Anda di halaman 1dari 7

PERMASALAHAN RUU PERUMAHAN DAN PEMUKIMAN 1.

Keliru dalam Defenisi Pada Pasal 1 angka 8, Perumahan negara adalah perumahan yang dimiliki negara dan berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian. Sedangkan pada Pasal 1 angka 9, Rumah dinas adalah perumahan yang berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian untuk menunjang pelaksanaan tugas pejabat dan/atau pegawai negeri. Pengertian Rumah Negara dalam R tidak sesuai dengan pengertian Peraturan Pemerintah N!. "# $ahun 199" j! Peraturan Pemerintah N!. %1 $ahun &##' tentang Rumah Negara. Pengertian Rumah Negara menurut PP Rumah Negara adalah bangunan yang dimiliki negara dan berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga serta menunjang pelaksanaan tugas Pejabat dan/atau Pegawai Negeri. (alam R terdapat pemisahan antara Rumah Negara dan Rumah (inas, padahal sejatinya rumah dinas juga merupakan Rumah Negara. )al tersebut dapat terlihat jika pengertian Rumah Negara dan Rumah (inas dalam R digabungkan, maka pengertiannya sesuai dengan pengertian Rumah Negara sesuai PP Rumah Negara. Pengertian Rumah Negara telah diredusir menjadi Rumah (inas. *ika dibiarkan maka akan terdapat keka+auan dalam penegakan hukum karena berdasarkan PP Rumah Negara, Rumah Negara dapat dimiliki !leh penghuni yang memenuhi syarat. $idak terdapat ketentuan bahwa Rumah (inas dapat dimiliki !leh penghuni sebagaimana peraturan perundang,undangan sebelumnya. Pada Pasal 1 angka 1# pengertian Rumah adalah bangunan tempat tinggal yang layak huni. )al ini dapat diartikan bahwa jika terdapat rumah yang dihuni yang tidak layak maka bukanlah rumah.

2. Tidak ada pen akuan !a"#a peruma"an merupakan "ak asasi se$iap #ar a ne ara (alam R Perumahan dan Pemukiman ini tidak disebutkan bahwa perumahan merupakan hak asasi setiap warga negara. N!. " $ahun 199& memiliki perspektif hak asasi lebih baik dengan men+antumkan bahwa setiap warga negara mempunyai hak untuk menempati dan/atau menikmati dan/atau memiliki rumah yang layak dalam lingkungan yang sehat, aman, serasi, dan teratur -Pasal ' ayat -1. N!. " $ahun 199&.. %. Pen er$ian la&ak se"arusn&a men a'u kepada (eneral )*mmen$ K*+enan In$ernasi*nal Hak Ek*n*mi S*sial dan ,uda&a (alam Penjelasan Pasal ' /yat -1. N!. " $ahun 199&0 Rumah yang layak adalah bangunan memenuhi persyaratan keselamatan bangunan dan ke+ukupan minimum luas bangunan serta kesehatan penghuninya. Sedangkan menurut penjelasan Pasal % huruf f R Perumahan dan Pemukiman, yang dimaksud dengan 1rumah yang layak huni dan terjangkau2 adalah bangunan rumah yang

