Anda di halaman 1dari 22

Panggul Sempit

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah Pada setiap persalinan harus diperhatikan 3 faktor berikut : jalan lahir, janin dan kekuatan-kekuatan yang ada pada ibu. Pada panggul dengan ukuran normal, apa pun jenisnya, kelahiran per vaginam dengan berat badan janin yang normal tidak akan mengalami kesukaran. Akan tetapi karena pengaruh gi i, lingkungan atau hal-hal lain ukuran-ukuran panggul dapat menjadi lebih ke!il daripada standar normal, sehingga bisa terjadi kesulitan pada persalinan pervaginam1. "agi setiap #anita, dari proses kehamilan hingga melahirkan merupakan sesuatu yang unik sekaligus sakral. $ehingga setiap tahapan sebisa mungkin ingin dirasakan dan dile#ati se!ara alami. %erutama pada saat persalinan. &anya saja, pada kondisi tertentu seperti panggul ibu yang sempit, demi kebaikan ibu dan janin, jalan operasi memang menjadi langkah yang bijaksana. Panggul sempit merupakan salah satu kendala dalam melahirkan se!ara normal. 'amun, menentukan ukuran panggul sempit ternyata tidak bisa dilihat se!ara kasat mata2. Pemeriksaan umum kadang-kadang sudah memba#a pikiran ke arah kemungkinan kesempitan panggul. Akan tetapi apa yang dikemukakan di atas tidak dapat diartikan bah#a seorang #anita dengan bentuk badan normal tidak dapat memiliki panggul dengan ukuran-ukuran yang kurang dari normal, diinjau dari satu atau beberapa segi bidang panggul. (leh karenanya sangat diperlukan pemeriksaan yang menyeluruh mulai dari anamnese dan pemeriksaan klinik1. 1.2. Tujuan %ujuan penulisan laporan kasus ini adalah untuk menambah pengetahuan dan #a#asan tentang etiologi, diagnosa dan penatalaksanaan kasus panggul sempit. 15

)epartemen (bstetri )an *inekologi +, -$- . /$ &A0 0edan

Panggul Sempit

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Definisi $e!ara anatomi,panggul sempit adalah apabila ukurannya 1-1 !m kurang dari ukuran yang normal. ,esempitan panggul bisa pada pintu atas panggul, ruang tengah panggul, pintu ba#ah panggul atau kombinasi dari ketiganya3. $e!ara obstetrik, panggul sempit adalah suatu panggul yang di mana salah satu atau lebih diameternya berkurang sehingga mempersulit mekanisme persalinan normal3. 2.2. Anat !" Jalan Lah"r 2alan lahir dibagi atas : bagian atas terdiri atas tulang-tulang panggul dengan sendi-sendinya3artikulasio4, dan bagian lunak yang terdiri atas otot-otot, jaringan-jaringan dan ligamen-ligamen1#$. 2.2.1. Tulang%Tulang Panggul. %erdiri dari: 1. (s. 5o6ae terdiri atas : ilium, is!hium, pubis 1. (s. $a!rum. 3. (s. 5o!!ygeus %ulang-tulang ini satu dengan yang lainnya berhubungan. )i depan terdapat hubungan antara kedua os pubis kanan dan kiri, disebut simphisis. )i belakang terdapat artikulasio sa!ro-iliaka yang menghubungkan os sa!rum dengan os ilium. )i ba#ah terdapat artikulasio sakro-!o!!ygea, yang menghubungkan os sakrum dan os !o!!ygeus1#$. $e!ara fungsional, panggul terdiri dari 1 bagian yang disebut pelvis mayor dan pelvis minor. Pelvis mayor adalah bagian pelvis yang terletak diatas linea terminalis. "agian yang terletak di ba#ah linea terminalis disebut pelvis minor. "agian akhir ini adalah bagian yang mempunyai peranan penting dalam obstetri dan harus dapat dikenal dan dinilai sebaik-baiknya untuk dapat meramalkan dapat tidaknya bayi mele#atinya. "entuk pelvis minor ini menyerupai suatu saluran
)epartemen (bstetri )an *inekologi +, -$- . /$ &A0 0edan

