penjurusan, dan (hal. 29) peminatan. Kenaikan kelas bagi kelas X disesuaikan dengan Standar Penilaian. (hal. 41) Semua silabus dan Khusus untuk kelas X, RPP RPP menggunaklan disusun berdasarkan Kurikulum 2006 pembelajaran dengan pendekatan saintifik dengan materi yang faktual, konseptual, dan prosedural dengan mencakup domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan, serta menerapkan penilaian autentik Waktu belajar Untuk kelas XII pada (hal. 39) semester 1 (satu) terjadi penambahan 4 (empat) jam pelajaran (Pend. Agama, PKn, Seni Budaya dan Bahasa Asing/ Keterampilan) sedangkan untuk semester 2 (dua) mata pelajaran yang diujinasionalkan terjadi penambahan 1 (satu) jam pelajaran. Dengan adanya lintas minat, maka waktu belajar untuk kelas X menjadi lebih banyak (hal. 50) Ada program RPP kelas X dengan pengembangan diri menerapkan pendekatan untuk layanan pembelajaran saintifik dan konseling serta penilaian autentik Silabus dan RPP menintegrasikan Pendikar

6.

Silabus dan RPP

7.

Kalender Pendidikan

8.

Lampiran

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan Nasional yang berdasarkan Pancasila dan UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mengemban fungsi tersebut pemerintah menyelenggarakan suatu sistem pendidikan nasional sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya melalui olah hati, olah rasa, dan olah raga agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global. Peningkatan relevansi pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan berbasis potensi sumber daya alam Indonesia. Peningkatan efisiensi manajemen pendidikan dilakukan melalui penerapan manajemen berbasis sekolah dan pembaharuan pengelolaan pendidikan secara terencana, terarah, dan berkesinambungan. Dengan diberlakukannya Kurikulum 2013 di 1.273 SMA sebagai SMA pelaksana untuk tahun pelajaran 2013-2014, termasuk SMA Negeri 1 Cimalaka Kabupaten Sumedang, dan berdasarkan hasil evaluasi terhadap dokumen kurikulum yang ada (kurikulum 2012-2013), maka SMA Negeri 1 Cimalaka perlu melakukan revisi terhadap dokumen tersebut, begitu juga dalam implementasinya. Memperhatikan kondisi riil SMA Negeri 1 Cimalaka yang berada di lingkungan penduduk yang sudah lebih maju dibanding dengan sebagian
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

2 daerah lain di Kabupaten Sumedang, maka pengembangan kurikulum juga harus disesuaikan dengan kondisi tersebut. Pengembangan kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka tahun pelajaran 2013-2014 mencakup hal-hal sebagai berikut: 1. kerangka dasar dan struktur kurikulum yang merupakan pedoman dalam pengembangan kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka; 2. beban belajar bagi peserta didik pada SMA Negeri 1 Cimalaka yang didasarkan pada hasil analisis konteks, analisis keunggulan lokal serta potensi dan minat peserta didik; 3. Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka dikembangkan berdasarkan hasil revisi kurikulum tahun 2012-2013, pemanfaatan hasil analisis kondisi riil sekolah, terutama tenaga pendidik dan sarana-prasarana, serta analisis terhadap kurikulum 2013. 4. Kalender pendidikan SMA Negeri 1 Cimalaka disusun berdasarkan hasil perhitungan minggu efektif untuk tahun pelajaran 2013-2014. Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka menjadi acuan bagi satuan pendidikan dalam melaksanakan pendidikan dan pembelajaran dengan mengedepankan prinsip pengembangan kurikulum dan karakteristik kurikulum 2013 dengan penyesuaian terhadap pemanfaatan analisis kondisi riil SMA Negeri 1 Cimalaka dan Analisis Kondisi Lingkungan Sekolah.

B. Landasan
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 3. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 sebagai Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional. 4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

3 5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006; 6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 6 Tahun 2007 tentang Perubahan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah; 7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah; 8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan 9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi 10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses 11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentangStandar Penilaian 12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar dan Menengah 13. PendidikanPeraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) 14. Renstra Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2010 2014. 15. Buku Induk Pembangunan Karakter dari Kementerian Pendidikan Nasional tentang tahun 2010. 16. Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) SMA Negeri 1 Cimalaka tahun Pelajaran 2013-2014
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

C. Tujuan Pengembangan
Kurikulum SMA Negeri 1 disusun agar sekolah memiliki pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran dan pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP) dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Oleh sebab itu pengembangan Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka memperhatikan unsur-unsur sebagai berikut : 1. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum yang disusun memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. Khusus untuk peningkatan keimanan dan ketakwaan ini di SMA Negeri 1 Cimalaka dilaksanakan juga program keputrian dan pendalaman agama Islam yang diisi dengan kegiatan pengajian, akhlak dan budi pekerti. Selain itu peringatan hari-hari besar keagamaan dilaksanakan dengan mengundang penceramah yang kompeten atau memanfaatkan warga sekolah juga melaksanakan qurban dan bantuan sosial terhadap warga sekitar sekolah yang kurang mampu dengan anggaran yang direncanakan di RKAS. 2. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik. Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka disusun dengan memperhatikan keragaman potensi, minat, kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan kinestetik peserta didik agar dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya yang mencakup domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 3. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan Daerah Sumedang memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman karakteristik lingkungan, oleh karena itu kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah, terutama dalam bidang seni dan peduli lingkungan, serta keterampilan

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

5 sesuai dengan tuntutan Kompetensi Dasar pada mata pelajaran Prakarya. 4. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional Pengembangan kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka memperhatikan keseimbangan tuntutan pembangunan daerah dan nasional yang ditunjukkan dengan adanya Mulok Bahasa Sunda serta Seni dan Budaya Sunda, merupakan kebutuhan dan ciri khas Kabupaten Sumedang. Tetapi tidak melupakan kebutuhan Nasional dan global yang ditandai dengan adanya pembinaan TIK yang lebih ke arah praktis. 5. Tuntutan dunia kerja Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan kebutuhan dunia kerja, khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi di antaranya ialah program Mulok atau PBKL yang terintegrasi dalam mata pelajaran. 6. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta perubahan kurikulum yang berlaku. 7. Agama Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka dikembangkan untuk meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama, dan memperhatikan norma agama yang berlaku di lingkungan sekolahsesuai dengan kompetensi Inti yang diharapkan. 8. Dinamika perkembangan global Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa laindengan membekali peserta didik dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan minatnya, agar mereka mampu mengembangkannya secara mandiri di dunia nyata/kehidupan sehari-hari.

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

6 9. Penerapan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan penilaian autentintik dengan mancakup domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 10. Pengembangan kegiatan ekstra kurikuler yang dapat mengembangkan potensi diri peserta didik, serta pengembangan kegiatan pramuka sebagai ekstra kurikuler wajib yang harus diikuti. 11. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka dikembangkan mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. 12. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya 13. Kesetaraan Gender Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan mendorong tumbuhkembangnya kesetaraan gender 14. Karakteristik satuan pendidikan Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi, dan ciri khas satuan pendidikan. 15. Integrasi Nilai-nilai Karakter Bangsa Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka dikembangkan dengan mengitegrasikan nilai-nilai karakter bangsa dalam dokumen dan implementasinya baik dalam pembelajaran di kelas maupun dalam kehidupan sekolah ataupun dalam lingkungan kehidupan di luar sekolah.

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

BAB II TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN

A. Tujuan Pendidikan Menengah


Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjutdengan memiliki keseimbangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang terpadu dalam kehidupan sehari-hari.

B. Visi
Terwujudnya SMA yang CANTIK dengan Lulusan yang Cerdas, Lingkungan yang Asri, Aman dan Nyaman, Warga Sekolah yang Taqwa, Inovatif, dan Kreatif dalam mempertahankan seni dan budaya lokal, serta mampu bersaing di era globalisasi melalui peningkatan penguasaan terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

C. Misi
Untuk mencapai VISI tersebut, SMA Negeri 1 Cimalaka mengembangkan misi sebagai berikut: 1. Memberdayakan tenaga pendidik dan kependidikanyang memenuhi standar yang ditetapkan. 2. Menanamkan kedisiplinan melalui budaya bersih, budaya tertib, dan budaya kerja 3. Menumbuhkan penghayatan terhadap budaya dan seni daerah sehingga menjadi salah satu sumber kearifan berperilaku dan bermasyarakat 4. Menumbuhkan inovasi dalam kehidupan sehari hari yang dapat menunjang pengembangan profesionalisme 5. Memberdayakan seluruh komponen sekolah dan mengoptimalkan sumber daya sekolah dalam mengembangkan potensi dan minat peserta didik secara optimal.

