Anda di halaman 1dari 15

MODUL 3 BALOK LENTUR dan GESER Desain balok beton itu tidak cukup hanya menghitung dimensi dan

jumlah tulangan lenturnya saja. Mendesain balok beton tidak sesederhana itu, masih ada beberapa hal yang perlu diperiksa, diantaranya adalah sengkang yang konon ampuh dalam menahan gaya geser. Di bagian ini kita akan mengecek dan mendesain tulangan sengkang untuk balok dalam menahan gaya geser. Apakah gaya geser itu penting? Tentu saja, gaya geser dapat dimaknakan dengan momen lentur per satuan panjang, atau dapat dituliskan sebagai M . x

Dengan perkataan lain, gaya geser adalah turunan pertama momen lentur terhadap jarak. Contoh !ila diagram momen lenturnya berbentuk kur"a pangkat dua #derajat dua$, maka diagram gesernya niscaya berbentuk linier pangkat satu #derajat satu$.

%ambar &. Diagram momen lentur dan geser balok dua tumpuan akibat beban merata 'ntuk gambar di atas (ersamaan momen lentur di titik ) #diukur dari tumpuan A$ adalah M ( x) = %aya gesernya V ( x ) = q ( Lx - x 2 ) 2

M ( x) q qL = ( L 2x) = qx x 2 2

*alau diagram momen lenturnya linier derajat satu, niscaya diagram gaya gesernya konstan #derajat nol$.

%&&

Stru tur Bet!n "" Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

#usat #engem$angan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

%ambar +. Diagram momen lentur dan geser balok dua tumpuan akibat beban momen

'ntuk 0 x a M ( x ) = 'ntuk a x L M ( x) =

M x L M x +M L terhadap tumpuan kiri.

a adalah jarak momen terpusat M


V ( x) = M L

Apakah ada diagram momen lentur derajat tiga? empat? lima?, -a.abnya, ada. /ecara teoritis ada. Tapi aktualnya sangat jarang. *alau diagram momen berderajat tiga terjadi pada beban merata berbentuk segitiga atau trapesium.

%&&

Stru tur Bet!n "" Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

#usat #engem$angan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

%ambar 0. Diagram momen lentur dan geser balok dua tumpuan akibat beban segitiga

M ( x) = V ( x) =

qo 2 L x x3 6L

qo 2L 3x 2 6L

#eren'anaan Bal! Terhada( Geser K!nse() %aya geser maksimum pada balok sederhana umumnya terjadi di daerah sekitar tumpuan atau di sekitar beban terpusat yang cukup besar. 'ntuk perencanaan yang biasa #normal$, gaya geser dipikul oleh beton dan tulangan sengkang. /edangkan untuk perencanaan luar biasa, misalnya memikul geser pada saat gempa, kadang beton tidak diikutkan dalam memikul geser dengan asumsi bah.a beton pada saat itu sudah retak dan mulai hancur akibat beban gempa yang memang si1atnya destrukti1 alias merusak. #r!sedur Desain Bal! Geser &. (arameter yang diperlukan adalah gaya geser ultimate Vu , dan dimensi balok b dan

h.
+. 2itung kapasitas penampang beton dalam menahan gaya geser, sesuai /345!eton5 +66+ butir &&.0 #&#&$$

f c' Vc = bw d 6
catatan bw = b dan = 0,65 .
Vc di atas adalah kuat geser beton dalam kondisi normal.

*alau ada gaya tekan aksial atau momen lentur yang terjadi bersamaan pada penampang yang ditinjau, persamaan yang digunakan berbeda lagi. Tapi karena yang kita bahas adalah balok sederhana, gaya aksial tidak terjadi, dan juga momen lentur maksimum terjadi di tengah bentang, sedangkan geser maksimum di daerah tumpuan. 0.
Vc yang telah dihitung sebelumnya dengan Vu dari hasil analisis !andingkan nilai

struktur.
Vc , maka tida 1. -ika Vu <0,5

(erlu tulangan geser7sengkang. 8alaupun dalam

pelaksanaannya tulangan sengkang itu tetap dipasang hanya sekedar untuk memegang tulangan utama #longitudinal$.

