Anda di halaman 1dari 16

KONSERVASI GIGI-2 PRINSIP PERAWATAN, TEKNIK PREPARASI, DAN OBTURASI SALURAN AKAR

Disusun oleh : Dewi Kurniasih (041210040400

Dosen Pembimbing : Drg U!"# $#smin

PROGRA% STUDI PENDIDIKAN KEDOKTERAN GIGI &AKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWI'A$A

2()*

BAB I PENDA+ULUAN

Perawatan endodontik merupakan bagian dari ilmu kedokteran gigi yang menyangkut perawatan penyakit atau cedera pada jaringan pulpa dan jaringan periapikal !ujuan perawatan endodontik adalah mengembalikan keadaan gigi yang sakit agar dapat diterima secara biologik oleh jaringan sekitarnya sehingga gigi dapat dipertahankan selama mungkin didalam mulut "al ini berarti gigi tersebut tidak menimbulkan keluhan dan dapat ber#ungsi baik Perawatan endodontik terdiri dari perawatan non bedah yaitu perawatan kaping pulpa$ pulpotomi$ mumi#ikasi$ perawatan saluran akar dan perawatan endodontik bedah Perawatan saluran akar adalah perawatan yang paling banyak dilakukan dalam kasus perawatan endodontik Perawatan saluran akar dapat dibagi atas tiga tahap utama yaitu : preparasi biomekanis saluran akar atau pembersihan dan pembentukan (cleaning dan shaping%$ disin#eksi saluran akar dan obturasi saluran akar &bturasi saluran akar yang hermetis merupakan syarat utama keberhasilan perawatan saluran akar$ hal ini tidak mungkin dicapai bila saluran akar tidak dipreparasi dan dipersiapkan untuk menerima bahan pengisi 'pabila obturasi yang dilakukan tidka hermetis$ maka karies akan berlanjut ke tahap yang lebih parah$ karena bakteri masih bisa masuk ke bagian akar yang tidak terisi dan terus menyebar ke bagian periapikal dan lama kelamaan akan menjadi abses (ika hal ini terjadi$ maka tindakan perawatan yang dilakukan akan menjadi lebih rumit )ntuk bisa mengetahui bagaimana preparasi yang baik untuk perawatan saluran akar$ kita terlebih dahulu perlu mengetahui mengenai prinsip dari preparasi saluran akar ini Karena dengan berpegang pada prinsip yang sesuai$ maka akan didapatkan hasil perawatan yang sempurna &leh karena itu$ penulis membahas lebih lanjut mengenai prinsip preparasi$ teknik preparasi$ dan oburasi saluran akar pada perawatan endodontik P*'

B#b II PE%BA+ASAN

Prinsi,-,rinsi, Pre,#r#si S#!-r#n A.#r !ujuan utama preparasi saluran akar adalah mengurangi jumlah bakteri yang terdapat

pada dinding saluran akar Pada gigi yang nekrosis$ dinding saluran akar yang terin#eksi sampai mencapai 1$2 mm ke dalam tubulus dentin sehingga pembersihan yang sempurna tidak dapat dilakukan hanya dengan instrumen saja$ tetapi harus digabung dengan desin#eksi secara khemis Pada saat dilakukan preparasi saluran akar akan terbentuk smear layer yang terdiri atas sisa+sisa dentin$ sisa+sisa jaringan pulpa$ predentin$ serta ujung+ujung odontoblast *mear layer akan tertekan masuk ke tubulus dentin akar sedalam ,+40 -m "al ini menyebabkan timbulnya koloni bakteri di dalam tubulus dentin$ sementara e#ek desin#ektan tidak masuk ke koloni bakteri ini *mear layer juga menghambat perlekatan bahan pengisi saluran ke dinding saluran akar Kadang+kadang debrisini juga dapat terdorong ke apeks$ yang dapat menimbulkan reaksi peradangan Prinsip+prinsip preparasi saluran akar menurut !arigan adalah sebagai berikut : 1 2 / 4 , 1 2 3 5 *eluruh bakteri harus dihilangkan$ juga sisa+sisa jaringan pulpa$ serta debris jaringan nekrotis lainnya .empertahankan integritas regio periapeks$ atau keadaan yang memungkinkan penyembuhan lesi periapeks 0entuk saluran akar yang mempermudah pengisian saluran akar "endaknya #oreamen #isiologikum tidak terganggu Preparasi dilakukan sebatas titik acuan sehingga tidak ada debris yang terdorong ke arah apikal 0ekerja dalam keadaan asepsis !idak terjadi instrumentasi yang berlebihan atau terlalu pendek Preparasi harus tetap dalam keadaan basah (irigasi setiap penggantian4*&% 4nstrumen dalam keadaan pasi# (tidak boleh ada pemaksaan%

