Anda di halaman 1dari 24

BAB II DASAR TEORI 2.

1 Tinjauan Pustaka Bahan teknik secara global dapat dibagi menjadi dua yaitu bahan logam dan bahan bukan logam. Bahan logam dapat dikelompokkan dalam dua kelompok yaitu logam besi (fero) dan logam bukan besi (non fero). Logam fero yaitu suatu logam paduan yang terdiri dari campuran unsure karbon dengan besi, misalnya besi tuang, besi tempa dan baja. Logam non fero yaitu logam yang tidak mengandung unsur besi (Fe) misalnya tembaga, aluminium, timah dan lainnya. Bahan bukan logam antara lain asbes, karet, plastik dan lainnya. Untuk saat ini penggunaan logam ferro seperti besi dan baja masih mendominasi dalam perencanaan-perencanaan mesin maupun dalam bidang konstruksi. (Abdillah F., (2010), Tesis : Perlakuan Panas Paduan Al-Si Pada Prototipe Piston erbasis !aterial Piston ekas, Se"aran# : $%&'P) edangkan penggunaan logam non ferro yang terus meningkat dari tahun ke tahun yaitu logam aluminium ( mith, !""# $%&&). 'al ini terlihat dari urutan pengunaan logam paduan alumunium yang menempati urutan kedua setelah pengunaan logam besi atau baja, dan diurutan pertama untuk logam non ferro ( mith, !""#). ekarang ini kebutuhan (ndonesia pada aluminium per tahun mencapai )&&.&&& hingga *&&.&&& ton dengan harga U + *.*&# per ton (,oorsy, )&&-). .luminium merupakan unsur kimia golongan (((. dalam sistim periodik unsur, dengan nomor atom !* dan berat atom )/,"0 gram per mol (sma). 1i dalam udara bebas aluminium mudah teroksidasi membentuk lapisan tipis oksida (.l )2*) yang tahan terhadap korosi. .luminium juga bersifat a"foter yang mampu bereaksi dengan larutan asam maupun basa. truktur kristal aluminium adalah struktur kristal F33, sehingga aluminium tetap ulet meskipun pada temperatur yang sangat rendah. .luminium (.l) mempunyai massa atom )- (hanya ada satu isotop natural), nomor atom !*, densitas ),g4cm*, titik lebur //& o3 (!))& &F). .luminium adalah logam ber5arna putih sil6er. 7emiliki potensi redoks -!,// 8, bilangan oksidasi 9*, dan jari-jari atom yang kecil yaitu #- pm untuk stabilitas dari senya5a aluminium. Berat jenisnya hanya ),- sehingga 5alaupun kekuatannya rendah tetapi stren#th to (ei#ht rationya masih lebih tinggi

daripada baja, oleh karena itu banyak komponen otomotif yang terbuat dari paduan aluminium :emakaian aluminium khusus pada industri otomotif juga terus meningkat ejak tahun !"0& (Budinski, )&&!), dan terus meningkat seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di indonesia. Banyak komponen otomotif yang terbuat dari paduan aluminium, diantaranya adalah piston, blok mesin, cylinder head, 6al6e dan lain sebagainya. :enggunaan paduan aluminium untuk komponen otomotif dituntut memiliki kekuatan yang baik. .gar aluminium mempunyai kekuatan yang baik biasanya logam aluminium dipadukan dengan dengan unsur-unsur seperti$ 3u, i, 7g, ;n, 7n, ,i, dan sebagainya. 7engolah bijih aluminium menjadi logam aluminium (.l) memerlukan energi yang besar dan biaya yang mahal untuk mendapatkan logam aluminium masalah yang utama sebetulnya pada keterbatasan 2.2 Pengertian Aluminium .luminium ditemukan oleh ir 'umphrey 1a6y dalam tahun !0&" sebagai suatu unsur dan pertama kali direduksi sebagai logam oleh ' . 3. 2ersted, tahun !0)#. ecara industri tahun !00/, :aul 'eroult di :erancis dan 3 . 7. 'all di .merika erikat secara terpisah telah memperoleh logam aluminium dari alumina dengan cara elektrolisasi dari garam yang terfusi. ampai sekarang proses 'eroult 'all masih dipakai untuk memproduksi aluminium. :enggunaan aluminium sebagai logam setiap tahunnya adalah urutan yang kedua setelah besi dan baja, yang tertinggi di antara logam non ferro < urdia, =., hinroku ., (!""#), Pen#etahuan ahan Teknik, >akarta$ :radnya :aramita? .luminium merupakan logam ringan yang mempunyai ketahanan korosi yang baik dan hantaran listrik yang baik dan sifat @ sifat yang baik lainnya sebagai sifat logam. ebagai tambahan terhadap, kekuatan mekaniknya yang sangat meningkat dengan penambahan 3u, 7g, i, 7n, ;n, ,i, dsb. ecara satu persatu atau bersamasama, memberikan juga sifat-sifat baik lainnya seperti ketahanan korosi, ketahanan aus, koefisien pemuaian rendah. 7aterial ini dipergunakan di dalam bidang yang luas bukan saja untuk peralatan rumah tangga tapi juga dipakai untuk keperluan material pesa5at terbang, mobil, kapal laut, konstruksi.

