Anda di halaman 1dari 25

PENDAHULUAN

Tinjauan bahan aktif Chlorpheniramini maleas merupakan serbuk hablur, putih, tidak berbau, larutan mempunyai pH antara 4 dan 5, mudah larut dalam etanol, larut dalam air daan dalam kloroform, sukar larut dalam eter dan dalam benzena, memiliki berat molekul 390,87. ambar struktur kimia Chlorpheniramini maleas

Chlorpheniramini maleas men!andun! tidak kuran! dari 98,0" dan tidak lebih dari #00,5" C#$H#3C#%3 . C4H4&4 di hitun! terhadap zat yan! telah dikerin!kan. Tinjauan bahan obat Chlorpheniramini maleas beker'a pada reseptor a!onis hhistamin H# berkatan den!an reseptor %, tanpa men!aktifasi reseptor yan! men(e!ah ikatan dan ker'a histamin. )nti histamin lebih efektif dalam men(e!ah respon histamin dari pada mela*annya. Chlorpheniramini maleas merupakan obat !olon!an antihistamin yan! berfun!si untuk men!obati rinitis, urtikaria dan hay fe+er. ,ada pemakaian topikal memiliki efek sampin! dapat ter'adi reaksi kulit seperti prutitis dan eritmia lokal. -erutama bila terpapar sinar matahari atau sinar ultra+iolet, se!era hentikan pemakaian 'ika ter'adi kemerahan pada kulit setelah pemakaian, penyimpanan dalam *adah tertutup.

.ahan aktif terpilih )lasan

/ Chlorpheniramini maleas / karena hanya tersedia satu ma(am bahan aktif.

Tinjauan bentuk sediaan


1

0efinisi sediaan (ream 12 23 hal $, depkes 42 #995 / 5rim adalah bentuk sediaan seten!ah padat men!andun! satu atau lebih bahan obat, terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yan! sesuai. istilah ini se(ara tradisional telah di!unakan untuk sediaan seten!ah padat yan! mempunyai konsistensi relatif (air diforrmulasi seba!ai emulsi air dalam minyak atau minyak dalam air. 6ekaran! ini batasan tersebut lebih dirahkan untuk produk yan! terdiri dari emulsi minyak dalam air 7 dispersi mikrokristal asam lemak 7 alkohol berantai pan'an! dalam air yan! dapat di(u(i. Cream dapat di!unakan untuk pemberian obat melalui +a!ina. Definisi cream 5rim adalah sediaan seten!ah padat men!andun! satu atau lebih bahan terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yan! sesuai. 2stilah ini se(ara tradisional telah di!unakan untuk sediaan seten!ah padat yan! mempunyai konsistensi relatif (air diforrmulasi seba!ai emulsi air dalam minyak atau minyak dalam air. 6ekaran! ini batasan tersebut lebih dirahkan untuk produk yan! terdiri dari emulsi minyak dalam air 7 dispersi mikrokristal asam lemak 7 alkohol berantai pan'an! dalam air yan! dapat di(u(i den!an air dan lebih ditu'ukan untuk pemakaian kosmetik dan estetika. ,emberian krim 'u!a dapat di!unakan untuk pemberian obat melalui +a!inal. -ipe krim ada dua yaitu o7* 8minyak dalam air9 dan *7o 8air dalam minyak9

Bentuk sediaan
2

5rim / (airan kental atau emulsi seten!ah padat bertipe air dalam minyak 8*7o9 atau minyak dalam air 8o7*9 5rim biasanya di!unakan seba!ai emolien atau pemakaian obat dalam kulit. Tipe krim %o # -ipe krim -ipe *7o ,en!ertian 7 keteran!an -ipe krim den!an fase air dalam fase minyak &klusif :ebih mudah terdispersi dari pada ointmen -idak mudah di(u(i bia dibandin!kan o7* -ipe krim den!an fase minyak dalam fase air ,en!!unaan tidak nampak 7 tidak berbekas <udah di (u(i

