Anda di halaman 1dari 6

EPIDEMIOLOGI : STUDI PENYAKIT, CEDERA, DAN KEMATIAN DALAM MASYARAKAT

MAKNA RATE Ahli epidemiologi selalu berkutat dengan bilangan. Yang terpenting adalah jumlah kasus (orang yang sakit) dan tentu saja jumlah kematian. Namun bilangan itu sendiri tidak cukup untuk memberikan penjelasan yang luas mengenai penyakit yang ada di masyarakat. Ahli epidemiologi juga harus mengetahui jumlah total populasi yang rentan sehingga rate (angka) dapat dihitung. Rate atau angka merupakan jumlah kejadian (kelahiran, kasus penyakit, atau kematian) dalam suatu populasi tertentu selama periode waktu tertentu. Tiga kategori umum angka tersebut, antara lain angka natalitas (kelahiran), angka morbiditas (kesakitan), dan angka mortalitas atau angka fatalitas (kematian). Mengapa angka begitu penting? Mengapa tidak merata-ratakan saja jumlah yang sakit atau yang meninggal? Jawabannya adalah bahwa angka memungkinkan kita membandingkan KLB (Kejadian Luar Biasa) yang terjadi pada waktu atau tempat yang berbeda. Contoh, dengan menggunakan angka kita dapat menentukan apakah kasus TBC per kapita tahun ini lebih banyak daripada tahun lalu atau apakah kasus pembunuhan per kapita lebih banyak di Kota A daripada di Kota B Contoh, misalnya Anda ingin memperbandingkan angka kematian yang terkait dengan perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor dan pesawat udara. Untuk mengkaji situasi hipotesis itu, kita perkirakan bahwa dalam periode waktu tertentu terjadi sekitar 1000 kematian dalam kecelakaan kendaraan bermotor dan 50 kematian pada kecelakaan pesawat terbang. Tanpa menghitung rate-nya, kita dapat beranggapan bahwa perjalanan dengan kendaraan bermotor lebih berbahaya daripada perjalanan dengan pesawat udara. Namun, jika Anda mengetahui jumlah populasi yang terlibat (100.000) jiwa untuk kendaraan bermotor versus 1.000 jiwa untuk pesawat udara, Anda dapat menghitung angka fatalitasnya yaitu jumlah kematian dibagi dengan populasi, untuk masing-masing sarana perjalanan.. Angka tersbeut memiliki makna yang sangat besar karena didasarkan pada populasi yang berisiko, yaitu mereka yang rentan terhadap penyakit atau kematian akibat penyebab tertentu. Dalam hal ini, angka fatalitasnya adalah 0,01 untuk kendaraan bermotor dan 0,05 untuk pesawat udara. Dengan demikian dalam contoh hipotesis ini, perjalanan dengan pesawat udara 5 kali lebih berbahaya daripada perjalanan dengan kendaraan bermotor.

INSIDENSI, PREVALENSI, DAN ANGKA SERANGAN Tiga jenis angka morbiditas yang penting adalah angka insidensi, angka prevalensi, dan angka serangan. Angka insidensi adalah jumlah kasus baru suatu penyakit dalam suatu populasi yang berisiko (mereka yang ada dalam populasi rentan penyakit) pada periode waktu tertentu. Angka insidensi sangat penting di dalam studi penyakit akut, yaitu penyakit yang puncak keparahan gejalanya muncul dan mereda selama beberapa hari atau minggu. Penyakit ini biasanya bergerak dengan cepat dalam suatu populasi. Contoh penyakit akut antara lain influenza, cacar air, campak, dan gondongan.

Jumlah kasus/penderita baru pada waktu dan tempat tertentu Incidence = ___________________________________________________ x 100%

Jumlah penduduk yang mempunyai resiko (tahun) pada waktu dan tempat yang sama

Angka prevalensi dihitung dengan membagi semua kasus suatu penyakit saat ini (kasus baru dan lama) dengan populasi total. Angka prevalensi berguna di dalam studi penyakit kronis, penyakit yang biasanya berlangsung selama tiga bulan atau lebih. Pada kasus ini, jumlah orang yang mengalami suatu penyakit kronis. Misalnya penyakit jantung, kanker, atau diabetes lebih penting untuk diketahui daripada waktu mereka terserang. Lagipula mengingat banyaknya penyakit kronis, sulit atau tidak mungkin bagi kita untuk menentukan waktu awitan (onset) penyakit tersebut. Karena sangat banyak layanan dan fasilitas kesehatan yang digunakan untuk mengobbati penderita penyakit atau kondisi kronis, angka prevalensi lebih berguna dibandingkan angka insidensi untuk merencanakan program kesehatan masyarakat, kebutuhan personil, dan fasilitas.

