Anda di halaman 1dari 18

Pengertian cairan dan larutan Cairan adalah bahan yang langsung mengalir secara alamiah,bukan padat atau gas

[Kimia Kedokteran Edisi 2] Cairan adalah salah satu dari empat fase benda yang volumenya tetap dalam kondisi suhu dan tekanan tetap dan bentuknya ditentukan oleh wadah penampungnya [Wikipedia] Larutan adalah campuran homogen dari dua atau lebih macam zat yang terdiri dari solute (zat terlarut) dan solvent (pelarut) [Kimia Kedokteran Edisi 2] Larutan adalah campuran homogen (komposisinya sama), serba sama (ukuran partikelnya), tidak ada bidang batas antara zat pelarut dengan zat terlarut (tidak dapat dibedakan secara langsung antara zat pelarut dengan zat terlarut), partikelpartikel penyusunnya berukuran sama (baik ion, atom, maupun molekul) dari dua zat atau lebih [Kimia Larutan]

Jenis cairan dan larutan Jenis-Jenis larutan Berdasarkan Fasanya Solvent (Pelarut) Zat cair Zat cair Air Aseton Contoh Solute (Terlarut) Zat cair Gas Alkohol Asetilen Contoh Contoh campuran Spiritus Zat untuk las Larutan garam Spray

Zat cair

Air

Zat padat

Garam

Gas

Udara

Zat cair

Minyak Wangi He

Gas

O2

Gas

Gas untuk mengelas Kamfer Amalgam gigi Gas oven

Gas Zat padat

O2 Cd

Zat padat Zat cair

Naftalen Hg

Zat padat

Pd

Gas

H2

Zat padat

Au

Zat padat

Ag

Berdasarkan Kejenuhan a) Larutan tak jenuh yaitu larutan yang mengandung solute (zat terlarut) kurang dari yang diperlukan untuk membuat larutan jenuh. Atau dengan kata lain, larutan yang partikel- partikelnya tidak tepat habis bereaksi dengan pereaksi (masih bisa melarutkan zat). Larutan tak jenuh terjadi apabila bila hasil kali konsentrasi ion < Ksp berarti larutan belum jenuh ( masih dapat larut). b) Larutan jenuh yaitu suatu larutan yang mengandung sejumlah solute yang larut dan mengadakan kesetimbangn dengan solut padatnya. Atau dengan kata lain, larutan yang partikel- partikelnya tepat habis bereaksi dengan pereaksi (zat dengan konsentrasi maksimal). Larutan jenuh terjadi apabila bila hasil konsentrasi ion = Ksp berarti larutan tepat jenuh. c) Larutan sangat jenuh (kelewat jenuh) yaitu suatu larutan yang mengandung lebih banyak solute daripada yang diperlukan untuk larutan jenuh. Atau dengan kata lain, larutan yang tidak dapat lagi melarutkan zat terlarut sehingga terjadi endapan. Larutan sangat jenuh terjadi apabila bila hasil kali konsentrasi ion > Ksp berarti larutan lewat jenuh (mengendap).

Berdasarkan Daya Hantar Listriknya Kekuatannya tergantung pada nilai koefisien ionisasinya () a)Elektrolit Dapat menghantarkan arus listrik - Kuat =1 - lemah 0 < < 1 b)Non Elektrolit Tidak dapat menghantarkan arus listrik = 0

Berdasarkan banyak sedikitnya zat terlarut a)Larutan pekat yaitu larutan yang mengandung relatif lebih banyak solute dibanding solvent. b) Larutan encer yaitu larutan yang relatif lebih sedikit solute dibanding solvent.

Jenis-Jenis Cairan a) Cairan intraselular (CIS) : kurang lebih dua per tiga cairan tubuh

b) Cairan ekstraselular (CES) : sepertiga dari cairan tubuh Terdiri dari : - Cairan interstitial adalah cairan disekitar tubuh sel dan limfe adalah cairan dalam pembuluh limfatik.Gabungan kedua cairan ini mencapai tiga per empat CES - Plasma darah adalah bagian cair dari darah dan mencapai seperempat CES - Cairan transeluler,sekitar 1% samapi 3% berat badan,meliputi seluruh cairan tubuh yang dipisahkan dari CES oleh lapisan sel epitel. Cairan ini meliputi keringat,cairan serebrospinal,cairan sinovial,cairan dalam peritoneum,perikardium,dan rongga pleura,cairan dalam ruang-ruang mata dan cairan dalam system pencernaan,pernafasan,dan urinaria

Faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan a) Suhu Untuk Campuran padat-cair pada umumnya : T > Kelarutan > b) Sifat solute dan solventnya Berlaku aturan like dissolve like Yakni suatu solute akan mudah larut dalam solvent yang punya sifat yang sama dengan solute,di mana solute polar mudah larut dalam solvent polar dan solute non polar mudah larut dalam solvent non polar. Contoh : garam dapur (polar) larut dalam air (polar) c) Tekanan Sangat berpengaruh pada gas di atur oleh Hukum Henry di mana gas-gas yang larut secara fisika C = Kp Contoh : Minuman Soda Untuk padat / cair tekanan tidak berubah (konstan) d) Pengaruh ion sejenis Adanya ion sejenis dalam larutan akan mengurangi kelarutan

Perbedaan cairan dan larutan

Cairan terdiri dari 1 zat,sedangkan larutan terdiri dari 2 zat atau lebih yang terdiri dari solute dan solvent

