Anda di halaman 1dari 37

BAB I PENDAHULUAN

Istilah anestesi dimunculkan pertama kali oleh dokter Oliver Wendell Holmes (1809-1894) berkeban saan !merika" diturunkan dari dua kata #unani $ An berarti tidak" dan Aesthesis berarti rasa atau sensasi n%eri& 'ecara har(iah berarti ketiadaan rasa atau sensasi n%eri& )alam arti %an lebih luas" anestesi berarti suatu keadaan hilan n%a rasa terhadap suatu ran san an& *emberian anestetikum dilakukan untuk men uran i dan men hilan kan rasa n%eri baik disertai atau tanpa disertai hilan n%a kesadaran& 'erin kali anestesi dibutuhkan pada tindakan %an berkaitan den an pembedahan& !nestetikum %an diberikan pada he+an akan membuat he+an tidak peka terhadap rasa n%eri sehin pembedahan dapat dilaksanakan lebih aman dan lancar& !nestetetikum ,u a dapat diklasi(ikasikan berdasarkan daerah atau luasan pada tubuh %an dipen aruhin%a" %aitu $ 1)& !nestesi lokal" terbatas pada tempat pen unaan den an pemberian secara topikal" spra%" salep atau tetes" dan in(iltrasi& -)& !nestesi re ional" mempen aruhi pada daerah atau re io tertentu den an pemberian secara perineural" epidural" dan intratekal atau subaraknoid& .)& !nestesi umum" mempen aruhi seluruh sistem tubuh secara umum den an pemberian secara in,eksi" inhalasi" atau abun an (balanced anaesthesia)& a he+an men,adi tenan " den an demikian tindakan dia nostik" terapeutik" atau

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DEFINISI /ata anestesia diperkenalkan oleh Oliver Weldell Holmes %an men ambarkan keadaan tidak sadar %an bersi(at sementara" karena pemberian obat den an tu,uan untuk men hilan kan n%eri pembedahan& !nal esia ialah ilmu kedokteran %an pada a+aln%a berpro(esi men hilan kan n%eri dan rumatan pasien sebelum" selama dan sesudah pembedahan& KLASIFIKASI !nestesi terdiri atas $ 1& !nestesi umum -& !nestesi re ional .& !nestesi lokal

1.

ANESTESI UMUM

1.1 Definisi !nestesi umum adalah keadaan hilan n%a n%eri di seluruh tubuh dan hilan n%a kesadaran %an bersi(at sementara %an dihasilkan melalui penekanan sistem s%ara( pusat karena adan%a induksi secara (armakolo i atau penekanan sensori pada s%ara(& ! en anestesi umum beker,a den an cara menekan sistem s%ara( pusat (''*) secara reversibel !nestesi umum merupakan kondisi %an dikendalikan den an ketidaksadaran reversibel dan diperoleh melalui pen obat-obatan secara in,eksi dan atau inhalasi %an unaan ditandai den an hilan n%a

respon rasa n%eri (analgesia)" hilan n%a in atan (amnesia)" hilan n%a respon terhadap ran san an atau re(leks dan hilan n%a erak spontan (immobility)" serta hilan n%a kesadaran (unconsciousness)&

1.2

Cara Pemberian Anestesi m m !nestesi umum dapat diberikan secara inhalasi atau in,eksi intravena& 1. Anestesi in!a"asi$ %aitu anestesi den an men unakan as atau cairan di unakan berupa anestesi %an mudah men uap (volaitile a ent) seba ai 0at anestetik melalui udara perna(asan& 1at anestetik %an campuran as (den an oksi en) dan konsentrasi 0at anestetik tersebut ter antun dari tekanan parsialn%a& 2ekanan parsial dalam ,arin an otak akan menentukan kekuatan da%a anestesi" 0at anestetika disebut kuat bila den an tekanan parsial %an rendah sudah dapat memberi anestesi %an adekuat& Halotan" en(luran" iso(luran" sevo(luran" des(lurane" dan metho3%(lurane merupakan cairan %an mudah men uap& Obat-obat ini diberikan seba ai uap melalui saluran napas& 4ara pemberian anestesi inhalasi$ #$en %r&$ met!&%' 0at anestesi diteteskan pada kapas %an diletakkan di depan hidun penderita sehin anestesi men uap ke udara terbuka& Semi&$en %r&$ met!&%$ cara ini hamper sama den an open drop" han%a untuk men uran i terbuan n%a 0at anestesi maka di unakan masker& Semi("&se% met!&%$ udara %an oksi en %an dihisap diberikan bersamaan a kadar 0at anestesi %an dihisap tidak diketahui dan pemakaiann%a boros karena 0at

dapat ditentukan kadarn%a& /euntun an cara ini

adalah dalamn%a anestesi dapat diatur den an memberikan 0at anestesi dalam kadar tertentu dan hipoksia dapat dihindari den an pemberian O-& C"&se% met!&%$ hampir sama seperti semiclosed" han%a udara ekspirasi dialirkan melalui 5aOH %an dapat men ikat 4O-"

sehin

a udara %an men andun anestesi dapat di unakan la i&

4ara ini lebih hemat" aman" dan lebih mudah" tetapi har a alatn%a cukup mahal& 'elain itu" tektik pemberian anestesi dapat dilakukan den an cara $ Inhalasi den an 6espirasi 'pontan 1& 'un kup +a,ah -& Intubasi endotrakeal

.& 7ar%n eal mask air+a% (78!)

Inhalasi den an 6espirasi kendali 1& Intubasi endotrakea

-& 7ar%n eal mask air+a%

!nestesi Intravena 2otal (2I9!) 1& 2anpa intubasi endotrakeal -& )en an intubasi endotrakeal :enis-,enis anestesi inhalasi enerasi pertama seperti ether"

c%clopropane" dan chloro(orm sudah tidak di unakan la i di ne arane ara ma,u karena si(atn%a %an mudah terbakar (misaln%a ether dan c%clopropane) dan toksisitasn%a terhadap or an (chloro(orm)& 2. Anestesi Intra)ena& ;eberapa obat di unakan secara intravena ( baik sendiri atau dikombinasikan den an obat lain) untuk menimbulkan anestesi" atau seba ai komponen anestesi berimban (balanced anesthesia)" atau untuk menenan kan pasien di unit ra+at darurat %an memerlukan bantuan napas buatan untuk ,an ka pan,an & <ntuk anestesi intravena total biasan%a men unakan propo(ol& )i unakan untuk tindakan %an sin kat atau induksi anestesi& <mumn%a diberikan thiopental" namun pada kasus tertentu dapat di unakan ketamin" dia0epam" dll& <ntuk tindakan %an dikombinasikan den an cara lain& *. Pare+tera". )apat dipakai pada anak untuk induksi anestesi atau tindakan sin kat& 1.* K"asifi+asi #bat,&bat Anestesi Um m , Anestesi In!a"asi Halotan" en(luran" iso(luran" sevo(luran" des(lurane" dan metho3%(lurane merupakan cairan %an mudah men uap& lama anestesi parenteral

