Anda di halaman 1dari 15

Status Kesehatan BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah kesehatan merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Melalui pembangunan di bidang kesehatan diharapkan akan semakin meningkatkan tingkat kesehatan masyarakat dan pelayanan kesehatan dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat secara memadai (Dinas Kesehatan, 2007). Berhasilnya pembangunan kesehatan ditandai dengan lingkungan yang kondusif, perilaku masyarakat yang proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah terjadinya penyakit, pelayanan kesehatan yang berhasil dan berdaya guna tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia.Akan tetapi pada kenyataanya, pembangunan kesehatan di Indonesia masih jauh dari yang diharapkan. Permasalahan-permasalahan kesehatan masih banyak terjadi. Beberapa diantaranya adalah: penyakit-penyakit seperti DBD, flu burung, dan sebagainya yang semakin menyebar luas, kasus-kasus gizi buruk yang semakin marak khususnya di wilayah Indonesia Timur, prioritas kesehatan rendah, serta tingkat pencemaran lingkungan yang semakin tinggi. Sebagian masyarakat berpendapat bahwa kebijakan pemerintah yang salah, sehingga masalah-masalah kesehatan di Indonesia seakan tidak ada ujungnya.Akan tetapi, kita tidak bisa hanya menyalahkan pemerintah saja dalam hal ini.Karena bagaimanapun juga, sebenarnya individu yang menjadi faktor penentu dalam menentukan status kesehatan. Dengan kata lain, selain pemerintah masih banyak lagi faktor-faktor atau determinan yang mempengaruhi status kesehatan masyarakat.

B. 1. 2. 3. C.

Rumusan Masalah Apa yang dimaksud dengan status kesehatan? BAgaimana indikator dari satus kesehatan masyarakat? BAgaimana ciri ciri masyarakat?

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Kesehatan Sehat adalah kondisi normal dimana seseorang bisa melakukan aktivitas hidupnya dengan lancar dan tanpa gangguan.Selama beberapa dekade, definisi sehat masih diperbincangkan dan belum ada kata sepakat dari para ahli kesehatan maupun tokoh masyarakat dunia.Akhirnya World Health Organization (WHO) membuat definisi universal yang menyatakan bahwa sehat adalah suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental, dan sosial serta tidak hanya tebebas dari penyakit atau kelemahan (WHO, 1947). Menurut WHO, kesehatan mencakup 3 aspek, yakni: kesehatan jasmani, kesehatan rohani, dan kesehatan sosial. Konsep sehat ini tidak jauh dengan konsep sehat yang tertuang dalam UU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan yang menyatakan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur fisik, mental, dan sosial serta di dalamnya kesehatan jiwa yang merupakan bagian integral kesehatan. Sehat memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.Banyak sekali hal yang mempengaruhi kesehatan kita, yang mungkin kita tidak sadari bahwa hal-hal yang berada di sekitar kita adalah faktor-faktor utama yang mempengaruhi kesehatan.Banyak sekali teori-teori yang menjelaskan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan, namun teori yang paling banyak digunakan adalah teori Blum. Konsep hidup sehat H.L.Blum sampai saat ini masih relevan untuk diterapkan.Kondisi sehat secara holistik bukan saja kondisi sehat secara fisik melainkan juga spiritual dan sosial dalam bermasyarakat.Untuk menciptakan kondisi sehat seperti ini diperlukan suatu keharmonisan dalam menjaga kesehatan tubuh.H.L Blum menjelaskan ada empat faktor utama yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.Keempat faktor tersebut merupakan faktor determinan timbulnya masalah kesehatan. Keempat faktor tersebut terdiri dari faktor perilaku/gaya hidup (life style), faktor lingkungan (sosial, ekonomi, politik, budaya), faktor pelayanan kesehatan (jenis cakupan dan kualitasnya) dan faktor genetik (keturunan).Keempat faktor tersebut saling berinteraksi yang mempengaruhi kesehatan perorangan dan derajat kesehatan masyarakat.Diantara faktor tersebut faktor perilaku manusia merupakan faktor determinan yang paling besar dan paling sukar ditanggulangi, disusul dengan faktor lingkungan.Hal ini disebabkan karena faktor perilaku yang lebih dominan dibandingkan dengan faktor lingkungan karena lingkungan hidup manusia juga sangat dipengaruhi oleh perilaku masyarakat.

B.