sekurang,kurangnya memenuhi persyaratan keselamatan bangunan dan ke+ukupan luas bangunan serta kesehatan penghuninya dan dari biaya dapat dijangkau !leh masyarakat berpenghasilan rendah. Pas+a diratifikasinya k!3enan internasi!nal hak,hak ek!n!mi s!+ial dan budaya seharusnya R Perumahan dan Pemukiman mengatur kriteria layak lebih maju sebagaimana yang tertuang dalam 4!mentar mum N!. " pasal 11 ayat -1. 4!3enan 5nternasi!nal )ak,)ak 6k!n!mi S!sial dan 7udaya mengenai )ak /tas $empat $inggal yang layak. (alam k!mentar umum tersebut didapat +riteria layak adalah sebagai berikut8 a. -aminan perlindun an "ukum. Perlindungan hukum mengambil banyak bentuk, diantaranya penyewaan ak!m!dasi -publik dan swasta., perumahan k!lektif, kredit, perumahan darurat, pemukiman inf!rmal, termasuk penguasaan tanah dan pr!perti. 9eskipun ada beragam jenis perlindungan hukum, setiap !rang harus memiliki tingkat perlindungan hukum yang menjamin perlindungan hukum dari pengusiran paksa, pele+ehan, dan an+aman lainnya. Negara Pihak harus se+ara bertanggung jawab, segera mengambil tindakan,tindakan yang bertujuan mengk!nsultasikan jaminan perlindungan hukum terhadap !rang, !rang tersebut dan rumah tangga yang saat ini belum memiliki perlindungan, k!nsultasi se+ara benar dengan !rang,!rang atau kel!mp!k yang terkena. b. Ke$ersediaan la&anan. !a"an/!a"an !aku. fasili$as. dan infra s$ruk$ur. $empat tinggal yang layak harus memiliki fasilitas tertentu yang penting bagi kesehatan, keamanan, kenyamanan, dan nutrisi. Semua penerima manfaat dari hak atas tempat tinggal yang layak harus memiliki akses yang berkelanjutan terhadap sumber daya alam dan publik, air minum yang aman, energi untuk memasak, suhu dan +ahaya, alat,alat untuk menyimpan makanan, pembuangan sampah, saluran air, layanan darurat. +. Ke$er0an kauan. 7iaya pengeluaran sese!rang atau rumah tangga yang bertempat tinggal harus pada tingkat tertentu dimana pen+apaian dan pemenuhan terhadap kebutuhan dasar lainnya tidak teran+am atau terganggu. $indakan harus diambil !leh Negara Pihak untuk memastikan bahwa persentasi biaya yang berhubungan dengan tempat tinggal, se+ara umum sepadan dengan tingkat pendapatan. Negara Pihak harus menyediakan subsidi untuk tempat tinggal bagi mereka yang tidak mampu memiliki tempat tinggal, dalam bentuk dan tingkat kredit perumahan yang se+ara layak men+erminkan kebutuhan tempat tinggal. (alam kaitannya dengan prinsip keterjangkauan, penghuni harus dilindungi dengan perlengkapan yang layak ketika berhadapan dengan tingkat sewa yang tidak masuk akal atau kenaikan uang sewa. (i masyarakat, dimana bahan,bahan baku alam merupakan sumber daya utama bahan baku pembuatan rumah, Negara Pihak harus mengambil langkah,langkah untuk memastikan ketersediaan bahan baku tersebut.. d. La&ak "uni. $empat tinggal yang memadai haruslah layak dihuni, artinya dapat menyediakan ruang yang +ukup bagi penghuninya dan dapat melindungi mereka dari +ua+a dingin, lembab, panas, hujan, angin, atau an+aman, an+aman bagi kesehatan, bahaya fisik bangunan, dan 3ekt!r penyakit. 4eamanan fisik penghuni harus pula terjamin. 4!mite mend!r!ng Negara Pihak untuk se+ara menyeluruh menerapkan Prinsip Rumah Sehat yang

disusun !leh :); yang mengg!l!ngkan tempat tinggal sebagai fakt!r lingkungan yang paling sering dikaitkan dengan k!ndisi,k!ndisi penyebab penyakit berdasarkan berbagai analisis epidemi!l!gi8 yaitu, tempat tinggal dan k!ndisi kehidupan yang tidak layak dan kurang sempurna selalu berkaitan dengan tingginya tingkat kematian dan ketidaksehatan. e. Aksesi!ili$as. $empat tinggal yang layak harus dapat diakses !leh semua !rang yang berhak atasnya. 4el!mp!k,kel!mp!k yang kurang beruntung seperti halnya manula, anak,anak, penderita +a+at fisik, penderita sakit stadium akhir, penderita )5<,p!sitif, penderita sakit menahun, penderita +a+at mental, k!rban ben+ana alam, penghuni kawasan rawan ben+ana, dan lain,lain harus diyakinkan mengenai standar pri!ritas untuk lingkungan tempat tinggal mereka. f. L*kasi. $empat tinggal yang layak harus berada di l!kasi yang terbuka terhadap akses pekerjaan, pelayanan kesehatan, sek!lah, pusat kesehatan anak, dan fasilitas,fasilitas umum lainnya. (i samping itu, rumah hendaknya tidak didirikan di l!kasi,l!kasi yang telah atau atau akan segera terp!lusi, yang mengan+am hak untuk hidup sehat para penghuninya. g. Kela&akan !uda&a. =ara rumah didirikan, bahan baku bangunan yang digunakan, dan kebijakan, kebijakan yang mendukung kedua unsur tersebut harus memungkinkan pernyataan identitas budaya dan keragaman tempat tinggal. 7erbagai akti3itas yang ditujukan bagi peningkatan dan m!dernisasi dalam lingkungan tempat tinggal harus dapat memastikan bahwa dimensi,dimensi budaya dari tempat tinggal tidak dik!rbankan, dan bahwa, diantaranya, fasilitas,fasilitas bertekn!l!gi m!dern, juga telah dilengkapkan dengan semestinya. 1. Ran'an an Undan /Undan Peruma"an dan Pemukiman le!i" !er*rien$asi kepada !isnis pr*per$i. *ika melihat kerangka kerangka dan persepektif R terlihat bahwa nyawa R ini sebenarnya adalah untuk memperlan+ar bisnis pr!perty. )al tersebut terlihat dari adanya ketentuan >!nasi perumahan, peren+anaan, insentif bagi pengembang, pemasaran rumah, dan lain,lain. (apat dilihat tidak pr!p!si!nalnya pasal yang mengatur mengenai hak atas perumahan dengan pasal,pasal yang memuluskan kepentingan pengembangan. Pemenuhan hak atas perumahan bukan merupakan suatu yang sederhana dan memiliki aspek yang k!mpleks. 9erupakan suatu kesalahpahaman jika mewujudkan hak atas perumahan bagi warga negara dapat direalisasikan dengan mempermudah bisnis pr!perti. Pembangunan rumah dalam jumlah yang sebanyak,banyaknya. 2. Kriminalisasi R ini merupakan an+aman bagi kel!mp!k marjinal, warga miskin k!ta yang tidak memiliki kemampuan ek!n!mi untuk membeli/menyewa tanah tanah ataupun rumah sehingga terpaksa membangun rumah di lahan yang d. 4etidakmampuan tersebut merupakan kegagalan negara menyediakan