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

D. Tujuan SMA Negeri 1 Cimalaka Tujuan sekolah sebagai bagian dari tujuan pendidikan nasional adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Secara lebih rinci tujuan SMA Negeri 1 Cimalaka Kabupaten Sumedang Propinsi Jawa Barat adalah sebagai berikut :
1. menyediakan sarana prasarana pendidikan yang memadai, 2. melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien, berdasarkan semangat keunggulan lokal dan global 3. meningkatkan kinerja masing-masing komponen sekolah (Kepala sekolah, tenaga pendidik, karyawan, peserta didik, dan komite sekolah) untuk bersama-sama melaksanakan kegiatan yang inovatif sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) masing-masing; 4. meningkatkan program ekstrakurikuler dengan mewajibkan pramuka bagi seluruh warga, agar lebih efektif dan efisien sesuai dengan bakat dan minat peserta didik sebagai salah satu sarana pengembanmgan diri peserta didik; 5. mewujudkan peningkatkan kualitas lulusan yang memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang seimbang, serta meningkatkan jumlah lulusan yang melanjutkan ke perguruan tinggi; 6. menyusun dan melaksanakan tata tertib dan segala ketentuan yang mengatur operasional warga sekolah; 7. meningkatkan kualitas semua Sumber Daya Manusia baik tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik berkompetisi baik lokal maupun global yang dapat

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

A. Kerangka Dasar
1. Kelompok Mata Pelajaran Tahun Pelajaran 2013-2014 SMA pelaksana Kurikulum 2013 memiliki kewajiban 2013. Sebagai salah satu SMA pelaksana Kurikulum 2013, maka SMA Negeri 1 Cimalaka memilki struktur kurikulum untuk kedua kurikulum tersebut yang diberlakukan bagi kelas X (kurikulum 2013) dan kelas XI dan kelas XII (kurikulum 2006). Untuk itu, kelas XI dan kelas XII masih mengikutiPeraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 6 ayat (1) yang menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum terdiri atas : a. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia b. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian. c. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dn teknologi d. Kelompok mata pelajaran estetika. e. Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan. No Kelompok Mata Pelajaran Kelompok akhlak Agama dan Akhlak Mulia mata mulia Cakupan pelajaran agama dan untuk dimaksudkan untuk menyusun KTSP dan melaksanakannya dengan mencakup dua kurikulum sekaligus, yaitu kurikulum 2006 dan Kurikulum

membentuk peserta didik menjadi manusia 1 yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti atau 2 Kewarganegaraan moral sebagai mata perwujudan dari pendidikan agama. Kelompok 9 pelajaran

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

10 No Kelompok Mata Pelajaran dan Kepribadian Cakupan kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa patriotisme bela Negara, penghargaan terhadap hakhak asasi manusia, jender, social, membayar kemajemukan hidup, pada demokrasi, ketaatan pajak,dan bangsa,pelestarian kesetaraan tanggungjawab hokum,ketaatan nepotisme. Kelompok Ilmu Pengetahuan dan Teknologi mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dimaksudkan 3 untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan membudayakan Kelompok dimaksudkan dan teknologi ilmiah serta secara estetika berfikir lingkungan

sikap serta prilaku anti korupsi,kolusi, dan

kritis, kreatif dan mandiri. mata pelajaran untuk meningkatkan

sensitifitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan 4 Estetika dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi baik dalam kehidupan individual sehinga mampu
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

menikmati

dan

mensyukuri

11 No Kelompok Mata Pelajaran hidup,maupun kemasyarakatan Cakupan dalam sehingga kehidupan mampu

menciptakan kebersamaan yang harmonis. Kelompok mata pelajaran jasmani, Olah raga dan kesehatan pada SMA dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan Jasmani, Olah raga dan kesehatan sikap sportif, disiplin, kerjasama,dan hidup sehat. Budaya hidup 5 sehat termasuk kesadaran, sikap, dan prilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari prilaku seksual bebas,kecanduan narkoba,HIVatau AIDS, demam berdarah,muntaber,dan penyakit lain yang potensial mewabah. Untuk kelas X mengikuti pola dan ketentuan Kurikulum 2013, yaitu adanya kelompok mata Pelajaran Wajib A dan Wajib B, Kelompok Peminatan, dan Lintas Minat, yang semuanya mengusung ke pencapaian Standar Kompetensi Lulusan sebagai berikut: No. Domain Kompetensi Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, 1. Sikap dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam Memiliki 2. Pengetahuan menempatkan pengetahuan dan diri sebagai cerminan konseptual, dalam ilmu bangsa dalam pergaulan dunia. faktual, prosedural, metakognitif

pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

12 dan peradaban terkait penyebab serta dampak fenomena dan kejadian. Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang 3. Keterampilan efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri. Kompetensi Lulusan dapat dicapai melalui Kompetensi Inti sebagai berikut;

No.

Domain

Kompetensi Inti

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong
1. Sikap

royong,

kerjasama,

toleran,

damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia 1. Memahami,menerapkan, pengetahuan prosedural faktual, menganalisis konseptual, rasa

berdasarkan

ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,


2. Pengetahuan

teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan terkait wawasan penyebab kemanusiaan, fenomena dan kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban kejadian, serta menerapkan pengetahuan

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

13 No. Domain Kompetensi Inti

prosedural pada spesifik sesuai

bidang kajian dengan bakat

yang dan dan

minatnya untuk memecahkan masalah 2. Memahami, menganalisis menerapkan, pengetahuan faktual,

konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban dan terkait penyebab serta prosedural untuk fenomena menerapkan dengan kejadian,

pengetahuan dan

pada bidang kajian yang spesifik sesuai bakat minatnya memecahkan masalah 3. Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban dan terkait penyebab serta prosedural untuk fenomena menerapkan dengan kejadian,

pengetahuan dan

pada bidang kajian yang spesifik sesuai bakat minatnya memecahkan masalah
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

14 No. Domain Kompetensi Inti

1. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. 2. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
3. Keterampilan

pengembangan

dari

yang

dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda dan sesuai kaidah keilmuan 3. Mengolah, menalar, menyaji, mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

Kompetensi Inti tersebut dijabarkan kedalam Kompetensi Dasar yang untuk selanjutnya dirumuskan menjadi materi ajar dan mata pelajaran. 2. Prinsip Pengembangan di SMA Negeri1 Cimalaka

Pengembangan Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka mengacu kepada karakteristik Kurikulum 2013 dan prinsip pengembangan KTSP sebagai berikut: a. Karakteristik Kurikulum 2013:

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

15

1) mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik; 2) sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari di sekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagai sumber belajar; 3) mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya masyarakat; 4) memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan; 5) kompetensi dinyatakan dalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar matapelajaran; 6) kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyatakan dalam kompetensi inti; 7) kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antarmatapelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal). dalam berbagai situasi di sekolah dan

b. Prinsip Pengembangan kurikulum; 1) Berpusat pada potensi,perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.
Kurikulum di SMA Negeri 1 Cimalaka dikembangkan sesuai dengan visi, misi dan tujuan sekolah yaitu:
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

16

a) terwujudnya SMA yang CANTIK dengan Lulusan yang Cerdas, Lingkungan yang Asri, Aman dan Nyaman, Warga Sekolah yang Taqwa, Inovatif, dan Kreatif dalam mempertahankan seni dan budaya lokal, serta mampu bersaing di eralobalisasi melalui peningkatan penguasaan terhadap Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. b) Menanamkan kedisiplinan melalui budaya bersih, budaya tertib, dan budaya kerja c) Menumbuhkan penghayatan terhadap budaya dan seni daerah sehingga menjadi salah satu sumber berperilaku dan bermasyarakat d) Menumbuhkan inovasi dalam kehidupan sehari hari yang dapat menunjang pengembangan profesionalisme e) menyediakan sarana prasarana pendidikan yang memadai, f) g) melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien, berdasarkan semangat keunggulan lokal dan global meningkatkan program ekstrakurikuler agar lebih efektif dan efisien sesuai dengan bakat dan minat peserta didik sebagai salah satu sarana pengembanmgan diri peserta didik; h) mewujudkan peningkatkan kualitas dan jumlah tamatan yang melanjutkan ke perguruan tinggi; i) menyusun dan melaksanakan tata tertib dan segala ketentuan yang mengatur operasional warga sekolah
c. Beragam dan terpadu Kurikulum jenjang dikembangkan jenis dengan memperhatikan tanpa keragaman agama, karakteristik peserta didik,keunggulan lokal dan potensi daerah, serta pendidikan, membedakan suku,budaya dan adat istiadat serta status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum,muatan lokal, integrasi pendikar dan PBKL serta

kearifan

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

17 pengembangan diri secara terpadu yang disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna antarsubstansi. d. Tanggap terhadap perkembangan ilmu Pengetahuan, teknologi dan seni Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni berkembang secara dinamis. Oleh karena itu semangat dan isi kurikulum harus dapat mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan,teknologi dan seni dengan tepat. Untuk memenuhi hal tersebut maka di SMA Negeri 1 Cimalaka ditambahkan pendidikan berbasis keunggulan lokal yang terintegrasi dalam mata pelajaran yang relevan, seni dan budaya sunda serta karya tulis. e. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjalin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk didalamnya kehidupan kemasyarakat dan dunia kerja. Oleh karena itu kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan pribadi, keterampilan berfikir, keterampilan sosial,keterampilan akademik,dan keterampilan vokasional. f. Menyeluruh dan berkesinambungan Substansi kurikulum mencakup keseluruhn dimensi kompetensi, bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang tingkatan. g. Belajar Sepanjang Hayat KurikulumSMA Negeri 1 Cimalaka diarahkan kepada proses pengembangan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formar, informal dan non formal,
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

18 dengan memperhatikan kondisi dan lingkungan yang selalu

berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya dengan memperhatikan dan mengitegrasikan karakter bangsa. Oleh sebab itu di SMA Negeri 1 Cimalaka dilaksanakan program peduli lingkungan, yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai instansi terkait, diantaranya Dinas Kehutanan dan Perkebunan, BLH dan BLK. h. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu kurikulumSMA Negeri 1 Cimalaka mengacu kepada visi pendidikan nasional dan visi Kabupaten Sumedang untuk mempertahankan dan melestarikan budaya sehingga kota Sumedang menjadi Puseur Budaya, serta Visi Dinas Pendidikan kabupaten Sumedang. Khusus untuk hal tersebut SMA Negeri 1 Cimalaka melaksanakan program Seni dan Budaya Sunda. 3. Prinsip Pelaksanaan Kurikulum. Pelaksanaan kurikulum di SMA Negeri 1 Cimalaka dilaksanakan sebagai berikut : a. Didasarkan pada potensi, perkembangan, dan minat peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu,serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas,dinamis dan menyenangkan melalui kegiatan Tatap Muka (TM), Penugasan Terstruktur (PT), dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT), pengembangan diri baik melalui Bimbingan Karier (BK) maupun kegiatan ekstrakuikuler. b. Menegakkan 4 (empat) pilar belajar yaitu : Belajar untuk memahami dan menghayati . Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. Belajar untuk kehidupan bersama dan berguna bagi orang lain,dan.
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

