Anda di halaman 1dari 12

34 Kondisi Kritis

Kita selalu berharap bisa menjalankan kehidupan kita tanpa adanya gangguan kesehatan. Namun, kondisi kesehatan merupakan salah satu hal dalam kehidupan yang tidak dapat diduga sebelumnya. Oleh karena itu kami menginginkan kesejahteraan keluarga Anda tidak terganggu oleh kewajiban penyelesaian biaya perawatan rumah sakit dan pengobatan yang amat terlalu mahal hingga ratusan juta rupiah, maka melalui PRU Crisis Cover kami akan memberikan uang santunan untuk membiaya penyakit kritis tersebut. PT Prudential Life Assurance memberikan Anda perlindungan atas 34 Penyakit Kritis diantaranya yaitu : 1. Serangan Jantung : kematian suatu bagian otot jantung (myocardium) sebagai akibat dari tertutupnya/tersumbatnya arteri koronaria. 2. Pembedahan Arteri Koronaria : pembedahan jantung untuk memperbaiki suatu penyumbatan atau penyempitan dari satu atau lebih arteri koronaria dengan cara bypass grafts. 3. Stroke: kecelakaan pembuluh darah otak (cerebrovascular accident) yang mengakibatkan cacat pada syaraf (kelainan syaraf) yang berlangsung lebih dari 24 jam dan termasuk kematian jaringan otak (infraction), pendarahan (hemorrage) atau penyumbatan (embolism) yang berasal dari sumber di luar tengkorak (extra cranial) dan harus terdapat bukti adanya defisit neurologist yang menetap. 4. Kanker : tumor ganas yang ditandai dengan suatu pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan penyebaran sel-sel ganas ke jaringan tubuh yang lain. Hal ini mencakup leukemia dan penyakit hodgkins (kanker getah bening) yang pertumbuhannya tidak dapat dikontrol secara medis.

5. Gagal Ginjal : gagal ginjal tahap akhir yang menyebabkan tertanggung harus menjalani secara teratur dialisis peritoneal atau cuci darah (haemodilisis) atau transplantasi ginjal. 6. Transplantasi Organ Penting : tertanggung adalah penerima organ yang berupa jantung, paruparu, hati, pankreas dan tulang sumsum yang operasinya telah dilaksanakan, atau tertanggung telah terdaftar secara resmi pada daftar tunggu sebagai penerima di wilayah hukum Indonesia. 7. Operasi Katup Jantung : pembedahan jantung terbuka yang dilakukan untuk memperbaiki atau mengganti fungsi katup jantung yang abnormal.

8. Kehilangan Kemampuan Bicara : kehilangan kemampuan bicara secara total dan permanen.

9. Luka Bakar : luka bakar derajat ketiga (third degree) dan sekurang-kurangnya mengenai 20% luas permukaan tubuh.

10. Koma : keadaan tidak sadar tanpa reaksi terhadap rangsangan dari luar atau dalam dan menghasilkan kelainan-kelainan syaraf (neurological defisit).

11. Operasi Pembuluh Darah Aorta : pembedahan yang dilakukan untuk memperbaiki kelainan pada cabang utama pembuluh darah aorta di daerah dada (thoracalis) dan di daerah perut (abdominalis).

12. Penyakit Parkinson : tergolong ke dalam Idiophatic Parkinson yaitu penyakit yang tidak diketahui penyebabnya sehingga memerlukan pengawasan khusus dan bantuan untuk beraktifitas sehari-hari. Diagnosa atas penyakit ini dibuat oleh dokter ahli penyakit syaraf (neurologist). Apabila diperlukan, perusahaan akan menunjuk seorang atau lebih dokter ahli penyakit syaraf lain untuk menegakkan diagnosa.

13. Ketulian : kehilangan pendengaran dari kedua telinga yang sifatnya total dan tidak dapat disembuhkan.

14. Penyakit Alzheimers : kelumpuhan secara menyeluruh dari fungsi otak yang mengakibatkan kemunduran mental sehingga memerlukan pengawasan secara terus menerus. Diagnosa harus dibuat seorang dokter ahli Penyakit Syaraf (neurologist). Ababila diperlukan, perusahaan berhak untuk menunjuk dokter ahli Penyakit Syaraf lain untuk memperkuat diagnosa.

15. Tumor Jinak Otak : tumor otak yang tidak menunjukkan keganasan, tidak menyerang dan menjalar ke bagian tubuh lain.

16. Penyakit Paru Kronik : tahap akhir dari penyakit paru yang memerlukan pengobatan dengan pemakaian oksigen untuk selamanya.