%&&

Stru tur Bet!n "" Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

#usat #engem$angan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Vc perlu tulangan geser. 2. -ika Vu 0,5

%aya geser yang dipikul oleh tulangan sengkang adalah

Vs =
1.

Vu V Vc Vc Vs = u
-ika 1 Vs < bw d 3 gunakan tulangan sengkang minimum

Av b = w s 3 fy
2. -ika 1 1 bw d <Vs < 3 3 f c' bw d tulangan sengkangnya adalah

Av V s s f yd
dimana jarak spasi 3. -ika

s
1 3

harus memenuhi s 0,5 d dan f c' bw d < Vs < 2 3 f c' bw d

s 600 mm

Av masih sama dengan nomor + s


s 300 mm

di atas, tapi batasan jarak spasi menjadi lebih rapat s 0,25 d dan Vu Vc + 2 3 2 3 f c' bw d

3. -ika Vu Vc +

f c' bw d penampang betonnya haris diperbesar dimensinya.

-ika pada perhitungan no.0 di atas menghasilkan kebutuhan tulangan geser dapat menentukan kombinasi Av dan

Av , maka kita s

s yang cocok dan memenuhi standar.

Av dihitung sebagai luas satu batang tulangan sengkang dikalikan jumlah kaki5kakinya.

%&&

Stru tur Bet!n "" Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

#usat #engem$angan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

%ambar 9. (enampang tulangan lentur dan geser balok

dimana Av adalah luas satu tulangan sengkang. Be$era(a hal (enting Ada beberapa hal penting yang dituliskan di dalam /345!eton5+66+ mengenai perencanaan terhadap geser ini.

Menurut butir &&.&#+#0$$, gaya geser maksimum Vu dihitung pada penampang kritis, yaitu penampang yang berjarak d dari muka tumpuan, dan tida ada beban terpusat yang bekerja di antara muka tumpuan dan penampang kritis tersebut.

%&&

Stru tur Bet!n "" Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

#usat #engem$angan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

%ambar :. Diagram geser untuk desain penampang balok

Dari gambar di atas, Vu yang digunakan dalam desain adalah gaya geser pada jarak d dari muka kolom, bukan Vmax .

-ika di antara muka tumpuan dan penampang kritis terdapat beban terpusat yang besar, maka Vu diambil pada penampang balok tepat di muka tumpuan.

%&&

Stru tur Bet!n "" Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

#usat #engem$angan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

-ika pada penampang yang sedang ditinjau gaya gesernya terdapat momen lentur yang signi1ikan, maka pengaruh momen lentur tersebut $!leh dimasukkan ke dalam perhitungan
Vc

Vc =

f c' +120w

Vu d bw d Mu 7
dan As adalah luas tulangan utama

dimana w =

As bw d

/34 menggunakan kata boleh, artinya tidak harus dilakukan. Akan tetapi pengaruh momen lentur sebaiknya diperhatikan karena kadang pada kondisi tertentu M u justru memperkecil nilai Vc .

%&&

Stru tur Bet!n "" Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

#usat #engem$angan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

%ambar ;. Diagram momen lentur dan geser balok kantile"er akibat beban merata Akan tetapi, /34 membatasi nilai

Vs d 1 tidak boleh melebihi &.6. Mu

-ika ternyata melebihi &.6, maka nilai yang dipakai adalah &.6.

*ONTO+ #ER+"TUNGAN BALOK LENTUR dan GESER &, #erhitungan #enulangan Lentur Bal! Data #eren'anaan < +:6 ) :66

5Dimensi b)h 5 (anjang

=< >666 mm

5 Mutu !eton 5 Mutu !aja

f c' < ++.: M(a


f y < 066 M(a

- #enulangan Bal!

'ntuk Mu5tumpuan

<&0&.>9> k3m.