15

Panggul Sempit

yang mempunyai sumbu melengkung ke depan 3 sumbu 5arus4. $umbu ini adalah garis yang menghubungkan titik persekutuan antara diameter transversa dan konjugata vera pada pintu atas panggul dengan titik pada hodge 77, 777 dan 781. B"&ang atas saluran "n" n r!al# 'er'entuk ha!("r 'ulat# &"se'ut ("ntu atas (anggul )(el*"+ "nlet,. B"&ang 'a-ah saluran "n" t"&ak !eru(akan suatu '"&ang se(ert" ("ntu atas (anggul# akan teta(" ter&"r" atas &ua '"&ang &"se'ut ("ntu 'a-ah (anggul)(el*"+ utlet,. D" antara ke&ua ("ntu ter&a(at ruang (anggul atau (el*"+ +a*"t.. /uang (anggul !e!(un.a" ruangan .ang (al"ng luas akan teta(" !en.e!("t &" (anggul tengah untuk ke!u&"an !eluas ke!'al". Pen.e!("tan &" (anggul tengah "n" &"se'a'kan a&an.a s("na "s+h"a&"ka .ang ka&ang%ka&ang !en nj l ke &ala! ruang (anggul1.

Pel*"+ Inlet

Pel*"+ 0utlet

2.2.2. Bag"an Lunak Jalan Lah"r Pada kala pengeluaran 3kala 774 ikut membentuk jalan lahir segmen ba#ah uterus, serviks uterus dan vagina. )i samping uterus dan vagina, otot-otot, jaringan-jaringan ikat, dan ligamen-ligamen yang berfungsi menyokong otot-otot urogenitalis. Perlu diketahui oleh karenanya semuanya mempengaruhi jalan lahir, dan lahirnya kepala atau bokong pada partus1. (tot-otot yang menahan dasar panggul di bagian luar adalah muskulus sphin!ter ani e6ternus, muskulus bulbo !avernosus dan muskulus perinei transversus superfisialis1.
)epartemen (bstetri )an *inekologi +, -$- . /$ &A0 0edan

15

Panggul Sempit

)i bagian tengah ditemukan otot-otot yang melingkari urethra3mus!ulus sphin!ter urethrae4, otot-otot yang melingkari vagina bagian tengah dan anus, antara lain mus!ulus ileo!o!!ygeus, mus!ulus is!hio !o!!ygeus, mus!ulus perinei transversus profundus dan mus!ulus !o!!ygeus9.

0t t% t t (a&a 'ag"an lunak jalan lah"r 2.1. Ukuran /ata%/ata Panggul 2an"ta N r!al 2.1.1. P"ntu Atas Panggul )Pel*"+ Inlet, Pelvi! inlet dibatasi oleh linea inominata (linea terminalis), pelvic inlet dinilai dengan !onjugata diagonal dan vera, normalnya ukuran !onjugata diagonal : 13.5 !m dan !onjugata vera : 11.; !m1. Pintu atas panggul dianggap sempit bila !onjugata vera kurang dari 1; !m atau kalau diameter transversa kurang dari 11 !m. 5onjugata vera dilalui oleh diameter biparietalis yang < => !m dan kadang-kadang men!apai 1; !m, maka sudah jelas bah#a !onjugata vera yang kurang dari 1;!m dapat menimbulkan kesulitan. ,esukaran bertambah lagi kalau kedua ukuran ialah diameter antara antero-posterior maupun diameter transversa sempit1,3,9. Pembagian tingkatan panggul sempit1: %ingkat 7 %ingkat 77 : 58 ? =-1; !m ? borderline : 58 ? @-= !m ? relatif ? ekstrim
)epartemen (bstetri )an *inekologi +, -$- . /$ &A0 0edan

