Anda di halaman 1dari 6

VISI : " KOLAKA EMAS 2009-2014 " KOLAKA EMAS, merupakan simbolisasi dari suatu keadaan masyarakat yang

menjadi harapan yaitu kondisi Kabupaten Kolaka yang religius, berkeadilan, aman, berbudaya dan sejahtera yang bermakna menata masa depan. MISI : Untuk mewujudkan visi pembangunan di atas, maka ditetapkan 5 misi yang digunakan sebagai pedoman dan arah dalam merumuskan strategi/kebijakan dan program kegiatan pada semua sektor pembangunan. Adapun misi tersebut adalah sebagai berikut : 1) Mengembangkan kualitas hidup dan kehidupan masyarakat 2) Mengembangkan tata kelola pemerintahan daerah yang baik 3) Meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana wilayah 4) Meningkatkan perekonomian masyarakat 5) Meningkatkan kelestarian lingkungan hidup Lambang berbentuk perisai yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai segi lima yang melambangkan pancasila. Bahagian-bahagian lambang terdiri dari gambar-gambar : 1. Bumi dan Langit, melambangkan ruang lingkup hidup dan kehidupan manusia dan makhluk pada umumnya; 2. Burung Elang Raksasa (Konggoaha/Kongga Owose) yang melambangkan peristiwa sejarah dalam hidup dan kehidupan masyarakat di Negeri Mekongga pada zaman dahulu kala; 3. Tugu Pahlawan yang melambangkan kepribadian dan kehidupan penduduk Kabupaten Kolaka pada umumnya, yang menunjukkan kepahlawanan dan kepatriotan dalam mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan R.I. 17 Agustus 1945 umumnya dan Negeri/Daerah serta rakyat Kolaka pada khususnya dari penjajahan Belanda dibuktikan dengan peristiwa 19 November 1945, perjuangan mana dilanjutkan dengan perlawanan rakyat dengan pasukan-pasukan Merah Putihnya; 4. Tanah bahagian atas yaitu darat dan laut serta tanah bahagian bawah yang melambangkan keadaan geografis (keadaan alam) daripada daerah Kabupaten Kolaka yang penuh dengan kekayaan yang potensial di bidang pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, perikanan/hasil laut yang dirangkaikan dengan mata pencaharian pokok penduduk dibidang pertanian dan perikanan, bahkan mengandung potensial tambang (Nikel) sebagai salah satu sumber devisa dan merupakan identitas Kabupaten Kolaka dan Prov. Sultra dimata Nasional dan Internasional; 5. Padi dan Kapas adalah lambang kemakmuran yang secara Nasional merupakan cita-cita dan tujuan rakyat dan daerah dalam wilayah R.I. termasuk didalamnya masyarakat Kabupaten Kolaka; 6. Rantai adalah melambangkan persatuan seluruh rakyat dan masyarakat dalam wilayah Kabupaten Kolaka; 7. Roda (Cakra) adalah lambang masa depan Kabupaten Kolaka yang industrial dan cukup meyakinkan;

8. Bintang yang melayang adalah lambang Ketuhanan Yang Maha Esa yang kepada-Nya jua akhirnya semua bentuk usaha dan pengabdian manusia dan makhluk pada umumnya dipersembahkan. Visi Terwujudnya Indonesia yang Sejahtera, Demokratis, dan Berkeadilan. Misi

