Anda di halaman 1dari 23

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Di era globalisasi menuntut pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di setiap tempat kerja termasuk di sektor kesehatan. Untuk itu kita perlu mengembangkan dan meningkatkan K3 disektor kesehatan dalam rangka menekan serendah mungkin risiko kecelakaan dan penyakit yang timbul akibat hubungan kerja, serta meningkatkan produktivitas dan efesiensi ( usat Kesehatan Kerja, !""#). $enaga kerja harus dapat dibina dan diarahkan menjadi sumber daya yang penting. terhadap kemungkinan engembangan sumber daya manusia atau proses produksi terutama dari aspek kualitas memerlukan peningkatan perlindungan akibat teknologi sehingga keselamatan, kesehatan, kesejahteraan dan produktifitas kerja akan lebih meningkat pula. %leh karena itu perlu diketahui dan dimasyarakatkan usaha&usaha pengendalian dan pemantauan lingkungan kerja agar tidak memba'a dampak atau akibat buruk kepada tenaga kerja yang berupa penyakit(gangguan kesehatan ataupun penurunan kemampuan atau produktifitas kerja ( usat Kesehatan Kerja, !""#). )alah satu faktor permasalahan yang mengganggu kenyamanan kerja tenaga kerja ialah permasalahan mengenai penerangan(pencahayaan yang kurang atau pencahayaan yang berlebih (Depkes, !""#). encahayaan ruangan, khususnya di tempat kerja yang kurang memenuhi persyaratan tertentu dapat memperburuk penglihatan, karena jika pencahayaan terlalu besar atau pun lebih kecil, pupil mata harus berusaha menyesuaikan cahaya yang diterima oleh mata.

*kibatnya mata harus memicing silau atau berkontraksi secara berlebihan, Karena jika pencahayaan lebih besar atau lebih kecil, pupil mata harus berusaha menyesuaikan cahaya yang dapat diterima oleh mata. B. Tujuan $ujuan secara umum dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui identifikasi pencahayaan, evaluasi pencahayaan, kontrol pencahayaan dan teknik pengukurannya. upil akan mengecil jika menerima cahaya yang besar. +al ini merupakan salah satu penyebab mata cepat lelah (Depkes, !""#).

BAB II PEMBAHASAN A. Identifikasi Pencaha aan enerangan ( encahayaan) a Definisi ,ahaya ,ahaya adalah gelombang elektromagnetik yang dapat ditangkap oleh cahaya mata dan dapat memungkinkan untuk membeda&bedakan 'arna&'arni (+aryanto, !""-). b Definisi enerangan enerangan adalah salah satu sumber cahaya yang menerangi benda& benda di tempat kerja (.udiono, !""3). c /aktor&faktor yang mempengaruhi baik buruknya pencahayaan ditentukan oleh0 1) Kuantitas cahaya .anyaknya cahaya yang jatuh pada suatu permukaan yang menyebabkan terangnya permukaan tersebut dan sekitarnya. Kuantitas penerangan yang dibutuhkan adalah tergantung dari tingkat ketelitian yang diperlukan, bagian yang akan diamati dan kemampuan dari objek tersebut untuk memantulkan cahaya yang jatuh padanya, serta brightness dari sekitar objek. Untuk melihat suatu benda atau objek yang ber'arna gelap dan kontras antara objek dan sekitarnya jelek, diperlukan intensitas penerangan yang tinggi (beberapa ribu lux), sedangkan untik objek( benda yang ber'arna cerah kontras antara objek dan sekitarnya cukup baik, maka diperlukan beberapa ratus lu2 saja. !) Kualitas ,ahaya Kualitas ,ahaya adalah keadaan yang menyangkut 'arna, arah, dan difusi, cahaya, serta jenis dan tingkat kesilauan. Kualitas penerangan terutama ditentukan oleh ada atau tidaknya kesilauan langsung (direct glare) atau kesilauan karena pantulan cahaya

dari permukaan yang mengkilap ( reflected glare) dan bayangan (shadows) ()uma3mur, 1445). 3) Kesilauan Kesilauan adalah brightness yang berada dalam lapangan penglihatan gangguan yang menyebabkan kelelahan rasa mata ketidaknyamanan, atau gangguan (annoyance),