10 )rutan pemakaian nomor 4*& jangan dilompati 11 *edikitnya /+4 penggantian 4*& setiap kali preparasi dilakukan 12 Preparasi nomor terendah sampai 4*& /06/, 1/ *elalu dimulai dengan kanal yang paling sulit

14 Pada akar bengkok$ preparasi akses dilakukan dengan tekhnik step+down menggunakan bur 7ates Kemudian$ instrumen dibengkokkansampai ke panjang kerja dan dilakukan tekhnik step+back menggunakan #ile yang #leksibel (8i!i% 1, "indari blokade apikal akibat debris dengan cara melakukan rekapitulasi dan irigasi yang cukup (!arigan$ 2004: 112% Prinsip preparasi menurut "arty$ yaitu: 1 2 / *elalu mempertahankan bentuk semula dari saluran dan bekerja dalam batas saluran .embuat preparasi meruncing dalam tiga dimensi$ dengan diameter pemotongan melintang tersempit pada penyempitan apikal .embuat lebar yang cukup besar di bagian koronal saluran untuk memungkinkan digunakannya irigasi yang banyak untuk mengeluarkan kotoran organik dan bakteri dari sistem saluran akarserta memungkinkan diperoleh ruang yang cukup untuk kondensasibahan pengisi gutta percha ("arty$ 1552: 1/2+1/3% 4 Perlu juga diketahui hubungan antara saluran akar dengan anatomi akar keseluruhan Preparasi akhir$ walaupun lebih lebar$ tetap merupakanmempertahankan bentuk$ keruncingan dan arah kon#igurasi saluran akar semula ("arty$ 1552: 1/3% , 9eamer dan #ile digunakan untuk preparasi saluran akar Keduanya jangan dikacaukan atau ditukar+tukar pemakaiannya Penggunaan #ile #leksibel berukuran kecil yang liberal dianjurkan$ pemakaian ulang dari alat yang sudah rusak berarti mendorong terjadinya #raktur alat dalam saluran (reamer listrik meningkatkan kemungkinan terjadinya per#orasi akar atau kerusakan penyempitan apikal alami dan sebaiknya jangan digunakan pada terapi saluran akar% ("arty$ 1552: 1/3%

Te.ni. ,re,#r#si s#!-r#n #.#r .erupakan pembukaan akses ke saluran akar dengan membuang seluruh jaringan

karies$ membuka atap pulpa$ dan membentuk akses garis lurus$ dengan prinsip Cleaning and Shaping :ang dimaksud dengan Cleaning$ membersihkan saluran akar dengan melakukan debridemen Debridemen adalah mengeluarkan iritan (berupa bakteri$ produk bakteri$ jaringan nektorik$ debris organik$ jaringan ;ital$ produk dari sali;a$ darah$ dll% yang ada maupun yang mampu menjadi iritan dari seluruh sistem saluran akar Shaping yaitu membentuk saluran akar agar bisa diisi secara optimal dan saat pengisian kedap dari <at

apapun (hermetic% Preparasi saluran akar dilakukan setelah dilakukan membuka atap pulpa dan mengambil jaringan pulpa dan mendapatkan saluran akar di dasar pulpa (ori#ice% kemudian dilakukan pengukuran panjang kerja