Melanjutkan Pembangunan Menuju Indonesia yang Sejahtera. Memperkuat Pilar-pilar Demokrasi. Memperkuat Dimensi Keadilan di Semua Bidang. Visi dan misi pemerintah 2009-2014 dirumuskan dan dijabarkan lebih operasional ke dalam sejumlah program aksi prioritas sehingga lebih mudah diimplementasikan dan diukur tingkat keberhasilannya. Sebelas Program aksi di bawah ini dipandang mampu menjawab sejumlah tantangan yang dihadapi oleh bangsa dan negara di masa mendatang. Prioritas 1: Program Aksi Bidang Pendidikan 1. Meneruskan dan mengefektifkan program rehabilitasi gedung sekolah yang sudah dimulai pada periode 2004-2009, sehingga terbangun fasilitas pendidikan yang memadai dan bermutu dengan memperbaiki dan menambah prasarana fisik sekolah, serta penggunaan teknologi informatika dalam proses pengajaran yang akan menunjang proses belajar dan mengajar agar lebih efektif dan berkualitas. 2. Pemanfaatan alokasi anggaran minimal 20 persen dari APBN untuk memastikan pemantapan pendidikan gratis dan terjangkau untuk pendidikan dasar 9 tahun dan dilanjutkan secara bertahap pada tingkatan pendidikan lanjutan di tingkat SMA. 3. Perbaikan secara fundamental kualitas kurikulum dan penyediaan buku-buku yang berkualitas agar makin mencerdaskan siswa dan membentuk karakter siswa yang beriman, berilmu, kreatif, inovatif, jujur, dedikatif, bertanggung jawab, dan suka bekerja keras. 4. Meneruskan perbaikan kualitas guru, dosen serta peneliti agar menjadi pilar pendidikan yang mencerdaskan bangsa, mampu menciptakan lingkungan yang inovatif, serta mampu menularkan kualitas intelektual yang tinggi, bermutu, dan terus berkembang kepada anak didiknya. 5. Memperbaiki renumerasi guru dan melanjutkan upaya perbaikan penghasilan kepada guru, dosen, dan para peneliti. 6. Memperluas penerapan dari kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mendukung kinerja penyelenggaraan pembangunan di bidang pendidikan. 7. Mendorong partisipasi masyarakat (terutama orang tua murid) dalam menciptakan kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dan sesuai dengan aspirasi dan tantangan jaman saat ini dan kedepan. 8. Mengurangi kesenjangan dalam akses pendidikan dan kualitas pendidikan, baik pada keluarga berpenghasilan rendah maupun daerah yang tertinggal.

Prioritas 2: Program Aksi Bidang Kesehatan 1. Menyempurnakan dan memantapkan pelaksanaa program jaminan kesehatan masyarakat baik dari segi kualitas pelayanan, akses pelayanan, akuntabilitas anggaran, dan penataan administrasi yang transparan dan bersih. 2. Mendorong upaya pembuatan obat dan produk farmasi lain yang terjangkau dengan tanpa mengabaikan masalah kualitas dan keamanan obat seperti yang telah dilakukan selama tiga tahun terakhir. 3. Mempermudah pembangunan klinik atau rumah sakit yang berkualitas internasional baik melalui profesionalisasi pengelolaan rumah sakit pemerintah maupun mendorong tumbuhnya rumah sakit swasta. 4. Meningkatkan kualitas ibu dan anak di bawah lima tahun dengan memperkuat program yang sudah berjalan seperti Posyandu yang memungkinkan imunisasi dan vaksinasi masal seperti DPT dapat dilakukan secara efektif. 5. Penurunan tingkat kematian ibu yang melahirkan, pencegahan penyakit menular seperti HIV/ AIDS, malaria, dan TBC. 6. Mengurangi tingkat prevelansi gizi buruk balita menjadi di bawah 15% pada tahun 2014 dari keadaan terakhir sekitar 18%. 7. Revitalisasi program keluarga berencana yang telah dimulai kembali dalam periode 20052009 akan dilanjutkan dan diperkuat. 8. Upaya pencapaian dalam bidang kesehatan tidak tercapai jika kesejahteraan dan sistem insentif bagi tenaga medis dan paramedis khususnya yang bertugas di daerah terpencil tidak memadai. 9. Meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan, utamanya yang diarahkan untuk mengurangi ketergantungan bahan baku impor dalam proses produksi obat. 10. Meningkatkan kualitas pelayanan dan praktek kedokteran yang sesuai dengan etika dan menjaga kepentingan dan perlindungan masyarakat awam dari mal-praktek dokter dan rumah sakit yang tidak bertanggung jawab. 11. Mengembangkan sistem peringatan dini untuk penyebaran informasi terjadinya wabah dan cara menghindarinya untuk mencegah kepanikan dan jatuhnya banyak korban. 12. Evakuasi, perawatan, dan pengobatan masyarakat didaerah korban bencana alam. Prioritas 3: Program Aksi Penanggulangan Kemiskinan 1. Meneruskan, meningkatkan dan menyempurnakan pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri sebagai inti dari program kemiskinan yang sudah dimulai sejak 2007 dengan mengekspansi jumlah kecamatan yang tercakup dalam PNPM dan alokasi dana per kecamatan yang terus ditingkatkan sesuai dengan kinerjanya. 2. Melanjutkan program pengarusutamaan semua program penanggulangan kemiskinan yang ada di kementerian dan lembaga sebagai pendukung program PNPM (PNPM pendukung). 3. Penyempurnaan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) dengan memutakhirkan data rumah tangga sasaran. Data rumah tangga sasaran akan diintegrasikan untuk semua program afirmasi dan subsidi sehingga berbagai duplikasi atau kebocoran dapat dihindari. 4. Penyediaan beras murah bagi keluarga miskin untuk menjamin ketahanan pangan.