Cairan Elektrolit 1.1 PengertianCairan dan elektrolit sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuhtetap sehat. Keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh adalahmerupakan salah satu bagian dari fisiologi homeostatis. Keseimbangan cairandan elektrolit melibatkan komposisi dan perpindahan berbagai cairan tubuh.Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air ( pelarut) dan zat tertentu (zatterlarut). Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel-partikel bermuatan listrik yang disebut ion jika berada dalam larutan. Cairan danelektrolit masuk ke dalam tubuh melalui makanan, minuman, dan cairanintravena (IV) dan didistribusi ke seluruh bagian tubuh. Keseimbangan cairandan elektrolit berarti adanya distribusi yang normal dari air tubuh total danelektrolit ke dalam seluruh bagian tubuh. Keseimbangan cairan dan elektrolitsaling bergantung satu dengan yang lainnya; jika salah satu terganggu maka akan berpengaruh pada yang lainnya.Cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar yaitu : cairan intraseluler dancairan ekstraseluler. Cairan intraseluler adalah cairan yang berda di dalam sel diseluruh tubuh, sedangkan cairan akstraseluler adalah cairan yang berada di luarsel dan terdiri dari tiga kelompok yaitu : cairan intravaskuler (plasma), cairaninterstitial dan cairan transeluler. Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan didalam sistem vaskuler, cairan intersitial adalah cairan yang terletak diantara sel,sedangkan cairan traseluler adalah cairan sekresi khusus seperti cairanserebrospinal, cairan intraokuler, dan sekresi saluran cerna.

1.2 Proportion Of Body FluidProsentase dari total cairan tubuh bervariasi sesuai dengan individu dantergantung beberapa hal antara lain :a.Umur b.Kondisi lemak tubuhc.SexPerhatikan Uraian berikut ini :No. Umur Prosentase1. Bayi (baru lahir) 75 %2. Dewasa :a.Pria (20-40 tahun) 60 % b.Wanita (20-40 tahun) 50 %3. Usia Lanjut 45-50 %Pada orang dewasa kira-kira 40 % baerat badannya atau 2/3 dari TBW-nya berada di dalam sel (cairan intraseluler/ICF), sisanya atau 1/3 dari TBW atau 20% dari berat badannya berada di luar sel (ekstraseluler) yaig terbagi dalam 15 %cairan interstitial, 5 % cairan intavaskuler dan 1-2 % transeluler.1.3 Elektrolit Utama Tubuh ManusiaZat terlarut yang ada dalam cairan tubuh terdiri dari elektrolit dan nonelektrolit.Non elektrolit adalah zat terlarut yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik, seperti : protein, urea, glukosa, oksigen, karbon dioksida danasam-asam organik. Sedangkan elektrolit tubuh mencakup natrium (Na+),kalium (K+), Kalsium (Ca++), magnesium (Mg++), Klorida (Cl-), bikarbonat(HCO3-), fosfat (HPO42-), sulfat (SO42-).Konsenterasi elektrolit dalam cairan tubuh bervariasi pada satu bagian dengan bagian yang lainnya, tetapi meskipun konsenterasi ion pada tiap-tiap bagian berbeda, hukum netralitas listrik menyatakan bahwa jumlah muatanmuatannegatif harus sama dengan jumlah muatan-muatan positif.

Natrium,Kalium, Klorida Natrium merupakan kation utama yang terdapat di cairan ekstraseluler (CES). Kadar normal natrium pada tubuh diregulasikan oleh system ginjal dan dipengaruhi oleh hormone aldosterone. Natrium merupakan solute utama pada plasma, sehingga tinggi/rendahnya kadar natrium yang menentukan tinggi/rendahnya osmolaritas plasma. Kadar osmolaritas ini yang akan menentukan keseimbangan elektrolit pada tubuh kita. Natrium penting dalam aktifitas saraf-saraf otot dan pompa ion Natrium-Kalim ATP-ase. Dan natrium juga penting dalam mengatur keseimbangan asam basa tubuh. Konsentrasi normal natrium pada serum plasma yaitu 135-145 mEq/L. untuk perharinya tubuh manusia membutuhkan pemasuka natrium sebesar 2-4 gram. Kadar normal natrium pada urin yaitu 40-220 mEq/L per harinya. Natrium lebih banyak diekskresikan melalui system ginjal dan sedikt dikeluarkan melalui keringat dan feses. Gangguan Keseimbangan Natrium 1) Hiponatremia Hiponatremia akan terjadi apabila konsentrasi natrium pada plasma kurang dari 135 mEq/L. berkurangnya konsentrasi natrium tersebut bisa disebabkan kehilangan natrium atau penambahan air pada CES. Kehilangan natrium tersebut biasanya terjadi pada dehidrasi hipo-osmotik dan berhubungan dengan penurunan volume CES. Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan hiponatremia, berhubungan dengan pengeluaran natrium klorida, antara laindiare dan muntah. Penggunaan diuretic yang berlebihan juga dapat menyebabkan hiponatremia karena menghambat kemampuan ginjal untuk mempertahankan natrium. Hiponatremia juga bisa terjadi akibat retensi air yang berlebihan sehingga menyebabkan overhidrasi hipoosmotik. Biasanya keadaan ini disebabkan karena sekresi hormone ADH yang berlebihan dan akhirnya akan mereabsorbsi air dalam jumlah yang banyak. 2) Hipernatremia Hypernatremia akan terjadi apabila kadar natrium pada CES melebihi 146 mEq/L. berlebihnya konsentrasi natrium pada CES dapat disebabkan karena berkurangnya air pada CES atau kelebihan natrium pada CES. Jika yang terjadi adalah kehilangan air pada CES, maka akan terjadi dehidrasi hiperosmotik. Keadaan ini dapat terjadi pada pasien diabetes insipidus dan pada orang yang melakukan olahraga berat berkepanjangan. Pada pasien diabetes insipidus, pasien tidak dapat mengekskresi hormone ADH sehingga reabsorbsi air jadi berkurang dan akan mengeluarkan urin encer karena banyaknya air yang dikeluarkan. Sedangkan pada

