Anda di halaman 1dari 17

Sasbel Skenario 3 Muskuloskeletal LI. 1. Mampu Memahami dan Menjelaskan Anatomi Oss. Coxae dan Femur LO.1.

1 Memahami dan Menjelaskan Makroskopis Oss. Coxae dan Femur Makroskopik Oss. Femur

Femur, tulan tun al dari paha, adalah tulan terbesar, terpanjan , danterkuat di tubuh. Struktur tahan laman!a men"erminkan #akta bah$a tekanan pada tulan paha selama melompat kuat bisa men"apai %&' k ("m )sekitar %ton per in"i perse i*. Femur dilapisi oleh otot+otot besar !an men"e ah kitadari meraba jalann!a di sepanjan paha. ,anjan n!a kira+kira seperempat daritin i seseoran . )Marieb, -laine .. %''/* 0jun atas #emur memiliki "aput, "ollum, dan tro"hanter major dan minor. 1a ian "aput merupakan lebih kuran dua perti a bola dan berartikulasiden an a"etabulum dari os."oxae membentuk art. "oxae. ,ada pusat "aputterdapat lekukan ke"il !an disebut #o2ea "apitis, !aitu tempat perlekatanli amen dari "aput. Seba ian suplai darah untuk "aput #emoris dihantarkansepanjan li amen ini dan memasuki tulan pada #o2ea.1a ian "ollum, !an men hubun kan kepala pada batan #emur, berjalanke ba$ah, belakan , dan lateral dan membentuk sudut lebih kuran 1%3 derajat)kuran sedikit pada $anita* den an sumbu panjan batan #emur. 1esarn!asudut ini perlu diin at karena dapat dirubah oleh pen!akit. )Snell, 4i"hard S.155&* Femur lebih mun kin patah di leher #emoralis, karena diametern!a !an lebih ke"il dibandin kan sisa tulan n!a, dan terdiri dari tulan !an memilikikerapatan !an relati# rendah. 6al ini biasan!a akan melibatkan dampak !an keras, atau kekuatan pendaratan !an berlebihan dari jatuh tin i. Femur mun kin ju a patah sepanjan poros, !an biasan!a disebabkan oleh dampak !an luar biasa dari sebuah ke"elakaan kendaraan motor atau kekuatanmen!impan di #emur. )7alker, 1rad. %''8* 9ro"hanter major dan minor merupakan tonjolan besar pada batas leher dan batan !an men hubun kedua tro"hanter adalah linea intertro"hanteri"a di depan dan "rista intertro"hanteri"a !an men"olok di belakan dan padan!a terdapat tuber"ulum :uadratum. 1a ian batan #emur umumn!a menampakkan ke"embun an ke depan. Iali"in dan bulat pada permukaan anteriorn!a, namun pada ba ian posteriorn!a terdapat rabun linea aspera. 9epian linea aspera melebar ke atas dan ke ba$ah.9epian medial berlanjut ke ba$ah seba ai "rista supra"ond!laris medialis menuju tuber"ulum addu"torum pada "ond!lus medialis. 9epian lateral men!atu ke ba$ah den an "rista supra"ond!laris lateralis. ,ada permukaan posterior batan #emur, di ba$ah tro"hanter ma!or terdapat tuberositas lutealis, !an ke ba$ah berhubun an den an linea aspera. 1a ian

batan melebar ke arah ujun distal dan membentuk daerah se iti a datar pada permukaan posteriorn!a, disebut #as"iea poplitea. 0jun ba$ah #emur memiliki "ond!lus medialis dan lateralis, !an di ba ian posterior, dipisahkan oleh in"isura inter"ond!laris. ,ermukaan anterior "ond!les dihubun kan oleh permukaan sendi untuk patella. ;edua "ond!lusikut membentuk art. enus. <i atas "ond!les terdapat epi"ond!lus lateralis dan medialis. 9uber"ulum addu"torum berhubun an lan sun den an epi"ond!lusmedialis. )Snell, 4i"hard S. 155&*

=askularisasi> 1. ,embuluh darah !an mele$ati "olum #emoris bersama den an retina"ula kapsularis dan memasuki "aput melalui #oramina besar pada basis "aput. ,embuluh darah ini berasal dari "aban a. sirkum#leksa #emoralis melalu anastomiss den an a "ru"iate dan a tro"hanteri"a. ,ada oran de$asa ini merupakan sumber pasokan darah terpentin . %. ,embuluh darah dalam li teres !an memasuki "aput melaluli #oramina ke"il pada #o2ea. ,embuluh ini berasal dari "aban a. obturatoria. 3. Melalui dia#isis dari pembuluh darah #emoralis nutrisia.

Makroskopik Oss. Coxae

Os "oxae, terdiri dariilium,iskium,pubis. Coxae terletak di sebelah depan dan sampin dari ,el2is $anita. Os Coxae terdiri dari ? buah tulan pen!usun,!aitu os Ilium, os Is"hium, os ,ubis dan os.A"etabulum. Os Ilium merupakan tulan terbesar dari pan ul dan membentuk ba ian atas dan belakan pan ul.Memiliki permukaan anterior berbentuk konka# !an disebut #ossa ilia"a.1a ian atasn!a disebut;rista ilia"a. 0jun +ujun disebut Spina Ilia"a anterior superior danspina Ilia"a posterior superior. 9erdapat tonjolan memanjan di ba iandalam os ilium !an memba i pel2is ma!or dan pel2is minor disebutlineainnominata )linea terminalis*. Os Is"hium9erdapat disebelah ba$ah os ilium.Merupakan tulan !an tebal den an ti a tepi di belakan #oramen obturator.Os I"hium merupakan ba ian terendah dari Os Coxae.Memiliki tonjolan di ba$ah tulan duduk !an san at tebal disebut 9uber Is"hii ber#un si pen!an a tubuh se$aktu duduk.Os ,ubis9erdapat disebelah ba$ah dan depan os ilium.<en an tulan duduk dibatasi oleh #oramen obturatum.9erdiri atas

korpus )men emban ke ba ian anterior*.Os ,ubis terdiri dari ramus superior )meluas dari korpus keasetabulum* dan ramus in#erior )meluas ke belakan dan beratden an ramusis"hium*. 4amus superior os pubis berhubun an den an den an os ilium,sedan kan ramus in#erior kanandan kiri membentuk arkus pubis. 4amus in#erior berhubun an den an os is"hium.