Pengertian Masyarakat

Konsep tentang masyarakat pasti sering kita dengar, seperti masyarakat desa, masyarakat kota, masyarakat Betawi, masyarakat Jawa. Meskipun secara mudah dapat diartikan bahwa masyarakat itu berarti warga namun pada dasarnya konsep masyarakat itu sendiri sangatlah abstrak dan sulit ditangkap. Istilah masyarakat berasal dari kata musyarak yang berasal dari Bahasa Arab yang memiliki arti ikut serta atau berpartisipasi, sedangkan dalam bahasa Inggris disebut Society. Sehingga bisa dikatakan bahwa masyarakat adalah sekumpulan manusia yang berinteraksi dalam suatu hubungan sosial. Mereka mempunyai kesamaan budaya, wilayah, dan identitas. Berikut ini adalah pengertian dan definisi tentang masyarakat menurut beberapa ahli : a. PETER L. BERGER Definisi masyarakat adalah suatu keseluruhan kompleks hubungan manusia yang luas sifatnya. Keseluruhan yang kompleks sendiri berarti bahwa keseluruhan itu terdiri atas bagian-bagian yang membentuk suatu kesatuan. MARX Masyarakat ialah keseluruhan hubungan - hubungan ekonomis, baik produksi maupun konsumsi, yang berasal dari kekuatan-kekuatan produksi ekonomis, yakni teknik dan karya. J.L GILLIN dan J.P GILLIN Masyarakat adalah kelompok manusia yang mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang diikat oleh kesamaan. HAROLD J. LASKI Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang hidup dan bekerjasama untuk mencapai terkabulnya keinginan-keinginan mereka bersama. ROBERT MACIVER Masyarakat adalah suatu sistim hubungan-hubungan yang ditertibkan (society means a system of ordered relations). SELO SOEMARDJAN Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.

b.

c.

d.

e.

f.

g.

MANSUR FAKIH Masyarakat adalah sesuah sistem yang terdiri atas bagian-bagian yang saling berkaitan dan masing-masing bagian secara terus menerus mencari keseimbangan (equilibrium) dan harmoni. Kontja Raningrat, 1990

h.

Masyarakat adalah sekumpulan manusia yang salingbergaul, atau dengan istilah lain saling berinteraksi.Kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatusystem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu danterikat oleh suatu rasa identitas bersama. i. Soerdjono Soekanto, 1982 Masyarakat atau komunitas adalah menunjuk padabagian masyarakat yang bertempat tinggal di s uatuwilayah ( dalam arti geografi ) dengan batas-batastertentu,dimana yang menjadi dasar interaksi yang lebihbesar dari anggota anggotanya, dibandingkan denganpenduduk di luar batas wilayahnya. Linton, 1936 Masyarakat merupakan sekelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga dapatmengorganisasikan diri dan berfikir tentang dirinyasebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu. Paul B. HORTON dan C. HUNT a society is a relatively independent, self-perpetuating human group who occupy territory, share a culture, and have most their association within this group. masyarakat adalah relatif independen, sekelompok manusia mengabadikan diri menempati wilayah, berbagi budaya, dan memiliki sebagian besar hubungan mereka dalam kelompok ini. Ciri atau Unsur masyarakat : Kelompok manusia Sedikit banyak memiliki kebebasan dan bersifat kekal Menempati suatu kawasan Memiliki kebudayaan Memiliki hubungan dalam kelompok yang bersangkutan

j.

k.

Dengan demikian, karakteristik dari masyarakat itu terutama terletak pada kelompok manusia yang bebas dan bersifat kekal, menempati kawasan tertentu, memiliki kebudayaan serta terjalin dalam suatu hubungan di antara anggota-anggotanya. Di antara istilah (konsep) masyarakat yang telah dikemukakan di atas, tidak ada perbedaan ungkapan yang mendasar, justru yang ada yaitu mengenai persamaannya. Yang utama, masyarakat itu merupakan kelompok atau kolektivitas manusia yang melakukan antar hubungan, sedikit banyak bersifat kekal, berlandaskan perhatian dan tujuan bersama, serta telah melakukan jalinan secara berkesinambungan dalam waktu yang relatif lama. Jadi, Masyarakat dalam arti luas adalah keseluruhan dari semua hubungan dalam hidup bersama denagn tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan lain-lain. Masyarakat dalam arti sempit merupakan sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu. Oleh karena itu

dapat disimpulkan. Masyarakat adalah kelompok manusia yang telah lama bertempat tinggal disuatu daerah yang tertentu dan memilki aturan bersama untuk mencapai tujuan bersama yaitu mencapai kesejahteraan.

