Anda di halaman 1dari 8

DESTILASI Penyulingan atau destilasi adalah proses pemisahan campuran zat cair yang didasarkan pada perbedaan titik

didih zat. Proses pemisahan campuran dengan cara penyulingan dilakukan dengan dua cara yaitu penguapan dan pengembungan. Atas dasar ini maka perangkat peralatan destilasi menggunakan alat pemanas dan alat pendingin. Salah satu alat yang biasa digunakan untuk proses destilasi adalah ketel suling. Berikut ini penjelasan tentang ketel suling dan pengaplikasiannya. 1. Katel Suling Katel suling merupakan tempat penyulingan bahan baku. Bahan ketel yang digunakan sebaiknya stainless steel. Ketel suling atau biasa disebut tangki berfungsi sebagai tempat air dan atau uap untuk mengadakan kontak dengan bahan, serta untuk menguapkan minyak atsiri. Penggunaan bentuk ketel tergantung pada metode penyulingannya. Katel Suling menggunakan metode uap dan air, sehingga bahan dan air menjadi satu tempat yang terpisah oleh rak atau saringan. Tangki tersebut dilengkapi dengan tutup yang dapat dibuka dan diapitkan pada bagian atas penampang ketel. ekat penampang atas tangki dipasang pipa berbentuk leher angsa !gooseneck" untuk mengalirkan uap ke kondensor. asar ketel dilengkapi dengan suatu kran untuk saluran air saat mengadakan pembersihan. Sementara satu setengah meter dari dasar ketel terdapat kran untuk mengalirkan air yang digunakan untuk pengukuran.Berikut gambar katel suling dan keterangannya# Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

Keterangan# $. Tutup ketel &. Penangkap debu (. inding )nsulasi Glass wool +. asar Ketel,bodem 2. Cara Kerja Katel Suling

%. Kaki Ketel '. Ketel Bahan *. Saringan Ketel Bahan -. Kaitan Pengunci

Pada metode penyulingan dengan air, katel suling hanya berupa tabung besar atau bak silinder. Proses penyulingan tidak ubahnya seperti merebus sayuran, yaitu bahan tanaman dicampur dengan air. Pada metode penyulingan dengan uap tak langsung, katel suling sama dengan penyulingan dengan air.

.amun, bagian dalam katel disekat dengan lempeng berlubang, seperti lempeng saringan pada alat kukus. engan begitu, bagian dalam katel terbagi menjadi dua. Bagian ba/ah berisi air, sedangkan bagian atas digunakan untuk meletakkan bahan baku. Pada metode uap langsung, ketel yang digunakan mirip dengan ketel pada metode uap tak langsung. Bagian atas ketel dapat dibuka dan ditutup. 0ubang di bagian atas merupakan pintu masuknya bahan dan air. Sementara bagian ba/ah ketel dilengkapi keran outlet untuk membuang sisa air. Pada tahap kondensasi !pengembunan", pipa penyalur uap akan didinginkan oleh air yang tertampung dalam kondensor, dengan begitu uap hasil penyulingan diubah menjadi cair. Kemudian tangki pemisah atau 1lorentine flask. Tangki ini menampung air dan minyak asiri yang telah berupa cairan. Tangki pemisah memiliki du keran outlet, yaitu keran keluarnya minyak atsiri dan keran tempat keluarnya air !Armando, &223 ". 3. Aplikasi Mesin alam Agr!in ustri a. Aplikasi Mesin alam Agr!in ustri $. Proses penyulingan minyak nilam secara prinsip sama. Prinsip penyulingan pada daun nilam kali ini, daun nilam , batang ranting nilam !selanjutnya disebut nilam kering" dengan perbandingan $#$. .ilam kering dimasukkan kedalam keranjang berlubang yang bertingkat dua. Kemudian diberi percikan air untuk membantu mempercepat proses a/al penguapan minyak dalam bejana bahan. Setelah itu pompa air pada tandon air dinyalakan untuk menjalankan sistem pendinginan pada bagian kondensor. 0alu sistem pembakaran mulai dinyalakan untuk memanasi air pada steam boiler. &. Proses penyulingan minyak mentah berlangsung sebagai berikut. 4ula5 mula minyak mentah dipanaskan pada suhu (*267 sehingga mendidih dan menguap. 1raksi minyak mentah yang tidak menguap menjadi residu. 8esidu minyak bumi meliputi paraffin, lilin, dan aspal. 8esidu5residu ini memiliki rantai karbon dengan jumlah atom 7 lebih dari &2 atom. 4inyak mentah yang menguap pada proses distilisasi ini naik ke bagian atas kolom dan selanjutnya terkondensasi pada suhu yang berbeda5beda. 1raksi minyak bumi yang tidak terkondensasi terus naik ke bagian atas kolom sehingga keluar sebagai gas alam.(. (. Proses penyulingan minyak atsiri dari biji pala dimana Proses a/al yang dilakukan adalah mengumpulkan bahan baku berupa biji pala sampai &%2 kg selama kurang lebih $5& minggu, Setelah itu jemur biji pala hingga kering selama ( hari, kemudian hancurkan biji pala menggunakan grinder selama $ jam. Setelah biji pala hancur menjadi kecil dan halus, masukkan