-ipe o7*

Kestabilan krim 5esetabilan krim bisa ter!an!!u karena / #. ,erubahan suhu ;. ,erubahan komposisi 8perubahan salah satu fase se(ara berlebihan atau zat pen!emulsinya tidak ter(ampurkan satu sama lain9

ancan!an "ormula
3

Bahan aktif
6enya*a aktif =fek 7 khasiat )ntihistaminikum =fek sampin! 5arakteristik fisika 5arakeristik kimia

Chlorphenira mini maleas ;>?p>kloro>@> 8;>dimetil amina9etilA ?benzilApiridin a maleat 812 23, p / ;#09

,emerian putih, berbau pahit

/ tidak rasa

.< / 390,87 Chlorpheniramini maleas men!andun! tidak kuran! dari 98,0" dan tidak lebih dari #00,5" C#$H#3C#%3 . C4H4&4 di hitun! terhadap zat yan! telah dikerin!kan

serbuk hablur,

#/4 dalam air, #/#0 alkohol kloroform, san!at dieter larut den!an dan

encana spesifikasi sediaan %o # ; 3 4 5 $ Benis .entuk sediaan 5adar bahan aktif pH sediaan 3iskositas Darna .au 6pesifikasi yan! diin!inkan Cream Chlorpheniramini maleas 5 " 4,5 C $,5 <udah dioleskan ,utih <enthol

Basis #alep Hidrokarbon


.ahan 3aselin )lbum, 3aselin ,utih, Dhite soft ,emerian ,utih75ekunin!an pu(at, massa berminyak 5elarutan -idak larut dalam air, sukar larut dalam etanol din!in7panas, 2nkompaktibilitas 5eteran!an :ain )02 / 0,404 m!7k! emolient -opi(al Cream 4

,etrolatum 812 23 / 8;;9

transparan dlaam lapisan tipis setelah didin!inkan pada suhu 0o

3aselinum 1la+um, 3aselin kunin!, yello* soft parafin 812 23 / 8;39

<assa seperti lemak, kekunin!an hin!!a amber lemah, berflouresensi san!at lemah *alaupun setelah melebur. 0alam lapisan tipis transparan. -idak7hampir tidak berbau dan berasa ,adatan putih beku, sedikit tembus (ahaya dalam keadaan tipis, bau khas lemah dan bebas bau ten!ik.

Cera )lba <alam ,utih 812 23 / #809

dalam etanol mutlak, mudah larut dalam karbon disulfida, dalam kloroform, larut dalam seba!ian besar minyak lemak dan dalam minyak atsiri. -idak larut dlam air, mudah larut dalam benzena, dalam karbon disulfida, dalam kloroform dan dalam minyak terpentin / larut dalam eter, dalam heksana dan umumnya dalam minyak lemak dan minyak atsiri / ,raktis tidak larut dalam etanol din!in dan panas dan etanol mutlak din!in. -idak larut dalam air / a!ak sukar larut dalam etanol din!in, etanol mendidih melarutkan as. 6tearat dan ba!ian dari mirisin, yan! merupakan kandun!an malam putih. :arut sempurna dalam kloroform, dalam eter, dalam minyak lemak dan minyak atsiri, seba!ian larut dalam benzena.

:anolin in(ombatible den!an ,henol

#0 E 30" -opi(al emulsion 4>;5", tidak mudah beraksi den!an bahan aktif, oklusif, tidak timbul aler!i. 1un!si / =mollient &inment base, ,lasti(izer base serap . #0>50" emollient dan plasti(izer in oinment 5>50" .B F 0.8#5>0.880 pada suhu $0& Barak beku 38&> 40&