%&&

Stru tur Bet!n "" Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

#usat #engem$angan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

d renc < h ? &66 < :66 ? &66 < 966 mm . @asio penulangan minimum # min $ min <

1,4 < 6,669>>>; fy

5 @asio penulangan maksimum # max $ ma)< 6,;: balance

0.85 f c' 600 b = x fy 600 + f y

b =

0,85x 0,85x 22,5 600 x = 0,03613 300 600 +300

max = 0,75 b max = 0,75 x0,03613 = 0,02709

= max
382,5

fy f
' c

= 0,02709

300 = 0,36125 22,5 atau


= 0,36125

(600 + f ) = ( 600 + 300)


y

382,5 x0,85

Catatan K n max =

M n max bd2

M n max = Ts max ( d a / 2 ) dan Ts max = As max f y = max b d f y

K n max = f c' (1 0,59 )


K n max = 22,5x 0,36125 (1 0,59 x 0,36125) = 6,3957 MPa

M R max = b d 2 K n max = 0,8 x 250 x 400 2 x 6,3957 x10 6 = 204,6624 kNm


*arena M R max > M u balok direncanakan bertulangan tarik saja.

Mn =

Mu 131,646 =164,558 k3m Mn = 0,8

%&&

Stru tur Bet!n "" Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

#usat #engem$angan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Kn =

Mu 164,558 x10 6 Kn = = 4,1139 MPa 2 bd 250x 400 2


K n = 4,1139 = 22,5x(1 0,59 ) < 6,+6B

K n = f c' (1 0,59 )

perlu =

f c' 22,5 = 0,208 = 0,0156 fy 300

*arena min < perlu < max 0,004667 < 0,0156 < 0,02709
2 Maka A pakai = perlu = 0,0156 s perlu = b d = 0,0156 x 250 x 400 =1560 mm

As' = 0,5 As perlu = 0,5 x1560 =780 mm 2

Dari perhitungan penulangan tumpuan balok, maka dapat ditentukan dimensi tulangan sebagai berikut 'ntuk Tulangan Atas B D &> As pakai < &>6;,>B mm+ Tulangan !a.ah 9 D &> As pakai < B60,B9 mm+ (emeriksaan7*ontrol b min < + # 96C&6 $ C B # &> $ C ; # +: $ < 960 D b < +:6

/ehingga tulangan disusun + lapis 9 D &> 9 D &> y/

As 4 D16 ( 40 + 10 + 0.5 D16) + As 4 D16 (40 +10 + D16 + D 25) As 6 D16


803.84 (40 + 10 + 0.5 D16) + 803.84(40 + 10 + D16 + D 25) / ;9,:mm 1607.68
, Ek

d aktual < :66 ? ;9,: <9+:,: D drencana < 966

%&&

10

Stru tur Bet!n "" Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

#usat #engem$angan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

B D &> h <:66 mm d <9+:,: mm b <+:6 mm D &6 h d& 9D &>

Gambar 8. P nam!an" #a$%k

0, #erhitungan #enulangan La(angan &. +. 0. Le$ar e1e ti1 $al! 1lens T menerus b. 1 >666 < &:66 mm 4

b C &>h1 < +:6 C &> ) &+6 < +&;6 mm jarak antar balok< 9666 mm.

-adi be11 < &:66 mm Mu drenc M!men Ren'ana / F0.>;B9+ k3m < :66 5&66 < 966 mm

Menentukan M@ dengan anggapan seluruh 1lens dalam kondisi tekan. M@ < # 6,B: ) 1c G$ ) b ) h1 #d ? h1 $ < 6,B # 6,B: ) ++.: $ ) &:66 ) &+6 # 966 ?&+6 $ < ;;&,&+ k3m. D F0.>;B9+ k3m

%&&

11

Stru tur Bet!n "" Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

#usat #engem$angan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

=uas 1lens e1ekti1 total tidak perlu seluruhnya sebagai daerah tekan dengan demikian balok T diperhitungkan sebagai balok persegi Mn<
M& 93.67842 < < &&;,6FB k3m 0.8

