Anda di halaman 1dari 12

Puisi Izinkanlah Aku

Puaskah kau menyakiti hatiku Puaskah kau hancurkan hatiku Pernahkah kau berpikir tentang aku Mengapa ketulusanku kau balas dengan keegoisanmu Setiap hari aku melihatmu Setiap saat ada bayangmu Setiap malam aku teringat padamu Setiap waktu hanya dirimu Tak lihatkah kau kesungguhanku Tak lihatkah kau perubahanku Tak nyatakah perbedaanku Semua karena kamu Aku telah hancurkan diriku Aku telah lukai diriku sendiri Aku telah melangkah pada jalanku Dan kau biarkan aku tanpamu, sendiri Bagaimana aku bisa melupa Jika setiap hari selalu mengingat Bagaimana agar melupa Jika setiap hari kau mendekat Hari hariku kelabu Jika ada dirimu Izinkanlah ku menjauh Agar tak melihatmu

Puisi Gadis di Seberang Sungai


Gadis di Seberang sungai duduk-duduk sendiri Lebur muka dengan bunga Waktu diam karena pesona Siang hari, masih duduk sendiri Angin merayu, matahari ajak bercanda Timbul senyum tanda suka hias sungai seberang lainnya

senja hari, gadis seberang sungai Duduk dengan lelaki Lahap matahari berdua saja duka hias sungai sebrang lainnya Petang kini, gadis duduk sendiri lagi Badan cuma berdiri kaku Simpan rasa dalam hati Takut gadis sudah berlaki

Puisi Oh Ibu
OH IBU oh ibu 9 bulan kau mengandung ku bagaimana kau susah payah mengandung ku, susah payah kau melahirkan ku.. sampaiku besar kau telah brjasa ke padaku.. kau adalah pahlawan bagi ku ibu. sampai ku besar ibu selalu perhatian kita menagis ibu akan mendiam kan kita apa apa selalu di minta dan ibu menurutin yang kita mau kau bagikan matahari yang selalu bersinar di pagi hari. kalau ku sudah besar aku akan berlabas jasa kepadamu ibi. Maafkan aku ibu yang selalu bikin ibu nangis sedih dan yang kita buay MAAF kan aku IBU

Puisi Bangkitnya Sebuah Harapan


Goresan Tinta ini adalah sejarah baru yang aku mulai sejarah tentang penjalanan hidupku yang telah lama terhapus gelapnya dunia ini terapung dengan sejuta rasa yang menuntun hancur tak terbatas awal dari langkah kehancuran bersama alunan syair dan kata sebagai alternatifnya semua brawal dari sini inti dari tubuh..

dunia yang penuh dengan fatamorgana merupakan sebuah teka-teki dalam kehidupanku perjalanan ini kembali indah bangkit kembali dengan bertahan bertahan untuk hidup diantara keangkuhan dunia yang seakan indah kau berikan aku kekuatan kau berikan aku keterbukaan hingga saat ini aku masih berdiri tenang dengan busung didada

Puisi Malaikat ku adalah (ibuku)


ibu.. bagiku kau adalah malaikatku. kau slalu mebimbingku,menasehatiku dan menyayangikut sejak ku masih keci. sampai besar kau selalu sayang padaku. walaupun aku selalu berbuat kasar kepada mu tetapi dia selalu sebar. menghadapiku tetapi dia slalu membimbing ku nasehatiku dan selalu berulang kali . kau ucapin kata2 itu dari mulut mu maafkan ku ibu aku slalu berbuat kasar. kepadamu.. ibu bagiku kau adalah harta. satu-satunya di dalam hidup ku.

