Anda di halaman 1dari 72

TUMOR SALURAN KEMIH

Pembimbing: dr. Bagus, Sp.U

Winda Setyowulan 030.09.269 Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti RSUD Kota Bekasi

PENDAHULUAN
Keganasan urogenital tersering: 1 . Karsinoma prostat, 2. Karsinoma buli, 3. Tumor ginjal. Gejala yang sering timbul adalah hematuria yang berulang dan sering sembuh sendiri sehingga pasien enggan mencari pengobatan. Keadaan ini menyebabkan pasien datang dalam stadium lanjut. Keganasan urogenitalia dapat tumbuh di seluruh organ urogenitalia. Manifestasi klinis tumor tergantung dari letak tumor, stadium, dan penyulit yang disebabkan tumor.

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

TOPIK
Staging of Cancer Renal Cell Carcinoma Ureter Cancer Bladder Cancer Prostate Cancer Testis Cancer Penile Cancer

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

RENAL CELL CARCINOMA


tumor ginjal

korteks ginjal

sistem pelvikalises

jinak

ganas

jinak

ganas

adenoma lipoma hamartoma


2/17/2014

adenokarsinoma
nefroblastoma

papiloma

tumor pelvis renalis


5

windasetyo@hotmail.com

HAMARTOMA GINJAL (ANGIOMIOLIOMA)


Terdiri atas komponen pembuluh darah, otot polos, dan lemak 50% dari hamartoma ginjal adalah penderita tuberous sclerosis atau penyakit Bournville yaitu suatu kelainan bawaan yang ditandai dengan retardasi mental, epilepsi, adenoma sebaseum, dan terdapat hamartoma di retina, paru, hepar, tulang, pankreas, dan ginjal Rasio wanita : pria = 4 : 1 Gambaran klinis Jika tidak bersamaan tuberous sclerosis, hamartoma ginjal seringkali asimptomatik Nyeri pinggang, hematuri, gejala obstruksi saluran kemih bagian atas, perdarahan retroperitoneal

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

HAMARTOMA GINJAL (ANGIOMIOLIOMA)


Imaging Komponen lemak yang banyak membedakan hamartoma dengan adenokarsinoma ginjal USG akan terlihat hiperekoik CT scan tampak area yang menunjukan densitas negative patognomonik hamartoma Terapi Tumor yang kecil dan tidak menimbulkan keluhan tidak perlu diobati evaluasi Jika tumor menjadi semakin besar dan sangat mengganggu nefrektomi
2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

ADENOCARCINOMA RENAL
3% dari keganasan pada dewasa Nama lain: tumor Grawitz, Hipernefroma, karsinoma sel ginjal, atau internist tumor Tumor ganas parenkim ginjal yang berasal dari tubulus proksimal ginjal Pria : wanita = 2 : 1

Biasanya pada usia lanjut (>40thn)


2% bilateral
2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

ADENOCARCINOMA RENAL

Merokok

Konsumsi kopi

ETIOLOGI

Analgetik

Estrogen

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

ADENOCARCINOMA RENAL
Patologi Berasal dari tubulus proksimal ginjal didalam korteks dan kemudian menembus kapsul ginjal. Disertai pseudokapsul (terdiri atas parenkim ginjal yang tertekan oleh jaringan tumor dan fibrosa) Pada irisan tampak berwarna kuning sampai orange Pada gambaran histopatologik terdapat beberapa jenis, yaitu clear cell, granular, sarkomatoid, papiler dan bentuk campuran Fasia Gerota

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

10

Ro b s o n m e m b a g i d e r a j a t i nv a s i a d e n o ka r s i n o ma ginjal dalam 4 s t a d i um 1.Tumor masih terbatas di dalam ginjal dengan fasia gerota masih utuh 2.Invasi ke jaringan lemak perirenal dengan fasia gerota masih utuh 3.Invasi ke vena renalis/vena kava atau limfonodi regional 4.Ekstensi ke organ sekitarnya/meta stasis jauh (usus)