ke dalam ketel suling. Kemudian air di didihkan dalam boiler dan atur tekanan uap yang rendah !sekitar 2,%5$ bar". Suling bahan baku yang di dalam ketel suling. Setelah itu, tekanan di boiler ditingkatkan sampai suhu uap mencapai $$29 7 dan tekanan mencapai $ bar. Air dalam boiler akan mendidih, lalu uapnya mengalir ke ketel suling yang sudah ada bahan di dalamnya. :ap air dan uap minyak atsiri pala mengalir melalui pipa menuju kondensor. i dalam kondensor, uap minyak atsiri pala dan air diembunkan menjadi cairan yang kemudian cairan tersebut keluar menuju tangki pemisah. b. "e#erensi jurnal Desain Alat Penyulingan Minyak Nilam untuk Meningkatkan Rendemen dan Mutu $enulis % $ina &arus 4inyak nilam ini merupakan produk unggulan daerah dan sebagai komoditi ekspor non migas. 4inyak nilam ini diperoleh dengan cara penyulingan dari daun nilam kering. Ketel suling dibuat dari drum bekas berkapasitas %25'2 kg bahan kering. Pengetahuan mereka tentang teori penyulingan dan proses penyulingan serta faktor5faktor yang mempengaruhi penyulingan dan proses penyulingan serta faktor5faktor yang mempengaruhi penyulingan belum ada. Karena itu rendemen yang mereka peroleh rendah sekitar $5$,%; sementara kandungan minyak dalam daun sekitar %; Kegiatan penyulingan dikerjakan secara terpisah5pisah belum pernah mendapat bimbingan dan penyuluhan. alam rangka meningkatkan rendemen dan mutu minyak nilam ini, perlu didesain satu alat penyulingan dari bahan steinlesstell, kapasitas $22 kg bahan kering dan didesain sedermikian rupa sehingga tekanan uap selama proses penyulingan dapat diatur. Met! !l!gi 4etode yang digunakan pada kegiatan ini adalah# penyuluhan, pelatihan, dan praktek kerja di lapangan. :ntuk memberikan penyuluhan dibentuk tim sesuai dengan bidang keahlian selanjutnya melakukan kunjungan secara bergantian ke lokasi pengabdian. Pelatihan dan praktek kerja dilakukan secara demonstrasi di lapangan dengan peserta yang telah ditetapkan. :rutan pelaksanaan pelatihan dan praktek kerja. a. ibuat satu unit alat suling kapasitas $22 kg bahan kering dari bahan steinlessteal, dilengkapi dengan alat pengukur tekanan dengan tekanan uap !mm<g" yang digunakan# $= $,% dan & atm dengan lama penyulingan % jam.