penglihatan ()uma3mur, 1445). 6enurut jenis&jenisnya kesilauan yang dapat menyebabkan gangguan pengelihatan dibedakan menjadi tiga yaitu0 a) Dissability enyebab kesilauan ini adalah terlalu banyaknya cahaya secara langsung masuk ke dalam mata dari penglihatan. Dissability glare mempengaruhi seseorang untuk dapat melihat dengan jelas. Keadaan ini dapat dialami oleh seseorang yang mengendarai mobil pada malam hari dimana lampu dari mobil yang berada dihadapannya terlalu terang. b) Discomfort Kesilauan ini sering menimbulkan rasa ketidaknyamanan pada mata, terutama bila keadaan ini berlangsung dalam 'aktu yang cukup.lama. Kesilauan ini sering dialami oleh mereka yang bekerja pada siang hari dan menghadap ke jendela atau pada saat seseorang menatap lampu secara langsung pada malam hari. 7fek kesilauan ini pada mata tergantung dari lamanya seseorang terpapar oleh kesilauan tersebut. c) 8eflected Reflected glare adalah kesilauan yang disebabkan oleh pantulan cahaya yang mengenai mata kita, dan pantulan cahaya ini berasal dari semua permukaan benda yang mengkilap (langit&langit, kaca, dinding, meja kerja, mesin& mesin, dan lain&lain) yang berada dalam lapangan penglihatan (visual field). Reflected kadang&kadang lebih menganggu

daripada disability glare atau discomfort glare karena terlalu dekatnya letak sumber kesilauan dan garis penglihatan ()uma3mur 1445). $abel 1 9ilai pantulan reflektan yang dianjurkan 9o 1 ! 3 = > :enis ermukaan <angit&langit Dinding erkakas (mebel) 6esin dan perlengkapannya <antai 8efle2tan ; #"&4" ="&5" !>&=> 3"&>" !"&="

)umber0 )uma3mur 1445, Keselamatan Kerja dan encegahan kecelakaan

=) ?ntensitas enerangan ?ntensitas penerangan adalah banyaknya cahaya yang jatuh pada satu luas permukaan (*diputra, 144# dalam ,ahyono, !""5). enerangan yang baik adalah penerangan yang memungkinkan seorang tenaga kerja melihat pekerjaannya dengan teliti, cepat, dan upaya yang tidak perlu, serta mambantu menciptakan lingkungan kerja yang nikmat dan menyenangkan ()uma3mur .K 1445). enerangan berdasar sumbernya di bagi menjadi tiga, pertama penerangan alami, kedua penerangan buatan dan yang ketiga adalah penerangan alami dan buatan, enerangan alami yaitu penerangan yang berasal dari cahaya matahari, penerangan buatan adalah penerangan yang berasal dari lampu, sedangkan penerangan alami dan buatan yaitu penggabungan antara penerangan alami dari sinar matahari dengan lampu(penerangan buatan ( admanaba, !""5). *da tiga jenis untuk penerangan yaitu, penerangan umum, penerangan lokal dan penerangan cahaya aksen. umumnya terasa baur. enerangan umum atau baur menerangi ruangan secara merata dan enerangan lokal atau penerangan untuk kegunaan khusus, menerangi sebagian ruang dengan sumber cahaya biasanya dipasang dekat dengan permukaan yang

diterangi. )edangkan penerangan aksen adalah bentuk dari pencahayaan lokal yang berfungsi menyinari suatu tempat atau aktivitas tertentu atau obyek seni atau koleksi berharga lainnya ( admanaba, !""5). >) Distribusi ,ahaya erlengkaan penerangan perlu diletakkan atau dipasang menurut karakteristik distribusi cahaya yang dikehendaki enerangan sehingga penerangan dapat terarah dengan baik.