BAB III PEMBAHASAN A. Status Kesehatan Status Kesehatan adalah suatu keadaan kedudukan orang dalam tingkatan sehat atau sakit. Meningkatnya Status Kesehatan ditinjau dari faktor sosial adalah sejalan dengan meningkatnya derajat pendidikan pengetahuan dan tekhnologi. Semakin tinggi pendidikan seseorang maka makin semakin tinggi tingkat status kesehatan seseorang. Pada status tingkat sosial yang rendah mereka berpendapat mereka dikatakan sakit jika mereka benar-benar tdak dapat bangun dari tempat tidur. Padahal pendapat itu sangatlah salah dikerenakan tidak semua penyakit yang diderita oleh seseorang gejalanya langsung diderita pada pasien dan tidak semua penyakit memiliki gejala yang tidak secara bertahap. Sehingga orang memiliki tingkat sosial yang lebih rendah tidak memperhatikan kesehatan mereka. Faktor lain yang mempengaruhi adalah karena mereka selalu memikirkan material untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dari

pada kesehatan. Pada tingkat sosial ini mereka akan datang kepada dukun, orang pintar Dan lainlain ketika mereka mengalami sakit. Mereka tidak akan datang ke tenaga medis. Status kesehatan pada tingkat sosial yang sedang mereka memperhatikan kesehatan walaupun tidak melakukan secara berkala, seperti tidak melakukan check up. Namun jika dia mengalami sakit dia menuju ke tenaga medis. Karena pada tingkat sosial ini mereka memiliki pendidikan yang lebih tinggi daripada tingkat sosial yang lebih rendah.Status kesehatan pada tingkat sosial tinggi, lebih memperhatikan kesehatan. Mereka melakukan pemeriksaan secara berkala. Seperti melakukan pemeriksaan kesehatan selama enam bulan sekali. Seperti halnya pada pemeriksaan gigi. B. Status Kesehatan di Masyarakat Status kesehatan di masyarakat, memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Perbedaan status kesehatan terjadi pada masyarakat kota dengan masyarakat desa dalam pengambilan keputusan ketika mengalami sakit. Pada masyarakat kota, pada lapisan atas cenderung memilih dokter spesialis dalam pelayanan kesehatan. Pada masyarakat lapisan tengah, mereka lebih cenderung ke dokter umum, dokter spesialis, bidan dan perawat dalam pelayanan kesehatan. Sedangkan pada lapisan bawah, lebih memilih dokter, bidan dan perawat. Sedangkan pada masyarakat desa lebih mengggunakan pramerta dari pada biomedis. Dikarenakan faktor ekonomi, ketidaktahuaan mereka kepada tenaga medis. Dan pendidikan yang rendah akan kesehatan.

C. Indikator Status Kesehatan Menurut WHO v Berhubungan dengan status kesehatan masyarakat 1. 2. Indikator komprehensif Angka kematian kasar menurun Rasio angka moralitas proporsional rendah Umur harapan hidup meningkat Indikator spesifik Angka kematian ibu dan anak menurun Angka kematian karena penyakit menular menurun Angka kelahiran menurun

v Berhubungan dengan Pelayanan Kesehatan Rasio antara pelayanan kesehatan dan jumlah penduduk seimbang Distribusi tenaga kesehatan merata Informasi lengkap tentang fasilitas kesehatan Informasi tentang sarana Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit,Puskesmas, dan lain-lain

v Indikator Kesehatan menurut Indonesia Sehat 2010 dari Depkes RI tahun 2003 terdiri dari 3 indikator, yaitu: Indikator Derajat Kesehatan yang merupakan hasil akhir, terdiri atas indikator angka-angka mortalitas, angka-angka morbiditas, dan indikator status gizi Indikator Hasil Antara, terdiri atas indikator keadaan lingkungan, indikator perilaku hidup masyarakat, dan indikator akses dan mutu pelayanan kesehatan Indikator Proses dan Masukan, terdiri atas indikator pelayanan kesehatan, indikator sumber daya kesehatan, dan indikator manajemen kesehatan serta indikator kontribusi sektor-sektor terkait.

D.