Ha"&t!ane

;au dan rasa tidak men%en at " /hasiat anestetisn%a san at kuat tetapi khasiat anal etisn%a dan da%a relaksasi ototn%a rin an" %an baru adekuat pada anestesi dalam

Halotan di unakan dalam dosis rendah dan dikombinasi den an suatu relaksans oto" seperti alamin atau suksametonium&

/elarutann%a dalam darah relative rendah induksi lambat" mudah di unakan" tidak meran san mukosa saluran napas

;ersi(at menekan re(leks dari parin dan larin " melebarkan bronkioli dan men uran i sekresi ludah dan sekresi bronchi

=amakokinetik$ seba ian dimetabolisasikan dalam hati bromide" klorida anor anik" dan tri(luoacetik acid&

>(ek sampin $ menekan pernapasan dan ke iatan ,antun " hipotensi" ,ika pen unaan berulan " maka dapat menimbulkan kerusakan hati&

)osis$ tracheal 0"?-. v@&

Enf" ran

!nestesi inhalasi kuat %an

di unakan pada berba ai ,enis

pembedahan" ,u a seba ai anal etikum pada persalinan&

8emiliki da%a relaksasi otot dan anal etis %an baik" melemaskan otot uterus

2idak be itu menekan ''* 6esorpsin%a setelah inhalasi " cepat den an +aktu induksi --. menit

'eba ian besar diekskresikan melalui paru-paru dalam keadaan utuh" dan sisan%a diubah men,adi ion (luoride bebas

>(ek

sampin $

hipotensi"

menekan

pernapasan"

aritmi"

dan i il)"

meran san ''*& *asca bedah dapat timbul hipotermi (men persalinan" '4" dan abortus& Is&f" ran -F&rane.

serta mual dan muntah" dapat menin katkan perdarahan pada saat

;au tidak enak 2ermasuk anestesi inhalasi kuat den an si(at anal etis dan relaksasi otot baik

)a%a ker,a dan penekanann%a thdp ''* A en(luran >(ek sampin $ hipotensi" aritmi" men muntah" dan keadaan te an i il" konstriksi bronkhi"

menin katn%a ,umlah leukosit& *asca bedah dapat timbul mual"

'ediaan $ iso(luran .-."?@ dlm O-B C 5O--O- A induksiB maintenance $ 0"?@-.@

Desf" ran

)ess(luran merupakan halo enasi eter %an rumus ban un dan e(ek klinisn%a mirip iso(luran& )es(luran san at mudah men uap dibandin kan anestesi volatil lain" sehin a perlu men unakan vapori0er khusus (2>4-D)&

2itik didihn%a mendekati suhu ruan an (-.&?4)& *otensin%a rendah ;ersi(at simpatomimetik men%ebabkan takikardia dan hipertensi

>(ek depresi napasn%a seperti iso(luran dan etran 8eran san ,alan napas atas" sehin anestesi a tidak di unakan untuk induksi

Se)&f" ran

8erupakan halo enasi eter Induksi dan pulih dari anestesi lebih cepat dibandin kan den an iso(luran

;aun%a tidak men%en at dan tidak meran san ,alan napas >(ek terhadap kardiovaskular cukup stabil" ,aran aritmia men%ebabkan

>(ek terhadap sistem sara( pusat seperti iso(luran dan belum ada laporan toksik terhadap hepar

'etelah pemberian dihentikan sevo(luran cepat dikeluarkan oleh badan

Anestesi Intra)ena 2ermasuk olon an ini adalah$ barbiturate (thiopental" methothe3ital)B ben0odia0epine (mida0olam" dia0epam)B opioid anal esic (morphine" (entan%l" su(entanil" al(entanil" remi(entanil)B propo(olB ketamin" suatu sen%a+a ar%lc%lohe3%lamine %an dapat men%ebabkan keadaan anestesi disosiati( dan obat-obat lain ( droperianol" etomidate" de3medetomidine)& Barbit rat ;lokade sistem stimulasi di (ormasi retikularis Hambat pernapasan di medula oblon ata Hambat kontraksi otot& ,antun " tdk timbulkan sensitisasi ,antun thd ketekolamin

10

)osis anestesi $ ran san ''*B dosis E A depresi ''* )osis $ induksi A - m Fk ;; (i&v) dlm D0 dtkB maintenance A G dosis induksi Na ti&$enta" Induksi $ dosis t t ;;" keadaan (isik dan pen% )+s $ --4ml lar -"?@ scr intermitten tiap .0-D0 dtk ad capaian Ketamin si(at anal esik" anestetik" kataleptik d ker,a sin kat

anal esik kuat utk sistem somatik" lemah utk sistem viseral relaksasi otot polos lurik (-)" tonus menin tin katkan 2)" nadi" curah ,antun /etamin serin menimbulkan takikardi" hipertensi" hipersalivasi" n%eri kepala" pasca anestesi dapat menimbulkan mual-muntah" pandan an kabur" dan mimpi buruk& i

/alau harus diberikan sebaikn%a sebelumn%a diberikan sedasi mdasolam (dormikum) atau dia0epam (valium) den an dosis 0&1 m Fk intravena dan untuk men uran i salivasi diberikan sul(as atropin 0&001 m Fk &

)osis bolus untuk induksi intravena adalah 1-- m Fk intramuskular .-10 m &

dan untuk

/etamin dikemas dalam cairan benin

den an kepekatan 1@

(1mlA10m )" ?@ (1mlA?0 m ) dan 10 @ (1mlA100 m ) Fentani" %an %r&$eri%&" !nal esik H anestesi neuroleptik

/ombinasi tetap

11

!man diberikan pd p3 % alami hiperpireksia ok anestesi umum lain =entanil $masa ker,a pendek" mula ke,a cepat )roperidol $ masa ker,a lama H mula ker,a lambat

Pr&$&f&" *ropo(ol dikemas dalam cairan emulsi lemak ber+arna putih susu bersi(at isotonik den an kepekatan 1@ (1 mlA10 m )&