!eknik Kon;ensional: a% !eknik kon;ensional yaitu teknik preparasi saluran akar yang dilakukan pada gigi dengan saluran akar lurus dan akar telah tumbuh sempurna b% Preparasi saluran akar menggunakan #ile tipe K c% 7erakan #ile tipe K+#le= adalah alat diputar dan ditarik *ebelum preparasi stopper #ile terlebih dahulu harus dipasang sesuai dengan panjang kerja gigi *topper dipasang pada jarum preparasi setinggi puncak tertinggi bidang insisal *topper digunakan sebagai tanda batas preparasi saluran akar d% Preparasi saluran akar dengan #ile dimulai dari nomor yang paling kecil e% Preparasi harus dilakukan secara berurutan dari nomor yang terkecil hingga lebih besar dengan panjang kerja tetap sama untuk mencegah terjadinya step atau ledge atau terdorongnya jaringan nekrotik ke apical #% *elama preparasi setiap penggantian nomor jarum preparasi ke nomor yang lebih besar harus dilakukan irigasi pada saluran akar "al ini bertujuan untuk membersihkan sisa jaringan nekrotik maupun serbuk dentin yang terasah 4rigasi harus dilakukan secara bergantian anatar "2&2 /> dan a?uadest steril$ bahan irigasi tyerakhir yang dipakai adalah a?uadest steril g% 0ila terjadi penyumbatan pada saluran akar maka preparasi diulang dengan menggunakan jarum preparasi yang lebih kecil dan dilakukan irigasi lain 0ila masih ada penyumbatan maka saluran akar dapat diberi larutan untuk mengatasi penyumbatan yaitu larutan largal$ @D!'$ atau glyde (pilih salah satu% h% Preparasi saluran akar dianggap selelsai bila bagian dari dentin yang terin#eksi telah terambil dan saluran akar cukup lebar untuk tahap pengisian saluran akar

!eknik *tep 0ack Konsep teknik step back juga dikenal dengan sebagai teknik corong atau preparasi

serial !eknik ini mula+mula diuraikan oleh Alem di tahun 1515 dan menjadi populer ketika serangkaian laporan penelitian mengindikasikan keunggulan dibanding teknik preparasi standar *elain itu teknik step back menciptakan ketirusan yang gradual dari apeks ke arah

korona !eknik ini dengan instrumen baja anti karat merupakan teknik yang banyak sekali diajarkan dan digunakan dewasa ini a% :aitu teknik preparasi saluran akar yang dilakukan pada saluran akar yang bengkok dan sempit pada 16/ apikal b% !idak dapat digunakan jarum reamer karena saluran akar bengkok sehingga preparasi saluran akar harus dengan pull and push motion$ dan tidak dapat dengan gerakan berputar c% Dapat menggunakan #ile tipe K+Ble= atau 8i!i #ile yang lebih #leksibel atau lentur d% Preparasi saluran akar dengan jarum dimulai dari nomer terkecil: 8o 1, s6d 2, C sesuai panjang kerja Bile 8o 2, : .aster 'pical Bile (.'B% 8o /0 C panjang kerja D 1 mm .'B 8o /, C panjang kerja D 2 mm .'B 8o 40 C panjang kerja D / mm .'B 8o 4, C panjang kerja sama dengan no 40 dst

e% *etiap pergantian jarum #ile perlu dilakukan pengontrolan panjang kerja dengan #ile no 2,$ untuk mencegah terjadinya penyumbatan saluran akar karena serbuk dentin yang terasah #% Preparasi selesai bila bagian dentin yang terin#eksi telah terambil dan saluran akar cukup lebar untuk dilakukan pengisian Keuntungan dibanding kon;ensional Kekurangan !idak begitu mudah menyebabkan trauma Pada akar yang sempit$ instrument periapikal tersendat dan mudah patah .emudahkan pengambilan lebih banyak Kebersihan daerah apical dengan irigasi debris Flare lebih besar yang sulit dicapai dihasilkan 9esiko terdorongnya debris kea rah

instrumentasi memudahkan pemampatan periapikal kerucut gutta Dperca yang ditambahkan baik dengan metode kondensasi lateral maupun kondensasi ;ertikal Perkembangan suatu matriks apikal atau Prosedur stop mencegah penumpatan berlebih waktu lama perawatan membutuhkan

saluran akar !ekanan kondensasi lebih besar dapat .embutuhkan banyak peralatan

digunakan yang sering digunakan untuk mengisi saluran lateral dengan bahan penutup / !eknik 0alance Borce a% .enggunakan alat preparasi #ile tipe 9+ Ble= atau 8i!i Ble= b% .enggunakan #ile no 10 dengan gerakan steam wending$ yaitu #ile diputar searah jarum jam diikuti gerakan setengah putaran berlawanan jarum jam c% Preparasi sampai dengan no /, sesuai panjang kerja d% Pada 26/ koronal dilakukan preparasi dengan 7ates 7lidden Drill (77D% + 77D E2 C sepanjang / mm dari #oramen apical + 77D E/ C sepanjang 77D E2 D 2 mm + 77D E4 C sepanjang 77D E/ D 2 mm + 77D E, C sepanjang 77D E4 D 2 mm + 77D E1 C sepanjang 77D E, D 2 mm e% Preparasi dilanjutkan dengan #ile no 40 s6d no 4, #% Dilakukan irigasi Keuntungan balance #orce : 4 "asil preparasi dapat mempertahankan bentuk semula .encegah terjadinya ledge dan per#orasi .encegah pecahnya dinding saluran akar .encegah terdorongnya kotoran keluar apeks