19 Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri,melalui proses pembelajaran yang efektif, aktif, kreatif dan menyenangkan. c. Melalui bimbingan guru wali yang bekerja sama dengan guru mata pelajaran dan BP/BK secara terjadwal. Setiap guru wali memiliki maksimal 22 orang peserta didik sebagai peserta bimbingannya. d. Setiap guru mata pelajaran memiliki jadwal konsultasi mata pelajaran disesuaikan dengan minat peserta didik dan dilaksanakan dalam suasana peserta didik dan pendidik yang saling menerima dan menghargai, akrab,terbuka dan hangat, dengan prinsip Tut Wuri handayani,Ingmadya mangun karsa, Ing Ngarsa Sung Tulada. e. Menggunakan pendekatan multi strategi dan multi media, sumber belajar dan teknologi yang memadai,memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dan fasilitas internet. f. Mendayagunakan kondisi alam,sosial budaya serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal. g. Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan, keterkaitan dan kesinambungan yang cocok dan memadai antar kelas dan jenis serta jenjang pendidikan.

B. Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum SMA meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama 3 (tiga) tahun mulai kelas X sampai dengan XII. Untuk kelas X, struktur kurikulum disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Kompetensi Inti (KI) , serta Kompetensi Dasar (KD) yang sesuai untuk semua mata pelajaran, sedangkan struktur kurikulum untuk kelas XI dan kelas XII disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran. Pengorganisasian kelas pada SMA Negeri 1 Cimalaka dibagi kedalam dua kelompok, yaitu 1) kelas X yang melaksanakan kurikulum 2013 dengan peminatan Matematika dan Ilmu Alam (MIA), dan peminatan Ilmu-ilmu Sosial
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

20 (IIS), serta lintas minat yang didasarkan pada hasil pemilihan angket minat peserta didik; dan 2) Kelas XI dan XII yang melaksanakan lanjutan kurikulum 2006 denganpenjurusan yang terdiri dari 3 program yaitu program Bahasa, program Ilmu Pengetahuan Alam, dan program Ilmu Pengetahuan Sosial. 1. Kurikulum Kelas X (sepuluh)

a. Kelas X terdiri atas peminatan MIA, IIS, dan Lintas Minat yang didasarkan pada hasil angket pemilihan peminatan peserta didik, Pengembangan diri melalui kegiatan ekstra dan BP/BK, serta Kegiatan Pramuka sebagai ekstra kurikuler wajib bagi semua peserta didik kelas X.Jumlah mata pelajaran di kelas X 16 mata pelajaran yang terdiri atas 6 mata pelajaran wajib A, 4 mata pelajaran wajib B, 4 mata pelajaran peminatan, dan 2 mata pelajaran lintas minat. b. Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka Kelas X disajikan dalam tabel 1 berikut :
Tabel 1 : Mata Pelajaran Kelompok A (Wajib) 1. 2. 3. 4. 5. 6. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Sejarah Indonesia Bahasa Inggris Kelompok B (Wajib) 7. 8. 9. Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan Prakarya dan Kewirausahaan 2 3 2 2 3 2 3 2 4 4 2 2 3 2 4 4 2 2 Alokasi Waktu Smt. 1 Smt.2

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

21 10. Bahasa Sunda 2 26 2 26

Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per Minggu Kelompok C (Peminatan) Mata Pelajaran Peminatan Akademik Jumlah Jam Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu Tabel 2 : (Kelompok Mata Pelajaran Peminatan)

18 44

18 44

Kelompok mata pelajaran peminatan bertujuan (1) untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan minatnya dalam sekelompok mata pelajaran sesuai dengan minat keilmuannya di perguruan tinggi, dan (2) untuk mengembangkan minatnya terhadap suatu disiplin ilmu atau keterampilan tertentu. Struktur mata pelajaran peminatan dalam kurikulumSMA adalah sebagai berikut: Mata Pelajaran Kelompok A dan B (Wajib) C. Kelompok Peminatan Peminatan Matematika dan Ilmu-Ilmu Alam 1 I 2 3 4 Matematika Biologi Fisika Kimia 3 3 3 3 3 3 3 3 Alokasi Waktu Smt. 1 26 Smt.2 26

Peminatan Ilmu-ilmuSosial 1 II 2 3 4 Geografi Sejarah Sosiologi Ekonomi 3 3 3 3 3 3 3 3

Peminatan Ilmu-Ilmu Bahasa dan Budaya II 1 Bahasa dan Sastra Indonesia 3 3

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

22 Alokasi Waktu Smt. 1 3 3 3 6 68 44 Smt.2 3 3 3 6 68 44

Mata Pelajaran I 2 3 4 Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa dan Sastra Asing Lainnya Antropologi

Pilihan Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat Jumlah Jam Pelajaran yang Tersedia per Minggu Jumlah Jam Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu Kelompok Mata Pelajaran Lintas Minat

Di SMA Negeri 1 Cimalaka tidak dilaksanakan Pendalaman Minat tetapi Pilihan Lintas Minat. Dengan melihat kondisi riil yang ada maka pilihan mata pelajaran Lintas Minat untuk peserta di masing-masing peminatan dapat memilih dua mata pelajaran di peminatan lain dengan ketentuan sebagai berikut: Peserta didik yang memililih Peminatan MIA IIS BaBu Geografi Sosiologi Dapat memilih dua mata pelajaran diantara berikut : Ekonomi Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa dan Sastra Jepang Antropologi Biologi Fisika Kimia Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa dan Sastra Jepang Antropologi Biologi Fisika Kimia Geografi Sosiologi Ekonomi Bahasa dan Sastra Jerman 2. Struktur Kurikulum Program IPA

a. Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka Program IPA kelas XI dan Kelas XII terdiri atas 15 dan 14 Mata pelajaran, dan Pengembangan diri melalui kegiatan ekstrakurikuler dan BP/BK. b. Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka Program IPA disajikan dalam tabel 2 berikut :
Tabel 2 :
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

23 ALOKASI WAKTU Kelas XI Kelas XII Smt. Smt. Smt. Smt. 1 2 1 2

Komponen A. MATA PELAJARAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Kimia Biologi Sejarah

2 2 4 4 4 5 5 5 1 2 2 2 2

2 2 4 4 4 5 5 5 1 2 2 2 2

3 3 4 4 4 4 4 4 1 3 2 2 3

2 2 5 5 5 5 5 5 1 2 2 2 2

10. Seni Budaya 11. Pendidikan Jasmani,Olah Raga dan Kesehatan 12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Bahasa Jepang/erman B. MUATAN LOKAL a. Bahasa Sunda b. PLH C. PENGEMBANGAN DIRI JUMLAH *) Ekuivalen 2 jam pelajaran 3. Struktur Kurikulum Program IPS

2 2 2 *) 44

2 2 2 *) 44

2 *) 43

2 *) 45

a. Kurikulum SMA Negeri 1 CimalakaProgram IPS kelasXI dan kelas XIIterdiri atas 15 dan 14 Mata pelajaran, dan Pengembangan diri melalui kegiatan ekstrakurikuler dan BP/BK.

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

24

b. Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka Program IPS disajikan dalam tabel 3 berikut :
Tabel 3 : ALOKASI WAKTU Kelas XI Kelas XII Smt. Smt. Smt. Smt. 1 A. MATA PELAJARAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi 2 2 4 4 4 3 4 5 4 2 2 2 2 2 2 4 4 4 3 4 5 4 2 2 2 2 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 2 2 3 2 2 5 5 5 3 4 5 4 2 2 2 2 2 1 2

Komponen

10. Seni Budaya 11. Pendidikan Jasmani,Olah Raga dan Kesehatan 12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Bahasa Jepang/Jerman B. MUATAN LOKAL a. Bahasa Sunda b. PLH C. PENGEMBANGAN DIRI JUMLAH *) Ekuivalen 2 jam pelajaran

2 2 2 *) 44

2 2 2 *) 44

2 *) 43

2 *) 45

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

25 4. Struktur Kurikulum Program Bahasa

a. Kurikulum SMA Negeri 1 CimalakaProgram Bahasa kelas XI dan kelas XII terdiri atas 15 dan 14 Mata pelajaran, dan Pengembangan diri melalui kegiatan ekstrakurikuler dan BP/BK. b. Struktur Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka Program Bahasa disajikan dalam tabel 4 berikut :
Tabel 4 : ALOKASI WAKTU Kelas XI Kelas XII Smt. Smt. Smt. Smt. 1 2 1 2

Komponen A. MATA PELAJARAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sastra Indonesia Bahasa Asing Antropologi Sejarah

2 2 5 6 3 4 6 2 2 2 2 2 2

2 2 5 6 3 4 6 2 2 2 2 2 2

3 3 5 5 3 4 4 2 2 3 2 2 3

2 2 6 6 4 5 5 3 2 2 2 2 2

10. Seni Budaya 11. Pendidikan Jasmani,Olah Raga dan Kesehatan 12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Keterampilan B. MUATAN LOKAL a. Bahasa Sunda b. PLH C. PENGEMBANGAN DIRI

