Anda di halaman 1dari 6

LINTANG WISESA ATISSALAM

Director of PMRmania @2013 Gadjah Mada University .: Divisi Pendidikan PMRmania :. Content Lintang W (UGM), Arni S (UNS) Editor Dwi Pramudyani (PMI DIY) Layout Fajar (UNS) Design Lintang W (UGM) Publisher Farid Herlambang (Undip)

Pengantar Logistik
Istilah logistik pada mulanya sering digunakan untuk kepentingan gerakan militer, yaitu terkait dengan mobilisasi sejumlah besar personil, lengkap dengan peralatannya, secara cepat dan pada waktu yang tepat ke tempat tujuan yang tepat. Seiring dengan berkembangnya perindustrian di Eropa, maka istilah logistik juga mulai digunakan dalam kegiatan industri, yaitu: Bagaimana memperoleh bahan baku industri dalam kualitas, kuantitas dan harga yang baik, serta dari sumber bahan baku yang tepat. Bagaimana memasarkan hasil industri dalam kualitas yang baik, kuantitas yang memadai, dengan harga yang menguntungkan, secara cepat dan aman ke tempat pemasaran yang tepat;

Definisi Logistik
Logistik adalah mekanisme pendukung dalam rangka penyediaan barang dan jasa. Logistik bukan merupakan program. Logistik terlibat sejak awal untuk semua kegiatan. Definisinya, logistik merupakan upaya untuk menyediakan sarana yang diperlukan untuk memperoleh Barang dan Jasa. 3 hal pokok yang perlu diperhatikan dalam rangka memenuhi opsi terbaik dalam penyediaan barang dan jasa: Standarisasi pengaturan mekanisme kerja yang seragam. Sistem yang fleksibel untuk mengontrol mata rantai pasokan barang demi pemenuhan kebutuhan operasional di lapangan. SDM yang professional logistik memerlukan ahli di bidangnya. Fungsi Penting Berkaitan dalam Logistik: Assessment dan Perencanaan Penyediaan Barang dan Jasa Pengelolaan Pergudangan Pengelolaan Transportasi Pelaporan.

Mata Rantai Logistik

Suppliers
Pengiriman

MATA RANTAI LOGISTIK

Gudang Sentral
Pengiriman

Gudang Regional

Rencana pendistribusian bantuan

Pengiriman Barang

Bantuan

Mekanisme Tanggap Darurat Logistik

Assessment Rencana Aksi Logistik


Melakukan reassessement Sesuai kebutuhan

Fase Bantuan Fase rehabilitasi

Kesiapsiagaan Logistik

Operasi

Meningkatkan Kapasitas Menambah Pengalaman

Laporan

Distribusi Palang Merah Indonesia

KESIAPSIAGAAN INDIVIDU BENCANA KOORDINASI PB

Monitoring & Evaluasi

ASSESSMENT

Distribusi Relief
RENCANA OPERASI

Distribusi relief (operasi distribusi bantuan) adalah sebuah sistem yang dimulai dari penetapan jumlah penerima bantuan yang disepakati dalam pembuatan Rencana Operasi, hingga penyaluran bantuan sampai ke tangan penerima bantuan. Dalam distribusi relief ada beberapa konsep yang harus dipahami, yaitu: identifikasi bantuan, prosedur penyaluran bantuan, dan konsep dasar dalam konteks distribusi. Identifikasi Bantuan Bantuan dapat diidentifikasikan berdasarkan jenis dan prinsip. Jenis bantuan terdiri dari bantuan pangan dan non pangan, bantuan air bersih dan sanitasi, bantuan penampungan, serta bantuan kesehatan. Bantuan pangan dan non pangan : Bantuan pangan dapat berupa makanan jadi, siap makan, maupun bantuan pangan berupa bahan mentah (beras, mie instan, daging kaleng, dll). Sedangkan untuk bantuan non pangan lebih diartikan pada bantuan berupa alat kebersihan diri (hygiene kit) maupun perlengkapan keluarga. Termasuk di dalamnya alat-alat dapur dan pakaian. Bantuan air bersih dan sanitasi : Bantuan air bersih dan sanitasi dapat berupa suplai air bersih ke lokasi darurat ataupun pembangunan sarana pembuangan, drainase, dan MCK sementara.