oramg yang berolahraga berat, banyak air yang keluar namun tidak disertai dengan asupan pemasukan air sehingga akan meningkatkan osmolalitas CES. Hypernatremia dapat juga terjadi akibat penambahan natrium klorida yang berlebihan pada CES. Hal ini terjadi pada overhidrasi hiperosmotik, karena kelebihan natrium klorida ekstrasel biasanya juga berhubungan dengan beberapa derajat retensi air oleh ginjal. Ketika menganalisis kelainan konsentrasi natrium dalam plasma dan penentuan terapi yang akan dilaksanakan, maka perlu diperhatikan apakah kelainan ini disebabkan oleh kehilangan atau penambahan natrium atau kehilangan atau penambahan air primer. Sehingga terapi yang akan dilaksanakan dapat mengoreksi ketidakseimbangan cairan yang terjadi. Kalium Kalium merupakan kation primer pada cairan intrasel. Kalium berfungsi dalam sintetis protein, kontraksi otot, konduksi saraf, pengeluaram hormone, transport cairan, dan perkembangan janin. Kadar normal kalium pada plasma yaitu 3.5-5 mEq/L. ekskresi kalium melalui ginjal sekitar 80-90% dan 10-20 % diekskresikan melalui feses. Pada keadaan normal, tubuh membutuhkan pemasukan kalium 40-60 mEq [er hari. Dan kadar normal kalium pada urin sebesar 20-120 mEq per hari. Untuk menjaga kestabilan kalium diperlukan keseimbangan elektrokimia yaitu keseimbangan antara kemampuan muatan negative dalam sel untuk mengikat kalium dan kemampuan kekuatan kimiawi yang akan mendorong kalium keluar dari sel. Gangguan Keseimbangan Kalium 1) Hipokalemia Seseorang akan mengalami hypokalemia apabila kadar kalium dalam plasma kurang dari 3.5 mEq/L. penyebab hypokalemia dapat dibagi sebagai berikut: 1) asupan kalium yang kurang. 2) pengeluaran kalium yang berlebihan melalui saluran cerna atau ginjal atau keringat. 3) kalium masuk ke dalam sel. Pengeluaran kalium yang berlebihan pada keadaan muntah atau pemakaian selang nasogastric, pengeluaran bukan melalui saluran cerna bagiannya atasnya melainkan banyak keluar melalui ginjal. Hal itu karena muntah/selang nasogastric menyebabkan alkalosis sehingga banyak bikarbonat yang difiltrasi glomerulus yang akan mengikat kalium di tubulus distal.

Kalium dapat masuk ke dalam sel dapat terjadi pada alkalosis ekstrasel., pemberian insulin, peningkatan aktivitas beta adregenik (pemakaian 2-agonis), paralisis periodic hipokalemik, dan hipotermia 2) Hiperkalemia Seseorang dikatakan mengalami hyperkalemia apabila kadar kalium plasma lebih dari 5 mEq/L. penyebab hyperkalemia dapat disebabkan oleh keluarnya kalium dari intrasel ke ekstrasel dan berkurangnya ekskresi kalium melalui ginjal. Keluarnya kalium dari sel dapat terjadi pada keadaan asidosis metabolic. Dan berkurangnya ekskresi kalium melalui ginjal terjadi pada keadaan hipoaldosteronisme, gagal ginjal, deplesi volume sirkulasi efektif. Klorida 1. Sumber : garam dapur 2. Kadar normal : 96 - 106 mEq / L 3. Fungsi Anion utama cairan ekstraseluler, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, mengatur tekanan osmotik, peranan khusus dalam darah karena fungsinya pada pergeseran klorida, membentuk asam hidroklorida dalam getah lambung. 4. Kelebihan : hiperkloremik 5. Kekurangan : hipokloremik 6. Eksresi Tergantung oleh natrium, jika tubuh banyak kehilangan natrium, tubuh pun akan kehilangan klor. Tetapi, klor juga dapat lebih banyak hilang pada saat kehilangan cairan lambung oleh muntah-muntah atau pada obstruksi pilorus atau duodenum Gangguan pada hipokloremia dan hiperkloremia mengikuti gangguan pada keseimbangan natrium karena natrium dan klorida merupakan kation dan anion primer pada cairan ekstrasel.