Konsep Masyarakat Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompokorang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sekumpulanmanusia yang saling bergaul,atau dengan istilah lain saling berinteraksi.Kesatuanhidup manusia yang berinteraksi menurut suatu system adat istiadat tertentu yangbersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Masyarakat sering diorganisasikan berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmu sosial mengidentifikasikan terdapat masyarakatpemburu, masyarakat pastoral nomadis, masyarakat bercocok tanam, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan pascaindustri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat agrikultural tradisional.Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat masyarakat band, suku,chiefdom, dan masyarakat negara. Unsur masyarakat menurut Soerjono Soekanto mengandung unsur-unsur seperti berikut : Paling tidak ada 2 orang individu; Mereka menyadari satu kesatuan mereka;

a. b. c. d. e.

Jangka waktu dalam berhubungan termasuk lama. Hubungan itu melahirkan manusia yang baru yang tetap selalu berkomunikasi dan membuat berbagai aturan yang berhubungan dengan keterkaitan/hubungan antar masyarakat tersebut. Mereka menjadi sebuah sistem, yang hidup secara bersama-sama yang pada akhirnya melahirkan apa yang di sebut kultur / kebudayaan serta saling berhubungan antara sesama masyarakat. Ciri Ciri Masyarakat Adanya interaksi diantara sesama anggota masyarakat Menempati wilayah dengan batas-batas tertentu Saling tergantung satu dengan yang lainnya Memiliki adat istiadat tertentu atau kebudayaan Memiliki identitas bersama

Tipe Tipe Masyarakat menurut J.L GILLIn dan J.P GILLIN v Dilihat dari sudut perkembangannnya Cresive Institution Lembaga masyarakat yang paling primer, merupakan lembaga-lembaga yangsecara tidak disengaja tumbuhdari adat istiadat masyarakat, misalnya yangmenyangkut;hak milik,perkawinan,agama, dsb. Enacted Institution Lembaga kemasyarakatan yang sengaja dibentuk untukmemenuhi tujuan tertentu,misalnya; lembagaperdagangan,pertanian,pendidikan. v Dilihat dari sudut sistem nilai yang diterima oleh masyarakat Basic Institution Adalah lembaga kemasyarakatan yang sangat pentinguntuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalammasyarakat,diantaranya k eluarga,sekolah yang dianggapsebagai institusi dasar yang pokok. Subsidiary Institution Lembagalembaga kemasyarakatan yang muncul tetapidianggap kurang penting karena untuk memenuhike giatankegiatan tertentu saja,missal; kepanitian wisuda. v Dari sudut penerimaan masyarakat Approved atausocialsanctioned institution Lembaga yang diterima oleh masyarakat,missal;sekolah,koperasi,dll. Unsanctione dinstitution Lembaga yang ditolak oleh masyarakat walaupunmasyarakat tidak dapatmemberantas,missal;penjahat,pelacur,perjudian,dll.

v Dari sudut penyebarannya Generalinstitution Lembaga masyarakat yang didasarkan atas factorpenyebarannya, missalnya agama. Restricted institution Lembaga agama yang dianut oleh masyarakat tertentu saja, missalnya hindu-bali, islam-arab.

v Dari sudut fungsi Operative institution Lembaga masyarakat yang menghimpun polapola atautata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembagayang bersangkutan, missalnya lembaga industri. Regulative institution Lembaga yang bertujuan untuk mengawasi adat istiadatatau tata kelakuan yang tidak menjadi bagian mutlakdaripada lembaga itu sendiri, misalnyakejaksaan,pengadilan. PEMBAGIAN MASYARAKAT YAMG ADA DI INDONESIA Masyarakat Tradisional Masyarakat tradisional adalah masyarakat yang kehidupannya masih banyak dikuasai oleh adat istiadat lama. Adat istiadat adalah suatu aturan yang sudah mantap dan mencakup segala konsepsi sistem budaya yang mengatur tindakan atau perbuatan manusia dalam kehidupan sosialnya. Jadi, masyarakat tradisional di dalam melangsungkan kehidupannya berdasarkan pada cara-cara atau kebiasaan-kebiasaan lama yang masih diwarisi dari nenek moyangnya. Kehidupan mereka belum terlalu dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang berasal dari luar lingkungan sosialnya. Kebudayaan masyarakat tradisional merupakan hasil adaptasi terhadap lingkungan alam dan sosial sekitarnya tanpa menerima pengaruh luar. Jadi, kebudayaan masyarakat tradisional tidak mengalami perubahan mendasar. Karena peranan adat-istiadat sangat kuat menguasai kehidupan mereka. Ciri-Ciri Masyarakat Tradisional Ciri yang paling pokok dalam kehidupan masyarakat tradisional adalah ketergantungan mereka terhadap lingkungan alam sekitarnya. Faktor ketergantungan masyarakat tradisional terhadap alam ditandai dengan proses penyesuaian terhadap lingkungan alam itu. Jadi, masyarakat tradisional, hubungan terhadap lingkungan alam secara khusus dapat dibedakan dalam dua hal, yaitu :

a.