2.3 Sifat Aluminium .luminium memiliki ketahanan terhadap korosi yang baik pada beberapa kondisi lingkungan karena permukaan .luminium mampu membentuk lapisan alumina (.l)2*) bila bereaksi dengan oksigen. truktur kristal yang dimiliki .luminium adalah struktur kristal F33 (Fa)e *entered *ubi)), sehingga .luminium tetap ulet meskipun pada temperatur yang sangat rendah. eperti logam murni lainnya, .luminium memiliki kekuatan yang rendah dan tidak dapat langsung diaplikasikan karena ketahanan deformasi dan patahnya kurang tinggi. 2leh karena itu perlu adanya penambahan elemen lain ke dalam .luminium. ifat .luminium tergantung dari interaksi komposisi kimia dan struktur mikro yang berkembang selama solidifikasi, perlakukan panas, dan proses deformasi (untuk produk tempa). <=otten, Aeorge. B, !""", +andbook of Alu"iniu", 8ol. !, 7arcel 1ekker, ,e5 Cork, Bassel.? elain sifat-sifat tersebut .luminium mempunyai sifat-sifat yang sangat baik dan bila dipadu dengan logam lain bisa mendapatkan sifat-sifat yang tidak bisa ditemui pada logam lain. .dapun sifat-sifat dari aluminium antara lain $ ringan, tahan korosi, penghantar panas dan listrik yang baik. ifat tahan korosi pada aluminium diperoleh karena terbentuknya lapisan oksida aluminium pada permukaaan aluminium. <Utama. ()&&"), Tu#as Akhir : Pen#aruh Pena"bahan *u (1 ,, - ,, dan .,) Pada Alu"iniu" &en#an Solution +eat Treat"ent &an %atural A#in# Terhadap Sifat Fisis &an !ekanis, urakarta$ U7 ? ifat mekanik dan fisik aluminium dapat dilihat pada tabel ).! dan ).) berikut $ Tabel 2.1. ifat-sifat fisik aluminium < urdia, =., hinroku ., (!""#), Pen#etahuan ahan Teknik, >akarta$ :radnya :aramita? Sifat-Sifat emurnian Aluminium !"# $$%$$& 7assa jenis ()&&3) =itik cair :anas jenis (cal4g . &3) (!&&&3) =ahanan listrik (D) ),/"/0 //&,) &,)))/ /%,"% '$$%( ),-! /#*-/#&,))" #"

'antaran listrik koefisien temperature (4&3) Eoefisien pemuaian ()& - !&&&3) >enis Eristal, konstanta kisi

&,&&%)" )*,0/F!&-/

&,&!!# )*,#F!&-/ f)),aG%,&% kH

f)),aG%,&!* kH

Tabel 2.2.

ifat-sifat mekanik aluminium < urdia, =.,

hinroku

., (!""#),

Pen#etahuan ahan Teknik, >akarta$ :radnya :aramita? Sifat-sifat emurnian Aluminium !"# $$%$$& '$$.( Dianil )*" +ir,l +ingin Dianil -1. %," !,* %0,0 !!!,/ !!,& #,# )",* *,# *# )* !/," !%,0 # %%

Eekuatan tarik (kg4mm)) Eekutan mulur (&,)D) (kg4mm)) :erpanjangan (D) Eekerasan

=abel ).! menunjukkan sifat-sifat fisik .l dan =abel ).) menunjukkan sifat-sifat mekaniknya. Eetahan korosi berubah menurut kemurnian, pada umumnya untuk kemurnian "",& D atau diatasnya dapat dipergunakan di udara tahan dalam bertahuntahun. 'antaran listrik .l, kira-kira /# D dari hantaran listrik tembaga, tetapi masa jenisnya kira-kira sepertiganya sehingga memungkinkan untuk memperluas hinroku ., penampangnya. .luminium juga dapat dipergunakan untuk kabel tenaga dan dalam berbagai bentuk umpamanya sebagai lembaran tipis (foil). < urdia, =., (!""#), Pen#etahuan ahan Teknik, >akarta$ :radnya :aramita?

2./ Pa+uan Aluminium .luminium dipakai sebagai paduan berbagai logam murni, sebab tidak kehilangan sifat ringan, sifat @ sifat mekanisnya, sifat mampu cornya yang dapat

diperbaiki dengan menambah unsur@unsur lain. Unsur@unsur paduan itu adalah tembaga, silisium, magnesium, mangan, nikel, dan sebagainya yang dapat merubah sifat paduan aluminium. 7acam@macam Unsur paduan aluminium dapat diklasifikasikan sebagai berikut $ a. :aduan .l- i :aduan .l- i ditemukan oleh .. :acI tahun !")!. paduan .l- i yang telah diperlakukan panas dinamakan Silu"in. ifat @ sifat silumin sangat diperbaiki oleh perlakuan panas dan sedikit diperbaiki oleh unsur paduan. :aduan .l- i umumnya dipakai dengan &,!#D @ &,%D7n dan &,# D 7g. :aduan yang diberi perlakuan pelarutan (solution heat treat"ent), /uen)hin#, dan a#in# dinamakan silu"in , dan yang hanya mendapat perlakuan aging saja dinamakan silu"in . :aduan .l- i yang memerlukan perlakuan panas ditambah dengan 7g juga 3u serta ,i untuk memberikan kekerasan pada saat panas. Bahan paduan ini biasa dipakai untuk torak motor. (=ata J aito, !"")). b. :aduan .l-3u dan .l-3u-7g :aduan .l-3u-7g adalah paduan yang mengandung %D 3u dan &,#D 7g serta dapat mengeras dalam beberapa hari oleh penuaan, dalam temperatur biasa atau natural a#in# setalah solution heat treat"ent dan /uen)hin#. tudi tentang logam paduan ini telah banyak dilakukan salah satunya adalah ,ishimura yang telah berhasil dalam menemukan senya5a terner yang berada dalam keseimbangan dengan .l, yang kemudian dinamakan senya5a =ernyata senya5a dan =. (.L)3u7g) mempunyai kemampuan penuaan pada

temperatur biasa. :aduan .l-3u dan .l-3u-7g dipakai sebagai bahan dalam industri pesa5at terbang (=ata J aito, !"")). c. :aduan .l-7n 7angan (7n) adalah unsur yang memperkuat .lumunium tanpa mengurangi ketahanan korosi dan dipakai untuk membuat paduan yang tahan terhadap korosi. :aduan .l-7n dalam penamaan standar AA adalah paduan .l *&&* dan .l *&&%. Eomposisi standar dari paduan .l *&&* adalah .l, !,) D 7n, sedangkan komposisi standar .l *&&% adalah .l, !,) D 7n, !,& D 7g.