*n<

117,098.10 6 Mn < < 6,9B;F M(a 1500 . 400 2 b.d 2

*n< 1cH . . # &56,:F$ 6,9B;F (erlu< fc '


fy

< ++,: . . # &56,:F. $ < 6,6+& < 6.66&>

< 0,021. 22,5 300

Asperlu< . b . d < 6,66&> . &:66 . 966 < F96,: mm+ Dari perhitungan diatas dapat ditentukan dimensi tulangan sebagai berikut 5 Tulangan ba.ah 5 Tulangan atas < >D&> #Aspakai < &+6:.;>mm+$ < 9D&> #AsH pakai < B60.B9 mm+$

#emeri saan2K!ntr!l b min < + .#96 C &6 $ C >. #&>$ C :. #+:$ < 0+& mm I b < +:6 mm Ek

/ehingga tulangan disusun + lapis + D &> 9 D &> y/


As 4 D16 ( 40 +10 + 0.5 D16) + As 2 D16(40 +10 + D16 + D 25) As 6 D16

/ 803.84 (40 + 10 + 0.5 D16) + 401.92(40 + 10 + D16 + D 25) / >F mm 1205.76 d aktual < :66 ? >F < 90& mm D 966 drenc , o*

%&&

12

Stru tur Bet!n "" Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

#usat #engem$angan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

be1 1

+ D &>

h1

D &6 d
&

96

> D &> d < 90& mm h < :66 mm b. b. < +:6 mm h1 < &+6 mm

Gambar 9. P nam!an" ba$%k '

be1 < &:66 mm

3, #erhitungan #enulangan Geser Bal! Data J& < &99.09+F k3 A J+ < &0+.:F:B k3 A (anjang #=$< >666 mm

&99.09+F

& 9>.&> 6+ d K &0+.:F:B >666

%ambar &6 diagram gaya lintang

%&&

13

Stru tur Bet!n "" Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

#usat #engem$angan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

144.3429 132,595 = x =3,127 m x (6 x )

dan

d < 9+:,: mm

Ju ma) <&99.09+F k3 dan 1 6 1 6

Jc <

fc '

b..d Jc <

22.5 +:6 9+:,: .&650 < B9,6F>B k3

L. .Jc < L. 6.> .B9,6F>B < +:,++F k3 I Ju ma) <&99.09+F k3 perlu ada sengkang (erhitungan untuk sejarak d # daerah kritis $

Vs perlu =

Vu max +Vc

Vs perlu =

144,3429 +84,0968 =324,668 k3 0.6

324,668

120,158

2702 3127

%ambar &&

Diagram gaya lintang Js

Menentukan panjang bentang yang memerlukan sengkang Tulangan sengkang diperhitungkan pada tempat dimana Ju < L Jc< +:,++F k3. Didapat jarak dari tumpuan < #&99,09+F ? +:,++F $7 9>,&>6 < +,: m <+:66 mm. Dipilih tulangan sengkang D &6 #A" < &:; $. Maka penampang kritis didapat Js kritis < Js perlu ? d .&+6,&:B .&650

%&&

14

Stru tur Bet!n "" Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

#usat #engem$angan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana

Js kritis < 0+9,>>B 5 9+:,: . &+6,&:B &650 < +;0,:9& k3

jarak sengkang, s <

Av f y d Vs

s=

157 . 300 .425,5 = 73,625 mm 273,541.103

digunakan jarak ;6 mm untuk bagian balok sepanjang d dari tumpuan Menentukan /pasi maksimum # SK SNI : 3.4.5.4-2 $ 1 3
f c'

b..d <

1 3

22.5 +:6 9+:,:

< &>B,&F9 D Js < +;0,:9& k3

maka spasi maksimum yang terkecil dari L .d < +&+,;: +66 mm dan >66 mm untuk semua bentang # s < +66 mm $. <<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

%&&

15

Stru tur Bet!n "" Dr. Ir. Djamal Muhammad Abdat, MT.

#usat #engem$angan Bahan Ajar Universitas Mercu Buana