15

%ingkat 777 : 58 ? A-@ !m

Panggul Sempit

%ingkat 78 : 58 ? A!m

? mutlak

2.1.2. P"ntu Tengah Panggul )M"& Pel*"+, "idang tengah panggul terbentang antara pinggir ba#ah symphysis dan spinae ossis ischii dan memotong sa!rum kira-kira pada pertemuan ruas tulang sa!rum 78 dan 85. "eberapa ukuran pada bidang mid pelvic yaitu : distansia interspinarum 3)74 : 1;.5 !m. )iameter anterior posterior 3AP4 yaitu garis yang menghubungkan pinggir ba#ah symphisis dengan ruas tulang sakrum 78-8, ukurannya : 11.5 !m, diameter sagitalis posterior yaitu garis antara pertengahan distansia interspinarum dan tulang sakrum 78-8, ukuran 5 !m. 0idpelvi! dikatakan sempit bila diameter interspinarum B=!m atau bila diameter interspinarum ditambahkan dengan diameter sagitalis posterior kurang dari 13,5 !m1,3,5,A. -kuran C ukuran bidang tengah panggul tidak dapat diperoleh se!ara klinis tetapi harus diukur se!ara rontgenelogis, tetapi kita dapat menduga kesempitan bidang tengah panggul kalau $pinae is!hiadi!ae sangat menonjol )iameter antar tuber is!hii @ > !m atau kurang ,esempitan bidang tengah panggul dapat menimbulkan gangguan putaran paksi, jika diameter antar spina 3)74 = !m atau kurang kadang-kadang diperlukan $5. "ila persalinan terhenti karena kesempitan bidang tengah panggul maka sebaiknya dipergunakan ekstraktor va!um, karena ekstraksi dengan for!eps memperke!il ruangan jalan lahir5. 2.1.1 P"ntu Ba-ah Panggul )Pel*"+ 0utlet, Pintu ba#ah panggul terdiri dari 1 segi tiga dengan jarak antar tuberum sebagai dasar bersamaan. )iameter sagitalis posterior 3AP4 yaitu garis dari pertengahan diameter antar tuberum ke ujung sakrum, ukurannya : D.5 !m. )istansia intertuberosum : 1;.5 !m.9 Penilaian adekuasi pintu ba#ah panggul dapat diukur melalui jarak intertuberosa atau penjumlahan distansia intertuberosum dan diameter sagitalis posterior. Pintu ba#ah panggul dikatakan sempit jika jarak antara tubera ossis is!hii @ !m atau kurang, bila jarak ini
)epartemen (bstetri )an *inekologi +, -$- . /$ &A0 0edan

15

Panggul Sempit

berkurang dengan sendirinya ar!us pubis merun!ing maka besarnya ar!us pubis dapat dipergunakan untuk menentukan kesempitan pintu ba#ah panggul. )apat pula dikatakan sempit bila jumlah ukuran antar tuberum dan diameter sagitalis posterior E 15 !m1,9 atau bila diameter interspinosum E @ !m1.3.9,A. 0enurut %homas, distosia dapat terjadi kalau jumlah ukuran antar tuberum dan diameter sagitalis posterior E 15 !m 3 normal 11 !m : D,5 !m ? 1@,5 !m 4. "ila pintu ba#ah panggul sempit biasanya bidang tengah panggul juga sempit. ,esempitan pintu ba#ah panggul dapat menyebabkan gangguan putaran paksi. ,esempitan pintu ba#ah panggul jarang memaksa kita melakukan $5 bisanya dapat diselesaikan dengan for!ep dan dengan episiotomy yang !ukup luas. A&a $ t"(e (anggul &asar 3 karakter"st"k# !enurut klas"4"kas" 5al&-ell% M l .16 1. tipe gynaecoid : bentuk pintu atas panggul seperti elips melintang kiri-kanan, hampir mirip lingkaran. )iameter transversal terbesar terletak di tengah. )inding samping panggul lurus. 0erupakan jenis panggul tipikal #anita 3female type4. 1. tipe anthropoid : bentuk pintu atas panggul seperti ellips membujur anteroposterior. )iameter transversal terbesar juga terletak di tengah. )inding samping panggul juga lurus. 0erupakan jenis panggul tipikal golongan kera 3ape type4. 3. tipe android : bentuk pintu atas panggul seperti segitiga. )iameter transversal terbesar terletak di posterior dekat sakrum. )inding samping panggul membentuk sudut yang makin sempit ke arah ba#ah. 0erupakan jenis panggul tipikal pria 3male type4. 9. tipe platypelloid : bentuk pintu atas panggul seperti Fka!angF atau FginjalF. )iameter transversal terbesar juga terletak di tengah. )inding samping panggul membentuk sudut yang makin lebar ke arah ba#ah.

15

)epartemen (bstetri )an *inekologi +, -$- . /$ &A0 0edan

Panggul Sempit

15

)epartemen (bstetri )an *inekologi +, -$- . /$ &A0 0edan

Panggul Sempit

,elainan bentuk atau ukuran panggul dapat diketahui dari anamnesis dan pemeriksaan yang baik. Anamnesis perlu ditanyakan ri#ayat penyakit dahulu, ada.tidak penyakit ra!hitis, patah tulang panggul, !o6itis dan sebagainya. Pelvimetri klinik atau radiologik harus dapat menentukan perkiraan bentuk dan ukuran panggul dengan baik9. $ebenarnya, melalui mata telanjang !alon ibu bisa mengetahui luas panggulnya. ,alau ibu bertubuh tinggi besar, bisa dipastikan ukuran panggulnya relatif luas. $edangkan ibu yang tidak terlalu tinggi, hanya 195 !m atau malah kurang, kemungkinan besar ukuran panggulnya ke!il dan sempit. 'amun Pengamatan ini hanya asumsi. Pemeriksaan yang akurat hanya bisa dilakukan se!ara klinis dengan roentgen9. Pada keadaan panggul patologik, anak dengan berat janin di atas 15;; gram akan sulit dilahirkan. -ntuk itu dipertimbangkan se!tio !esarea. 'ormal berat anak yang dilahirkan seorang ibu adalah antara 15;; - 9;;; gram. "ayi dengan berat badan lahir lebih dari 9;;; g disebut makrosomia. "ayi dengan berat badan lahir kurang dari 15;; g disebut bayi berat lahir rendahA.
)epartemen (bstetri )an *inekologi +, -$- . /$ &A0 0edan

