Anda di halaman 1dari 4

No 9 Mekanisme Umpan Balik Untuk menstabilisasi faktor fisiologis, diperlukan mekanisme respon setelah terjadi perubahan.

Sistem kontrol homeostasis bekerja terutama menggunakan prinsip mekanisme umpan balik negatif (negative feedback). Negative feedback memicu respon yang mengembalikan faktor kepada keadaan normal (melawan perubahan). Contoh negative feedback: CO2 meningkat di ECF (rangsang inisiasi) peningkatan ventilasi paru paru mengeluarkan lebih banyak CO2 dari tubuh penurunan kembali CO2 di ECF Berkebalikan dengan itu, terdapat juga mekanisme umpan balik positif (positive feedback), yaitu respon yang memicu faktor yang berubah menjadi semakin jauh dari keadaan normal. Positive feedback ringan dapat diatasi oleh negative feedback, namun jika terlalu parah dapat menyebabkan vicious cycle yang dapat berujung pada kematian. Contoh positive feedback yang umum terjadi adalah pada kelahiran bayi: Bayi turun serviks uteri teregang impuls dari serviks kontraksi uteus serviks makin teregang impuls makin kuat kontraksi uterus makin kuat bayi lahir Contoh lain Versi 2 Umpan balik positif 1. 2. 3. 4. 5. Pada saat terjadi kontraksi saat persalinan, hormon oksitosin dilepaskan kedalam tubuh yang merangsang kontraksi lebih lanjut yang meyebabkan kontraksi meningkat. Pada proses pembekuan darah trombosit diaktifkan yang menyebabkan pembekuan darah dapat terjadi lebih cepat. Pada proses menyusui lebih banyak susu diproduksi melalui peningkatan sekresi prolaktin. Estrogen yang berfungsi selama fase folikuler dari menstruasi juga merupakan contoh dari umpan balik positif Generasi sinyal saraf adalah contoh lain, di mana membran dari serat saraf menyebabkan kebocoran sedikit ion natrium melalui saluran natrium, sehingga perubahan dalam potensial membrane menyebabkan saluran membukan lebih. Jadi hasil sedikit kebocoran awal dalam ledakan kebocoran natrium menciptakan saraf potensial aksi. Kontrol lonjakan LH pada saat okulasi Pada saat orgasme seksual. Contoh umpan balik negatif : Hipofisis memerintahkan ACTH untuk meningkatkan kortisol pada adrenalin yang berfungsi dalam metabolism glukosa, lipid dan protein kemudian setelah produksi kortisol mencukupi adrenal akan memerintahkan hipopisis untuk menghentikan produksi ACTH. Pada penderita diabetes mellitus terjadi peningkatan kadar gula dalam darah karena kurangnya hormone insulin sehingga pada saat kita mengkonsumsi gula yang kita ketahui sifat gula membawa air hal ini menyebabkan pada saat penyaringan di glomerulus sebagian gula yang lolos dari penyaringan akan keluar bersama urine dan terjadi peningkatan urine (poliuri) karena banyaknya air yang keluar dari tubuh lewat urine maka tubuh akan mengalami dehidrasi akibatnya penderita akan merasa kehausan.

6. 7. 1.

2.

3.

Pada penderita Diabetes Mealitus karena kurangnya insulin maka terdapat banyak gula diluar sel akibatnya sel akan memakan gula yang ada pada otot untuk mendapat energi, akibatnya penderita merasa kelelahan dan mudah kelaparan. Mekanisme penginderaan (reseptor) mengenali perubahan keadaan diluar batas-batas tertentu. Pusat control atau integrator (sering terdapat diotak) menilai perubahan tersebut dan mengaktifkan mekanisme kedua(efektor) untuk memperbaiki keadaan. Keadaan tersebut senantiasa dipantau oleh reseptor dan dievaluasi oleh pusat kontrol. Ketika pusat kontrol menentukan bahwa keadaan telah kembali normal, tindakan perbaikan tidak dilanjutkan lagi. D2p3 6.mekanisme kemarahan ; waktu reaksi peradangan antriolmensuplai arahmelebar darah mengalir kedalam mikro sirkulasi lobul kapiler. Kkkapiler sebelumnya ksosong merangsang terisi darah warna merah
Mekanisme inflamasi : Mediator inflamasi yang dilepaskan akan meningkatkan permeabilitas vaskuler sehingga dapat membuat pelebaran pada endotel vaskuler. Melebarnya endotel akan menyebabkan ekstravasasi leukosit atau keluarnya leukosit dari pembuluh darah. Versi 2 Marginasi leukosit pada pembuluh darah rolling leukosit pd permukaan endotel adhesi,