"

:aduan .l *&&* dan .l *&&% digunakan sebagai paduan tahan korosi tanpa perlakuan panas. d. :aduan .l-7g :aduan dengan ) @ * D 7g dapat mudah ditempa, dirol dan diekstrusi, paduan .l #&#) adalah paduan yang biasa dipakai sebagai bahan tempaan. :aduan .l #&#) adalah paduan yang paling kuat dalam sistem ini, dipakai setelah dikeraskan oleh pengerasan regangan apabila diperlukan kekerasan tinggi. :aduan .l #&0* yang dianil adalah paduan antara ( %,# D 7g ) kuat dan mudah dilas oleh karena itu sekarang dipakai sebagai bahan untuk tangki L,A (=ata J aito, !"")). e. :aduan .l-7g- i ebagai paduan .l-7g- i dalam sistem klasifikasi AA dapat diperoleh paduan .l /&/* dan .l /&/!. :aduan dalam sistem ini mempunyai kekuatan kurang sebagai bahan tempaan dibandingkan dengan paduan @ paduan lainnya, tetapi sangat liat, sangat baik mampu bentuknya untuk penempaan, ekstrusi dan sebagainya. :aduan /&/* dipergunakan untuk rangka @ rangka konstruksi, karena paduan dalam sistem ini mempunyai kekuatan yang cukup baik tanpa mengurangi hantaran listrik, maka selain dipergunakan untuk rangka konstruksi juga digunakan untuk kabel tenaga (=ata J aito, !"")). f. :aduan .l-7n-;n 1i >epang pada permulaan tahun !"%& (ragashi dan ka5an-ka5an mengadakan studi dan berhasil dalam pengembangan suatu paduan dengan penambahan kira @ kira &,* D 7n atau 3r dimana butir kristal padat diperhalus dan mengubah bentuk presipitasi serta retakan korosi tegangan tidak terjadi. :ada saat itu paduan tersebut dinamakan 0S& atau duralu"in super ekstra. elama perang dunia ke dua di .merika serikat dengan maksud yang hampir sama telah dikembangkan pula suatu paduan yaitu suatu paduan yang terdiri dari$ .l, #,# D ;n, ),# D 7n, !,#D 3u, &,* D 3r, &,) D 7n sekarang dinamakan paduan .l--&-#. :aduan ini mempunyai kekuatan tertinggi diantara paduan-paduan lainnya. :engggunaan paduan ini paling besar adalah untuk

!&

bahan konstruksi pesa5at udara, disamping itu juga digunakan dalam bidang konstruksi (=ata J aito, !"")). 2.* 0imba1 2e,t1ermal (ndonesia merupakan suatu negara yang berlokasi dalam KLing of FireM dengan banyak gunung berapi yang merupakan sumber panas bumi. (ndonesia telah membangun :embangkit Listrik =enaga :anas Bumi ( :L=:B ) di beberapa daerah, salah satunya :L=:B 1ieng. :L=:B merupakan pembangkit listrik energi terbarukan yang memberikan dampak positif pada pembangunan dan ekonomi nasional. ,amun dihasilkannya #eother"al brine ( limbah cair ) pada operasinya selain menimbulkan masalah kerak silika pada perpipaan, juga menyebabkan pencemaran pada lingkungan akibat air limbahnya. >ika air limbah tersebut dibiarkan maka akan terbentuk endapan yang mengeras, dimana endapan tersebut banyak mengandung silika. ( 1urniati, 0., 2002, 0kstrasi Sili)a 3hite Po(der &ari 4i"bah Padat Pe"ban#kit 4istrik Tena#a Panas u"i &ien#, $P% Press : Suraba5a ) Limbah geothermal dari :embangkit Listrik =enaga :anas bumi berupa padatan keras, dimana padatan tersebut terbentuk karena air limbah yang ditampung mengalami pengendapan sehingga membentuk padatan yang keras ,o. ! ) * % :arameter i2) Fe)2* ,a)2 E)2 Eonsentrasi ( D berat ) ##,)** !",#&# !%,"## 0,*&-

( 1urniati, 0., 2002, 0kstrasi Sili)a 3hite Po(der &ari 4i"bah Padat Pe"ban#kit 4istrik Tena#a Panas u"i &ien#, $P% Press : Suraba5a ) 7enurut tabel diatas diketahui bah5a konsentrasi ilica ( i2) ) sebesar ##,)**D berat, sedangkan impuritis seperti Fe)2*, ,a)2, E)2 sebesar %#,-/- berat. 1an berdasarkan data tersebut maka kami mengambil sampel limbah #eother"al ini untuk

!!

