Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN REFLEKSI KASUS STASE ILMU FORENSIK

Oleh : Sobri Emiga Sando (05711058) Gladia Puspitasari R (07711070) ndriani (07711110) stri Sulastri Prasasti (08711!1") Ra#hmatia $adhilah % (0871108&) 'eng#i S( Permana Putra(08711080) )alta*it bror +eem (087111,1)

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SEMARANG 2013

Page 1

FORM REFLEKSI KASUS FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA --------------------------------------------------------------------------------------------.ama /o#ter 0uda 1 .%0 : Sobri Emiga Sando (05711058) Gladia Puspitasari R (07711070) ndriani (07711110) stri Sulastri Prasasti (08711!1") Ra#hmatia $adhilah % (0871108&) 'eng#i S( Permana Putra (08711080) )alta*it bror +eem (087111,1) Stase %dentitas Pasien .ama 1 %nisial : %lmu $orensi# : Sdr(R .o Surat 2isum : 2er1011%1!01"1Serse

3mur : !0 tahun +enis #elamin : 4a#i5la#i /iagnosis1 #asus : diduga meninggal dunia #arena tenggelam Pengambilan #asus pada minggu #e : ! +enis Re*le#si: ling#ari 6ang sesuai (minimal pilih ! aspe#7 untu# aspe# #e5%slaman si*atn6a 8a9ib) a( :e5%slaman; b( Eti#a1 moral <( 0edi#olegal d( Sosial E#onomi e( spe# lain Form uraia 1( Resume #asus 6ang diambil (6ang men<erita#an #ondisi leng#ap pasien1 #asus 6ang diambil )( tas permintaan tertulis dari :epolisian Resor :endal Se#tor Patebon melalui suratn6a tanggal & +anuari !01" .omor Polisi: 4P11111!01"1+tg1Res(:dl1Se#( Ptb 6ang ditanda tangani oleh Supano pang#at :P7 .RP ,1070=,5 dan diterima tanggal & +anuari !01!7 di #amar 9ena>ah Rumah Sa#it ?ha6ang#ara Semarang telah diperi#sa 9ena>ah7 6ang berdasar#an surat permintaan tersebut di atas bernama R7 umur dua puluh tahun7 9enis #elamin la#i5la#i7 6ang beralamat :ara8ang +a8a ?arat ditemu#an di laut 9a8a7 du#uh pilang sari desa 8idodo #ulon #e<amatan patebon :endal dan diduga meninggal dunia #arena tenggelam( :ronologis : /ari teman #orban 6ang selamat didapat#an #eterangan bah8a #orban merupa#an salah satu ?: ( na# ?uah :apal ) dari #apal ?arito pasi*i# 6ang melari#an diri #arena men9adi #orban #e#erasan dari #apten #apal( /ari pemeri#saan atas 9ena>ah tersebut ma#a disimpul#an bah8a telah diperi#sa 9ena>ah la#i5la#i7 #urang lebih dua puluh tahun7 pan9ang badan seratus tu9uh puluh sentimeter7 8arna #ulit sa8o matang7 rambut ber8arna hitam7 lurus( Pa#aian #aos dalam 8arna putih mere# gaet>a u#uran ",7 <elana pende# 8arna hitam mere# tatoni#a dan <elana dalam 8arna <o#lat mere# s<orpion u#uran 4( @erdapat tanda5tanda pembusu#an( /idapat#an tanda5tanda #onta# dengan air 6ang lama7 dan tanda5tanda mati lemas( Sebab #ematian tenggelam di air asin 6ang men6ebab#an mati lemas( !( 4atar bela#ang 1alasan #etertari#an pemilihan #asus

/i %ndonesia otopsi *orensi# tida# merupa#an #eharusan bagi semua #ematian7 namun se#ali diputus#an oleh pen6idi# perlun6a otopsi ma#a tida# ada lagi 6ang boleh menghalangi pela#sanaann6a (pasal 1"= :3' P dan pasal !!! :3'P)7 dan tida# membutuh#an persetu9uan #eluarga terde#atn6a( Pada Pasal 1"= a6at 17!7" :3' P( /i sana7 disebut#an bila untu# pembu#tian7 bedah ma6at tida# mung#in dihindari7 ma#a pen6idi# 8a9ib in*ormasi#an #epada
Page 2