.B E 0.95 Barak :ebur $;&> $5&

Humektan $Pembasah%
.ahan ,ropilen likol 8H,=, p / $;49 ,emerian Cairan kental, 'ernih, tidak berbau, rasa a!ak manis, hi!roskopis, kelarutan dapat 5elarutan ,ada suhu din!in dan *adah tertutup baik pada suhu tin!!i dan tempat terbuka (enderun! 2nkompaktibilitas ,reser+ati+e, 0esinfektan, Hume(tan, ,lastizier, 6ol+ent, 6tabilizer for +itamins, 5eteran!an :ain Hume(tan topi(als / #5", preser+ation solution, sol+enton (osol+ent / oral 5

ber(ampur den!an air, den!an etanol 895"9 ,, dan den!an kloroform ,. :arut dalam berba!ai eter, tidak dapat ber(ampur den!an eter, minyak tanah , dan den!an minyak lemak. ,= 400 8H,=, p / 5459 ,emerian bentuk (air 8400>$009 berupa (airan 'ernih tidak ber*arna7 tidak ber*arna kunin!. Cairan kental memiliki bau dan rasa a!ak pahit serta sedikit rasa panas 0ensitas pada ;5& surfa(e tensi( mendekati 5 mn7m 855 dones7(m9 untuk (airan polietilen!likol mendekati 55 mn7m 855 dones7(m9 untuk #0" b7+ (aueas solution polietilen!likol padat. :arutan 'ernih, tidak ber*arna, tidak berbau, kental, hi!roskopis, manis. Cairan tidak ber*arna berbau kuat. <assa seperti lemak len!ket, *arna kunin! dan bau khas.

teroksidasi men'adi propionaldehid asam laktat, asam piru+at, dan asam asetat, stabil den!an etanol 895"9 !liserin dan air inkompaktibilitas den!an potasium perman!anat .ilin! ,oin #88& 0ensity #.038 !7(m3 8;0& C9. :arut dalam air, (airan polyethylene !ly(ols larut dalam aseton, alkohol, benzene, !ly(erin dan !ly(ol solid polyethylene !li(ols larut dalam aseton, diklorometan, ethanol 895"9

*ater>mis(ible (osol+ent.

sele(tion #0>;5 " -opi(als 5> 80"

&inment ,lastisizer sol+ent, basis suppository (apsul lubri(an

liserin 8H,=, p / 30#9

6an!at larut dalam etanol 95" air metanol larut dan eter # / 500 .B tidak kuran! dari #;49 6ukar larut dalam air dan ber(ampur den!an etanol -idak larut dalam air dapat ber(ampur den!an air lebih

)ntimi(robial preser+ati+e, emollient, hume(tant, plasti(izer.

)ntimi(robial preser+ati+e G;0", emollient G 30", Hume(tant G 30", &pthalmi( formulation 0.5 C 30".

-rietanolamin 8-=)9 8H,=, p / 7949 )deps :anae 812 23 / 579

)lkalizina a!ent, emulsi flyin! a!ent Hat tambahan

Hat tambahan )deps :anae serin!. 6

,olysorbate 80 -*een 80 8H,= / 8#09

6tearyl )l(ohol 8H,= / 74#9

.au khas, rasa pahit bentuk leoma pada suhu ;5& yaitu (airan minyak ber*arna kunin!. 6tearyl o((uras as hard *aIy pre(es, fotes or !ranules (ath o sli!ht (harat feristi( odon and bland taste.

kuran! ; kali. )!ak sukar larut dalam etanol din!in, lebih larut dalam etanol mudah larut dalam eter dan dalam kloroform. :arut dalam air dan etanol tidak larut dalam mineral oil dan +e!etable oil.

0apat kehilan!an *arna7men!endap den!an berma(am>ma(am bahan terutama fenol.