Puisi Titip Rindu di Awan


Titip Rindu di Awan Segenap rasa telah pernah kutitipkan dalam element kehidupan. Agar awan menyampaikan pesan rinduku pada relungmu. Lalu Angin terbangkan rinduku yang besar ini kepadanya Pasirsaat dia berpijak di bumimu bisikkan padanya aku masih menunggu. Airmengalirlah !! bawa dinginnya hatiku padanya. Apipinjam panasmu untuk membakar cemburuku

Puisi Tak Mengingatku


Ku teringat pada kenangan dulu yang pernah terjadi Kenangan yang takkan pernah terlupakan Ku terkenang pada semua yang telah kita lewati Tersenyum bersama dalam dekapan persahabatan Aku selalu mengingatmu walau kau tak mengingatku Aku selalu menyimpanmu dalam hatiku dengan sangat baik Aku selalu merindumu walau kau tak merindukanku Aku kan slalu mengingatmu dalam hidupku, sampai akhir jalan Hidup memang tak semudah yang di bayangkan Selalu ada yang datang dan pergi Selalu ada jarak yang menghalangi Dan sahabat tetap ada dalam hati Kau selalu membuatku tetap bersemangat Kau memberi yang terbaik untukku Persahabatan dan imajinasi Dan aku tak pernah merasa sendiri Karena kau selalu ada untukku Namun kini jarak memisahkanku

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa


Terimakasihku... padamu guruku.. kau tlah mengajariku.. sepenuh hatimu.. Disetiap pelajaran.. kau ajari dengan benar.. meski kau tlah lelah.. tapi kau tak putus asa.. Guruku.. kau pahlawanku.. tak terganti oleh siapapun.. aku slalu sayang padamu..

Kumpulan Puisi Pahlawan Kemerdekaan Nasional Semangat Pahlawan Ku lihat engkau di sana, pahlawan Tak menyerah patah arang Tak gentar medan kau lawan Bersorak-sorai tanda kemenangan Letih raga kau rasa Jatuh tanda tak kalah Di sini ku kan berdoa Bangkit hadapi menyerang lawan Tak dengar caci mereka Berjalan, Tuhan akan berkata Hamba bersujud berharap Mentari senyum tanda melawan Ku lihat engkau di sana, pahlawan Walau tulang tak lagi menyatu Tapi jiwa berkata beda Semangat maju takkan luntur Kini, mimpi telah usai Tapi cita takkan berhenti Perjalanan hidup panjang di sini Semangat pahlawan kembali

17 Agustus 1945 Hari Ini Aku berdiri Menghadap sang saka Hentak beraniku Menyonsong cita ku Suci jiwaku menggapai harapan ku Aku Anak Bangsa Indonesia Suara lantang Menyuarakan Merdeka Merdeka Merdeka Majulah Indonesiaku 17 Agustus 1945 Hari ini Hari Kemerdekaan indonesia Hari Kebangsaan indonesia Hari Lahirnya Bangsa Indonesia

Semangat Juang Para Pahlawan Gugur damai di medan Perang Harum Nama mu di kandung badan Merdeka Merdeka Merdeka Jaya lah Indonesia Ku Puisi Pahlawan KAU MELEBUR DI SANA kau melebur di sana di permulaan musim gerhana yang terselubung aroma darah dan tanah yang berembun air mata kau melebur di sana kala sang surya mengelupaskan kulit kami hingga kawanan peluhmu yang siaga menghalau kepulan debu yang mengepung dari negeri asing kau melebur di sana saat air bah berlarian memanjati hamparan tanah usang dengan jeritan malang serta busung lapar kau melebur di sana saat air mata telah mengguruh menjadi telaga hingga timba yang kau ayunkan menandaskan kepingan dahaga yang merintih di setiap gigir luka kami Kumpulan Puisi Pahlawan INDONESIAKU Malang nasibmu, Indonesiaku tiga setengah abad engkau di jajah kucuran keringat dan darah, harta sekalipun nyawa di korbankan para pejuang. 66 tahun silam engkau bebas dari penjajahan, kata mereka. malang nasibmu, indonesiaku

engkau berada di tangan para penjilat harta dan tahta sang merahputihpun tetap berkibar di sana, seakan menampar muka para penguasa korup Burung garudapun tetap bertengger di sana. Burung garuda berkata hai penguasa! turunkan aku dari sini, kau merongrong indonesiaku merekapun diam membisu, di anggapnya patung tiada guna. malang nasibmu, indonesiaku mereka berebut kekuasaan