LO.1.% Memahami dan Menjelaskan Mikroskopik Oss. Coxae dan Femur Seluruh tulan diliputi oleh lapisan #ibrosa !an disebut periosteum, !an men andun sel+sel !an dapat berproli#erasi dan berperan dalam proses pertumbuhan trans2ersal tulan panjan . ;eban!akan tulan panjan mempun!ai arteria nutrisi. Lokasi dan keutuhan dari pembuluh darah inilah!an menentukan berhasil atau tidakn!a proses pen!embuhan suatu tulan !an patah.,roses pen!embuhan tulan seba ai berikut> 1. 9ahap In#lamasi. 9ahap in#lamasi berlan sun beberapa hari dan hilan den an berkuran n!a pemben kakan dan n!eri.9erjadi perdarahan dalam jarin an!an "idera dan pembentukan hematoma di tempat patah tulan .0jun #ra men tulan men alami de2italisasi karena terputusn!a pasokan darah.9empat "idera kemudian akan diin2asi oleh ma ro#a )sel darah putih besar*, !an akan membersihkan daerah tersebut. 9erjadi in#lamasi, pemben kakan dan n!eri.

%. 9ahap ,roli#erasi Sel. ;ira+kira 3 hari hematom akan men alami or anisasi, terbentuk benan + benan #ibrin dalam jendalan darah, membentuk jarin an untuk re2askularisasi, dan in2asi #ibroblast dan osteoblast. Fibroblast danosteoklast )berkemban dari osteosit, sel endotel, dan sel periosteum* akanmen hasilkan kola en dan proteo likan seba ai matriks kola en pada patahan tulan . 9erbentuk jarin an ikat #ibrus dan tulan ra$an)osteoid*.<ari periosteum, tampak pertumbuhan melin kar.;alus tulan ra$an tersebut diran san oleh erakan mikro minimal pada tempat patahtulan . 9etapi erakan !an berlebihan akan merusak sruktur kalus.9ulan !an sedan akti# tumbuh menunjukkan potensial elektrone ati#.

3. 9ahap ,embentukan ;alus ,ertumbuhan jarin an berlanjut danlin karan tulan ra$an tumbuh men"apaisisi lain sampai "elah sudahterhubun kan. Fra men patahan tulan di abun kan den an jarin an #ibrus,tulan ra$an, dan tulan serat matur.1entuk kalus dan 2olume dibutuhkan untuk men hubun kan de#ek se"aralan sun berhubun an den an jumlah kerusakan dan per eseran tulan .,erlu$aktu ti a sampai empat min u a ar

#ra men tulan

ter abun

dalam tulan ra$an atau jarin an #ibrus.Se"ara klinis #ar men tulan tidak bisa la idi erakkan.

?. 9ahap Osi#ikasi ,embentukan kalus mulaimen alami penulan an dalam duasampai ti a min u patah tulan ,melalui proses penulan anendokondral. ,atah tulan panjan oran de$asa normal, penulan anmemerlukan $aktu ti a sampaiempat bulan.Mineral terus menerus ditimbun sampai tulan benar+benar telah bersatu den an keras.,ermukaan kalus tetap bersi#at elektrone ati#.

3. 9ahap Menjadi 9ulan <e$asa )4emodelin *9ahap akhir perbaikan patah tulan meliputi pen ambilan jarin an matidan reor anisasi tulan baru kesusunan struktural sebelumn!a.4emodelin memerlukan $aktu berbulan+bulan sampai bertahun @ tahun ter antun beratn!amodi#ikasi tulan !an dibutuhkan,#un si tulan , dan pada kasus !an melibatkan tulan kompak dan kanselus @ stres #un sional pada tulan . 9ulan kanselus men alami pen!embuhan dan remodelin lebih "epat daripada tulan kortikal kompak, khususn!a padatitik kontak lan sun .Selama pertumbuhan memanjan tulan , maka daerahmeta#isis men alami remodelin )pembentukan* dan pada saat !an bersamaanepi#isis menjauhi batan tulan se"ara pro resi#. 4emodelin tulan terjadiseba ai hasil proses antara deposisi dan resorpsi osteoblastik tulan se"ara bersamaan. ,roses remodelin tulan berlan sun sepanjan hidup, dimana pada anak+ anak dalam masa pertumbuhan terjadi keseimban an )balan"e* !an positi#, sedan kan pada oran de$asa terjadi keseimban an !an ne ati2e. 4emodelin ju a terjadi setelah pen!embuhan suatu #raktur.)4asjad.C, 155&*

LO.1.3 Memahami dan Menjelaskan ;inesiolo i Oss. Coxae dan Femur Arti"ulatio "oxae 9ulan > antara "aput #emoris dan a"etabulum Aenis sendi > enarthrosis spheroidea ,en uat sendi > terdapat tulan lunata ra$an pada #a"ies

Capsula arti"ularis > membentan dari lin kar a"etabulum ke linea intertro"hanteri"a dan "rista intertro"hanteri"a.

