Anda di halaman 1dari 7

Kedaruratan Alergi Trigger Pak Idrus, 35 tahun menderita gejala asma bronkial sejak 10 tahun.

Dan sering kambuh sampai de asa sekitar umur 1! tahun. "etelah itu sampai sekarang jarang kambuh dan Pak Idrus terlihat gemuk dan sehat. Dua hari #ang lalu, sepulang dari kantor, pada aktu malam asman#a kambuh dan dalam $ hari ini bertambah lama bertambah berat dan oleh keluargan#a diba a ke %&D '"I "iti 'ahmah . Dari anamnesa didapatkan tahun(tahun terakhir ini Pak Idrus terlalu sibuk, makan tak teratur, sering pulang malam dan sering merasa lelah. Dari pemeriksaan tekanan darah 1)0*!5 mm+g. Ta,h#,ardi, ta,hipnea dan sianosis. Dokter %&D memberi bantuan oksigen, in-us dan obat(obatan. .agaimana penatalaksanaan kasus asma bronkiale/ De0inisi Asma berasal dari bahasa 1unani kuno 2asthma3 #ang berarti terengah(engah. Asma bronkial merupakan suatu kelainan in0lamasi kronis pada saluran napas #ang melibatkan sel elemen 2seluler3. In0lamasi kronis tersebut berhubungan dengan hiperresponsi0 saluran napas #ang men#ebabkan episode hee4ing, apneu, sesak napas, batuk(batuk terutama pada malam hari atau a al pagi. 5pisode ini berhubungan dengan luas obstruksi saluran pernapasan #ang bersi0at re-ersibel baik sa,ara spontan maupun se,ara terapi. Klasi0ikasi6 .erdasarkan pen#ebabn#a, asma bronkial dapat diklasi0ikasikan menjadi 3 tipe, #aitu6 1. 5ksentrik Ditandai dengan reaksi alergik #ang disebabkan oleh 0aktor(0aktor pen,etus #ang spesi0ik, seperti debun serbuk bungan, bulu binantang, obat(obatan 7antibioti, dan aspirin8 dan spora jamur. Asma ekstrinsik sering dihubungkan dengan adan#a suatu predisposisi genitik terhadap alergi. 9leh karena itu, jika ada 0aktor(0aktor pen,etus seperti #ang disebutkan di atas, maka akan terjadi serangan asma ekstrinsik. $. Intrinsik 7non alergik8 Ditandai dengan adan#a reaksi non alergi #ang bereaksi terhadap pen,etus #ang tidak spesi0ik atau tidak diketahui, seperti udara dingin atau bisa juga disebabkan oleh adan#a in0eksi saluran pernapasan dan emosi. "erangan asma ini menjadi lebih berat dan sering berjalan dengan berlalun#a 3. Asma gabungan aktu dan dapat berkembang menjadi bronkiolitis kronik dan em0isema. .eberapa pasien akan mengalami asma gabungan.

.entuk asma #ang paling umum. Asma ini mempun#ai karakteristik dari bentuk alergik dan non alergik :aktor Predisposisi dan Presipitasi 1. :aktor predisposisi a. &enetik $. :aktor presipitasi a. Alergen i. Alergen dapat dibagi menjadi 3 jenis, #aitu6 1. Inhalan, sesuatu #ang masuk melalui saluran pernapasan seperti debu, bulu binatang, serbuk bunga, spora jamur, bakteri dan polusi $. Ingertan, suatu #ang masuk melalui seperti makanan dan obat(obatan 3. Kontaktan, sesuatu #ang masuk melalui kontak dengan kulit seperti perhiasan, logam dan jam tangan. b. Perubahan ,ua,a Atmos0ir #ang mendadak dingin merupakan 0aktor pemi,u terjadin#a serangan asma ,. "tress d. ;ingkungan kerja Pato0isiologi Asma ditandai dengan kontraksi spastik dari otot polos bronkiolus #ang men#ebabkan sukar berna0as. Pen#ebab #ang umum adalah hipersensiti-itas bronkiolus terhadap benda(benda asing di udara.

<ani0estasi Klinik6 ( ( ( ( "esak na0as mendadak makin lama makin meningkat :ase inspirasi lebih pendek dari 0ase ekspirasi =hee4ing, terdengan dari ekspirasi .atuk

( ( ( ( ( ( (

Derajat gangguan na0as ber-ariasi Posisi duduk membungkuk dengan kedua telapak tangan memegang kedua lutut ketika serangan asma 6 .iasan#a pada >9PD Pernapasan ,uping hidung :rekuensi pernapasan meningkat 7takipnea8 Penderita tampak gelisah Tekanan darah meningkat, tekanan nadi 110(130 menit +ipoksemia