Hubungan langsung dengan alam, dan Kehidupan dalam konteks yang agraris. Dengan demikian pola kehidupan m masyarakat tradisional tersebut ditentukan oleh 3 faktor, yaitu : Ketergantungan terhadap alam, Derajat kemajuan teknis dalam hal penguasaan dan penggunaan alam, dan Struktur sosial yang berkaitan dengan dua faktor ini, yaitu struktur sosial geografis serta struktur pemilikan dan penggunaan tanah. Masyarakat Desa Masyarakat pedesaan ialah masyarakat yang mendiami suatu wilayah tertentu yang ukurannya lebih kecil dari wilayah kota. Masyarakat desa adalah bentuk persekutuan abadi antara manusia dan institusinya dalam wilayah setempat yaitu tempat mereka tinggal di rumah-rumah pertanian yang tersebar dan di kampung yang biasanya menjadi pusat kegiatan bersama. Sering disebut dengan masyarakat pertanian / pedesaan. Ciri-Ciri Masyarakat Desa Letaknya relatif jauh dari kota dan bersifat rural Lingkungan alam masih besar peranan dan pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat pedesaan Mata pencaharian bercorak agraris dan relatif homogen (bertani, beternak, nelayan, dll) Corak kehidupan sosialnya bersifat gemain schaft(paguyuban ddan memiliki community sentiment yang kuat) Keadaan penduduk (asal-usul), tingkat ekonomi, pendidikan dan kebudayaannya relatif homogen. Interaksi sosial antar warga desa lebih intim dan langgeng serta bersifat familistik Memiliki keterikatan yang kuat terhadap tanah kelahirannya dan tradisi-tradisi warisan leluhurnya Masyarakat desa sangat menjunjung tinggi prinsip-prinsip kebersamaan / gotong royong kekeluargaan, solidaritas, musyawarah, kerukunan dan kterlibatan social. Jumlah warganya relatif kecil dengan penguasaan IPTEK relatif rendah, sehingga produksi barang dan jasa relatif juga rendah Pembagian kerja dan spesialisasi belum banyak dikenal, sehingga deferensiasi sosial masih sedikit Kehidupan sosial budayanya bersifat statis, dan monoton dengan tingkat perkembangan yang lamban. Masyarakatnya kurang terbuka, kurang kritis, pasrah terhadap nasib, dan sulit menerima unsur-unsur baru

a.

Memiliki sistem nilai budaya (aturan moral) yang mengikat dan dipedomi warganya dalam melakukan interaksi sosial. Aturan itu umumnya tidak tertulis Penduduk desa bersifat konservatif, tetapi sangat loyal kepada pemimpinnya dan menjunjung tinggi tata nilai dan norma-norma ang berlaku. Masyarakat Transisi Masyarakat transisi ialah masyarakat yang mengalami perubahan dari suattu masyarakat ke masyarakat yang lainnya. Misalnya masyarakat pedesaan yang mengalami transisi ke arah kebiasaan kota, yaitu pergeseran tenaga kerja dari pertanian, dan mulai masuk ke sektor industri.Masyarakat transisi sering terjadi hal-hal sebagai berikut : Heterogenitas dan Tumpang Tindih Dalam masyarakat transisi pemikiran mengenai sistem administratif dianggap dapat menyesatkan. Di negara yang sedang berkembang, administrasi tidak mungkin otonom, begitu juga di masyarakat pertanian tradisional yang tidak mungkin memisahkan suatu sistem dalam masyarakat tersebut akan tetapi hanya melihat administrasi sebagai suatu aspek. Tumpang tindih sendiri itu adalah administrasi tidak saja hanya bersifat otonom, akan tetapi juga dipengaruhi oleh beberapa faktor mengenai sistem politik, agama, ekonomi dan sosial yang telah ada sebelumnya. Formalisme Memiliki pengertian tidak menunjukkan kenyataan yang sebenarnya. Ketika tumpang tindih terjadi dalam organisasi administrasi, maka yang terlihat adalah formalisme. Kemudian disebabkan oleh heterogenitas, dimana perubahan yang dapat berjalan lancar dikota kota besar tetapi berjalan secara lamban di desa. Inilah yang menjadi kelemahan masyarakat transisi, tidak hanya lemah dalam melihat fakta dari situasi tertentu yang kemudian bagaimana cara memperbaikinya tetapi juga teletak pada bagaimana caranya memperhitungkan untuk membuat dampak yang telah dilakukan secara nyata terhadap situasi.

b.