diolah yang nantinya bisa menghasilkan sili)a po(der yang kandungan i N ##,)) D dan bisa digunakan sebagai bahan penguat aluminium. 2.*.1 Silika ilika atau silicon oksida mempunyai rumus kimia i2 ) dengan berat molekul /&,&0 dan terdiri dari #*,)/D 2 dengan %/,-%D i. ecara alami silika terdapat dalam pasir kuarsa ( /uart6 ), batuan opal, batu api, dan batuan permata ( a"eth5st, a#are ) ilika atau i2) mempunyai sifat @ sifat sebagai berikut $ !. 7erupakan kristal jenuh tidak ber5arna ). 7empunyai spesific gra6ity ),) @ ),/ *. =idak larut dalam air dan asam asam, kecuali asam fluorine ('F) dengan membentuk gas sili)on tetra fluoride ( iF%) %. Larut dalam leburan alkali #. 7empunyai titik leleh antara !/&& &3 @ !-#& &3 dan akan menyublim pada suhu !-#& &3 ilika ini tidak pernah terdapat bebas di alam, tetapi umumnya bersenya5a dengan Iat lain. enya5a sili)on yang melimpah jumlahnya adalah sili)on oksida ( i2) ) atau biasa disebut dengan silika. ilika murni terdapat di OuartI ( ro)k )r5stal ), tr5di"ite, dan )r5stobalite. ebagai silika yang tidak murni misalnya pasir, a6artIite, PuartIase dll ( Elug dan Brasted, !"#0 ) 2.*.1.1 Silika 2el
ilika gel adalah butiran seperti kaca dengan bentuk yang sangat berpori, silika dibuat secara sintetis dari natrium silikat. Qalaupun namanya, gel silika padat. Ael silika adalah mineral alami yang dimurnikan dan diolah menjadi salah satu bentuk butiran atau manik-manik. ebagai pengering, ia memiliki ukuran pori rata-rata ),% nanometer dan memiliki afinitas yang kuat untuk molekul air. ilika gel merupakan suatu bentuk dari silika yang dihasilkan melalui penggumpalan sol natrium silikat (,a i2)). ol mirip agar @ agar ini dapat didehidrasi sehingga berubah menjadi padatan atau butiran mirip kaca yang bersifat tidak elastis. ifat ini menjadikan silika gel dimanfaatkan sebagai Iat penyerap, pengering dan penopang katalis. Aaram @ garam kobalt dapat diabsorpsi oleh gel ini.

!)

ilica gel mencegah terbentuknya kelembapan yang berlebihan sebelum terjadi. :ara pabrikan mengetahui hal ini, karena itu mereka selalu memakai silica gel dalam setiap pengiriman barang-barang mereka yang disimpan dalam kotak. sensitif, elektronik dan film sekalipun. ilica gel merupakan produk yang aman digunakan untuk menjaga kelembapan makanan, obat-obatan, bahan

ilika gel banyak sekali digunakan pada industri pasta gigi, pera5atan kulit, pemrosesan bir, pelapisan kertas, bahkan dapat dimanfaatkan sebagai desikant, pendukung katalis, katalis pol5olefin, antiblokin# a#ent, dan dalam bidang farmasi. :ada umumnya, silika berbentuk po5der, flake, ataupun gel. ilika yang berbentuk po5der, berupa partikel kecil dan berpori dengan ukuran submicron hingga beberapa micrometer memiliki aplikasi yang penting sebagai katalis, mikroelektronik, pemba5a dan pengontrol terlepasnya Iat obat, lo( ele)tri) )onstant fillers, sensor, dan ele)troopti)s. ( 'TS Silika 7el ) 2.*.1.2 Caustic Digestion 7etode yang dikembangkan untuk mengolah limbah padat ( #eother"al slud#e) menjadi produk silika amorf diantaranya dengan ekstraksi menggunakan basa dan pengolahan secara biokimia diikuti pengeringan pada rentang temperatur )# o3 @ *&&
o

3. 7orfologi produk (surface area, diameter, dan 6olume pori) ber6ariasi tergantung

temperatur pengeringan dalam rentang tersebut (misalnya$ Bagsha5 et al, )&&!R :remurIic et al, )&&*R 'iro5atari et al, )&&%R >ohnston, et al, )&&%R ,ishi, et al, )&&-R outham, et al, )&&0). edangkan penelitian-penelitian untuk reco6ery silika dari bahan biomass sudah banyak dilakukan dengan dua cara yaitu dengan proses kering dan proses basah. :roses kering dilakukan dengan melelehkan sodium karbonat dan abu biomass dalam furnace untuk mendapatkan solid glass. olid glass ini kemudian dilarutkan dalam air untuk membentuk larutan silikat yang kemudian diasamkan untuk mendapatkan silika. :ada proses basah (metode )austi) di#estion), abu biomass diekstrak dengan larutan alkali pada suhu didihnya hingga didapat larutan sodium silikat. 1ilihat dari segi konsumsi energi, proses basah lebih ekonomis karena tidak memerlukan energi yang tinggi. ( 'TS Silika 7el ).

!*

(ka dan Qahyu ()&&/) meneliti pengaruh kondisi pengasaman terhadap karakteristik partikel silika dari abu bagasse dengan metode )austi) di#estion yaitu ekstraksi silika dari abu bagasse dengan menggunakan larutan ,a2' pada suhu didihnya. 'asil ekstraksi kemudian dititrasi dengan '3l hingga p' akhir yang telah ditentukan. Ael yang terbentuk kemudian diaging selama !0 jam, disaring, dicuci, dan dikeringkan dalam o6en pada suhu !&& o3 selama satu jam. ilika yang telah kering, dihancurkan, dicuci, dan dikeringkan kembali sehingga didapatkan silika kering dalam bentuk po5der. 2.*.2 S3ektr,metri Sera3an At,m !AAS# 7etode spektroskopi serapan atom (.. ) berprinsip pada absorpsi cahaya oleh atom. .tom-atom menyerap cahaya tersebut pada panjang gelombang tertentu, tergantung sifat unsurnya. 3ahaya pada panjang gelombang ini mempunyai cukup energi untuk mengubah tingkat energinya ke tingkat elektronik suatu atom yang bersifat spesifik. 1engan absorpsi energi, atom pada keadaan dasar dari tingkat energinya berpindah ke tingkat eksitasi. =eknik .. merupakan perangkat yang canggih dalam analisis, hal itu i dan .l dengan .. ini

disebabkan oleh kecepatan analisisnya. Eondisi analisis

adalah silikon dianalisis pada panjang gelombang )!&,/ nm, tipe nyala ,)2-asetilen, sedangkan untuk .l pada panjang gelombang *&",* nm, tipe nyala ,)2-asetilen <))?. :ada alat .. terdapat dua bagian utama yaitu suatu sel atom yang menghasilkan atom-atom gas bebas dalam keadaaan dasarnya dan suatu sistem optik untuk pengukuran sinyal. uatu skema umum dari alat .. adalah sebagai berikut $