Berak sendi >

1. Fleksi > M. Iliopsoas, M. ,e"tineus, M. 4e"tus #emoris, M. Addu"tor lon us, M. Addu"tor bre2is, M. Addu"tor ma nus pars anterior tensor #as"ia lata %. -kstens > M. Bluteus maximus, M. Semitendinosus, M. Semimembranosus, M. 1i"eps #emoris "aput lon um, M. Addu"tor ma nus pars posterior 3. Abduksi > M. Bluteus medius, M. Bluteus minimus, M. ,iri#ormis, M. Sartorius, M. 9ensor #as"ia lata ?. Adduksi > M. Addu"tor ma nus, M. Addu"tor lon us, M. Addu"tor bre2is, M. Bra"ilis, M. ,e"tineus, M. Obturator externus, M. Cuadratus #emoris 3. 4otasi medialis > M. Bluteus medius, M. Bluteus minimus, M. 9ensor #as"ia lata, M. Addu"tor ma nus pars posterior /. 4otasi lateralis > M. ,iri#ormis, M. Obturator internus, Mm. Bamelli, M. Obturator externus, M. Cuadratus #emoris, M. Bluteus maximus dan Mm. Addu"tores.

LI. %. Mampu Memahami dan Menjelaskan Fraktur LO.%.1 Memahami dan Menjelaskan <e#inisi Fraktur Fraktur atau patah tulan adalah terputusn!a kontinuitas jarin an tulan dan(atautulan ra$an !an umumn!a disebabkan oleh rudapaksa.9rauma !an men!ebabkantulan patah dapat berupa trauma lan sun , misaln!a benturan pada len an ba$ah !an men!ebabkan #raktur radius dan ulna, dan dapat berupa trauma tidak lan sun , misaln!a jatuh bertumpu pada tan an !an men!ebabkan tulan kla2ikula atau radius distal patah. Akibat trauma pada tulan ber antun pada jenis trauma, kekuatan, dan arahn!a.9rauma tajam !an lan sun atau trauma tumpul !an kuat dapat men!ebabkan tulan patah den an luka terbuka sampai ke tulan !an disebut #raktur terbuka. Fraktur di dekatsendi atau men enai sendi dapat men!ebabkan #raktur disertai luksasi sendi !an disebut#raktur dislokasi. Fraktur #emur adalah rusakn!a kontinuitas tulan pan kal paha !an dapat disebabkan oleh trauma lan sun )ke"elakaan lalu lintas, jatuh dari ketin ian*, kelelahan otot, kondisi+kondisi tertentu seperti de enerasi tulan (osteoporosis. Ada % tipe dari #raktur #emur, !aitu > 1. Fraktur IntrakapsulerD #emur !an kapsula. terjadi di dalam tulan sendi, pan ul dan

a. Melalui kepala #emur )"apital #raktur* b. 6an!a di ba$ah kepala #emur ". Melalui leher dari #emur %. Fraktur -kstrakapsulerD a. 9erjadi di luar sendi dan kapsul, melalui trokhanter #emur !an lebih besar(!an lebih ke"il (pada daerah intertrokhanter. b. 9erjadi di ba ian distal menuju leher #emur tetapi tidak lebih dari % in"i di ba$ah trokhanter ke"il.
Sjamsuhidajat 4., )1558*. 1uku Ajar Ilmu 1edah, -disi 4e2isi, -BC> Aakarta

LO.%.% Memahami dan Menjelaskan ;lasi#ikasi Fraktur Se"ara umum, #raktur dapat diba i menjadi %, berdasarkan ada tidakn!a hubun an antara tulan !an #raktur den an dunia luar, !aitu #raktur tertutup dan #raktur terbuka.<isebut #raktur tertutup apabila kulit di atas tulan !an #raktur masih utuh. 9etapi apabila kulit di atasn!a tertembus maka disebut #raktur terbuka, !an memun kinkan kuman dari luar dapat masuk ke dalam luka sampai ke tulan !an patah.Fraktur terbuka diba i menjadi 3 derajat !an ditentukan oleh berat rin ann!a luka dan berat rin ann!a #raktur. <erajat I > Luka E 1 "m ;erusakan jarin an lunak sedikit, tidak ada tanda luka remuk Fraktur sederhana, tran2ersal, oblik, atau kominuti# rin an ;ontaminasi minimal

<erajat II > laserasi F 1 "m ;erusakan jarin an lunak, tidak luas, #lap(a2ulse Fraktur kominuti# sedan ;ontaminasi sedan

<erajat III > 9erjadi kerusakan jarin an lunak !an luas, meliputi struktur kulit, otot. dan neuro2as"ular serta kontaminasi derajat tin i. Fraktur derajat ti a terba i atas > + Aarin an lunak !an menutupi #raktur tulan adekuat, meskipun terdapat laserasi luas(#lap(a2ulse atau #raktur se mental(san at kominuti# !an disebabkan oleh trauma berener i tin i tanpa melihat besarn!a ukuran luka. ;ehilan ann jarin an lunak den an #raktur tulan !an terpapar atau kontaminasi massi#.Luka pada pembuluh arteri(sara# peri#er !an harus diperbaiki tanpa melihat kerusakan jarin an lunak.

