Anda di halaman 1dari 10

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Leptospirosis adalah penyakit infeksi akut yang dapat menyerang manusia maupun hewan yang disebabkan kuman leptospira pathogen dan digolongkan sebagi zoonosis yaitu penyakit hewan yang bisa menjangkiti manusia. Gejala klinis leptopirosis mirip dengan penyakit infeksi lainnya seperti influenza, meningitis, hepatitis, demam dengue demam berdarah dan demam virus lainnya. Sehingga seringkali tidak terdiagnosis . Leptospira berbentuk spiral yang menyerang hewan dan manusia dan dapat hidup di air tawar selama lebih kurang 1 bulan. Tetapi dalam air laut, selokan dan air kemih yang tidak dien erkan akan epat mati. Leptospira bisa terdapat pada hewan piaraan maupun hewan liar. Leptospirosis dapat berjangkit pada laki!laki maupun wanita semua umur tetapi kebanyakan mengenai laki!laki dewasa muda "#$% kasus umumnya berusia antara 1$!&' tahun diantaranya ($% laki!laki). 1.2 Manfaat *alam penyusunan makalah ini, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak. +dapun manfaat penyusunan itu diantaranya , 1. -erfungsi sebagai literatur!literatur penambah wawasan tentang penyakit parasitologi khususnya tentang penyakit leptospirosis. .. /ara pemba a dapat mengetahui lebih dalam tentang leptospirosis.

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Sejarah Leptospirosis *ikenal pertama kali sebagai penyakit o upational "penyakit yang diperoleh akibat pekerjaan) pada beberapa pekerja pada tahun 1((&. /ada tahun 1((0 1eil mengungkapkan manifestasi klinis yang terjadi pada 2 penderita yang mengalami penyakit kuning yang berat, disertai demam, perdarahan dan gangguan ginjal. Sedangkan 3nada mengidentifikasikan penyakit ini di jepang pada tahun 1'10. /enyakit ini dapat menyerang semua usia, tetapi sebagian besar berusia antara 1$!&' tahun. Sebagian besar kasus terjadi pada laki!laki usia pertengahan, mungkin usia ini adalah faktor resiko tinggi tertular penyakit o upational ini. +ngka kejadian penyakit tergantung musim. *i negara tropis sebagian besar kasus terjadi saat musim hujan, di negara barat terjadi saat akhir musim panas atau awal gugur karena tanah lembab dan bersifat alkalis. -eberapa tahun terakhir di derah banjir seperti 4akarta dan Tangerang juga dilaporkan terjadinya penyakit ini. -akteri leptospira juga banyak berkembang biak di daerah pesisir pasang surut seperti 5iau, 4ambi dan 6alimantan. +ngka kematian akibat leptospirosis tergolong tinggi, men apai #! 2$%. 3nfeksi ringan jarang terjadi fatal dan diperkirakan '$% termasuk dalam kategori ini. +nak balita, orang lanjut usia dan penderita 7immuno ompromised8 mempunyai resiko tinggi terjadinya kematian. /enderita berusia di atas #$ tahun, risiko kematian lebih besar, bisa men apai #0 persen. /ada penderita yang sudah mengalami kerusakan hati yang ditandai selaput mata berwarna kuning, risiko kematiannya lebih tinggi lagi /aparan terhadap pekerja diperkirakan terjadi pada &$!#$% kasus. 6elompok yang berisiko utama adalah para pekerja pertanian, peternakan, penjual hewan, bidang agrikultur, rumah jagal, tukang ledeng, buruh tambang batubara, .