1.

2.

Ciri-Ciri Masyarakat Transisi Ciri-ciri masyarakat transisi antara lain : Adanya pergeseran dalam bidang, misalnya pekerjaan, seperti pergeseran dari tenaga kerja pertanian ke sektor industri Adanya pergeseran pada tingkat pendidikan. Di mana sebelumnya tingkat pendidikan rendah, tetapi menjadi sekrang mempunya tingkat pendidikan yang meningkat. Mengalami perubahan ke arah kemajuan Masyarakat sudah mulai terbuka dengan perubahan dan kemajuan jaman. Tingkat mobilitas masyarakat tinggi. Biasanya terjadi pada masyarakat yang sudah memiliki akses ke kota misalnya jalan raya.

c.

Masyarakat Kota Masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.

Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota, yaitu : Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. Orang-orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang-orang lain. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan. Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatka pentingnya factor waktu bagi warga kota. Perubahan-perubahan social tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar. Pengaruh alam terhadap masyarakat kota kecil Mata pencahariannya sangat beragam sesuai dengan keahlian dan ketrampilannya. Corak kehidupan sosialnya bersifat gessel schaft (patembayan), lebih individual dan kompetitif. Keadaan penduduk dari status sosialnya sangat heterogen Stratifikasi dan diferensiasi sosial sangat mencolok. Dasar stratifikasi adalah pendidikan, kekuasaan, kekayaan, prestasi. Interaksi sosial kurang akrab dan kurang peduli terhadap lingkungannya. Dasar hubungannya adalah kepentingan. Keterikatan terhadap tradisi sangat kecil Masyarakat kota umumnya berpendidikan lebih tinggi, rasional, menghargai waktu, kerja keras, dan kebebasan Jumlah warga kota lebih banyak, padat, dan heterogen Pembagian dan spesialisasi kerja lebih banyak dan nyata Kehidupan sosial ekonomi, politik dan budaya amat dinamis, sehingga perkembangannya sangat cepat Masyarkatnya terbuka, demokratis, kritis, dan mudah menerima unsur-unsur pembaharuan. Pranata sosialnya bersifat formal sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku Memiliki sarana prasarana dan fasilitas kehidupan yang sangat banyak. Karateristik masyarakat kota a. Anonimitas Kebanyakan warga kota menghabiskan waktunya di tengah-tengah kumpulan manusia yang anonim.Heterogenitas kehidupan kota dengan keaneka ragaman manusianya yang berlatar

b. c.

d.

e.

