Anda di halaman 1dari 2

Perlunya Orang Tua Menyiapkan Haid Pertama Bagi Putrinya

Masa puber adalah masa perubahan. Bagi anak perempuan ciri yang khas selama proses pertumbuhan ini adalah ketika mereka mulai mengalami siklus menstruasi, yang disebut menarke (haid yang tidak teratur). Haid pertama bisa menjadi saat yang menyusahkan bagi anak perempuan, seringkali dibarengi perasaan yang campur aduk, takut dan cemas serta membingungkan. Umumnya karena kurang atau salahnya informasi mengenai haid. Bagi anak perempuan yang telah dipersiapkan, biasanya tidak bingung lagi menghadapi haid pertamanya.

Umumnya orang takut melihat darah, apalagi anak-anak. etidak tahuannya dapat menyebabkannya secara keliru, mengaitkan haid dengan penyakit atau luka bahkan memandangnya sebagai sesuatu yang memalukan, karena tidak mendapatkan penjelasan yang benar. Menurut penelitian hasil dari partisipan dari !" negara sepertiga responden mengatakan mereka tidak diberitahu tentang haid sebelumnya, sehingga tidak siap dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya. #ari sur$ei tersebut, mereka yang tidak pernah tahu masalah haid, para %anita itu mengatakan hal ini merupakan pengalaman yang sangat buruk dan haid pertama membuat panik, trumatis, malu, dan takut.

&ebagai orang tua kita dapat membantu gadis kecil kita agar tahu, bah%a pendarahan selama haid adalah proses normal yang dialami oleh semua anak perempuan yang sehat, dan membantunya agar tidak terlalu cemas. &umber informasi mengenai haid, bisa saja didapatkan melalui guru sekolah, kalangan medis, bacaan atau film pendidikan. &umber-sumber ini sering memberikan informasi yang berguna tentang proses terjadinya haid dan cara menjaga kebersihan selama menstruasi. 'eranan orang tua sangat penting, bisa jadi anak-anak akan mengajukan berbagai pertanyaan, dan kebutuhan yang tidak dibahas oleh sumber tersebut, anak(anak sering bimbang mengatasi berbagai emosi dan perasaan yang berkaitan dengan haid.

)nak-anak sering kali menganggap ibu adalah sebagai sumber informasi yang paling penting tentang masalah haid. Bagai mana dengan peranan ayah( Banyak anak perempuan merasa malu untuk membicarakan tentang haid kepada ayahnya dan lebih senang ayahnya tidak terlibat. *etapi ada juga yang menginginkan bantuan berupa dukungan dan pengertian. &ekarang ini di banyak negara, jumlah keluarga tanpa ibu, semakin banyak, seperti di +epang tahun !,," jumlah ayah yang harus membesarkan anaknya sendirian mencapai rekor tertinggi sedangkan di )merika &erikat, diantara enam keluarga dengan orang tua tunggal, satu keluarga tanpa ibu. +adi ayah juga perlu belajar mengetahui beberapa hal dasar mengenai haid dan juga perubahan fisik dan emosi yang dialami putrinya, mungkin saran dan bantuan praktis dari ibu anaknya atau neneknya.

Usia rata-rata untuk haid pertama umumnya antara -! dan-" tahun meskipun bisa saja . tahun dan bahkan -/ atau -0 tahun. Beberapa faktor yang mempengaruhi haid misalnya genetika, status ekonomi, gi1i, kegiatan fisik, dan ketinggian daerah tempat tinggal. &ebaiknya memberikan informasi sedini mungkin sebelum dia mendapatkan haid. 'ada saat putri kita berumur antara delapan hingga -, tahun mungkin sekali sudah mulai matang secara seksual akibat lonjakan hormon-hormon. &ebaiknya bila kita mempunyai anak perempuan, amati perubahan fisik yang berkaitan dengan pubertas misalnya membesarnya buah dada dan bertambahnya bulu dibadan. ebanyakan anak perempuan tinggi dan berat badannya bertambah dengan cepat persis sebelum haid pertamanya.

)nak-anak perempuan praremaja yang hampir mendapat haid pertamanya tentu dapat mengerti keterangan spesifik yang sederhana misalnya seberapa sering haid itu terjadi, berapa lama berlangsung, atau seberapa banyak darah yang keluar, dan bagaimana cara menggunakan pembalut. )da juga anak perempuan yang segan untuk membicarakannya, mungkin ini hanya butuh %aktu, sampai ia tidak canggung dan bisa mengungkapkan pertanyaan. Bahkan ada yang lebih senang membacanya sendiri atau bersama-sama, dalam hal ini buku-buku referensi tentang haid sangat berguna untuk menjelaskan beberapa permasalahan. 2rang tua meskipun biasanya adalah sumber informasi utama tentang haid bagi putrinya, terkadang para ibu sering merasa kurang siap dan canggung untuk membicarakanya, bahkan karena mitos atau budaya menjadi tabu untuk dibicarakan.

dwpp/dari berbagai sumber/ys

^ Tampak Atas 2005-2007 Dharma Wanita Persatuan | Peta Situs | Kredit