yang terarah dapat menciptakan distribusi cahaya yang merata, sehingga dapat membantu tenaga kerja untuk melihat obyek pekerjaan dengan teliti tanpa adanya hal yang menimbulkan kelelahan pada mata. (7lhamy ?lyas, 14#403-). 6enurut a) )is'anto (1443013) ada beberapa cara mendistribusikan cahaya dapat diklasifikasikan menjadi 0 encahayaan <angsung (Direct lighting) +ampir semua cahaya yang diemisikan diarahkan keba'ah 4"&1"";, tipe penerangan(pencahayaan ini adalah paling efisien karena banyaknya cahaya yang mencapai permukaan kerja, tetapi system ini sering menimbulkan gangguan dan kesilauan bila sumber cahaya terlalu kuat. b) encahayaan )etengah <angsung ()emi Direct <ighting) Distribusi cahaya terutama kearah ba'ah 5"&4"; langsung ketempat kerja sedangkan 1"&="; diarahkan keatas. c) encahayaan @eneral Diffuse Kurang lebih ="&5" ; distribusi cahaya diarahkan keba'ah dan ="&5" ; keatas. d) encahayaan )emi $idak <angsung ()emi ?ndirect lighting) +ampir 5"&4" ; cahaya di distribusikan kearah atas dan 1"&5" ; ke arah ba'ah. )upaya cahaya yang dipantulkan ke ba'ah cukup banyak, maka langit&langit harus

mempunyai nilai pantulan yang tinggi. e) encahayaan $idak <angsung (indirect lighting) Distribusi cahaya terutama kearah atas 4"&1"" ;, keuntungannya tidak menimbulkan kesilauan dan bayangan. 5) Dekorasi Aarna emakaian 'arna ditempat kerja ini dimaksudkan untuk menciptakan kontras 'arna dan tangkapan mata, serta menciptakan lingkungan kerja yang berpengaruh pada psikologi. )emakin kecil kontras 'arna akan menciptakan kondisi kerja yang nyaman, sebaliknya kontras 'arna yang besar akan mempercepat timbulnya kelelahan visual. Untuk lebih jelasnya dapat di lihat pada tabel diba'ah ini0 9o Aarna 1. .iru !. +ijau 3. =. >. 6erah %range Kuning 7fek :arak sikologi Aarna :auh :auh Dekat )angat dekat Dekat )uhu sikis )ejuk, menyejukkan )angat sejuk , menyejukkan +angat, sangat 6engganggu )angat hangat, merangsang )angat hangat, merangsang 9etral, merangsang )ejuk, agresif

5. )a'o matang )angat dekat -. Ungu )angat dekat )umber 0 )uma3mur K (144#045)

-) )ifat ekerjaan Kebutuhan intensitas penerangan tergantung dari jenis pekerjaan yang dilakukan. ekerjaan yang membutuhkan ketelitian sulit dilakukan bila keadaan cahaya dalam tempat kerja tidak memadai. )elain intensitas penerangan, untuk pekerjaan

yang membutuhkan ketelitian, ketajaman penglihatan dipengaruhi juga oleh faktor 0 usia, ukuran dari obyek yang diamati, beban kerja, posisi pandang terhadap obyek yang diamati ()is'anto, 144301>). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel diba'ah ini 0 ekerjaan ,ontoh&contoh $ingkat penerangan yang dibutuhkan (<u2) $idak teliti enimbunan barang #"&1-" *gak teliti emasangan (tak teliti) 1-"&3>" $eliti 6enggambar 3>"&-"" )angat teliti emasangan (teliti) -""&1""" )umber 0 7rgonomi Dan roduktivitas Kerja ()uma3mur K, 1445) #) )ifat 6elihat (Bisibilitas) 6ata dapat melihat sesuatu kalau mendapatkan rangsangan dari gelombang cahaya dan sebaliknya benda disekitar kita dapat terlihat apabila memancarkan cahaya, baik cahaya dari benda tersebut maupun dari cahaya pantulan yang datang dari sumber cahaya lain yang mengenai benda tersebut. /aktor&faktor yang mempengaruhi visibilitas antara lain 0 ukuran obyek, luminensi, kontras antar obyek sekitar dan lamanya 'aktu melihat. ada ruang lingkup pekerjaan, faktor yang mempengaruhi visibilitas itu sendiri merupakan kombinasi untuk dapat melihat dan mengenal benda&benda dengan jelas. $idak semua benda yang dapat dilihat akan sama jelasnya (eCual visible). )uatu hal yang perlu diperhatikan adalah ada yang bisa melihat dengan mudah dan cepat, ada yang berusaha dengan keras, sedangkan yang lainnya tidak terlihat sama sekali (*hmad )ujudi, 144403!). 9o )iDe ratio Bisibilitas 1. E!,> <ebih melihat dengan mudah !. 1&!,> erlu upaya kontinyu 3. F1 $idak terlihat )umber 0 )uma3mur K (144504>) 4) +ubungan enerangan Dengan ekerjaan