2 2 2 *)

2 2 2 *)

2 *)

2 *)

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

26 ALOKASI WAKTU Kelas XI Kelas XII Smt. Smt. Smt. Smt. 1 2 1 2 44 44 43 45

Komponen JUMLAH *) Ekuivalen 2 jam pelajaran 5. Muatan Lokal

Berdasarkan hasil analisis keunggulan daerah Kabupaten Sumedang maka jenis muatan yang dilaksanakana di SMA Negeri Cimalaka seperti terdapat dalam struktur kurikulum pada tabel di atas adalah Bahasa Sunda Bahasa, Budaya Sunda dan PLH. Strategi pelaksanaan muatan lokal tersebut adalah sebagai berikut:

a. Untuk Bahasa Sunda dan PLH adalah muatan lokal titipan Provinsi yang harus dilaksanakan di setiap sekolah di Propinsi Jawa Barat dengan SK/KD sudah dibuat di propinsi, khusus untuk kelas X menjadi mata pelajaran wajib B. b. Untuk Budaya Sunda dilaksanakan dalam pertemuan tatap muka yang diberikan untuk kelas XI dan XII Program Bahasa sebanyak 2 jam perminggu, dengan SK/KD dikembangkan secara mandiri.
6. Pengembangan diri Pengembangan diri bukan merupakan suatu pelajaran yang harus diasuh oleh tenaga pendidik. kepada Pengembangan didik diri bertujuan memberi dan kesempatan peserta untuk mengembangkan

mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat dan minat setiap peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat dan minat setiap peserta didik yangs sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, tenaga pendidik atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan yang dilaksanakan adalah:

Pramuka, yang menjadi ekstrakurikuler wajib bagi kelas X

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

27

Olah Raga, diantaranya : Volley Ball, Basket, Sepak Bola, Futsal, Karate, Pencak Silat Kesenian Karya tulis ilmiah PA (Pencinta Alam) Paskibra PMR Majalah Dinding Pendalaman Agama Islam Keputrian

7. Alokasi waktu Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit. 8. Minggu efektif Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (2 semester) untuk tahunpelajaran 2013-2014 adalah 37 minggu efektif.

C. Muatan Kurikulum Muatan Kurikulum SMANegeri 1 Cimalaka untuk kelas X meliputi Kompetensi Inti dan sejumlah Kompetensi Dasar yang dirumuskan dalam mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar peserta didik. Untuk kelas XI dan Kelas XII, muatan kurikulum tersebut merupakan mata yang harus ditempuh oleh peserta didik pada setiap jenjang kelas. Muatan lokal dan

pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.


1. Mata Pelajaran

Mata pelajaran beserta alokasi waktu kelas X untuk tahun pelajaran 2013-2014 menacu kepada silabus, sesuai Permendikbud
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

28

Nomor 69 tahun 2013, sedangkan untuk kelas XI dan kelas XII mata pelajaran serta alokasi waktu tertera pada struktur kurikulum yang tercantum pada Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 tentang standar isi.
2. Muatan Lokal

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan potensi daerah termasuk keunggulan daerah. Khusus di wilayah Jawa Baratmuatan lokal diisi dengan Bahasa Sunda.
3. Kegiatan Pengembangan diri

Pengembangan diri bukan mata pelajaran yang harus diasuh oleh tenaga pendidik. Pengembangan diri bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan,bakat,minat setiap peserta didik yang disesuaikan dengan kondisi sekolah. Khusus di SMANegeri1 Cimalaka, pengembangan diri meliputi 2 kegiatan yaitu :
a. Pembentukan karakter Peserta didik Pembentukan karakter peserta didik melalui pembiasaan dan lingkungan guna mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa yang dilakukan melalui kegiatan rutin,kegiatan spontan,kegiatan terprogram, dan kegiatan keteladanan.SMA Negeri 1 Cimalaka telah memulai kegiatan pembentukan karakter ini dengan pembiasaan membaca surat/Ayat Al Quran pada jam pertama setiap harinya. b. Pengembangan potensi dan pengekspresian diri Pengembangan potensi dan pengekspresian diri di SMA Negeri 1 Cimalaka melalui bidang seni, Olah Raga, Keterampilan, Kelompok Pencinta Mata Pelajaran dan karya tulis. 4. Pengaturan Beban Belajar. a. Di SMA Negeri1 Cimalaka ,beban belajar menggunakan sistem Paket. Khusus untuk kelas X, paket tesebut adalah sebagai berikut:
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

29

1) Peminatan Matematika dan Ilmu Alam


Mata Pelajaran Kelompok A (Wajib) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Sejarah Indonesia Bahasa Inggris Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan Prakarya dan Kewirausahaan 3 2 4 4 2 2 2 3 2 2 3 2 4 4 2 2 2 3 2 2 Alokasi Waktu Smt. 1 Smt.2

Kelompok B (Wajib)

10. Bahasa Sunda Kelompok C (Peminatan) 11. Matematika 12. Biologi 13. Fisika 14. Kimia Kelompok D (Lintas Minat) Dua mata pelajaran yang ada di 15. Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial atau Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya Jumlah Jam Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu

3 3 3 3

3 3 3 3

6 44

6 44

2) Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial


Mata Pelajaran
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

Alokasi Waktu Smt. 1 Smt.2

30 Alokasi Waktu Smt. 1 Smt.2 3 2 4 4 2 2 2 3 2 2 3 2 4 4 2 2 2 3 2 2

Mata Pelajaran Kelompok A (Wajib) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Sejarah Indonesia Bahasa Inggris Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan Prakarya dan Kewirausahaan

Kelompok B (Wajib)

10. Bahasa Sunda Kelompok C (Peminatan) 11. Geografi 12. Sejarah 13. Sosiologi 14. Ekonomi Kelompok D (Lintas Minat) 15. Dua mata pelajaran yang ada di Peminatan Matematika dan Ilmu Alam atau Peminatan Ilmu Bahasa dan Budaya Jumlah Jam Pelajaran yang Harus Ditempuh per Minggu

3 3 3 3

3 3 3 3

44

44

b. Alokasi waktu untuk Penugasan Terstruktur (PT) dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) maksimal 60 % dari waktu kegiatan tatap muka per minggu mata pelajaran yang bersangkutan.
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

31 c. Alokasi waktu untuk tatap muka setiap jam pelajaran 45 menit. d. Jumlah jam pelajaran perminggu adalah sebagai berikut:

1) Kelas X : 44 jam pelajaran; 2) Kelas XI : 44 Jam pelajaran, ada penambahan 3 jam pelajaran pada mata pelajaran ciri khas program; 3) Kelas XII semester 1 adalah 43 jam pelajaran ada penambahan masing-masing 1 jam pelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama, PKn, Seni Budaya dan Bahasa Asing/Keterampilan.
Sedangkan untuk semester 2 adalah 45 jam pelajaran ada penambahan masing-masing 1 jam pelajaran pada mata pelajaran yang diujinasionalkan pada setiap program. 5. Kriteria Ketuntasan Minimal Ketuntasan minimal ditentukan oleh masing-masing Guru Mata Pelajaran dengan berpedoman kepada nilai input atau rata-rata nilai terakhir yang diperoleh peserta didik pada setiap jenjang kelas. Setiap guru mata pelajaran di SMA Negeri 1 Cimalaka meningkatkan kriteria ketuntasan minimal secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal. Ketuntasan minimal di SMA Negeri 1 Cimalaka diserahkan kepada guru mata pelajaran dan dilaporkan kepada pihak yang terkait. a. Kelas X Kriteri ketuntasan minimal untuk kelas X di SMA Negeri 1 Cimalaka mempertimbangkan karakteristik Kompetensi Dasar, daya dukung dan karakteristik peserta didik dengan memperhatikan nilai raport, SKHUN, dan rekomendasi dari sekolah asal, maka untuk tahun pelajaran 2013-2014 diputuskan bahwa KKM untuk semua mata pelajaran Wajib A, Wajib B, Peminatan, dan Lintas Minat adalah 75% atau sama dengan 3 (tiga). b. Kelas XI dan XII

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

32 Untuk Kelas XI dan XII dengan memperhatikan Kompleksitas materi, Daya dukung, dan Intak peserta didik, maka KKM setiap mata pelajaran adalah sebagai berikut;

1) Program Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)


Kriteria Ketuntasan Minimal Kelas XI Kelas XII Smt. Smt. Smt. Smt. 1 2 1 2 85 85 85 78 78 78 78 80 80 80 85 85 78 85 85 85 78 78 78 78 80 80 80 85 85 78 85 85 85 80 80 80 80 85 85 85 85 85 80 85 85 85 80 80 80 80 85 85 85 85 85 80

Mata Pelajaran A. Mata Pelajaran

1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan


Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia

4. Bahasa Inggris 5. Matematika 6. Fisika 7. Kimia 8. Biologi 9. Sejarah 10. Seni Budaya 11. Pendidikan Jasmani,
Olahraga dan Kesehatan 12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Bahasa Asing B. Muatan Lokal Bahasa Sunda PLH

85 80

85 80

85

85

2) Program Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)


Kriteria Ketuntasan Minimal Kelas XI Kelas XII Smt. Smt. Smt. Smt. 1 2 1 2

Mata Pelajaran A. Mata Pelajaran


Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

33 Kriteria Ketuntasan Minimal Kelas XI Kelas XII Smt. Smt. Smt. Smt. 1 2 1 2 85 85 85 78 78 80 80 80 80 80 85 85 78 85 85 85 78 78 80 80 80 80 80 85 85 78 85 85 85 80 80 85 85 85 85 85 85 85 80 85 85 85 80 80 85 85 85 85 85 85 85 80

Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4. Bahasa Inggris 5. Matematika 6. Sejarah 7. Geografi 8. Ekonomi 9. Sosiologi 10. Seni Budaya 11. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Bahasa Asing B. Muatan Lokal Bahasa Sunda PLH

85 80

85 80

85

85

3) Program Bahasa
Kriteria ketuntasan minimal Kelas XI Kelas XII Smt. 1 A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

Mata Pelajaran

Smt. 2 85 85

Smt. 1 85 85

Smt. 2
85 85

85 85

34 Kriteria ketuntasan minimal Kelas XI Kelas XII Smt. 1 3. Bahasa Indonesia 4. Bahasa Inggris 5. Matematika 6. Sastra Indonesia 7. Bahasa Asing 8. Antropologi 9. Sejarah 10. Seni Budaya 11. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Budaya Sunda B. Muatan Lokal Bahasa Sunda PLH 6. Penilaian 85 80 85 80 85 85 85 78 78 85 78 80 80 80 85 85 78 Smt. 2 85 78 78 85 78 80 80 80 85 85 78 Smt. 1 85 80 80 85 80 85 85 85 85 85 80

Mata Pelajaran

Smt. 2
85 80 80 85 80 85 85 85 85 85 80

a. Kelas X
Berdasarkan Permendikbud RI Nomor 66 tahun 2013 Penilaian hasil belajar dilakukan dalam bentuk penilaian otentik, penilaian diri, penilaian projek, ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, ujian mutu tingkat kompetensi, ujian sekolah, dan ujian nasional.

1) Penilaian

otentik

dilakukan

oleh

guru

secara

berkelanjutan. 2) Penilaian diri dilakukan oleh peserta didik untuk tiap kali sebelum ulangan harian.

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

35

3) Penilaian projek dilakukan oleh pendidik untuk tiap akhir bab atau tema pelajaran. 4) Ulangan harian dilakukan oleh pendidik terintegrasi dengan proses pembelajaran dalam bentuk ulangan atau penugasan. 5) Ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester, dilakukanoleh pendidikan. 6) Ujian tingkat kompetensi dilakukan oleh satuan pendidikan padaakhir kelas XI, dengan menggunakan kisi-kisi yangdisusun oleh Pemerintah. Ujian tingkat kompetensi pada akhir kelas kelas XII dilakukan melalui UN. 7) Ujian Mutu Tingkat Kompetensi dilakukan dengan metode survey oleh Pemerintah pada akhir kelas dan kelas XI. 8) Ujian sekolah dilakukan oleh satuan pendidikan sesuai denganperaturan perundang-undangan 9) Ujian Nasional dilakukan oleh Pemerintah sesuai dengan peraturanperundang-undangan.
Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut:

pendidik

di

bawah

koordinasi

satuan

1) Penilaian kompetensi sikap


Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui:

a) observasi, b) penilaian diri (self assessment), c) penilaian teman sejawat (peer assessment) oleh peserta didik d) Jurnal.
Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik adalah lembar pengamatan berupa daftar cek (checklist) atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik.
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

36 Nilai sikap dikualifikasikan menjadi predikat sebagai berikut:

SB B C K

= = = =

Sangat Baik = Baik Cukup Kurang = = =

80 - 100 70 - 79 60 - 69 < 60

Nilai kompetensi sikap pada LHB didapat dari rata-rata nilai observasi, nilai diri sendiri, nilai antar teman dan nilaijurnal Contoh: Seorang peserta didik dalam mata pelajaran Agama dan Budi Pekerti memperoleh: Nilai Observasi = 85, Nilai diri sendiri = 75, Nilai antarteman = 80, Nilai Jurnal = 75 Nilai Sikap (dibulatkan) Kualifikasi
Deskripsi:

= (85+75+80+75) : 4 = 315 : 4 = 79 = Baik (B)


Sikapnya baik, berpakaian sesuai dengan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari, menunjukkan sikap jujur dan hormat kepada guru, namun kontrol dirinya perlu ditingkatkan.

2) Penilaian kompetensi pengetahuan Penilaian Pengetahuan dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran (Pendidik) melalui: a) Tes tulis b) Tes lisan c) Penugasan Penilaian Pengetahuan terdiri atas: Nilai Proses (Nilai Harian) = NH, Nilai Ulangan Tengah Semester = UTS, dan Nilai Ulangan Akhir Semester = UAS. a) Nilai Harian diperoleh dari hasil Tes Tulis, Tes Lisan, dan Penugasan yang dilaksanakan pada setiap akhir pembelajaran satu Kompetensi Dasar (KD).
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

37

b) Penghitungan nilai Pengetahuan diperoleh dari rerata NH, UTS, dan UAS. c) Penilaian LHB untuk pengetahuanmenggunakan penilaian kuantitatif dengan skala 1 4 (kelipatan 0,33), dengan 2 (dua) desimal dan diberi predikat sebagai berikut: A A: 3,67 4.00 : 3,34 - 3,66 C+ : 2,01 - 2,33 C C: 1,67 - 2,00 : 1,34 - 1,66

B+ : 3,01 - 3,33 B B:2,67 - 3,00 : 2,34 - 2,66

D+: 1,01 - 1,33 D: < 1,00

d) Penghitungan Nilai Pengetahuan adalah dengan cara: NH, UTS, dan UAS menggunakan skala nilai 0 sd 100 Nilai rapor merupakan hasil konversi dari rerata NH, UTS, dan UAS, dengan perhitungan sebagai berikut (rerata NH, UTS, dan UAS /100) x 4 Contoh: Seorang Peserta didik memperoleh nilai pengetahuan pada Mata Pelajaran Agama dan Budi Pekerti sebagai berikut: NH = 80, UTS = 75, UAS = 85 Nilai rerata NH, UTS, dan UAS = (80 + 75 + 85) : 3 = 240 : 3 = 80 Nilai Konversi = (80 : 100) x 4 = 3,20 ; Predikat B+ Nilai pengetahuan yang ditulis pada LHB adalah nilai koversi (3,20) dan predikatnya (B+). 3) Penilaian kompetensi keterampilan a) Penilaian kompetensi keterampilan dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran (Pendidik)melalui:
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

38

Tes praktik Projek Portofolio NilaiPraktik, Nilai Projek, Nilai Portofolio

b) Penilaian kompetensi keterampilan terdiri atas:

c) Penilaian Keterampilan dilakukan pada setiap akhir menyelesaikan satu KD. d) Penghitungan nilai keterampilan diperoleh dari ratarata Penilaian Praktik, Penilaian Projek dan Penilaian Portofolio. e) Pengolahan Nilai Rapor (LHB) untuk Keterampilanmenggunakan penilaian kuantitatif

dengan skala 1 - 4 (kelipatan 0,33), dengan 2 (dua) desimal dan diberi predikat sebagai berikut: A : A- : B+ : B : B- : 3,67 4.00 3,34 - 3,66 3,01 - 3,33 2,67 - 3,00 2,34 - 2,66
C+ : 2,01 - 2,33 C : 1,67 - 2,00

C- : 1,34 - 1,66 D+ : 1,01 - 1,33 D : 1,00

f) Penghitungan Nilai Keterampilan adalah dengan cara: Nilai praktik, projek, dan portofolio menggunakan skala nilai 0 sd 100. Nilai rapor merupakan hasil konversi dari rerata nilai praktik (NPr), projek (NPj), dan portofolio (NPo)

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

39

dengan perhitungan sebagai berikut (rerata NPr, NPj, dan NPo /100) x 4 Contoh: Seorang peserta didik memperoleh nilai keterampilan pada Mata Pelajaran Agama dan Budi Pekerti sebagai berikut: Nilai Praktik (NPr) = 80; Nilai Projek (NPj) = 75; Nilai Portofolio (NPo) = 80 Rerata NPr, NPj, NPo = 80 + 75 + 80 : 3 = 235 : 3 = 78,33 Nilai Konversi = (78,33/100) x 4 = 3,13; Predikat B+ Nilai keterampilan yang ditulis pada LHB adalah nilai koversi (3,13) dan predikatnya (B+).
b. Kelas XI dan XII Penilaian dilakukan secara menyeluruh, yaitu mencakup semua aspek kompetensi yang meliputi kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif dan dilakukan oleh semua guru. 1) Kemampuan kognitif dilaksanakan melalui:

Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester (UTS) dan Ulangan Akhir Semester (UAS)
Hasil ulangan (ulangan harian/UTS/UAS) dibagikan kepada peserta didik untuk ditandatangani oleh orang tua dan dikumpulkan oleh guru mata pelajaran menjadi portofolio nilai ulangan peserta didik yang akan menjadi perimbangan dalam kenaikan, penjurusan dan kelulusan peserta didik.