'untikan intravena serin

men%ebabkan n%eri" sehin

a beberapa

detik sebelumn%a dapat diberikan lidokain 1-- m Fk intravena&

)osis bolus untuk induksi ---&? m Fk " dosis rumatan untuk anestesi intravena total 4- 1- m Fk F,am dan dosis sedasi untuk pera+atan intensi( 0&- m Fk &

*en enceran propo(ol han%a boleh den an dekstrosa ?@& *ada manula dosis harus dikuran i" pada anak I. tahun dan pada +anita hamil tidak dian,urkan&

Dia/e$am 'uatu

ben0odia0epine

den an

kemampuan

men hilan kan

ke elisahan" e(ek relaksasi otot %an beker,a secara sentral" dan bila diberikan secara intravena beker,a seba ai antike,an & 6espon obat bertahan selama 1---4 ,am men,adi n%ata dalam .0-90 mnt stlah pemberian scra oral dan 1? mnt slah in,eksi intravena&

/ontraindikasi$ hipersensiti( terhadap ben0odia0epine" pemberian parenteral dikontraindikasikan pada pasien s%ok atau koma

4ause tidur dan penurunan kesadaran disertai nista mus" bicara lambat

!nal esik (-)

12

'edasi basal pada anestesia re ional" endoskopi" dental prosedure" induksi anestesia pd pasien kardiovaskuler

>(ek anestesia I ok mula ker,a lambat" masa pemulihan lama J <tk premedikasi (neurolepanal esia) H atasi konvulsi ok anestesi lokal J )imetab m,d metabolit akti( J 2G E seirin bertambahn%a usia

>'O $ henti napas"(lebitis dan trombosis (C) (rute I9) )osis $ induksi A 0"1-0"? m Fk ;;

#$i&i% Opioid (mor(in" petidin" (entanil" su(entanil) untuk induksi diberikan dosis tin

i& an u kardiovaskular" sehin a ban%ak di unakan

Opioid tidak men

untuk induksi pasien den an kelainan ,antun &

<ntuk anestesi opioid di unakan (entanil dosis induksi -0-?0 m Fk " dilan,utkan den an dosis rumatan 0&.-1 m Fk Fmenit&

1.0 Ta!a$an Anestesi

a. Sta%i m 1 -ana"1esia. *enderita men alami anal esi"


6asa n%eri hilan " /esadaran berkuran

b. Sta%i m II -%e"iri m2e+sitasi. *enderita tampak elisah dan kehilan an kesadaran


*enderita men alami erakan %an berteriak" menan is" men%an%i)

tidak menurut kehendak (terta+a"

9olume dan kecepatan pernapasan tidak teratur )apat ter,adi mual dan muntah

13

Inkontinensia urin dan de(ekasi serin ter,adi 8idriasis" hipertensi

(. Sta%i m III -anestesia3$embe%a!an2&$erasi. *ernapasan men,adi dan kal" cepat" dan teratur" seperti pada keadaan tidur (pernapasan perut)

Kerakan mata dan re(leks mata hilan F erakan bola mata tidak menurut kehendak Otot men,adi lemas" misalB kepala dapat di erakkan ke kanan dan ke kiri den an bebasB len an dian kat lalu dilepaskan akan ,atuh bebas tanpa ditahan

%. Sta%i m I4 -$ara"isis me% "a &b"&n1ata. /e iatan ,antun dan pernapasan spontan terhenti&

2er,adi depresi berat pusat pernapasan di medulla oblon ata dan pusat vasomotor& 2anpa bantuan respirator dan sirkulasi" penderita akan cepat menin al& 8aka tara( ini sedapat mun kin dihindarkan&

1.5 Me+anisme Ker6a , Anestesi in!a"asi !nestesi inhalasi beker,a secara spontan menekan dan memban kitkan aktivitas neuron berba ai area di dalam otak& 'eba ai anestesi inhalasi di unakan as dan cairan terban %an masin -masin san at berbeda dalam kecepatan induksi" aktivitas" si(at melemaskan otot maupun men hilan kan rasa sakit& <ntuk mendapatkan reaksi %an secepat-cepatn%a" obat ini pada permulaan harus diberikan dalam dosis tin i" %an kemudian diturunkan sampai han%a sekadar memelihara keseimban an antara pemberian dan pen eluaran& /euntun an anestesi inhalasi dibandin kan den an anestesi intravena adalah kemun kinan untuk dapat lebih cepat men ubah kedalaman anestesi den an men uran i konsentrasi dari as F uap %an diinhalasi& , Anestesi intra)ena

14

Obat-obat intravena seperti thiopental" etomidate" dan propo(ol mempun%ai mula ker,a anestetis %an lebih cepat dibandin kan terhadap sen%a+a as inhalasi %an terbaru" misaln%a des(lurane dan sevo(lurane& 'en%a+a intravena ini umumn%a di unakan untuk induksi anestesi& /ecepatan pemulihan pada seba ian besar sen%a+a intravena ,u a san at cepat& Farma+&+ineti+a )alamn%a anestesi ditentukan oleh konsentrasi anestesi di dalam susunan sara( pusat& /ecepatan pada konsentrasi otak %an %an e(ekti( (kecepatan induksi anestesi) ber antun pada ban%akn%a (armakokinetik mempen aruhi ambilan dan pen%ebaran anestesi& =aktor tersebut menentukan perbedaan kecepatan trans(er anestesi inhalasi dari paru ke dalam darah serta dari darah ke otak dan ,arin an lainn%a& =aktor-(aktor tersebut ,u a turut mempen aruhi masa pemulihan anestesi setelah anestesi dihentikan& )ipen aruhi F tek parsial 0at anestetik dlm otak& =aktor penentu tekanan parsial $ 1. Te+anan $arsia" anesteti+ 1as 7an1 %iins$irasi

<ntuk mempercepat induksi $ kadar lebih tin

as %an

diinspirasi harus

i daripada tekanan parsial %an diharapkan di ,arin an

'etelah tercapai" diturunkan untuk pertahankan anestesi

2. 4enti"asi $ar

Hiperventilasi dapat percepat masukn%a as anestetik ke sirkulasi H ,arin an 1at larut dalam darah $ halothan

*. Pemin%a!an 1as anesteti+ %r a")e&"i +e a"iran %r!