DEHIDRASI A. Definisi Dehidrasi adalah suatu gangguan dalam keseimbangan air yang disertai output yang melebihi intake sehingga jumlah air pada tubuh berkurang.Meskipun yang hilang terutama cairan tubuh ,tetapi dehidrasi juga disertai gangguan elektrolit. B. Fisiologi

Cairan tubuh total dan distribusinya Komponen tunggal terbesar dlam tubuh adalah air.Air adalah pelarut bagi semua zat terlarut dalm tubuh baik dalm suspensi maupun larutan.Air tubuh total (total water body/TBW) (yaitu persentase dari berat tubuh total yang tersusun atas air) jumlahnya bervariasi sesuai dengan jenis kelamin,umur,dan kandungan lemak dalam tubuh.Air membentuk sekitar 60% berat badan seorang pria dan sekitar 50% berat badan wanita.Pada orang tua TBW menyusun sekitar 45% sampai 50% berat badan (Narins,1994).Lemak pada dasranya bebas air,sehingga lemak yang makin sedikit akan mengakibatkan tingginya persentase air dari berat badan orang itu.Sebaliknya jaringan otot memiliki kandungan air yang tinggi.Oleh karena itu dibandingkan dengan orang kurus,orang gemuk mempunyai TBW yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan berat badannya.Wanita umumnya secara proporsional mempunyai lebih banyak lemak dan lebih sedikit otot jika dibandingkan dengan pria,sehingga jumlah TBW juga lebih sedikit dibandingkan dengan berat badannya. Konsentrasi elektrolit dalam cairan tubuh bervariasi dari satu bagian dengan bagian lainnya,dan dalma keadaan sehat mereka harus berada pada bagian yang tepat dan dalam jumlah yang tepat.Kation utama pada cairan ekstraseluler dalah Na+ ,dan anion utamanya adalah Cl- dan HCO3-

C. Patogenesis Dehidrasi Dehidrasi dapat terjadi karena : 1. Kemiskinan air (water depletion) 2. Kemiskinan Natrium (sodium depletion) 3. Water and sodium depletion terjadi bersama-sama Water depletion atau dehidrasi primer terjadi karena masuknya air sangat terbatas,akibat : Penyakit yang menghalangi masuknya air Penyakit mental yang disertai menolak air atau ketakutan engan air (hydrophobia) Penyakit sedemikian rupa,sehingga si penderita sangat lemah dan tidak dapat minum air lagi Koma yang terus-menerus Dehidrasi primer juga dapat terjadi pada orang yang mengeluarkan peluh yang banyak,tanpa mendapatkan penggantian air,seperti pada musafir di padang pasir,atau pada orang yang berhari-hari terapung-apung ditengah laut tanpa mendapat minum.Pada stadium permulaan

water depletion,ion natrium dan chlor ikut menghilang dengan cairan tubuh,tetapi kemudian terjadi reabsorsi ion melalui tubulus ginjal yang berlebihan,sehingga cairan ekstraseluler mengandung natrium dan chlor berlebihan dan terjadi hipertoni. Hal ini menyebabkan air akan keluar dari sel sehingga terjadi dehidrasi intraseluler dan inilah yang menimbulkan rasa haus.Selain itu terjadi perangsangan pada hipofisis yang kemudian melepaskan hormon antidiuretik sehingga terjadi oligouria Dehidrasi sekunder atau sodium depletion terjadi karena tubuh kehilangan cairan tubuh yang mengandung elektrolit.Istilah sodium depletion lebih sesuai daripada salt depletion untuk memberi tekanan terhadap perlunya natrium.Kekurangan intake garam biasanya tidak menimbulkan sodium depletion oleh karena ginjal,bila perlu,dapt mengatur dan menyimpan natrium. Sodium depletion sering terjadi akibat keluarnya cairan melalui saluran pencernaan pada keadaan muntah-muntah dan diare yang keras.

Penyebab timbulya dehidrasi bermacam-macam, selain penyebab timbulnya dehidrasi dapat dibedakan menjadi 2 hal yaitu : a. Eksternal (dari luar tubuh ) Penyebab dehidrasi yang berasal luar tubuh yaitu : 1. Akibat dari berkurangya cairan akibat panas yaitu kekurangan zat natrium;kekurangan air;kekurangan natrium dan air. 2. Latihan yang berlebihan yang tidak dibarengi dengan asupan minuman juga bias. 3. Sinar panas matahari yang panas. 4. Diet keras dan drastis. 5. Adanya pemanas dalam ruangan. 6. Cuaca/musim yang tidak menguntungkan (terlalu dingin). 7. Ruangan ber AC , walaupun dingin tetapi kering. 8. Obat-obatan yang digunakan terlalu lama. b. Internal (dari dalam tubuh) Sedangkan penyebab terjadinya dehidrasi yang berasal dari dalam tubuh disebabkan terjadinya penurunan kemampuan homeostatik. Secara khusus, terjadi penurunan respons rasa haus terhadap kondisi hipovolemik dan hiperosmolaritas. Disamping itu juga terjadi penurunan laju

filtrasi glomerulus, kemampuan fungsi konsentrasi ginjal, renin, aldosteron, dan penurunan respons ginjal terhadap vasopresin. Selain itu fungsi penyaringan ginjal melemah, kemampuan untuk menahan kencing menurun, demam, infeksi, diare, kurang minum, sakit, dan stamina fisik menurun. Kehilangan cairan tubuh dapat bersifat : a. Normal Hal tersebut terjadi akibat pemaakaian energi tubuh. Kehilangan cairan sebesar 1 ml terjadi pada pemakaian kalori sebesar 1 kal. Misalnya : - Keringat : Tubuh bias kehilangan sejumlah besar air ketika mencoba untuk mendinginkan diri dengan keringat.Apakah tubuh panas karena lingkungan (misalnya :bekerja dalm lingkungan yang hangat),intens berolahraga dalam lingkungan yang panas,atau karena demam yang disebabkan oleh infeksi.Tubuh menggunakan sejumlah besar air dalam bentuk keringat untuk mendinginkan diri,tergantung pada kondisi cuaca.Jalan cepat dapat mengahsilkan sampai 16 ons keringat (sat upon air) untuk memungkinkan mendinginkan tubuh,dan air yang perlu diganti.