4.

leukosit menempel kuat pada permukaan endotel transmigrasi leukosit menembus basal sel endrogen leukosit menuju arah kemoarkran yg dilepas oleh sumber cedera. Ket :
1. Marginasi, menempelnya leukosit pada tepi pembuluh darah. 2. Rolling, leukosit berguling-guling pada permukaan endotel 3. Adhesi, leukosit menempel kuat pada permukaan endotel karena adanya molekul adhesi (ICAM-1 dan VCAM-1) yang diaktifkan oleh TNF dan IL-1 4. Transmigrasi, leukosit berpindah menembus membran basal sel endotel 5. Migrasi, leukosit menuju ke arah kemoaktran yang dilepaskan oleh sumber cedera

Mekanisme melepuh ( ga dapat) 11. versi 1 Dimulai dari transduksi stimulus karena kerusakan jar dalam saraf sensorik menyebabkan aktifitas listrik yang kemudian ditransmisikan serabut saraf bermeilin a-delta-omega dan saraf spinalis. Telamus dan korteks dorsalis , medulla spinalis, telamus dan korteks serebri. Versi 2

Kerusakan di jaringan kulit atau jaringan perifer menyebabkan terlepasnya mediator kimiawi dan mensensitisasi nosiseptor sehinggaterjadi penurunan nilai ambang. Mediator lain : bradikinin, substansi P, turut berpengaruh dan timbul impuls nosiseptif. Terjadilah proses transmisi, yang mengantar impuls nosiseptifmelalui serabut aferen primer nosispetif dari perifer lewat radiks posterior menuju kornu posterior medula spinalis. Dalam kornu posterior terdapat sistem modulasi impuls nosiseptif yaang disebut gerbang kendali nyeri (gate control theeory of pain). Gerbang kendali nyeri berperan sebagai modulator terhadap semua impuls nosiseptif yang masuk, dengan memperbesar atau menghambat impuls. Serabut fasikulus desendens keluar dari otak berjalan menuju gerbang kendali nyeri menuju setiap segmen medula spinalis. Serabut ini berfungsi membantu menghambat impuls nosiseptif yang berjalan dariperifer menuju sentral dan melewati gerbang kendali nyeri. Apabila intensitas impuls nosiseptif melampaui ambang sel transmisi T, maka impuls nosispetif akan berjalan mengikuti sistem aksi menuju pusat supraspinal untuk dipersepsidi pusat somatosensoris sebagai pengalaman nyeri.

Versi 3 Transduksi transmisi medulasi persepsi Tranduksi : Konversi rangsangan berbahaya (mekanik, termal, kimia dan aktivasi listrik Transmisi : Komunikasi dari impuls saraf dari pinggiran ke sumsum tulang belakang, hingga track spinotalamikus ke thalamus dan korteks serebral . Medulasi : Proses dimana perjalanan impuls dari otak kembali ke sumsum tulang belakang untuk selectiveley menghambat (atau kadang-kadang amlpify) impuls nyeri. Persepsi : Hasil bersih dari tiga peristiwa - pengalaman subjektif dari rasa sakit. Versi 4

1. Amalia,A. Laporan Praktikum Genetika. FTP: http://www.scribd.com/document_downloads/direct/181254753?extension=pdf&ft=13 92539937&lt=1392543547&user_id=80919203&uahk=AwBPYpgy0siAy9J0L89B/Er5nlg (16 Feb. 2014)