17. Motor Neuron Disease : adanya kemunduran pada sistem syaraf pusat untuk mengkontrol aktifitas muscular sehingga kemampuan pergerakan otot-otot menjadi lemah dan menurun. Diagnosa pasti dibuat oleh seorang dokter ahli penyakit syaraf (neurologist) untuk mengkonfirmasikan adanya penyakit ini. Apabila diperlukan perusahaan berhak untuk menunjuk dokter ahli penyakit syaraf lain untuk lebih menegakkan diagnosa.

18. Multiple Sclerosis : terdapatnya lebih dari satu episode kelainan susunan syaraf yang bersifat menetap selama 6 bulan. Diagnosa harus dibuat oleh seorang dokter ahli penyakit syaraf (neurologist) untuk mengkonfirmasikan adanya penyakit ini yang dibuktikan dengan hasil image scanning.

19. Angioplasti & Penatalaksanaan Invasif Lainnya Untuk Penyakit Jantung Koroner : klaim dapat diajukan apabila Tertanggung telah melaksanakan Angioplasti balon, tindakan laser atau teknik lainnya sebagai tindakan koreksi yang bermakna terhadap stenosis (penyempitan) setidaknya 70% dari dua pembuluh darah jantung atau lebih yang merupakan keharusan medik oleh dokter konsultan ahli jantung.

20. Anemia Aplastik : anemia, netropenia dan trombositopenia (penurunan jumlah sel netrofil dan trombosit dalam darah) yang disebabkan kegagalan sumsum tulang belakang yang tidak dapat dipulihkan. Diagnosis harus ditegakkan berdasarkan biopsi sumsum tulang belakang dan hasil tes darah.

21. Meningitis Bakterial : yaitu suatu peradangan selaput pembungkus otak atau saraf tulang belakang yang disebabkan oleh bakteri dan mengakibatkan gangguan neurologik (persyarafan) permanen yang menimbulkan ketidakmampuan total dari Tertanggung untuk melakukan 3 (tiga) dari 6 (enam) kriteria Aktivitas Kehidupan Sehari-hari*), dengan atau tanpa bantuan, secara terus menerus selama minimal 6 (enam) bulan.

22. Kolitis Ulseratif : didefinisikan sebagai Kolitis Ulseratif yang parah dan akut yang mengancam jiwa, menyebabkan gangguan elektrolit yang biasanya disertai dengan distensi usus dan resiko pecahnya usus, terjadi sepanjang usus besar dengan diare berdarah yang parah/berat. Klaim hanya dapat diajukan berdasarkan gambaran histopatologik (irisan jaringan yang diperiksa secara mikroskopik) dan sudah dilakukan tindakan pembedahan usus besar (colectomy) dan atau operasi usus halus (ileostomy).

23. Disabling Primary Pulmonary Hypertension : merupakan kelainan di mana terjadi peningkatan tekanan pulmonal akibat gangguan struktur, fungsi atau sirkulasi paru-paru yang mengakibatkan pembesaran bilik jantung kanan.

24. Ensefalitis : yaitu peradangan pada otak (hemisfer otak besar, batang otak atau otak kecil). Penyakit ini harus mengakibatkan komplikasi bermakna yang berlangsung setidaknya 6 minggu, termasuk defisit neurologik (gangguan persyarafan) permanen. Defisit neurologik permanen tersebut harus mengakibatkan ketidakmampuan total dari Tertanggung untuk melakukan 3 (tiga) dari 6 (enam) kriteria Aktivitas Kehidupan Sehari-hari*), dengan atau tanpa bantuan, secara terus menerus selama minimal 6 (enam) bulan.

25. Hepatitis Viral Fulminan : pengerasan hati yang submasif sampai masif oleh virus hepatitis yang mengakibatkan kegagalan hati.

26. Penyakit Hati Kronik : kegagalan hati tahap akhir dengan tanda kulit yang berwarna kuning (jaundice) yang menurut pendapat kedokteran secara umum tidak dapat kembali normal, dan berakibat penimbunan cairan di rongga perut (asites) atau kelainan otak (ensefalopati).

