Anda di halaman 1dari 13

Satuan Acara Penyuluhan (SAP)

HIDUP SEHAT TAMPIL MENARIK DENGAN SADARI

“BLOK PRIMARY HEALTH CARE”

Satuan Acara Penyuluhan (SAP) HIDUP SEHAT TAMPIL MENARIK DENGAN SADARI “BLOK PRIMARY HEALTH CARE” DANASTRI DANNISWARI

DANASTRI DANNISWARI TRIANA NOVITASARI RIKA AYU KUSUMA HASYIM NUR ANISA RITA OKTAVIANTI

115070201111023

115070201111027

115070201111029

115070201111031

115070205111001

PSIK REGULER 1 KELOMPOK 3

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

2013

Hidup Sehat Tampil Menarik dengan SADARI

A. LATAR BELAKANG Payudara / mammae merupakan glandula atau kelenjar yang yang terdiri dari jaringan kelenjar, fibrosa, dan lemak. Jaringan lemak memisahkan payudara dari otot-otot dinding dada, otot pektoralis dan seratus anterior. Sedikit dibawah pusat payudara dewasa terdapat putting (papilla mamaria), tonjolan yang berpigmen dikelilingi oleh areola. Puting mempunyai perforasi pada ujungnya dengan beberapa lubang kecil, yaitu apertura duktus laktiferosa. Tuberkel-tuberkel Montgomery adalah kelenjar sebasea pada permukaan areola. Jaringan kelenjar membentuk 15 hingga 25 lobus yang tersusun radier disekitar putting dan dipisahkan oleh jaringan lemak yang bervariasi jumlahnya, yang mengelilingi jaringan ikat (stroma) diantara lobus-lobus. Setiap lobus berbeda, sehingga penyakit yang menyerang satu lobus tidak menyerang lobus yang lainnya. Drainase dari lobus menuju sinus laktiferosa, yang kemudian berkumpul di duktus pengumpul dan kemudian bermuara ke putting. Jaringan ikat di banyak tempat akan memadat membentuk pita fibrosa yang tegak lurus terhadap substansi lemak, mengikat lapisan dalam dari fasia subkutan payudara pada kulit. Pita ini, yaitu ligamentum cooper, yang merupakan ligamentum suspensorium payudara. (Price dan Wilson. 2002). Penyakit yang sering menyerang payudara adalah kanker payudara, dan penyakit ini sering menyerang kaum perempuan. Pada tahun 2011 angka kejadian kanker payudara (21,69 persen) lebih tinggi dibandingkan dengan kanker rahim (17 persen). Pasien kanker payudara juga menduduki urutan pertama dalam rawat inap di seluruh rumah sakit di Indonesia (16,85 persen) (SIRS Indonesia, 2012). Di Jawa Timur, kanker payudara merupakan nomor 2 setelah kanker mulut rahim. Jumlah kasus kanker payudara baru di RS Onkologi Malang semakin tahun juga semakin bertambah. Pada 2008 ada 368 kasus, pada 2009 333 kasus, pada 2010 342 kasus, dan pada 2011 ada 466 kasus. Hal ini dapat diperkirakan jumlah penderita kanker payudara akan terus meningkat apabila penanganannya di Indonesia belum dapat dilaksanakan secara optimal, sebab hampir 70% kasus baru ditemukan dalam keadaan stadium yang sudah lanjut.

Hal ini terjadi karena penanganan penyakit ini belum sepenuhnya mendapat prioritas dari berbagai pihak (Dinkes Jatim, 2012). Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa sudah sangat banyak kasus kanker payudara di Indonesia. Dengan banyaknya kasus tersebut banyak upaya dan solusi yang digunakan oleh pemerintah untuk mencegah terjadinya kanker payudara. Pencegahan yang dilakukan pemerintah sesuai dengan kepmenkes nomor 796 tahun 2010 antara lain dengan menggunakan metode pencegahan primer, sekunder dan tersier. Dimana salah satu pencegahan yang sering dilakukan dengan menggunakan teknik SADARI, yang mana dengan teknik tersebut dapat mendeteksi kanker payudara lebih dini sehingga penanganan akan lebih cepat dan mengurangi terjadinya metastase. Akan tetapi pada faktanya dengan melakukan teknik SADARI ini peningkatan dari kanker payudara belum bisa ditekan secara maksimal, hal tersebut banyak disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor yang sering muncul yaitu banyaknya wanita-wanita yang

B.