15

8embran alveoli mudah dile+ati as anestetik secara di(usi dari alveoli ke aliran darh

0. Pemin%a!an 1as anesteti+ %ari a"iran %are! +e se" 6arin1an t b ! :arin an %an mempun%ai aliran darah cepat" keseimban an a anestetik as lebih tekanan parsial lebih mudah tercapai sehin mudah berpindah& Farma+&%inami+a !nestesi inhalasi beker,a secara spontan menekan dan memban kitkan aktivitas neuron berba ai area di dalam otak& <ntuk mendapatkan reaksi %an secepat-cepatn%a" obat ini pada permulaan harus diberikan dalam dosis tin intravena ,u a san at cepat& Efe+ sam$in1 Hampir semua anestesi inhalasi %an men akibatkan se,umlah e(ek sampin dan %an terpentin adalah $ 1& 8enekan pernapasan %an pada anestesi dalam terutama ditimbulkan oleh halotan" en(luran dan iso(luran& >(ek ini palin rin an pada 5-O dan eter& -& 8enekan s%stem kardiovaskuler" terutama oleh halotan" en(luran dan iso(luran& >(ek ini ,u a ditimbulkan oleh eter" tetapi karena eter ,u a meran san rin an& .& 8erusak hati dan in,al" terutama sen%a+a klor" misaln%a kloro(orm& 4& Oli uri (reversibel) karena berkuran n%a pen aliran darah di sehin a pasien perlu dihidratasi secukupn%a& in,al" sistem sara( simpatis" maka e(ek keseluruhann%a men,adi i& 'en%a+a intravena ini umumn%a di unakan untuk induksi anestesi& /ecepatan pemulihan pada seba ian besar sen%a+a

16

?& 8enekan sistem re ulasi suhu" sehin (men 2. i il) pasca-bedah&

a timbul perasaan kedin inan

ANESTESI 8E9I#NAL 2.1 Definisi !nal esia re ional adalah tindakan anal esia %an dilakukan den an cara men%untikkan obat anestetika lokal pada lokasi serat sara( %an men inervasi re io tertentu" %an men%ebabkan hambatan konduksi impuls a(eren %an bersi(at temporer& )apat pula di de(inisikan seba ai pen sementara pada impuls sara( sensorik" sehin unaan obat anal etik lokal untuk men hambat impuls n%eri suatu ba ian tubuh a impuls n%eri dari satu ba ian tubuh diblokir untuk sementara (reversibel)& =un si motorik dapat terpen aruh seba ian atau seluruhn%a& 2etapi pasien tetap sadar&1 2.2 Pemba1ian Anestesi2Ana"1esia 8e1i&na" 1& ;lok sentral (blok neuroaksial)" %aitu meliputi blok spinal" epidural" dan kaudal& 2indakan ini serin diker,akan&-& ;lok peri(er (blok sara()" misaln%a anestesi topikal" in(iltrasi lokal" blok lapan an" dan anal esia re ional intravena&2.* Ke nt n1an Anestesia 8e1i&na" 1& -& .& 4& ?& !lat minim dan teknik relati( sederhana" sehin murah& 6elati( aman untuk pasien %an tidak puasa (operasi emer enc%" lambun penuh) karena penderita sadar& 2idak ada komplikasi ,alan na(as dan respirasi& 2idak ada polusi kamar operasi oleh as anestesi& *era+atan post operasi lebih rin an& a bia%a relati( lebih

17

2.0 Ker 1ian Anestesia 8e1i&na" 1& -& .& 4& ?& 2idak semua penderita mau dilakukan anestesi secara re ional& 8embutuhkan ker,asama pasien %an kooperati(& 'ulit diterapkan pada anak-anak& 2idak semua ahli bedah men%ukai anestesi re ional& 2erdapat kemun kinan ke a alan pada teknik anestesi re ional&

2.5 Persia$an Anastesi 8e1i&na" *ersiapan anestesi re ional sama den an persiapan anestesi umum karena untuk men antisipasi ter,adin%a reaksi toksik sistemik % bisa berakibat (atal" perlu persiapan resusitasi& 8isaln%a$ obat anestesi spinalFepidural masuk ke pembuluh darah L kolaps kardiovaskular sampai cardiac arrest& :u a untuk men antisipasi ter,adin%a ke a alan" sehin anestesi umum& 'elain itu perlu diperhatikan hal-hal diba+ah ini$ In(ormed 4onsent (I0in dari pasien)&& *emeriksaan (isik" tidak di,umpai kelainan spesi(ik seperti kelainan tulan pun un dan lain-lainn%a& a operasi bisa dilan,utkan d

*emeriksaan laboratorium an,uran" misaln%a hemo lobin" hematokrit" prothrombine time dan partial trombloplastine time&

2.: Pemba!asan B"&+ Sentra" ;lok neuroaksial akan men%ebabkan blok simpatis" anal esia sensoris dan blok motoris (ter antun dari dosis" konsentrasi" dan volume obat anestesi lokal)& I. Anastesi S$ina"

18

!nestesi spinal ialah pemberian obat anestetik lokal ke dalam ruan subarachnoid& !nestesi spinal diperoleh den an cara men%untikkan anestetik lokal ke dalam ruan subarachnoid& !nestesi spinalFsubaraknoid disebut ,u a seba ai anal esiFblok spinal intradural atau blok intratekal& <ntuk mencapai cairan serebrospinal" maka ,arum suntik akan menembus kutis subkutis 7i & 'upraspinosum 7i & Interspinosum 7i & =lavum ruan epidural durameter ruan subarachnoid&

Kambar 1& !nestesi 'pinal 8edula spinalis berada didalam kanalis spinalis dikelilin i oleh cairan serebrospinal" dibun kus oleh menin ens (duramater" lemak dan pleksus venosus)& *ada de+asa berakhir setin i 71" pada anak 7- dan pada ba%i 7.& Oleh karena itu" anestesiFanal esi spinal dilakukan ruan sub arachnoid di daerah antara vertebra 7--7. atau 7.-74 atau 74-7? Indikasi$ 1& ;edah ekstremitas ba+ah -& ;edah pan ul .& 2indakan sekitar rektum perineum 4& ;edah obstetrik- inekolo i