Se"ara umum ju a #raktur dibedakan menjadi %, #raktur komplit dan inkomplit. Fraktur komplit adalah patah pada seluruh aris ten ah tulan dan biasan!a me alami per eseran )ber eser dari posisi normal*. Fraktur 9idak komplit )inkomplit* adalah patah !an han!a terjadi pada seba ian dari aris ten ah tulan . Sesuai per erseran anatomisn!a #raktur dibedakan menjadi tulan ber eser(tidak ber eser. Aenis khusus #raktur diba i menjadi> 1. Breensi"k, #raktur dimana salah satu sisi tulan memben kok. %. 9rans2ersal, #raktur sepanjan aris ten ah tulan . patah sedan sisi lainn!a

3. Oblik, #raktur membentuk sudut den an aris ten ah tulan )lebih tidak stabil dibandin trans2ersal*. ?. Spiral, #raktur memuntir seputar batan tulan . 3. ;ominuti#, #raktur den an tulan pe"ah menjadi beberapa #ra men. /. <epresi, #raktur den an #ra men patahan terdorn ke dalam )serin terjadi pada tulan ten korak dan tulan $ajah*. 8. ;ompresi, #raktur dimana tulan belakan *. men alami kompresi )terjadi pada tulan berpen!akit )kista tulan ,

&. ,atolo ik, #raktur !an terjadi pada daerah tulan pen!akit ,a et, metastasi tulan , tumor*.

5. A2ulsi, tertarikn!a #ra men tulan oleh li amen atau tendo pada perlen katann!a. 1'. -p#iseal, #raktur melalui epi#isis 11. Impaksi, #raktur dimana #ra men tulan terdoron ke #ra men tulan lainn!a.

;lasi#ikasi #raktur "ollum #emur G G Fraktur intrakapsuler )"ollum #emur * Fraktur extrakapsuler #raktur

Fraktur intrakapsuler ) "ollum #emur * dapat disebabkan oleh trauma lan sun dan trauma tidak lan sun . 9rauma Lan sun biasan!a terjadi pada penderita den an posisi mirin dimana daerah tro"hanter ma!or lan sun terbentur den an benda keras, sedan kan pada trauma tidak lan sun disebabkan erakan eksorotasi !an mendadak dari tun kai ba$ah. ;arena kepala #emur terikat kuat den an li ament didalam a"etabulum oleh li ament ilio#emoral dan kapsul sendi, men akibatkan #raktur didaerah "ollum #emur. ,ada de$asa muda apabila terjadi #raktur intrakapsuler )"ollum #emur* berarti trauman!a "ukup hebat. Sedan keban!akan pada #raktur "ollum ini )intrakapsular*, keban!akan terjadi pada $anita tua )/' tahun keatas* dimana tulan n!a sudah men alami osteoporoti". 9rauma !an dialami oleh $anita tua ini biasan!a rin an )jatuh kepleset dikamar mandi*.

;lasi#ikasi #raktur #emur berdasarkan a. b. ". Lokasi anatomi Arah sudut aris patah <islokasi atau tidak dari #ra menn!a.

a. 1erdasarkan lokasi anatomi diba i menjadi 3 > Fraktur sub"apital Fraktur trans"er2i"al Fraktur basis "ollum #emur

b. 1erdasarkan arah sudut aris patah diba i menurut ,au$el > + 9ipe I > aris #raktur membentuk sudut 3'H den an bidan horiIontal pada posisi te ak + 9ipe II > aris #raktur membentuk sudut 3'+3'H den an bidan horiIontal pada posisi te ak 9ipe III> aris #raktur membentuk sudut

F3'H den an bidan horiIontal

;lasi#ikasi ,au$elJs untuk Fraktur ;olum Femur1 ;lasi#ikasi ini berdasarkan atas sudut !an dibentuk oleh aris #raktur dan bidan horiIontal pada posisi te ak.

". <islokasi atau tidak #ra ment ) menurut BardenJs* adalah seba ai berikut > + terimpaksi* + Brade II > Fraktur len kap tanpa per eseran Brade I > Fraktur inkomplit ) abduksi dan

+ +

Brade III > Fraktur len kap den an per eseran seba ian )2arus malali ment* Brade I= > Fraktur den an per eseran seluruh #ra men tanpa ada ba ian se men !an bersin un an.

SmeltIer K 1are, )%''3*. 1uku ajar kepera$atan medi"al bedah. =olume 3. -disi &. -BC> Aakarta

LO.%.3 Memahami dan Menjelaskan -tiolo i Fraktur Menurut Sa"hde2a )155/*, pen!ebab #raktur dapat diba i menjadi ti a, !aitu 1. Cedera 9raumatik Cedera traumatik pada tulan dapat disebabkan oleh > a. Cedera lan sun berarti pukulan lan sun terhadap tulan sehin a tulan patah se"ara spontan. ,emukulan biasan!a men!ebabkan #raktur melintan dan kerusakan pada kulit di atasn!a. b. Cedera tidak lan sun berarti pukulan lan sun berada jauh dari lokasi benturan, misaln!a jatuh den an tan an berjulur dan men!ebabkan #raktur kla2ikula. ". Fraktur !an disebabkan kontraksi keras !an mendadak dari otot !an kuat.

%. Fraktur ,atolo ik <alam hal ini kerusakan tulan akibat proses pen!akit dimana den an trauma minor dapat men akibatkan #raktur dapat ju a terjadi pada berba ai keadaan berikut > a. 9umor 9ulan )Ainak atau Banas* > pertumbuhan jarin an baru !an terkendali dan pro resi#. tidak

b. In#eksi seperti osteomielitis > dapat terjadi seba ai akibat in#eksi akut atau dapat timbul seba ai salah satu proses !an pro resi#, lambat dan sakit n!eri. ". 4akhitis > suatu pen!akit tulan !an disebabkan oleh de#isiensi =itamin < !an mempen aruhi semua jarin an skelet lain, biasan!a disebabkan ke a alan absorbsi =itamin < atau oleh karena asupan kalsium atau #os#at !an rendah

3. Se"ara Spontan <isesbabkan oleh stress tulan !an terus menerus misaln!a pada pen!akit polio dan oran !an bertu as dikemiliteran.