Jumlah kasus/penderita pada waktu dan tempat tertentu Prevalence = ___________________________________________________ x 100%

Jumlah penduduk seluruhnya

Angka serangan merupakan angka insidensi khusus yang dihitung untuk suatu populasi tertentu selama KLB (Kejadian Luar Biasa) suatu penyakit dan dinyatakan dalam presentase. Contoh, beberapa orang yang bepergian dengan penerbangan yang sama mengalami kesakitan yang serupa, dan apakah epidemiologi menduga penyebab kesakitan tersebut berkaitan dengan penerbangan itu sendiri. Angka serangan dapat dihitung untuk penumpang penerbangan tersebut guna menyajikan persentase orang yang sakit. Selain itu, angka serangan dapat dihitung untuk berbagai subpopulasi misalnya mereka yang duduk pada berbagai lokasi di pesawat, mereka yang memilih makanan tertentu dari menu yang disajikan, mereka yang berada dalam kelompok usia tertentu, atau mereka yang naik pesawat pada pelabuhan udara tertentu. Perbedaan pada angka serangan dari subpopulasi yang berbeda, bagi ahli epidemiologi, dapat menunjukkan sumber atau penyebab kesakitan.

Jumlah kasus/penderita baru pada saat epidemi Attack rate = ___________________________________________________ x 100%

Jumlah penduduk yang mempunyai resiko pada saat epidemi

ANGKA KASAR Angka insidensi dan angka prevalensi dapat dinyatakan dalam 2 bentuk yaitu angka kasar dan angka spesifik. Angka kasar (crude rate) merupakan angka yang penyebutnya mencakup populasi total. Angka kasar yang paling penting adalah angka kelahiran kasar dan angka kematian kasar, Angka kelahiran kasar (crude birth rate) adalah jumlah kelahiran hidup pada tahun tertentu yang dibagi dengan jumlah populasi pertengahan tahun. Angka kematian kasar (crude death rate) adalah jumlah total kematian pada tahun tertentu dari semua penyebab yang dibagi dengan jumlah populasi pertengahan tahun.

Jumlah kelahiran penduduk pada waktu dan tempat tertentu CBR = ___________________________________________________ x 100%

Jumlah penduduk rata-rata (pertengahan tahun) pada waktu dan tempat tertentu

Jumlah kematian penduduk pada waktu dan tempat tertentu CDR = ___________________________________________________ x 100%

Jumlah penduduk rata-rata (pertengahan tahun) pada waktu dan tempat tertentu

KASUS-KASUS

Gambar untuk soal 1 - 3

1. Hitunglah angka prevalensi untuk kasus di atas ! 2. Hitunglah angka insidensi untuk kasus di atas ! 3. Hitunglah angka CDR, diketahui jumlah penduduk akhir tahun adalah 200 orang dan jumlah penduduk pertengahan tahun 175 orang. 4. Diketahui kelurahan Gunung Mas berpenduduk 7500 orang. Pada tahun ini terdapat 125 kelahiran bayi. Jumlah penduduk rata-rata adalah 7456 orang. Hitunglah CBR dari kelurahan tersebut!

5. Tahun 2006 populasi bayi di Kelurahan Bringin Sari menderita penyakit tipus. Penyakit tersebut cepat menular di kalangan bayi sehingga dalam bulan Februari terdapat 262 bayi yang menderita tipus. Diketahui bahwa populasi penduduk kelurahan tersebut adalah 8300 orang dan populasi bayi adalah 1357 orang. Hitunglah attack rate pada kasus tersebut! 6. Tahun 2008 di SD Sultan Agung dilakukan pemeriksaan gigi oleh mahasiswa FKG Unissula. Dari survey diketahui bahwa dari 670 siswa di SD tersebut, 463 siswa menderita karies dan 452 siswa menderita gingivitis. Pada tahun 2009 dilakukan pemeriksaan lagi oleh mahasiswa FKG Unissula dan didapatkan data bahwa 564 siswa menderita karies dan 562 menderita gingivitis. a. Hitunglah prevalensi karies pada tahun 2008 dan 2009! b. Hitunglah prevalensi gingivitis pada tahun 2008 dan 2009! c. Hitunglah insidensi karies pada kasus di atas! d. Hitunglah insidensi gingivitis pada kasus di atas! 7. Pada tahun 2009 di Desa Gemolong dilakukan pemeriksaan gigi dan mulut pada ibu hamil. Dari hasil survey didapatkan hasil bahwa terdapat 67 ibu hamil yang menderita epulis gravidarum (epulis pada ibu hamil). Diketahui bahwa jumlah penduduk Desa Gemolong adalah 4578 orang dan terdapat 158 orang ibu hamil. Hitunglah prevalensi pada kasus di atas!

KUNCI JAWABAN ` 1. Angka Prevalensi = 12 x 100% = 6 % 200 8 x 100% = 4 % 200 6 x 100% = 3,42 % 175 125 x 100% = 1,67 % 7456 262 x 100% = 19,30 % 1357 = 463 670 564 670 452 670 x 100% = 69,1 %

2. Angka Insidensi =

3. Angka CDR =

4. Angka CBR =

5. Angka Attack Rate =

6. a. Prevalensi Karies th 2008

Prevalensi Karies th 2009 =

x 100% = 84,17 %

b. Prevalensi Gingivitis th 2008 =

x 100% = 67,46 %

Prevalensi gingivitis th 2009 =

562 x 100% = 83,8 % 670

c. Jumlah kasus baru karies = 564-463 = 101 Insidensi karies = 101 670 x 100% = 15,07 %

d. Jumlah kasus baru gingivitis = 562-452 = 110 Insidensi gingivitis = 110 670 x 100% = 16,41 %

7. Prevalensi =

67 x 100% = 1,46 % 4578