#eluarga dan 8a9ib menerang#an se9elas59elasn6a ma#sud dan tu9uan otopsi( ?ila ! A != 9am tida# ada tanggapan dari #eluarga7 ma#a pen6idi# segera la#sana#an otopsi(

Pasal 1"" :3' P :


o

6at 1: /alam hal pen6idi# untu# #epentingan peradilan menangani seorang #orban bai# lu#a7 #era<unan ataupun mati 6ang diduga #arena peristi8a 6ang merupa#an tinda# pidana7 ia ber8enang menga9u#an permintaan #eterangan ahli #epada ahli #edo#teran #eha#iman atau do#ter dan atau ahli lainn6a(

6at !: Permintaan #eterangan ahli sebagaimana dima#sud dalam a6at 1 dila#u#an se<ara tertulis 6ang dalam surat itu disebut#an dengan tegas untu# pemeri#saan lu#a atau pemeri#saan ma6at dan atau pemeri#saan bedah ma6at(

6at ": 0a6at 6ang di#irim #epada ahli #edo#teran #eha#iman atau do#ter pada rumah sa#it harus diperla#u#an bai# dengan penuh penghormatan terhadap ma6at tersebut dan diberi label 6g memuat identitas ma6at diberi <ap 9abatan 6ang dile#at#an pada ibu 9ari #a#i atau bagian lain badan ma6at(

Pasal 1"= :3' P:


1.

/alam hal sangat diperlu#an di mana untu# #eperluan pembu#tian bedah ma6at tida# mung#in lagi dihindari7 pen6idi# 8a9ib memberitahu#an terlebih dahulu #epada #eluarga #orban( /alam hal #eluarga #eberatan7 pen6idi# 8a9ib menerang#an se9elas59elasn6a tentang ma#sud dan tu9uan perlu dila#u#ann6a pembedahan tersebut( pabila dalam 8a#tu dua hari tida# ada tanggapan apapun dari #eluarga atau piha# 6ang perlu diberitahu tida# ditemu#an7 pen6idi# segera mela#sana#an #etentuan sebagaimana dima#sud dalam pasal 1"" a6at (") undang5undang ini( Setiap orang 6ang diminta pendapatn6a sebagai ahli #edo#teran #eha#iman atau do#ter ahli lainn6a 8a9ib memberi#an #eterangan ahli demi #eadilan( Semua #etentuan tersebut di atas untu# sa#si berla#u 9uga bagi mere#a 6ang memberi#an #eterangan ahli7 dengan #etentuan bah8a mere#a mengu<ap#an sumpah atau 9an9i a#an memberi#an #eterangan 6ang sebai#5bai#n6a dan 6ang sebenarn6a menurut pengetahuan dalam bidang #eahliann6a

2. 3.

Pasal 17& :3' P:


1. 2.

Pada #asus ini dila#u#an autops67 dimana dalam mela#u#an autops6 terdapat beberapa #etentuan ter#ait aspe# medi#olegal( Proses otopsi ter#adang masih mengundang pro dan #ontra dari segi #eislaman7 ma#a dari itu dalam re*le#si #asus ini #ami a#an membahas mengenai perspe#ti* islam mengenai otopsi(
"( Re*le#si dari aspe# eti#a moral 1medi#olegal1 sosial e#onomi beserta pen9elasan evidence 1 re*erensi 6ang sesuai ; ;pilihan minimal satu :aidah dasar (prinsip) Eti#a 1 ?ioeti# adalah a#sioma 6ang mempermudah penalaran eti#( Prinsip5prinsip itu harus spesi*i#( Pada pra#ti#n6a7 satu prinsip dapat dibersama#an dengan prinsip 6ang lain( @etapi pada Page 3