sudah tau tetapi malas untuk melakukannya dengan alasan bahwa dirinya sehat dan banyak kesibukan, atau mereka hanya tau apa itu SADARI, tetapi mereka tidak paham bagaimana caranya melakukan SADARI. Banyaknya wanita yang tidak terlalu menghiraukan program SADARI sangat disayangkan terutama untuk peningkatan sektor kesehatan di Indonesia oleh karena itu program untuk mengajak wanita untuk mempelajari dan mempraktekkan pemeriksaan payudara sendiri perlu lebih digencarkan, salah satunya dengan cara memberikan pengajaran kepada peserta didik di bidang kesehatan, yang dimana nantinya mereka menjadi provider di dalam masyarakat. TUJUAN

  • 1. Tujuan Umum:

Setelah dilakukakan penyuluhan kesehatan mahasisiwi jurusan kebidanan semester 3 di Universitas Brawijaya mampu memahami tentang metode SADARI.

  • 2. Tujuan khusus:

Mahasisiwi semester 3 jurusan kebidanan di Universitas Brawijaya mampu menjelaskan perkembangan payudara pada perempuan Mahasisiwi semester 3 jurusan kebidanan di Universitas Brawijaya mampu menjelaskan pengertian dari SADARI

Mahasisiwi semester 3 jurusan kebidanan di Universitas Brawijaya mampu menjelaskan manfaat dari SADARI

Mahasisiwi semester 3 jurusan kebidanan di Universitas Brawijaya mampu menjelaskan langkah-langkah melakukan SADARI C. RENCANA KEGIATAN

  • 1. Metode

  • 2. Media dan alat bantu

  • 3. Waktu dan tempat

4.

Materi

: Ceramah, demostrasi, tanya jawab

: ppt, video, dan alat peraga (bentuk payudara)

: Rabu, 18 desember 2013 pukul 11.30 WIB di GPP lantai 2 Ruang 210

: SADARI

Perkembangan anatomi payudara perempuan

Menurut Sloane (2004), payudara terdiri dari :

a.

Struktur Setiap payudara merupakan elevasi dari jaringan glandular dan adipose yang tertutup kulit pada dinding anterior dada. Payudara terletak diatas otot pektoralis mayor dan melekat pada otot tersebut melalui selapis jaringan ikat. Variasi ukuran payudara bergantung pada variasi jumlah jaringan lemak dan jaringan ikat

dan bukan pada jumlah glandular aktual.

  • - Jaringan glandular terdiri dari 15 sampai 20 lobus mayor, setiap lobus dialiri duktus laktiferusnya sendiri yang membesar menjadi sinus lakteferus (ampula).

  • - Lobus-lobus dikelilingi jaringan adipose dan dipisahkan oleh ligamen suspensorium cooper (berkas jaringan ikat fibrosa).

  • - Lobus mayor bersubdivisi menjadi 20 sampai 40 lobulus, setiap lobulus kemudian bercabang menjadi duktus-duktus kecil yang berakhir di alveoli sekretori.

  • - Puting memiliki kulit berpigmen dan berkerut membentang keluar sekitar 1 cm sampai 2 cm untuk membentuk aerola.

  • b. Suplai darah dan aliran cairan limfatik payudara

    • - Suplai arteri ke payudara berasal dari arteri mammaria internal, yang merupakan cabang arteri subklavia. Konstribusi tambahan berasal dari cabang arteri aksilari toraks. Darah dialirkan dari

payudara melalui vena dalam dan vena supervisial yang menuju vena kava superior.

  • - Aliran limfatik dari bagian sentral kelenjar mammae, kulit, put ing, dan aerola adalah melalui sisi lateral menuju aksila. Dengan demikian, limfe dari payudara mengalir melalui nodus limfe aksilar.

payudara melalui vena dalam dan vena supervisial yang menuju vena kava superior. - Aliran limfatik dari

Gambar 1. Anatomi payudara

Menurut Sjamsuhidajat, R., dan De Jong, W (2005), payudara wanita mengalami tiga jenis perubahan yang dipengaruhi oleh hormone, yaitu :

  • - Perubahan pertama dimulai dari masa hidup anak melalui masa pubertas sampai menopause Sejak pubertas, estrogen dan progesteron menyebabkan berkembangnya duktus dan timbulnya sinus.

  • - Perubahan kedua, sesuai dengan daur haid Beberapa hari sebelum haid, payudara akan mengalami pembesaran maksimal, tegang, dan nyeri. Oleh karena itu pemeriksaan payudara tidak mungkin dilakukan pada saat ini.

  • - Perubahan ketiga terjadi pada masa hamil dan menyusui Saat hamil payudara akan membesar akibat proliferasi dari epitel duktus lobul dan duktus alveolus, sehingga tumbuh

duktus baru. Adanya sekresi hormon prolakt in memicu terjadinya laktasi, dimana alveolus menghasilkan ASI dan disalurkan ke sinus kemudian dikeluarkan melalui duktus ke puting susu. (Universitas Sumatra Utara).