militer, tukang susu, dan tukang jahit. 5isiko ini berlaku juga bagi yang mempunyai hobi melakukan aktivitas di danau atau sungai, seperti berenang atau rafting. 2.2. Definisi Leptospirosis merupakan penyakit hewan yang disebabkan oleh beberapa bakteri dari golongan leptospira yang berbentuk spiral ke il disebut spiro haeta. -akteri ini dengan flagellanya dapat menembus kulit atau mukosa manusia normal. Leptospira ini dapat hidup di air tawar selama lebih kurang 1 bulan. Sistem klasifikasi tradisional didasarkan atas patogenitas yang membedakan antara spesies patogen yaitu Leptospira interrogans dan spesies nonpatogen yang hidup bebas, yaitu Leptospira bifle9a. Leptospira berbentuk ulir yang rapat, tipis dengan panjang #!1# mm. Leptospira dapat hidup berminggu!minggu di dalam air, khususnya pada p: basa. "-rooks, .$$#) 2. . Etiologi Leptospirosis disebabkan bakteri pathogen "dapat menyebabkan penyakit) berbentuk spiral termasuk genus Leptospira, famili leptospira eae dan ordo spiro haetales. Spiroseta berbentuk bergulung!gulung tipis, motil, obligat, dan berkembang pelan se ara anaerob. Genus Leptospira terdiri dari . spesies yaitu L interrogans yang merupakan bakteri patogen dan L bifle9a adalah saprofitik. -erdasarkan temuan *;+ pada beberapa penelitian terakhir, < spesies patogen yang tampak pada lebih .#$ varian serologi "serovars) telah berhasil diidentifikasi. Leptospira dapat menginfeksi sekurangnya 10$ spesies mamalia diantaranya adalah tikus, babi, anjing, ku ing, rakun, lembu, dan mamalia lainnya. :ewan peliharaan yang paling berisiko mengidap bakteri ini adalah kambing dan sapi. Setiap hewan berisiko terjangkit bakteri leptospira yang berbeda!beda. :ewan yang paling banyak mengandung bakteri ini "resevoir) adalah hewan

&

pengerat dan tikus. :ewan tersebut paling sering ditemukan di seluruh belahan dunia. *i +merika yang paling utama adalah anjing, ternak, tikus, hewan buas dan ku ing. -eberapa serovar dikaitkan dengan beberapa hewan, misalnya L pomona dan L interrogans terdapat pada lembu dan babi, L grippotyphosa pada lembu, domba, kambing, dan tikus, L ballum dan L i terohaemorrhagiae sering dikaitkan dengan tikus dan L ani ola dikaitkan dengan anjing. -eberapa serotipe yang penting lainnya adalah autumnalis, hebdomidis, dan australis. 2.!. "ara pen#laran Leptospira bisa keluar lewat urine=air seni hewan yang jatuh ke tanah. 3ni bisa berpotensi menginfeksi selama 0 > 2( jam. /ada urine yang mempunyai p: netral atau basa, tidak terkontaminasi dengan deterjen dan suhu di atas .. derajat ?, leptospira dapat hidup sampai berminggu!minggu. 6ita dapat terinfeksi bila terjadi kontak dengan air, tanah dan lumpur yang terkena urine binatang tersebut. Leptospira akan masuk ke kulit atau selaput lendir lewat luka atau le et pada kulit. -akteri masuk kedalam tubuh manusia melalui selaput lendir "mukosa) mata, hidung, kulit yang le et atau makanan yang terkontaminasi oleh urin hewan terinfeksi leptospirosa. @asa inkubasi dari bakteri ini adalah selama 2 > 1' hari. +ir yang menggenang atau mengalir lambat akan memudahkan infeksi. 2.$. Manifestasi %linik 3nfeksi leptospirosis mempunyai manifestasi yang sangat bervariasi dan kadang asimtomatis "tanpa gejala), sehingga sering terjadi misdiagnosis. :ampir 1#!2$% penderita yang terpapar infeksi tidak mengalami gejala tetapi menunjukkan serologi positif. @asa inkubasi biasanya terjadi sekitar <!1. hari dengan rentang .!.$ hari. Sekitar '$% penderita dengan manifestasi ikterus "penyakit kuning)