beberapa #asus7 #arena #ondisi berbeda7 satu prinsip men9adi lebih penting dan sah untu# diguna#an dengan mengorban#an prinsip 6ang lain( :eadaan tera#hir disebut dengan prima *a<ie( :onsil :edo#teran %ndonesia7 dengan mengadopsi prinsip eti#a #edo#teran barat7 menetap#an bah8a7 pra#ti# #edo#teran %ndonesia menga<u #epada = #aidah dasar moral (sering disebut #aidah dasar eti#a #edo#teran atau bioeti#a)7 9uga prima *a<ie dalam penerapan pra#ti#n6a se<ara s#ematis dalam gambar beri#ut : a( 0enghormati martabat manusia (r!"#!$% &or #!r"o 'au%o om()( 0enghormati martabat manusia( Pertama7 setiap indiCidu (pasien) harus diperla#u#an sebagai manusia 6ang memili#i otonomi (ha# untu# menentu#an nasib diri sendiri)7 dan #edua7 setiap manusia 6ang otonomin6a ber#urang atau hilang perlu mendapat#an perlindungan( D Pandangan :ant : otonomi #ehenda# E otonomi moral 6a#ni : #ebebasan bertinda#7 memutus#an (memilih) dan menentu#an diri sendiri sesuai dengan #esadaran terbai# bagi dirin6a 6ang ditentu#an sendiri tanpa hambatan7 pa#saan atau <ampur5tangan piha# luar (heteronomi)7 suatu motiCasi dari dalam berdasar prinsip rasional atau self-legislation dari manusia( D Pandangan +( Stuart 0ill : otonomi tinda#an1pemi#iran E otonomi indiCidu7 6a#ni #emampuan mela#u#an pemi#iran dan tinda#an (merealisasi#an #eputusan dan #emampuan mela#sana#ann6a)7 ha# penentuan diri dari sisi pandang pribadi( D 0enghenda#i7 men6etu9ui7 membenar#an7 mendu#ung7 membela7 membiar#an pasien demi dirin6a sendiri E otonom (sebagai mahlu# bermartabat)( D /ide8a5de8a#an di nglo5 meri<an 6ang indiCidualismen6a tinggi( D :aidah i#utann6a ialah : Tell the truth7 hormatilah ha# priCasi li6an7 lindungi in*ormasi #on*idensial7 mintalah <onsent untu# interCensi diri pasienF bila ditan6a7 bantulah membuat #eputusan penting( D Erat ter#ait dengan do#trin in*ormed5<onsent7 #ompetensi (termasu# untu# #epentingan peradilan)7 penggunaan te#nologi baru7 dampa# 6ang dima#sud#an (intended) atau dampa# ta# lai#5ba6ang (foreseen effects)7 letting die( b( ?erbuat bai# ()! !&i$! $!)( Selain menghormati martabat manusia7 do#ter 9uga harus mengusaha#an agar pasien 6ang dira8atn6a ter9aga #eadaan #esehatann6a (patient welfare)( Pengertian Gberbuat bai#G diarti#an bersi#ap ramah atau menolong7 lebih dari se#edar memenuhi #e8a9iban( @inda#an berbuat bai# (beneficence) General beneficence : o melindungi H mempertahan#an ha# 6ang lain o men<egah ter9adi #erugian pada 6ang lain7 o menghilang#an #ondisi pen6ebab #erugian pada 6ang lain7 Specific beneficence : o menolong orang <a<at7 o men6elamat#an orang dari baha6a( D 0engutama#an #epentingan pasien D 0emandang pasien1#eluarga1sesuatu ta# han6a se9auh menguntung#an do#ter1rumah sa#it1piha# lain D 0a#simalisasi a#ibat bai# (termasu# 9umlahn6a I a#ibat5buru#) D 0en9amin nilai po#o# : Japa sa9a 6ang a*a7 pantas (elo#) #ita bersi#ap bai# terhadapn6aG (apalagi a*a 6g hidup)( <( @ida# berbuat 6ang merugi#an ( o +ma,!&i$! $!)( Pra#ti# :edo#teran haruslah memilih pengobatan 6ang paling #e<il risi#on6a dan paling besar man*aatn6a( Pern6ataan #uno: first, do no harm7 tetap berla#u dan harus dii#uti( D Sisi #omplementer beneficence dari sudut pandang pasien7 seperti : D @ida# boleh berbuat 9ahat (evil) atau membuat derita (harm) pasien D 0inimalisasi a#ibat buru# D :e8a9iban do#ter untu# menganut ini berdasar#an hal5hal : 5 Pasien dalam #eadaan amat berbaha6a atau berisi#o hilangn6a sesuatu 6ang penting 5 /o#ter sanggup men<egah baha6a atau #ehilangan tersebut 5 @inda#an #edo#teran tadi terbu#ti e*e#ti* 5 0an*aat bagi pasien I #erugian do#ter (han6a mengalami risi#o minimal)( D .orma tunggal7 isin6a larangan( Page 4