Pahlawan Di balik dawai dia berjasa, Bersembunyi namun terdengar, Pengantar alunan tanpa terpandang, Deretan nada tercipta oleh getaran, Tanpa jasa, beliau mengantar ketentraman di keramaian, Sekarang, alunan tercipta indah, Mengalun tenang dan menidurkan, Menidurkan mereka sehingga terbuai kenikmatan, Tidak ingat pengantar, lupa akan pembawa kenikmatan, Nikmat, nikmat, dan nikmat.. Tanpa tahu getir pahit sang pengantar kenikmatan..Kawan ingatkah kalian akan pahlawan? Untuk Pahlawan Negeriku Untuk negeriku Hancur lebir tulang belulangku Berlumur darah sekujur tubuh Bermandi keringat penyejuk hati Kurela demi tanah air negeriku Sangsaka merah berani Putih suci Melambai-lambai ditiup angin Air mata bercucuran, menganjungkan doa untuk pahlawan negeri Berpijak berdebu pasir Berderai kasih hanya untuk pahlawan jagad raya Hanya jasamu bisa kulihat Hanya jasamu bisa kukenang Tubuhmu hancur hilang entah kemana

Demi darahmu . Demi tulangmu .. Aku perjuangkan negeriku ini, Indonesia.

KITA SELALU BERSAMA Sedih, sunyi, canda, tawa kita lewati bersama Kemanapun bagai tali yang telah diikat kuat, yang tak dapat dilepas Kau hibur aku disaat gundah dan kuhibur kau disaat kau membutuhkan Kita saling melengkapi satu sama lain Tapi berbeda Berbeda pada saat itu Pada saat waktu tak berpihak kepada kita Kau dan aku terpisah Dan akhirnya, Akhirnya kau meninggalkan aku dengan sosok bayangmu Bayangmu yang tak tahu dimana tubuhnya Yang sekarang sudah tak mempunyai hati dan perasaan Seperti bukan lagi sahabatku SAHABAT ITU..... Puisi Psycho Selalu hadir dalam kehidupan kita Baik itu senang atau susah Tak perlu berkata ia pasti mendengar Semua cerita akan tercampur dengan bumbu kisahnya Menegur kala kita salah mengambil langkah Menyokong kala kita mengangkat satu keputusan Bertanggung jawab walau tak ikut menyebabkan Meniupkan hawa kedamaian kala kita terbalut dalam emosi Dan Selalu seperti itu hingga takdir memisahkan TAK AKAN KU LUPA Saat koridor-koridor itu mulai terbasahi Gelap menyelimuti setiap orang berseragam Kau datang membawakanku pelangi Saat hujan luka itu masih menari diatas perih Kau hadirkan senyum terindah Saat aku tenggelam dalam larutnya kegelapan Sedikitpun tak akan ku lupa Saat kau membawaku pada kehidupan

Sedikitpun tak akan ku lupa Saat senyummu menjadi satu-satunya nafas untukku Tempat Pembuangan Akhir Cerita Mereka Maaf Aku memang bukan pendengar dan penghayat cerita yang baik Apalagi memberi penjelasan rumitnya cerita itu Tapi setidaknya Tak lepas statusku menjadi tempat pembuangan akhir cerita itu Walau lebih sering aku teremehkan Datang ketika dibutuhkan saja Tapi tak masalah bagiku Terima kasih sahabatku Kalian masih menganggapku ada Sahabat Sejati kian lama hidup yang ku jalani selalu bersama mu sahabat ku susah sedih senang yang ku rasakan bersama mu sahabat ku sahabat begitu banyak kenangan yang kita lalui ke bahagian yang selalu kita rasa bersama namun musnah dengan sekejap telah di renggut oleh maut yang tak terduga sahabat kini kau telah pergi meninggalkan ku meninggalkan semua kenangan kita menyimpulkan sebuah air mata yang terjatuh di pipi ku sahabat meski kini kita tak bersama meski kita telah berbeda kehidupan namun kita tetap satu dalam hati dan cinta karena kau sahabat sejati ku selamat tinggal sahabat ku selamat jalan sahabat sejati ku cinta kasih mu kan selalu satu di hati kuselamanya