b. Bahan dirajang $5& cm dan dikeringkan sampai kadar air $%5&2;. c. Ketel bahan diisi dengan bahan yang telah disiapkan, lama penyulingan % jam tiap perlakuan, selama proses tekanan uap diatur# dari $= $,% dan & atm. d. Alat penampung dirancang agar minyak dan air terpisah langsung. e. 4inyak yang diperoleh direndam dengan .a&S>+ anhidrat untuk mengikat molekul air yang ada pada minyak dan saring. f. Tentukan rendemen dengan gra?imetris, kandungan patchouli alkohol !PA" dengan gas kromatografi. Berat jenis !S@" dengan piknometer, 8efrakti?e )ndeks !8)" dengan 8efractometer Abbe= Bilangan Asam !BA" dan Bilangan Aster !BA" dengan Bolumetris, /arna dan kelarutan secara ?isual. g. Setiap perlakuan dilakukan secara triplo. 'asil Dan $emba(asan

Tabel $ menggunakan alat suling,destilasi yang didesain dan Tabel & menggunakan alat suling,destilasi yang oleh pengerajin selama ini rendemen naik dari & menjadi (,&% pada tekanan uap yang digunakan dapat dilihat bah/a rendemen !;" naik. Kandungan Patchouly alkohol !;" pada kondisi tersebut naik dari &3,*% menjadi (&,'-. <al ini menunjukkan bah/a pada alat yang telah disempurnakan ini distribusi uap dalam ketel bahan pada tiap perlakuan menjadi lebih sempurna. Kenaikan,penurunan bilangan ester sejalan dengan kenaikan bilangan asam. Komponen kimia yang mempengaruhi asam dan ester ini sebetulnya sudah terdorong keluar pada suhu di atas titik didih air pada tekanan rendah sudah terdorong keluar pada suhu di atas titik didih air pada tekanan rendah !*'2 mm<g", sehingga perbandingan komponen kimia golongan hidrokarbon lebih kecil dibanding dengan golongan oksigenated hidrokarbon. Perubahan berat jenis, indeks bias dari minyak yang diperoleh kedua alat ini sangat kecil hal ini juga disebabkan karena golongan hidrokarbon dengan

oksigenated hidrokarbon menjadi lebih besar. Kelarutan dalam alkohol 32; !$ # $2" dan /arna tidak mempunyai perbedaan yang berarti. Kelarutan dalam alcohol 32; dipengaruhi oleh adanya lemak dalam minyak. Kisaran titik didih komponen kimia minyak antara %+5&$+ 27. Karena itu maka dengan penyulingan biasa !tekanan uap *'2 mm<g" belum mampu mendorong semua komponen keluar sebagai destilat, akibatnya rendemen rendah. Karena itu untuk meningkatkan rendemen dan mutu dapat dilakukan dengan memperbaiki metoda penyulingan dengan tekanan uap di atas *'2 mm<g. Agar dapat melakukan penyulingan di atas *'2 mm<g perlu merancang alat penyuling sedemikian sehingga tahan sampai & atm !$&%2 mm<g" dan tekanan uap selama proses dapat diatur. Kesimpulan ari data hasil kegiatan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut# engan desain alat penyulingan,destilasi rendemen naik menjadi (,&%; pada tekanan uap yang digunakan. engan kenaikan rendemen dari &; menjadi (,&%; ini berarti tiap ton bahan diperoleh tambahan minyak sebanyak $&% kg. Bila patokan harga minyak 8p. &%2.222,5,kg berarti terdapat penambahan keuntungan 8p. ($.&%2.222,ton bahan baku. 4utu minyak yang diperoleh jauh lebih baik bila dibandingkan dengan S.)52'5&(-%5$33$ dan dengan menggunakan alat suling sebelumnya dimana kandungan patchouli alkohol naik &,3(;. Bilangan asam dan ester turun sementara berat jenis naik. 4enurut S.) kandungan patchouly alkohol minimum (2; dengan alat yang digunakan diperoleh (&,'-;. Kelarutan dalam alkohol 32; !$ # $2" cukup baik sehingga terdapatnya lemak dalam minyak sangat kecil. ). C!nt!( pabrik Berikut merupakan contoh pabrik yang menggunakan proses destilasi $. : . Tirta Kencana .usantara bergerak pada pengolahan minyak daun cengkeh !7lo?e 0eaf >il" pada proses destilasinya menggunakan alat Ketel Suling dan Kondensor. iambil dari PK0 yang berjudul Analisis Proses Produksi 4inyak Atsiri aun 7engkeh !7lo?e 0eaf >il" di : . Tirta Kencana .usantara oleh Cahyudi. &. PT. Salim )?omas Pratama bergerak pada pengolahan minyak goreng pada proses destilasinya menggunakan eodorizer Tank ! A>*2$". iambil dari PK0 yang berjudul Teknologi Pemurnian 4ultiproses !T4T" pada Pengolahan 4inyak @oreng Bimoli di PT. Salim )?omas Pratama. Surabaya. >leh Bitta 8izky Permatasari