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

11

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

12

ADENOCARCINOMA RENAL
Trias Klasik Nyeri
invasi ke organ lain

hematuria makroskopik nyeri pinggang massa di daerah ginjal


2/17/2014

Febris
lepasnya pirogen endogen

Hipertensi
oklusi vaskuler akibat penekanan tumor

Anemia
perdarahan intra tumoral

Varikokel akut yang tidak mengecil dengan posisi tidur


obstruksi V. spermatika
13

windasetyo@hotmail.com

ADENOCARCINOMA RENAL
Studi Image/Pencitraan CT Scan akurasi yang cukup tinggi dalam mengetahui adanya penyebaran tumor ke
vena renalis vena cava ekstensi perirenal kelenjar limfe retroperitoneal
windasetyo@hotmail.com

2/17/2014

14

ADENOCARCINOMA RENAL
MRI dapat mengungkapkan adanya invasi tumor pada vena renalis dan vena cava tanpa membutuhkan kontras, kurang sensitif mengenali lesi solid yang berukuran kurang dari 3 cm
2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

15

ADENOCARCINOMA RENAL
Terapi
Nefrektomi Tumor stadium dini dilakukan nerfrektomi radikal Bisa menyisakan sebagian nefron ginjal, pada:
Tumor yang mengenai ginjal tunggal Tumor multifokal dan bilateral Stadium T1 dengan sisi kontralateral normal, kecuali bila tumor dekat dengan pelvikalises

Stadium lanjut dianjurkan nefrektomi paliatif hanya untuk megurangi nyeri Kontrol berkala pasca bedah (6 bulan )
2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

16

ADENOCARCINOMA RENAL
Embolisasi Pada pasien hematuria yang keadaannya tidak mungkin dilakukan pembedahan Imunoterapi. Memakai interferon atau dikombinasikan dengan interleukin saat ini sedang dicoba di negara-negara maju Harganya sangat mahal dan hasil dengan obat-obatan imunoterapi masih belum jelas, maka pemakian obat ini masih sangat terbatas

Prognosis Angka kekambuhan:


7% pada T1 20% pada T2 40% pada T3

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

17

NEFROBLASTOMA (TUMOR WILM)


banyak pd anak berusia kurang dari 10 tahun, dan paling sering dijumpai pada umur 3,5 tahun. Kurang lebih 10% tumor ini menyerang kedua ginjal secara bersamaan. sering diikuti dengan kelainan bawaan berupa aniridia, hemihipertrofi, retardasi mental dan anomaly organ urogenitalia. Patologi Tumor bersal dari blastema metanefrik dan terdiri atas blastema, stroma dan epitel. Dari irisan berwarna abu-abu dan terdapat foKus nekrosis atau perdarahan.

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

18

NEFROBLASTOMA (TUMOR WILM)


Penyebaran Setelah keluar dari kapsul ginjal tumor akan mengadakan invasi ke organ di sekitarnya dan menyebar secara limfogen melalui kelenjar limfe para aorta. Penyebaran secara hematogen melalui vena renalis ke vena kava metastasis ke paru (85%), hepar (10%) dan bahkan pada stadium lanjut menyebar ke ginjal kontralateral.

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

19

NEFROBLASTOMA (TUMOR WILM)


Stadium National Wilms Tumor Study (NW TS) membagi tingkat penyebaran tumor ini (setelah dilakukan nefrektomi) dalam 5 stadium 1. Tumor terbatas pada ginjal dan dapat dieksisi sempurna 2. Tumor meluas keluar ginjal dan dapat dieksisi sempurna, mungkin telah mengadakan penetrasi ke jaringan lemak perirenal, limfonudi para aorta atau ke vasa renalis 3. Ada sisa sel tumor di abdomen yang mungkin berasal dari biopsy atau rupture yang terjadi sebelum atau selama operasi 4. Metastasis hematogen 5. Tumor bilateral
2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

20

NEFROBLASTOMA (TUMOR WILM)


Gambaran klinis Biasanya pasien dibawa ke dokter oleh orang tua karena
Perutnya membuncit benjolan di perut sebelah atas atau diketahui kencing berdarah.