d( :eadilan (justice)( Perbedaan #edudu#an sosial7 ting#at e#onomi7 pandangan politi#7 agama dan *aham #eper<a6aan7 #ebangsaan dan #e8arganegaraan7 status per#a8inan7 serta perbedaan 9ender tida# boleh dan tida# dapat mengubah si#ap do#ter terhadap pasienn6a( @ida# ada pertimbangan lain selain #esehatan pasien 6ang men9adi perhatian utama do#ter( D Treat similar cases in a similar way = justice within morality D 0emberi perla#uan sama untu# setiap orang (#eadilan sebagaifairness) 6a#ni : a( 0emberi sumbangan relati* sama terhadap #ebahagiaan diu#ur dari #ebutuhan mere#a (#esamaan sumbangan sesuai #ebutuhan pasien 6ang memerlu#an1membahagia#ann6a) b( 0enuntut pengorbanan relati* sama7 diu#ur dengan #emampuan mere#a (#esamaan beban sesuai dengan #emampuan pasien)( @u9uan : 0en9amin nilai ta# berhingga setiap pasien sebagai mahlu# bera#al budi (bermartabat)7 #hususn6a : 6ang5ha# dan 6ang5bai# D +enis #eadilan : a( :omparati* (perbandingan antar #ebutuhan penerima) b( /istributi* (membagi sumber) : #eba9i#an membagi#an sumber5sumber #eni#matan dan beban bersama7 dengan <ara rata1merata7 sesuai #eselarasan si*at dan ting#at perbedaan 9asmani5 rohaniF se<ara material #epada : D Setiap orang andil 6ang sama D Setiap orang sesuai dengan #ebutuhann6a D Setiap orang sesuai upa6an6a( D Setiap orang sesuai #ontribusin6a D Setiap orang sesuai 9asan6a D Setiap orang sesuai bursa pasar bebas <( Sosial : #eba9i#an mela#sana#an dan memberi#an #ema#muran dan #ese9ahteraan bersama : D 3tilitarian : mema#simal#an #eman*aatan publi# dengan strategi mene#an#an e*isiensi so<ial dan mema#simal#an ni#mat1#euntungan bagi pasien( D 4ibertarian : mene#an#an ha# #emerde#aan so<ial K e#onomi (mementing#an prosedur adil I hasil substanti*1materiil)( D :omunitarian : mementing#an tradisi #omunitas tertentu D Egalitarian : #esamaan a#ses terhadap ni#mat dalam hidup 6ang dianggap bernilai oleh setiap indiCidu rasional (sering menerap#an <riteria material #ebutuhan dan #esamaan)( d( 'u#um (umum) : D @u#ar menu#ar : #eba9i#an memberi#an 1 mengembali#an ha#5ha# #epada 6ang berha#( D pembagian sesuai dengan hu#um (pengaturan untu# #edamaian hidup bersama) men<apai #ese9ahteraan umum( Prima Fa$i! : dalam #ondisi atau #onte#s tertentu7 seorang do#ter harus mela#u#an pemilihan 1 #aidah dasar eti# ter5GabsahG sesuai #onte#sn6a berdasar#an data atau situasi #on#rit terabsah (dalam bahasa *iLh Milat 6ang sesuai)( %nilah 6ang disebut pemilihan berdasar#an asas prima *a<ie( Norma *a,am !%i-a -!*o-%!ra .EK/ 0 D 0erupa#an norma moral 6ang hirar#in6a lebih tinggi dari norma hu#um dan norma sopan santun (pergaulan) D $a#ta *undamental hidup bersusila : Eti#a me8a9ib#an do#ter se<ara mutla#7 namun se#aligus tida# mema#sa( +adi do#ter tetap bebas7( ?isa menaati atau masa bodoh( ?ila melanggar : insan #amil (#esadaran moral E suara hati)n6a a#an menegur sehingga timbul rasa bersalah7 men6esal7 tida# tenang( Si&a% E%i-a K!*o-%!ra 0 1( Eti#a #husus (tida# sepenuhn6a sama dengan eti#a umum) !( Eti#a sosial (#e8a9iban terhadap manusia lain 1 pasien)( "( Eti#a indiCidual (#e8a9iban terhadap diri sendiri = selfimposed, !elfoplegging) =( Eti#a normati* (menga<u #e deontologis7 #e8a9iban #e arah norma5norma 6ang sering#ali mendasar dan mengandung = sisi #e8a9iban = gesinnung 6a#ni diri sendiri7 umum7 teman se9a8at Page 5