enerangan merupakan suatu aspek lingkungan fisik yang penting bagi lingkungan kerja. 6enurut )oe'arno (144!03!), menyebutkan bah'a penerangan sangat diperlukan untuk kesejahteraan dan keselamatan ditempat kerja. Kita lihat di negara yang sudah maju penyelidikan mengenai pengaruh penerangan di tempat kerja sudah banyak dilakukan, oleh karena itu disadari adanya pengaruh negatif dari penerangan yang tidak memenuhi persyaratan. $enaga kerja akan mengeluarkan tenaga yang lebih besar bila penglihatan dalam bekerja menjadi lebih sukar dan sebaliknya beban kerja yang menjadi lebih ringan bila pencahayaan ditempat kerja ditambah. Dikatakan bah'a tempat kerja dengan tingkat penerangan yang baik, tenaga kerja akan melakukan pekerjaan dengan tingkat yang opimal dan efisien. .egitu pula dengan kebutuhan penerangan untuk tempat kerja tergantung pada jenis pekerjaan tertentu. Untuk pekerjaan yang teliti. d *kibat( efek dari penerangan yang buruk terhadap mata enerangan yang kurang baik akan menyebabkan kita tidak dapat melihat benda&benda dengan jelas, kemudian tidak dapat melihat sumber bahaya dengan jelas pula atau dapat melihat suatu bahaya tetapi bahaya tersebut tidak dapat kita kenali dengan cepat ($ar'aka, 144#). ada pekerjaan yang memerlukan ketelitian tanpa penerangan yang memadai, maka dampaknya akan sangat terasa pada kelelahan mata. $erjadinya kelelahan otot mata dan kelelahan saraf mata sebagai akibat tegangan yang terus menerus pada mata, 'alaupun tidak menyebabkan kerusakan mata secara permanen, tetapi menambah beban kerja, mempercepat lelah, sering istirahat, kehilangan jam kerja dan mengurangi kepuasan kerja, penurunan memerlukan ketelitian, maka dibutuhkan intensitas penerangan yang lebih tinggi dari pada pekerjaan yang kurang

mutu produksi, meningkatkan frekuensi kesalahan, mengganggu konsentrasi dan menurunkan produktivitas kerja ( admanaba, !""5). /ungsi mata adalah sebagai indra penglihatan. 6ata dibentuk untuk menerima rangsangan berkas&berkas cahaya pada retina, dengan perantara serabutserabut nervus optikus, mengalihkan rangsangan ini ke pusat penglihatan pada otak untuk ditafsirkan. Untuk jenis pekerjaan yang berbeda, dibutuhkan intensitas penerangan ruang kerja yang berbeda pula. enerangan ruang kerja yang kurang dapat mengakibatkan kelelahan mata, akan tetapi penerangan yang terlalu kuat dapat menyebabkan kesilauan, menurut )oe'arno (144!0-5) menyebutkan bah'a penerangan yang memadai bisa mencegah terjadinya *stenopia (kelelahan mata) dan mempertinggi kecepatan dan efisien membaca. kelelahan mata. Kelelahan mata disebabkan oleh stress yang terjadi pada fungsi penglihatan. )tress pada otot akomodasi dapat terjadi pada saat seseorang berupaya untuk melihat pada obyek berukuran kecil dan pada jarak yang dekat dalam 'aktu yang lama. ada kondisi demikian, otot&otot mata akan bekerja secara terus menerus dan lebih dipaksakan. Ketegangan otot&otot pengakomodasi (otot&otot siliar) makin besar sehingga terjadi peningkatan asam laktat dan sebagai akibatnya terjadi kelelahan mata, stress pada retina dapat terjadi bila terdapat kontras yang berlebihan dalam lapangan penglihatan dan 'aktu pengamatan yang cukup lama. Kelelahan mata dapat ditandai dengan adanya 0 1) ?ritasi pada mata (mata pedih, merah, dan mengeluarkan airmata). !) englihatan ganda (Double Bision). 3) )akit sekitar mata. enerangan yang kurang bukannya menyebabkan penyakit mata tetapi menimbulkan