19

?& ;edah urolo i D& ;edah abdomen ba+ah M& *ada bedah abdomen atas dan ba+ah pediatrik biasan%a dikombinasikan den an anestesi umum rin an /ontra indikasi absolut$ 1& *asien menolak -& In(eksi pada tempat suntikan .& Hipovolemia berat" s%ok 4& /oa ulapatia atau mendapat terapi koa ulan ?& 2ekanan intrakranial menin kat D& =asilitas resusitasi minim M& /uran pen alaman tanpa didampin i konsulen anestesi& /ontra indikasi relati($ 1& In(eksi sistemik -& In(eksi sekitar tempat suntikan .& /elainan neurolo is 4& /elainan psikis ?& ;edah lama D& *en%akit ,antun M& Hipovolemia rin an 8& 5%eri pun un kronik

*ersiapan anal esia spinal *ada dasarn%a persiapan untuk anal esia spinal seperti persiapan pada anastesia umum& )aerah sekitar tempat tusukan diteliti apakah akan menimbulkan kesulitan" misaln%a ada kelainan anatomis tulan pun un atau pasien emuk sekali sehin a tak teraba ton,olan prosesus spinosus& 'elain itu perlu diperhatikan hal-hal di ba+ah ini$

20

1& In(ormed consent" kita tidak boleh memaksa pasien untuk men%etu,ui anestesia spinal -& *emeriksaan (isik" tidak di,umpai kelainan spesi(ik seperti kelainan tulan pun un .& *emeriksaan laboratorium an,uran" Hemo lobin" Hematokrit" *2 (Prothrombine Time)" *22 (Partial Thromboplastine Time) *eralatan anal esia spinal 1& -& .& *eralatan monitor$ tekanan darah" nadi" saturasi oksi en" dll& *eralatan resusitasi :arum spinal :arum spinal den an u,un ta,am (u,un bambu pinsil runcin Fquinckebacock) atau ,arum spinal den an u,un (pencil point whitecare)

Kambar -& :arum 'pinal !nastetik lokal untuk anal esia spinal ;erat ,enis cairan serebrospinalis (4'') pada .MN 4 adalah 1&00.1&008& !nastetik lokal den an berat ,enis sama den an 4'' disebut isobarik& !nastetik lokal den an berat ,enis lebih besar dari 4'' disebut hiperbarik& !nastetik lokal den an berat ,enis lebih kecil dari 4''

21

disebut hipobarik& !nastetik lokal %an serin di unakan adalah ,enis hiperbarik diperoleh den an mencampur anastetik lokal den an de3trose& <ntuk ,enis hipobarik biasan%a di unakan tetrakain diperoleh den an mencampur den an air in,eksi& !nestetik lokal %an palin serin di unakan$ 1& -& .& 4& 7idokaine (3%locain" li nokain) -@$ berat ,enis 1&00D" si(at isobarik" dosis -0-100m (--?ml) 7idokaine (3%locain"li nokain) ?@ dalam de3trose M&?@$ berat ,enis 1&0.." si(at h%perbarik" dosis -0-?0 m (1--ml) ;upivakaine (markaine) 0&?@ dlm air$ berat ,enis 1&00?" si(at isobarik" dosis ?--0m (1-4ml) ;upivakaine (markaine) 0&?@ dlm de3trose 8&-?@$ berat ,enis 1&0-M" si(at hiperbarik" dosis ?-1?m (1-.ml) 2eknik anal esia spinal *osisi duduk atau posisi tidur lateral dekubitus den an tusukan pada aris ten ah ialah posisi %an palin serin diker,akan& ;iasan%a diker,akan di atas me,a operasi tanpa dipindah la i dan han%a diperlukan sedikit perubahan posisi pasien& *erubahan posisi berlebihan dalam .0 menit pertama akan men%ebabkan men%ebarn%a obat& 1& 'etelah dimonitor" tidurkan pasien misalkan dalam posisi lateral dekubitus& ;eri bantal kepala" selain enak untuk pasien ,u a supa%a tulan belakan stabil& ;uat pasien membun kuk ma3imal a ar processus spinosus mudah teraba& *osisi lain adalah duduk&

22

Kambar .& *osisi )uduk dan 7ateral )ecubitus -& *erpoton an antara aris %an men hubun kan kedua aris /rista iliaka" misal 7--7." 7.-74" 74-7?& 2usukan pada 71-7- atau di atasn%a berisiko trauma terhadap medula spinalis& .& 4& ?& 'terilkan tempat tusukan den an betadine atau alkohol& ;eri anastesi lokal pada tempat tusukan" misaln%a den an lidokain 1--@ --.ml 4ara tusukan median atau paramedian& <ntuk ,arum spinal besar --K" -.K" -?K dapat lan sun di unakan& 'edan kan untuk %an kecil -MK atau -9K dian,urkan men unakan penuntun ,arum %aitu ,arum suntik biasa semprit 10 cc& 2usukkan introduser sedalam kira-kira -cm a ak sedikit ke arah se(al" kemudian masukkan ,arum spinal berikut mandrinn%a ke luban men ,arum tersebut& :ika unakan ,arum ta,am (Quincke-Babcock) irisan ,arum (bevel)

harus se,a,ar den an serat duramater" %aitu pada posisi tidur mirin bevel men arah ke atas atau ke ba+ah" untuk men hindari kebocoran likuor %an dapat berakibat timbuln%a n%eri kepala pasca spinal& 'etelah resistensi men hilan " mandarin ,arum spinal dicabut dan keluar likuor" pasan semprit berisi obat dan obat dapat dimasukkan pelan-pelan (0"?mlFdetik) diselin i aspirasi sedikit" han%a untuk me%akinkan posisi ,arum tetap baik& /alau %akin

23

u,un ,arum spinal pada posisi %an benar dan likuor tidak keluar" putar arah ,arum 90N biasan%a likuor keluar& <ntuk anal esia spinal kontin%u dapat dimasukan kateter&

Kambar 4& 2usukan :arum pada !nestesi 'pinal D& *osisi duduk serin diker,akan untuk bedah perineal misaln%a

bedah hemoroid (+asir) den an anestetik hiperbarik& :arak kulitli amentum (lavum de+asa O Dcm& *en%ebaran anastetik lokal ter antun -$ 1& =aktor utama$ a& ;erat ,enis anestetik lokal (barisitas) b& *osisi pasien c& )osis dan volume anestetik lokal -& =aktor tambahan a& /etin ian suntikan b& /ecepatan suntikanFbarbotase c& <kuran ,arum

24

d& /eadaan (isik pasien e& 2ekanan intra abdominal 7ama ker,a anestetik lokal ter antun -$ 1& :enis anestetia lokal -& ;esarn%a dosis .& !da tidakn%a vasokonstriktor 4& ;esarn%a pen%ebaran anestetik lokal /omplikasi tindakan anestesi spinal-$ 1& Hipotensi berat !kibat blok simpatis ter,adi venous poolin & *ada de+asa dice ah den an memberikan in(us cairan elektrolit 1000 ml atau koloid ?00 ml sebelum tindakan& -& ;radikardia )apat ter,adi tanpa disertai hipotensi atau hipoksia" ter,adi akibat blok sampai 2-.& Hipoventilasi !kibat paralisis sara( (renikus atau hipoper(usi pusat kendali na(as 4& 2rauma pembuluh sara( ?& 2rauma sara( D& 8ual-muntah M& Kan uan penden aran i atau spinal total 8& ;lok spinal tin

/omplikasi pasca tindakan-$ 1& 5%eri tempat suntikan -& 5%eri pun un .& 5%eri kepala karena kebocoran likuor 4& 6etensio urine ?& 8enin itis

25

II.