PF :
kadang hipertensi massa padat pada perut sebelah atas yang kadang-kadang telah melewati garis tengah dan sulit digerakkan

USG abdomen : massa padat pada perut (retroperitoneal) sebelah atas Pemeriksaan IVP, pd tumor Wilm:
adanya distorsi system pelvikalises didapatkan ginjal nonvisualized, sedangkan pada neuroblastoma terjadi pendesakan system kaliks ginjal ke kaudo-lateral
2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

21

NEFROBLASTOMA (TUMOR WILM)


Penatalaksanaan Stadium dini dan ginjal kontralateral normal nefrektomi radikal Sitostatika : sebelum pembedahan dan sesudah pembedahan Radiasi Eksterna : radiosensitif. Sebagai terapi sandwich

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

22

TUMOR PELVIS RENALIS


sangat jarang. 2 jenis yaitu
(1) karsinoma sel transitional (2) karsinoma sel skuamosa.

Karsinoma sel skuamosa biasanya merupakan metaplasia sel renalis karena adanya batu yang menahun pada pelvis renalis

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

23

TUMOR PELVIS RENALIS


Gambaran k linis kencing darah (80%), nyeri pinggang, teraba massa pada pinggang.(massa oleh tumor /hidronefrosis ) IVP terdapat filling defect yang tampak seolah-olah seper ti batu radiolusen, tuberkuloma , atau hemangioma pada pielum ginjal. Pemeriksaan sitology urin dengan mengambil contoh urin langsung ke dalam pielum melalui kateter ureter. Melalui alat ureterorenoskopi dapat dilihat langsung keadaan pielum. Jika dicurigai ada massa pada pielum diambil contoh jaringan untuk pemeriksaan histipatologi. Terapi Tumor ini kurang memberikan respon terhadap pemberian sitostatika maupun radiasi eksterna. Terapi yang paling baik pada stadium awal adalah nefroureterektomi dengan mengambil cuf f dari buli-buli.

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

24

URETER CANCER
sangat jarang <1% dari seluruh tumor urogenitalia. 25% merupakan tumor benigna dan 75% maligna. sebagian besar tumor ganas ureter merupakan karsinoma transisional

Gejala klinis nyeri pinggang, Hematuria kambuhan gejala akibat obstruksi oleh tumor. Lebih dari 10% pasien tumor ureter tidak pernah mengeluh dan secara kebetulan diketemukan pada pemeriksaan IVP atau USG.
2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

25

URETER CANCER
IVP filling defect di dalam lumen ureter, kadang-kadang terdapat hidronefrosis atau ginjal nonvisualized dan dalam keadaan ini diagnosis ditegakkan dengan melakukan pielografi retrograde. Sitologi urin diambil urin langsung dari ureter dengan memakai kateter ureter dan kadang dilakukan biopsy dengan alat brush biopsi. ureteroskopi lebih dianjurkan untuk melihat langsung tumor ureter dan sekaligus melakukan biopsi. Terapi Terapi terpilih adalah nefroureterektomi yaitu mengangkat ginjal, ureter beserta cuff buli-buli sebanyak 2cm di sekeliling muara ureter.
2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

26

BLADDER CANCER
Epidemiology

2% dari seluruh keganasan


Keganasan urogenital tersering no 2 (setelah Ca prostat) Pria > wanita dengan rasio 2 : 1

Etiology Induksi bahan karsinogenik (rokok, zat kimia, pemanis buatan) Infeksi saluran kemih (E. coli dan Proteus spp nitrosamin

Mutasi tumor suppressor gene p53


Defek kromosom 9

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

27

BLADDER CANCER

Risk Factor
Merokok Konsumsi obatobatan, kopi, Pekerjaan pemanis buatan

Sumber: Smiths General Urology. 17th ed.