b. Abnormal Terjadi karena berbagai penyakit atau keadaan lingkungan seperti suhu lingkungan yang terlalu tinggi atau rendah. Pengeluaran cairan yang banyak dari dalam tubuh tanpa diimbangi pemasukkan cairan yang memadai dapat berakibat dehidrasi. Dehidrasi adalah keadaan dimana tubuh kehilangan cairan elektrolit yang sangat dibutuhkan organ-organ tubuh untuk bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Saat dehidrasi, tubuh dengan terpaksa menyedot cairan baik dari darah maupun organ-organ tubuh lainnya. Dehidrasi adalah berkurangnya cairan tubuh total. Proses terjadinya kulit wajah dehidrasi yaitu sekelompok kelenjar lemak/minyak produksinya berkurang akibatnya setiap keringat yang keluar langsung teruapkan, sehingga cairan dalam tubuh berkurang.

Misalnya : 1. Muntah : Muntah juga bisa menjadi penyebab hilangnya cairan dan sulit bagi seseorang untuk mengganti air dengan minum itu jika mereka tidak dapat mentelerir cairan

2. Diabetes : Pada orang dengan diabetes gula darah menyebabkan kadar gula tumpah ke dalam air seni dan air kemudian berikut yang dapat menyebabkan dehidrasi yang signifikan.Untuk alas an ini,sering kencing dan haus yang berlebihan adalah gejala awal diabetes. 3. Burns : Korban luka bakar mengalami dehidrasi karena kulit yang rusak tidak dapat mencegah cairan dan merembes keluar dari tubuh.Penyakit peradangan lain dari kulit juga terkait dengan kehilangan cairan. 4. Ketidakmampuan untuk minum cairan : Keridamampuan untuk minum memadai adalah penyebab potensial lainnya degidrasi.Apakah itu adalah kurangnya ketersediaan air atau kurangnya kekuatan untuk minum jumlah yang cukup,ditambah dengan kehilangan air rutin. 5. Diare : Keluarnya sekresi saluran cerna bagian bawah banyak mengandung natrium,kalium.Dan pada diare konsistensi feces encer atau bahkan sangat encer,Hal ini berarti volume air lebih banyak.

D. Tanda-Tanda Dehidrasi Gejala klasik dehidrasi seperti rasa haus, lidah kering, penurunan turgordan mata cekung sering tidak jelas. Gejala klinis paling spesifik yang dapat dievaluasi adalah penurunan berat badan akut lebih dari 3%. Tanda klinnis obyektif lainya yang dapat membantu mengindentifikasi kondisi dehidrasi adalah hipotensi ortostatik. Berdasarkan studi di Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, bila ditemukan aksila lembab/basah, suhu tubuh meningkat dari suhu basal, diuresis berkurang, berat jenis (bj) urin lebih dari atau sama dengan 1,019 (tanpa adanya glukosuria dan proteinuria), serta rasio blood urea nitrogen/kreatinin lebih dari atau sama dengan 16,9 (tanpaadanya perdarahan aktif saluran cerna) maka kemungkinan terdapat dehidrasi pada usia lanjut adalah 81%. Kriteria ini dapat dipakai dengan syarat: tidak menggunakan obat obat sitostatik, tidak ada perdarahan saluran cerna, dan tidak ada kondisi overload (gagal jantung kongensif, sirosis hepatis dengan hipertensi portal, penyakit ginjal kronik stadium terminal, sindrom nefrotik). 1. Defisit cairan (litar) = cairan badan total (CBT) yang diinginkan CBT saat ini 2. CBT yang diinginkan = kadar na serum X CBT saat ini 140 3. CBT saat ini (pria) = 50% X berat badan (kg) 4. CBT saat ini (perempuan) = 45% berat badan (kg).

Berikut ini adalah berbagai gejala dehidrasi sesuai tingkatannya : - Dehidrasi ringan a. Muka memerah b. Rasa sangat haus c. Kulit kering dan pecah-pecah d. Volume urine berkurang dengan warna lebih gelap dari biasanya e. Pusing dan lemah, lemas, dan mulai terasa pening dan mual f. Kram otot terutama pada kaki dan tangan g. Kelenjar air mata berkurang kelembabannya h. Sering mengantuk i. Mulut dan lidah kering dan air liur berkurang j. Tiba tiba jantung berdetak lebih kencang k. Suhu badan meningkat - Dehidrasi sedang a. Tekanan darah menurun b. Pingsan c. Kontraksi kuat pada otot lengan, kaki, perut, dan punggung d. Kejang e. Perut kembung f. Gagal jantung g. Ubun-ubun cekung h. Denyut nadi cepat dan lemah Tanda dehidrasi pada bayi / anak : 1. Mulut dan lidah kering 2. Tidak keluar air mata saat menangis 3. Popok tidak basah selama lebih dari 3 jam 4. Perut, mata, dan pipi cekung 5. Demam 6. Lesu atau rewel 7. Kulit tidak segera kembali ke posisi semula jika dicubit kemudian dilepaskan.