27. Penyakit Crohn : (Crohns disease) merupakan kelainan peradangan menahun yang berbentuk granulomatosa. Klaim dapat diajukan apabila memenuhi kedua kriteria di bawah ini sekaligus :

* penyakit Crohn yang diderita sudah menimbulkan pembentukan fistula (hubungan antara saluran cerna dengan rongga perut), atau penyumbatan intestinal (saluran cerna), atau perforasi (pembentukan lubang) intestinal

* terdapat laporan histopatologik (irisan jaringan yang diperiksa secara mikroskopik) yang mengkonfirmasikan adanya penyakit Crohn.

28. HIV Yang Didapatkan Melalui Transfusi Darah : tertanggung terinfeksi oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) dengan kondisi sebagai berikut :

* infeksi HIV didapatkan melalui transfusi darah yang dilakukan setelah Polis berlaku

* sumber infeksi dipastikan berasal dari lembaga yang menyelenggarakan transfusi darah dan lembaga tersebut dapat melacak asal dari darah yang terinfeksi HIV tersebut, dan

* tertanggung yang terinfeksi HIV bukan merupakan penderita hemofilia.

29. Trauma Kepala Serius : kecelakaan yang menyebabkan luka pada kepala yang ditimbulkan oleh suatu kekuatan fisik yang berasal dari luar tubuh yang mengakibatkan defisit neurologik (gangguan persyarafan) yang menimbulkan ketidakmampuan total dari Tertanggung untuk melakukan 3 (tiga) dari 6 (enam) kriteria Aktivitas Kehidupan Sehari-hari*), dengan atau tanpa bantuan, secara terus menerus selama minimal 6 (enam) bulan.

30. Distrofi Muskular : termasuk kelompok myopati (kelainan otot) degeneratif (kemunduran) yang disebabkan oleh kelainan genetik dan ditandai dengan kelemahan dan atrofi (pengerutan) otot tanpa mempengaruhi sistem saraf. Klaim hanya dapat diajukan apabila Muscular Dystrophy yang diderita menyebabkan ketidakmampuan total dari Tertanggung untuk melakukan 3 (tiga) dari 6 (enam) kriteria Aktivitas Kehidupan Sehari-hari*), dengan atau tanpa bantuan, secara terus menerus selama minimal 6 (enam) bulan.

31. Kelainan Pembuluh Darah Koroner Yang Serius : penyempitan yang terjadi pada setidaknya satu pembuluh darah koroner (pembuluh darah jantung) sebesar minimal 75 % dan pada dua pembuluh darah koroner lainnya sebesar minimal 60 % yang dibuktikan melalui arteriografi koroner. Untuk kepentingan Polis ini, yang didefiniskan sebagai pembuluh darah jantung hanya pembuluh darah besar sisi kiri jantung, pembuluh darah jantung anterior descending kiri,

sirkumfleksi dan pembuluh darah besar sisi kanan jantung.

32. Kelumpuhan (Paralysis) : diartikan sebagai hilangnya secara total dan permanen (menetap) fungsi dua atau lebih anggota tubuh sebagai akibat terkena kecelakaan, atau kelainan dari tulang belakang. Anggota tubuh didefinisikan sebagai seluruh lengan atau seluruh kaki.

33. Poliomyelitis : klaim dapat diajukan apabila memenuhi seluruh kriteria di bawah ini :

* terdapat diagnosis pasti atas adanya infeksi virus polio yang menyebabkan timbulnya kelumpuhan yang dibuktikan dengan gangguan fungsi motorik atau berkurangnya fungsi pernafasan

* Kondisi yang diderita harus mengakibatkan ketidakmampuan total dari Tertanggung untuk melakukan 3 (tiga) dari 6 (enam) kriteria Aktivitas Kehidupan Sehari-hari*), dengan atau tanpa bantuan, secara terus menerus selama minimal 6 (enam) bulan.

34. Lupus Eritematosus Sistemik (SLE = Systemic Lupus Erythematosus): kondisi autoimun (kekebalan terhadap tubuh sendiri) multisistem (yang mengenai banyak sistem dalam tubuh) dan multifaktorial (melibatkan banyak faktor) yang sebagian besar diderita wanita dalam periode wanita tersebut membesarkan anak. Untuk kepentingan Polis, klaim dapat diajukan jika jenis SLE melibatkan ginjal (yang dipastikan dengan biopsi ginjal dan sesuai dengan klasifikasi WHO). Diagnosis akhir SLE harus didapatkan dari seorang dokter ahli di bidang rematologi dan imunologi.

Hospital & Surgical 75


Detail

1. UMUM Asuransi Pru Hospital & Surgical adalah Fasilitas dari Asuransi Kesehatan yang dengan hanya menunjukan Kartu Kesehatan Prudential Anda sudah terbebas dari biaya rawat inap rumah sakit yang tiap hari semakin membesar biaya nya.