2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

28

BLADDER CANCER

Histopathology
Transisional Cell Carcinoma (TCC) Non-TCC

Papiler

Non invasif (in situ)

Invasif

Adenocarcinoma

Squamous cell carcinoma

Undifferentiated carcinoma

Mixed carcinomas

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

29

BLADDER CANCER

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

30

BLADDER CANCER

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

31

BLADDER CANCER
Histopatologi 98% dari semua kanker kandung kemih adalah keganasan epitel, sebagian besar adalah karsinoma sel transisional (TCC). Tumor ini bersifat multifokal yaitu dapat terjadi di saluran kemih yang epitelnya terdiri atas sel transisional yaitu di pielum, ureter, atau uretra posterior; sedangkang jenis lainnya adalah karsinoma sel skuamosa ( 10%) dan adenokarsinoma (2%).

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

32

BLADDER CANCER
Adenokarsinoma pada buli-buli :
Primer. Pada dasar dan fundus buli-buli. Beberapa pada kasus sistitis glandularis dan ekstorfia vesika Urakhus persisten (sisa duktus urakhus) mengalami degenerasi maligna Sekunder. Fokus metastasis dari organ lain (prostat, rektum, ovarium, lambung, mamma)

Karsinoma sel skuamosa


Rangsangan kronis pada buli-buli sehingga epitelnya mengalami metaplasia berubah menjadi ganas Infeksi, batu buli, kateter menetap

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

33

BLADDER CANCER
Gambaran Klinis 1. Gejala
1.
1. 2. 3.

Hematuria yang bersifat :


Painless Intermittent Hematuri total

2.

Tanda

Memperkirakan luas tumor (pemeriksaan bimanual) Edema tungkai (penekanan aliran limfe oleh tumor) Tidak dapat miksi
2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

34

BLADDER CANCER
Temuan Laboratorium 1 . Pemeriksaan laboratorium rutin,
hematuria. Ini dapat disertai dengan piuria, mungkin akibat bersamaan infeksi saluran kemih. Azotemia didapat pada pasien dengan oklusi uretra karena tumor buli primer atau limfadenopati. Anemia mungkin karena kehilangan darah kronis, atau penggantian sumsum tulang oleh metastasis tumor

2. Sitologi urin
Sitologi urin yaitu pemeriksaan sel-sel urotelium yang terlepas bersama urin Antigen permukaan sel dan flow cytometri
2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

35

BLADDER CANCER
Pencitraan Foto Polos Abdomen Pielografi Intra Vena
pemeriksaan baku melihat adanya filling defek pada buli-buli mendeteksi adanya tumor sel transisional yang berada di ureter atau pielum Didapatkannya hidroureter atau hidronefrosis merupakan salah satu tanda adanya infiltrasi tumor ke ureter atau muara ureter.
2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

36

BLADDER CANCER
USG
alergi terhadap zat yang digunakan pada pemeriksaan PIV.

Foto toraks
melihat bila ada metastasis ke paru-paru

CT Scan dan MRI


menentukan ekstensi tumor ke organ sekitarnya

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

37

BLADDER CANCER
Sistoskopi dan Biopsi
mengevaluasi kantung kemih dengan pemeriksaan visual langsung menggunakan cytoscope. dilakukan biopsi untuk menentukan derajat infiltrasi tumor yang menentukan terapi selanjutnya. sebagai tindakan pengobatan pada tumor superfisial (permukaan)
2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

38

BLADDER CANCER
Terapi Reseksi buli-buli transuretra Selanjutnya (tergantung stadium):
Tidak perlu terapi (wait and see) Instalasi intravesika dengan obat Mitomisin Sistektomi radikal, parsial, total Radiasi eksterna

Terapi ajuvan dengan kemoterapi sistemik Diversi urine :


sistektomi radikal adalah pengangkatan buli -buli dan jaringan sekitarnya dan selanjutnya aliran urin dari ureter dialirkan melalui beberapa cara

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

39

BLADDER CANCER
Ureterosigmoidostomi
Anastomisis kedua ureter ke dalam sigmoid

Konduit usus
Mengganti buli-buli dengan ileum sebagai penampung urine, untuk mengeluarkan urin dipasang kateter menetap melalui sebuah stroma

Diversi urin kontinen


Mengganti buli-buli dengan segmen buli-buli dengan segmen ileum dengan membuat stroma yang kontinen (dapat menahan urin pada volume tertentu)

Diversi urine Orthopic


Membuat neobladder dari segmen usus yang kemudian dilakukan anastomosis dengan uretra

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

40

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

41

BLADDER CANCER
Sistektomi parsial
dilakukan pada tumor infiltratif, soliter yang berlokasi di sepanjang dinding posterolateral atau puncak buli.