Pengertian SADARI

  • - SADARI adalah pemeriksaan yang dilakukan sebagai deteksi dini kanker payudara. Pemeriksaan ini adalah pemeriksaan yang sangat mudah dilakukan oleh setiap wanita untuk mencari benjolan atau kelainan lainnya. SADARI dilakukan dengan posisi tegak menghadap cermin dan berbaring, dilakukan pengamatan dan perabaan payudara secara sistematis (Dalimartha, 2007).

  • - SADARI adalah pemeriksaan atau perabaan sendiri untuk menemukan timbulnya benjolan abnormal pada payudara (Otto, S, 2005).

  • - Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pemeriksaan payudara setiap wanita. Pemeriksaan payudara sendiri dilakukan setiap 1 bulan sekali dan dapat menjadi instrumen penapisan yang efektif untuk mengetahui lesi payudara (Varney, 2007).

  • - Menurut Smeltzer (2005) SADARI adalah pemeriksaan payudara

sendiri yang paling baik dilakukan antara hari ke 5 dan ke 10 dari siklus menstruasi, dengan menghitung hari pertama haid sebagai hari

1.

Manfaat SADARI

  • - Dapat mendeteksi adanya tumor dalam ukuran kecil.

  • - Dapat mendeteksi adanya kanker payudara stadium dini.

  • - Dapat mencegah penyakit kanker payudara.

  • - Dapat menemukan adanya kelainan pada payudara.

  • - Dapat menurunkan angka kematian wanita akibat kanker payudara.

Langkah-langkah SADARI Langkah 1

  • - Berdirilah di depan cermin dengan lengan di samping badan

  • - Periksa payudara terhadap segala sesuatu yang tidak lazim

  • - bentuk

Perhatiakan

dan

ukuran

kedua

payudara

(normalnya

ukurannya sama)

  • - adanya

Perhatikan

rabas

dari

putting

susu,

keriput

atau

kulit

mengelupas.

mengelupas.

Gambar 2. Berdiri di depan kaca, kedua tangan di samping badan Langkah 2

  • - Angkat kedua tangan di atas kepala kemudian amati perubahan kontur dari payudara kanan dan kiri

- bentuk Perhatiakan dan ukuran kedua payudara (normalnya ukurannya sama) - adanya Perhatikan rabas dari putting

Gambar 3. Kedua tangan di atas kepala

Langkah 3

  • - Letakkan kedua tangan di pinggang dengan posisi badan agak membungkuk ke depan

  • - Kemudian perhatiakan perubahan kontur payudara kanan dan kiri

- bentuk Perhatiakan dan ukuran kedua payudara (normalnya ukurannya sama) - adanya Perhatikan rabas dari putting

Gambar 4. Kedua tangan di pinggul

Langkah 4

  • - Angkat tangan kiri

  • - Gunakan 3-4 jari tangan kanan untuk meraba payudara kiri dengan kuat, hati-hati, dan menyeluruh

  • - Mulailah pada tepi terluar kemudian melingkar kea rah putting susu

  • - Pastikan melakukan pada seluruh permukaan payudara

  • - Berikan perhatian khusus pada area diantara kedua payudara dan di bawah lengan

  • - Rasakan adanya benjolan massa yang tidak lazim di bawah kulit

  • - Ulangi pada payudara yang kanan

Langkah 4 - Angkat tangan kiri - Gunakan 3-4 jari tangan kanan untuk meraba payudara kiri

Gambar 5. Tangan kiri ke atas dan 3-4 jari tangan kanan menekan payudara

Langkah 4 - Angkat tangan kiri - Gunakan 3-4 jari tangan kanan untuk meraba payudara kiri

Gambar 6. Arah penekanan payudara secara sirkuler

Langkah 5

  • - Posisi tangan sama seperti langkah 4 dan lakukan dengan perlahan remas putisng susu

  • - Jika keluar cairan tidak lazim pada putting anda ketika melakukan sadari atau tidak segera periksakan ke dokter

  • - Ulangi langkah yang sama pada payudara kanan

Gambar 7. Tangan kiri ke atas dan tangan kanan meremas putting susu Langkah 6 Berbaringlah di

Gambar 7. Tangan kiri ke atas dan tangan kanan meremas putting susu

Langkah 6

  • Berbaringlah di tempat yang datar dengan tangan kiri di belakang kepala kemudian letakkan bantal atau handuk yang dilipat di bawah bahu kiri (posisi ini akan mendatarkan payudara dan memudahkan untuk memeriksanya)