LO.%.? Memahami dan Menjelaskan ,ato enesis Fraktur ;etika terjadi patah tulan !an diakibatkan oleh truma, peristi$a tekanan ataupun patah tulan patolo ik karena kelemahan tulan , akan terjadi kerusakan di korteks, pembuluh darah, sumsum tulan dan jarin an lunak. Akibat dari hal tersebut adalah terjadi perdarahan, kerusakan tulan dan jarin an sekitarn!a.. ;eadaan ini menimbulkan hematom pada kanal medulla antara tepi tulan diba$ah periostium den an jarin an tulan !an men atasi #raktur. 9erjadin!a respon in#lamsi akibat sirkulasi jarin an nekrotik adalah ditandai den an 2asodilatasi dari plasma dan leukosit. ;etika terjadi kerusakan tulan , tubuh mulai melakukan proses pen!embuhan untuk memperbaiki "idera, tahap ini menunjukkan tahap a$al pen!embuhan tulan . 6ematon !an terbentuk bisa men!ebabkan penin katan tekanan dalam sumsum tulan !an kemudian meran san pembebasan lemak dan umpalan lemak tersebut masuk kedalam pembuluh darah !an mensuplai or an+or an !an lain. 6ematon men!ebabkn dilatasi kapiler di otot, sehin a menin katkan tekanan kapiler, kemudian menstimulasi histamin pada otot !an iskhemik dan men!ebabkan protein plasma hilan dan masuk ke interstitial. 6al ini men!ebabkan terjadin!a edema. -dema !an terbentuk akan menekan ujun s!ara#, !an bila berlan sun lama bisa men!ebabkan s!ndroma "ompartement.

,ri"e K 7ilson, )%''/*. ,ato#isiolo i ;onsep ;linis ,roses+,roses ,en!aki. =olume %. -disi /. -BC > Aakarta.

LO.%.3 Memahami dan Menjelaskan Mani#estasi ;linis Fraktur Menurut SmeltIer K 1are )%''%*, mani#estasi klinis #raktur adalah n!eri, hilan n!a #un si, de#ormitas, pemendekan ektremitas, krepitus, pemben kakan lokal, dan perubahan $arna !an dijelaskan se"ara rin"i seba ai berikut>

a. .!eri terus menerus dan bertambah beratn!a sampai #ra men tulan diimobilisasi. Spasme otot !an men!ertai #raktur merupakan bentuk bidai alamiah !an diran"an untuk meminimalkan erakan antar #ra men tulan .

b. Setelah terjadi #raktur, ba ian ba ian tidak dapat di unakan dan "enderun ber erak se"ara alamiah ) erakan luar biasa*. ,er eseran #ra men pada#raktur len an dan tun kai men!ebabkan de#ormitas )terlihat maupun teraba* ektremitas !an bisa diketahui den an membandin kann!a den an ektremitas normal. -kstremitas tidak dapat ber#un si den an baik karena #un si normal otot ter antun pada inte ritasn!a tulan tempat melekatn!a otot.

". ,ada #raktur panjan , terjadi pemendekan tulan !an sebenarn!a karena kontraksi otot !an melekat di atas dan ba$ah tempat #raktur. Fra men serin salin melen kapi satu sama lain sampai %,3 sampai 3 "m )1 sampai % in"i*. Saat ekstremitas diperiksa den an tan an, teraba adan!a derik tulan dinamakan krepitus !an teraba akibat esekan antara #ra men satu den an lainn!a. 0ji krepitus dapat men akibatkan kerusakan jarin an lunak !an lebih berat.

d. ,emben kakan dan perubahan $arna lokal pada kulit terjadi seba ai akibat trauma dan perdarahan !an men ikuti #raktur. 9anda ini biasa terjadi setelah beberapa jam atau hari setelah "edera.

9idak semua tanda dan ejala tersebut terdapat pada setiap #raktur. ;eban!akan justru tidak ada pada #raktur linear atau #isur atau #raktur impaksi )permukaan patahan salin terdesak satu sama lain*. <ia nosis #raktur ber antun pada ejala, tanda #isik, dan pemeriksaan sinar+x pasien. 1iasan!a pasien men eluhkan men alami "edera pada daerah tersebut.

http>((repositor!.usu.a".id(bitstream(1%3?3/8&5(%?/1?(?(ChapterL%'II.pd#

LO.%./ Memahami dan Menjelaskan ,emeriksaan Fisik Fraktur e. Anamnesis <ata bio ra#i, 4i$a!at kesehatan masa lalu, 4i$a!at kesehatan sekaran , 4i$a!at kesehatan keluar a, 4i$a!at psikososial )interaksi den an keluar a*, ,ola kebersihan sehari+ hari, Akti#itas, Sirkulasi darah, .eurosensori )kebas, kesemuran, te an *, 4asa .!eri( ken!amanan

#. Inspeksi ( look ,ada pemeriksaan #isik mula+mula dilakukan inspeksi dan terlihat adan!aasimetris pada kontur atau postur, pemben kakan, dan perubahan $arna lo"al.,asien merasa kesakitan, men"oba melindun i an ota badann!a !an patah,terdapat pemben kakan, perubahan bentuk berupa ben kok, terputar, pemendekan, dan ju a terdapat erakan

!an tidak normal. Adan!a luka kulit,laserasi atau abrasi, dan perubahan $arna di ba ian distal luka menin katkanke"uri aan adan!a #raktur terbuka. ,asien diinstruksikan untuk men erakkan ba ian distal lesi, bandin kan den an sisi !an sehat.