!%

Aambar ).!) kema umum komponen pada alat .. <))?. 2.*.3 S3ektr,sk,3i +ifraksi sinar-4 !4-Ra5 Difra6ti,n74RD# pektroskopi difraksi sinar-H merupakan salah satu metoda karakterisasi material yang paling tua dan paling sering digunakan hingga sekarang. =eknik ini digunakan untuk mengidentifikasi fasa kristalin dalam material dengan cara menentukan parameter struktur kisi serta untuk mendapatkan ukuran partikel. 1ifraksi sinar-H terjadi pada hamburan elastis foton-foton sinar-H oleh atom dalam sebuah kisi periodik. 'amburan monokromatis sinar-H dalam fasa tersebut memberikan interferensi yang konstruktif. 1asar dari penggunaan difraksi sinar-H untuk mempelajari kisi kristal adalah berdasarkan persamaan Bragg <)%?$ n.S G ).d.sin T R n G !, ), ............. () - #)

1engan S adalah panjang gelombang sinar-H yang digunakan, d adalah jarak antara dua bidang kisi, T adalah sudut antara sinar datang dengan bidang normal, dan n adalah bilangan bulat yang disebut sebagai orde pembiasan. 3ara kerja alat ini adalah dengan meletakkan material uji pada sampel holder difrakto"eter sinar H. :roses difraksi sinar H dimulai dengan menyalakan difraktometer sehingga diperoleh hasil difraksi berupa difraktogram yang menyatakan hubungan antara sudut difraksi )T dengan intensitas sinar H yang dipantulkan. >ika seberkas sinarH dijatuhkan pada sampel kristal, maka bidang kristal itu akan membiaskan sinar-H yang memiliki panjang gelombang sama dengan jarak antar kisi dalam kristal tersebut. inar yang dibiaskan akan ditangkap oleh detektor kemudian diterjemahkan sebagai sebuah puncak difraksi. 7akin banyak bidang kristal yang terdapat dalam sampel, makin kuat intensitas pembiasan yang dihasilkannya. =iap puncak yang muncul pada pola HL1 me5akili satu bidang kristal yang memiliki orientasi tertentu dalam sumbu tiga dimensi. :uncak-puncak yang didapatkan

!#

dari data pengukuran ini kemudian dicocokkan dengan standar difraksi sinar-H untuk hampir semua jenis material. tandar ini disebut >3:1 . 1alam pembuatan limbah #eother"al menjadi silika gel perlu dilakukan karakterisasi dengan HL1 dengan tujuan untuk mengetahui struktur kristal. =eknik difraksi sinar H juga digunakan untuk menentukan ukuran kristal, regangan kisi, komposisi kimia dan keadaan lain yang memiliki orde yang sama <)#?. 2.*./ S6anning Elektr,n 8i6r,s6,35 ( B7) S)annin# 0lektron !i)ros)op5 digunakan untuk analisis mikrostruktur dan untuk melakukan in6estigasi yang berhubungan dengan proses, sifat, dan karakteristik material yang berhubungan dengan struktur mikronya. B7 menyediakan informasi yang berhubungan dengan topografi, morfologi, distribusi fasa, perbedaan komposisi, struktur kristal, orientasi kristal, adanya cacat pada struktur mikro dan lokasi cacat pada struktur mikro. Eelebihan B7 terletak pada fleksibilitas dari pengujian dengan metode ini karena pembangkit menggunakan sinyal ganda, proses pembentukan gambar yang mudah, rentang pembesaran yang lebar, dan bidang kedalaman yang sangat besar.

Aambar ).!* 7ekanisme B7 <)/?.

!/

1alam sistematika B7 seperti pada Aambar ).!), sumber elektron difokuskan ke dalam fine probe yang bergaris pada permukaan spesimen. Blektron menembus permukaan, sejumlah interaksi yang terjadi dapat menghasilkan emisi elektron atau foton dari permukaan. ebuah fraksi yang 5ajar dari emisi elektron dapat dikumpulkan oleh detektor yang tepat dan hasilnya dapat digunakan untuk modulasi kecerahan pada 3L= ()athode ra5 tube) yang memiliki input F dan y dikendalikan dalam sinkronisasi dengan tegangan F-y. 1alam hal ini gambar diproduksi pada 3L=, tiap titik yang sinar menabrak sampel dipetakan secara langsung dalam titik yang sesuai pada layar <)/?.

2.& Diagram 9ase Al : Si :aduan .l- i memiliki sifat mampu cor yang baik, tahan korosi, dapat diproses dengan permesinan dan dapat dilas. 1iagram fasa dari .l- i ditunjukkan pada Aambar ).*, diagram ini digunakan sebagai pedoman umum untuk menganalisa perubahan fasa pada proses pengecoran paduan .l- i.