Bantuan penampungan : Bantuan penampungan tidak selalu diartikan membangun tenda penampungan, melainkan juga dapat berarti menggunakan fasilitas bangunan yang masih ada untuk dijadikan tempat penampungan, misal penggunaan masjid dan sekolah. Termasuk di dalam bantuan penampungan adalah bantuan untuk bahan pangan dengan mendirikan Dapur Umum (DU). Bantuan kesehatan : Bantuan kesehatan yang diberikan biasanya dalam bentuk Posko Kesehatan, Rumah Sakit Lapang, pengobatan gratis, ataupun penyediaan tenaga kesehatan Prinsip Bantuan Prinsip bantuan PMI adalah : Diberikan secara langsung kepada korban bencana yang berhak menerimanya Diberikan secara langsung oleh Petugas PMI dan tidak diserahkan melalui pihak ketiga Harus dilengkapi dengan tanda penganal PMI ( logo ), baik pada kemasan barang maupun pada lokasi distribusi Pertimbangan dalam distribusi relief (distribusi bantuan) ialah sebagai berikut. Komposisi usia dan komposisi jenis kelamin Ketersediaan sumber daya manusia dan sarana transportasi Kondisi keamanan Jenis bencana Jumlah penerima bantuan Jenis bantuan yang diberikan Jangka waktu operasi Lokasi distribusi ( cukup menampung total penerima bantuan ) Menjamin keamanan barang ( misal : alam = hujan, panas matahari ) Menjamin keamanan petugas Mudah diakses Prinsip Panca Tepat Dalam teknis pendistribusian bantuan, dikenal pula prinsip Panca Tepat yaitu: Tepat waktu : Dalam melakukan distribusi bantuan, ketepatan waktu adalah hal yang terpenting. Bantuan yang berguna apabila diberikan pada waktu yang salah, maka akan kehilangan kegunaannya. Selain itu juga, bantuan yang tepat waktu akan membantu mengurangi tingkat penderitaan manusia Tepat tempat : Tepat tempat dapat berarti pemilihan tempat distribusi yang tepat, dan dapat juga berarti pemilihan barang distribusi yang tepat sesuai tempatnya. Kedua terminologi ini dapat berlaku, tergantung pada situasi dan kondisinya.

Tepat sasaran : Sasaran yang tepat dalam penyaluran bantuan adalah golongan yang paling rentan (most vulnerable people) Tepat jumlah : Jumlah yang tepat akan memperlancar aktifitas dan menghindarkan dari masalah yang lebih besar, misalnya konflik lantaran kurang meratanya distribusi bantuan. Jumlah yang tepat tidak selalu harus memberikan jumlah yang banyak ataupun berlebih pada masyarakat di lokasi darurat. Namun sesuai dengan kebutuhan, berdasarkan pada sasaran yang dituju. Tepat kualitas : Tepat kualitas adalah memberikan barang bantuan dengan kualitas yang layak. Bukan merupakan barang bantuan dengan kualitas tertinggi, namun juga bukan barang yang tidak berkualitas sama sekali. Prinsip Panca Tepat sangat berkaitan erat dengan akuntabilitas organisasi di masyarakat, pemenuhan panca tepat akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat pada organisasi, dalam hal ini relawan PMI.

Referensi :
1. 2. 3. 4. 5. 6. Kebijakan dan Renstra PMI di Bidang Logistik. Kebijakan IFRC dalam bidang Logistik Diktat dan Modul Pelatihan Logistik Dasar Logistik Juklak Logistik Tanggap Darurat Panduan ICRC Panduan IFRC

Contact Person:

0888 671 9327 | lintangwisesa@ymail.com | http://PMRmania.blogspot.com

@ 2013 Dedicated for 28idea = Youth Competition for Disaster Education = Japan KIZUNA Project 2013
:: Erik Sjamsumar & Ayumi Shinoki (Japan International Cooperation Center) :: :: Purwoko Adhi Nugroho (Japan Foundation, Jakarta) :: :: Irina Rafliana (Community Preparedness Program - COMPRESS LIPI) :: :: PMRmania :: Korsa (Bandung) :: Himapsi (Aceh) :: Book For Mountain (Yogya) :: EGO (Surabaya) :: Situlung-Tulung (Makassar) ::