. ,alpasi ( #eel .!eri !an se"ara sub!ekti# din!atakan dalam anamnesis, didapat ju ase"ara objekti# pada palpasi. .!eri itu berupa n!eri tekan !an si#atn!a sirkuler dan n!eri tekan sumbu pada $aktu menekan atau menarik den an hati+hatian ota badan !an patah searah den an sumbun!a. ;eempat si#at n!eri inididapatkan pada lokalisasi !an tepat sama. Status neurolo is dan 2askuler di ba ian distaln!a perlu diperiksa.Lakukan palpasi pada daerah ekstremitas tempat #raktur tersebut, meliputi persendian diatas dan diba$ah "edera, daerah !an men alami n!eri, e#usi, dankrepitasi. .euro2askularisasi !an perlu diperhatikan pada ba ian distal #raktur diantaran!a, pulsasi arteri, $arna kulit, pen embalian "airan kapiler )"apillar!re#ill test*, sensibilitas.,alpasi harus dilakukan di sekitar lesi untuk melihat apakah ada n!eritekan, erakan abnormal, kontinuitas tulan , dan krepitasi. Au a untuk men etahui status 2askuler di ba ian distal lesi. ;eadaan 2askuler ini dapatdiperoleh den an memeriksa $arna kulit dan suhu di distal #raktur. ,ada tes erakan, !an di erakkan adalah sendin!a. Aika ada keluhan, mun kin sudahterjadi perluasan #raktur.

d. Berakan ( mo2in Berakan antar #ra men harus dihindari pada pemeriksaan karenamenimbulkan n!eri dan men akibatkan "edera jarin an. ,emeriksaan erak persendian se"ara akti# termasuk dalam pemeriksaan rutin #raktur. Berakan senditerbatas karena n!eri, akibat #un si ter an u )Loss o# #un"tion*.

LO.%.8 Memahami dan Menjelaskan ,emeriksaan ,enunjan Fraktur 1. ,emeriksaan radiolo is )ront en*, pada daerah !an men ikuti aturan role o# t$o, !an terdiri dari > di"uri ai #raktur, harus

Men"akup dua ambaran !aitu anteroposterior )A,* dan lateral. Memuat dua sendi antara #raktur !aitu ba ian proximal dan distal. Memuat dua extremitas )terutama pada anak+anak* baik !an "idera maupun !an tidak terkena "edera )untuk membandin kan den an !an normal* <ilakukan dua kali, !aitu sebelum tindakan dan sesudah tindakan.

Foto 4ont en

,ada pro!eksi A, kadan tidak jelas ditemukan adan!a #raktur pada kasus !an impa"ted, untuk ini diperlukan pemerikasaan tambahan pro!eksi axial. ,er eseran dinilai melalui bentuk ba!an an tulan !an abnormal dan tin kat ketidak"o"okan aris trabekular pada kaput #emoris dan ujun leher #emur. ,enilaian ini pentin karena #raktur !an terimpaksi atau tidak ber eser )stadium I dan II Barden * dapat membaik setelah #iksasi internal, sementara #raktur !an ber eser serin men alami non union dan nekrosis a2as"ular. 4adio ra#i #oto polos se"ara tradisional telah di unakan seba ai lan kah pertama dalam pemeriksaan pada #raktur tulan pin ul. 9ujuan utama dari #ilm x+ra! untuk men!in kirkan setiap patah tulan !an jelas dan untuk menentukan lokasi dan luasn!a #raktur. Adan!a pembentukan tulan periosteal, s"lerosis, kalus, atau aris #raktur dapat menunjukkan te an an #raktur.4adio ra#i mun kin menunjukkan aris #raktur pada ba ian leher #emur, !an merupakan lokasi untuk jenis #raktur.Fraktur harus dibedakan dari patah tulan kompresi, !an menurut <e2as dan Fullerton dan Sno$d!, biasan!a terletak pada ba ian in#erior leher #emoralis. Aika tidak terlihat di #ilm x+ra! standar, bone s"an atau Ma neti" 4esonan"e Ima in )M4I* harus dilakukan. 1one S"annin 1one s"annin dapat membantu menentukan adan!a #raktur, tumor, atau in#eksi.1one s"an adalah indikator !an palin sensiti# dari trauma tulan , tetapi mereka memiliki kekhususan !an sedikit. Shin dkk. melaporkan bah$a bone s"annin memiliki prediksi nilai positi# /&L. 1one s"annin dibatasi oleh resolusi spasial relati# dari anatomi pin ul. <i masa lalu, bone s"annin dian ap dapat diandalkan sebelum ?&+8% jam setelah patah tulan , tetapi sebuah penelitian !an dilakukan oleh 6old dkk menemukan sensiti2itas 53L, terlepas dari saat "edera.

Ma neti" 4esonan"e Ima in )M4I* M4I telah terbukti akurat dalam penilaian #raktur dan andal dilakukan dalam $aktu %? jam dari "edera, namun pemeriksaan ini mahal. <en an M4I, #raktur biasan!a mun"ul seba ai aris #raktur di korteks dikelilin i oleh Iona edema intens dalam

ron a meduler. <alam sebuah studi oleh Cuinn dan M"Carth!, temuan pada M4I 1''L sensiti# pada pasien den an hasil #oto ront en !an kuran terlihat.M4I dapat menunjukkan hasil !an 1''L sensiti#, spesi#ik dan akurat dalam men identi#ikasi #raktur "ollum #emur. %. ,emeriksaan laboratorium, meliputi> + <arah rutin + Faktor pembekuan darah + Bolon an darah )terutama jika akan dilakukan tindakan operasi* + 0rinalisa + ;reatinin )trauma otot dapat menin katkan beban kreatinin untuk kliren injal*.