!eknik Arown Down Presureless Preparasi saluran akar dengan menggunakan teknik crown+down bertujuan untuk

menghasilkan bentuk preprasi seperti corong yang lebar pada daerah korona dan pelebaran daerah apeks yang kecil Dengan pelebaran daerah korona terlebih dahulu maka kototoran dan debris keluar terlebih dahulu sebelum instrumen ditempatkan di daerah apeks sehingga kemungkinan terjadinya ekstrusi debris ke jaringan periapeks dapat terhindari !eknik Arown Down Presureless dan teknik step down adalah modi#ikasi dari teknik step back Ketiga teknik ini menghasilkan hasil yang serupa yaitu bentuk preparasi seperti corong yang lebar dengan pelebaran daerah apeks yang kecil Para pendukung teknik ini

menganjurkan agar saluran akar sedapatnya dibersihkan dengan baik dahulu sebelum instrumen ditempatkan di daerah apeks sehingga kemungkinan terjadinya ekstruksi debris ke jaringan periapeks dapat dikurangi !eknik ini kerap dianjurkan sebagai pendekatan dasar dengan menggunakan instrumen nikel+ titanium rotati# Keuntungan teknik crown+down .embuang penyempitan ser;ikal 'kses ke apical lurus 4nstrumentasi apical e#isien 4rigasi mudah Pengeluaran debris mudah .encegah debris terdorong ke arahapeks 4nstrumen yang digunakan lebih sedikit Faktu lebih cepat Preparasi menghasilkan taper lebih besar

Keuntungan teknik crown+down dengan alat putar (rotary instrument% .eenggunakan sedikit peralatan6instrument Faktu perawatan lebih cepat !idak menggunakan jari sehingga kelelahan berkurang reparasi bentuk taper lebih lebar sehingga : 0entuk saluran lebih baik &bturasi lebih mudah Keberhasilan perawatan lebih mudah dicapai

/ROWN-DOWN a% Diawali dengan #ile terbesar s=67ates 7liden Drill preparasi 16/ koronal (15 mm% b% !entukan panjang kerja K+Bile E1, (ape= locator% c% Preparasi badan saluran akar (#ile *1$ *2 C PKG B1+B/ C PK% d% )ntuk menghaluskan ("+Bile E2, C PK% e% 4rigasi 8a&Al 2$,>+,>

*!@P+0'AK *udah lama digunakan Diajarkan di sekolah kedokteran gigi di 'sia Diawali dengan instrumen terkecil Preparasi dimulai pada daerah 16/ apikal .enggunakan hand instrument

A9&F8+D&F8 Popularitas baru menanjak Diajarkan di sekolah kedokteran gigi di 'merika Diawali dengan instrumen terbesar Preparasi dimulai pada daerah 16/ korona .enggunakan rotary instrument

Ob1-r#si s#!-r#n #.#r !ahapan yang dilakukan setelah preparasi saluran akar untuk menutup seluruh sistem

saluran akar secara hermetis hingga kedap cairan (tight #luid seal% *yarat untuk melakukan pengisian saluran akar$ antara lainG !idak ada keluhan penderita !idak ada gejala klinik !idak ada eksudat yang berlebihan (saluran akar kering% !umpatan sementara baik "asil perbenihan negati#

!ujuan pengisian saluran akar yaitu untuk mencegah masuknya cairan maupun kuman dari jaringan periapikal kedalam saluran akar agar tidak terjadi in#eksi ulang 0ahan pengisi yang sering digunakan pada pengisian saluran akar dibagi menjadi 0ahan Padat G 7utta percha$ *il;er+point 0ahan *emi padat atau pasta Aontohnya G *emen 7rossman$ semen kalsium hidroksida$ resin epoksi$ resin poli;inil 'malgam