Sistektomi radikal
pengangkatan buli-buli dan jaringan sekitarnya pengangkatan organ panggul anterior:
pada pria, kandung kemih dengan organ lemak sekitarnya, perlekatan peritoneal, prostat, dan vesikula seminalis, pada wanita, kandung kemih dan lemak sekitarnya dan perlekatan peritoneal, leher rahim, uterus, vagina anterior, uretra, dan ovarium.

menjadi pengobatan " gold standard " untuk pasien dengan muscle invasive bladder cancer

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

42

BLADDER CANCER
Kemoterapi Sekitar 15% pasien ditemukan memiliki metastasis regional atau jauh sekitar 30-40% pasien dengan penyakit invasif berkembang menjadi metastasis jauh meskipun setelah sistektomi radikal atau radioterapi definitif. Obat tunggal yang paling aktif adalah cisplatin, yang bila digunakan sendiri menghasilkan respon di sekitar 30% pasien. Obat efektif lain termasuk methotrexate, doxorubicin, vinblastin, cyclophosphamide, gemcitabine, dan 5-fluorouracil. Regimen methotrexate, vinblastine, doxorubicin ( adriamycin), dan cisplatin (MVAC) yang paling banyak digunakan untuk pasien dengan kanker kandung kemih lanjut. Sekitar 13-35% dari pasien yang menerima rejimen tersebut mencapai respon lengkap. Namun, waktu hidup rata-rata adalah sekitar 1 tahun, dan tingkat kelangsungan hidup yang berkelanjutan adalah 20-25%.
2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

43

BLADDER CANCER
Radiasi
Selama 5-8 minggu. Pengobatan umumnya ditoleransi dengan baik, tetapi sekitar 15% dari pasien mungkin memiliki komplikasi signifikan pada usus, kandung kemih, atau dubur. Rekurensi lokal sering terjadi.

Pemeriksaan berkala:
Pemeriksaan klinis Sitologi urin Sistoskopi

Tahun ke I ~ 3 bulan sekali

II ~ 4 bulan sekali
III dan seterusnya ~ 6 bulan sekali
2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

44

PROSTATE CANCER
Keganasan terbanyak urogenital pria. Usia > 50 th , 70 80 th ~ 30% > 80 th ~ 75% Etiologi dan Faktor risiko:
1) Usia. 15 30% pria usia 50 th menderita kanker prostat secara samar 60 70% pria usia 80 th memiliki gambaran histologi kanker prostat 2) Ras. penderita tertinggi pada pria ras Afrika Amerika pria kulit hitam >>> pria kulit putih 3) Predisposisi genetik. risiko ~ 2x jika saudara laki laki menderita penyakit ini risiko ~ 5x jika ayah dan saudaranya juga menderita
2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

45

PROSTATE CANCER
4) Faktor hormonal . ~ hormon Testosteron 5) Pola makan . pola makan diduga memilik pengaruh dalam perkembangan berbagai jenis kanker atau keganasan. diet yang meningkatkan risiko: -. Diet tinggi lemak -. Daging merah -. Hati -. Susu yang berasal dari binatang 6) Infeksi .
2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

diet yang menurunkan risiko: -. Vitamin A , Beta-carotene -. Isoflavon, Fitoestrogen -. Likofen -. Selenium -. Vitamin E

46

PROSTATE CANCER
Patologi :

Kelenjar prostat normal prostat intraepitelial neoplasia karsinoma prostat stadium lanjut metastasis
Jenis histopatologi terbesar adalah adenokarsinoma, selebihnya transisional sel karsinoma. 75% pada zona perifer prostat dan 15 20% pada zona sentral dan transisional. penyebaran : Limfogen : pelvis menuju retroperitoneal Hematogen : vena vertebralis menuju tulang-tulang pelvis, femur sebelah proksimal, vertebra lumbalis, kosta, paru, hepar, dan otak

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

47

PROSTATE CANCER
Manifestasi Klinis Pada stadium dini, sering tidak menimbulkan gejala. Gejala pembesaran prostat jinak : gangguan berkemih (tersendat atau tidak lancar). Gejala metastasis : nyeri tulang dan gangguan saraf.