3. ,emeriksaan arterio ra#i <ilakukan jika di"uri ai telah terjadi kerusakan 2askuler akibat #raktur tersebut.

LO.%.& Memahami dan Menjelaskan <ia nosis 1andin Fraktur a. Osteitis ,ubis ,eradan an dari sim#isis pubis + sendi dari dua tulan pan pan ul. b. SlippedCapital Femoral -piph!sis ,atah tulan !an mele$ati #isis )plat tembat tumbuh pada tulan *, !an men!ebabkan selipan terjadi diatas epi#isis. ". Snappin 6ip S!ndrome ;ondisi medis !an ditandai oleh sensasi ertakan terasa saat pin ul !an tertekuk dan diperpanjan . 6al ini dapat disertai oleh ertakan terden ar atau mun"ul kebisin an dan rasa sakit atau ketidakn!amanan.<inamakan demikian karena suara retak !an berbeda !an berasal dari seluruh daerah pin ul ketika sendi mele$ati dari !an tertekuk untuk menjadi diperpanjan . Se"ara medis dikenal seba ai iliopsoas tendinitis, mereka serin terkena adalah atlet, seperti an kat besi, pesenam, pelari dan penari balet, !an se"ara rutin menerapkan kekuatan !an berlebihan atau melakukan erakan sulit !an melibatkan sendi pan ul. ul besar di ba ian depan

LO.%.5 Memahami dan Menjelaskan 9atalaksana Fraktur Menurut Mansjoer )%'''* dan Mutta:in )%''&* konsep dasar !an harus dipertimban kan pada $aktu menan ani #raktur !aitu > reko nisi, reduksi, retensi, dan rehabilitasi. 1. 4eko nisi ),en enalan* 4i$a!at ke"elakaan, derajat keparahan, harus jelas untuk menentukan dia nose d an tindakan selanjutn!a. Contoh, pada tempat #raktur tun kai akan terasa n!eri sekali dan

ben kak. ;elainan bentuk !an ran ka. %. 4eduksi )manipulasi( reposisi*

n!ata dapat menentukan diskontinuitas inte ritas

4eduksi adalah usaha dan tindakan untuk memanipulasi #ra men #ra men tulan !an patah sedapat mun kin kembali la i seperti letak asaln!a. 0pa!a untuk memanipulasi #ra men tulan sehin a kembali seperti semula se"ara optimal. 4eduksi #raktur dapat dilakukan den an reduksi tertutup, traksi, atau reduksi terbuka. 4eduksi #raktur dilakukan sese era mun kin untuk men"e ah jarin an lunak kehilan an elastisitasn!a akibat in#iltrasi karena edema dan perdarahan. ,ada keban!akan kasus, reduksi #raktur menjadi semakin sulit bila "edera sudah mulai men alami pen!embuhan )Mansjoer, %''%*

3. 4etensi )Immobilisasi* 0pa!a !an dilakukan untuk menahan #ra men tulan sehin a kembali seperti semula se"ara optimal. Setelah #raktur direduksi, #ra men tulan harus diimobilisasi, atau di pertahankan dalam posisi kesejajaran !an benar sampai terjadi pen!atuan. Imobilisasi dapat dilakukan den an #iksasi eksterna atau interna. Metode #iksasi eksterna meliputi pembalutan, ips, bidai, traksi kontinu, pin, dan teknik ips, atau #iksator eksterna. Implan lo am dapat di unakan untuk #iksasi intrerna !an brperan seba ai bidai interna untuk men imobilisasi #raktur. Fiksasi eksterna adalah alat !an diletakkan diluar kulit untuk menstabilisasikan #ra men tulan den an memasukkan dua atau ti apin metal perkutaneus menembus tulan pada ba ian proksimal dan distal dari tempat #raktur dan pin tersebut dihubun kan satu sama lain den an men unakan eksternal bars. 9eknik ini terutama atau keban!akan di unakan untuk #raktur pada tulan tibia, tetapi ju a dapat dilakukan pada tulan #emur, humerus dan pel2is )Mansjoer,%'''* ,rinsip dasar dari teknik ini adalah den an men unakan pin !an diletakkan pada ba ian proksimal dan distal terhadap daerah atau Iona trauma, kemudian pin+pin tersebut dihubun kan satu sama lain den an ran ka luar atau eksternal #rame atau ri id bars !an ber#un si untuk menstabilisasikan #raktur. Alat ini dapat di unakan seba ai temporar! treatment untuk trauma muskuloskeletal atau seba ai de#initi2e treatment berdasarkan lokasi dan tipe trauma !an terjadi pada tulan dan jarin an lunak)Mutta:in, %''&* ?. 4ehabilitasi Men embalikan akti#itas #un sional semaksimal mun kin untuk men hindari atropi atau kontraktur. 1ila keadaan mmeun kinkan, harus se era dimulai melakukan latihan+ latihan untuk mempertahankan kekuatan an ota tubuh dan mobilisasi )Mansjoer, %'''*