D. Jenis Dehidrasi Dehidrasi dapat dikategorikan berdasarkan tosinitas/ kadar cairan yang hilang yaitu : 1. Dehidrasi hipertonik yaitu berkurangnya cairan berupa hilangnya air lebih banyak dari natrium (dehidrasi hipertonik). Dehidrasi hipertonik ditandai dengan tingginya kadar natrium serum (lebih dari 145 mmol/liter) dan peningkatan osmolalitas efektif serum (lebih dari 285 mosmol/liter). 2. Dehidrasi isotonik atau hilangnya air dan natrium dalam jumlah yang sama. Dehidrasi isotonik ditandai dengan normalnya kadar natrium serum (135-145 mmol/liter) dan osmolalitas efektif serum (270-285 mosmol/liter). 3. Dehidrasi hipotonik hilangnya natrium yang lebih banyak dari pada air. Dehidrasi hipotonik ditandai dengan rendahnya kadar natrium serum (kurang dari 135 mmol/liter) dan osmolalitas efektif serum (kurang dari 270 mosmol/liter.

Sedangkan penggolongan dehidrasi berdasarkan banyaknya cairan yang hilang yaitu : - Dehidrasi ringan ( < 5 %) kehilangan cairan dan elektrolit Dehidrasi ringan (jika penurunan cairan tubuh 5 persen dari berat badan), - Dehidrasi sedang ( 5- 8 %) kehilangan cairan dan elektrolit dehidrasi sedang (jika penurunan cairan tubuh antara 5-10 persen dari berat badan) - Dehidrasi berat ( > 8 %) kehilangan cairan dan elektrolit dehidrasi berat (jika penurunan cairan tubuh lebih dari 10 persen dari berat badan).

E. Hasil Laboratorium 1. Peningkatan hematokrit 2. Peningkatan kadar protein serum 3. Na+ Serum normal (biasanya) 4. Rasio BUN/Kreatinin serum >20:1 (normal=10:1) 5. Berat jenis urine tinggi 6. Osmolalitas urine >450 meq/L 7. Na+ urine <10 meq/L (penyebab dari ekstrarenal) 8. Na+ urine >20 meq/L (penyebab dari renal atau adrenal)

Penatalaksanaan Dehidrasi Dehidrasi ringan, diberikan cairan per oral, berupa oralit, larutan gula-garam, air tajin, kuah sayur atau cairan rumah tangga lainnya. Banyaknya cairan yang di anjurkan adalah 50ml/kg BB, yang dapat di berikan dalam 4-6jam. Dehidrasi sedang, di berikan cairan oralit per oral sebanyak 100ml/kg BB selama 4-6jam. Adapun cairan-cairan yang dapat digunakan untuk mengobati dehidrasi adalah: 1. Cairan rehidrasi oral dengan komposisi: NaCl (0,9% larutan saline 390ml Glukosa (5% dalam air) 400ml kCl (2mEq/ml) 10ml NaOHCO3 (1mEq/ml) 30ml Air sampai 1L 2. Cairan rehidrasi parenteral Cairan rehidrasi parenteral yang biasa digunakan adalah Ringer Laktat, sebanyak 30ml/kg BB dalam 1jam pertama, dilanjutkan dengan 10ml/kg BB selama 7jam berikutnya. Untuk dehidrasi berdasrkan tipenya juga bisa diberikan: 1. Dehidrasi Isotonis : Diberilarutan NaCl 0,9 % 2. Dehidrasi Hipertonis : Larutan dextore 5 % NaCl normal, dextore 5 % dalam NaCl 0,45%. 3. Dehidrasi Hipotonis : Mengatasi penyebab yang mendasari, penambahan diet Na+, bila perlu pemberian cairan hipertonik.

Patofisiologi Dehidrasi Senin, 27 Februari 2012 PATOFISIOLOGI DEHIDRASI BERAT Perubahan komposisi atau volume cairan tubuh, baik karena suatu penyakit (gastroenteritis, gagal ginjal menahun) atau karena suatu rudapaksa (perdarahan, luka bakar) atau karena suatu