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

48

PROSTATE CANCER
Pemeriksaan Fisik
Digital rectal toucher Stadium dini seringkali tidak ditemukan kelainan Berupa nodul dengan perabaan yang keras pada prostat

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

49

PROSTATE CANCER
Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium: Prostate Specific Antigen (PSA) Suatu glikoprotein yang dihasilkan oleh sitoplasma sel epitel prostat dan berperan dalam melakukan likuefaksi cairan semen. Pada keganasan PSA, akan menembus basa membran sel epitel dan beredar melalui pembuluh vaskuler

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

50

PROSTATE CANCER
Histopatologi
Biopsi ~ Gleason Grading System
Primary pattern Secondary pattern

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

51

PROSTATE CANCER
Radiologi: USG transrektal (TRUS)
area hipo ekoik, kemungkinan adanya ekstensi tumor ke ekstrakapsuler

CT-scan, MRI
Kecurigaan adanya metastasis pada limfonudi Skor Gleason yang tinggi (>7) Kadar PSA tinggi

Bone scan
Kecurigaan adanya metastasis hematogen pada tulang

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

52

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

53

PROSTATE CANCER
Penatalaksanaan Tindakan yang dilakukan terhadap pasien kanker prostat tergantung pada stadium, umur harapan hidup, dan derajat diferensiasinya

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

54

PROSTATE CANCER
1. Obser vasi . Stadium T 1 dengan umur harapan hidup kurang dari 10 tahun. Prostatektomi radikal Stadium T 1-2 N 0 M 0 . penyulit: perdarahan, disfungsi ereksi, inkontinensia.

2.

3.

Radiasi Pada pasien tua, pasien dengan tumor loko-invasif, dan tumor yang telah metastasis. 4. Terapi hormonal Hugins concept : sel epital prostat akan mengalami atrofi jika sumber androgen ditiadakan Androgen deprivation therapy (ADT)
2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

55

PROSTATE CANCER
Orkidektomi Menghilangkan sumber androgen dari testis LHRH agonis Anti-androgen: non-steroid menghambat sintesa ketonazole, spironolakton. antagonis reseptor androgen flutamid, casodex, siproheptadin. ~steroid siproteron asetat Blokade androgen total kombinasi
2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

56

HORMONE/CASTRATE REFRACTORY PROSTATE CANCER (HRCP/CRCP)


Terjadinya kekambuhan kanker prostat meskipun pasien masih mendapatkan ADT, atau kadar testosteron masih dalam kadar kastrasi (<50 ng/dl). Hipotesis:
1) 2) 3) 4) Mutasi reseptor androgen Amplifikasi/overekspresi reseptor androgen Meningkatnya sintesis reseptor androgen intrakrin Perubahan kofaktor reseptor androgen yang berakibat perubahan aktivitas signalingligand-receptor 5) Crosstalk dengan beberapa sitokin dan growth factor

Terapi: docetaxel/prednison, mitoxantrone/prednison, estramustine, atau kombinasi


2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

57

TESTIS CANCER
Keganasan terbanyak pada pria dengan usia 15 35 th Merupakan 1 2% semua neoplasma pada pria Etiologi dan Faktor risiko:
1) Maldesensus testis . 2) Trauma testis . 3) Atrofi atau infeksi testis . 4) Pengaruh hormon. 5) kriptokismus
2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

58

TESTIS CANCER
Seminoma
Germinal Non-Seminoma Spermatosistik, Anaplastik, Klasik Karsinoma sel embrional. Korio karsinoma, Teratoma, Tumor yolk sac