dan pasien1#lien H mas6ara#at #husus lainn6a) 5( Eti#a pro*esi (biasa): D bagian eti#a sosial tentang #e8a9iban H tanggung9a8ab pro*esi D bagian eti#a #husus 6ang mempertan6a#an nilai5nilai7 norma5norma1#e8a9iban5#e8a9iban dan #eutamaan5#eutamaan moral D Sebagian isin6a dilindungi hu#um7 misal ha# #ebebasan untu# men6impan rahasia pasien1rahasia 9abatan (verschoningsrecht) D 'an6a bisa dirumus#an berdasar#an pengetahuan H pengalaman pro*esi #edo#teran( D 3ntu# men9a8ab masalah 6ang dihadapi (bu#an eti#a apriori)F #arena telah berabad5abad7 6ang5 bai# H 6ang5buru# tadi dituang#an dalam #ode eti# (sebagai #umpulan norma atau moralitas pro*esi) D %si : ! norma po#o# : D si#ap bertanggung9a8ab atas hasil pe#er9aan dan dampa# pra#te# pro*esi bagi orang lainF D bersi#ap adil dan menghormati 'a# sasi 0anusia (' 0)( ,( Eti#a pro*esi luhur1mulia : %si : ! norma eti#a pro*esi biasa ditambah dengan : D ?ebas pamrih (#epentingan pribadi do#ter) D da idealisme : te#ad untu# mempertahan#an <ita5<ita luhur1etos pro*esi E lMesprit de <orpse pour o**i<ium nobile 7( Ruang ling#up #esadaran etis : prihatin terhadap #risis moral a#ibat pengaruh te#nologisasi dan #omersialisasi dunia #edo#teran( O%o#"i M! uru% Pa *a 1a Hu-um 0enurut PPR% .o(18 @ahun 1&81 ?ab !7 ?edah 0a6at :linis Pasal !: a( Otopsi diperboleh#an bila ada surat permintaan dari #epolisian b( Otopsi diperboleh#an 9i#a dalam !A!= 9am tida# ada #eluarga #orban 6ang datang #e rumah sa#it <( Otopsi diperboleh#an 9i#a 9ena>ah menderita pen6a#it 6ang berbaha6a bagi mas6ara#at (menular) Prosedur medi#o5legal Prosedur medi#o5legal adalah tata5<ara atauprosedur penatala#sanaan dan berbagaiaspe# 6ang ber#aitan pela6anan #edo#teranuntu# #epentingan hu#um Se<ara garis besar prosedur medi#o5legalmenga<u #epada peraturan perundang5undangan 6ang berla#u di %ndonesia7 danpada beberapa bidang 9uga menga<u#epada sumpah do#ter dan eti#a#edo#teran PE0ER%:S . 0 ) @ 3.@3: PER /%4 .

P S 4 !!! :3'P ?arangsiapa dengan senga9a men<egah7menghalang5halangi atau menggagal#anpemeri#saan ma6at untu# pengadilan7dian<am dengan pidana pen9ara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling ban6a# empat ribu lima ratus rupiah( O%o#"i utopsi dibagi berdasar#an tu9uann6a7 6aitu : 1( O%o#"i K,i i/ila#u#an terhadap ma6at seseorang 6ang diduga ter9adi a#ibat suatu pen6a#it( @u9uann6a untu# menentu#an pen6ebab #ematian 6ang pasti7 menganalisa #esesuaian antara diagnosis #linis dan diagnosis postmortem7 patogenaesis pen6a#it7 dsb( 3ntu# otopsi ini mutla# diperlu#an i9in #eluarga terde#at ma6at tersebut( Sebai#n6a otopsi #linis dila#u#an se<ara leng#ap7 namun dalam #eadaaan amat mema#sa dapat dila#u#an otopsi parsial atau needle ne<rops6 terhadap organ tertentu mes#ipun pada #edua #eadaan tersebut #esimpulann6a sangat tida# a#urat( O%o#"i For! "i- ' M!*i-o,!1a, /ila#u#an terhadap ma6at seseorang 6ang diduga meninggal a#ibat suatu sebab 6ang tida# 8a9ar seperti pada #asus #e<ela#aaan7 pembunuhan7 maupun bunuh diri( @u9uan pemeri#saan otopsi *orensi< adalah untu#: Page 6