15

Panggul Sempit

G 5ara menentukan berat badan . H"I menurut 2ohnson %osha!k3: 3%inggi fundus uteri J turunnya kepala4 K 155 ? ..... gram %urunnya kepala: &odge 7 2.$. Ka(as"tas Panggul Perbandingan antar luas bidang yang didapat dengan luas $tandard dalam persen dinamakan kapasitas &ar"(a&a '"&ang. Luas bidang panggul #anita 7ndonesia 3standard4: Pintu atas panggul Pintu tengah 5ontoh : Pintu atas : !onjugate vera 1; !m diameter transversa 11 !m luas 1;611 ? 11; !m1 ,apasitas Pintu tengah : 11; !m1 7 82 9 12: +!2 : distansia interspinarum = !m )iameter AP 11 !m Luas 8 +! ; 12 +! 7 1:< +!2 ,apasitas M 1;@ 7 8$9 11= $ebagai kapasitas dari pelvis seluruhnya diambil kapasitas terke!il, yaitu =1 N.Suatu (anggul &engan ka(as"tas 1::9 harus &a(at !elah"rkan 'a." &engan 'eratn.a $::: gra!. Da.a ak ! &as" turun se"!'ang &engan ka(as"tasn.a. 0aka kapasitas terke!il panggul itu adalah =1N 6 9;;; g ? 3A@; gram , karena jika lebih dari itu bayi tidak akan dapat mele#ati midpelvis. 'ilai ini disebut sebagai DA>A K0M0DASI PAN??UL )DAP, 1. : 11; !m2 : 115 !m2 ? J13 &odge 77 ? J11 &odge 777 ? J11

15 2.=. Pe!er"ksaan (anggul In&"kas" .ang !engharuskan (e!er"ksaan@


)epartemen (bstetri )an *inekologi +, -$- . /$ &A0 0edan

Panggul Sempit

7dealnya, pemeriksaan ini dilakukan ibu pada usia kehamilan 3A minggu. 'amun biasanya dokter juga akan melakukan pemeriksaan panggul jika ada indikasi tertentu, pada ibu hamil, di antaranyaA: 1. Ada dugaan disproporsi atau ketidaksesuaian besar bayi dan ukuran panggul ibu. ,hususnya jika ukuran bayi besar, sedangkan panggul ibu sempit. "iasanya bayi berbobot 9 kg ke atas sulit dilahirkan se!ara normal. $elain kepala tidak bisa memasuki rongga panggul, ukuran bahu bayi yang juga lebar menghambat bayi turun ke panggul. 1. ,elainan panggul, karena trauma ke!elakaan yang merusak bentuk panggul. ,ondisi ini boleh jadi kurang ideal bagi ibu untuk melahirkan se!ara normal. 3. 7bu memiliki ri#ayat penyakit perusak panggul, seperti %"5 tulang, rakhitis, atau polio. "akteri %"5 tulang mampu merusak bentuk panggul, menjadi bengkok ataupun tidak beraturan. 9. ,elainan letak bayi, misalnya posisi #ajah bayi yang langsung menghadap jalan lahir. Posisi yang benar, adalah ubun-ubun bayilah yang menghadap jalan lahir. 2.=.1. Pe!er"ksaan Kl"n"s Pemeriksaan dilakukan dengan jari pada usia kehamilan 3A minggu. 5aranya, dokter akan memasukkan dua jarinya 3jari telunjuk dan tengah4 ke jalan lahir hingga menyentuh bagian tulang belakang.promontoriumA. $etelah itu, dokter akan menghitung jarak dari tulang kemaluan hingga promontorium untuk mengetahui ukuran pintu atas panggul dan pintu tengah panggul. 0elalui pemeriksaan ini kita akan mendapatkan 5onjugata diagonal 3jarak antara promontorium dengan simpisis ba#ah4, untuk mendapatkan 5onjugata vera, maka !onjugata diagonal J 1,5 !m1,A. 2arak minimal antara tulang kemaluan dengan promontorium adalah 11 !m. 2ika kurang maka dikategorikan sebagai panggul sempit. 'amun, jika bayi yang akan lahir tidak terlalu besar, maka ibu berpanggul sempit dapat melahirkan se!ara normalA. 2.=.2. Pe!er"ksaan / ntgen@
)epartemen (bstetri )an *inekologi +, -$- . /$ &A0 0edan