5adar 0>30"

. Pen!a&et 0itambahkannya pen!a*et kedalam sediaan karena sediaan men!andun! sedia air yan! merupakan media pertumbuhannya mikroba .ahan .enzoat 8H,= , p / $$9 ,emerian :i!ht, putih atau kristal tidak ber*arna, tidak berasa. 5elarutan 5elarutan as. .enzoat diperkuat den!an adanya as. 6itrat atau sodium asetat. 2nkompaktibilitas )kiti+itas preser+ati+e berkuran! karena berinteraksi den!an kaolin. 5eteran!an :ain - )02 F 5 m!7k! - C F 0.0; C 0.5" - pH F ;>5 7

<etil ,arabean 8%ipa!in9 8H,= , p / 4$$9

,ropil ,araben 8%ipasol9 8H,= , p / $;99

,ropilen!likol 8H,= , p / $;49

- )ir F # / 400 - )kti+itas anti - )ir 50&C F # / mikroba 5 - -urun den!an adanya - )ir 80&C F # / 30 surfaktan - ,ropilen!likol F#/5 liserin F # / $0 - =thanol F # / ; - =thanol 95" F #/3 5ristal putih, - )ir F # / ;500 - <a!nesium tidak berbau, - ,ropilen - )luminium tidak berasa. likol F # / 6ilikat 3.9 - <a!nesium liserin F # / trisilikat ;50 besioksida - =tanol F # / #.# - 6an!at larut dalam aseton - :arut bebas dalam alkohol eter Bernih, tidak 0apat larut dalam 0en!an a!en ber*arna, kental, a(etone, men!oksidasi tidak berbau, (hloroform, seperti potasium den!an rasa etanol 895"9, perman!anat. sedikit khas, li(eryn dan air pedas mirip dalam eter #.$ , liserin. tidak larut dalam mineral oil atau (ampuran minyak. -epi akan men(an!kup den!an beberapa essensial oil. 5ristal putih tidak ber*arna, tidak berbau rasa membakar.

- )02 F #0 m!7 k! .. - pH F 3>$ dalam larutan dan pemba*a - rentan! pemakaian 0.05>0.;"

)02 F #0 m!7 k! .. C F 0.0#>0.0; pH F 4>$ rentan! pemakaian 0.0#>0.0;"

)06 F ;5 m!7 k! .. 6eba!ai preser+atife bola konsentran #5 > 30"

'ori!ens
.ahan Champora 812 23 / #$79 5adar 1un!si )nti iritan, anti puritis, topi(al anal!eti(. 5arateristik 1isika Hablur putih, massa hablur, tak ber*arna7 putih, bau kha s ta'am, 4asa pedas dan aromatik kelarutan / larut dalam 700 ba!ian 5arateristik 5imia .B F E 0.9

<enthol 812 23 / 3$;9

-opi(al formulation 0.05 C #0" 8H,= , p/ 4599

)nti iritan

air, dalam ba!ian etanol 895"9 ,, dalam 0.;5 ba!ian kloroform, san!at mudah larut dalam eter ,, mudah larut dalam minyak lemak. Hablur heksa!onal atau serbuk hablur tak ber*arna, biasanya berbentuk 'arum atau masa yan! melebar, bau lemak seperti minyak permen. 5elarutan / sukar larut dalam air, san!at mudah larut dalam etanol, dalam kloroform, dalam eter dan dalam heksana, mudah larut dalam asam asetat, dalam minyak mineral, dalam minyak lemak dan dalam minyak atsiri.

.ila di!erus den!an Campora, kloralhidrat7 fenol sama berat, (ampuran akan men(air.

"( )ULA ' EA) "ormula l .ahan C-< Cera )lba 3aselin album -=) 1un!si .ahan aktif .asis (ream .asis (ream =mul!ator " 4entan! yan! dipakai 5 " > ;0" #0 " > 30 " ;">4" 5" #5 " ;0 " 3" #! ;! 4! 0.$ !
9

" yan! dipakai

Bumlah

)s. 6tearat ,ropilen!likol <enthol )ir

=mul!ator ,en!a*et Corri!en

#" > ;0 " #5" 0,05 C #0,0"

#0 " #5 " #" ad

;! 3! 0.; ! ;0 !

