Anda di halaman 1dari 7

TUGAS KELOMPOK MATA KULIAH MATEMATIKA TEKNIK INTEGRASI NUMERIK

Disusun oleh : Aman Nurrahman Kahfi Noto Andra Tersiana (13/353724/PTP/01294) (13/353706/PTP/01289) (13/353708/PTP/01291)

PROGRAM PASCASARJANA JURUSAN TEKNIK PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2013

Metode numerik adalah sebuah cara berhitung dengan menggunakan angka-angka atau dapat juga dimaksudkan sebagai teknik yang digunakan untuk memformulasikan persamaan matematik sehingga dapat dipecahkan dengan operasi perhitungan/aritmetika biasa. Perbedaan mendasar antara metode numerik dengan metode analitik Hal Bentuk penyelesaian Metode numerik Berbentuk angka Metode analitik Bisa berbentuk fungsi matematik Solusi eksak dan terbatas Galat = 0 Dapat digunakan pada kasus-kasus tertentu

Hasil penyelesaian Error (Galat) Penggunaan

Berupa hampiran atau pendekatan Terdapat galat (error) Dapat digunakan pada semua kasus matematik

Metode numerik untuk engineer 1. Dalam bidang rekayasa, kebutuhan menemukan solusi persoalan secara praktis adalah jelas. 2. Masih banyak cara penyelesaian persoalan matematis yang dirasa terlalu sulit atau dalam bentuk kurang kongkrit. 3. Penyelesaian analitik, kurang berguna bagi engineer. 4. Banyak persoalan matematika dalam bidang rekayasa yang hanya dapat dipecahkan secara hampiran. Peranan Komputer dalam Metode Numerik a. Perhitungan dengan metode numerik adalah berupa operasi aritmatika. Dalam operasinya, terkadang butuh suatu pengulangan, sehingga perhitungan manual terkesan menjemukan.

b.

Komputer berperan mempercepat proses perhitungan tanpa membuat kesalahan.

c.

Penggunaan komputer dalam metode numerik antara lain untuk membuat program.

d.

Langkah-langkah metode numerik diformulasikan menjadi program komputer yang dapat membantu mencari alternatif solusi, akibat perubahan beberapa parameter serta dapat meningkatkan tingkat

ketelitian dengan mengubah-ubah nilai parameter. e. Jelas bahwa kecepatan tinggi, kehandalan, dan flesibikitas komputer memberikan akses untuk menyelesaikan masalah-masalah di dunia nyata. f. Contoh: solusi sistem persamaan linier yang besar menjadi lebih mudah dan cepat diselesaikan dengan komputer. Alasan Mempelajari Metode Numerik a. Sebagai alat bantu pemecahan masalah matematika yang sangat ampuh, seperti mampu menangani sistem persamaan linear, ketidaklinearan dan geometri yang rumit, yang dalam masalah rekayasa tidak mungkin dipecahkan secara analitis. b. Mengetahui secara singkat dan jelas teori matematika yang mendasari paket program. c. Mampu merancang program sendiri sesuai persalahan yang dihadapi pada masalah rekayasa. d. Metode numerik cocok untuk menggambarkan ketangguhan dan keterbatasan computer dalam menangani masalah rekayasa yang tidak dapat ditangani secara analitis e. Menangani galat suatu nilai hampirandari masalah rekayasa yang merupakan bagian dari paket program yang berskala besar. f. Menyediakan sarana memperkuat pengetahuan matematika, karena salah satu kegunaannya adalah menyederhanakan matematika yang lebih tinggi menjadi operasioperasi matematika yang mendasar. Macam-macam penyelesaian integral dengan metode numeric,

1. Rumus Trapesium dan Simpson 2. Rumus Newton-Cotes 3. Rumus Gaussian 4. Rumus Orthogonal

Kaidah Trapesium Aturan trapesium ini didasarkan pada interpolasi linier dari fungsi f(x) pada [xi-1, xi] untuk setiap i= 1,2,3,...,n. Jadi, setiap subinterval hampiran untuk ( ) diberikan oleh luas bidang datar trapesium.

Gambar. Ilustrasi dari aturan trapesium Kaidah trapesium dapat diaplikasikan dibidang teknik pertanian khususnya ilmu teknik sumber alam dan lahan pertanian dalam hal pengukuran debit di sungai. Digunakan kaidah trapesium karena bentuk dasar dari penampang sungai yang tidak jelas dan pengukuran yang dilakukan seperti pada kaidah trapesium. Contoh Soal. 1. Hitung luas sungai yang dibatasi oleh y = 2x3 dan sumbu x untuk x elemen [0, 1] dengan menggunakan aturan trapesium dan lebar langkah h = 0,1!

2. Tentukan luas daerah dibawah kurva f(x)=x2 antara x=0 sampai x=4 dengan kaidah trapezium! Penyelesaian. Interval (0,4) dibagi menjadi 4 subinterval (n=4), sehingga h= Sehingga diperoleh table x F(x) Jadi, 0 0 1 1 2 4 3 9 4 16 =1

Apabila dihitung secara analitik, luas total=

= 21

Nb. Jadi dapat disimpulkan bahwa, semakin kecil lebar langkah (h) yang digunakan untuk pendekatan pengintegralan maka semakin eror yang didapatkan akan semakin kecil pula. Dengan kata lain, error (galat) dalam pengintegrasian numeric metode trapesium berbanding lurus dengan lebar langkah (h).

Sumber pustaka : Abidin, Zainal. Bahan Ajar Metode Numerik. Jurusan Ilmu Komputer, FMIPA, Universitas Negeri Semarang. Luknanto, Djoko. Bahan Kuliah Metoda Numerik. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, UGM Nugroho, Didit Budi. Diktat Kuliah Metode Numerik. Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Kristen Satya Wacana