Tugas Terstruktur (PT) Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) Semua guru diwajibkan memiliki program remedial yang dibuat awal tahun yang berisi tentang aturan bagi peserta didik yang harus mengikuti remedial. Setelah
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

40

melaksanakan remedial (apabila ada) guru membuat laporan yang beirisi tentang siapa yang diremedial, kapan diremedial dan bentuk remedialnya.
2) Kemampuan afektif dan psikomotor penilaiannyadiintegrasikan ke dalam penilaian kognitif dan praktik serta penilaiannya diserahkan ke guru masing-masing serta hasil akhir penilaian disesuaikan dengan dominasi ranah. 3) Penilaian Kelompok Mata Pelajaran Penilaian akhir hasil belajar peserta didik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan, dan kelompok mata pelajaran estetika selain oleh guru mata pelajaran masing-masing, juga dipertimbangkan dan dimusyawarahkan dengan semua guru yang dilaksanakan melalui rapat guru dengan mengacu kepada ketentuan yang berlaku. 7. Kenaikan Kelas dan kelulusan. a. Kenaikan kelas 1) Dilaksanakan pada setiap akhir Tahun Pelajaran. 2) Kehadiran tatap muka pada setiap mata pelajaran minimal 90% diperhitungkan dari tatap muka tanpa memperhitungkan ketidakhadiran karena sakit atau alasan tertentu sesuai dengan peraturan yang berlaku. 3) Khusus untuk Kelas X, peserta didik harus mencapai KKM untuk Kompetensi Sikap, Pengetahuan, dan Keterampilan sesuai ketentuan penilaian yang berlaku. 4) Sikap, prilaku, budi pekerti peserta didik antara lain : Tidak terlibat narkoba, perkelahian/tawuran dan tidak melawan tenaga pendidik/tenaga kependidikan secara fisik atau non fisik. Tidak terlibat tindak kriminal

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

41 5) Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas, apabila yang bersangkutan tidak mencapai ketuntasan belajar minimal, lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran dan memiliki kepribadian yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 6) Peserta didikdinyatakan tidak naik, apabila:

a) memiliki nilai tidak tuntas pada mata pelajaran ciri khas program studi untuk kelas XI, dan mata pelajaran peminatan untuk kelas X. b) memiliki nilai tidak tuntas lebih dari (tiga) mata pelajaran yang bukan ciri khas program studi untuk kelas XI, atau mata pelajaran di peminatan untuk kelas X.
Sebagai contoh : Program studi Ilmu Alam atau Peminatan Matematika dan Ilmu Alam, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi Program studi Ilmu Sosial atau Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Sejarah, Geografi, Ekonomi, dan Sosiologi. Program Studi Bahasa tidak boleh memiliki nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Bahasa dan Satra Indonesia, Bahasa dan Sastra Inggris, Bahasa Asing lainnya dan Antropologi. Maksimal memiliki 3 nilai yang belum tuntas pada mata pelajaran yang bukan khas jurusan. b. Kelulusan Untuk tahun pelajaran 2013-2014, kelas XII masih menggunakan kurikulum 2006, maka sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Pasal 72 ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah :

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

42 1) menyelesaikan seluruh program pembelajaran yaitu memiliki nilai Laporan Hasil Belajar Peserta Didik (LHBPD) dari mulai semester 1 kelas X sampai dengan semester 6 kelas XII. 2) memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan. Kriteria nilai baik yang dimaksud adalah sebagai berikut:

a) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia: 80 - 100 70 - 79 60 - 69 < 60 = Sangat Baik (SB) = Baik (B) = Cukup (C) = Kurang (D)

Dengan indikator penilaian/pengamatan: (1) Kerajinan melaksanakan ibadah ; (2) Kerajinan mengikuti kegiatan keagamaan ; (3) Jujur dalam perkataan dan perbuatan ; (4) Mematuhi aturan sekolah ; (5) Hormat terhadap pendidik ; (6) Ketertiban ketika mengikuti pelajaran di kelas atau di tempat lain b) Kelompok
80 - 100 70 - 79 60 - 69 < 60

mata

pelajaran

kewarganegaraan

dan

kepribadian:
= Sangat Baik (SB) = Baik (B) = Cukup (C) = Kurang (D)

Dengan indikator penilaian/pengamatan: (1) Menunjukkan kemauan belajar ; (2) Ulet tidak mudah menyerah ; (3) Mematuhi aturan sosial ;
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

43

(4) Tidak mudah dipengaruhi hal yang negatif ; (5) Berani bertanya dan menyampaikan pendapat ; (6) Kerjasama dengan teman dalam hal yang positif ; (7) Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler satuan pendidikan. c) Kelompok mata pelajaran estetika:
80 - 100 70 - 79 60 - 69 < 60 = Sangat Baik (SB) = Baik (B) = Cukup (C) = Kurang (D)

Dengan indikator penilaian/pengamatan: (1) Apreasiasi Seni : (a) Seni Suara (b) Seni Lukis (c) Seni Rupa (2) Kreasi Seni : (a) Seni Suara (b) Seni Lukis (c) Seni Rupa d) Kelompok mata pelajaran Jasmani, Olahraga dan Kesehatan:
80 - 100 70 - 79 60 - 69 < 60 = Sangat Baik (SB) = Baik (B) = Cukup (C) = Kurang (D)

Dengan indikator penilaian/pengamatan: (1) Aktifitas dalam kegiatan Olah raga di satuan pendidikan ; (2) Kebiasaan hidup sehat dan bersih (3) Tidak merokok (4) Tidak menggunakan Narkoba
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

44

(5) Disiplin waktu (6) Keterampilan melakukan gerak olah raga


3) Lulus Ujian Sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dengan ketentuan sebagai berikut:

a) Apabila Nilai Ujian Sekolah (US) paling rendah sama dengan KKM semester 6 (enam) untuk masing-masing mata pelajaran; b) Rata-rata Nilai Sekolah (NS) untuk semua mata pelajaran yang diujikan paling rendah sama dengan rata-rata KKM semester 3 sampai dengan 6.
4) Lulus UJIAN NASIONAL. 5) Target kelulusan untuk tahun pelajaran 2013-2014 adalah 100% 6) Untuk mencapai kelulusan 100%, maka sekolah menyusun program-program baik akademik dan non akademik yang terangkum dalam program pengembangan diri dan ektrakurikuler, progran pendidikan karakter bangsa, dan program peningkatan penampilan, pelayanan dan prestasi sekolah. 8. Peminatan dan Lintas Minat a. Waktu Peminatan dan Lintas Minat untuk Kelas X kurikulum 2013: 1) Pemetaan dan pendataan peminatan dan linats minat dilaksanakan pada saat pendaftaran peserta didik baru melalui penelusuran minat, bakat, dan potensi peserta didik, dengan memperhatikan nilai raport, SKHUN, dan rekomendasi dari sekolah asal (SMP/MTs.) 2) 3) Jumlah Peserta Didik untuk setiap rombongan belajar minimal 20 orang dan maksimal 36 orang; Pelaksanaan peminatan dan lintas minat mulai di semester 1.

b. Berdasarkan hasil analisis pendidik, tenaga kependidikan, dan sarana-prasarana yang tersedia di SMA Negeri 1 Cimalaka, ditentukan peminatan yang dilaksanakan hanya Peminatan Matematika dan Ilmu Alam (MIA), dan Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial (IIS) dengan jumlah masing-masing rombongan belajar yaitu 7 (tujuh) untuk MIA dan 3 untuk IIS.
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

45

c. Lintas minat disediakan dengan masing-masing peserta didik memilih dua mata pelajaran yang ditawarkan (lihat struktur kurikulum) melalui angket yang dibagikan pada saat mendaftar. (angket terlampir)
d. Penentuan Peminatan Kelas X

1) Pengolahan nilai raport, dan SKHUN: Untuk peminatan MIA yang diutamakan adalah nilai mata pelajarana Matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia, dan untuk peminatan IIS diutamakan nilai mata pelajaran Matematika, IPS, dan Bahasa Indonesia. 2) Pertimbangan minat melalui angket peserta didik yang disetujui oleh orang tua (angket terlampir) 3) Rekomendasi dari sekolah asal (SMP/MTs) 4) Bagi peserta didik yang ragu, atau tidak memi lih baik peminatan orang tua.
9. Pendidikan Kecakapan Hidup a. Prinsip Umum Implementasi Kecakapan Hidup Implementasi Pendidikan kecakapan hidup dalam proses pembelajaran dapat dilakukan secara integral. Hal tersebut dapat dilakkukan karena pembekalan kecakapan hidup merupakan pesan Pendidikan atau hidden curriculum yang keberhasilannya sangat tergantung pada cara penyampaian bukan pada materi pesannya. Untuk seluruh peserta didik, secara Umum prinsip implemetasi konsep kecakapan hidup mencakup tiga domain, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan praktis dengan fokus; 1) Menekankan pada pola pembelajaran yang mengarahkan kepada prinsip learning to think, learning to do, learning to be, learning to live together

ataupun

lintas

minat,

maka

dilakukan

wawancara dengan guru BP/BK dan hasilnya disetujui oleh

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

46 2) Menggunakan pendekatan pembelajaran yang fleksibel (flexible learning), learning). 3) Pola pendekatan diarahkan kepada proses pembiasan, 4) Perancanangan vocasional skill. 5) Perancangan strategi pembelajaran diarahkan pada prinsip cara belajar peserta didik aktif yaitu peserta didik sebagai subyek bukan obyek. 6) Menerapkan penggunaan multi metode dalam pembelajaran. 7) Peran Guru lebih sebagai perancang dan fasilitator untuk terjadi proses belajar, bukan pada terjadinya proses mengajar. b. Model Pembelajaran Kecakapan Hidup dalam Proses Pembelajaran. Model pembelajaran yang mampu mengembangkan potensi kecakapan hidup yang dimiliki peserta didik yang mencakup domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dirancang melalui penggunaan variasi metode mengajar, antara lain: 1) Metode kerja kelompok dapat digunakan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan bersosialisasi dan berinteraksi antar sesamapeserta didik, menghargai kelebihan dan kekurangan masing-masing anggota tim, kemampuan bekerja dalam tim, dan lain-lain. 2) Metode kasus dapat digunakan untuk menganalisis dan memecahkan persoalan yang terjadi di lingkungan peserta didik. Pemilihan kasus dapat diserahkan kepada peserta didik agar peserta didik lebih peka untuk mengidentifikasi dan menganalisa permasalahan yang terjadi. 3) Metode Eksperimen dapat digunakan untuk melatih kemampuan peserta didik dalam menganalisis sesuatu, menghubungkan sebab akibat, mencari jalan keluar dari permasalahan yang ada, berfikir berdasarkan fakta yang ada dan didukung dengan landasan teori yang telah ditanamkam atau diberikan melalui
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