perumahan yang layak. (engan R ini negara justru ingin mengkriminalisasi mereka. (apat disimpulkan negara kemudian mengkriminalkan warga bukan karena kesalahan dari warga tapi karena kegagalan negara sendiri. Pasal,pasal kriminalisasi yang sangat mengan+am kel!mp!k marjinal dalam R ini adalah0 ?/R/N@/N Pasal 134 -1. Setiap !rang dilarang membangun rumah, perumahan, dan/atau permukiman di luar kawasan yang khusus diperuntukkan bagi perumahan dan permukiman. -&. Setiap !rang dilarang membangun rumah, perumahan, dan/atau permukiman di tempat yang berp!tensi dapat menimbulkan bahaya bagi barang ataupun !rang. Pasal 12% -1. Setiap !rang yang dengan sengaja membangun rumah, perumahan, dan/atau permukiman di luar kawasan yang khusus diperuntukkan bagi perumahan dan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1#8 ayat -1., dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 -satu. tahun dan/atau denda paling banyak Rp'#.###.###,## -lima puluh juta.. -&. Setiap !rang yang dengan sengaja membangun rumah, perumahan, dan/atau permukiman di tempat yang berp!tensi dapat menimbulkan bahaya bagi barang ataupun !rang sebagaiman dimaksud dalam Pasal 1#8 ayat -&., dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 -satu. tahun dan/atau denda paling banyak Rp'#.###.###,## -lima puluh juta.. Pasal 121 Setiap !rang yang dengan sengaja mengubah peruntukan lahan yang sudah ditetapkan dalam ren+ana tata ruang wilayah untuk kepentingan pembangunan perumahan dan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1#9 dipidana dengan pidana penjara paling lama ' -lima. tahun dan/atau denda paling banyak Rp'.###.###.###,## -lima miliar rupiah.. Pasal 126 Setiap !rang yang dengan sengaja men!lak atau menghalang,halangi kegiatan rel!kasi rumah, perumahan, atau permukiman yang telah ditetapkan !leh Pemerintah atau pemerintah daerah bertentangan dengan undang undang ini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111, dipidana dengan pidana kurungan paling 46$6N$ /N P5(/N/

Pasal 135 Setiap !rang dilarang mengubah peruntukan lahan yang sudah ditetapkan dalam ren+ana tata ruang wilayah untuk kepentingan pembangunan perumahan dan permukiman.