15

Panggul Sempit

)ilakukan dengan !ara memotret panggul ibu, menggunakan alat rontgen. $elama pemotretan ibu diminta duduk, persis seperti tindakan rontgen pada anggota tubuh lain, hanya saja intensitas !ahaya yang digunakan lebih rendah. &asil foto dianalisa untuk mengetahui ukuran panggul. "ahkan aneka kelainan letak bayi pun sebetulnya bisa terdeteksi dengan !ara ini. )ibanding pengukuran se!ara klinis, pengukuran dengan alat rontgen menghasilkan data yang lebih terperin!i mengenai diameter pintu panggul.'amun bahaya radiasi terutama dengan proyeksi %homs dimana posisi pasien setengah duduk dan jika letak janin dalam letak kepala, maka alat kelamin janin berada diatas dan dekat dengan tabung rontgen.)engan demikian radiasi pada alat kelamin janin akan besar. 7ndikasi pemeriksaan /ontgen pada kehamilan bilaA : 1. Patologi pada ibu yang memerlukan tindakan segera 1. -ntuk menentukan umur kehamilan, jika pasien baru datang pada dokter pada akhir kehamilannya dan tidak ada #aktu lagi untuk mengikuti perkembangan janin dengan -$*. 3. -ntuk konfirmasi adanya kelainan janin atau adanya kematian janin. Peluang +al n "'u agar '"sa !elah"rkan n r!al 'er&asarkan ' ' t 'a."@6 1. Panggul sempit, panggul jenis ini hanya bisa mengeluarkan bayi berbobot 1,5 kg ke ba#ah. 1. Panggul sedang, bisa mengeluarkan bayi berbobot 1,5 kg s.d 3,5 kg. 3. Panggul luas, panggul jenis ini bisa mengeluarkan bayi berukuran besar 3,5 kg s.d 3,= kg. 2.@. K !(l"kas" (a&a keha!"lan Apabila persalinan dengan panggul sempit dibiarkan berlangsung sendiri tanpa pengambilan tindakan yang tepat, timbal bahaya bagi ibu dan janin. "ahaya pada ibu3,5: 1. Partus lama yang sering kali disertai dengan pe!ahnya ketuban pada pembukaan ke!il, dapat menimbulkan dehidrasi serta asidosis, dan infeksi intrapartum.
)epartemen (bstetri )an *inekologi +, -$- . /$ &A0 0edan

15

Panggul Sempit

1. )engan his yang kuat, sedang kemajuan janin dalam jalan lahir tertahan, dapat timbul regangan segmen ba#ah rahim dan pembentukan lingkaran retraksi patologik 3"andl4. ,eadaan ini terkenal dengan ruptur uteri mengan!amM apalagi tidak segera diambil tindakan untuk mengurangi regangan, akan timbul ruptura uteri. 3. )engan persalinan tidak maju karena panggul sempit, jalan lahir pada suatau tempat mengalami tekanan yang lama antara kepala janin dengan tulang panggul. &al itu menimbulkan gangguan sirkulasi dengan akibat terjadinya iskemia dan kemudian nekrosis pada tempat tersebut. "eberapa hari post partum akan terjadi fistula vesikoservikalis, atau fistula vesikovaginalis, atau fistula rektovaginalis. "ahaya pada janin3,5: 1. Partus lama dapat meningkatkan kematian perinatal, apalagi jika ditambah dengan infeksi intrapartum. 1. Prolapsus funikuli, apabila terjadi, mengandung bahaya yang sangat besar bagi janin dan memerlukan kelahirannya dengan segera apabila masih hidup. 3. %ekanan oleh promontorium atau kadang-kadang oleh simfisis pada panggul pi!ak menyebabkan perlukaan pada jaringan di atas tulang kepala janin, malahan dapat pula menimbulkan fraktur pada os parietalis. 2.A. Penanganan 2.A.1.Persal"nan (er+ 'aan Oang disebut persalinan per!obaan adalah untuk persalinan per vaginam pada #anita dengan panggul yang relatif sempit. Persalinan per!obaan dilakukan hanya pada presentasi belakang kepala, jadi tidak dilakukan pada letak dahi, letak muka, letak sungsang atau kelainan letak lainnya5. Persalinan per!obaan dimulai pada permulaan persalinan dan berakhir setelah kita mendapatkan keyakinan bah#a persalinan tidak dapat berlangsung per vaginam atau setelah anak lahir per vaginam5. 15