dan

pembelajaran

yang

menyenangkan

(enjoy

pembelajaran

mengacu

pada

keterpaduan

penguasaan personal skill, social skill, academic skill, dan

47 ceramah/tanya jawab. Peserta didik diberi keleluasaan untuk melakukan percobaan yang berbeda antar yang satu dengan yang lainnya. Melaui kegiatan ini diharapkan kecakapan akademik dan berfikir peserta didik terlatih dan berkembang sesuai potensi peserta didik. 4) Pemberian tugas dalam bentuk laporan disertai dengan presentasi didepan kelas. Metode ini digunakan untuk mengasah kemampuan peserta didik dalam menuangkan pokok-pokok pikiran atau ide-ide yang berbentuk tulisan sekaligus mengkomunikasikan secara lisan. Dari kegiatan ini,peserta didik berlatih bagaimana berkomunikasi lisan dan tulisan, mengeluarkan ide-ide atau gagasan, mendengarkan dan menghargai perbedaan pendapat dari orang lain, mengelola emosi, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan dirinya dan orang lain. 5) Debat grup, dapat digunakan untuk melatih kemampuan berkomunikasi, mengeluarkan pendapat, menghargai pendapat orang, tidak memaksakan kehendak pribadi, tidak emosional dalam diskusi, dan menghargai adanya perbedaan sudut pandang. 6) Pelaksanaa penyusunan karya tulis untuk kelas XII yang diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik untuk melanjutkan pendidikannya di Perguruan Tinggi (PT).

10. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global, serta Pendidikan Karakter
SMA Negeri 1 Cimalaka mengintegrasikan PBKL dalam mata pelajaran yang relevan dengan terlebih dahulu menganalisis potensi keunggulan lokal dan kesiapan sekolah. Integrasi PBKL dilakukan pada mata pelajaran Seni Budaya, Sejarah, dan Geografi. Untuk Pendidikan karakter bangsa di SMA Negeri 1 Cimalaka diintegrasikan pada semua mata pelajaran dengan nilai-nilai karakter yang relevan dengan masing-masing mata pelajaran tersebut, serta

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

48 menerapkan keteladan yang dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

BAB IV KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun efektif, efektif fakultatif dan hari libur. Kalender pendidikan disusun dan disesuikan setiap tahun oleh sekolah untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran. Pengaturan waktu belajar mengacu kepada Standar Isi dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah. Pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran adalah sebagi berikut:

A. Permulaan Tahun Pelajaran


Untuk kelas X hari-hari pertama masuk sekolah berlangsung lebih awal selama 3 (tiga) hari untuk melaksanakan Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD), yaitu mulai tanggal 2 sampai dengan 4 Juli 2013. Sedangkan permulaan tahun pembelajaranefektif untuk semua kelas dimulai pada hari Senin tanggal 15 Juli 2013.

B. Waktu Belajar
Waktu belajar menggunakan sistem semester yang membagi 1 tahun pelajaran menjadi semester 1 (satu) dan semester 2 (dua) dengan waktu pembelajaran sebagai berikut: HARI Senin Selasa Rabu Kamis Jumat WAKTU BELAJAR 07.00 14.30 07.00 13.30 07.00 13.30 07.00 13.30 07.00 11.45

Sabtu 07.00 12.00 Sesuai dengan keadaan dan kebutuhan sekolah, waktu pembelajaran efektif belajar sebagai berikut:
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

49

50 Bulan Jumlah Minggu Minggu Efekti Keterangan Libur Akhir Tahun Pelajaran, pelaksanaan MOPD, dan Libur Awal Ramadhan Libur Idul Fitri

Juli 2013

Agustus 2013 September 2013 Oktober 2013 November 2013 Desember 2013 Januari 2014 Pebruari 2014 Maret 2014 April 2014 Mei 2014 Juni 2014 Jumlah

5 4 5 4 4 5 4 4 4 5 4 52

3 4 5 4 0 4 4 3 3 5 0 37

Ulangan Akhir Semester, Pengisian LHB dan Libur Akhir Semester Libur Akhir Semester Perkiraan Ujian Sekolah Utama Perkiraan Ujian Nasional Utama Ulangan Kenaikan Kelas dan Libur Akhir Semester

C. Libur Sekolah
Hari libur sekolah adalah hari yang ditetapkan oleh sekolah, pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten untuk tidak diadakan proses pembelajaran di sekolah. Penentuan hari libur memperhatikan ketentuan berikut ini.: 1. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan. 2. Peraturan Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten dalam hal penentuan hari libur umum/nasional atau penetapan hari libur serentak untuk setiap jenjang dan jenis Pendidikan.

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

51 Hari libur yang ditentukan oleh Pemerintah Daerah:

Libur Semester 1: 23 Dersember 2013 3 Januari 2014 Libur Semester 2: 23 Juni 2014 12 Juli 2014 Tahun Baru Idul Fitri dan Cuti Bersama Idul Adha Tahun Baru Imlek Tahun Baru Hijriah Hari Raya Nyepi Maulid Nabi Muhammad saw. Tahun Baru Imlek Wafat Isa Al masih Hari Raya Waisak Kenaikan Isa Al Masih Hari Kemerdekaan RI Isra Miraj Nabi Muhammad saw. Hari Raya Natal

Hari libur yang ditentukan oleh Peraturan Pemerintah Pusat antara lain:

D. Rencana Kegiatan
Rencana kegiatan sekolah tahun pelajaran 2013-2014 adalah sebagaimana tertera pada tabel berikut ini. RENCANA KEGIATAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2013-2014 NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. JENIS KEGIATAN Penerimaan Peserta didik Baru Daftar Ulang Peserta Didik Baru Pembuatan jadwal pembelajaran Pembagian Kelas X Masa Orientasi Peserta Didik(MOPD) Pembagian Kelas X Pembagian Kelas XI PELAKSANAAN 7 15 Juni 2013 24 29 Juni 2013 1 13 Juli 2013 5 Juli 2013 2 4 Juli 2013 5 Juli 2013 9 13 Juli 2013 KET.

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

52 8. 9. Rapat Pleno Komite (OT Peserta didik) Rapat Persiapan KBM Semester I 13 Juli 2013 13 Juli 2013 15 Juli 2013 Minggu ke 2 Juli 2013 Setiap hari Senin Minggu Ketiga Setiap hari Senin Minggu Kedua Setiap hari Senin Minggu Pertama Setiap hari Senin Minggu Keempat 17 Agustus 2013 Setiap hari efektif belajar 26 Juli 1 Agustus 2013 2 15 Agustus 2013 Oktober 2013 November 2013 20 Desember 2013 21 Desember 2013 23 Des. 2013 3 Januari 2014 5 Januari 2014 Januari 2014 1X1 Bulan 1X1 Bulan 1X1 Bulan 1X1 Bulan Upacara Di luar jam PBM

10. Hari pertama tahun pelajaran 20132014 11. Menyusun program penialaian, remedial, dan pengayaan 12. Rapat Koordinasi TU

13. Rapat Kordinasi Wali Peserta Didik

14. Rapat Kordinasi Pembina OSIS

15. Rapat Koordinasi Staf & wakil

16. Peringatan Kemerdekaan RI 17. Remedial/Pengayaan

18. Pesantren Kilat 19. Libur Idul Fitri 20. Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) 21. Pemilihan Ketua OSIS Periode 2014/2015 22. Rapat Evaluasi Smt. 1 & Persiapan Smt.2

23. Pembagian LHBPD 24. Libur Semester 1 25. Hari pertama semester 2 26. Rapat Pembentukan Panitia US/UN

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

53 27. Pemantapan Kelas XII 28. TO Ujian Sekolah 29. Ujian Praktik 30. Ujian Sekolah 31. TO Ujian Nasional 32. Ujian Nasional 33. Rapat Kelulusan 34. Pelepasan Peserta Didik kelas XII 35. Rapat Kenaikan Kelas + Evaluasi Tahun Pelajaran 2013-2014 Januari April 2014 Jan., Feb., 2014 Maret 2014 Maret 2014 Feb., Maret2014 April 2014 Mei 2014 Juni 2014 19 Juni 2014 21 Juni 2014

36. Pembagian LHB

E. Pengembangan Silabus dan RPP


1. Pengembangan silabus (Kelas XI dan XII) di SMA Negeri 1 Cimalaka tahun pelajaran 2013-2014 merupakan pengembangan dan revisi dari silabus tahun yang lalu melalui penugasan yang diselenggarakan pada bulan Mei 2013. 2. Silabus setiap mata pelajaran disusun berdasarkan kalender Pendidikan satuan Pendidikan SMA Negeri 1 Cimalaka, yakni 18 minggu efektif di semester 1 dan 19 minggu efektif di semester 2. 3. Implementasi pembelajaran untuk setiap mata pelajaran berdasarkan pada struktur kurikulum yang tersedia di Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 tahun 2006 tentang standar isi (Kelas XI dan XII) dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (Kelas X) 4. Pengaturan alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran di dalam silabus, disesuaikan dengan standar kompetensi dasar tiap mata pelajaran berdasarkan alokasi waktu yang tersedia, berdasarkan struktur kurikulum dan kebutuhan SMA Negeri 1 Cimalaka .