10

=) Daya akomodasi menurun. >) 6enurunnya ketajaman penglihatan. kepekaan terhadap kontras dan kecepatan persepsi $anda&tanda tersebut di atas terjadi bila iluminasi tempat kerja berkurang dan pekerja yang bersangkutan menderita kelainan reflaksi mata yang tidak dikoreksi. .ila persepsi visual mengalami stress yang hebat tanpa disertai efek lokal pada otot akomodasi atau retina maka keadaan ini akan menimbulkan kelelahan syaraf. @eneral 9ervus /atiCue ini terutama akan terjadi bila pekerjaan yang dilakukan seseorang memerlukan kosentrasi, kontrol otot dan gerakan gerakan yang sangat tepat ()idarta ?lyas, 14410!#). /aktor yang mempengaruhi kelelahan mata, adapun /aktor& faktor yang mempengaruhi kelelahan mata adalah sebagai berikut0 a) /aktor 6anusia Umur )emakin tua seseorang, lensa semakin kehilangan kekenyalan sehingga daya akomodasi makin berkurang dan otot&otot semakin sulit dalam menebalkan dan menipiskan mata. +al ini disebabkan setiap tahun lensa semakin berkurang kelenturannya dan kehilangan kemampuan untuk menyesuaikan diri. )ebaiknya semakin muda seseorang, kebutuhan cahaya akan lebih sedikit dibandingkan dengan usia yang lebih tua dan kecenderungan mengalami kelelahan mata lebih sedikit. 6enurut @uyton (14410=!>) menyebutkan bah'a daya akomodasi menurun pada usia => G >" tahun. b) :enis enyakit $ertentu .eberapa penyakit yang dapat mempengaruhi mata antara lain0

11

enyakit Diabetes 6ellitus enyakit diabetes mellitus merupakan penyakit yang menyebabkan gangguan perubahan dalam hal ini gula atau glukosa menjadi energi secara efisien oleh tubuh kita dengan akibat kadar gula darah menjadi lebih tinggi dari normal. Kadar glukosa yang berlebihan ini akan memberi gangguan bermacam&macam khususnya pada pembuluh darah kecil maupun pembuluh darah besar sehingga lama kelamaan akan menimbulkan komplikasi. Komplikasi ini dapat berupa komplikasi pada mata yang berakibat katarak yang lebih dini, kabur karena retinanya rusak. ada penderita diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dapat menjadi peradangan pada selaput retina, serabut&serabut yang ke pupil dan otot siliar akan mengalami atrofi dan penglihatan makin lama makin kabur dan jika sering dipaksakan untuk melihat akan menyebabkan kelelahan mata ()idarta ?lyas, 144101!#). 6enurut *.,. @uyton (14410!=-) menyebutkan bah'a diabetes mellitus dapat berpengaruh terhadap mata yang berupa katarak senilis terjadi lebih a'al dan berkembang lebih cepat, sedangkan diabetic retinopathi dapat menyebabkan gangguan pada retina yang menimbulkan berkurangnya penglihatan, pendarahan

vitreorus, robeknya retina. enyakit +ipertensi 8esiko akibat hipertensi berupa terjadi kerusakan& kerusakan pada jantung karena harus bekerja keras dan pembuluh&pembuluh darah yang mengeras untuk menahan tekanan darah yang meningkat. 8esiko hipertensi juga dapat mengenai mata yaitu pada bagian selaput jala mata atau retina sebagai akibat dari penciutan pembuluh&