PRIMER

Tumor Ganas Testis

Non-Germinal

Tumor sel Leydig

Tumor sel Sertoli

Gonadoblastoma
SEKUNDER
2/17/2014

Limfoma, Leukemia infiltratif


windasetyo@hotmail.com

59

TESTIS CANCER

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

60

TESTIS CANCER
Penyebaran Tumor Mengenai seluruh parenkim testis rete testis epididimis funikulus sprematikus kulit skrotum Limfogen : kel limfe retroperitoneal (para aorta) limfe mediastinal supraklavikula Hematogen : Korio karsinoma paru, hepar, otak

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

61

TESTIS CANCER
Gambaran Klinis Anamnesis:
o Pembesaran testis o Nyeri dan terasa berat ~ 30% o Massa di perut sebelah atas ~ 10% o Benjolan pada kelenjar leher o Ginekomastia ~ 5%

lanjut

Pemeriksaan Fisik:
o Benjolan padat keras pada testis o Tidak nyeri pada palpasi o Transiluminasi (-)

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

62

TESTIS CANCER
Penanda Tumor pada Beberapa Jenis Tumor Testis

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

63

TESTIS CANCER
Pencitraan

Ultrasonografi
Dapat membedakan lesi intra atau ekstra-testikuler Dapat membedakan massa padat atau kistik Tidak dapat penderajatan tumor

MRI
Dapat mengenali tunika albuginea secara terperinci Menentukan luas ekstensi tumor testis

CT scan
Dapat menentukan ada tidaknya metastasis pada retroperitoneum Tidak mampu menditeksi mikrometastasis pada kelenjar limfe retroperitoneal
2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

64

TESTIS CANCER
Penatalaksanaan Tidak diperbolehkan biopsi testis Seminoma respon baik terhadap radiasi Non seminoma belum lewat stadium III pembersihan kelenjar pertitoneal
2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

65

PENILE CANCER
Tumor ganas yang terdapat pada penis terdiri atas: Karsinoma sel basal Melanoma Tumor mesenkim Karsinoma sel skuamosa ,
paling banyak berasal dari o Kulit prepusium dijumpai,

o Glans
o Shaft (batang) penis

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

66

PENILE CANCER
Etiologi:
Higiene penis yang kurang bersih Iritasi smegma ~ inflamasi kronis sehingga merangsang timbulnya keganasan penis. Sirkumsisi pada anak atau bayi dapat memperkecil kejadian karsinoma penis dikemudian hari. Angka kejadian meningkat pada pria dengan suku bangsa India, Cina, dan Afrika.
2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

67

PENILE CANCER
Perjalanan Penyakit

Stadium dini
Tumor papiler Lesi eksofitik Lesi datar Lesi ulseratif Tumor membesar Merusak jaringan sekitar Invasi limfogen Kel. limfe inguinal Kel. limfe pelvis Kel. limfe subklavia

Fasia Buck sebagai barier dalam penyebaran


2/17/2014 windasetyo@hotmail.com

68

PENILE CANCER
Staging (Jackson 1996)

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

69

PENILE CANCER
Manifestasi Klinis dan Diagnosis Klinis:
Lesi primer berupa tumor kotor, berbau, sering mengalami infeksi, ulserasi, dan perdarahan. Pembesaran kelenjar limfe inguinal yang nyeri karena infeksi.

Pembesaran kelenjar limfe subklavia.

Diagnosis:
Pemeriksaan Patologi biopsi lesi primer

Pemeriksaan Pencitraan

menentukan penyebaran tumor

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

70

PENILE CANCER

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

71

PENILE CANCER
TERAPI

Lesi primer

Kelenjar limfe regional

Antibiotika (4 6 minggu)

Apabila kelenjar limfe inguinal sangat besar ~ inoperable , dapat dicoba pemberian sitostatika atau radiasi paliatif.

Menghilang

Menetap

Observasi

Diseksi kel limfe bilateral

2/17/2014

windasetyo@hotmail.com

72