"ormula ** .ahan C-< Cera )lba 3aselin album -=) )s. 6tearat ,ropilen!likol <enthol )ir 1un!si .ahan aktif .asis (ream .asis (ream =mul!ator =mul!ator ,en!a*et Corri!ens " 4entan! yan! dipakai 5 " > ;0" #0 " > 30 " ;">4" # " > ;0 " #5 " 0,05 C #0,0" 5" 5" ;0 " 3" #0 " #5 " #" ad #! #! 4! 0.$ ! ;! 3! 0.; ! ;0 ! " yan! dipakai Bumlah

#KE)A PE)BUATAN

Cera Alba

Vaselin album

Asam stearat

TEA

Dilebur dalam ca an di aterbat! ad lele!

menthol
CT" #$%#&'E()'& *%'

Di m+rtir !an,at

. a/ua r+sae

10 Adu- ad !+m+,en dan din,in

CT" C$EA"

'A A PE)BUATAN

10

-imban! semua bahan 8C-<, Cera )lba, 3aselin )lbum, )sam stearat, -=), propilen!likol, menthol9.

20 30

.ahan C bahan fase minyak dan air dipisahkan. .ahan fase minyak yaitu Cera )lba, 3aselin )lbum, )sam stearat, -ea dimasukkan (a*an pen!uap dan di lebur di atas *aterbath ad lebur.

40 50

<en!ukur air sesuai yan! dibutuhkan. .ahan fase air yaitu C-<, propilen!likol di(ampurkan den!an air di dalam beaker !lass.
11

60

.ahan fase air dihan!atkan di atas *aterbath sampai suhunya sama den!an bahan fase minyak.

70

6etelah kedua fase suhunya sama bahan fase air dimasukkan ke dalam fase minyak sedikit demi sedikit.

80 90

0i aduk di atas *aterbath. 6etelah ter(ampur kemudian di aduk ad din!in ad terbentuk (ream.

E+ALUA#* #ED*AAN ' EA) ,- (r!anoleptis -ekstur Darna .au )((eptabilitas / / / /

.- Penetapan pH )lat pH meter


12

Cara ker'a/ .ersihkan ele(trode y! di!unakan den!an aJuadest, bilas menyeluruh dan kerin!kan den!an tisu pH meter dikalibrasi den!an ph terstandar 8pHF79 masukkan ele(trode pH meter ke dalam sediaan yan! di ukur tun!!u sampai abt menun'ukikan an!ka konstan, lalu (atat pH>nya

/- penetapan 0iskositas )lat / +is(ometer (up and bo! Cara ker'a/ %yalakan alat ,ilih rotor yan! sesuai lalau masukkan sediaan dalam rotor tersebut ,asan! rotor pada alat %yalakan tombol pemutar alat, ba(a 'arum penun'uk +iskositas 'ika telah konstan, (atat

1- penetapan da2a sebar )lat/ ka(a transparan Cara ker'a/ &leskan hasil sediaan (ream pada ka(a tersebut -utup ka(a yan! lain, kemudian beri beban )mati perubahan yan! ter'adi Catat hasil pen!amatan
13

HA#*L E+ALUA#* ,- (r!anoleptis Tekstur 3arna Acceptabilitas -idak halus 5 / lunak, lembut / putih / )!ak halus 3 Halus ; 6an!at halus 0

Bau -idak berbau 0

/ menthol )!ak berbau ; .au 5 6an!at bau 3

14

#ensasi rasa -idak din!in #

4 )!ak din!in 5 0in!in 4 6an!at din!in 0

Da2a len!ket -idak len!ket ;

4 )!ak len!ket 3 len!ket 5 6an!at len!ket 0

15

.- Penetapan pH )lat pH meter pH yan! didapat F 5,7 6pesifikasi pH sediaan yan! kami ren(anakan adalah 4,5>$,5 menyesuaikan den!an pH kulit manusia dan 'u!a den!an pertimban!an tetap stabilnya bahan> bahan yan! kami !unakan dalam pembuatan sediaan ini atau lebih tepatnya tidak ditemukannya pada literatur adanya pH stabilitas pada masin!>masin! bahan. sehin!!a pH sediaan yan! telah kami buat sesuai den!an yan! diren(anakan.