!eknik pengisian saluran akar 1 !eknik Pengisian 7utta Point 6 7utta Percha a% *ingle cone : !eknik ini dilakukan dengan memasuk kan gutta point tunggal ke dalam saluran akar dengan ukuran sesuai dengan diameter preparasinya )ntuk menambah adaptasi gutta point dan kerapatannya terhadap dinding saluran akar ditambahkan semen saluran akar (sealer% b% Kondensasi : !eknik ini dilakukan dengan memasukkan guttap point kedalam saluran akar$ kemudian dilakukan kondensasi atau penekanan kearah lateral maupun kearah ;ertikal 4ndikasi teknik ini jika bentuk saluran akarnya o;al atau tidak teratur L#1er#! : *aluran akar diulasi semen dan guttap point utama (E2,% dimasukkan sesuai dengan panjang preparasi$ kemudian ditekan dengan spreader ke arah lateral Dengan cara yang sama dimasukkan guttap point tambahan (lebih kecil dari spreader% hingga seluruh saluran akar terisi sempurna Ver1i.#! : *aluran akar diulasi semen dan guttap point utama dimasukkan sesuai dengan panjang preparasi$ kemudian guttap point dipanaskan ditekan dengan plugger ke arah ;ertikal ke bawah Dengan cara yang sama 7utt ap percha tambahan (dibuat seperti bola% dimasukkan dan ditekan hingga seluruh saluran akar terisi sempurna c% Kloropercha 6 eucapercha : !eknik ini dilakukan dengan melunakkan ujung guttap point utama dengan kloro#orm atau eucalyptol dan dimasukkan ke dalam saluran akar hingga guttap point akan berubah bentuk sesuai dengan saluran akarnya terutama daerah apikal Kon dikeluarkan lagi untuk menguapkan bahan pelarutnya *etelah saluran akar diulasi semen guttap point dimasukkan ke dalam saluran akar dan ditekan hingga seluruh saluran akar terisi sempurna d% !ermokompaksi : !eknik ini dilakukan dengan menggunakan alat .c*padden Aompactor atau @ngine Plugger yaitu alat yang mirip #ile tipe " ("edstrom% 'kibat putaran dan gesekan dengan dinding saluran akar mampu melunakkan guttap point dan mendorong ke arah apikal e% !ermoplastis : !eknik ini dilakukan dengan menggunakan alat )ltra#il atau &btura$ yaitu alat yang bentuknya mirip pistol dan mampu melunakkan guttap point serta mendorong ke dalam sakuran akar ke arah apikal

Gambar 2 : Obtura engine untuk teknik termoplastis

7ambar 1 : single cone obturation

7ambar / : kondensasi lateral

!eknik Pengisian 'g+Point a% 7rossman$ langkah+langkahnyaG 'sepsis .emilih 'g+point !rial #oto : sesuai dengan panjang kerja 'g+point dipotong sebatas ori#ice *aluran akar dikeringkan dan diulas pasta 'g+point disterilkan$ diulas pasta dan dimasukkan ke dalam saluran akar dengan tang H*tiegliet< #orcepI 0asis dengan semen

Boto pengisian

b% *ommer$ langkah+langkahnyaG 'sepsis .emilih 'g+point !rial #oto : sesuai dengan panjang kerja *aluran akar dikeringkan dan diulas pasta 'g+point disterilkan$ diulas pasta dan dimasukkan ke dalam saluran akar *ekitar ori#ice diberi gutta+percha 0asis dengan semen 'g+point dipotong pada bidang oklusal Boto pengisian

7ambar 4 : contoh bentuk sil;er point c% 8ichols 6 sectional$ langkah+langkahnyaG 'sepsis .emilih 'g+point !rial #oto : sesuai dengan panjang kerja 'g+point pada 16/ apikal digurat yang dalam dengan carborundum *aluran akar dikeringkan dan diulas pasta 'g+point disterilkan$ diulas pasta dan dimasukkan ke dalam saluran akar

Juksasi 'g+point agar terpotong pada daerah guratan *aluran akar diberi paper+point dan ditutup sementara Boto pengisian

d% 'g+tip$ langkah+langkahnyaG 'sepsis .emilih 'g+point !rial #oto : sesuai dengan panjang kerja *aluran akar dikeringkan dan diulas pasta 'g+point disterilkan$ diulas pasta dan dimasukkan ke dalam saluran akar dengan aplikator 'plikator diputar *aluran akar diberi paper+point dan ditutup sementara Boto pengisian