5. Cara Pengembangan Silabus (Kelas XI dan XII)


Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

54 SMA Negeri 1 Cimalaka memfasilitasi para guru dalam mengembangkan silabus melalui: a. In house Training, bersama pengawas sekolah dan Pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang; b. Memberdayakan kelompok guru mata pelajaran (MGMP); c. Mendatangkan Naras Sumber dari luar; d. Penugasan penyusunan ditindak lanjuti dengan pembahasan dalam kelompok maupun pleno; e. Pengesahan oleh Kepala Sekolah; f. Validasi ke Dinas Pendidikan Kabupaten dan Dinas Pendidikan Provinsi. 6. Langkah-langkah Pengembangan Silabus(Kelas XI dan XII) a. Mengitegrasikan nilai-nilai karakter bangsa terhadap:

1) Karakteristik Mata pelajaran; 2) Tujuan Mata Pelajaran; 3) Standar Kompetensi Lulusan (SKL) 4) Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) 5) Silabus setiap mata pelajaran.
b. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dirancang dalam rangka pencapaian kompetensi dasar, harus memberi pengalaman belajar kepada peserta didik yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan dan umber belajar. Penglaman belajar yang diberikan dapat melalui pendekatan pembelajaran bervariasi, dan berpusat pada peserta didik, serta memuat kecakapan hidup yang perlu dilatihkan pada peserta didik serta nilai-nilai karakter bangsa. Untuk kelas X, proses pembelajaran dirancang dengan menggunakan pendekatan saintifik dengan mencakup domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan, serta materi pelajaran yang faktual, konseptual, dan prosedural.

c. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

55 Perumusan indikator pencapaian kompetensi mengacu kepada hasil analisis materi dan potensi peserta didik agar dicapai perubahan perilaku dan dapat diukur mencakup sikap, pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai karakter bangsa. d. Jenis Penilaian Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk dan penilaian diri. Untuk kelas X, pendidik dituntut untuk melaksanakan autentik yang berarti penilaian asli dari awal, sepanjang proses pembelajaran, dan nilai hasil belajar yang mencakup domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan karakteristik Kompetensi Dasar yang diajarkan. Sistem penilaian berbentuk penilaian berkelanjutan, artinya semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan, ketercapaian kompetensi yang telah dicapai dan yang belum tercapai. Untuk kompetensi yang belum tecapai diadakan remedial baik individu maupun kelompok yang dilaksanakan sebelum melanjutkan ke materi/SK/KD berikutnya. e. Pengembangan Silabus dan RPP Berkelanjutan 1) Melakukan evaluasi dan revisi terhadap kurikulum sekolah minimal setiap akhir semester; 2) Mengadakan IHT tentang Kurikulum 2013, pendalaman silabus dan penyusunan RPP 3) Mengikut sertakan tenaga pendidik SMA Negeri 1 Cimalaka dalam berbagai pelatihan, baik di sekolah, tingkat Kabupaten, Provinsi, maupun tingkat nasional.

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

BAB V PENUTUP

Demikianlah revisi dan pengembangan Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka Tahun Pelajaran 2013-2014 telah selesai Kami laksanakan, dengan harapan segala upaya yang telah kami rancang ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di SMA Negeri 1 Cimalaka dan di Indonesia pada umumnya. Pendidikan sebagai aset bangsa sudah selayaknya mendapat perhatian dan diutamakan oleh semua pihak sebab investasi di bidang ilmu pengetahuan akan membawa kemajuan bangsa di masa yang akan datang. Semoga dengan diselenggarakannya otonomi pendidikan dan otonomi sekolah dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik untuk pencerahan anak bangsa. Kepada semua pihak yang telah membantu selesainya Kurikulum SMA Negeri 1 Cimalaka ini, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan berdoa semoga Allah swt. membalas amal baik Bapak/Ibu/Sdr. dengan pahala yang berlipat ganda. Akhirnya kepada Allah jualah kita semua bertawakal, semoga apapun yang kita lakukan senantiasa mendapatkan ridlo-Nya. Amin.

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

56

3. Contoh Struktur Kurikulum: Struktur Kurikulum SMAN 1 Cimalaka

STRUKTUR KURIKULUM 2013 SMA NEGERI 1 CIMALAKA


KELAS X Alokasi Waktu MIPA Sosial Bahasa 7 3 0 Smt Smt Smt Smt Smt Smt 1 2 1 2 1 2 3 2 4 4 2 2 3 2 4 4 2 2 3 2 4 4 2 2 3 2 4 4 2 2 3 2 4 4 2 2 3 2 4 4 2 2

No.

Mata Pelajaran

Kelompol A (Wajib) Pendidikan Agama dan 1 Budi Pekerti Pendidikan Pancasila dan 2 Kewarganegaraan 3 4 5 6 Bahasa Indonesia Matematika Sejarah Indonesia Bahasa Inggris

Kelompol B (Wajib) 7 8 9 10 Seni Budaya Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan Prakarya dan Kewirausahaan Bahasa Sunda 2 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 3 2 2

Kelompol C (Peminatan) I Matematika dan Sains Matematika Biologi Fisika Kimia II Sosial 3 3 3 3 3 3 3 3

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

No.

Mata Pelajaran

KELAS X Alokasi Waktu MIPA Sosial Bahasa 7 3 0 Smt Smt Smt Smt Smt Smt 1 2 1 2 1 2 3 3 3 3 3 3 3 3

Geografi Sejarah Sosiologi dan Antropologi Ekonomi III Bahasa Bahasa dan Sastra Indonesia Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa dan Sastra Jepang Antropologi

3 3 3 3

3 3 3 3

Kelompol D (Pilihan Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat) Matematika Biologi Fisika Kimia Geografi Sejarah Sosiologi dan Antropologi Ekonomi Bahasa dan Sastra Indonesia
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

3 3

3 3

No.

Mata Pelajaran

KELAS X Alokasi Waktu MIPA Sosial Bahasa 7 3 0 Smt Smt Smt Smt Smt Smt 1 2 1 2 1 2 3 3 3 3

Bahasa dan Sastra Inggris Bahasa dan Sastra Jepang Bahasa dan Sastra Jerman Antropologi Jumlah

3 44

3 44 44 44 44 44

Struktur Kurikulum Program IPA ALOKASI WAKTU Kelas XI Kelas XII Smt. Smt. Smt. Smt. 1 2 1 2

Komponen A. MATA PELAJARAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Fisika Kimia Biologi Sejarah

2 2 4 4 4 5 5 5 1 2 2 2

2 2 4 4 4 5 5 5 1 2 2 2

3 3 4 4 4 4 4 4 1 3 2 2

2 2 5 5 5 5 5 5 1 2 2 2

10. Seni Budaya 11. Pendidikan Jasmani,Olah Raga dan Kesehatan 12. Teknologi Informasi dan Komunikasi
Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

Komponen 13. Bahasa Jepang/erman B. MUATAN LOKAL a. Bahasa Sunda b. PLH C. PENGEMBANGAN DIRI JUMLAH *) Ekuivalen 2 jam pelajaran

ALOKASI WAKTU Kelas XI Kelas XII Smt. Smt. Smt. Smt. 1 2 1 2 2 2 3 2

2 2 2 *) 44

2 2 2 *) 44

2 *) 43

2 *) 45

Struktur Kurikulum Program IPS ALOKASI WAKTU Kelas XI Kelas XII Smt. Smt. Smt. Smt. 1 A. MATA PELAJARAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sejarah Geografi Ekonomi Sosiologi 2 2 4 4 4 3 4 5 4 2 2 2 2 2 2 4 4 4 3 4 5 4 2 2 2 2 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 2 2 3 2 2 5 5 5 3 4 5 4 2 2 2 2 2 1 2

Komponen

10. Seni Budaya 11. Pendidikan Jasmani,Olah Raga dan Kesehatan 12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Bahasa Jepang/Jerman

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

Komponen

ALOKASI WAKTU Kelas XI Kelas XII Smt. Smt. Smt. Smt. 1 2 1 2

B. MUATAN LOKAL a. Bahasa Sunda b. PLH C. PENGEMBANGAN DIRI JUMLAH *) Ekuivalen 2 jam pelajaran Struktur Kurikulum Program Bahasa ALOKASI WAKTU Kelas XI Kelas XII Smt. Smt. Smt. Smt. 1 2 1 2 2 2 2 *) 44 2 2 2 *) 44 2 *) 43 2 *) 45 2 2

Komponen A. MATA PELAJARAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pendidikan Agama Pendidikan Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika Sastra Indonesia Bahasa Asing Antropologi Sejarah

2 2 5 6 3 4 6 2 2 2 2 2 2

2 2 5 6 3 4 6 2 2 2 2 2 2

3 3 5 5 3 4 4 2 2 3 2 2 3

2 2 6 6 4 5 5 3 2 2 2 2 2

10. Seni Budaya 11. Pendidikan Jasmani,Olah Raga dan Kesehatan 12. Teknologi Informasi dan Komunikasi 13. Keterampilan B. MUATAN LOKAL

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014

Komponen a. Bahasa Sunda b. PLH C. PENGEMBANGAN DIRI JUMLAH *) Ekuivalen 2 jam pelajaran

ALOKASI WAKTU Kelas XI Kelas XII Smt. Smt. Smt. Smt. 1 2 1 2 2 2 2 *) 44 2 2 2 *) 44 2 *) 43 2 *) 45 2 2

Kurikulum SMAN 1 Cimalaka 2013-2014