  • Ulangi pemeriksaan sama seperti langkah 4 dan 5

  • Kemudian lakukan hal yang sama pada payudara kanan

Gambar 7. Tangan kiri ke atas dan tangan kanan meremas putting susu Langkah 6 Berbaringlah di

Gambar 8. Posisi berbaring

Pemateri

  • 5. :

-

Rita Oktavianti

-

Nur Anisa

-

Rika Ayu Kusuma Hasyim

-

Trianan Novitasari

-

Danastri Danniswari

  • 6. : Mahasisiwi jurusan Kebidanan semester 3 di

Peserta

 

Universitas Brawijaya dengan jumlah 40 orang

  • 7. : 30 menit

Alokasi waktu

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN

TAHAP

WAKTU

KEGIATAN

KEGIATAN PESERTA

METODE

MEDIA

PENYULUH

Pembukaan

5 menit

Membuka

Mendengarkan

Penjelasan

Power

dengan salam

dan

 

(ceramah)

point

mempekenalkan

memperhatikan

Tanya

diri,

   

jawab

menjelaskan

 

tujuan umum dan khusus menentukan

kontrak waktu dengan peserta menggali pengetahuan peserta tentang materi yang akan disampaikan (SADARI)

Penyajian

15 menit

Penjelasan isi

Mendengarkan,

Penjelasan

Power

power point

memberikan

 

(ceramah)

point,

(anatomi

pendapat

Demostrasi

video,

perkembangan

Bertanya jika ada

Tanya

dan alat

payudara pada

yang tidak

jawab

peraga

perempuan,

dipahami tentang

 

(bentuk

pengertian

materi yang

payudara

SADARI, manfaat

disampaikan

)

SADARI, langkah- langkah SADARI) Mendemonstrasi kan langkah- langkah SADARI yang benar memberikan

     

kesempatan

     

peserta untuk

bertanya dan

menyampaikan

pendapatnya

Penutup

10 menit

Memberikan

Mendengarkan

Penjelasan

Power

kesempatan pada

menjawab

 

(ceramah)

point,

peserta untuk

pertanyaan yang

Tanya

video,

bertanya tentang

diberikan

jawab

dan alat

materi yang

penyuluh seputar

 

peraga

disampaikan

isi power point

(bentuk

Memberikan

dan demonstrasi

payudara

pertanyaan

yang telah

)

kepada peserta

dijelaskan

sebagai acuan

sebelumnya

evaluasi

sebagai bahan

Membuat

evaluasi

kesimpulan

tentang kegiatan

penyuluhan yang

sudah dilakukan

E. EVALUASI 1. EvalusiStruktur

Koordinasi yang dilakukan dengan peserta penyuluhan untuk menentukan tempat, waktu, dan topik penyuluhan sudah baik Persiapan yang sudah matang terkait materi, media, alat bantu, serta sarana prasarana yang digunakan untuk penyuluhan kesehatan Sudah dilakukan publikasi dan promosi kepada calon peserta panyuluhan kesehatan

  • 2. Evaluasi Proses

Semua pesertamengikutikegiatanpenyuluhandenganbaik

Pesertaantusiasterhadapmateripenyuluhan

Pesertamemberikan respon atau umpan balik berupa pertanyaan- pertanyaan Peserta mampu mempraktikkan simulasi atau demonstrasi sesuai denga yang diajarkan 3. EvaluasiHasil

80% peserta mam[u menyampaikan materi yang dijelaskan dengan benar 80% peserta dapat mempraktekkan langkah-langkah SADARI dengan benar 100% peserta mampu menjawab pertanyaan dari pemateri Pertanyaan :

  • 1. Jelsakan secara singkat anatomi perkembangan payudara pada perempuan!

  • 2. Apakahpengertian dari SADARI ?

  • 3. Sebutkan manfaat dari SADARI ?

  • 4. Jelaskan langkah-langkah SADARI !

DAFTAR PUSTAKA

Brunner &Suddarth.2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta:EGC

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. 2012. Kegiatan Pengendalian Kanker di Jawa Timur. (Online).

Price and Wilson. 2002. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. Jakarta : EGC

Septiani,

Sari.

2013.

Faktor

-

Faktor

Yang

Berhubungan

Dengan

Perilaku

Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) Pada Siswa SMAN 62 Jakarta 2012 .

(online).

 

df. Diakses pada tanggal 12 Desember 2013 Pukul 16.05 WIB

Universitas Sumatera Utara. 2011. (online). http:// Repository.usu.ac.id. diakses pada tanggal 13 Desember 2013 Pukul 13.00 WIB