2. DEFINISI a. Kecelakaan adalah peristiwa yang tidak diharapakan, terjadi secara tiba-tiba, tidak terduga, tidak disengaja, datangnya dari luar, bersifat kekerasan dan kasat mata. b. Penyakit adalah Kondisi fisik yang ditandai dengan penyimpangan patalogis dari keadaan normal yang sehat c. Cidera adalah kerusakan tubuh yang disebabkan oleh kecelakaam d. Ketidakmampuan adalah keadaan medis yang timbul karena Penyakit atau Cidera yang terjadi karena penyebab yang sama, termasuk segala komplikasi yang timbul darinya atau yang terkait erat dengannya dianggap sebagai ketidakmampuan e. Kelainan Bawaan adalah kelainan yang telah ada sejak lahir, termasuk kelainan fisik, tanpa memandang tertanggung mengetahuinya atau tidak f. Hari adalah hari diman arumah sakit membebenkan biaya kamar g. Dokter Umum adalah seorang dokter yang memiliki kualifikasi profesional dalam Ilmu Kedokteran, dari lembaga berwenang, terdaftar dan memiliki ijin untuk berpraktek sebagai dokter umum dalam suatu wilayah geografis dimana ia melakukan prakteknya h. Dokter Spesialis adalah seorang dokter yang memiliki kualifikasi profesional dalam Ilmu Kedokteran, dari lembaga berwenang, terdaftar dan memiliki ijin untuk berpraktek sebagai dokter spesialis dalam suatu wilayah geografis dimana ia melakukan prakteknya i. Ahli Anestesi adalah seorang dokter yang memiliki kualifikasi profesional dalam Ilmu Kedokteran, dari lembaga berwenang, terdaftar dan memiliki ijin untuk mempraktekkan ilmu Anestesiologi dalam suatu wilayah geografis dimana ia melakukan prakteknya j. Ahli Bedah adalah seorang dokter yang memiliki kualifikasi profesional dalam Ilmu Kedokteran, dari lembaga berwenang, terdaftar dan memiliki ijin untuk mempraktekkan ilmu bedah dalam suatu wilayah geografis dimana ia melakukan prakteknya k. Juru Rawat adalah seorang juru rawat yang terdaftar dan memiliki injin untuk

memperaktekakan Ilmu Keperawatannya dalam suatu wilayah geografis dimana ia melakukan prakteknya l. Klinik adalah sarana kesehatan yang memenuhi kriteria dan terdaftar sebagai klinik berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta melakukan kegiatan secara sah untuk perawatan dan pengobatan bagi orang yang mengalami ketidakmampuan, dan minimal menyediakan pelayanan rawat jalan. m. Rumah Sakit adalah sarana kesehatan yang memenuhi kriteria dan terdaftar sebagai rumah sakit berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta melakukan kegiatan secara sah untuk perawatan dan pengobatan bagi orang yang mengalami ketidakmampuan, dan menyediakan pelayanan rawat inap, tindakan bedah dan tenaga dokter 24 jam standby. n. Intensive Care Unit adalah suatu bagian perawatan rumah sakit yang membutuhkan ruangan dan pengawasan khusus secara berkesinambungan oleh dokter yang memiliki kulifikasi untuk menangani perawatan di ICU dibantu perawat-perawat khusus dengan peralatan khusus, untuk pengobatan dan perawatan tertanggung dengan ketidakmampuan yang sedang dalam keadaan kritis, membutuhkan fasilitas-fasilitas penunjang kehidupan dimana tingkat perawatan dan pengawasan ini lebih itensif daripada di bagian kamar perawatan biasa. o. Rawat Inap adalah masuknya tertanggung sebagai pasien rawat inap untuk menerima perawatan / pengobatan yang diperlukan secara medis dimana tertanggung harus tinggal di rumah sakit karena ketidakmampuan yang dijamin dalam pertanggungan ini serta rumah rumah sakit membebankan biaya kamar paling tidak 1 hari p. Tindakan Bedah adalah segala intervensi tindakan bedah yang diperlukan secara medis dan tidak dikecualikan dalam pertanggungan ini. yang termasuk tindakan bedah diantaranya irisan, pemotongan, dan jahitan pada luka atau cidera tubuh (kecuali pengangkatan benang jahitan) atau elektrokauter, kriokauter, tindakan yang menggunakan sinar laser, tindakan yang menggunakan sinar laser, tindakan yang menggunakan ultrasonik, penggunaan prosedur endoskopi kecuali untuk tujuan diagnosa. q. Tindakan Bedah Rawat Jalan adalah penggunaan fasilitas rumah sakit atau klinik oleh tertanggung yang menjalani tindakan bedah tanpa rawat inap. r. Kondisi Yang Telah Ada Sebelumnya adalah segala jenis penyakit, cidera atau ketidakmampuan, baik yang tanda atau gejalanya diketahui tertanggung ataupun tidak, baik telah mendapatkan perawatan / pengobatan / saran konsultasi dari dokter ataupun tidak, baik telah didiagnosa ataupun tidak, dalam jangka waktu 2 tahun sebelum tanggal berlakunya asuransi pru hospital & surgical ini atau tanggal pemulihan terakhir. s. Masa Tunggu adalah masa dimana manfaat asuransi pru hospital & surgical tidak berlaku, yaitu selama 30 hari pertama sejak pemulihan polis disetujui dimana pru hospitas & surgical turut serta dipulihkan didalamnya kecuali rawat inap karena kecelakaan.