Anestesia E$i% ra" !nestesia atau anal esia epidural adalah blokade sara( den an menempatkan obat di ruan epidural& 6uan ini berada di antara li amentum (lavum dan duramater& /edalaman ruan ini rata-rata ? mm dan di ba ian posterior kedalaman maksimal pada daerah lumbal&Obat anestetik lokal di ruan epidural beker,a lan sun pada akar sara( spinal %an terletak di lateral& !+al ker,a anestesi epidural lebih lambat dibandin anestesi spinal" sedan kan kualitas blokade sensorikmotorik ,u a lebih lemah&-

Kambar ?& !nestesi >pidural /euntun an epidural dibandin kan spinal-$ ;isa se mental 2idak ter,adi headache post op Hipotensi lambat ter,adi /eru ian epidural dibandin kan spinal-$

26

2eknik lebih sulit :umlah obat anestesi lokal lebih besar 6eaksi sistemis /omplikasi anestesi F anal esi epidural$ 1& ;lok tidak merata -& )epresi kardiovaskular (hipotensi) .& Hipoventilasi (hati-hati keracunan obat) 4& 8ual P muntah Indikasi anal esia epidural$ 1& <ntuk anal esia sa,a" di mana operasi tidak dipertimban kan& 'ebuah anestesi epidural untuk men hilan kan n%eri (misaln%a otot" tetapi biasan%a tidak cukup untuk operasi&
2. 'eba ai tambahan untuk anestesi umum& Hal ini dapat men uran i

pada

persalinan) kemun kinan tidak akan men%ebabkan hilan n%a kekuatan

kebutuhan pasien akan anal esik opioid& Ini cocok untuk berba ai macam operasi" misaln%a histerektomi" bedah ortopedi" bedah umum (misaln%a laparotomi) dan bedah vaskuler (misaln%a perbaikan aneurisma aorta terbuka)&
3. 'eba ai teknik tun

al untuk anestesi bedah& ;eberapa operasi" %an unakan al& ;iasan%a pasien akan tetap dibutuhkan untuk anestesi ,auh

palin serin operasi caesar" dapat dilakukan den an men anestesi epidural seba ai teknik tun ter,a a selama operasi& )osis %an lebih tin

i daripada %an diperlukan untuk anal esia& epidural selama beberapa hari setelah

4& <ntuk anal esia pasca-operasi" di salah satu situasi di atas& !nal esik diberikan ke dalam ruan operasi" asalkan kateter telah dimasukkan&

27

5. <ntuk pera+atan sakit pun

un & In,eksi dari anal esik dan steroid ke

dalam ruan pun un &

epidural dapat menin katkan beberapa bentuk sakit e,ala dalam

D& <ntuk men uran i rasa sakit kronis atau perin anan

pera+atan terminal" biasan%a dalam ,an ka pendek atau menen ah& !da beberapa situasi di mana resiko epidural lebih tin skoliosis -& Operasi tulan belakan sebelumn%a (di mana ,arin an parut dapat men hambat pen%ebaran obat) .& ;eberapa masalah sistem sara( pusat" termasuk multiple sclerosis 4& ;eberapa masalah katup ,antun darah ke ,antun ) !nestesi epidural sebaikn%a dilakukan pada$ 1& /uran n%a persetu,uan -& Kan uan pendarahan (koa ulopati) atau pen unaan obat antikoa ulan (misaln%a +ar(arin) .& 6isiko hematoma 4& /ompresi tulan belakan ?& In(eksi dekat titik pen%isipan D& Hipovolemia *en%ebaran obat pada anestesi epidural ber antun $ 1& 9olume obat % disuntikan -& <sia pasien .& /ecepatan suntikan 4& ;esarn%a dosis (seperti stenosis aorta" di mana an u suplai vasodilatasi %an diinduksi oleh obat bius dapat men i dari biasan%a $

1& /elainan anatomis" seperti spina bi(ida" menin om%elocele" atau

28

?& /etin

ian tempat suntikan

D& *osisi pasien M& *an,an kolumna vetebralis Te+ni+ anestesia e$i% ra" ' *en enalan ruan subarakhnoid& 1& *osisi pasien saat tusukan seperti pada anal esia spinal& -& 2usukan ,arum epidural biasan%a dilakukan pada ketin .& :arum %an di unakan ada - macam" %aitu$ a) ,arum u,un ta,am (Crawford) b) ,arum u,un khusus (Tuohy) ian 7.-4& epidural lebih sulit dibandin den an ruan

Kambar D& :arum !nestesi >pidural 4& <ntuk men enal ruan epidural di unakan ban%ak teknik& 5amun %an palin populer adalah teknik hilan n%a resistensi dan teknik tetes ter antun & a) 2eknik hilan n%a resistensi (loss of resistance)

29

2eknik ini men

unakan semprit kaca atau semprit plastik rendah

resistensi %an diisi oleh udara atau 5a4l seban%ak O .ml& 'etelah diberikan anestetik lokal pada tempat suntikan" ,arum epidural ditusuk sedalam 1-- cm& /emudian udara atau 5a4l disuntikkan perlahan dan terputus-putus& 'embari mendoron ,arum epidural sampai terasa menembus ,arin an keras (li amentum (lavum) %an disusul hilan n%a resistensi& 'etelah %akin u,un dalam ruan epidural" lakukan u,i dosis (test dose) b) 2eknik tetes ter antun (hanging drop) *ersiapan sama seperti teknik hilan n%a resistensi" tetapi pada teknik ini men unakan ,arum epidural %an diisi 5a4l sampai men antun & )en an mendoron terlihat ada tetes 5acl %an ,arum berada