kesalahan tindakan (kekurangan cairan dan elektrolit) akan menganggu keseimbangan cairan dan elektrolit, yang bilamana tidak ditangani benar akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas penderita. Air memiliki molekul yang kecil sehingga mudah berdifusi, disamping itu juga bersifa polar sehingga berkorelasi satu sama lain membentuk benda cair. Cairan didalam tubuh terdiri atas unsur-unsur cairan eksraseluler, cairan intraseluler, dan cairan interstitial.Cairan ekstraseluler mengelilingi sel dan kemudian masuk kedalam sel, membawa bahan-bahan yang diperlukan untuk metabolisme dan pertumbuhan sel, dari saluran pencernaan dan paru-paru. Selanjutnya cairan ekstraseluler mengangkut sampah bekas metabolisme keparu-paru, hepar, dan ginjal untuk dibuang.. Cairan interstitial berada di ekstraseluler dan intraseluler, dipisahkan dari plasma hanya oleh selaput kapiler. Selaput ini dapat dilalui oleh semua bahan-bahan, kecuali sel-sel dan molekul protein yang besar. Kurang lebih 93 % dari plasma adalah air, terlarut didalamnya sel-sel darah merah, darah putih, dan trombosit. Kekurangan air dan elektrolit dapat timbul sebagai akibat pemasukan yang kurang, yang disertai dengan kehilangan yang tetap sama banyaknya, sebagai akibat kehilangan yang berlebihan yang disertai atau tidak disertai pemasukan yang lasim atau sebagai akibat gabungan mekanisme-mekanisme tersebut.Kehilangan cairan dan elektrolit yang berlebihan mengakibatkan dehidrasi berat dan gangguan asam basa (asidosis metabolik, hipokalemia). Keparahan gangguan klinik yang ditemukan secara khas bergantung pada besarnya kekurangan tersebut dalam hubungan dengan cadangan tubuh serta kecepatan kekurangan itu berkembang. Jenis kekurangan yang terjadi bergantung kepada hubungan yang terdapat diantara besarnya kehilangan air yang terdapat dan elektrolit terutama natrium. Setiap kehilangan berat badan lebih dari 1 % peerhari mencerminkan terjadinya kehilangan air. Pada bayi, kehilangan berat badan yang mencapai 5 % dipandang sebagai petunjuk teerjadinya dehidrasi ringan, 5 10 % dehidrasi sedang, 10 -15 % menggambarkan dehidrasi yang parah. Dehidrasi yang parah tersebut kerap kali berkaitan dengan terjadinya peredaran darah tepi. Kekurangn yang lebih besar dari 16 % jarang tertolong. Volume darah pada dehidrasi mengakibatkan pengisian vena melambat sehingga pembagian darah kejaringan tidak merata, hal ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan sirkulasi, yaitu berkurangnya perfusi kejaringan. Jika tidak segera ditanganidapatterjadi renjatan hipovolemik dengan ditandai: denyut jantung cepat, nadi cepat dan kecil, tekanan darah menurun, lemah dan lemas, dan kesadran menurun. Bila terjadi asidosis metabolik pasien tanpak pucat denga pernafasan yang cepat dan dalam. Asidosis metabolik terjadi karena kehilangan NaHCO3 melalui tinja diare, produk-produk metabolik yang bersifat asam dan tidak dapat dikeluarkan akibat oligouri, dan penimbunan asam laktat (anoreksia jaringan). Pada anak yang telah berusia lebih lanjut dan orang dewasa, keseluruhan air tubuh serta volume cairan ekstraseluler masing-masing mewakili persentase BB yang lebih kecil, dibanding yang didapatkan pada bayi. Setiap persentase kehilangan BB memberikan petunjuk tentang pengurasan yang lebih parah dibanding yang terdapat pada dengan angka kehilangan BB yang sama. Dengan demikian angka keparahan kekurangan cairan pada penderita berusia lebih lanjut adalah 3 % (ringan), 6 % (sedang), dan 9 % (parah).

Penderita yang mengalami dehidrasi hiponatremik menderita kejilangan cairan yang meningkat dari kompartement ekstrasel serta mempunyai kemungkinan yang lebih besar mengalami syok. Keadaan syok yang diwujudkan oleh takikardia, denyut nadi yang kecil dan lemah, sianosis, dan tekanan darah yang redah dapat menambah keparahan dehidrasi yang berat. Berdasarkan kehilangan air dang kehilangan bahan terlarut elektrolit, dehidrasi dibagi menjadi: 1.Dehidrasi isonatremik, jika kadar Na yang terdapat dalam serum sebesar 130 -150 mEq/L 2.Dehidrasi hiponatremik, jika kadar Na yang terdapat dalam serum < 130 mEq/L 3.Dehidrasi hipernatremik, jika kadar Na yang terdapat dalam serum > 150 mEq/L Oleh karena osmolalitas plasma sebagian besar mencerminkan konsentrasin natrium yang terdapat, maka bentuk-bentuk dehidrasi yang diketengahkan tadi, masing-masing biasanya adalah isotonik, hipotonik, dan hipertonik. 4.Dehidrasi hipokalemia (kalium < 3,5 mEq/L), hiperkalemia (kalium > 3,5 mEq/L) 5.Dehidrasi hipokalsemia, jika kadar kalsium 8 mEq/L 6.Dehidrasi hiperkalsemia, jika kadar kalsium > 10 mEq/L 7.Dehidrasi hipomagne semua, jika kadar magnesium < 1,5 mEq/L 8.Dehidrasi hipohostemia, jika kadar fospat < 2,5 mEq/L