3. MANFAAT ASURANSI PRU HOSPITAL & SURGICAL A. Manfaat Rawat Inap & Tindakan Bedah a. Biaya Kamar & Akomodasi Penggantian biaya yang dibebankan rumah sakit untuk akomodasi kamar, makanan dan layanan perawatan umum bagi tertanggung. Besar manfaat adalah sama dengan biaya yang dibebeankan rumah sakit secara penuh selama tertanggung menjalani rawat inap, tetapi manfaat tersebut tidak lebih besar dari manfaat biaya kamar dan akomodasinya per hari. Rawat inap harus dilakukan / terjadi setelah lewatnya masa tunggu dan maksimum jumlah hari sebagaimana yang ditetapkan dalam tabel pru hospital & surgical adalah 120 hari per 1 tahun polis termasuk perawatan ICU. b. Biaya ICU Penggantian biaya yang dibebeankan rumah sakit yang timbul selama tertanggung menjalani rawat inap di ICU. Besar manfaat tersebut tidak lebih besar dari manfaat biaya unit perawatan ICU dan maksimum 30 hari per tahun. Bila jangka waktu rawat inap di ICU melebihi jumlah hari maksimum yaitu 30 hari maka untuk sisa jumlah hari tersebut penggantiannya akan ditanggung sesuai biaya kamar dan akomodasi selama belum melewati batas 120 hari c. Biaya Kunjungan Dokter Umum Penggantian biaya yang dibebeankan rumah sakit yang timbul selama tertanggung menjalani rawat inap di rumah sakit. Besar manfaat yang dibayarkan sama dengan biaya yang dibebankan rumah sakit, dengan memperhatikan maksimum kunjungan perhari dan penggantian maksimum biaya sebesar yang ditetapkan dalam tabel manfaat pru hospital & surgical d. Biaya Kunjungan Dokter Spesialis Penggantian biaya yang dibebeankan rumah sakit untuk kunjungan dokter spesialis yang timbul selama tertanggung menjalani rawat inap di rumah sakit. Besar manfaat yang dibayarkan sama dengan biaya yang dibebankan rumah sakit, dengan memperhatikan maksimum kunjungan perhari dan penggantian maksimum biaya sebesar yang ditetapkan dalam tabel manfaat pru hospital & surgical e. Biaya Tindakan Bedah Penggantian biaya yang dibebankan oleh rumah sakit atau klinik selama tertanggung menjalani rawat inap atau tindakan bedah rawat jalan untuk suatu tindakan bedah yang diperlukan secara medis, yang mencakup biaya pemakaian kamar bedah, sarana dan prasarana tindakan bedah yang diperlukan dan biaya profesional dari ahli bedah atau dokter spesialis lain yang memiliki kualifikasi tertentu untuk melakukan tindakan bedah untuk suatu ketidakmampuan, berikut biaya profesional untuk asisten ahli bedah / dokter spesialis tersebut. Besarnya biaya penggantian tindakan bedah sesuai dengan tipe tindakan bedah yang ditentukan oleh dokter yang melakukan