a( 0embantu penentuan identitas ma6at b( 0enentu#an pen6ebab pasti #ematian7 me#anisme #ematian7 dan saat #ematian <( 0engumpul#an dan memeri#sa benda bu#ti untu# penentuan identitas benda pen6ebab dan pela#u #e9ahatan d( 0embuat laporan tertulis 6ang ob9e#ti* berdasar#an *a#ta dalam membentu# Cisum et repertum Otopsi *orensi< harus dila#u#an sedini mung#in7 leng#ap7 oleh do#ter sendiri7 dan seteliti mung#in( Se<ara 6uridis7 persetu9uan #eluarga 9ena>ah tida# diperlu#an dalam prosedur autopsi *orensi#( /o#ter han6a merupa#an pela#sana permohonan pen6idi# (dalam hal ini:epolisian) untu# mela#u#an autopsi7 sehingga apabila #eluarga #eberatan atas pela#sanaan autopsi7 #eberatan dapat disampai#an pada pen6idi#( "( O%o#"i A a%omi /ila#u#an terhadap ma6at #orban meninggal a#ibat pen6a#it( /ila#u#an oleh mahasis8a #edo#teran dalam rang#a bela9ar mengenai anatomi manusia( 3ntu# otopsi ini diperlu#an i9in dari #orban (sebelum meninggal) atau #eluargan6a( /alam #eadaan darurat 9i#a dalam !A!= 9am seorang 9ena>ah tida# ada #eluargan6a7 ma#a tubuhn6a dapat diman*aat#an untu# otopsi anatomi( Prosedur Otopsi sebagai beri#ut: a( 0embuat identi*i#asi dari tubuh memper#ira#an u#uran7 *isi# dan pera8atan b( 0enetap#an sebab #ematian <( 0enetap#an <ara #ematian dan 8a#tu #ematian 6ang penting dan mung#in d( 3ntu# mendemonstrasi#an segala #elaian luar dan dalam7 mal*ormasi dan pen6a#it e( 0endete#si7 menggambar#an dan mengu#ur lu#a luar dan lu#a dalam *( 0endapat#an sampel untu# analisis7 pemeri#saan mi#robiologi dan histologi dan in*estigasi penting lainn6a g( 0enahan organ dan 9aringan 6ang releCan sebagai bu#ti h( 0endapat#an *oto dan Cideo untu# #eterangan dan pendidi#an i( 0en6edia#an laporan tertulis 6ang leng#ap untu# temuan otopsi 9( 0emberi#an interpretasi ahli terhadap semua 6ang ditemu#an 0emperbai#i #ondisi tubuh7 sebelum diberi#an #epada #eluarga( =( Re*le#si #e5%slaman beserta pen9elasan evidence 1 re*erensi 6ang sesuai @ermasu# sesuatu 6ang sangat 9elas hu#umn6a dalam s6ariat islam adalah #ehormatan seorang muslim bai# hidup maupun mati( 0a#a tida# boleh membunuh7 melu#ai dan men6a#itin6a serta tida# boleh mematah#an tulang atau men<in<ang tubuhn6a setelah dia meninggal( ?an6a# dalil 6ang berhubungan dengan hal ini7 diantaran6a : 1( llah @aMala ber*irman : J/an barang siapa 6ang membunuh seorang muMmin dengan senga9a7 ma#a balasann6a adalah nera#a +ahannam7 #e#al ia didalamn6a dan llah mur#a #epadan6a dan mengutu#n6a serta men6edia#an ad>ab 6ang besar bagin6a(G (NS( n .isaM : &") !( /ari I) u Umar ber#ata : JRasulullah bersabda : JSa6a diperintah#an untu# memerangi manusia sehingga mere#a bersa#si bah8a tiada @uhan)ang ?erha# disembah #e<uali llah dan 0uhamad adalah utusan .6a7 mendiri#an sholat serta menunai#an >a#at( 0a#a apabila mere#a mela#sana#ann6a nis<a6a a#an ter9ada darah dan harta mere#a #e<uali dengan ha# islam dan hisab mere#a pada llah(G ('R( ?u#hori 11707 0uslim !!) "(/ari A)*u,,o2 )i Ma"3u* ber#ata : J@ida# halal darah seorang muslim 6ang bersa#si bah8a tiada %lah 6ang berha# disembah #e<uali llah dan sa6a adalah utusann6a #e<uali dengan #arena tiga per#ara : 1( Orang 6ang membunuh ma#a diLishos7 !( Orang 6ang pernah meni#ah lalu ber>ina7 "( Orang 6ang murtad dari agama (islam) dan meninggal#an 9amaah(G ('R( ?u#hori 0uslim) =(/ari Ai"(a2 ber#ata : JRasulullah bersabda : JSesungguhn6a mematah#an tulang seorang muMmin 6ang sudah meninggal seperti Page 7