!-

Aambar ).* 1iagram fasa .l- i Eandungan silikon pada diagram fase .L- i ini terdiri dari * macam yaitu $ a. 'ipoeutectic yaitu apabila terdapat kandungan silikon U !!.- D dimana struktur akhir yang terbentuk pada fasa ini adalah struktur ferrite ( alpha ) kaya alumunium, dengan struktur eutektik sebagai tambahan. b. Butectic yaitu apabila kandungan silikon yang terkandung didalamnya sekitar !!.-D sampai !).)D :ada komposisi ini paduan .l- i dapat membeku secara langsung ( dari fasa cair ke padat ).

!0

c. 'ypereutectic yaitu apabila komposisi silikon diatas !).) D sehingga kaya akan silikon dengan fasa eutektik sebagai fasa tambahan. Eeberadaan struktur kristal silikon primer pada daerah ini mengakibatkan karakteristik yaitu$ !. Eetahanan aus paduan meningkat. ). Bkspansi termal yang rendah. *. 7emiliki ketahanan retak panas (hot trearing) yang baik. Fungsi lain dari unsur silikon dapat mereduksi koefisien ekspansi termal dari paduan .luminium. elama pemanasan terjadi, pemuaian 6olume paduan tidak terlalu besar. 'al ini akan menjadi sangat penting saat proses pendinginan dimana akan terjadi penyusutan 6olume paduan .luminium (. 7 (nternational, !""*). 2.) 8aterial ,m3,sit

7aterial komposit merupakan material yang terbentuk dari kombinasi antara dua atau lebih material pembentuknya melalui pencampuran yang tidak homogen, dimana sifat mekanik dari masing-masing material pembentuknya berbeda. 7aterial komposit memiliki sifat mekanik yang lebih bagus dari pada logam, memiliki kekuatan bisa diatur yang tinggi (tailorability), memiliki kekuatan lelah (fatigue) yang baik, memiliki kekuatan jenis (strength45eight) dan kekakuan jenis (modulus Coung4density) yang lebih tinggi daripada logam, tahan korosi, memiliki sifat isolator panas dan suara, serta dapat dijadikan sebagai penghambat listrik yang baik, dan dapat juga digunakan untuk menambal kerusakan akibat pembebanan dan korosi ( irait, )&!&). :enjelasan lain tentang komposit juga diutarakan oleh 8an Lijs5ijk, 7. c, dkk ()&&!), dalam bukunya ,atural Fibre 3omposites, komposit adalah bahan hibrida yang terbuat dari resin polimer diperkuat dengan serat, menggabungkan sifat-sifat mekanik dan fisik. .da tiga faktor yang menentukan sifat-sifat dari material komposit, yaitu$ !. 7aterial pembentuk. ifat-sifat intrinsik material pembentuk memegang peranan yang sangat penting terhadap pengaruh sifat kompositnya ). usunan struktural komponen. 1imana bentuk serta orientasi dan ukuran tiap-tiap komponen penyusun struktur dan distribusinya merupakan faktor penting yang memberi kontribusi dalam penampilan komposit secara keseluruhan.

!"

*. (nteraksi antar komponen. Earena komposit merupakan campuran atau kombinasi komponen-komponen yang berbeda baik dalam hal bahannya maupun bentuknya, maka sifat kombinasi yang diperoleh pasti akan berbeda ( irait, )&!&). ecara umum material komposit tersusun dari dua komponen utama yaitu matrik (bahan pengikat) dan filler (bahan pengisi). Filler adalah bahan pengisi yang digunakan dalam pembuatan komposit, biasanya berupa serat atau serbuk. Aibson (!"0%) mengatakan bah5a matrik dalam struktur komposit bisa berasal dari bahan polimer, logam, maupun keramik. 7atrik secara umum berfungsi untuk mengikat serat menjadi satu struktur komposit. 2.).1 ,m3,sit 8atriks 0,gam Eomposit adalah perpaduan dalam skala makroskopis dari dua atau lebih material yang memiliki fasa berbeda, dipilih berdasarkan kombinasi fisik masingmasing material penyusun untuk menghasilkan material baru dengan sifat yang unik dibandingkan sifat dasar material sebelum dicampur dan terjadi ikatan permukaan antara material penyusun. Eomposit terdiri dari dua penyusun, yaitu matrik dan penguat. 7atriks adalah komponen penyusun dengan fraksi 6olume terbesar. :enguat adalah komponen yang dilingkupi oleh matrik, berfungsi sebagai penahan beban utama. Eomposit matrik logam dapat diklasifikasi dengan beberapa cara. dapat berupa partikel, layer, fiber dan penetrasi material komposit . alah satu klasifikasi adalah berdasarkan jenis dan kontribusi komponen penguat (reinforce) yang

3lassification of the composite materials 5ith metal matriF

)&

3ompossite 5ith metal phase

Dispersion harcened and particle compossites

Layer compossites ( laminates )

Fiber compossites

Infiltration compossites

Aambar ).! Elasifikasi komposit matrik logam Untuk mendapatkan komposit matrik logam yang ringan dan unggul dalam aspek sifat material maka pilihan material matrik dan penguat harus disesuaikan. 7aterial penguat diharapkan memiliki sifat $ V 1ensiti rendah V Eesesuaian sifat mekanis V Eesesuaian sifat kimia V tabilitas termal V 7odulus Coung tinggi V Eekuatan tarik dan tekan tinggi V 7udah diproses V Bkonomis 2.. 8et,+e Pembentukan ,m3,sit 8atriks Aluminium

:aduan aluminium saat ini sangat banyak digunakan dalam berbagai aplikasi maju karena kombinasi dari kekuatan, densitas sendah, mampu mesin, ketersediaan dan biaya yang murah dibanding material lain. Beberapa keunggulan komposit aluminium dibandingkan paduannya adalah V Eekuatan lebih tinggi V Eekakuan meningkat V 1ensiti rendah

)!