Pasal 111 Setiap !rang dilarang men!lak dan/atau menghalang,halangi kegiatan rel!kasi rumah, perumahan, dan/atau permukiman yang telah ditetapkan !leh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah.

lama 1 -satu. tahun dan/atau denda paling banyak Rp'#.###.###,## -lima puluh juta.. Pasal 112 Setiap !rang dilarang memberikan fasilitas dan identitas kepada penghuni dan/atau pemilik rumah, perumahan, dan/atau perumahan yang dibangun di luar fungsi dan pemanfaatan ruang serta di luar kawasan perumahan dan permukiman. Pasal 127 Setiap !rang yang dengan sengaja memberikan fasilitas dan identitas kepada penghuni atau pemilik rumah, perumahan, dan/atau perumahan yang dibangun di luar fungsi dan pemanfaatan ruang serta di luar kawasan perumahan dan permukiman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11&, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 -satu. tahun dan/atau denda paling banyak Rp'#.###.###,## -lima puluh juta..

Pasal 111 R ini merupakan an+aman serius dalam kasus hak atas perumahan. Sebagaimana kita ketahui terdapat banyak penggusuran paksa yang dilakukan !leh aparatur pemerintah maupun swasta yang melanggar general +!mment 4!3enan 5nternasi!nal )ak 6k!n!mi S!sial dan 7udaya yang menyebabkan banyak warga dilanggar hak atas perumannya. 4e depan jika R ini disahkan maka tidak ada peluang bagi kel!mp!k marjinal atau warga miskin k!ta untuk melawan penggusuran paksa dan justru dipidanakan. )al ini mengindikasikan bahwa R ini benar,benar tidak berpihak kepada warga miskin melainkan lebih berpihak kepada pengembang perumahan. 6. Pelan aran $er"adap Hak A$as Iden$i$as

(alam R Perumahan dan Pemukiman ini pada Pasal 11& diatur bahwa setiap !rang dilarang memberikan fasilitas dan identitas kepada penghuni dan/atau pemilik rumah, perumahan, dan/atau perumahan yang dibangun di luar fungsi dan pemanfaatan ruang serta di luar kawasan perumahan dan permukiman. Setiap !rang yang melanggar Pasal tersebut dapat dikenai hukuman satu tahun kurungan dan denda Rp. '#.###.###. (engan adanya ketentuan ini, maka kelurahan tidak akan berani mengeluarkan identitas kepada warga,warga yang yang dianggap liar, bersengketa atau tinggal di luar kawasan yang diperb!lehkan !leh . /kibatnya banyak warga yang tidak mendapatkan identitas atau men+atatkan kelahiran anaknya. )al tersebut di atas merupakan pelanggaran terhadap hak atas identitas warga negara, karena hak atas identitas merupakan hak asasi warga negara yang seharusnya tidak dapat disangkut pautkan dengan kepemilikan tanah atau l!kasi rumah. 4etentuan tersebut melanggar Pasal & N!. &% $ahun &##A berbunyi Setiap Penduduk mempunyai hak untuk memper!leh d!kumen 4ependudukan dan pelayanan yang sama dalam Pendaftaran Penduduk dan Pen+atatan Sipil. Negara atau pemerintah wajib memberikan identitas kepada setiap warga negaranya karena hak atas identitas merupakan kun+i untuk mendapatkan hak,hak asasi yang lainnya seperti )ak atas pekerjaan, )ak atas kesehatan, )ak atas jaminan s!+ial, )ak atas pendidikan, )ak atas kewarganegaraan, )ak atas kebebasan berserikat dan berkumpul se+ara damai, )ak untuk berpartisipasi dalam pemerintahan

dan pemilihan umum yang bebas, )ak untuk menikah dan berkeluarga, )ak atas inf!rmasi, dan lain,lain. =!nt!h kasus yang riil seperti yang saat ini terjadi pada ratusan warga 4ebun Sayur =ira+as, warga yang memanfaatkan lahan yang puluhan tahun terlantar tidak bisa mendapatkan identitas !leh ?urah sehingga akhirnya mengalami kesulitan dalam jaminan kesehatan, mengurus keringanan biaya pendidikan, tidak mendapatkan 7antuan ?angsung $unai, tidak men+atatkan kelahiran anak, dan lain sebagainya. (apat disimpulkan ketentuan mengenai identitas ini merupakan ketentuan yang membuat warga semakin miskin karena tidak bisa mendapatkan hak,hak nya. 7. RUU ,erp*$ensi Melan Paksa ar Hak A$as Peruma"an den an Pen usuran