mematah#an tulangn6a saat dia masih hidup(G ('R( bu /a8ud !1,&7 %bnu 0a9ah 11=&!7 %bnu 'ibban 77,7 ?aihaLi =1587 hmad ,158 dengan sanad shohih7 lihat h#amul +anai> %mam l lbani hal : !&5) ?er#ata A, Ha&i*, I) u Ha4ar dalam $athul ?ari : J'adits ini menun9u##an bah8a #ehormatan seorang muMmin setelah dia meninggal sama sebagaimana tat#ala dia masih hidup(G O%o#"i M! uru% A1ama 0enurut agama %slam7 otopsi dalam tin9auan s6arMi : a( /alam #edaan darurat dan lebih mementing#an man*aat b( 3ntu# #epentingan pengembangan ilmu #esehatan <( 3ntu# menega##an hu#um se<ara adil 0a<am5ma<am tu9uan membedah 9ena>ah /ilihat dari tu9uann6a pra#te# bedah dan otopsi ma6at ada beberapa ma<am( .amun 6ang paling sering dila#u#an ada tiga ma<am7 6aitu : Otopsi ma6at untu# mengetahui sebab #ematian saat ter9adi tinda#an #riminalitas 3ntu# #eperluan ini seorang do#ter mela#u#an otopsi 9ena>ah( pa#ah memang dia meninggal #arena tinda#an #riminalitas atau #arena mati biasa7 #alau memang #arena tinda#an #riminalitas ma#a a#an di<ari tanda5tanda 6ang memung#in#an a#an bisa mengung#ap siapa pela#un6a( .amun 9i#a meninggal dengan <ara 6ang 8a9ar ma#a berarti tida# perlu di<ari pela#un6a atau #alau mung#in suda# ditang#ap piha# #epolisian bisa segera di bebas#an( Otopsi ma6at untu# mengetahui sebab #ematian se<ara umum( /engan otopsi ini seorang do#ter bisa mengetahui pen6a#it 6ang men6ebab#an #ematian pasien7 sehingga #alau memang ini adalah sebuah 8abah dan di#ha8atir#an ter9ang#it pada mas6ara#at lainn6a bisa segera dila#u#an tinda#an preCenti* agar tida# men6ebar( Otopsi untu# #eperluan pra#te# ilmu #edo#teran( Otopsi ini diperlu#an mahasis8a *a#ultas #edo#teran untu# mengetahui selu# belu# organ tubuh manusia( %ni sangat diperlu#an se#ali agar bisa mengetahui adan6a pen6a#it pada organ tubuh tertentu se<ara tepat( /an masih ban6a# tu9uan5tu9uan lain( Se<ara umum hu#um dari masalah ini berang#at dari apa#ah otopsi 9ena>ah seorang muslim itu memang terpa#sa harus dila#u#an O #arena pada dasarn6a tida# boleh melu#ai7 mematah#an tulang dan lainn6a dari 9asad seorang muslim berdasar#an hadits Ai"(a2diatas ter#e<uali #alau memang dalam #eadaan dlorurot harus mela#u#an itu ma#a boleh dila#u#an berdasar#an *irman llah @aMala tentang ma#anan 6ang haram dima#an : J@etapi barang siapa dalam #eadan terpa#sa (mema#ann6a) sedang ia tida# mengingin#ann6a dan tida# pula melampaui batas7 ma#a tida# ada dosa bagin6a(G (NS( l ?aLoroh : 17") 9uga berdasar#an sebuah #aidah *iLh 6ang mas6hur bah8asann6a -!a*aa *,oruro% .%!r#a-"a/ i%u )i"a m! 12a,a,-a "!"ua%u (a 1 2aram( .amun untu# mempredi#si#an apa#ah ini sudah dalam #eadaan dlorurot atau#ah belum sering ter9adi perbedaan pandangan diantara para ulamaM 6ang men9adi#an mere#apun berselisih dalam hu#umn6a( 3ntu# lebih 9elasn6a7 #ita bahas satu persatu permasalahan 6ang ada : Hu-um m!m)!*a2 #!ru% ma(a% 5a i%a u %u- m! (!,ama%-a )a(i (a 1 *i-a *u 1 (a6 pabila ada ibu meningal dunia dalam #eadaan mengandung sedang#an ba6i 6ang di#andungn6a masih hidup7 para ulama berselisih apa#ah harus di bedah perut ibu atau bagaimanaO Imam Ma,i- dan A2ma* mengata#an tida# boleh di bedah perut seorang 8anita mes#ipun ba6i 6ang ada dalam pertn6a masih hidup namun di#eluar#an dengan <ara diambil dari 9alan *ar9i oleh tenaga medis( (4ihat S6arah 0u#htashor :holil S6ai#h hmad /irdir dan l %nsho* %mam l 0arda8i !155,7 :as6a*ul NinaM !11"0)( ?er#ata Imam I) u 7u*ama2 : J'al ini #arena ba6i itu belum pasti masih hidup dan memang biasan6a tida# bisa hidup7 ma#a tida# diperboleh#an melanggar suatu 6ang sudah 9elas #eharamann6a demi sesuatu 6ang masih belum 9elas( Rasulullah bersabda : J0ematah#an tulang orang muMmin 6ang telah meninggal sama seperti mematah#an Page 8

