Anda di halaman 1dari 3

A.

Pembelajaran Berorientasi Aktivitas Siswa (PBAS)


Dalam pandangan psikologi modern belajar bukan hanya sekedar menghafal sejumlah fakta atau informasi, akan tetapi peristiwa mental dan proses berpengalaman. Oleh karena itu, setiap peristiwa pembelajaran menuntut keterlibatan intelektual-emosional siswa melalui asimilasi dan akomodasi kognitif untuk mengembangkan pengetahuan, tindakan, serta pengalaman langsung dalam rangka membentuk keterampilan (motorik, kognitif dan sosial), penghayatan serta internalisasi nilai-nilai dalam pembentukan sikap (Raka Joni, !"#$ %). . &onsep dan 'ujuan ()*+ ()*+ dipandang sebagai suatu pendekatan pembelajaran yang

menekankan kepada akti,itas siswa se-ara optimal untuk memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik se-ara seimbang. Dari konsep tersebut ada dua hal yang harus dipahami. Pertama, dipandang dari sisi proses pembelajaran ()*+ menekankan pada akti,itas siswa se-ara optimal, artinya ()*+ menghendaki keseimbangan antara akti,itas fisik, mental termasuk emosional dan akti,itas intelektual. Kedua, dipandang dari sisi hasil belajar, ()*+ menghendaki hasil belajar yang seimbang dan terpadu antara kemampuan intelektual (kognitif), sikap (afektif), dan keterampilan (psikomotorik). *rtinya, pembentukan siswa se-ara utuh merupakan tujuan utama dalam proses pembelajaran. Dari penjelasan di atas, maka ()*+ sebagai salah satu bentuk ino,asi dalam memperbaiki kualitas proses belajar mengajar bertujuan untuk membantu peserta didik agar dapat belajar mandiri dan kreatif, sehingga ia dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap yang dapat menunjang terbentuknya kepribadian yang mandiri. Dengan kemampuan itu, diharapkan lulusan menjadi anggota masyarakat yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang di-ita--itakan. +edangkan, se-ara khusus pendekatan ()*+,

pertama meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih bermakna. *rtinya, siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai sejumlah informasi, akan tetapi bagaimana memanfaatkan informasi itu untuk kehidupannya. Kedua, mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya. *rtinya melalui ()*+, diharapkan bukan hanya kemampuan intelektual saja yang berkembang akan tetapi seluruh pribadi siswa termasuk sikap dan mental.

%. (enerapan ()*+ dalam (roses (embelajaran ()*+ diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan seperti mendengarkan, berdiskusi, memproduksi sesuatu, menyusun laporan, meme-ahkan masalah, dll. &adar ()*+ tidak hanya ditentukan oleh akti,itas fisik semata, akan tetapi juga ditentukan oleh aktifitas nonfisik seperti mental, intelektual dan emosional. Oleh sebab itu, sebetulnya aktif dan tidak aktifnya siswa dalam belajar hanya siswa yang mengetahuinya se-ara pasti. .amun demikian, salah satu hal yang dapat kita lakukan untuk mengetahui apakah suatu proses pembelajaran memiliki kadar ()*+ yang tinggi, sedang atau lemah, dapat kita lihat dari kriteria penerapan ()*+ dalam proses pembelajaran. 1) &adar ()*+ dilihat dari proses peren-anaan *daya keterlibatan siswa dalam$ /erumuskan tujuan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswa serta pengalaman dan moti,asi yang dimiliki. /enyusun ran-angan pembelajaran. /enentukan dan memilih sumber belajar yang diperlukan. /enentukan dan mengadakan media pembelajaran yang akan digunakan. 2) &adar ()*+ dilihat dari proses pembelajaran

*danya keterlibatan siswa baik se-ara fisik, mental-emosional maupun intelektual dalam setiap proses pembelajaran.

+iswa belajar se-ara langsung (experiential learning) di mana konsep dan prinsip diberikan melalui pengalaman nyata.

*danya keinginan siswa untuk men-iptakan iklim belajar yang kondusif.

&eterlibatan siswa dalam men-ari dan memanfaatkan setiap sumber belajar yang tersedia yang dianggap rele,an dengan tujuan pembelajaran.

*danya keterlibatan siswa dalam melakukan prakarsa. 'erjadinya interaksi yang multi-arah.

3) &adar ()*+ ditinjau dari kegiatan e,aluasi pembelajaran *danya keterlibatan siswa untuk menge,aluasi sendiri hasil

pembelajaran yang telah dilakukannya. &eterlibatan siswa se-ara mandiri untuk melaksanakan kegiatan sema-am tes dan tugas-tugas yang harus dikerjakan. &emauan siswa untuk menyusun laporan baik tertulis maupun se-ara lisan berkenaan hasil belajar yang diperolehnya.