ringan sekitar #!1$% dengan ikterus berat yang sering dikenal dengan penyakit 1eil. /erjalanan penyakit leptospira terdiri dari . fase yang berbeda, yaitu fase septisemia dan fase imun. *alam periode peralihan dari . fase tersebut selama 1!& hari kondisi penderita menunjukkan beberapa perbaikkan. @anifestasi klinis terdiri dari . fase yaitu fase awal dan fase ke!.. Aase awal tahap ini dikenal sebagai fase septi emi atau fase leptospiremi karena organisme bakteri dapat diisolasi dari kultur darah, airan serebrospinal dan sebagian besar jaringan tubuh. Selama fase awal yang terjadi sekitar 2!< hari, penderita mengalami gejala nonspesifik seperti flu dengan beberapa variasinya. 6arakteristik manifestasi klinis yang terjadi adalah demam, menggigil kedinginan, lemah dan nyeri terutama tulang rusuk, punggung dan perut. Gejala lain adalah sakit tenggorokan, batuk, nyeri dada, muntah darah, ruam, sakit kepala regio frontal, fotofobia, gangguan mental, dan gejala lain dari meningitis. Aase ke!. sering disebut fase imun atau leptospirurik karena sirkulasi antibodi dapat di deteksi dengan isolasi kuman dari urin dan mungkin tidak dapat didapatkan lagi pada darah atau airan serebrospinalis. Aase ini terjadi karena akibat respon pertahanan tubuh terhadap infeksi dan terjadi pada $!&$ hari atau lebih. Gangguan dapat timbul tergantung manifestasi pada organ tubuh yang timbul seperti gangguan pada selaput otak, hati, mata atau ginjal. Gejala non spesifik seperti demam dan nyeri otot mungkin sedikit lebih ringan dibandingkan fase awal dan & hari sampai beberapa minggu terakhir. -eberapa penderita sekitar <<% mengalami nyeri kepala terus menerus yang tidak respon dengan pemberian analgesik. Gejala ini sering dikaitkan dengan gejala awal meningitis. *elirium "tidak waras, kegilaan) juga didapatkan pada tanda awal meningitis, /ada fase yang lebih berat didapatkan gangguan mental berkepanjangan termasuk depresi, ke emasan, psikosis dan dementia. #

@eningitis bisa terjadi pada beberapa hari awal, tapi biasanya terjadi pada minggu pertama dan kedua. 6ematian jarang terjadi pada kasus anikterik. Gangguan ikterik , leptospirosis dapat diisolasi dari darah selama .2!2( jam setelah timbul ikterik. ;yeri perut dengan diare dan konstipasi terjadi sekitar &$%, hepatosplenomegali, mual, muntah dan anoreksia. @anifestasi paru meliputi batuk, dispnu, nyeri dada, sputum darah, batuk darah, dan gagal napas. Baskular dan disfungsi ginjal dikaitkan dengan timbulnya ikterus setelah 2!' hari setelah gejala awal penyakit. /enderita dengan ikterus berat lebih mudah terjadi gagal ginjal, perdarahan dan kolap kardiovaskular.manifestasi penyakit. 2.&. Masa Ink#'asi @asa inkubasi "dari terinfeksi sampai mun ulnya penyakit) leptospirosis biasanya berlangsung antara . hari sampai sekitar 2 minggu. ;amun, rata!rata masa inkubasi adalah 1$ hari setelah terinfeksi. /enyakit ini bisa berlangsung selama & hari sampai & minggu, atau bahkan lebih lama lagi. 4ika tidak diobati, maka penyembuhan penyakit ini akan memakan waktu berbulan!bulan, bahkan bisa saja berakibat fatal "kematian pada yang mengalami kerusakan ginjal). 2.(. %o)plikasi leptospirosis /ada hati , kekuningan yang terjadi pada hari ke 2 dan ke 0 /ada Ginjal , Gagal ginjal yang dapat menyebabkan kematian. /ada 4antung , -erdebar tidak teratur, jantung membengkak dan gagal jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak /ada paru paru , -atuk darah, nyeri dada, sesak napas /erdarahan karena adanya kerusakan pembuluh darah dari saluran pernapasan, saluran pen ernaan, ginjal, saluran genitalia, dan mata " konjungtiva ) /ada kehamilan , 6eguguran, prematur, bayi lahir a at dan lahir mati 0 kulit berbentuk makular, makulopapular, eritematus, urti ari, atau 7rash8 perdarahan juga didapatkan pada fase awal