/- penetapan 0iskositas )lat / +is(ometer (up and bo! 0i dapat +iskositas sebesar/ #0 d,a.s

16

3iskositas mempen!aruhi kemudahan pen!olesan. 0en!an +iskositas sebesar #0 d,a.s sediaan bisa den!an mudah dioleskan.

1- Penetapan da2a sebar )lat / ka(a transparan .erat ka(a / ;##,9$ !ram .eban 8!ram9 ;##,9$ 8; menit9 ,enambahan 5 ! ,enambahan #0 ! ,enambahan ;0 ! ,enambahan 30 ! 0iameter 8(m9 5,7 5,8 5,9 5,9 5,9

17

0ari !rafik tersebut diatas dihasilkan bah*a nilai dari slope adalah sebesar 0,005 (m7!. Har!a slope menun'ukkan besarnya kemampuan menyebar suatu sediaan akibat penambahan suatu satuan beban atau dapat dikatakan seba!ai daya sebar dari suatu sediaan.

PE)BAHA#AN .erdasarkan praktikum yan! telah kami lakukan dalam membuat sediaan (ream berbahan aktif C-<, lan!kah a*al yan! kami lakukan adalah memilih bahan>bahan yan! akan dibuat men'adi (ream selain dari bahan aktifnya meliputi/ basis, emul!ator, (ori!en dan pen!a*et. ,ertimban!an pemilihan bahan>bahan ini didasarkan pada sifat fisika kimianya dan disesuaikan den!an bahan>bahan yan! tersedia di laboratorium.

18

)da dua formula yan! telah kami ran(an! untuk di'adikan sediaan. 0ari kedua formula tersebut yan! berbeda adalah konsentrasi basisnya. ,ada formula satu dipakai (era alba sebanyak #5" dan +aselin album sebanyak ;0", sedan!kan pada formula dua (era alba 5" dan +aselin album sebanyak ;0". 6etelah kedua formula tersebut kami buat, kami lebih memilih formula dua untuk di s(ale up. Hal ini didasarkan pada or!anoleptisnya yan! lebih lembut dan *arna yan! lebih menarik. 6(ale up di'adikan #0I lipat dari formula ran(an!an, sehin!!a total berat sediaan men'adi ;00!. Hasil s(ale up yan! telah kami lakukan disimpan dalam *aktu kuran! lebih ti!a min!!u untuk selan'utnya die+aluasi. ,ada saat melakukan e+aluasi, kami mendapati sediaan yan! telah kami buat men!alami pemisahan fase airnya 8sineresis9. Kntuk men!atasi pemisahan ini kami men!aduk sediaan beberapa saat. 6etelah pen!adukan selesai sediaan kembali ba!us seperti semula, namun tidak seberapa lama kemudian sediaan kembali memisah. 5ami (oba men!atasinya den!an menambahkan t*een sebanyak #" dan hasilnya sediaan men'adi baik kembali. 6etelah diteliti penyebab ter'adinya pemisahan tersebut, didapati ter'adi kesalahan pada proses pembuatannya. 5ami memisahkan antara -=) dan asam stearat, -=) pada fase air dan asam stearat pada fase minyak, sehin!!a fun!sinya seba!ai emul!ator tidak maksimal, sedan!kan (ara yan! benar adalah -=) dan asam stearat disatukan den!an fase minyaknya kemudian dilebur. -*een yan! kami tambahkan untuk men!atasi pemisahan ini berfun!si seba!ai surfaktan yan! menin!katkan stabilitas emulsi. 0an hasilnya setelah beberapa hari se'ak penambahan t*een tersebut sediaan tetap stabil dan aseptabel seperti sedia kala. .erdasarkan e+aluasi yan! telah kami lakukan diperoleh pH 5,7. pH sediaan yan! didapat sesuai den!an yan! telah diren(anakan yaitu 4,5>$,5. 4entan! ini disesuaikan den!an pH kulit manusia dan 'u!a den!an pertimban!an tetap stabilnya bahan>bahan yan! kami !unakan dalam pembuatan sediaan ini atau lebih tepatnya tidak ditemukannya pada literatur adanya pH stabilitas pada masin!>masin! bahan. ,ada u'i +iskositas didapat +iskositas sebesar #0 d,a.s men!!unakan skala ;. -eramati bah*a sediaan mudah dioleskan. K'i daya sebar men!!ambarkan sifat alir dari sediaan, daya sebar yan! didapat adalah 0.005.
19