)epartemen (bstetri )an *inekologi +, -$- . /$ &A0 0edan

Panggul Sempit

Persalinan per!obaan dikatakan berhasil kalau anak lahir pervaginam se!ara spontan atau dibantu dengan ekstraksi 3for!ep atau va!um4 dan anak serta ibu dalam keadaan baik. 2.A.2.Seks" +esBrea $eksio dapat dilakukan se!ara elektif atau primer, yakni sebelum persalinan mulai atau pada a#al persalinan, dan se!ara sekunder, yakni sesudah persalinan berlangsung selama beberapa #aktu1. $eksio !esPrea elektif diren!anakan lebih dahulu dan dilakukan pada kehamilan !ukup bulan karena kesempitan panggul yang !ukup berat. $elain itu seksio tersebut diselenggarakan pada kesempitan ringan bila ada faktor-faktor lain yang merupakan komplikasi, seperti primigravida tua, kelainan letak janin yang tidak dapat diperbaiki, kehamilan pada #anita yang mengalami masa infertilitas yang lama, penyakit jantung, dll1. $eksio !esPrea sekunder dilakukan karena persalinan per!obaan dianggap gagal, atau karena timbul indikasi untuk menyelesaikan persalinan se!epat mungkin, sedang syarat-syarat untuk persalinan per vaginam tidak atau belum terpenuhi1. "erdasarkan perhitungan konjugata vera pada pintu atas panggul dapat diambil tindakan yaitu1,3: 2.A.1.S"!4"s" t !" $imfisiotomi adalah tindakan untuk memisahkan tulang panggul kiri dari tulang panggul kanan pada simfisis supaya dengan demikian rongga panggul menjadi lebih luas. %indakan ini tidak banyak lagi dilakukan karena terdesak oleh seksio !aesaria. $atu-satunya indikasi adalah apabila pada panggul sempit dengan janin masih hidup terdapat infeksi intrapartum berat, sehingga seksio !aesaria terlalu berbahaya9,1. 15 panjang 58 @-1; !m Q partus per!obaan panjang 58 A-@ !m Q $5 primer panjang 58 E A !m Q $5 absolut.

)epartemen (bstetri )an *inekologi +, -$- . /$ &A0 0edan

Panggul Sempit

2.A.$.Kran" t !" Pada persalinan yang dibiarkan berlarut-larut dan dengan janin yang sudah meninggal, sebaiknya persalinan diselesaikan dengan kraniotomi dan kranioklasi. &anya jika pangggul demikian sempitnya sehingga janin tidak dapat dilahirkan dengan kraniotomi, terpaksa dilakukan seksio !aesaria9,1.

15

)epartemen (bstetri )an *inekologi +, -$- . /$ &A0 0edan

Panggul Sempit

DACTA/ PUSTAKA
1. Iinkjosastro &, $aifudin " A, /a!himhadhi %. )istosia karena ,elainan Panggul. )alam. 7lmu ,ebidanan. Oayasan "ina Pustaka $ar#ona Pra#irohardjo,Oakarta 1;;1: A3D-9D 1. Panggul $empit, Available from: http:..###.balitaanda.!om.ar!hive.artikel.artR i.pdf 3. 0u!htar /. "entuk dan ,elainan Panggul. )alam. $inopsis obstetri. Penerbit "uku ,edokteran H*5, 2akarta: 1;;1: 315-33;. 9. 5uningham + *, 'orman +, ,enneth 2, Larry 5, 2ohn 5, ,atharine ), et al. Anatomy of the /eprodu!tive %ra!t. 7n. Iilliams (bstetri!s 11st Hdition. %h# 0! *ra#-&ill 5ompanies, 'e# 5ork. 1;;1: 1@-9;. 5. Asuhan ,epera#atan $e!tio 5aesarea )engan 7ndikasi Panggul $empit. )iunduh dari : http:..###.rusari.!om.askepRs!RpanggulRsempit.html A. Pemeriksaan Panggul. )iunduh dari : http:..###.!one!tiSue.!om.tipsRsolution.pregnan!y.duringRpregnan!y.art i!le.phpTarti!leRid?9D51