2.*. Pengo'atan Dan Pengen+alian +./ada :ewan :ewan, terutama hewan kesayangan, yang terinfeksi parah perlu diberikan perawatan intensif untuk menjamin kesehatan masyarakat dan mengoptimalkan perawatan. +ntibiotik yang dapat diberikan yaitu doksisiklin, enrofloksasin, iprofloksasin atau kombinasi penisillin! streptomisin,Selain itu diperlukan terapi suportif dengan pemberian antidiare, antimuntah, dan infuse. /en egahan dapat dilakukan dengan memberikan vaksin Leptospira.Baksin Leptospira untuk hewan adalah vaksin inaktif dalam bentuk air "bakterin) yang sekaligus bertindak sebagai pelarut karena umumnya vaksin Leptospira dikombinasikan dengan vaksin lainnya, misalnya distemper dan hepatitis.Baksin Leptospira pada anjing yang beredar di 3ndonesia terdiri atas dua ma am serovar yaitu L. ani ola dan L. i hterohemorrhagiae.Baksin Leptospira pada anjing diberikan saat anjing berumur 1. minggu dan diulang saat anjing berumur 12!10 minggu.Sistem kekebalan sesudah vaksinasi bertahan selama 0 bulan, sehingga anjing perlu divaksin lagi setiap enam bulan. B.Pa+a Man#sia Leptospirosis yang ringan dapat diobati dengan antibiotik doksisiklin, ampisillin, atau amoksisillin. Sedangkan Leptospirosis yang berat dapat diobati dengan penisillin G, ampisillin, amoksisillin dan eritromisin. @anusia rawan oleh infeksi semua serovar Leptospira sehingga manusia harus mewaspadai emaran urin dari semua hewan./erilaku hidup sehat dan bersih merupakan ara utama untuk menanggulangi Leptospirosis tanpa biaya.@anusia yang memelihara hewan kesayangan hendaknya selalu membersihkan diri dengan antiseptik setelah kontak dengan hewan kesayangan, kandang, maupun lingkungan di mana hewan berada. <

@anusia harus mewaspadai tikus sebagai pembawa utama dan alami penyakit ini./emberantasan tikus terkait langsung dengan pemberantasan Leptospirosis.Selain itu, para peternak babi dihimbau untuk mengandangkan ternaknya jauh dari sumber air.Aeses ternak perlu diarahkan ke suatu sumber khusus sehingga tidak men emari lingkungan terutama sumber air.

BAB III PENU,UP

.1. %esi)p#lan Leptospirosis adalah penyakit infeksi akut yang dapat menyerang manusia maupun hewan yang disebabkan kuman leptospira pathogen dan digolongkan sebagi zoonosis yaitu penyakit hewan yang bisa menjangkiti manusia. :ewan yang paling banyak mengandung bakteri leptospira ini "resevoir) adalah hewan pengerat dan tikus. /enyakit leptospirosis mungkin banyak terdapat di 3ndonesia terutama di musim penghujan. /enularan dari hewan ke manusia dapat terjadi se ara langsung ataupun tidak langsung, sedangkan penularan dari manusia ke manusia sangat jarang. /engobatan dengan antibiotik merupakan pilihan terbaik pada fase awal ataupun fase lanjut "fase imunitas). +ngka kematian pada pasien leptospirosis menjadi tinggi terutama pada usia lanjut, pasien dengan ikterus yang parah, gagal ginjal akut, gagal pernafasan akut. .2. Saran /ada orang berisiko tinggi terutama yang bepergian ke daerah berawa!rawa dianjurkan untuk menggunakan profilaksis dengan do9y y line. @asyarakat terutama di daerah persawahan, atau pada saat banjir mungkin ada baiknya diberi do9y y line untuk pen egahan. /ara klinisi diharapkan memberikan perhatian pada leptospirosis ini terutama di daerah!daerah yang sering mengalami banjir. /enerangan tentang penyakit leptospirosis sehingga masyarakat dapat segera menghubungi sarana kesehatan.

'

DA-,A. PUS,A%A

http,==belajarsukes.blogspot. om=.$11=$&=makalah!leptospirosis.html http,==id.wikipedia.org=wiki=Leptospirosis

1$