5. Pengembangan program-program berlapis untuk rakyat miskin yang dilakukan secara intensif, antara lain: Program Jamkesmas, BOS, PKH, BLT, PNPM, Raskin. 6. Pemihakan kepada Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi, antara lain dengan pemberian Kredit Usaha Rakyat untuk memberikan akses modal bagi masyarakat kecil Sejarah profesi dokter bukan sekadar dibangun dari peran mereka sebagai juru atau agen pengobatan. Sesungguhnya, awal pergerakan komunitas ini berasal dari semangat akan kesadaran intelektualitas dan kebangsaan rakyat Indonesia. Pondasi itu tertancap kuat lewat kiprah para dokter muda di organisasi Budi Utomo, sekitar 100 tahun lalu. Demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dokter perlu lebih menumbuhkan, melakukan transformasi, dan mereformasi semangat serta identitas kebangsaan. Kurangnya semangat kebangsaan pada dokter selama ini berakibat terhadap kekurangan dokter di daerahdaerah terpencil. Penempatan dokter di Indonesia tidak merata dan masih terpusat di kota. Meskipun jumlah dokter banyak, saat ini terjadi kekurangan dokter di sejumlah pelosok di Indonesia. Di Jawa Barat, misalnya 75% pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) tidak mempunyai dokter. Akibatnya, pelayanan dokter di sejumlah daerah pedesaan terhenti. Untuk memperoleh perawatan dokter, penduduk desa harus ke rumah sakit di daerah kota. Wawasan nasional dan panggilan kemanusiaan sangat diperlukan sehingga dokter-dokter muda terpanggil untuk ditempatkan di pelosok Nusantara ini, sehingga nantinya dokter yang dihasilkan bukan sekedar dokter praktek klinisi tapi juga dokter yang meneruskan tradisi dunia kedokteran yang mengaitkannya dengan kemajuan bangsanya. Dokter Indonesia adalah dokter warga negara Indonesia yang berada di Indonesia atau di luar negeri yang dapat terikat dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) atau bukan anggota IDI. Dokter Indonesia terikat oleh suatu etika yang termuat dalam Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki). Penerapan Kode Etik Kedokteran Indonesia ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia No. 221/PB/A.4/04/2002 tanggal 19 April 2002. Salah satu penetapan tersebut berbunyi sebagai berikut: dengan penerapan Kode Etik Kedokteran Indonesia maka semua dokter yang menjalankan profesi kedokterannya wajib berpegang teguh pada KODEKI tersebut. Etik Kedokteran dilandaskan atas norma-norma etik yang mengatur hubungan manusia dan memiliki asas-asas dalam falsafah masyarakat yang diterima dan dikembangkan terus. Khusus di Indonesia, asas itu adalah Pancasila yang sama-sama kita akui sebagai landasan idiil dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan struktural. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila ini tercermin dalam Sumpah Dokter yang berbunyi Demi Allah saya bersumpah (untuk yang beragama Islam), sedangkan untuk penganut agama lain disesuaikan dengan agama masing-masing, misalnya bagi mereka yang tidak mengucapkan sumpah, perkataan sumpah diganti dengan janji (Demi Allah saya berjanji) Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab Sila ini dapat dilihat antara lain pada pasal 7d yang berbunyi: Setiap dokter harus senantiasa mengingat akan kewajiban melindungi hidup makluk insani. Sudah sepantasnyalah bila setiap dokter mengingat dan bukan sekedar basa-basi yang dilafalkan: Saya akan menghormati setiap hidup insani, mulai dari saat pembuahan! Sila Ketiga: Persatuan Indonesia Dokter Indonesia sebagai warga negara Indonesia yang baik tentunya berkewajiban untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan negara Indonesia yang kita cintai ini.