15

)epartemen (bstetri )an *inekologi +, -$- . /$ &A0 0edan

Panggul Sempit

LAP0/AN KASUS
I&ent"tas Pas"en 'ama -mur $uku Agama Alamat Pekerjaan Pendidikan 0/ %gl 0asuk Ana!nesa Keluhan uta!a : 0ules-mules mau melahirkan Telaah /P% /P( &P&% %%P A'5 $tatus : &al ini dialami ($ sejak 3; 2uni 1;;@, pukul ;9.;; I7". )isertai keluarnya lendir darah, keluar air-air 3-4. ::: T- ;=-;D : T-;A-;@ : "idan, 9 kali : *1 P; A; : 'y.2 : 13 tahun : 'ias : ,risten : 2amin *inting 1;@ km11 simp selayang : 7bu /umah %angga : %amat $L%A : 3A-11-DA : 3; 2uni 1;;@, pukul ;@.9; I7"

15

)epartemen (bstetri )an *inekologi +, -$- . /$ &A0 0edan

Panggul Sempit

/"-a.at Persal"nan : 1. &amil ini Pe!er"ksaan Kl"n"s Status Presens 6 $ensorium %ekanan )arah +rekuensi 'adi %emperatur Status L kal"sata Status 0'stetr"kus 6 Abdomen %inggi +undus -teri %egang %erba#ah *erak )22 &is H"I : membesar asimetris : 3 jari bp6 33A !m4 : kiri ibu : kepala :: : 199 kali per menit : 1 6 3;UU.1;U : 39;;-35;; gr : 5ompos 0entis : 11;.@; mm&g : D9 kali per menit : 3A,5;5 6 (aru 6 $p : vesikuler $t : Anemis 7kterus $ianosis Hdema ::::-

+rekuensi 'afas : 1; kali per menit

)ypsnoe : -

DT 656 sakral, pembukaan 5 !m, effa!ement 1;; N, selaput ketuban 3:4, kepala , floating, posisiT Adekuasi panggul : Promontorium Linea innominata (s. $a!rum $pina 7s!hiadi!a (s. 5o!ygeus Arkus pubis kesan : panggul tidak adekuat bishop s!ore :D
)epartemen (bstetri )an *inekologi +, -$- . /$ &A0 0edan

: teraba, 5) ? 1; !m, 58 ? @,5 !m : teraba seluruhnya : !ekung : tidak menonjol : mobile : lan!ip, E =;V 15

Panggul Sempit

Has"l la' rat r"u! 6 &b &t I"5 PL% -rinalisa Iarna : ,uning jernih Protein : *lukosa : $ediment : Hritrosit : ;-1 . LP, Leukosit : 1-1 . LP, $el Hpitel: 1-1 . LP, D"agn sa Se!entara 6 Panggul sempit : P* : ,)/ 3 aterm 4 : P, : A& : inpartu /en+ana 6 $5 5ito Tera(" 6 78+) /L 1; gtt.i 7nj. Ampi!illin 1 g 78 3skin test4 A#asi 8$, his, )22 dan tanda-tanda /-7 : 11,9 g.dl : 3A,5 N : 19.=;;.mm3 : 13=.;;;.mm3

2a#aban konsul bagian anestesi: A55 tindakan anestesi Laporan (perasi tanggal 3; 2uni 1;;@ %indakan pembedahan : Pfanensteil $5L5 7bu dibaringkan di meja operasi dengan infus dan kateter terpasang baik )ilakukan tindakan aseptik dan antiseptik
)epartemen (bstetri )an *inekologi +, -$- . /$ &A0 0edan

15

Panggul Sempit

)itutup dengan doek steril ke!uai lapangan operasi )iba#ah spinal anestesi dilakukan insisi pfanensteil kutis, subkutis fas!ia, fas!ia digunting ke kiri dan ke kanan, otot dikuakkan se!ara tumpul Peritonium digunting ke atas dan ke ba#ah, tampak uterus gravidarum )ilakukan insisi lo# !ervi!al pada $"/, dengan meluksir kepala bayi dilahirkan, lahir bayi laki-laki, "" ? 395; g, P" ? 9A !m, A.$ ? @.=, anus 3:4, kongenital mayor 3-4

Pla!enta dilahirkan se!ara P%%, kesan lengkap $etelah !avum uteri dibersihkan, uterus dijahit !ontinuous interlo!king, evaluasi perdarahan Peritonium dijahit se!ara !ontinuous, kutis subkutikuler ,eadaan ibu post operasi Q stabil

Tera(" 6 78+) /L : (ksitosin 1;-5-5 Q 1; gtt.i 7nj Ampi!illin 1g . @jam 7nj *entami!in @; mg. 11 jam 0etronida ole drips . 19 jam 7nj ,etorola! 1 amp . @ jam