Gejala dehidrasi Gejalanya dapat berupa sakit kepala yang mirip dengan apa yang alami selama mabuk, kram otot, episode tiba-tiba visual salju, penurunan tekanan darah (hipotensi), dan pusing atau pingsan ketika berdiri berkat hipotensi orthostatic. Dehidrasi tidak diobati umumnya hasil waras, ketidaksadaran, pembengkakan lidah dan, dalam kasus ekstrim, kematian. Dehidrasi gejala umumnya menjadi terlihat setelah 2% dari volume air normal seseorang telah hilang. Pada awalnya, salah satu pengalaman kehausan dan ketidaknyamanan, bersama dengan hilangnya nafsu makan dan kulit kering. Hal ini dapat diikuti oleh sembelit. Atlet mungkin menderita kerugian kinerja hingga 30% dan pengalaman disiram, rendah ketahanan, detak jantung cepat, suhu tubuh tinggi dan cepat awal dari kelelahan. Gejala ringan dehidrasi termasuk haus, urin penurunan volume, urine gelap normal, kelelahan unexplained, lekas marah, kurangnya air mata ketika menangis, sakit kepala, pusing ketika berdiri karena hipotensi orthostatic, dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan insomnia mulut kering. Tes darah dapat menunjukkan hyperalbuminemia. Di moderat untuk parah dehidrasi, mungkin ada output urin tidak sama sekali. Gejala lain di negara-negara ini termasuk kelesuan atau kantuk ekstrim, kejang, cekung fontanel (soft spot) di bayi, pingsan dan mata cekung. Gejala-gejala menjadi semakin parah dengan kehilangan air yang lebih besar. Satu hati dan respirasi harga mulai meningkat untuk mengkompensasi penurunan plasma volume dan tekanan darah, sementara suhu tubuh akan naik karena dari penurunan berkeringat. Sekitar 5 6% air kerugian, salah satu mungkin menjadi groggy atau mengantuk, pengalaman sakit kepala

atau mual, dan mungkin merasa kesemutan di tungkai seseorang (paresthesia). Dengan 10% sampai 15% kehilangan cairan, otot dapat menjadi lumpuh otak, kulit mungkin mengecilkan dan kerut (menurun turgor kulit), visi mungkin dim, buang air kecil akan sangat berkurang dan dapat menjadi menyakitkan dan igauan mungkin mulai. Kerugian lebih dari 15% biasanya fatal. Pada orang-orang di atas usia 50, tubuh haus sensasi berkurang dan terus berkurang dengan usia. Banyak warga senior menderita gejala dehidrasi. Dehidrasi bersama hipertermia mengakibatkan senior mati selama cuaca panas yang ekstrim. Penyakit pencernaan dapat menyebabkan dehidrasi dalam berbagai cara. Sering kali, dehidrasi menjadi masalah besar dalam hal lain penyakit gejalanya terbatas. Kehilangan cairan bahkan mungkin cukup parah menjadi mengancam hidup. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa untuk pasien yang sakit parah yang memilih untuk mati, kematian oleh dehidrasi umumnya damai, dan tidak terkait dengan penderitaan, ketika dilengkapi dengan obat penghilang rasa sakit yang memadai.

Penyebab dehidrasi Dalam manusia, Dehidrasi dapat disebabkan oleh berbagai penyakit dan negara-negara yang merusak homeostasis air dalam tubuh. Ini termasuk:

Eksternal atau stres yang berhubungan dengan penyebab Aktivitas fisik yang berkepanjangan dengan berkeringat tanpa mengkonsumsi air yang memadai, terutama di lingkungan panas dan/atau kering Pemaparan kering air, misalnya di pesawat terbang tinggi (kelembaban relatif % 5 12) Kehilangan darah atau hipotensi berkat trauma fisik Diare Hipertermia Shock (hypovolemic) Muntah Burns Lacrimation Penggunaan Metamfetamina, amphetamine, kafein dan obat perangsang lain Berlebihan konsumsi minuman beralkohol Penyakit menular Kolera Gastroenteritis Shigellosis Demam kuning Kekurangan gizi Elektrolit gangguan

Hypernatremia (juga disebabkan oleh dehidrasi) Hiponatremia Gejala, terutama dari pembatasan diet garam Puasa Baru-baru ini cepat berat badan mungkin mencerminkan progresif pemiskinan fluida volume (kehilangan 1 L fluida hasil penurunan berat badan 1 kg (2,2 lb)). Pasien penolakan gizi dan hidrasi Ketidakmampuan untuk menelan (terhalangnya esofagus)

Penyebab lain hilangnya air obligat Hiperglikemia parah, terutama di Diabetes mellitus Glycosuria Uremia

Apakah dehidrasi itu?Dehidrasi adalah kondisi di mana tubuh kehilangan cairan dan garam yang terkandung dalam jumlah berlebihan.Penyebab yang paling sering biasanya karena diare dan muntah berlebihan lebih dari 6x sehari. Dehidrasi terbagi dalam 3 kategori ringan,sedang dan berat. 1.Ringan ; penderita mengalami kehausan,gelisah namun tetap sadar.Perkiraan kehilangan cairan 40-50 mm/kg berat badan.Denyut nadi,pernafasan,kekenyalan kulit,mata dan ubunubun normal dan mulut terasa lembab. 2.Sedang-Berat ;penderita masih sadar,tapi merasa pusing,haus dan gelisah.Denyut nadi melemah [120-140 x /menit.Jekenyalan kulit berkurang sehingga kalau dicubit tak segera kembali ke bentuk semula.ubun-ubun &mata cekung,mulut juga kering.Cairan tubuh hilang sebanyak 60-90 mm/kg berat badan.Jika tubuh dalam kondisi seperti ini segera ke dokter untuk mendapat perawatan.Mungkin akan diberikan infus dan rawat inap,terutama jika mengalami sulit makan dan minum.Pertolongan pertama untuk dehidrasi ringan dengan pemberian elektrolit atau oralit.Anda bisa membuatnya sendiri di rumah dengan cara mencampurkan 200mm air matang +3/4 sendok teh gula +1/4 sendok teh garam dan diminum sebanyakbanyaknya