tindakan bedah dan biayanya yang tercantum dalam dalam tabel manfaan pru hospital & surgical. f. Biaya Aneka Perawatan Rumah Sakit Biaya yang dibebankan rumah sakit yang dibutuhkan selama rawat inap, mencakuo obat-obatan, perban, kasa, plester, jarum suntik, biaya diagnostik dan laboratorium, fisioterapi, radioterapi, oksigen, perangkat infus, biaya transfusi darah atau plasma dan peralatan dan sarana rumah sakit lainnya. Biaya kunjungan dokter umum / spesialis yang frekwensi kunjungannya melebihi maksimum kunjungan perharinya. Biaya administrasi dan pajak yang dibebeankan rumah sakit kepada tertanggung. Biaya makan yang disediakan rumah sakit serta biaya menginap dirumah sakit bagi 1 orang dewasa yang menemani tertanggung dikamar yang sama dimana tertanggung dirawat inap yang hanya berlaku jika pada mulai menjalani rawat inap usia tertanggung berusia dibawah 10 tahun ( Biasanya kasus ini terjadi pada anak yang dirawat dan orang tua nya menemaninya selama dirawat inap ) g. Biaya Perawatan Oleh Juru Rawat Setelah Rawat Inap Penggantian biaya yang timbul atas pelayanan juru rawat untuk merawat tertanggung untuk suatu ketidakmampuan yang sama yang merupakan kelanjutan dari proses rawat inap dan harus dimulai setidaknya dalam 7 hari setelah keluar dari rumah sakit dan harus mendapatkan rekomendasi secara tertulis oleh dokter yang menanganinya. Minimal perawatan 4 jam perhari nya dengan ,aksimum 120 hari dalam 1 tahun polis h. Biaya Ambulan Lokal Penggantian biaya penggunaan Ambulan darat/air ke rumah sakit terdekat i. Biaya Perawatan Sebelum Rawat Inap Penggantian atas biaya konsultasi, pengobatan pendahuluan, pemeriksaan diagnostik, laboratorium, pemeriksaan patalogi, dan radiologi yang dibebenkan oleh dokter umum, dokter spesialis, klinik atau rumah sakit yang menyebabkan tertanggung menjalani rawat inap, dimana biaya perawatan harus timbul dalam kurun waktu 30 hari sebelum tanggal masuk rumah sakit untuk rawat inap dan penggantian tidak dilakukan jika tertanggung selanjutnya tidak menjalani rawat inap. j. Biaya Perawatan Setelah Rawat Inap Penggantian atas biaya konsultasi, pengobatan lanjutan, pemeriksaan diagnostik, laboratorium, pemeriksaan patalogi, dan radiologi yang dibebenkan oleh dokter umum, dokter spesialis, klinik atau rumah sakit yang menyebabkan tertanggung menjalani rawat inap, dimana biaya perawatan harus timbul dalam kurun waktu 90 hari setelah tanggal keluar dari rumah sakit karena rawat inap. B. Manfaat Rawat Jalan

a. Biaya Rawat Jalan Darurat (Hanya Untuk Kecelakaan) Penggantian biaya bagi jasa dokter, sarana dan prasarana medis oleh rumah sakit atau klinik untuk perawatan rawat jalan darurat bagi cidera karena suatu kecelakaan, termasuk perawatan untuk mempertahankan gigi asli yang rusak akibat kecelakaan yang terjadi maksimum 48 jam setelah kecelakaan terjadi b. Biaya Perawatan Kanker Penggantian biaya perawatan kanker dengan rawat jalan setelah keluar dari rumah sakit, termasuk biaya konsultasi dokter, pengobatan, radioterapi, kemoterapi, dan semua biaya pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter sehubungan dengan pengobatan dan perawatan kanker c. Biaya Perawatan Cuci Darah Penggantian biaya oerawatan cuci darah dengan rawat jalan setelah keluar dari rumah sakit, pada pusat cuci darah yang terdaftar

4. KOORDINASI MANFAAT Jika tertanggung juga memiliki asuransi kesehatan dari peusahaan asuransi lainnya yang memberikan pertanggungan sejenis bagi penyakit, cidera, atau ketidakmampuan yang juga dipertanggunggkan disini, maka setelah dikurangi jumlah total dari semua manfaat asuransi yang telah dibayarkan oleh perusahaan asuransi lainnya kami akan membayarkan over limit tersebut sampai jumlah maksimum yang dipertanggungkan dalam tabel manfaat

5. PENGECUALIAN Kartu Kesehatan ini tidak berlaku terhadap kondisi penyakit yang telah ada sebelumnya, 19 penyakit tertentu yang terjadi dalam 12 bulan pertama sejak tanggal berlakunya asuransi kesehatan ini yang meliputi ;