7nstruksi : A#asi 8$, tanda-tanda perdarahan 5ek &b post op, bila &b B @ g. dL transfusi I" 1 bag

Laboratorium post op: &b &t I"5 PL% : 1;,@ g.dl : 33,@ N : 19.;;;.mm3 : 13@.;;;.mm3 15

)epartemen (bstetri )an *inekologi +, -$- . /$ &A0 0edan

Panggul Sempit

C0LL02 UP ,-: $ P: $ens %) 3mm&g4 &/ 3 6.i 4 %e // 3 6.i 4 $ ( : Abdomen: %+-: ,ontraksi : Peristaltik : A$7 P.8 : Lo!hia : "A" : "A, )6 %erapi

13:A3:< 'yeri pada bekas luka operasi 50 11;.D; @1 1; 3A.5 soepel $etentang pusat "aik : /ubra -

23:A3:< 50 11;.D; D9 1@ 3A.D soepel $etentang pusat "aik : : /ubra :

Post $5L5 pfanensteil a.i panggul sempit : '&1 78+) /L 1; gtt.i 7nj Ampi!illin 1 g . @ jam 7nj *entami!in @; mg . 11 jam 0etronida ole drips 5;; mg . 19 jam 7nj ,etorola! 1 amp . @ jam

Post $5L5 pfanensteil a.i panggul sempit : '&1 78+) /L 1; gtt .i 7nj Ampi!illin 1 g . @ jam 7nj *entami!in @; mg . 11 jam 0etronida ole drips 5;; mg . 19 jam 7nj ,etorola! 1 amp . @ jam

15

)epartemen (bstetri )an *inekologi +, -$- . /$ &A0 0edan

Panggul Sempit

C0LL02 UP ,-: $ P: $ens %) 3mm&g4 &/ 3 6.i 4 %e // 3 6.i 4 $ ( : abdomen: %+-: ,ontraksi : Peristaltik : A$7 P.8 : Lo!hia : "A" : "A, )6 %erapi

3.;D.;@ 50 11;.A; @1 1; 3A.5 soepel 1 jari diba#ah pusat "aik : /ubra :

9.;D.;@ 50 11;.D; D9 1@ 3A.D soepel 1 jari diba#ah pusat "aik : : /ubra :

Post $5L5 pfanensteil a.i panggul sempit : '&3 Amo6i!illin 3 6 5;; mg 0etronida ole 3 6 5;; mg As.0efenamat 3 K 5;; mg $+ 1 6 1 0obilisasi )iet 0"

Post $5L5 pfanensteil a.i panggul sempit : '&9 Amo6i!illin 3 6 5;; mg 0etronida ole 3 6 5;; mg As.0efenamat 3 K 5;; mg $+ 1 6 1 0obilisasi )iet 0" P"2

15

)epartemen (bstetri )an *inekologi +, -$- . /$ &A0 0edan

Panggul Sempit

ANALISA KASUS )ilaporkan satu kasus, 'y.2, 13 tahun, *1P;A;, %" ? 15; !m, "" ? A9 kg, datang ke 7*) /$&A0 pada tgl 3; 2uni 1;;@ pukul ;@.9; I7" dengan keluhan utama mules-mules mau melahirkan. &al ini dialami penderita sejak 3; 2uni 1;;@ pukul ;9.;; I7". ,eluar lendir darah 3:4, keluar air-air 3-4. Pada Pemeriksaan Q vital sign dalam batas normal, %+- 3A !m, teregang bagian kiri ibu, bagian terba#ah kepala, floating, )22 199 kali.menit, his 3:4 1 6 3;UU.1;U. Pada pemeriksaan dalam dijumpai : promontorium teraba 35) ? 1; !m, 58 ? @,5 !m4, linea inominata teraba seluruhnya, arkus pubis lan!ip 3E =;V4M kesan panggul tidak adekuat. )ari hasil pemeriksaan fisik, pasien didiagnosa dengan panggul sempit : P* : ,)/ 3aterm4 : P, : A& : 7npartu. Pasien diberikan 78+) /L 1; gtt.i, 7nj Ampi!illin 1 g 78 3skin test4, dan dia#asi vital sign, his, djj dan tanda-tanda /-7. $5 Q lahir bayi laki-laki, "" ? 395; g, P" ? 9A !m, A.$ ? @.=, anus 3:4, kongenital mayor 3-4. &b 1 jam post op : 1;,@ gN Permasalahan : 1. Apakah penanganan pada pasien ini sudah tepatT

15

)epartemen (bstetri )an *inekologi +, -$- . /$ &A0 0edan