(. PT.Sinar 4as Argoresouces and Technology !Smart" tbk. Bergerak pada pengolahan minyak goreng destilasinya menggunakan alat eodorizer !T5 (2&". iambil dari PK0 yang berjudul pengolahan 7P> !7rude Palm >il" pada Proses Produksi 4inyak @oreng di PT. Sinar 4as Argoresouces and Technology !Smart" tbk. Surabaya. +. Pusat Pendidikan dan Pelatihan 4inyak dan @as Bum 7epu !P:S )K0AT 4)@AS 7AP:". Bergerak pada proses pengolahan minyak, destilasinya menggunakkan alat Ketel Suling dan Kondensor. iambil dari PK0 yang berjudul Proses Pengolahan 4inyak dengan 7ara istilasi Atmosferik di Pusat Pendidikan dan Pelatihan 4inyak dan @as Bumi !P:S )K0AT 4)@AS 7AP:" Da/a Timur. >leh Amirulloh Sihabuddin. %. PT Pa?ettia Atsiri )ndonesia di desa 7ibedug, kecamatan 7ia/i, kabupaten Bogor. Bergerak pada proses pengolahan minyak pala, destilasinya menggunakkan alat Ketel Suling dan Kondensor. iambil dari Skripsi yang berjudul Afisiensi Anergi an Kinerja Prototipe Alat Penyulingan 4inyak Pala Berbahan Bakar Kayu. >leh anar Andri Prasetyo.

DA*TA" $+STAKA Armando, 8. Memproduksi 15 Minyak Asiri Berkualitas. Dakarta# .iaga S/adaya. Barus, P. &22-. Desain Alat Penyulingan Minyak Nilam untuk Meningkatkan Rendemen dan Mutu. Sumatra :tara # D:8.A0 PA.A0)T)A. 8AKAEASA Bolume $, .omor $ Duni &22Permatasari, Bitta 8izky. &22*. eknologi Pemurnian Multiproses ! M " pada Pengola#an Minyak Goreng Bimoli di P . $alim %&omas Pratama $urabaya. Praktek Kerja 0apang :n?ersitas Bra/ijaya. 4alang Prasetyo, A. &223. '(isiensi 'nergi Dan )iner*a Prototipe Alat Penyulingan Minyak Pala Berba#an Bakar )ayu. Bogor # skripsi 1akultas Teknologi Pertanian )nstitut Pertanian Bogor. 8osa, Syafani Alma. &2$$. +P, !+rude Palm ,il" pada Proses Produksi Minyak Goreng di P . $inar Mas Argoresouces and ec#nology !$mart" tbk. $urabaya. Praktek Kerja 0apang :ni?ersitas Bra/ijaya. 4alang Sihabuddin, Amirulloh. &22(. Proses Pengola#an Minyak dengan +ara Distilasi Atmos(erik di Pusat Pendidikan dan Pelati#an Minyak dan Gas Bumi !P-$D%).A M%GA$ +'P-" /awa imur. Praktek Kerja 0apang :ni?ersitas Bra/ijaya. 4alang Cahyudi. &22( .Analisis Proses Produksi Minyak Atsiri Daun +engke# !+lo&e .ea( ,il" di -D. irta )encana Nusantara. Praktek Kerja 0apang :n?ersitas Bra/ijaya. 4alang