12

pembuluh darah mata dan komplikasinya sering bersifat fatal. +ipertensi yang sistemik yang menetap dapat berpengaruh pada mata yang berupa pendarahan retina, odema retina, e2udasi yang menyebabkan hilangnya penglihatan ()idarta ?lyas, 14410-5). c) engaruh %bat&obatan :enis obat midiatrik seperti atropine, homotropin, dan schopolamin dapat melumpuhkan otot siliar, jenis obat penenang sedetif jika dimakan teratur mempunyai efek dapat mengurangi produksi air mata yang dihasilkan oleh kelenjar laktimal, akibatnya mata menjadi kering dan mengalami iritasi ()idarta ?lyas, 1441). d) /aktor <ingkungan enerangan enerangan yang terlalu kuat ruang dapat kerja yang kurang dapat mengakibatkan kelelahan mata, akan tetapi penerangan menyebabkan kesilauan. enerangan yang memadai bisa mencegah terjadinya *stenopia (kelelahan mata) dan mempertinggi kecepatan dan efisien membaca. mata. e eraturan yang mengatur 9*. penerangan( pencahayaan ditempat kerja0 1) Kepmenkes 8? nomor 1=">(679K7)()K(H?(!""! tentang persyaratan kesehatan lingkungan kerja perkantoran dan industri. 6ensyaratkan bah'a pencahayaan dalam ruangan minimal 1"" lu2. !) Kepmenkes 8? 9omor 1!"=(679K7)()K(H(!""= tentang persyaratan kesehatan lingkungan rumah sakit. 6ensyaratkan pencahayaan dalam ruangan minimal 1"" lu2. enerangan yang kurang bukannya menyebabkan penyakit mata tetapi menimbulkan kelelahan

13

3)

eraturan 6enteri tempat kerja. 6ensyaratkan0

erburuhan 9o. "- tahun 145=

asal 1=

tentang syarat kesehatan, kebersihan serta penerangan dalam

1.1 Kadar penerangan diukur dengan alat&alat pengukur cahaya yang baik setinggi tempat kerja yang sebenarnya atau setinggi perut untuk penerangan umum (I 1 meter). 1.! enerangan darurat harus mempunyai kekuatan paling sedikit > lu2 (",> ft. candles). 1.3 enerangan untuk halaman dan jalan&jalan dalam lingkungan perusahaan harus paling sedikit mempunyai kekuatan !" lu2 (! ft. candles). 1.= enerangan yang cukup untuk pekerjaan&pekerjaan yang hanya membedakan barang kasar seperti 0 a. 6engerjakan bahan&bahan yang besar. b. 6engerjakan arang atau abu. c. 6enyisihkan barang&barang yang besar. d. 6engerjakan bahan tanah atau batu. e. @ang&gang, tangga di dalam gedung yang selalu dipakai. f. @udang&gudang untuk. menyimpan barang&barang besar dan kasar harus paling sedikit mempunyai kekuatan >" lu2 (> ft. candles). 1.> enerangan yang cukup untuk pekerjaan&pekerjaan yang membedakan barang& barang kecil secara sepintas lalu seperti 0 a. 6engerjakan barang&barang besi dan baja yang setengah selesai (semi&finished). b. emasangan yang kasar. c. enggilingan padi. d. engupasan(pengambilan dan penyisihan bahan kapas. e. engerjakan bahan&bahan pertanian lain yang kira&kira

