Anda di halaman 1dari 12

Dalam fisika dan teknik, pengukuran merupakan aktivitas yang membandingkan kuantitas fisik dari objek dan kejadian

dunia-nyata.

Alat pengukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur benda atau kejadian tersebut. Seluruh alat pengukur terkena error peralatan yang bervariasi. Bidang ilmu yang mempelajari cara-cara pengukuran dinamakan metrologi.

JENIS-JENIS ALAT UKUR 1. Termometer Air Raksa a. Fungsi Termometer Air Raksa Termometer adalah alat untuk mengukur suhu. Termometer analog bisa juga disebut sebagai termometer manual, karena cara pembacaannya masih manual. Penggunaan air raksa sebagai bahan utama termometer karena koefisien muai air raksa terbilang konstan sehingga perubahan volume akibat kenaikan atau penurunan suhu hampir selalu sama. Namun ada juga beberapa termometer keluarga mengandung alkohol dengan tambahan pewarna merah. Termometer ini lebih aman dan mudah untuk

b. Pengukuran Termometer Air Raksa Termometer air raksa umumnya menggunakan skala suhu Celsius dan Fahrenhait. Frenchman Jean Pierre Cristin mengusulkan versi kebalikan skala celsius dengan titik beku pada 0 C (32 F) dan titik didih pada 100 C (212 F). Dia menamakannya Centrigade.

c. Cara kerja Termometer Air Raksa 1. Sebelum terjadi perubahan suhu, volume air raksa berada pada kondisi awal. 2. Perubahan suhu lingkungan di sekitar termometer direspon air raksa dengan perubahan volume. 3. Volume merkuri akan mengembang jika suhu meningkat dan akan menyusut jika suhu menurun. 4. Skala pada termometer akan menunjukkan nilai suhu sesuai keadaan lingkungan.

d. Kalibrasi Termometer Air Raksa Kalibrasi merupakan proses verifikasi bahwa suatu akurasi alat ukur sesuai dengan rancangannya. Proses kalibrasi thermometer antara lain : 1.Letakkan silinder termometer di air yang sedang mencair dan tandai poin termometer disaat seluruh air tersebut berwujud cair seluruhnya. Poin ini adalah poin titik beku air. 2.Dengan cara yang sama, tandai poin termometer disaat seluruh air tersebut mendidih seluruhnya saat dipanaskan. 3.Bagi panjang dari dua poin diatas menjadi seratus bagian yang sama.

2. TERMOKOPEL a. Fungsi Termokopel Pada dunia elektronika, termokopel merupakan sensor suhu yang banyak digunakan untuk mengubah perbedaan suhu dalam benda menjadi perubahan tegangan listrik (voltase). Termokopel yang sederhana dapat dipasang, dan memiliki jenis konektor standar yang sama, serta dapat mengukur temperatur dalam jangkauan suhu yang cukup besar dengan batas kesalahan pengukuran kurang dari 1 C.

Cara Kerja Termokopel Pada tahun 1821, seorang fisikawan Estonia bernama Thomas Johann Seebeck menemukan bahwa sebuah konduktor (semacam logam) yang diberi perbedaan panas secara gradien akan menghasilkan tegangan listrik. Hal ini disebut sebagai efek termoelektrik. Untuk mengukur perubahan panas ini, gabungan dua macam konduktor sekaligus sering dipakai pada ujung benda panas yang diukur. Konduktor tambahan ini kemudian akan mengalami gradiasi suhu, dan mengalami perubahan tegangan secara berkebalikan dengan perbedaan temperatur benda. Menggunakan logam yang berbeda untuk melengkapi sirkuit akan menghasilkan tegangan yang berbeda, meninggalkan perbedaan kecil tegangan memungkinkan kita melakukan pengukuran, yang bertambah sesuai temperatur. Perbedaan ini umumnya berkisar antara 1 hingga 70 microvolt tiap derajad celcius untuk kisaran yang dihasilkan kombinasi logam modern. Beberapa kombinasi menjadi populer sebagai standar industri, dilihat dari biaya, ketersediaanya, kemudahan, titik lebur, kemampuan kimia, stabilitas, dan hasil. Sangat penting diingat bahwa termokopel mengukur perbedaan temperatur di antara 2 titik, bukan temperatur

3. Thermostat a. Fungsi Thermostat Fungsi thermostat sendiri adalah untuk memepercepat tecapainya temperatur kerja mesin, dan mempertahankan temperature mesin sehingga dicapai temperatur yang ideal ( berkisar antara 75 sampai 900 Celcius ). b. Cara Kerja Pada saat mesin hidup pada suhu rendah ,sirkulasi air pendingin akan melalui saluran by pass di mesin , karena pada suhu rendah thermostat valve masih tertutup.Jika suhu mesin sudah mencapai minimal 75 derajad celcius cairan wax yang terdapat di sisi bawah perlahan - lahan akan memuai mendorong thermostat valve berlawanan dengan spring sehingga valve terbuka, sirkulasi air akan melewati jalur yang lebih lebar ini. demikian pula sebaliknya apabila suatu saat suhu mesin menurun, cairan wax akan menyusut , dan thermostat valve akan terdorong oleh spring untuk mengurangi ruang saluran air.Dari gerakan membuka dan menutup inilah akan dicapai suhu mesin yang ideal . c. Perawatan Thermostat 1. Selalu pastikan kondisi air radiator bersih, hal ini untuk menghindarkan timbunan kotoran di sekitar thermostat. 2. Akan lebih baik menggunakan radiator coolant sebagai media pendinginan mesin. 3. Ganti air radiator setiap 40.000 km.

4. Kalorimeter Kalorimeter adalah alat untuk mengukur kalor. kalorimeter yang menggunakan teknik pencampuran dua zat didalam suatu wadah, umumnya digunakan untuk menentukan kalor jenis suatu zat. beberapa jenis kalorimeter yang sering dipakai antara lain: kalorimeter alumunium, elektrik, gas dan kalorimeter bom. a. Kalorimeter Bom Kalorimeter bom adalah suatu jenis kalorimeter untuk reaksi eksoterm yang berlangsung bila didahului oleh pemanasan, misalnya pembakaran kuat CH4(g) dengan gas oksigen. Alat ini terdiri atas wadah baja yang kuat (bom) untuk menempatkan pereaksi. Bom dibenamkan dalam suatu penangas air yang terisolasi dan dilengkapi dengan pengaduk serta termometer. Sebelum reaksi dalam bom berlangsung, suhu awal penangas air diukur. Kalor yang dibebaskan dalam reaksi diserap oleh bom dan penangas air, sehingga suhu alat keseluruhan merupakan kapasitas kalor alat ukur. Sebelumnya kapasitas kalor alat diukur dahulu dalam eksperimen tersendiri.

b. Kalorimeter Sederhana Kalorimeter bom dapat digunakan untuk pengukuran yang cermat. Alat lebih sederhana yang mungkin Anda jumpai di laboratorium sekolah. Alat ini kadang-kadang disebut sebagai kalorimeter termos atau kalorimeter gelas kopi. Wadah seperti gelas kopi tersebut terbuat dari stirobusa untuk tempat pereaksi. Prinsip penggunaannya sama dengan kalorimeter bom. Perubahan suhu reaksi dan perkiraan kapasitas kalor dapat digunakan untuk memperkirakan kalor reaksi dengan cukup baik. Umumnya kapasitas kalor wadah reaksi diabaikan karena relatif sangat kecil.