Bersamamu Aku Tegar Ku sadar..disini arti ketulusan yang sesungguhnya Yang tak kudapati...di tempat lain! Ku mengerti..makna kebersamaan yang sebenarnya Hanya denganmu..bukan yang lain! Disini juga, tak pernah ada kebohongan, seperti tempat lain Semua berjalan jujur, tanpa pura-pura Ini bukan basa-basi...seperti kata politisi Sahabatku.....arti kejujuran yang nyata Tawa dan canda terdengar lepas di semua bahagiaku Tangis pun mengalir pilu di setiap dukaku Kurasakan beban itu, bukan apa-apa Selagi bisa kita berbagi dalam suka dan sedih Sahabatku, Tuhan telah mengirim malaikat Yang bersemayam di jiwamu Kini kutau mengapa? Tuhan memilihmu Hadir diantara tawa dan tangisku Engkau adalah pilihan dari kehendak-Nya Sahabatku, waktu terus berjalan..itu artinya Harus melangkah terus kedepan Jalan ini sangat panjang, takkan kuat sendirian Beratnya hidup, harus diperjuangkan Sahabatku, bersamamu aku hidup Bersamamu aku tegar Tak goyah, meski di hadang badai Sahabat..! yakinlah Bersama, kita akan tegak berdiri Jangan pikul sendiri semua beban Biarlah segala menjadi milik kita Tentang Sahabatku Sahabatku adalah tetesan embun pagi yang jatuh membasahi kegersangan hati hingga mampu menyuburkan seluruh taman sanubari dalam kesejukan Sahabatku adalah bintang gemintang malam di angkasa raya yang menemani kesendirian rembulan yang berduka hingga mampu menerangi gulita semesta dalam kebersamaan

Sahabatku adalah pohon rindang dengan seribu dahan yang memayungi dari terik matahari yang tak tertahankan hingga mampu memberikan keteduhan dalam kedamaian Wahai angin pengembara kabarkanlah kepadaku tentang dirinya Sahabatku adalah kumpulan mata air dari telaga suci yang jernih mengalir tiada henti hingga mampu menghapuskan rasa dahaga diri dalam kesegaran Sahabatku adalah derasnya hujan yang turun yang menyirami setiap jengkal bumi yang berdebu menahun hingga mampu membersihkan mahkota bunga dan dedaun dalam kesucian Sahabatku adalah untaian intan permata yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tara hingga mampu menebar pesona jiwa dalam keindahan Wahai burung duta suara ceritakanlah kepadaku tentang kehadirannya NASIHAT SAHABAT Awan hitam membawa kegelapan Jatuhkan tetes dari penyesalan Sungguh, sesal tak ada guna kawan Tak akan pernah kau temukan jawaban Awan hilang, bawa pelangi senyuman Bawa terang dari kebahagiaan Sungguh, itu tak datang dari penyesalan Usahalah pengundang kebahagiaan Maka hapuslah tetes penyesalan Mari bersama, maju hadapi hujan Payungilah langkahmu dengan iman Dan temukanlah pelangi impian

Puisi banjir
setiap tahun kau datang menghampiri kami kau hanyutkan sanak saudara kami kau hanyutkan harta benda kami kau buat kami menjadi sebatang kara.. begitu murkah kau kepada kami ? maafkan kami kami sadar semua ini terjadi karena perbuatan kami kami yang telah merusak alam karena ke serakahan kami kami membabat habis hutanmu maafkan kami adakah kesempatan untuk kami memperbaiki kesalahan kami? oh banjir.. maafkan kami