R mengatur se+ara tegas setiap !rang dilarang men!lak dan/atau menghalang,halangi kegiatan rel!kasi rumah, perumahan, dan/atau permukiman yang telah ditetapkan !leh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah dapat dipidana maksimal satu tahun dan denda maksimal Rp. '#.###.###. )al tersebut merupakan legitimasi untuk menggusur paksa masyarakat yang dianggap pemerintah tidak patut tinggal di l!kasi rumah yang ditempatinya. /khirnya banyak masyarakat akan dilanggar hak atas perumahannya. R ini juga tidak mengatur mengenai penggusuran rumah dalam hal untuk kepentingan publik, bagaimana hak warga dan bagaimana +aranya yang sesuai dan tidak melanggar hak asasi manusia. Seharusnya R ini menga+u dan tidak b!leh bertentangan dengan 4!mentar mum N!. B tahun 199B 4!3enan 5ntenasi!nal )ak, )ak 6k!n!mi S!sial dan 7udaya mengenai penggusuran paksa. )al tersebut dikarenakan 5nd!nesia telah meratifikasi 4!3enan 5nternasi!nal )ak,)ak 6k!n!mi S!sial dan 7udaya dengan ndang, ndang N!. 11 $ahun &##' sehingga segala ketentuan yang terkait dengan hak,hak ek!n!mi, s!+ial dan budaya dalam hal ini hak atas perumahan -Pasal 11 ayat -1. 4!3enan. harus menga+u kepada k!3enan dan k!mentar umumnya. (alam k!mentar umum N!. B pasal 11 ayat -1. 4!3enan )ak,)ak 6k!n!mi S!sial dan 7udaya dinyatakan bahwa pengusiran atau penggusuran paksa merupakan pelanggaran berat hak asasi manusia. Pengusiran paksa berakibat pada dilanggarnya hak,hak sipil dan p!litik, misalnya hak untuk hidup, hak untuk dilindungi, hak untuk tidak diusiknya pri3asi, keluarga, dan rumah, dan hak untuk menikmati kepemilikan se+ara tenteram. 4!mentar umum dalam p!in 9 mewajibkan undang,undang yang terkait dengan pengusiran mesti meliputi ukuran,ukuran yang -a. memberikan peluang rasa aman bagi para pemilik rumah dan tanah, -b. sejalan dengan k!3enan, dan -+. diran+ang untuk se+ara ketat mengendalikan berbagai keadaan dimana pengusiran dapat saja terjadi. (alam kasus,kasus dimana pengusiran dinilai dapat dibenarkan, pengusiran harus dilaksanakan sejalan dengan ketetapan,ketetapan dari hukum hak asasi manusia internasi!nal yang rele3an dan dengan prinsip,prinsip umum kerasi!nalan dan kepr!p!rsi!nalan. 4!mite mempertimbangkan bahwa perlindungan pr!sedural yang harus diterapkan berkaitan dengan pengusiran paksa meliputi0 -a. sebuah peluang atas pembi+araan yang tulus dengan !rang,!rang yang terimbas8

-b. pemberitahuan yang memadai dan rasi!nal kepada semua !rang yang terimbas mengenai jadwal pelaksanaan pengusiran8 -+. inf!rmasi mengenai pengusiran,pengusiran yang diajukan, dan, bilamana memungkinkan, mengenai fungsi alternatif dari tanah atau rumah itu, yang harus tersedia dalam waktu singkat bagi semua !rang yang terimbas8 -d. khususnya jika melibatkan kel!mp!k,kel!mp!k masyarakat, para pejabat pemerintah atau wakil,wakil mereka harus hadir selama pelaksanaan pengusiran8 -e. semua !rang yang melaksanakan pengusiran itu harus diidentifikasi se+ara tepat8 -f. pengusiran tidak b!leh dilaksanakan dalam +ua+a buruk atau pada malam hari ke+uali memang dikehendaki !leh !rang,!rang yang terimbas8 -g. ketetapan atas pemulihan !leh hukum8 dan -h. ketetapan, sejauh memungkinkan, atas bantuan hukum bagi !rang,!rang yang membutuhkannya untuk menuntut k!mpensasi melalui pengadilan. Selain itu Pengusiran tidak b!leh menjadikan indi3idu,indi3idu tidak berumah atau rawan terhadap pelanggaran hak,hak asasi manusia lainnya. (imana !rang,!rang yang terimbas tidak mampu menyediakan berbagai kebutuhan mereka sendiri, Negara harus menerapkan segala ukuran yang tepat, untuk memaksimalkan sumber daya tersedia, untuk memastikan bahwa perumahan, pemukiman, atau akses alternatif atas tanah yang pr!duktif tersedia.