,arum epidural perlahan secara lembut sampai terasa menembus ,arin an keras %an kemudian disusul oleh tersedotn%a tetes 5a4l ke ruan epidural& 'etelah %akin" lakukan u,i dosis (test dose) ?& <,i dosis (test dose) <,i dosis anestetik lokal untuk epidural dosis tun u,un ,arum di%akini berada dalam ruan al dilakukan setelah epidural dan untuk dosis

berulan (kontin%u) melalui kateter& 8asukkan anestetik lokal . ml %an sudah bercampur adrenalin 1$-00&000& 2ak ada e(ek setelah beberapa menit" kemun kinan besar letak ,arum sudah benar 2er,adi blokade spinal" menun,ukkan obat sudah masuk ke ruan subarakhnoid karena terlalu dalam& 2er,adi penin katan la,u nadi sampai -0-.0@" kemun kinan obat masuk vena epidural& M& )osis maksimal de+asa muda sehat 1"D mlFse men %an ber antun tentun%a

pada konsentrasi obat& *ada manula dan neonatus dosis

30

dikuran i sampai ?0@ dan pada +anita hamil dikuran i sampai .0@ akibat pen aruh hormon dan men eciln%a ruan ramain%a vaskularisasi darah dalam ruan epidural& 8& <,i keberhasilan epidural /eberhasilan anal esia epidural $ a& 2entan blok simpatis diketahui dari perubahan suhu& b& 2entan blok sensorik dari u,i tusuk ,arum& c& 2entan blok motorik dari skala broma e 8elipat 7utut 8elipat :ari ;lok tak ada CC CC ;lok parsial C CC ;lok hampir len kap C ;lok len kap 2abel 1& 'kala broma e untuk ;lok 8otorik !nestetik lokal %an di unakan untuk epidural 1& 7idokain (Q%lokain" 7idonest) <mumn%a di unakan 1--@" den an mula ker,a 10 menit dan relaksasi otot baik& 0&8@ blokade sensorik baik tanpa blokade motorik& 1&?@ la0im di unakan untuk pembedahan& -@ untuk relaksasi pasien berotot& -& ;upivakain (8arkain) /onsentrasi 0&?@ tanpa adrenalin" anal esian%a sampai 8 ,am& 9olum %an di unakan I-0ml& epidural akibat

31

/omplikasi$ 1& -& .& 4& ;lok tidak merata )epresi kardiovaskuler (hipotensi) Hipoventilasi (hati-hati keracunan obat) 8ual-muntah

2abel -& Obat !nestesi >pidural III. Anestesia Ka %a" !nestesi kaudal sebenarn%a sama den an anestesi epidural" karena kanalis kaudalis adalah kepan,an an dari ruan ditempatkan di ruan epidural dan obat kaudal melalui hiatus sakralis& Hiatus sakralis

ditutup oleh li amentum sakrokoksi eal tanpa tulan %an analo den an abun an antara li amentum supraspinosum" li amentum interspinosum" dan li amentum (lavum& 6uan kaudal berisi sara( sakral" pleksus venosus" (elum terminale dan kanton dura&-

32

Indikasi $ ;edah daerah sekitar perineum" anorektal misaln%a hemoroid" (istula paraanal& /ontra indikasi $ 'eperti anal esia spinal dan anal esia epidural& Te+ni+ anestesia +a %a" ' 1& *osisi pasien terlun kup den an sim(isis di an,al (tun kai dan kepala lebih rendah dari bokon ) atau dekubitus lateral" terutama +anita hamil& -& )apat men unakan ,arum suntik biasa atau ,arum den an kateter vena ukuran -0--- pada pasien de+asa& .& <ntuk de+asa biasa di unakan volum 1--1? ml (1-- mlF se men) 4& Identi(ikasi hiatus sakralis den an menemukan kornu sakralis kanan dan kiri dan spina iliaka superior posterior& )en an men hubun kan keti a ton,olan tersebut diperoleh hiatus sakralis& ?& 'etelah dilakukan tindakan a dan antisepsis pada daerah hiatus sakralis" tusukkan ,arum mula-mula 90o terhadap kulit& 'etelah di%akini masuk kanalis sakralis" ubah ,arum ,adi 4? 0-D00 dan ,arum didoron sedalam 1-- cm& /emudian suntikan 5a4l seban%ak ? ml secara a ak cepat sambil meraba apakah ada pemben kakan di kulit untuk men u,i apakah cairan masuk den an benar di kanalis kaudalis&

Kambar M& !nestesi /audal

33

I4. Anestesi S$ina" T&ta" !nestesi spinal total ialah anestesi spinal intratekal atau epidural %an naik sampai di atas daerah servikal& !nestesi ini biasan%a tidak disen a,a" pasien batuk-batuk" dosis obat berlebihan" terutama pada anal esia epidural den an posisi pasien %an tidak men untun kan& 2anda-tanda klinis$ 1& tan an kesemutan -& lidah kesemutan .& napas berat 4& men antuk kemudian tidak sadar ?& bradikardi dan hipotensi berat D& henti napas M& pupil midriasis& Walaupun sara( phrenikus mun kin terkena blokade namun henti napas lebih disebabkan oleh hipoper(usi pusat kendali napas& /e,adian ini timbul se era setelah tindakan atau setelah .0-4? menit kemudian& /e,adian ini bersi(at sementara namun apabila tidak ditan men akibatkan henti ,antun dapat se era dilakukan& 2indakan terhadap anestesi spinal total ini adalah den an menaikkan curah ,antun " in(us cairan koloid --. 7" menaikkan kedua tun kai" kendalikan pernapasan den an O- 100@ kalau perlu den an intubasi dan intubasi ini dapat dilakukan den an mudah karena telah ter,adi relaksasi otot maksimal" beri atropin untuk mela+an bradikardi dan beri e(edrin untuk mela+an hipotensi& %an dapat meren ulan i dapat ut n%a+a pasien&

*en enalan dini anestesia spinal total ini amat pentin a ar pertolon an

34

*.