14

setingkat dengan d. f. Kamar mesin dan uap. g. *lat pengangkut orang dan barang. h. 8uang&ruang penerimaan dan pengiriman dengan kapal. i. $empat menyimpan barang&barang sedang dan kecil. j. Kakus, tempat mandi dan tempat kencing harus paling sedikit mempunyai kekuatan 1"" lu2 (1" ft. candles). 1.5 enerangan yang cukup untuk pekerjaan membeda&bedakan barang&barang kecil yang agak teliti seperti 0 a. b. c. emasangan alat&alat yang sedang (tidak besar). ekerjaan mesin dan bubut yang kasar. emeriksaan atau percobaan kasar terhadap barang& barang. d. 6enjahit te2til atau kulit yang ber'arna muda. e. f. emasukan dan penga'etan bahan&bahan makanan dalam kaleng. embungkusan daging. g. 6engerjakan kayu. h. 6elapis perabot harus paling sedikit mempunyai kekuatan !"" lu2 (!" ft.candles). 1.- enerangan yang cukup untuk pekerjaan pembedaan yang teliti daripada barang & barang kecil dan halus seperti 0 a. b. c. d. e. f. ekerjaan mesin yang teliti. emeriksaan yang teliti. ercobaan&percobaan yang teliti dan halus. embuatan tepung. enyelesaian kulit dan penenunan bahan&bahan katun atau 'ol ber'arna muda. ekerjaan kantor yang berganti&ganti menulis dan membaca, pekerjaan arsip dan seleksi surat&surat harus paling sedikit mempunyai kekuatan 3"" lu2 (3" ft. candles).

15

1.# enerangan yang cukup untuk pekerjaan membeda&bedakan barang&barang halus dengan contrast yang sedang dan dalam 'aktu yang lama seperti 0 a. b. c. d. e. emasangan yang halus. ekerjaan&pekerjaan mesin yang halus. emeriksaan yang halus. enyemiran yang halus dan pemotongan gelas kaca. ekerjaan kayu yang halus (ukir&ukiran) .

f. 6enjahit bahan&bahan 'ol yang ber'arna tua. g. *kuntan, pemegang buku, pekerjaan steno, mengetik atau pekerjaan kantor yang lama dan teliti harus mempunyai kekuatan antara >"" sampai 1""" lu2 (>" sampai 1"" ft.. candles). 1.4 enerangan yang cukup untuk pekerjaan membeda&bedakan barang&barang yang sangat halus dengan contrast yang sangat kurang untuk 'aktu yang lama seperti 0 a. b. c. e. f. emasangan yang e2tra halus (arloji dll.). emeriksaan yang ekstra halus (ampul obat). ercobaan alat & alat yang ekstra halus. enilaian dan penyisihan hasil&hasil tembakau. enyusunan huruf dan pemeriksaan copy dalam pencetakan harus mempunyai kekuatan paling sedikit 1""" lu2 (1"" ft candles). B. E!aluasi 6etoda engukuran a rinsip engukuran penerangan menggunakan alat <u2meter yang hasilnya dapat langsung dibaca, alat ini mengubah cahaya menjadi energi listrik. 7nergi dalam bentuk arus digunakan untuk menggerakkan jarum skala. Untuk alat digital, energi listrik diubah

d. $ukang mas dan intan.

16

menjadi angka yang dapat dibaca layar monitor. <u2meter harus rutin dikalibrasi oleh laboratorium yang terakreditasi. b enentuan titik pengukuran enerangan setempat0 obyek kerja, berupa meja kerja maupun peralatan. .ila merupakan meja kerja, pengukuran dapat dilakukan diatas meja yang ada. Denah pengukuran intensitas penerangan setempat terlampir pada <ampiran *. a) enerangan umum0 titik potong garis horiDontal panjang dan lebar ruangan pada setiap jarak tertentu setinggi satu meter dari lantai. :arak tertentu tersebut dibedakan berdasarkan luas ruangan sebagai berikut0 1) <uas ruangan kurang dari 1" meter persegi, titik potong garis horiDontal panjang dan lebar ruangan adalah jarak setiap satu meter.

1m

17

1m

1m "a#$ar% Penentuan titik &engukuran &enerangan u#u# dengan luas kurang dari %' #(. !) <uas ruangan antara 1" meter persegi sampai 1"" meter persegi, titik potong garis horiDontal panjang dan lebar ruangan adalah pada jarak setiap 3 meter. 3m

3m

3m

3m

18

3m

3m

3m

3m

"a#$ar( Penentuan titik &engukuran &enerangan u#u# dengan luas antara %' # &ersegi ) %'' # &ersegi 3) <uas ruangan antara 1"" meter persegi, titik potong garis horiDontal panjang dan lebar ruangan adalah pada jarak setiap 5 meter. 5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

5m

"a#$ar* Penentuan titik &engukuran &enerangan u#u# dengan luas le$ih dari %'' # &ersegi.