,enatalaksaan pada klien den an #raktur tertutup adalah seba ai berikut > 1. 9erapi non #armakolo i, terdiri dari >

d. ,roteksi, untuk #raktur den an kedudukan baik. Mobilisasi saja tanpa reposisi, misaln!a pemasan an ips pada #raktur inkomplet dan #raktur tanpa kedudukan baik. e. 4eposisi tertutup dan #iksasi den an ips. 4eposisi dapat dalam anestesi umum atau lokal. #. 9raksi, untuk reposisi se"ara berlebihan. %. 9erapi #armakolo i, terdiri dari > a. 4eposisi terbuka, #iksasi eksternal. b. 4eposisi tertutup kontrol radiolo i diikuti interial. 9erapi ini den an reposisi anatomi diikuti den an #iksasi internal. 9indakan pada #raktur terbuka harus dilakukan se"epat mun kin, penundaan $aktu dapat men akibatkan komplikasi. 7aktu !an optimal untuk bertindak sebelum /+8 jam berikan toksoid, anti tetanus serum )A9S* ( tetanus hama lobidin.1erikan antibiotik untuk kuman ram positi# dan ne ati# den an dosis tin i. Lakukan pemeriksaan kultur dan resistensi kuman dari dasar luka #raktur terbuka.)SmeltIer, %''1*
http>((di ilib.unimus.a".id(#iles(disk1(133(jtptunimus+ dl+nurhida!ah+/831+%+babii.pd# Mansjoer, dkk., )%'''*. ;apita Selekta ;edokteran, edisi 3. Media Aes"ulapius> Aakarta SmeltIer K 1are, )%''3*. 1uku ajar kepera$atan medi"al bedah. =olume 3. -disi &. -BC> Aakarta

LO.%.1' Memahami dan Menjelaskan ;omplikasi Fraktur ;omplikasi #raktur menurut SmeltIer dan 1are )%''1* dan ,ri"e )%''3* antara lain> 1. ;omplikasi a$al #raktur antara lain> s!ok, sindrom emboli lemak, sindrom kompartement, kerusakan arteri, in#eksi, a2askuler nekrosis.

a. S!ok S!ok hipo2olemik atau traumati", akibat perdarahan )ban!ak kehilan an darah eksternal maupun !an tidak kelihatan !an bias men!ebabkan penurunan oksi enasi* dan kehilan an "airan ekstrasel ke jarin an !an rusak, dapat terjadi pada #raktur ekstrimitas, thoraks, pel2is dan 2ertebra. b. Sindrom emboli lemak ,ada saat terjadi #raktur lobula lemak dapat masuk kedalam pembuluh darah karena tekanan sumsum tulan lebih tin i dari tekanan kapiler atau karena katekolamin !an di lepaskan oleh reaksi stress pasien akan memobilisasi asam lemak dan memudahkan terjasin!a lobula lemak pada aliran darah. ". Sindroma ;ompartement Merupakan masalah !an terjadi saat per#usi jarin an dalam otot kuran dari !an dibutuhkan untuk kehidupan jarin an. Ini bisa disebabkan karena penurunan ukuran kompartement otot karena #asia !an membun kus otot terlalu ketat, pen unaan ibs atau balutan !an menjerat ataupun penin katan isi kompatement otot karena edema atau perdarahan sehubun an den an berba ai masalah )misaln!a > iskemi,dan "idera remuk*.

d. ;erusakan Arteri ,e"ahn!a arteri karena trauma bias ditandai dena an tidak ada nadi, C49 menurun, s!anosis ba ian distal, hematoma !an lebar, dan din in pada ekstrimitas !an disbabkan oleh tindakan emer ensi splintin , perubahan posisi pada !an sakit, tindakan reduksi, dan pembedahan. e. In#eksi Sistem pertahanan tubuh rusak bila ada trauma pada jarin an. ,ada trauma orthopedi" in#eksi dimulai pada kulit )super#i"ial* dan masuk ke dalam. Ini biasan!a terjadi pada kasus #raktur terbuka, tapi bisa ju a karena pen unaan bahan lain dalam pembedahan seperti pin dan plat. #. A2askuler nekrosis A2askuler nekrosis )A=.* terjadi karena aliran darah ke tulan rusak atau ter an u !an bias men!ebabkan nekrosis tulan dan dia$ali den an adan!a =olkmanJs Is"hemia )SmeltIer dan 1are,%''1*

%. ;omplikasi dalam $aktu lama atau lanjut #raktur antara lain> mal union, dela!ed union, dan non union. a. Malunion Malunion dalam suatu keadaan dimana tulan !an patah telah sembuh dalam posisi !an tidak seharusn!a. Malunion merupaka pen!embuhan tulan ditandai de n an menin katn!a tin kat kekuatan dan perubahan bentuk )de#ormitas*. Malunion dilakukan den an pembedahan dan reimobilisasi !an baik. b. <ela!ed 0nion <ela!ed union adalah proses pen!embuhan !an terus berjalan den an ke"epatan !an lebih lambat dari keadaan normal. <ela!ed union merupakanke a alan #raktur berkonsolidasi sesuai den an $aktu !an dibutuhkan tulan untuk men!ambun . Ini disebabkan karena penurunan suplai darah ke tulan . ". .onunion .onunion merupakan ke a alan #raktur berkonsolidasi dan memproduksi sambun an !an len kap, kuat, dan stabil setelah / bulan. .onunion di tandai den an adan!a per erakan !an berlebih pada sisi #raktur !an membentuk sendi palsu atau pseuardoarthrosis.Ini ju a disebabkan karena aliran darah !an kuran ),ri"e dan 7ilson, %''/*.
,ri"e K 7ilson, )%''/*. ,ato#isiolo i ;onsep ;linis ,roses+,roses ,en!aki. =olume %. -disi /. -BC > Aakarta. http>((di ilib.unimus.a".id(#iles(disk1(133(jtptunimus+ dl+nurhida!ah+/831+%+babii.pd#