Sila Keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan Dokter Indonesia sebagai warga negara Indonesia tentunya tunduk terhadap aturan yang berlaku di negara kita dan mempercayakan aspirasinya pada lembaga yang telah ditentukan. Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Apa yang menjadi cita-cita negara Indonesia haruslah semua dokter Indonesia turut mewujudkannya. Keadilan Sosial menjadi tanggungan bersama, dan dokter Indonesia haruslah mengambil peran aktif di dalamnya Contoh sikap positif yang sesuai dengan nilai pancasila 1. Contoh sikap yang sesuai dengan sila pertama Sila pertama pancasila berbunyi : Ketuhanan yang Maha Esa. Sila ini berhubungan dengan perilaku kita sebagai umat beragama pada Tuhannya.

Contoh sikap yang mencerminkan sila tersebut: 1. Percaya dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa sesuai ajaran agama yang dianut masingmasing 2. Menjalankan perintah agama sesuai ajaran yang dianut masing-masing 3. Saling menghormati antarumat beragama 4. Tidak memaksakan suatu agama pada orang lain 2. Contoh sikap yang sesuai dengan sila kedua Sila kedua pancasila berbunyi : Kemanusiaan yang adil dan beradab. Sila ini berhubungan dengan perilaku kita sebagai manusia yang pada hakikatnya semuanya sama didunia ini. Contoh sikap yang mencerminkan sila tersebut: 1. Tidak membeda bedakan manusia berdasarkan suku, agama, warna kulit, tingkat ekonomi,maupun tingkat pendidikan 2. Menyadari bahwa kita diciptakan sama oleh Tuhan 3. Membela kebenaran dan keadilan 4. Menyadari bahwa kita mempunyai hak dan kewajiban yang sama 5. Tidak melakukan diskriminatif

3. Contoh sikap yang sesuai dengan sila ketiga.

Sila ketiga pancasila berbunyi : Persatuan Indonesia. Sila ini berhubungan dengan perilaku kita sebagai warga Negara Indonesia untuk bersatu membangun negeri ini.

Contoh sikap yang mencerminkan sila tersebut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Cinta pada tanah air dan bangsa Menjaga nama baik bangsa dan Negara Tidak membangga banggakan bangsa lain dan merendahkan bangsa sendiri Ikut serta dalam ketertiban dunia Menjunjung tinggi persatuan bangsa Mengutamakan kepentingan bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan

4. Contoh sikap yang sesuai sila keempat Sila keempat pancasila berbunyi : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalampermusyawaratan perwakilan. Sila ini berhubungan dengan perilaku kita untuk selalu bermusyawarah dalam menyelesaikan masalah. Contoh sikap yang mencerminkan sila tersebut: 1. 2. 3. 4. 5. Selalu mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menyelesaikan masalah Tidak memaksakan kehendak pada orang lain Mengutamakan kepentingan masyarakat, bangsa, dan Negara Menghormati hasil musyawarah Ikut serta dalam pemilihan umum

5. Contoh sikap yang sesuai sila kelima. Sila kelima pancasila berbunyi : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sila ini berhubungan dengan perilaku kita dalam bersikap adil pada semua orang. Contoh sikap yang mencerminkan sila tersebut: 1. 2. 3. 4. 5. Berusaha menolong orang lain sesuai kemampuan Menghargai hasil karya orang lain Tidak mengintimidasi orang dengan hak milik kita Menjunjung tinggi nilai kekeluargaan Menghormati hak dan kewajiban orang lain