19

<embar denah pengukuran intensitas penerangan umum terlampir pada <ampiran .. c ersyaratan pengukuran intu ruangan dalam keadaan sesuai dengan kondisi tempat pekerjaan dilakukan <ampu ruangan dalam keadaan dinyalakan sesuai dengan kondisi pekerjaan. d $ata cara pengukuran +idupkan lu2meter yang telah dikalibrasi dengan membuka penutup sensor. .a'a alat ketempat titik pengukuran yang telah ditentukan, baik pengukuran untuk intensitas penerangan setempat atau umum. astikan tidak ada benda atau bayangan yang menghalangi .aca hasil pengukuran pada layar monitor setelah menunggu beberapa saat sehingga didapat angka yang stabil. ,atat hasil pengukuran pada lembar hasil pencatatan untuk intensitas penerangan setempat seperti pada <ampiran ,, dan untuk intensitas penerangan umum seperti pada lampiran D. 6atikan lu2meter setelah selesai dilakukan pengukuran intensitas penerangan. *nalisis hasil pengukuran menggunakan rumus0

20

*nalisis 1. encahayaan umum J lokal sem u a intensitas intensitas (lu2) K titik p engu kur IP 1 + IP 2 + IP 3 + ....... + IP n = n = ........... Lux 2. Pantu lan intensitas p antu lan % p antu lan = X 100% intensitas su m ber B = X 100% A = .... %

.andingkan hasil pengukuran dengan peraturan pemerintah yang relevan. +. ,-ntr-l langkah&langkah pengendalian masalah penerangan ditempat kerja yaitu0 1) 6odifikasi system penerangan yang sudah ada seperti0 6enaikkan atau menurunkan letak lampu didasarkan pada objek kerja, 6erubah posisi lampu, 6enambah atau mengurangi jumlah lampu, 6engganti jenis lampu yang lebih sesuai seperti mengganti lampu bola menjadi lampu $<, 6engganti tudung lampu, 6engganti 'arna lampu yang digunakan !) 6odifikasi pekerjaan seperti0 6emba'a pekerjaan lebih dekat ke mata, sehingga objek dapat di lihat dengan jelas, 6erubah posisi kerja untuk menghindari bayang& bayang, pantulan, sumber kesilauan, dan kerusakan penglihatan, 6odifikasi objek kerja sehingga dapat dilihat dengan jelas. )ebagai contoh 0memperbesar ukuran huruf dan angka pada tombol&tombol peralatan kerja mesin.

21

3) =) >)

emeliharaan dan pembersihan lampu. enyediaan penerangan local( alamiah. engunaan korden dan pera'atan jendela, dan lain&lain ($ar'aka,)olichul +* .akri, <ilik )udiajeng, !""=).

BAB III PENUTUP

,esi#&ulan 1. enerangan berdasar sumbernya di bagi menjadi tiga, pertama penerangan alami, kedua penerangan buatan dan yang ketiga adalah penerangan alami dan buatan. encahayaan sangat

22

diperlukan dalam suatu pekerjaan yang memerlukan ketelitian tanpa penerangan yang memadai, maka dampaknya akan sangat terasa pada kelelahan mata. $erjadinya kelelahan otot mata dan kelelahan saraf mata sebagai akibat tegangan yang terus menerus pada mata, 'alaupun tidak menyebabkan kerusakan mata secara permanen, tetapi menambah beban kerja, mempercepat lelah, sering istirahat, kehilangan jam kerja dan mengurangi kepuasan kerja, kerja. !. engukuran pencahyaan dapat dilakukan berdasarkan luas ruangan yang meliputi penerangan tempat dan penerangan umum. 3. 6asalah penerangan yang muncul dapat ditangani dengan baik, faktor&faktor yang harus diperhatikan adalah sumber penerangan, pekerja dalam melakukan pekerjaannya, jenis pekerjaan yang dilakukan dan lingkungan kerja secara keseluruhan. penurunan mutu produksi, meningkatkan frekuensi kesalahan, mengganggu konsentrasi dan menurunkan produktivitas

23