Pemeriksaan Penunjang 1. Pemeriksaan ;aboratorium a. Pemeriksaan sputum, didapatkan6 i. Kristal(kristal ,harot le#den #ang merupakan degranulasi dari kristal eosino0il ii. "piral ,urshmann #akni #ang merupakan ,ast ,ells dari ,abang bronkiolus iii. >reole #ang merupakan 0ragmen dari epitel bronkus i-. ?etro0il dan eosino0il #ang terdapat pada sputum umumn#a bersi0at mukoid dengan -iskositas #ang tinggi b. Pemeriksaan darah i. Analisis gas darah ii. Kadang(kadang terdapat peningkatan "&9T dan "&PT serta ;D+ iii. +iponatremia dan kadar leukosit @15.000*mm3 i-. Ig 5 meningkat $. Pemeriksaan 'adiologi 3. 5K& a. Perubahan aksis jantung b. Terdapat tanda(tanda hipertro0i otot jantung ,. Tanda hipoksemia, adan#a sinus ta,h#,ardi. Terjadi depresi segmen "T 7(8 A. "pirometri <enunjukkan adan#a obstruksi jalan na0as re-ersible ,ara #ang paling ,epat dan sederhana diagnosis asma adalah melihat respon pengobatan dan bronkodilator Penatalaksanaan 1. 5dukasi kepada penderita dan keluarga, #aitu6 a. <emahami si0at(si0at dari pen#akit asma6 i. .ah a pen#akit asma tidak bisa sembuh sempurna

ii. Dapat kambuh dengan stimulus 0aktor pen,etus iii. Asma relaps dapat di,egah dengan pengobatan teratur jangka panjang b. <emahami 0aktor #ang men#ebabkan*memperberat serangan ,. <emahami 0aktor(0aktor #ang dapat memper,epat pen#embuhan d. <engetahui kegunaan dan ,ara kerja obat6 i. .ronkodilator 6 <engatasi spasme bronkus ii. "teroid i-. Antibiotika 6 <enghilangkan*mengurangi peradangan 6 <engatasi in0eksi bila serangan asma dipi,u adan#a iii. 5kspektoran 6 <engen,erkan dan mengurangi peradangan in0eksi saluran na0as e. <ampu menilai kemajuan dan kemunduran dari pen#akit dan hasil pengobatan 0. <engetahui kapan 2sel0 treatment3 atau pengobatan mandiri harus diakhiri dan segera men,ari pertolongan dokter $. <edikamentosa a. Pengobatan "imptomatik i. .ronkodilator golongan simptomimetik 7.(adrenergik*agonis beta8( Adrenalin 7epine0rin8 injeksi, dengan kemasan ampul $,, Dosis de asa 0,$(0,5 ,, dalam larutan 161000 injeksi subkutan Dosis ba#i dan anak 0,01 ,,*kg.., dosis matur 0,$5 ,, ii. .ronkodilator golongan teo0ilin, dosis 1B($0 mg*kg..*hari oral atau IC iii. Kortikosteroid i-. 5kspektoran, juga memberikan ekspektoran #ang mengandung antihistamin -. Antibiotika b. Pengobatan pro0ilaksis &olongan steroid dalam bentuk aerosol, bisodium ,romol#n, ketoti0en, tranilast >ara kerja obat6 <enghambat pelepasan mediator <enekan hiperakti0itas bronkus .ila mungkin bisa menghentikan obat simptomatik <enghentikan*mengurangi pemakaian steroid <engurangi ban#akn#a jenis obat dosis #ang dipakai

+asil #ang diharapkan dari pengobatan pro0ilaksis adalah6

<engurangi tingkat keparahan pen#akit, mengurangi 0rekuensi serangan dan meringankan beratn#a serangan

"TAT%" PA"I5? Anamnesis 7Alloanamnesis tanggal 1B Desember $01$8 a. ?ama ,. %sia d. Alamat e. Pekerjaan 0. g. <'" Keluhan %tama "esak na0as hebat $ hari sebelum masuk '" Keluhan tambahan .atuk,mengi dan gelisah 'i a#at pen#akit sekarang Kurang lebih $ hari sebelum masuk '", penderita mengeluh sesak na0as, #ang makin lama makin berat. "esak timbul karena Tn. Idrus sibuk,makan tidak teratur, sering pulang malam dan merasa letih. Asma jarang kambuh setelah usia pada Idrus @1! th. Pasien telah didiagnosis asma bronkial aktu umur 10 th dan sering kambuh 'i a#at Pen#akit Dahulu ( ( ( ( ( ( 'i a#at asma 7E8 sejak berusia 10 th. Kontrol ke dokter tidak ada setelah usia 1! th 'i a#at alergi debu 7asap 7E88 'i a#at kebiasaan merokok disangkal 'i a#at darah tinggi disangkal 'i a#at ken,ing manis disangkal 'i a#at minum obat #ang men#ebabkan ken,ing ber arna merah disangkal Ada ri a#at pen#akit asma di keluargan#a Pemeriksaan :isik Kesadaran umum Kesadaran Tekanan darah ?adi Perna0asan 6 Tampak sakit 6 >ompos mentis 6 1)0*!5 mm+g 6 10$ kali*menit 6 3$ kali*menit, ,epat dan dangkal 6 Tn. Idrus 6 35 th 6 Dln. Aie Pa,ah ?o. 5! 6 Pega ai kantor 6 15 Desember $01$ 6( b. Denis Kelamin 6 ;aki(laki

"tatus Ka in 6 <enikah

h. <edi,al re,ord

'i a#at Pen#akit Keluarga

Temperatur