belakang kelompok ras, etnik, kepercayaan, pekerjaan, kelas sosial yang berbeda-beda mempertajam suasana anonim. Jarak Sosial Secara fisik orang-orang dalam keramaian, akan tetapi mereka hidup berjauhan. Keteraturan Keteraturan kehidupan kota lebih banyak diatur oleh aturan-aturan legal rasional. (contoh: rambu-rambu lalu lintas, jadwal kereta api, acara televisi, jam kerja, dll) Keramaian (Crowding) Keramaian berkaitan dengan kepadatan dan tingginya tingkat aktivitas penduduk kota. Sehingga mereka suatu saat berkerumun pada pusat keramaian tertentu yang bersifat sementara (tidak permanen). Kepribadian Kota Sorokh, Zimmerman, dan Louis Wirth menyimpulkan bahwa kehidupan kota menciptakan kepribadian kota, materealistis, berorientasi, kepentingan, berdikari (self sufficient), impersonal, tergesa-gesa, interaksi social dangkal, manipualtif, insekuritas (perasaan tidak aman) dan disorganisasi pribadi. Masyarakat Majemuk Ciri-Ciri masyarakat majemuk menurut Van de Berg adalah sebagai berikut : Terintegrasinya masyarakat ke dalam kelompok-kelompok sosial yang memiliki ciri khas budaya yang berbeda satu sama lain. Adanya lembaga-lembaga sosial yang saling tergantung satu sama lain karena adanya tingkat perbedaan budaya yang tinggi. Kurang mengembangkan konsensus di antara para anggota masyarakat tentang nilai-nilai sosial yang bersifat dasar. Kecenderungan terjadinya konflik lebih besar di antara kelompok satu dengan yang lain. Integrasi sosial tumbuh di antara kelompok sosial yang satu dengan yang lain. Adanya kekuasaan politik oleh suatu kelompok atas kelompok yang lain. Pengertian Masyarakat Madani Masyarakat madani sebagaimana yang dirumuskan PBB adalah masyarakat yang demokratis dan menghargai human dignity atau hak-hak tanggung jawab manusia. Civil Society berasal dari frasa Latin civillis societes yaitu suatu masyarakat yang didasarkan pada hukum dan hidup beradab. Ciri-ciri Masyarakat Madani Kesukarelaan, artinya tidak ada paksaan, namun mempunyai komitmen bersama untuk mewujudkan cita-cita bersama. Keswasembadaan, artinya setiap anggota mempunyai harga diri yang tinggi, kemandirian yang kuat tanpa menggantungkan pada negara, atau lembaga atau organisasi lain.

d. e.

Kemandirian tinggi terhadap negara, artinya masyarakat madani tidak tergantung pada perintah orang lain termasuk negara. Keterkaitan pada nilai-nilai hukum, artinya terkait pada nilai-nilai hukum yang disepakati bersama. Masyarakat Modern

f.

Masyarakat modern adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban dunia masa kini. Masyarakat modern relatif bebas dari kekuasaan adat-istiadat lama. Karena mengalami perubahan dalam perkembangan zaman dewasa ini. Perubahan-Perubahan itu terjadi sebagai akibat masuknya pengaruh kebudayaan dari luar yang membawa kemajuan terutama dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam mencapai kemajuan itu masyarakat modern berusaha agar mereka mempunyai pendidikan yang cukup tinggi dan berusaha agar mereka selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi seimbang dengan kemajuan di bidang lainnya seperti ekonomi, politik, hukum, dan sebagainya. Ciri-Ciri Masyarakat Modern Alam tidak lagi hal yang amat vital dalam menunjang kehidupan mereka seperti yang dialami masyarakat tradisional. Sebaliknya alam dikendalikan dengan kemampuan pengetahuan mereka dalam menunjang kehidupan yang lebih baik. Masyarakat kota yang hidupnya mengalami gejala modernisasi umumnya hidup dari sektor industri, selain itu mereka juga hidup dari sektor perdagangan kepariwisataan, dan jasa lainnya. Jadi, kota yang sebagian besar warganya terlibat dalam kegiatan itu disebut kota industri. Sistem mata pencaharian sektor industri mempengaruhi segi-segi kehidupan sosial masyarakat modern antara lain mempengaruhi pembentukan sistem pelapisan sosial, organisasi sosial, pola-pola perilaku, nilai dan norma sosial, kekuasaan dan wewenang dan segi-segi kehidupan lainnya yang merupakan ciri-ciri masyarakat modern. g. Masyarakat Politik Masyarakat politik adalah masyarakat yang sadar politik atau masyarakat yang keikutsertaan hidup bernegara menjadi penting dalam kehidupannya sebagai warga Negara. Perlu diingat bahwa tugas-tugas Negara bersifat menyeluruh dan kompleks, sehingga tanpa dukungan positif dari seluruh warga Negara atau masyarakat, tugas-tugas Negara akan banyak yang terbengkalai. Masyarakat politik yang terdiri dari elite politik dan massa politik serta menjadi peserta rutin dalam kompetisi politik harus dibangun sebagai komponen masyarakat yang memmpunyai etika politik dalam demokrasi. Ciri-Ciri Masyarakat Polotik Dengan sadar dan sukarela menggunakan hak pilihnya dalam pemilu terutama hak pilih aktif. Bersifat kritis terhadap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dengan sikap Menerima sebagaimana adanya

Menolak dengan alas an tertentu, atau Ada yang suka diam tanpa memberikan reaksi apa-apa Memiliki komitmen kuat terhadap partai politik yang menjadi pilihannya Dalam penyelesaiannya suatu masalah lebih suka dengan cara dialog atau musyawarah.