V 7enaikan sifat tahan temperatur tinggi V 7emperbaiki koefisien panas ekspansi V 7emperbaiki sifat tahan gesekan dan ketahanan aus V 7emperbaiki sifat tahan getaran. 7etalurgi serbuk untuk pembentukan komposit matriks aluminium adalah metode yang terus dikembangkan dari proses manufaktur yang dapat mencapai bentuk komponen akhir dengan mencampurkan serbuk secara bersamaan dan dikompaksi dalam cetakan, dan selanjutnya disinter di dalam furnace (tungku pemanas). 2...1 8i;ing .da ) macam pencampuran, yaitu$ - Pen)a"puran basah ((et "i8in#) Caitu proses pencampuaran dimana serbuk matrik dan filler dicampur terlebih dahulu dengan pelarut polar. 7etode ini dipakai apabila material (matrik dan filler) yang digunakan mudah mengalami oksidasi. =ujuan pemberian pelarut polar adalah untuk mempermudah proses pencampuaran material yang digunakan dan untuk melapisi permukaan material supaya tidak berhubungan dengan udara luar sehingga mencegah terjadinya oksidasi pada material yang digunakan. - Pen)a"puran kerin# (dr5 "i8in#) Caitu proses pencampuran yang dilakukan tanpa menggunakan pelarut untuk membantu melarutkan dan dilakukan di udara luar. 7etode ini dipakai apabila material yang digunakan tidak mudah mengalami oksidasi. Faktor penentu kehomogenan distribusi partikel, antara lain$ o Eecepatan pencampuran o Lamanya 5aktu pencampuran o Ukuran partikel o >enis material o =emperatur o 7edia pencampuran emakin besar kecepatan pencampuran, semakin lama 5aktu pencampuran, dan semakin kecil ukuran partikel yang dicampur, maka distribusi partikel semakin homogen.

))

- 1eho"o#enan campuran sangat berpengaruh pada proses penekanan (kompaksi), karena gaya tekan yang diberikan pada saat kompaksi akan terdistribusi secara merata sehingga kualitas ikatan antar partikel semakin baik. 2...2 ,m3aksi

Eompaksi merupakan proses pemadatan serbuk menjadi sampel dengan bentuk tertentu sesuai dengan cetakannya. .da ) macam metode kompaksi, yaitu$ o 3old compressing, yaitu penekanan dengan temperatur kamar. 7etode ini dipakai apabila bahan yang digunakan mudah teroksidasi, seperti .l. o 'ot compressing, yaitu penekanan dengan temperatur di atas temperatur kamar. 7etode ini dipakai apabila material yang digunakan tidak mudah teroksidasi. :ada proses kompaksi, gaya gesek yang terjadi antar partikel yang digunakan dan antar partikel komposit dengan dinding cetakan akan mengakibatkan kerapatan pada daerah tepi dan bagian tengah tidak merata. :ada proses kompaksi ada * kemungkinan model ikatan yang disebabkan oleh gaya 6ander5als$ o :ola ikatan bola-bola =erjadi bila besarnya gaya tekan yang diberikan lebih kecil dari yield strength (ys) matrik dan filler sehingga serbuk tidak mengalami perubahan bentuk secara permanen atau mengalami deformasi elasti baik pada matrik maupun filler sehingga serbuk tetap berbentuk bola. o :ola ikatan bola-bidang =erjadi bila besarnya gaya tekan yang diberikan diantara yield strength (ys) dari matrik dan filler. :enekanan ini menyebabkan salah satu material (matrik) terdeformasi plastis dan yang lain (filler) terdeformasi elastis, sehingga berakibat partikel seolah-olah berbentuk bola-bidang. o :ola ikatan bidang-bidang =erjadi bila besarnya gaya tekan yang diberikan lebih besar pada dari yield strength (ys) matrik dan filler. :enekanan ini menyebabkan kedua material (matrik dan filler) terdeformasi plastis, sehingga berakibat partikel seolah-olah berbentuk bidang-bidang. 2...3 Sintering

)*

:emanasan pada temperatur di ba5ah titik leleh material komposit disebut dengan sintering. 1iantara langkah-langkah untuk meningkatkan ikatan antar partikel setelah kompaksi adalah dengan disintering. :arameter sintering$ o =emperatur (=) o Qaktu o Eecepatan pendinginan o Eecepatan pemanasan o .tmosfer sintering o >enis material W Berdasarkan pola ikatan yang terjadi pada proses kompaksi, ada ) fenomena yang mungkin terjadi pada saat sintering, yaitu$ o :enyusutan (shrinkage) .pabila pada saat kompaksi terbentuk pola ikatan bola-bidang maka pada proses sintering akan terbentuk shrinkage, yang terjadi karena saat proses sintering berlangsung gas (lubricant) yang berada pada porositas mengalami degassing (peristi5a keluarnya gas pada saat sintering). 1an apabila temperatur sinter terus dinaikkan akan terjadi difusi permukaan antar partikel matrik dan filler yang akhirnya akan terbentuk liPuid bridge 4 necking (mempunyai fasa campuran antara matrik dan filler). LiPuid bridge ini akan menutupi porositas sehingga terjadi eleminasi porositas 4 berkurangnya jumlah dan ukuran porositas. :enyusutan dominan bila pemadatan belum mencapai kejenuhan. o Letak (cracking) .pabila pada kompaksi terbentuk pola ikatan antar partikel berupa bidangbidang, sehingga menyebabkan adanya trapping gas (gas4lubricant terjebak di dalam material), maka pada saat sintering gas yang terjebak belum sempat keluar tapi liPuid bridge telah terjadi, sehingga jalur porositasnya telah tertutup rapat. Aas yang terjebak ini akan mendesak ke segala arah sehingga terjadi bloating (mengembang), sehingga tekanan di porositas lebih tinggi dibanding tekanan di luar. Bila kualitas ikatan permukaan partikel pada bahan komposit tersebut rendah, maka tidak akan mampu menahan tekanan yang lebih besar sehingga menyebabkan retakan (cracking)