KE#*)PULAN dan #A AN Kesimpulan #9 Hasil s(ale up yan! telah kami lakukan men!alami suatu permasalahan yaitu pemisahan fase air. %amun bisa diatasi den!an pemberian t*een yan! berfun!si seba!ai surfaktan. ;9 6etelah penambahan surfaktan dari hasil e+aluasi yan! telah dilakukan terlihat bah*a sediaan memenuhi spesifikasi yan! telah ditentukan, teramati dari

20

or!anoleptisnya, tekstur yan! lembut, kemudahan pen!olesan dan pH sediaan yan! memenuhi rentan! spesifikasi pH. #aran #9 ,ada proses produksi suatu sediaan benar>benar diperhatikan setiap lan!kah proses produksinya untuk men!hindari masalah>masalah yan! mun!kin ter'adi selama proses pembuatan. ;9 Bika ter'adi suatu pemisahan fase hal>hal yan! dapat dilakukan untuk men!atasinya al/ dilakukan pen!adukan ulan! untuk menyatukan fase kembali, namun 'ika pen!adukan tidak bisa men!atasi permasalahan ini, kemun!kinan dapat diatasi den!an menambahkan surfaktan seperti t*een yan! berfun!si untuk menstabilkan sediaan.

AN'AN5AN ET*KET 6 LABEL DAN LEA"LET 6 B (#U #. 5omposisi <en!andun! C-< 5 ". ;. 2ndikasi )ler!i 7 !atal>!atal pada kulit 3. 5ontraindikasi
21

Hipersensiti+itas terhadap C-< 4. =fek sampin! =rythema, urtikaria, dan iritasi umumnya pada kulit. 5. ,erin!atan -idak boleh di!unakan pada luka terbuka pada kulit. $. <ekanisme ker'a obat 6eba!ai antihistamin 8men!hambat reseptor histamin terutama H#9. 7. Cara pemakaian &leskan !el se(ukupnya pada daerah kulit yan! terasa !atal ; C 3 kali sehari. 8. ,enyimpanan 6impan di tempat se'uk 8#5 C ;5 &C9 dan kerin!, terlindun! dari (ahaya. 5emasan Cream .at(h no / 0#0007 =Ip date / 0esember ;0#; 4e!. %o / 0.: #00##00407)# /

22

Kemasan #kunder

Kemasan Primer

23

Brosur

24

DA"TA PU#TAKA 0epartemen 5esehatan 4epublik 2ndonesia. #979. 1armakope 2ndonesia edisi keti!a. 0epartemen 5esehatan 4epublik 2ndonesia. Bakarta 0epartemen 5esehatan 4epublik 2ndonesia. #995. 1armakope 2ndonesia edisi keempat. 0epartemen 5esehatan 4epublik 2ndonesia. Bakarta 4o*e 4aymond C. ;00$. Handbook of ,harma(euti(al =I(ipients. 1ifth edition ,harma(euti(al ,ress and )meri(an ,harma(itis )sso(iation -he ,harma(euti(al CodeI, ele+enth edition.#979. :ondon / -he ,harma(euti(al ,ress <artindale L -he =Itra ,harma(opoeiaM ;7 ediition.#977. :ondon / -he ,hama(euti(al 6o(iety af reat .ritian

25