Anda di halaman 1dari 3

1.

Yang mau dicapai pada anestesi untuk pasien preeklampsia adalah : Mempertahankan stabilitas hemodinamika (mengontrol hipertensi dan menghindari hipotensi) Mencegah komplikasi dari preeklampsia Analgesi yang sempurna pada saat kelahiran

2. Evaluasi Pre-anestetik &Persiapan Pasien Atasi hipertensi Cegah kejang Oksigenasi Perbaiki sirkulasi organ vital Koreksi hipoalbumin, elektrolit, dan asidosis. Monitoring EKG, TTV Periksa nilai masa perdarahan, masa pembekuan, jumlah trombosit

3. Analgesia untuk kelahiran per vagina a. Epidural analgesia Merupakan pilihan utama Keuntungan : berkurangnya nyeri, konsentrasi katekolamin berkurang sehingga meningkatkan aliran uteroplacental dan intervilus. -> Teknik Epidural analgesia 1.Hidrasi infus kristaloid 500-1000 ml. 2.Pantau EKG si ibu, tekanan darah, dan DJJ. 3.Berikan oksigen. 4.Analgesia yg sempurna dg blok motorik minimal : Bupivacaine 0.125% dan 2 g/mL Fentanyl bolus melalui infus epidural 10-12mL/jam. 5.Untuk mengatasi efek hipotensi diberikan tambahan cairan atau efedrin iv 510mg.

b. Kombinasi Spinal-Epidural (Combined Spinal-Epidural, CSE) Pada teknik ini, anestesi spinal menggunakan hanya Fentanyl atau Sufentanyl.

Bisa pula kombinasi Bupivacaine 1.25-2.5 mg dengan 25 g Fentanyl atau 10 g Sufentanyl. Selanjutnya dipasang infus epidural dengan kombinasi yang sama untuk mempertahankan efek analgesi sampai kelahiran.

4. Analgesia untuk sectio caesaria a. Anestesi Regional metode anestesi terpilih untuk SC terbukti aman untuk ibu dan bayinya (mortalitas ibu pd anest.umum : anest.regional = 16:1) tak ada perubahan yg signifikan pada central venous pressure, pulmonary artery wedge pressure, dan cardiac index. Kadar serum yg berhubungan dg stress si ibu seperti katekolamin, endorfin, dan kortisol tidak berubah. -> Anestesi Spinal Masih merupakan suatu kontroversi karena pada wanita PEB : volume intravaskular sedikit dan perfusi uteroplacental menurun dengan anestesi spinal, blokade saraf simpatis terjadi cepat dan hipotensi terjadi cepat pula. Penggunaan obat-obat antihipertensi dapat memperbesar efek hipotensinya Pada kenyataannya penggunaan anestesi spinal tidak memberikan kerugian baik pada si ibu maupun pada bayinya. -> CSE Penggunaan Bupivacaine hiperbarik dengan dosis 7.5 mg dengan 25 g Fentanyl memberikan anestesi yg adekuat untuk SC. Dengan adanya kateter epidural, durasi dari blok saraf diperpanjang durasinya. Teknik Anestesi Regional 1.Monitoring CVP. 2.Hidrasi 1000 mL kristaloid atau infus lainnya untuk meningkatkan CVP maksimal 4 mmHg. 3.Monitor DJJ. 4.Kateter epidural : kombinasi bupivacaine 0.5% dan 100 g Fentanyl secara bertahap utk memperbesar efek blok sensorik sampai torakal IV

5.Atasi hipotensi dengan efedrin atau cairan atau keduanya.

6.Pada akhir operasi, berikan infus epidural Fentanyl atau Morfin 4 mg untuk mengurangi rasa sakit post operasi. Untuk CSE : masukkan 7.5 mg bupivacaine hiperbarik dg 25 g Fentanyl melalui intratekal. Lalu berikan Lidocaine 2 % atau bupivacaine 0.5% secara epidural untuk mempertahankan efek blok sensori. b. Anestesi Umum Indikasi: pasien dengan masalah koagulopati fetal distress yang memerlukan operasi emergensi pada pasien yg menolak anestesi regional. -> Hal-hal yang harus dipertimbangkan pada anestesi umum edem laring dan kemungkinan sulitnya pengelolaan jalan nafas hipertensi yg melonjak akibat pemasangan ETT interaksi antara Magnesium dan obat-obat muscle relaxant Teknik Anestesi Umum 1.Monitoring CVP 2.Preoksigenasi. Monitoring EKG, pulse oxymeter. 3.Monitor DJJ. 4.Induksi : thiopental 4 mg/kgBB dan suksinil kolin 1 mg/kgBB. 5.Maintain : N20 dan isofluran. 6.Berikan muscle relaxant (vecuronium atau atracurium). 7.Pada akhir operasi berikan reverse MR. 8.Berikan Labetolol 5-10 mg iv sebelum ekstubasi untuk mencegah hipertensi. Postoperatif - Pasien dimonitor di ruang pemulihan atau ICU selama 12-24 jam ke depan. - Infus magnesium diteruskan untuk mencegah eklampsia. - Awasi tanda-tanda edem paru sehingga bisa diatasi dengan segera.