)%

Eeretakan juga dapat diakibatkan dari proses pemadatan yang kurang sempurna, adanya shock termal pada saat pemanasan karena pemuaian dari matrik dan filler yang berbeda. W =ingkatan intering :roses sintering meliputi * tahap mekanisme pemnasan$ o :resintering :resintering merupakan proses pemanasan yang bertujuan untuk$ !) 7engurangi residual stress akibat proses kompaksi (green density) )) :engeluaran gas dari atmosfer atau pelumas padat yang terjebak dalam porositas bahan komposit (degassing) *) 7enghindari perubahan temperatur yang terlalu cepat pada saat proses sintering (shock thermal) =emperatur presintering biasanya dilakukan pada !4* =m (titik leleh). o 1ifusi permukaan :ada proses pemanasan untuk terjadinya transportasi massa pada permukaan antar partikel serbuk yang saling berinteraksi, dilakukan pada temperatur sintering ()4* =m). .tom-atom pada permukan partikel serbuk saling berdifusi antar permukaan sehingga meningkatkan gaya kohesifitas antar partikel. o Bliminasi porositas =ujuan akhir dari proses sintering pada bahan komposit berbasis metalurgi serbuk adalah bahan yang mempunyai kompaktibilitas leher (liPuid bridge) antar tinggi. 'al tersebut terjadi akibat adanya difusi antar permukaan partikel serbuk, sehingga menyebabkan terjadinya partikel dan proses akhir dari pemanasan sintering menyebabkan eliminasi porositas (terbentuknya sinter density). W 7ekanisme =ransportasi massa 7ekanisme transport merupakan jalan dimana terjadi aliran masa sebagai akibat dari adanya gaya pendorong. .da ) mekanisme transport, yaitu$ o =ransport permukaan W =erjadi pertumbuhan tanpa merubah jarak antar partikel

)#

W =ransport permukaan yang terjadi selama proses sintering adalah hasil dari transport massa dan hanya terjadi pada permukaan partikel, tidak terjadi perubahan dimensi dan mempunyai kerapatan yang konstan. o =ransport bulk W 1alam proses sintering akan menghasilkan perubahan dimensi. .tom-atom berasal dari dalam partikel akan berpindah menuju daerah leher (liPuid bridge) W =ermasuk difusi 6olume, difusi batas butir, aliran palstis dan aliran 6iskos. Eedua mekanisme tersebut akan menyebabkan terjadinya pengurangan daerah permukaan untuk pertumbuhan leher, perbedaanya hanya terletak pada kerapatan (penyusutan selama sintering). Faktor-faktor yang mempengaruhi mekanisme transport$ o 7aterial yang digunakan o Ukuran partikel o =emperatur sintering - Lapisan 2ksida o =erbentuknya lapisan oksida dapat menurunkan kualitas ikatan antar permukaan o Lapisan oksida akan menghalangi terjadinya kontak yang sempurna antara matrik dan filler o 1engan adanya lapisan oksida, maka gaya interaksi adhesi-kohesi tidak bisa berjalan dengan baik. Earena terjadinya interaksi adhesi-kohesi salah satunya disebabkan oleh adanya gaya elektrostatis yaitu gaya tarik-menarik antara partikel-partikel yang bermuatan dalam suatu bahan, maka dengan adanya lapisan oksida tersebut maka permukaannya menjadi netral, ini mengakibatkan ikatan antar permukaan menjadi kurang kuat o Lapisan oksida juga menyebabkan ikatan antara matrik dan filler menjadi lebih sulit karena temperatur yang diperlukan untuk mereduksi oksida tersebut membutuhkan temperatur yang lebih tinggi. 2.$ arakterisasi AMC ( Alumunium Matrix Composit ) aluminium yang diperkuat limbah geothermal selanjutnya

:roduk komposit

dikarakterisasi. Earakterisasi terhadap komposit yang dihasilkan adalah $

)/

2.$.1 <ji Densitas :engujian densitas dilakukan berdasarkan hukum .rchimedes. :eralatan yang digunakan adalah timbangan merk atorius dengan ketelitian &.&&! gram dan fluida air. kema alat uji densitas ditunjukkan pada Aambar *

Aambar * Uji 1ensitas 2.$.2 <ji ekerasan

Uji kekerasan dilakukan dengan metode Brinell, pengujian kekerasan dilakukan dengan beban pengujian !)),# kg. 1iameter hasil injakan diukur dengan mikroskop optik dengan perbesaran !&& F. 2.$.3 <ji Ben+ing :engujian bending dilakukan dengan metode empat titik dengan panjang spesimen %& mm, didasarkan standarisasi . =7 3!!/!. Aambar ilustrasi pengujian bending empat titik ditunjukkan pada Aambar %. Aambar spesimen untuk uji bending ditunjukkan pada Aambar #.

)-

Aambar % kema Uji Bending dengan % titik ( four point bending )

Aambar # pesimen uji bending 2.$./ <ji Struktur 8ikr, :engamatan struktur mikro terhadap bahan komposit yang dihasilkan dilakukan dengan mikroskop metalurgi dan B7 yang difitting dengan B1 . :engamatan struktur mikro bertujuan untuk mengamati sebaran distribusi serbuk geothermal pada komposit dan meneliti mekanisme penguatan yang mungkin terjadi.