tulang seorang muMmin 6ang masih hidup(G +uga #arena Rasulullah melarang untu# men<in<ang ma6at( .amun Imam S(a&i3i7 I) u Ha8m dan sebagian ulamaM 0ali#i6ah mengata#an bah8a dalam #eadaan seperti itu dibedah perut ibu demi #eselamatan ba6i 6ang masih dalam #andungann6a( (4ihat l 0a9muM S6arah 0uhad>ab %mam .a8a8i 51"017 l 0uhalla 511,,) /an ini adalah mad>hab 6ang Ro9ih ins6a llah( ?er#ata S(ai-2 Ro"(i* Ri*,o menanggapi mad>hab Imam Ma,i- dan A2ma* : J?erdalil dengan hadits is6ah untu# membiar#an ba6i 6ang masih hidup dalam perut ibu sampai meninggal adalah sesuatu 6ang aneh bila ditin9au dari dua segi : ?ah8asann6a membedah perut tida# a#an mematah#an tulangn6a( ?ah8asann6a hidupn6a 9anin apabila telah sempurna bentu#n6a lalu di#eluar#an dengan 9alur oprasi bedah( 'al ini sering ter9adi( /ari sini ada dua hal 6ang bertentangan antara men6elamat#an n6a8a ba6i itu atau#ah men9aga #ehormatan sang ibu untu# tida# dila#u#an pembedahan dan mematah#an tulangn6a O tida# diragu#an lagi bah8a #emung#inan pertana itulah 6ang lebih ra9ih( /itambah lagi bah8asann6a pembedahan perut sang ibu untu# tu9uan ini bu#anlah sebuah bentu# penghinaan terhadap ma6at( 0a#a 6ang benar adalah pendapat 6ang me8a9ib#an pembedahan perut ibu 9i#a para do#ter menguat#an #emung#inan ba6i itu bisa hidup selepas operasi bedah tersebut(G ?er#ata S(ai-2 A, A,)a i : J pa 6ang dipilih oleh S6ai#h Ros6id Ridlo adalah mad>hab S6a*iMi6ah sebagaimana di#ata#an oleh %mam .a8a8i7 dan beliau mengata#an bah8a ini adalah mad>hab bu 'ani*ah dan 9umhur ulamaM 9uga mad>hab %bnu 'a>m dan ini adalah sesuatu 6ang benar %ns6a llah(G (4ihat h#amul +anai> hal : !&7) ?er#ata S(ai-2 A2ma* S(a-ir dalam @aMliL l 0uhalla : J dapun mengeluar#an ba6i 6ang masih hidup dalam #andungan sang ibu ma#a hal ini 8a9ib dila#u#an( dapun bagaimana <aran6a7 hal itu terserah #epada para ahlin6a bai# seorang do#ter maupun du#un ba6i(G 3mpan bali# dari pembimbing

TTD Do-%!r P!m)im)i 1

/r( Ratna Rela8ati Sp( :$(

Semarang7 15 +anuari !01" TTD Do-%!r Mu*a Sobri Emiga Sando (05711058) Gladia Puspitasari R (07711070) ndriani (07711110) stri Sulastri Prasasti (08711!1") Ra#hmatia $adhilah % (0871108&) 'eng#i S( Permana Putra (08711080) )alta*it bror +eem (087111,1)

Page 9