ANESTESI L#KAL !nestesi lokal adalah obat %an men hambat hantaran sara( bila

di unakan secara lokal pada ,arin an sara( den an kadar %an cukup& Obat bius lokal beker,a pada tiap ba ian susunan sara(& !nestesi lokal ialah obat %an men hasilkan blokade konduksi atau blokade loron natrium pada dindin sara( secara sementara terhadap ran san transmisi sepan,an sara(" ,ika di unakan pada sara( sentral atau peri(er& !nestetik lokal setelah keluar dari sara( diikuti oleh pulihn%a konduksi sara( secara spontan dan len kap tanpa diikuti oleh kerusakan struktur sara(& Pers7aratan &bat 7an1 b&"e! %i1 na+an seba1ai anestesi "&+a"' 1& 2idak men iritasi dan tidak merusak ,arin an sara( secara permanen -& ;atas keamanan harus lebar .& >(ekti( den an pemberian secara in,eksi atau pen membran mukosa 4& 8ulai ker,an%a harus sesin kat mun kin dan bertahan untuk ,an ka +aktu %an %an cukup lama ?& )apat larut air dan men hasilkan larutan %an stabil" ,u a stabil terhadap pemanasan& !nestesi lokal serin kali di unakan secara parenteral (in,eksi) pada unaan setempat pada

pembedahan kecil di mana anestesi umum tidak perlu atau tidak diin inkan& )i Indonesia" %an palin ban%ak di unakan adalah lidokain dan bupivakain& Me+anisme +er6a Obat beker,a pada reseptor spesi(ik pada saluran natrium ( sodiumchannel)" mence ah penin katan permeabilitas sel sara( terhadap ion natrium dan kalium sehin a tidak ter,adi depolarisasi pada selaput sara( dan hasiln%a" tidak ter,adi konduksi sara(&

35

*otensi dipen aruhi oleh kelarutan dalam lemak" makin larut makin poten& Ikatan den an protein (protein binding) mempen aruhi lama ker,a dan konstanta dissosiasi (p/a) menentukan a+al ker,a& /onsentrasi minimal anestetika lokal (analo alveolar concentration) dipen aruhi oleh$ 1& <kuran" ,enis dan mielinisasi sara( -& pH (asidosis men hambat blokade sara() .& =rekuensi stimulasi sara( 8ula ker,a ber antun beberapa (aktor" %aitu$ 1& p/a mendekati pH (isiolo is sehin menin kat dan dapat menembus men hasilkan mula ker,a cepat -& !lkalinisasi anestetika lokal membuat a+al ker,a cepat .& /onsentrasi obat anestetika lokal 7ama ker,a dipen aruhi oleh$ 1& Ikatan den an protein plasma karena reseptor anestetika lokal adalah protein -& )ipen aruhi oleh kecepatan absorpsi .& )ipen aruhi oleh ban%akn%a pembuluh darah peri(er di daerah pemberian Efe+ sam$in1 ter!a%a$ sistem t b ! 'istem kardiovaskular$ a& )epresi automatisasi miokard b& )epresi kontraktilitas miokard c& )ilatasi arteriolar d& )osis besar dapat men%ebabkan disritmiaFkolaps sirkulasi a konsentrasi ba ian tak terionisasi membrane sel sara( sehin a den an 8!4" minimum

36

'istem perna(asan$ a& 6elaksasi otot polos bronkus b& Henti na(as akibat paralisis sara( (renikus c& *aralisis interkostal d& )epresi lan sun pusat pen aturan na(as 'istem sara( pusat$ a& *arestesia lidah b& *usin c& 2initus d& *andan an kabur e& ! itasi (& )epresi perna(asan & 2idak sadar h& /onvulsi i& /oma Imunolo i $ reaksi aler i 'istem muskuloskeletal $ miotoksik (bupivakain E lidokain E prokain K&m$"i+asi &bat anestesi "&+a" Obat anestesi lokal" mele+ati dosis tertentu merupakan 0at toksik" sehin dapat bersi(at lokal atau sistemik , /omplikasi lokal 1& 2er,adi ditempat suntikan berupa edema" abses" nekrosis dan an rene& -& /omplikasi in(eksi hampir selalu disebabkan kelainan tindakan asepsis dan antisepsis& a untuk tiap ,enis obat anestesi lokal dicantumkan dosis maksimaln%a& /omplikasi

37

.& Iskemia ,arin an dan nekrosis karena penambahan vasokonstriktor %an disuntikkan pada daerah den an end-artery& , /omplikasi sistemik 1& 8ani(estasi klinis umumn%a berupa reaksi neurolo is dan kardiovaskuler& -& *en aruh pada korteks serebri dan pusat %an lebih tin depresi& .& *en aruh kardiovaskuler adalah berupa penurunan tekanan darah dan depresi miokardium serta an uan hantaran listrik ,antun & i adalah berupa peran san an sedan kan pen aruh pada pons dan batan otak berupa

Bebera$a anasteti+ "&+a" 7an1 serin1 %i1 na+an ' 1. /okain dalam bentuk topikal semprot 4@ untuk mukosa ,alan na(as atas& 7ama ker,a --.0 menit& 2. *rokain untuk in(iltrasi larutan$ 0"-?-0"?@" blok sara($ 1--@" dosis 1?m Fk ;; dan lama ker,a .0-D0 menit& 3. 7idokain konsentrasi e(ekti( minimal 0"-?@" in(iltrasi" mula ker,a 10 menit" relaksasi otot cukup baik& /er,a sekitar 1-1"? ,am ter antun konsentrasi larutan& 4. ;upivakain konsentrasi e(ekti( minimal 0"1-?@" mula ker,a lebih lambat dibandin lidokain" tetapi lama ker,a sampai 8 ,am&

38

BAB III PENUTUP

!nestesi diturunkan dari dua kata #unani $ An berarti tidak" dan Aesthesis berarti rasa atau sensasi n%eri& 'ecara har(iah berarti ketiadaan rasa atau sensasi n%eri& )alam arti %an lebih luas" anestesi berarti suatu keadaan hilan n%a rasa terhadap suatu ran san an& *emberian anestetikum dilakukan untuk men uran i dan men hilan kan rasa n%eri baik disertai atau tanpa disertai hilan n%a kesadaran& 'erin kali anestesi dibutuhkan pada tindakan %an berkaitan den an pembedahan& !nestetetikum ,u a dapat diklasi(ikasikan berdasarkan daerah atau luasan pada tubuh %an dipen aruhin%a" %aitu $ 1)& !nestesi lokal" terbatas pada tempat pen unaan den an pemberian secara topikal" spra%" salep atau tetes" dan in(iltrasi& -)& !nestesi re ional" mempen aruhi pada daerah atau re io tertentu den an pemberian secara perineural" epidural" dan intratekal atau subaraknoid& .)& !nestesi umum" mempen aruhi seluruh sistem tubuh secara umum den an pemberian secara in,eksi" inhalasi" atau abun an (balanced anaesthesia)&

39