!eknik Pengisian 'malgam a% Pengisian amalgam dari ser;ikal (orthograde% b% 4ndikasi : saluran akar pada 16 / apikal sempit 6 buntu c% !eknik pengisian : 'malgam dimasukkan ke dalam saluran akar dengan menggunakan plugger 6 orthowire ukuran 1 0 dan dilakukan kondensasi Pengisian amalgam dari apikal (retrograde% d% 4ndikasi : *aluran akar bengkok *aluran akar melebar ke apikal !erjadi kalsi#ikasi 6 terdapat pulp stone

e% !eknik pengisian dilakukan pada perawatan reseksi apeks *etelah pemotongan apeks$ dibuat preparasi ka;itas pada daerah apeks dan ditumpat dengan amalgam melalui apikal

Panjang obturasi Panjang obturasi relati# terhadap apeks juga merupakan #aktor yang penting 4dealnya$ material obturasi tidak sampai keluar dari saluran akar

&bturasi berlebih (o;er#ill% &;er#ill adalah keadaan yang tidak dikehendaki (ika material melewati saluran akar maka kegagalan makin lama makin meningkat Pemeriksaan histologik jaringan periapeks setelah obturasi yang berlebih secara khas memperlihatkan adanya in#lamasi yang meningkat dan penyembuhan yang terhambat atau terlambat Dalam keadaan ini$ pasien mungkin mengalami ketidaknyamanan setelah obturasi Dua masalah lain akibat obturasi berlebih adalah terjadinya iritasi dari material obturasi dan tidak adanya kerapatan apeks

&bturasi terlalu pendek (under#ill% Keadaan ini terjadi jika baik preparasi maupun obturasinya lebih pendek daripada panjang kerja yang seharusnya atau jika obturasi tidak mencapai panjang yang dipreparasi Keduanya dapat menyebabkan kegagalan$ terutama dalam jangka panjang Preparasi ideal atau panjang obtursi adalah 1+2 mm kurang dari apeks Preparasi atau obturasi yang tidak mencapai panjang ini akan menyisakan iritan atau sisa+sisa yang berpotensi menjadi iritan di daerah apeks saluran akar Jama kelamaan bisa timbul in#lamasi di periapeks$ bergantung pada ;olume iritannya atau keseimbangan antara iritan dengan sistem imun tubuh Dibandingkan dengan obturasi brlebih$ obturasi yang terlalu pendek tidak begitu menimbulkan masalah$ seperti terlihat dari prognosis dan pemeriksaan histologinya &leh karena itu$ aksiomanya adalah jika ada kemungkinan kesalahan$ pilihlah yang lebih pendek dan berusahalah selalu untuk melakukan semuanya hanya di dalam saluran akar

BAB III KESI%PULAN

Pada perawatan saluran akar$ banyak hal yang harus diperhatikan agar perawatan yang kita lakukan berhasil "al yang dapat mempengaruhi keberhasilan perawatan ini adalah teknik preparasi saluran akar yang dilakukan dan pada saat pengisian bahan saluran akar (obturasi% *emua harus dipertimbangkan baik buruknya (ika teknik dan obturasi yang dilakukan sudah sesuai prosedur dan keadaan gigi pasien$ maka kemungkinan perawatan saluran akar yang dilakukan akan berhasil

D#"1#r P-s1#.#

"arty$ B ( 1552 @ndodonti klinis (akarta: "ipokrates!arigan$ 9asinta 2004 Perawatan pulpa gigi (endodonti% (akarta: @7A "arty$ B ( 155, (penerjemah J :uwono% Endodonti Klinis Aetakan ke / Penerbit "ipokrates 134+154 4ngle$ ( 4 K 0akland$ J K 1554 Endodontics 4th ed Philadelphia Jea and Bebiger 223+2,1 9asinta$ !arigan 2002 Perawatan Pulpa Gigi (Endodonti) Aetakan ke 1 (akarta Penerbit 0uku Kedokteran @7A Falton$ 9ichard @ 2003 Prinsip dan praktik ilmu endodonsia (akarta:@7A Fintarsih$ &kti 2005 Kebocoran apikal pada irigasi dengan @D!' lebihkecil dibandingkan yang tanpa @D!' (urnal PD74 ,3 (2% hal 14+15L 2005